Sabtu, 27 September 2014

SISTEM GERAK MANUSIA


Sistem gerak manusia meliputi alat gerak pasif ( rangka ) dan alat gerak aktif (otot).

A. Rangka ( Tulang )
1. Fungsi Rangka :
a. Sebagai alat gerak pasif
b. Sebagai penegak tubuh
c. Melindungi bagian tubuh yang vital
d. Tempat melekatnya otot lurik
e. Tempat pembentukan sel – sel darah.


2. Macam Bentuk Tulang :

  • Tulang Pipa : tulang paha, tulang kering, tulang betis tulang hasta dan tulang pengumpil.
  • Tulang Pipih : tulang belikat, tulang selangka, tulang tengkorak, tulang rusuk dan tulang usus.
  • Tulang Pendek : tulang pergelangan tangan, tulang pergelangan kaki, dan ruas-ruas tulang belakang.

3. Jenis Tulang :
a. Tulang Rawan ( Kartilago ) :

  • Hialin : terdapat antara tulang rusuk dengan tulang dada, pangkal batang tenggorok, dan persendian.
  • Fibrosa : terdapat pada tempurung lutut dan tulang panggul.
  • Elastis : terdapat pada daun telinga dan hidung.
b. Tulang Keras ( Osteon ) : tulang yang menyusun rangka manusia.

4. Rangka Manusia :
a. Tengkorak :
1. Bagian Kepala :

  • 1 tulang dahi ( os. frontale )
  • 2 tulang ubun – ubun ( os. parietale )
  • 1 tulang kepala belakang ( os. occipitale )
  • 2 tulang baji ( os. sphenoidale )
  • 2 tulang tapis ( os. ethmoidale )
  • 2 tulang pelipis ( os. temporale ).

2. Bagian Wajah :

  • 2 tulang rahang atas ( os. maxilla )
  • 2 tulang rahang bawah ( os. mandibula )
  • 2 tulang pipi ( os. zigomaticum )
  • 2 tulang langit – langit ( os. pallatum )
  • 2 tulang hidung ( os. nasale )
  • 2 tulang air mata ( os. lacrimale )
  • 1 tulang lidah ( os. hyoideum ) 
  
Gambar 1 Tulang Tengkorak

b. Badan (os. Trunca) :
1. Ruas Tulang Belakang (os. Vertebrae) :

  • 7 ruas tulang leher (os. Vertebrae cervicale)
  • 12 ruas tulang punggung (os. Vertebrae thoracalis)
  • 5 ruas tulang pinggang (os. Vertebrae lumbalis)
  • 5 ruas tulang kelangkang (os. Vertebrae sacrum)
  • 4 ruas tulang ekor (os. Vertebrae cocigeus)
 
Gambar 2 Tulang Belakang

2. Tulang Dada ( os. sternum ) :

  • Tulang Hulu ( os. Manubrium sterni )
  • Tulang Badan ( os. Corpus sterni )
  • Tulang Taju Pedang ( os. Processus xyphoideus ) 
 
Gambar 3 Tulang Dada dan Rusuk

3. Tulang Rusuk ( os. Costae ) :
  • 7 pasang tulang rusuk sejati ( os. Costa vera )
  • 3 pasang tulang rusuk palsu ( os. Costa spuria )
  • 2 pasang tulang rusuk melayang ( os. Costa fluctuantes )

4. Tulang Gelang Bahu ( os. Humerum ) :

  • 2 tulang belikat ( os. Scapula )
  • 2 tulang selangka ( os. Clavicula )
  
Gambar 4 Tulang Gelang Bahu

5. Tulang Gelang Panggul ( os. Pelvis verilis ) :
  • 2 tulang usus ( os. Ilium )
  • 2 tulang duduk ( os. ischium )
  • 2 tulang kemaluan ( os. pubis )
 
Gambar 5 Tulang Gelang Panggul

c. Anggota Gerak :
1. Tulang Lengan ( os. extremitas anterior ) :
  • 2 tulang lengan atas ( os. humerus )
  • 2 tulang pengumpil ( os. ulna )
  • 2 tulang hasta ( os. radius )
  • 2 x 8 tulang pergelangan tangan ( os. carpal )
  • 2 x 5 tulang telapak tangan ( os. metacarpal )
  • 2 x 14 ruas tulang jari tangan ( os. phalanges ) 
  
Gambar 6 Tulang Anggota Gerak Atas

2. Tulang Tungkai ( os. extremitas posterior ) :
  • 2 tulang paha ( os. femur )
  • 2 tulang tempurung lutut ( os. patella )
  • 2 tulang kering ( os. tibia )
  • 2 tulang betis ( os. fibula )
  • 2 x 7 tulang pergelangan kaki ( os. tarsus )
  • 2 x 5 tulang telapak kaki ( os. metatarsus )
  • 2 x 14 ruas tulang jari kaki ( os. phalanges )
 
Gambar 7 Tulang Anggota Gerak Bawah

B. Otot
Macam Otot :
1. Otot Lurik ( Otot Rangka ) :
  • Bentuk silindris dan tak bercabang
  • Berseran lintang ( lurik )
  • Reaksi cepat, mudah lelah
  • Volunter (dipengaruhi saraf)
  • Tempat : melekat pada rangka

2. Otot Polos ( Otot Rongga Dalam ) :

  • Bentuk gelendong ( ujung lancip, tengah membesar )
  • Tak berseran lintang ( polos )
  • Reaksi lambat, tahan lama
  • Involunter ( tak dipengaruhi saraf )
  • Tempat : pada rongga dalam ( saluran pencernaan, reproduksi, ekskresi )

3. Otot Jantung ( Myocardium ) :

  • Bentuk silindris dan bercabang-cabang
  • Berseran lintang ( lurik )
  • Reaksi lambat, tahan lama
  • Involunter (tak dipengaruhi saraf )
  • Tempat : pada jantung

C. Sendi ( Artikulasi )
Sendi ( artikulasi ) adalah hubungan antar tulang satu dengan tulang lainnya.Berdasarkan macamnya, sendi dibagi menjadi
1. Sendi Mati ( Sinartrosis ) : sendi yang tidak dapat digerakkan sama sekali. Sendi mati ini dibagi menjadi 2, yaitu :

  • Sinfibrosis : sendi mati yang penghubungnya darijaringan ikat, misalnya hubungan antar tulang tengkorak ( sutura ).
  • Sinkondrosis : sendi mati yang penghubungnya daritulang rawan, misalnya hubungan antara tulang rusuk dengan tulang dada.
2. Sendi Kaku ( Amfiartrosis ) : sendi yang dapat digerakkan hanya sedikit (sangat terbatas), misalnya hubungan antar ruas tulang belakang.

3. Sendi Gerak ( Diartrosis ) : sendi yang dapat digerakkan dengan bebas. Sendi gerak ini dibagi menjadi :

  • Sendi Peluru ( Endartrosis ) : sendi yang dapat digerakkan ke segala arah, misalnya terdapat pada hubungan antara tulang lengan atas dengan tulang gelang bahu dan tulang paha dengan tulang gelang panggul.
  • Sendi Putar ( Trokoidea ) : sendi yang dapat digerakkan memutar, misalnya hubungan antara tulang kepala dengan tulang atlas (leher).
  • Sendi Engsel ( Gynglumus ) : sendi yang dapat digerakkan ke satu arah, misalnya terdapat pada sendi siku dan lutut.
  • Sendi Pelana ( Sellaris ) : sendi yang dapat digerakkan ke dua arah, misalnya hubungan antara tulang telapak tangan dengan tulang jari-jari tangan.
  • Sendi Geser / Luncur (Ellipsoidea) : sendi yang dapat bergeser ke depan ke belakang atau ke kanan ke kiri,misalnya terdapat pada tulang pergelangan tangan dan tulang pergelangan kaki.

D. Kelainan Sistem Gerak :
1. Tulang Belakang :

  • Lordosis : Tulang belakang bengkok ke depan.
  • Kifosis : Tulang belakang bengkok ke belakang.
  • Skoliosis : Tulang belakang bengkok ke samping.

2. Gangguan Tulang :
  • Fisura : Retak tulang
  • Fraktura : Patah tulang, ada 2 macam, yaitu Patah Tulang Terbuka, yaitu jika tulang patah dan menembus kulit sedang Patah Tulang Tertutup, jika tulang patah tidak sampai menembus kulit.

3. Gangguan Persendian :

  • Dislokasi : bergesernya sendi karena sobeknya ligamen (ikat) sendi.
  • Terkilir / Sprain : Tertariknya ligament (ikat) sendi karena gerakan mendadak atau mengangkat benda yang terlalu berat.
  • Ankilosis : sendi menyatu dengan tulang sehingga tak dapat digerakkan.
  • Artritis Eksudatif (Sendi Bernanah) : radang sendi akibat terkena infeksi.
  • Artritis Sika (Sendi Kering) : radang sendi akibat berkurangnya minyak sendi (sinovial).
4. Gangguan Fisiologis :
  • Rakhitis : kaki bengkok berbentuk O atau X, akibat kekurangan vitamin D, kalsium (Ca) dan Fosfor (P).
  • Osteoporosis : pengeroposan tulang akibat kekurangan kalsium (Ca).
  • Mikrosephalus : kepala kecil akibat pertumbuhan tulang terhambat.

5. Gangguan Otot :

  • Atropi : otot melemah dan mengecil akibat jarang dilatih.
  • Hipertropi : otot membesar dan mengeras akibat sering dilatih.
  • Tetanus : Otot mengeras (kontraksi) akibat membawa beban terlalu berat.
  • Stiff : peradangan otot di bagian leher.
  • Hernia abdominalis : otot dinding perut robek sehingga usus masuk ke rongga perut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar