aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Juli 2014

20 Perbedaan Syiah dengan Islam


Umat Islam Indonesia perlu waspada dan prihatin, karena kini bermunculan orang-orang yang tidak jelas aqidahnya. Dengan berdalih perdamaian ingin menyatukan Sunni dengan Syiah. Mereka bersuara tanpa dalil yang benar, bahkan bernada membela Syiah, aliran yang dibawa oleh Abdullah bin Saba, seorang Yahudi dari Yaman.

Kini banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Islam (Ahlussunnah Waljamaah) dengan Syiah (Imamiyah Itsna Asyariyah/Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Mazhab Syafi’i dengan Mazhab Maliki. Padahal ada sejumlah kesesatan dalam keyakinan batil Syiah yang belum mereka ketahui, bagaimanapun juga kesesatan tersebut tidak dapat dihubungkan dengan Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad Shallallahu‘alaihi wasallamdari Allah Ta’ala. Keyakinan-keyakinan batil yang sangat jauh dari Islam itu ada dalam kitab-kitab induk syi’ah. Sehingga sebenarnya mereka tidak dapat mengelak lagi, kecuali dengan taqiyyah (berdusta model Syiah).

Ketika ribut masalah Sunni dengan Syiah, orang awam berpendapat agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Lalu mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tidak dilakukan.

Berikut ini pokok-pokok kesesatan Syiah yang penting untuk dipahami. Semoga manfaat, hingga kita  mampu menjauhi agama sesat itu dan tidak membelanya lagi dengan dalih apapun. Dan kita sama sekali tidak pantas untuk meniru jejak oknum-oknum yang aqidahnya tidak jelas yang membela syiah.


1. Islam:
Rukun Islam kita ada 5 (lima)
a) Syahadatain
b) As-Sholah
c) As-Shoum
d) Az-Zakah
e) Al-Haj
Syiah:
Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda: 
a) As-Sholah 
b) As-Shoum 
c) Az-Zakah 
d) Al-Haj 
e) Al-Wilayah

 
2. Islam:
Rukun Iman ada 6 (enam) :
a) Iman kepada Allah
b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
c) Iman kepada Kitab-kitab Nya
d) Iman kepada Rasul Nya
e) Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syiah:
Rukun Iman Syiah ada 5 (lima):
a) At-Tauhid
b) An-Nubuwwah
c) Al-Imamah 
d) Al-Adlu

e) Al-Ma’ad

3. Islam:
Dua kalimat syahadat
Syiah:
Tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

4. Islam:
Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Islam tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.
Syiah:
Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

5. Islam:
Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :
a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) Ali Radhiallahu anhum
Syiah:
Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).
 
6. Islam:
Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.
Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.
Syiah:
Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’’hum, seperti para Nabi.

7. Islam:
Dilarang mencaci-maki para sahabat.
Syiah:
Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.

8. Islam:
Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.
Syiah:
Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.

9. Islam:
Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Islam adalah Kutubussittah:
a) Bukhari
b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) An Nasa’i
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).
Syiah:
Kitab-kitab Syiah ada empat:
a) Al Kaafi
b) Al Istibshor
c) Man Laa Yahdhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).

10. Islam:
Al-Qur’an tetap orisinil
Syiah:Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).

11. Islam:
Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Syiah:
Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.

12. Islam:
Aqidah Raj’ah tidak ada dalam ajaran Islam. Raj’ah adalah besok di akhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.
Syiah:
Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti di akhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.
Keterangan:
Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Islam, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

13. Islam:
Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.
Syiah:
Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

14. Islam:
Khamer/arak tidak suci.
Syiah:
Khamer/arak suci.

15. Islam:
Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.
Syiah:
Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.

16. Islam:
Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.
Syiah:
Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.

17. Islam:
Mengucapkan Amin di akhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.
Syiah:
Mengucapkan Amin di akhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/batal shalatnya.
(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

18. Islam:
Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.
Syiah:
Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.

19. Islam:
Shalat Dhuha disunnahkan.
Syiah:
Shalat Dhuha tidak dibenarkan.
(Padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).

20. Islam:
Berdusta dilarang dan berdosa.
Syiah:
Berdusta dibolehkan dan tidak berdosa, keyakinan itu disebut dengan Taqiyyah.

Penganut Syiah tidak melaksanakan haji ke Baitullah sebagimana yang dilakukan kaum Muslimin, hajinya orang Syiah adalah mengunjungi kuburan para imam dan melaksanakan Ritual Al-Husainiyyah atau pesta duka di Karbala sebagai tanah suci mereka.

Semoga dapat dipahami benar-benar perbedaan tersebut. Selanjutnya silahkan ente ambil keputusan dan sikap. Walaupun Syiah dengan Muslimin berbeda terlampau sangat jauh, apakah masih ingin mempertahankan Syiah sebagai Muslimin dan Mukminin?
Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidah sesat lainnya. Amin. Source

Selasa, 15 Juli 2014

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal ) 75 Itu Tidak Realistis



Pada Kurikulum 2006 (yang dikenal dengan KTSP) kita telah mengetahui bersama bahwa sekolah harus menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). KKM tersebut ditetapkan dengan aacuan tertentu dan tiapa mata pelajaran KKMnya bisa jadi berbeda-beda. KKM dtetapkan mulai dari yang rendah (misal 65) dan tiapa tahun ditingkatkan hingga mencapai KKM ideal nasional yaitu 75 atau bahkan lebih.

Yang menjadi permasalahan adalah KKM meningkat namun tidak dibarengi dengan kualitas pembelajaran, sehingga KKM 75 itu terkesan dipaksakan, artinya sebenarnya ada sekolah (tidak semua) yang sebenarnya belum waktunya KKM 75 dipaksakan menjadi 75. Apalagi nilai rapor menjadi unsur perhitungan kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Apa akibatnya? terjadilah apa yang kita sebut katrol nilai.

Sebenarnya KKM 75 itu tidak realistis? Alasannya seperti yang saya paparkan di atas bahwa secara empiris bahwa KKM 75 itu banyak sekolah yang belum siap, namun dipaksakan KKM 75. Di samping itu KKM 75 itu dengan KKM di perguruan tinggi, di peguruan tinggi sebenarnya tidak ada istilah KKM, yang ada batas minimal kelulusan yang biasanya adalah C.

Mari kita perhatikan tabel konversi nilai skala 100 ke skala 4 atau ke dalam nilai huruf di beberapa perguruan tinggi di bawah ini



Dari beberapa tabel di atas dapat disimpulkan bahwa batas minimal kelulusan adalah 55 atau 56. Nah sekarang kita bandingkan dengan batas minimal kelulusan di sekolah (KKM) yang besarnya 75, bukankah angka 75 ini tidak realistis. Sekarang kita bahas mengenai nilai di kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013 nilai dinyatakan dalam bentuk huruf seperti halnya di perguruan tinggi, namun lebih bervariasi, yaitu A, A-, B+, B, B-, C+, C, C-, D+, dan D (terdapat variasi 10 nilai), dengan ketentuan batas miniimal kelulusan (ketuntasan) adalah B- atau 2,66, seperti tabel di bawah ini:



Tabel penilaian tersebut terdapat di permendikbud no 81A tahun 2013 tentang implementasi kurikulum, lampiran IV. Dengan ditetapkannya dalam dalam bentuk huruf maka diperlukan tabel konversi dari skala 100 ke skala 4 (dalam bentuk huruf). Untuk membuat tabel konversi ini di permendiknud tersebut belum ada pedomannya, sehingga sekolah membuat tabel konversi sendiri-sendiri yang bisa jadi berbeda tiap sekolah. Dengan batasas minimal ketuntasan B- atau 2,66 apakah sekarang KKM harus 75? saya pikir tidak harus. Untuk membuat tabel konversi itu bisa saja kita mengacu ke tabel yang ada di beberapa perguruan tinggi, karena sekarang menyatakan nilai dalam rapor (Laporan Capaian Kompetensi) sudah hampir sama dengan perguruan tinggi, yaitu dalam bentuk huruf.

Berikut ini contoh tabel konversi dari nila 0 – 100 menjadi 1 – 4 (dalam bentuk huruf)



Tabel itu diperoleh ketika pelatihan pendampingan kurikulum 2013. Dari tabel itu batas minimal ketuntasan adalah 66. Apakah hanya seperti itu? Tentu saja tidak. Bisa saja seperti di bawah ini:



Tabel ini batas minimal ketuntasannya juga 66, namun berbeda untuk nilai A dan A-. Lalu bagaimana dengan KKM 75? Kalau semula KKM 75 sekarang batas minimal ketuntasan 66 bukankah itu turun? ya memang turun. Namun menurut pendapat saya, sudahlah lupakan 75, karena 75 itu "memaksakan diri".

Ketidakjelasan Konversi Nilai Dari Skala 100 Ke Skala 4 Di Permendikbud No 81A Tahun 2013

Posting ini saya tulis berdasarkan milis PELAKSANA KURIKULUM 2013 untuk jenjang SMP dan SMA. Jadi masalah konversi nilai dari skala 100 ke skala 4 pada judul di atas adalah masalah yang ada di SMA. Sampai posting ini saya tulis sudah ada titik terang kesepakatan mengenai konversi nilai dari skala 100 ke skala 4, walaupun kesepakatan itu tidak bisa disebut sebagai dokumen resmi, karena tidak dituangkan dalam suatu surat keputusan.

Seperti yang telah dipaparkan di permendikbud nomor 81 A (lampitan IV) bahwa nilai pada LCK (Laporan Capaian Kompetensi) pada kurikulum 2013 dinyatakan dalam skala 4, yaitu dari 1 hingga 4 dalam bentu kelipatan 0,33, sperti di bawah ini



Namun yang jadi masalah tidak ada petunjuk jelas bagaimana cara mengkonversi dari nilai skala 100 ke nilai sakal 4. Akibatnya muncul berbagai macam tabel konversi di berbagai pelatihan kurikulum 2013, seprti contoh di bawah ini:


Tabel konversi tersebut didapat ketika bimtek wakakur.

Selain itu juga muncul tabel konversi seperti di bawah ini:

  

Tabel tersebut didapat dari pelatihan guru pendamping kurikulum 2013.

Dengan ketidakjelasan tersebut, akhirnya di setiap SMA pada akhirnya membuat tabel konversi sendiri-sendiri. Ketika saya ikut implementasi pendampingan kurikulum 2013 in service 2 pada tanggal 16 Desember 2013 di SMAN 1 Mataram, masing-masing sekolah dalam satu cluster (11 SMA) membuat tabel konversi yang berbeda-beda.

Kurang lebih pukul 22.00 WITA pada tanggal 16 Desember 2013 saya membuka email dan di milis PELAKSANA KURIKULUM 2013 SMA muncul lagi tabel konversi yang baru lagi, yaitu:



Tabel konversi itu berdasarkan hasil koordinasi di Lombok 10-13 Desember 2013. Tabel yang saya dapatkan di milis PELAKSANA KURIKULUM 2013 SMA tersebut dikirim oleh Bapak SUTIKNO, namun saya tidak tahu persis siapa-siapa yang berkoordinasi. Walaupun tabel konversi di atas merupakan kesepakatan hasil koordinasi, tetap saja itu bukan dokumen resmi, karena belum dituangkan dalam SURAT KEPUTUSAN. Dengan demikian boleh dipakai boleh juga tidak.

Sebenarnya apa sih masalah mendasar dari konversi nilai dari skala 100 ke skala 4? Mari kita bahas. Untuk mengkonversi nilai dari skala 100 ke skala 4 bisa menggunakan rumus:

(Nila dalam skala 100 : 100) X 4 atau bisa juga Nila dalam skala 100 : 25. Misal bagaimana cara mengkonversi nilai 68 menjadi nilai skala 4 dalam bentuk kelipatan 0,33?

68 : 25 = 2,72. Nah sekarang perhatikan nilai 2,72. Nilai ini bukan kelipatan 0,33, maka nilai ini harus dijadikan kelipatan 0,33. Nilai tersebut terletak anatar 2,66 dan 3,00. Masalahnya sekarang 2,72 dijadikan 2,66 ataukan dijadikan 3,00? Di permendikbud no 81A tidak ada penjelasan lebih lanjut. Dengan demikian sebenarnya terdapat ketidakjelasan di pemendikbud no 81A tahun 2013 mengenai konversi nilai dari skala 100 ke skala 4 (dalam bentuk kelipatan 0,33), akibatnya muncul berbagai macam tabel konversi. Untung saja sudah ada kesepakatan hasil koordinasi di Lombok 10 – 13 Desember 2013 dan saya yakin kesepakatan itu belum banyak yang tahu dan itupun tidak bisa dipakai sebagai acuan karena belum dituangkan dalam SURAT KEPUTUSAN.

Sebenarnya masih ada lagi nilai yang masih menjadi perdebatan, yaitu nilai 2,67 misalnya. Di permendikbud nomor 81A tahun 2013 tidak ada nilai 2,67 yang ada adalah nilai 2,66. Untuk nilai 2,67 itu muncul pada contoh LCK final yang dituangkan dalam suarat keputusan Keputusan Dirjen Dikmen No: 717/D/Kep/2013.

Sudah saatnya dirjen dikmen memberikan pedoman konversi nilai untuk jenjang sekolah menengah, sehingga menjadi seragam di seluruh Indonesia. bila tidak seragam tentu nilai 2,66 di sekolah A dan sekolah B tentu mempunyai kualitas yang berbeda bila menggunakan tabel konversi yang berbeda-beda.

Senin, 30 Juni 2014

Mencetak Siswa Berkarakter dan Berdaya Saing

Mencetak siswa untuk memiliki semangat juang dan daya saing saat ini merupakan pilar utama dari kegiatan pembelajaran dan pengembangan karakter. Namun untuk mengembangkan karakter siswa tidak cukup hanya pengajaran namun juga harus dikaitkan dengan “passion” . Tanpa “passion” yang kuat terhadap empat hal, yaitu keteladanan, kompetensi professional, pelayanan pembelajaran , dan relasi siswa dan guru , sama saja tidak ada pembiasaan dalam pengembangan karakter tersebut.

Untuk mengembangkan karakter diperlukan beberapa langkah :

Pertama, jujur. Semestinya kejujuran itu harus dipupuk sejak dini anak berusia 5 sampai 7 tahun supaya tidak bohong dan berdusta. Berani mengatakan yang benar, dan berani mengatakan secara jujur. Karena kejujuran pada usia dini adalah pondasi utama terbentuknya karakter dapat dipercaya. Oleh karena itu seorang guru semestinya dapat memberikan teladan sebagai sosok yang dapat dipercaya, dapat memberikan kepercayaan kepada siswa, sehingga dapat menimbulkan hubungan saling percaya.

Kedua adalah tanggung jawab. Di rasa tanggung jawab diwujudkan melalui penanaman sikap disiplin dan bertanggung jawab terhadap keinginan dan pilihan yang diambil, dengan mendahulukan berpikir sebelum bertindak dan mempertimbangkan konsekuensi logis dari tindakan yang diambilnya. Oleh karena itu dalam kegiatan pembelajaran seorang guru wajib melatih keterampilan berpikir kritis dan analisis kepada siswa.

Ketiga adalah saling menghargai. Sikap saling menghargai, dibiasakan melalui memperlakukan orang lain dengan hormat, hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, hormat kepada sesama teman dan hormat kepada orang lain. Mengikuti sebuah kaidah : “yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda”. Saling menghargai dan tidak menyakiti orang lain . Sifat itu perlu diteladankan seorang guru kepada siswanya.

Keempat adalah adil dan terbuka. Tidak mudah menyalahkan orang lain mau mengakui kesalahan diri . Tidak berprasangka dan tidak sembarangan menyalahkan orang lain, adalah merupakan pilar yang harus dikembangkan agar siswa dapat belajar dari dari kegagalan, kesalahan dan pengalamannya. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran yang harus dikembangkan harus dapat mengakomodasi pengelaman belajran siswa termasuk pengakaman kegagalan, agar siswa dapat mengambil hikmah dari kegagalannya.

Kelima adalah empati yang harus diterapkan sejak awal kegiatan pembelajaran. Inti pilar empati adalah memiliki kepekaan terhadap penderitaan orang lain dan dapat membantu kesulitan yang mereka hadapi. Wujud dari kegiatan pembelajaran ini adalah melalui iuran kelas atau pengumpulan baju layak pakai (seragam, bakti social dsb.) Oleh karena itu guru perlu membiasakan siswa memiliki sifat pemaaf dan gemar menolong orang lain.

Terakhir adalah cinta tanah air yang diwujudkan melalui kegiatan yang mempu membrikan kemanfaatan bagi lingkungan sekitar rumah atau sekolah . Termasuk hasrat untuk taat pada aturan, disipilin dan menciptakan lingkungan dengan lebih baik. Kegiatan ini dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstra kurikuler produktif seperti pemanfaatan dan pengolahan sampah, program sekolah hijau, mengembangkan bibit tanaman siap tanam yang bisa dimanfaatkan warga sekitar, mengembangkan dan melestarikan kesedian serta budaya setempat dsb.

Nah, saya pikir supaya siswa dapat mengembangkan karakter berdaya saing bisa mengadopsi enam pilar yang diakui secara universal.

MENJADI GURU IDAMAN SISWA


Guru memiliki peran penting bagi keberhasilan anak didik dalam menjalani kegiatan proses pembelajaran. Kalau anda mau sedikit mengenang saat sekolah mulai dari TK sampai saat ini anda menjadi orang tua bahkan menjadi guru, kira kira berapa banyak guru yang sudah mengajar kita. Mungkin kita kesulitan dalam menghitungnya, bisa jadi lantaran dari para guru tesebut tidak ada yang dapat memberikan kenangan yang berkesan. 

Padahal untuk bisa memiliki semangat belajar yang tinggi dan berprestasi dalam kegiatan belajar peran guru yang disukai siswa amat berperan, dikarenakan jika siswa tidak membenci gurunya, siswa tidak merasa takut berhadapan dengan gurunya akan mempermudah siswa dalam menyerap pelajaran. Lantas apa saja guru yang memiliki ciri –ciri menjadi idaman dari sudut pandang siswa.

Sebagaimana tulisan Sherman,T.M dan Cormier,W.H dalam Journal of Applied Behavior Analysis yang berjudul: An investigation of the influence of student behavior on teacher.Mengatakan :”the lesson of the study: students need to be taught that they can take action –legitimate action –to alter the way a teacher treats them.

Sementara itu dari wawancara langsung penulis kepada beberapa siswa adalah sebagai berikut;

  • Guru yang Bersahabat, seoarang guru yang mudah tersenyum, tatapannya teduh, tidak bermuka masam dan tidak mencari carai kesalahan akan membuat siswa merasa mendapat”perlindungan” seperti sosok orang tua. Siswa tidak menyukai guru yang pelit senyum ketika siswa mencoba tersenyum, pelit membalas salam ketika siswa memberi salam, selalu memasang muka garang dan mencari cari kesalahan siswa. Jika siswa bertemu dengan guru seperti ini mata pelajaran segampang apapun pasti sangat sulit diserap siswa karena siswa sudah stress terlebih dulu saat bertemu guru bersangkutan.
  • Bukan Guru Pembalap, tidak semua siswa adalah siswa jenius sehingga dalam mengajar guru bersangkutan hanya berorientasi pada tercapai target mata pelajaran yang harus disampaikan tanpa mempedulikan daya serap dan kompetensi yang dimiliki masing masing siswa. Mereka adalah para guru yang tidak memperhatikan apakah siswanya tidak mengerti bingung atau bahkan cuek lantaran tidak mengerti satupun apa yang diterangkan gurunya. Apalagi jika bertemu guru yang hanya bisa menyalahkan siswanya,bukan saja siswa malas bertemu mengikuti pelajarannya saja kalau bukan kewajiban masuk kelas tentu berpikir untuk bolos saja karena beranggapan bahwa percuma masuk kelas karena tidak mendapatkan apa apa..!
  • Terlalu Kaku dalam Disiplin tidak memiliki toleransi sedikitpun. Kedisipilnan memang penting apalagi kalau guru bersangkutan mampu menjadi teladan utama dalam mejalani kedisiplinan jika tidak, guru hanya “memaksa “disiplin siswa tanpa memberi contoh perilaku kongkrit dapat dipastikan dispilin tidak akan berjalan efektif, bahkan menjadi beban dan momok yang menakutkan bagi siswa, apalagi jika guru bersangkutan menggunakan kewenangan untuk hal hal yang tidak penting sperti model sepatu harus sama ,model rambut harus seragam yang dalam pandangan siswa hal ini dianggap hanya mengekang ekspresi mereka. Padahal ekspresi dan aktualisasi diri adalah psikodinamika siswa dalam mencari jati dirinya.
  • Tempat Curhat Siswa, seorang siswa dengan aneka permasalahan yang dihadapinya tentu membutuhkan saluran komunikasi untuk dapat melepas beban perasaan atau mendapat solusi atas persoalan yang dihadapinya, menjadi guru yang enak diajak bicara, menjadi teman curhat sekaligus mengerti dinamika social alias bisa mengerti life style mereka akan membuat siswa respek terhadap gurunya. 
  • Menyediakan waktu untuk Membantu Kesulitan Belajar Siswa. Seorang guru diharapkan mampu membuat siswa makin bisa memahami materi yang diajarkan gurunya secara optimal. Namun untuk bisa memahami dan menguasai materi pelajaran secara optimal tentu tidak dalam sekali pertemuan tidak jarang siswa merasa kesulitan atau kurang memahami materi pelajaran saat mengerjakan tugas atau keterbatasan waktu saat jam pelajaran berlangsung. Sehingga siswa membutuhkan waktu untuk berkonsultasi diluar jam pelajaran disamping gurupun semestinya memiliki kepekaan atas masalah /kesulitan yang dihadapi siswa/siswinya.
  • Siswa paling menyukai guru yang membuat siswa mudah dalam menyerap pelajaran alias guru bersangkutan memiliki kemampuan menyampaikan materi yang mudah, sederhana relevan, menyenangkan bagi siswa. Menjadi guru yang memiliki kemampuan mentranfer pengetahuan dengan mudah ini bukanlah hal mudah mengingat daya serap siswa memang beragam,kapasitas tiap siswa berbeda.Oleh karena itu jika guru bersangkutan jika membuat siswa mudah dan betah saat diterangkan guru bersangkutan pasti menjadi perhatian yang besar dari para siswanya. Apalagi jika materi dari matapelajaran sains tentu akan sangat disukai siswanya. 
Guru yang memiliki karakter dan sifat sifat yang disukai siswa lebih mempermudah dan menarik perhatian siswa untuk memiliki Motivasi Belajar.

Sabtu, 28 Juni 2014

Hidup Adalah BELAJAR


Hidup Adalah BELAJAR

Belajar bukan berarti hanya sekolah...
Belajar bukan berarti hanya membaca buku..
Tapi juga belajar dari setiap kejadian..
Belajar dari apa yang bisa dilakukan ...
Agar hidup ke depan lebih baik..

Aku belajar diam dari banyaknya bicara.
Aku belajar sabar dari sebuah kemarahan.
Aku belajar mengalah dari suatu keegoisan.
Aku belajar menangis dari kebahagiaan.
Aku belajar tegar dari kehilangan

Hidup Adalah BELAJAR.......
Belajar Bersyukur Meski tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela,
Belajar Taat Meski Berat,
Belajar Memahami Meski Tak Sehati,
Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski Tergoda,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meski Disakiti,
Belajar Tenang Meski Gelisah,
Belajar Percaya Meski Susah,

Belajar dan Terus Belajar...
Belajar sampai pada akhirnya TUHAN yang menyempurnakan..

Belajar bukan berarti hanya sekolah...
Belajar bukan berarti hanya membaca buku..
Tapi juga belajar dari setiap kejadian..
Belajar dari apa yang bisa dilakukan ...
Agar hidup ke depan lebih baik..

Aku belajar diam dari banyaknya bicara.
Aku belajar sabar dari sebuah kemarahan.
Aku belajar mengalah dari suatu keegoisan.
Aku belajar menangis dari kebahagiaan.
Aku belajar tegar dari kehilangan

Hidup Adalah BELAJAR.......
Belajar Bersyukur Meski tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela,
Belajar Taat Meski Berat,
Belajar Memahami Meski Tak Sehati,
Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski Tergoda,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meski Disakiti,
Belajar Tenang Meski Gelisah,
Belajar Percaya Meski Susah,

Terus belajar selama kita Hidup!

Minggu, 16 Februari 2014

Stop menggunakan kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

“Semua Akan Indah Pada Waktunya”..!!! Sebuah kalimat yang sering sekali kita dengar, kalimat yang kesannya romantis dan penuh harapan, atau juga kalimat untuk menghibur diri yang tidak mendapatkan apa yang diinginkan tepat pada waktunya. Tapi nampaknya seorang muslim harus berhenti menggunakan kalimat tersebut.

Mengapa…?? Karena kalimat tersebut merupakan kutipan ayat bibel, tepatnya Pengkhotbah 3 ayat 11. ”Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.

“Bahkan kalimat “indah pada waktunya” menjadi syi’ar agama nashrani yang dinyanyikan dalam berbagai versi lagu rohani.


Ingat sabda Nabi ”sungguh kalian akan mengikuti sunnah- sunnah yang ada pada umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Hingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian akan mengikutinya pula.

“Ketika para Sahabatnya bertanya, ‘wahai Rasululloh, apakah mereka Yahudi dan Nashrani?” 

Beliau menjawab, ’jika bukan mereka, siapa lagi?’”(Muttafa qun’alaih)


Maka dari itu, berhentilah memakai kalimat tersebut. Jika kita belum mendapatkan sesuatu yang kita inginkan maka lebih baik katakan “Alhamdulillah ‘Ala Kulli Haal” - segala puji bagi Allah atas segala sesuatu.. Wallahu’alam.

Minggu, 09 Februari 2014

Tips Menghadapi Ujian Nasional

 Bagi sahabat yang bentar lagi mau melaksanakan Ujian Nasional (UN), kali ini saya punya sedikit tips untuk sahabat semua yang saya ambol dari Blog Evis. Mungkin dengan membaca tips yang saya posting sedikit membantu kalian untuk lebih percaya diri dalam menghadapi ujian nanti, dan setidaknya sedikit membantu anda dalam mengerjakan soal soal ujian.

Nah untuk Tips Menghadapi Ujian Nasional yang sudah saya sediakan, silahkan sahabat baca selengkapnya sebagai berikut :

1. SEBELUM UJIAN


Mengingat ujian tinggal beberapa bulan lagi usahakan ketika belajar di kelas belajar kelompok atau belajar di tempat les anda harus benar benar fokus, boleh kadang bercanda hanya sekedar untuk melepas penat dan biarlah otak kita beristirahat sejenak.

Keduanya rajin-rajinlah latihan mengerjakan soal atau ikut tryout, hal ini bisa melatih mental kita dan kita bisa tahu siapa siapa saja saingan kita, hal ini berguna banget buat menyiapkan diri waktu ujian baerlangsung, tapi jangan menyontek. kalau menyontek waktu tryout atau melihat ujian sama saja bohong buat apa ikut tryout cape cape bayarnya juga mahal pula tapi yang kalian cari hanya peringkat tinggi di tryout tadi hanya sekedar untuk gengsi, kerjakan sendiri saja apapun hasilnya ini untuk mengukur kemampuan kita sendiri.

Jangan lupa refreshing buat penyegaran otak biar tidak stres tapi jangan keterusan, usahakan refreshing ke tempat rekreasi alam bisa bersama teman atau keluarga jangan malah cuma ngenet atau maen game di rumah…

Jangan lupa olahraga biar tidak gampang sakit, rajin beribadah penting banget itu untuk mententramkan hati kita, sering sering konsultasi ke guru atau orang tua tentang pelajaran atau tentang informasi di perkuliahan.

2. WAKTU UJIAN

Malam sebelum ujian sebaiknya jangan belajar yang terlalu berat. gunakan waktu ini hanya untuk mengingat kembali materi yang telah kita kuasai dan jangan mencoba belajar materi yang sama sekali tidak kita kuasai.

Yakinllah bahwa bekal yang kalian siapkan untuk ujian sudah cukup dan selalu berdoa.

Bangunlah lebih awal pada hari H sekedar hanya untuk sholat agar di beri kekuatan yang besar untuk menghadapi soal soal hari ini sesulit apapun itu bagi yang muslim.

Jangan lupa sarapan sebelum berangkat dan minta doa restu dari orangtua di jamin bakal tenang dan jangan sampai telat.

Pastikan semua perlenkapan ujian telah siap jangan sampai ada yang ketinggalan, kalau ada hal yang terlupa bisa di pastikan hal ini akan membuat anda panik dan jadi down sebelum ujian.

Waktu terima soal ujian cobalah untuk tersenyum seburuk apapun soalnya nanti dan sejelek apaun penjaga di ruang ujiannya, kalau bisa ketawa ketawa saja di buat rileks.

jangan lupa berdo’a sebelum mengerjakan, nikmatilah detik detik ketika anda mengerjakan soal demi soal, jangan di buat stres dengan soal soal yang sulit di buat senyum saja ketika ada soal sulit, di hitung pelan pelan kalau tidak bisa tinggalin saja ganti soal yang lain, tapi ingat waktu, setelah selsai jangan lupa mengecek kelengakapan identitas di lembar jawaban, ini penting banget hukumnya fardhu’ain jgn lupa berdo’a setelah selesai.

3. SETELAH UJIAN

Jangan pernah membahas soal yang telah anda kerjakan karena hal ini tidak akan merubah apapun justru anda akan kecewa ketika nantinya anda tahu ada jawaban anda yang salah (so keep convident but don’t over convident).

Ingat yang mengoreksi lembar jawaban kita sebenarnya bukanlah scanner atau petugas koreksi atau yang lainnya, yang mengoreksi jawaban kita sebenernya adalah Tuhan kita, Allah SWT. Dia menilai apakah kita pantas mendapatkan hasil yang maksimal atau tidak Allah akan menilai usaha kita dalam menempuh ujian ini.

Hal yang terpenting adalah usaha kita soal hasilnya kita serahkan kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang…
Dia lah yang tahu yang terbaik untuk kita…

Tips Jitu Agar Tetap Semangat

Kali ini saya mau berbagi cara dan tips tetap semangat jalani hidup. Banyak hal positif yang dapat Anda lakukan di tengah kesibukan rutin. Nikmatilah hidup sembari bekerja, niscaya Anda akan tetap mempertahankan semangat dan memiliki kehidupan yang bertenaga. Mari kita baca langsung artikel tentang Tips Jitu Agar Tetap Semangat dibawah ini.

1. Berikanlah Lebih
Jadilah orang yang selalu memberikan ‘lebih’ dalam apa saja yang Anda lakukan. Jadikanlah ‘totalitas’sebagai gaya hidup Anda karena kebiasaan membentuk karakter. Berilah tanpa mengharap imbalan dan pujian.

2. Kurangi ketegangan
Orang bijak bilang: “Suatu saat nanti kamu akan tertawa jika teringat akan hal ini.” Kurangilah stres dengan berpikir bahwa segala sesuatu dalam hidup Anda pasti akan berjalan lebih baik. Walaupun kondisi pada saat ini tidak mendukung Anda untuk bersemangat. Milikilah kerangka berpikir positif! Lihatlah setiap situasi sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jangan lupa untuk tetap tertawa.

3. Kuasailah kebiasaan Anda
Kebiasaan dapat membuat Anda menjadi lebih baik atau lebih buruk. Pastikanlah untuk memiliki kebiasaan yang memiliki efek yang baik bagi diri & hidup Anda. Lenyapkanlah kebiasaan buruk yang merugikan.

4. Pilihlah lingkungan anda
Perhatikan, siapa saja orang yang sangat berpengaruh dalam hidup Anda? Kita semua terbentuk oleh lingkungan kita. Setiap orang yang ada di sekeliling kita mempengaruhi kepribadian, kepercayaan, dan nilai-nilai yang kita anut. Jadi, siapa orang terdekat Anda? Pastikan bahwa mereka mendukung Anda untuk maju. Hindari orang yang mengha-langi perkembangan dan mematikan semangat Anda.

5. Luangkan waktu untuk kegiatan yang anda sukai
Seringkali kita berupaya keras untuk berlari mengejar kemajuan dalam kehidupan kita, hingga melupakan hal-hal yang membuat kita bahagia. Jika terlalu tegang, Anda menjadi lelah jiwa raga, dan bosan. Kembalikan semangat Anda dengan meluangkan waktu untuk melakukan hobi Anda. Lakukanlah secara teratur.

6. Pecahkan masalah yang menghimpit anda
Masalah yang belum terpecahkan berpotensi untuk menguras enerji kita. Cari tahu, masalah apa saja yang menghimpit jiwa dan membuat Anda tertekan. Carilah solusi atas masalah Anda. Selesaikanlah urusan yang belum selesai, seperti melunasi hutang, menyelesaikan skripsi atau pekerjaan yang belum beres. Dijamin, Anda akan menjadi lega setiap satu masalah selesai. Bereskan saja semuanya, supaya Anda kembali bersemangat!

7. Fokus!Fokus!Fokus!
Enyahkan kecerobohan dan hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda dengan fokus pada apa saja yang sedang Anda lakukan saat ini. Kembangkanlah kebiasaan untuk melakukan satu saja pekerjaan. Fokuslah pada hal itu hingga pekerjaan itu selesai. Berilah perhatian pada detail untuk meraih kesempurnaan.

8. Sisihkan Waktu untuk Menyusun hidup anda
Kebanyakan orang menyerah pada keadaan dan tidak memperjuangkan hidup mereka. Akibatnya hidup mereka menjadi tak menentu dan tanpa arah serta tujuan. Hindarilah hal ini dengan mengetahui apa yang Anda inginkan. Ketahuilah impian Anda. Anda ingin menjadi apa? Kehidupan seperti apa yang Anda dambakan? Apa sumbangsih Anda bagi manusia dan dunia? Jadilah orang yang proaktif dengan berusaha menata diri dan hidup Anda ke arah yang lebih baik. Susunlah rencana dan berjuanglah!

9. Menjaga Kesehatan jiwaraga

Makanlah makanan yang bergizi, jangan hanya asal kenyang. Miliki tidur yang berkualitas. Berolahragalah secara teratur. Lakukan segala upaya untuk menunjang raga kita tetap sehat. Karena kesehatan tubuh berpengaruh pada kesegaran mental. Usahakan untuk berada dalam lingkungan yang ‘sehat’, hindari lingkungan yang penuh tekanan, carilah kehidupan yang lebih baik. Berbagilah bersama sahabat. Jangan lupa bahwa Tuhan itu ada, berserah & berdoalah!

10. Berinvestasi pada otak & fikiran anda
Pikiran Anda adalah komputer yang tercanggih di dunia! Up grade yourself! Maka, jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan bakat Anda. Jangan malas mempelajari keahlian baru yang akan meningkatkan kesehatan, kekuatan mental, dan performa kerja kita. Jangan takut mencoba pengalaman baru. Hal baru dapat menstimulasi pikiran kita. Gunakanlah pengetahuan yang Anda miliki untuk berkarya, mengajar, mendukung orang lain, dan berpartisipasilah dalam membuat dunia menjadi lebih baik.