aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Kamis, 08 November 2012

Kepakkan Sayap Elang

 
Seorang ahli biologi tengah berjalan melewati sebuah peternakan di sebuah desa, dengan tidak sengaja dia melihat seekor anak elang yang hidup berbaur bersama dengan gerombolan anak ayam, dia merasa sangat heran.

Dia lalu bertanya kepada pemilik peternakan, “Mengapa seekor elang yang sebenarnya adalah raja dari rumpun unggas, bisa hidup bersama dengan gerombolan ayam? Ini sulit dipercaya.”

Pemilik peternakan menjelaskan dengan berkata, “Karena saya setiap hari memberi dia makan dengan makanan ayam, menganggap dan melatih dia sebagai seekor ayam, membiarkan dia hidup sama persis dengan kehidupan ayam, maka burung elang tersebut tidak bisa terbang hingga sekarang. Segala tindak tanduknya sama persis dengan seekor ayam. Lama lama, sang elang sudah menganggap dirinya adalah bagian dari gerombolan ayam-ayam , dan bukan sebagai seekor elang .”

Ahli biologi ini berkata, “Begitukah? Saya yakin watak hakiki itu tidak bisa berubah. Dia asalnya adalah seekor elang, seharusnya bisa segera terbang jika diajarkan terbang.”

Setelah ahli biologi dan pemilik peternakan melewati suatu perundingan, akhirnya pemilik setuju untuk mencoba mengajarkan elang itu untuk terbang.

Dia mengamati bagaimana ahli biologi itu perlahan-lahan meletakkan elang itu di atas lengannya, lalu berkata, “Kamu seharusnya terbang di atas langit yang biru, bukan berdiri di tanah, kepakkan sayapmu, terbanglah dengan gagah berani!”

Elang tersebut mendengarkan dengan penuh keraguan karena ia tidak memahami perkataan dari ahli biologi tersebut. Ketika dia melihat gerombolan ayam sedang mematuk makanan di atas tanah, elang melompat turun dan berkumpul dengan mereka.

Si ahli biologi tidak putus asa, dia membawa sang elang ke atap rumah, seraya berkata, “Sebenarnya dirimu adalah seekor elang, kamu bisa terbang, bentangkan sayapmu dan terbanglah!”

Elang merasa ketakutan terhadap dunia yang asing dan status dirinya yang tidak jelas. Ketika dia melihat bayangan dari gerombolan ayam, dia melompat turun, ikut serta (lagi) mematuk makanan di atas tanah.

Hingga hari yang ketiga, ahli biologi sengaja bangun sangat pagi, membawa burung elang ini ke atas gunung. Raja unggas ini dia angkat tinggi di atas kepalanya, sekali lagi dengan nada yang penuh dengan keyakinan dia berkata, “Kamu benar-benar adalah seekor elang, kamu pemilik langit yang biru ini bukan pemilik kandang ayam yang kecil itu, bentangkan sayapmu kepakkan dan terbanglah dengan gagah berani!”

Elang itu menengok ke tanah pertanian yang berada di kejauhan, lalu melihat ke atas langit. Ragu-ragu untuk sejenak, tetapi masih tetap tidak mau terbang.

Ahli biologi itu sekali lagi menjunjung tinggi elang ke arah matahari. Selanjutnya, kemukjizatan terjadi! Tubuh elang mulai bergetar, lalu perlahan-lahan ia membentangkan sayapnya. Sang elang terbang dengan gagah memekikkan suara kemenangan. . .  

Inspirasi dari cerita diatas :
Elang di dalam cerita ini berbaur dan dibesarkan dalam gerombolan ayam , sehingga nalurinya sebagai seekor predator telah pudar. Ketika ia melepaskan diri dari lingkungan itu dan kembali ke jati diri yang sebenarnya, saat itulah ia telah memulihkan nalurinya untuk terbang diantara langit.

Manusia, sering terpengaruh oleh apa yang terus-menerus dilihat dan didengar. Beruntung jika informasi tersebut positif, tapi bila negatif dan hanya membuat diri semakin kerdil? hal itu tidak bisa dibiarkan, sejatinya kita memiliki potensi besar yang disebut bakat.

Jika dapat mencampakkan belenggu (yang selama ini tanpa disadari sudah kuat merantai), dan dapat melompat keluar dari gangguan-gangguan hati, maka kita bisa kembali ke jati diri kita yang asli, mengembangkan sayap potensi.. dengan bebas, tak terikat.

Tirulah sang Elang, lepaskan diri kita dari keterpurukan yang bisa mengubur potensi kita, buka kepercayaan diri kalian, lalu terbang tinggilah menembus langit cita-cita kalian. Semoga sukses anak-anak dengan tetap semangat mejalani kehidupan kalian.

Andai Aku Dimakamkan Hari Ini



Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apalah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan...

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...

Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka...

Begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan...

Kata-kata Bijak Mutiara : Bung Karno

   
  • Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun
  • Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
  • Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.
  • Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali . (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)
  • Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)
  • Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. Tuhan tidak merubah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merubah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno).
  • Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.
  • Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.(Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)
  • Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno).
  • Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno) 
  • Janganlah menganggap bahwa kita telah selesai dan cukup berjasa dengan segitiga warna. Selama masih ada rata tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita belum selesai! Berjuanglah terus dengan mengucapkan syukur sebanyak-banyaknya keringat.
  • Apa sajakah kelemahan diri kita? kelemahan kita adalah, kita kurangpercaya diri kita sebagai suatu bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita inii asalnya adalah gotong royong.
  • Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)
  • Bangsa yang tidak percaya akan kemampuan dan kekuatan diri mereka sendiri sebagai satu kesatuan bangsa, tidak bisa berdiri dan merasa sebagai bangsa yang merdeka.
  • Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan
  • Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Jangan Sekali kali meninggalkan Sejarah !
  • Belum pernah nama Indonesia ini begitu tingginya seperti Mercusuar daripada umat manusia di dunia ini(pidato Bung Karno 1964)
  • Tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.
  • Toh diberi hak atau tidak diberi hak, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti akhirnya bangkit menggerakkan tenaganya, kalau ia sudah terlalu merasakan celakanya diri teraniaya oleh satu daya angkara murka. Jangan lagi manusia, jangan lagi bangsa walau cacingpun tentu bergerak berkelegut-kelegut kalau merasakan sakit. 
  • Kita ingin mendirikan satu Negara "semua buat semua", bukan satu Negara untuk satu orang, bukan satu Negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan Negara "semua buat semua"
  • Kita menderita penyakit doyan omong, menderita penyakit misbegrib van democratie (kesalahpahaman demokrasi). Kita mengira omong dan kritik itulah berarti demokrasi, dan bahwa makin banyak omong makin banyak kritik itulah makin berjalannya demokrasi. Padahal bukan itulah demokrasi. (Pidato Proklamasi 17 Agustus 1959) 

Kepada Pemilik Jiwa

 

Yaa Robb…bila dapat kan tersusun rasa yang tersembah
rasa kasih itu akan ku beri untukMU
Dalam ukiran harapku, Rindu itu akan selalu terpatri

yaa Robb..
aku telah melupakan laraku,
yg ku bias hanya kisahMU
Dalam sederet prjalanan kelabu
ada sinar indahMU terangi gelapku

Subhanallahi Walhamdulillah…..
kecintaanku padaMU tiada berbatas,
luruskan jalanku yaa Robb..
masukkan lah putih cintaku dalam catatan yang kau tulis, …
ijabahlah doa hambamu yang daif… 

Aku Percaya



Meski, dengan terseok seok aku menapaki hari dalam kerikil tajam dan penuh luka,
Tapi aku pecaya, KasihNya akan iringi langkahku..
Meski telah tumpah ruah airmata ku pada sesalku,
Tapi aku tak penah jemu tuk menghiba padaMU..
Aku tak akan pernah malu menangis, merintih padaMU
Aku tak akan pernah berhenti, mengoyahkan dinding hatiku tuk menjerit, merintih memohon ampunan Mu..

Aku hanyalah sebatang dahan yang kan tumbang dalam tiupan nafasMU
Aku hanyalah seonggok debu, yang tak teraba dalam ukiran tanganMU
Aku hanyalah insan yang tiada arti, penuh nista, ..dan penuh dosa…
AmpunanMU ku mohon yaa Robb…dalam setiap desahku, dalam setiap lirikku, dalam setiap syairku dalam setiap cintaku, dalam setiap rinduku, dalam setiap tetes airmataku…

telah berlumut hatiku, telah melumpur dosa ini yaa Robb..tanpa ijabah MU, ..hambaMU ini akan berkalang dosa…bersimbah dalam kepekatan.

Aku tak malu padaMU yaa Allah untuk memohon ampun…
Aku percaya, Engkaulah sang Pengampun dan Pemberi taubat.
Aamiin yaa Allah, yaa Robbal’Alamiin… 

Rabu, 07 November 2012

Curhat Hanya Kepada Allah

 
Semua orang pasti pernah merasakan sesuatu yang tidak diinginkan. Semua orang juga pasti mempunyai masalah dan problem kehidupan. Di saat tertentu orang hidup bahagia dan senang, di saat yang lain pula boleh jadi sedih dan pilu. Dan ini adalah sunnatullah.

Dalam menyikapi masalah kehidupannya, orang memiliki beragam tindakan untuk memecahkannya. Ada yang mencurahkan perasaan dan uneg-unegnya kepada keluarga, teman, atau bahkan kepada benda-benda mati. Apalagi sering dijumpai tidak sedikit orang yang apabila mempunyai problem, selalu ia curhatkan di jejaring sosial seperti facebook atau twitter sehingga semua manusia mengetahuinya.

Ada pula seseorang yang status upated-nya adalah kegalauan hidup, seakan-akan tiada hari tanpa kebahagiaan. Semua yang ditulisnya adalah situasi mengerikan dalam hidupnya. Masalah-masalah kepada teman, guru, orangtua, atau bahkan masalah rumah tangga pun diceritakannya di sana. Tak peduli apakah itu aib atau bukan.

Yang paling menyedihkan adalah tidak sedikit di antara kaum muslimin yang masih saja percaya kepada dukun dan peramal. Sehingga tatkala ia memiliki masalah, yang pertama kali terbetik dalam hatinya adalah segera mendatangi dukun untuk mencari solusi. Sungguh ini adalah kelemahan dan kebodohan. Tidakkah mereka tahu bahwa orang yang mendatangi dukun itu bisa menyebabkan kekafiran?!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Siapa yang mendatangi peramal atau dukun lalu membenarkan apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [Riwayat Imam Ahmad dalam Al Musnad, Al Hakim dalam Al Mustadrak dan menilainya shahih, dan Al Baihaqi]

Sesungguhnya semua masalah itu tidak sepantasnya disebar dan diceritakan kepada setiap orang yang diadukannya. Cukup semua perkara yang dihadapi seorang muslim hanya dicurhatkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Seorang muslim hanya akan menampakkan kelemahannya di hadapan Allah, tidak kepada makhluk yang sama-sama lemah. Oleh karena itu kita memiliki dzikir لَا حَوْلَ وَ لَا قوَّةّ إِلَّا بِا الله yang maknanya adalah tidak ada daya untuk menghindari kemaksiatan dan upaya untuk melakukan ketaatan kecuali kekuatan dari Allah.

Lihatlah Nabi Ya’qub ‘alaihissalam ketika menghadapi kesedihan berupa kehilangan putranya, Yusuf, sehingga anak-anaknya yang lain mengiranya akan bertambah sakit dan sedih. Maka dengarlah jawaban Nabi Ya’qub yang perlu diteladani setiap muslim,
“Dia (Ya’qub) menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS Yusuf: 86)

Benar saja. Jika seseorang menampakkan dan mengadukan kesedihan serta kesulitan kepada manusia, maka hal itu tidak meringankan kesedihan terdebut. Namun apabila seseorang mengadukan kesedihan itu kepada Allah, itu lah yang akan bermanfaat baginya. Bagaimana tidak? Sedangkan Allah Ta’ala telah menjanjikan hal itu dalam sejumlah firman-Nya. Jika Anda berkehendak, bacalah dan renungkanlah beberapa firman Allah ini,
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” [QS Al Baqarah: 186]

Perhatikanlah ayat ini. Di dalam Al Quran yang biasa memakai uslub soal-jawab, biasanya setelah disebutkan pertanyaan akan diikuti dengan kata-kata قُلْ (katakanlah), seperti dalam Al Baqarah: 189, 215, 217, dan banyak lagi. Namun dalam ayat ini, Allah tidak menggunakan kata-kata قُل (katakanlah), namun langusung menjawabnya, “فَإِنِّى قَرِيْبٌ أُجِيْبُ …إلخ.” Ini menunjukkan bahwa kedekatan dan janji Allah itu benar-benar haq. Allah berfirman :
“Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” [QS Qaf: 16]

Tentu saja kedekatan di sini adalah kedekatan ilmu, bukan Dzat Allah. Sebagaimana kesepakan Ahlussunnah wal Jama’ah. Sedangkan kedekatan Allah itu ada dua, yaitu (1) kedekatan ilmu-Nya, dan (2) kedekatan-Nya dengan orang yang beribadah dan berdoa kepada-Nya dengan pengkabulan, pertolongan, dan taufik (lihat Taisirul Karimir Rahman). Maka, sesungguhnya ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang samar baginya.

Jika Allah saja dekatnya sedemikian, maka tidak perlu lagi mencari tempat-tempat curhat dan mengeluhkan problem kepada selain-Nya. Karena, “Bukankah Allah itu cukup untuk hamba-Nya.” [QS Az Zumar: 36]

Diriwayatkan bahwa dahulu di zaman salaf, segala perkara yang mereka hadapi, kecil atau besar, selalu diadukan kepada Allah. Sampai garam dapur pun, mereka meminta kepada Allah. Atau sebagian riwayat, sampai tali sandal yang terpuus pun, diadukan kepada Allah.

Rasulullah sendiri mengajarkan kepada keponakannya yang masih kecil agar hanya meminta dan memohon kepada Allah, “Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah” [Riwayat At Tirmidzi. Beliau berkomentar, “(Hadits ini) hasan shahih.”] Jika anak kecil saja diajarkan seperti itu, bagaimana yang lainnya? Tentu lebih lagi.

Inilah potret pendidikan Rasulullah, yaitu menanamkan akidah yang benar kepada umatnya sejak kecil agar terpatri kuat di sanubari orang tersebut. Dan pendidikan macam inilah yang seharusnya ditiru oleh para orangtua mana pun.

Demikian juga dengan orang yang dirundung bingung antara dua pilihan, jika ia harus memilih.Seluruh ajaran Islam adalah penyeraad diri kepada Allah. Segala masalah harus diserahkan kepada Allah, tidak kepada selain-Nya.

Ketika Anda tertimpa sakit, hendaknya yang pertama kali terbetik dalam hati Anda adalah segera kembali kepada Allah ‘Azza wa Jall.

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.” [QS. An Naml: 62]

Ini semua bukan berarti tidak boleh sama sekali meminta pendapat kepada orang lain. Karena Allah sendiri juga berfirman yang artinya, “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam perkara itu.” [QS Ali ‘Imran: 159] Akan tetapi, mana yang ia dahulukan. Datang mengadu kepada Allah dahulu, atau mendatangi manusia untuk berkeluh kesah.

Berikut saya kutipkan beberapa hadits beserta sedikit penjelasannya yang berkaitan dengan doa, agar Anda menjadi semakin yakin bahwa kekuatan itu ada pada doa. Dan sesungguhnya seluruh makhluk itu lemah, kecuali orang yang mau berdoa. Bahkan benda-benda mati pun berdoa dan berdzikir, sebagaiman pernyataan Allah dalam surat Al Isra’ ayat 44. Maka jika benda yang tidak berakal saja terus bertasbih dan mengingat-Nya, bagaimana pula dengan manusia yang berakal?!
“Tidak ada yang dapat menolak qadha’ kecuali doa.” [Riwayat At Tirmidzi, Ibnu Hibban, dari hadits Salman Al Farisi. Dinilai shahih oleh Ibnu Hibban. Dikeluarkan juga Al Hakim, dinilainya shahih. At Tirmidzi mengatakan, “Hasan gharib.” Dan tidak menilanya shahih, karena dalam sanadnya terdapat Abu Maudud Al Bashri yang namany adalah Fidhdhah. Abu Hatim berkata,”Dha’if.” Juga ditakhrij oleh Ath Thabrani dalam Al Mu’jam Al Kubra dan Adh Dhiya’ dalam Al Mukhtarah. Lihat Tuhfatudz Dzakirin hal. 29]

Al Qadhi Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Di dalamnya terdapat dalil bahwa Allah Subahanahu wa Ta’ala menolak dengan doa sesuatu yang telah Dia tetapkan atas seorang hamba. Dalam mas-alah ini telah diriwayatkan banyak hadits. Dan yang menguatkan adalah firman Allah yang artinya, ‘Allah menghapus apa yang dikehendaki-Nya dan menetapkan (apa yang dikehendaki-Nya). Dan di sisi-Nya terdapat ummul kitab.”
“Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di sisi Allah dari doa” [Direkam oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, Al Bukhari dalam Tarikh-nya, At Tirmidzi dalam Jami’-nya, dan Ibnu Majah, Al Hakim dalam Mustadrak-nya, dari hadits Ibunda ‘Aisyah. Al Hakim menilainya shahih, dan disepakati oleh Adz Dzahabi]

Al ‘Allamah Abul ‘Ula Muhammad bin ‘Abdurrahman Al Mubarakfuri rahimahullah mengatakan dalam syarahnya, Tuhfatul Ahwadzi [2421], “Karena di dalamnya (yaitu doa) terdapat penampakkan kefakiran, ketidakmampuan, penghinaan (diri), dan pengakuan terhadap kekuatan dan kemampuan (kudrat) Allah.”

Oleh karena doa itu sesuatu yang mulia di sisi Allah, maka tidak heran jika Rasulullah juga bersabda:
“Siapa yang tidak meminta kepada Allah, Dia akan murka kepadanya” [Riwayat At Tirmidzi dan Al Hakim, dari hadits Abu Hurairah]

Hadits ini senada dengan firman Allah Ta’ala yang artinya, “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [QS Ghafir: 60]

Rasulullah shalawaturrabbi wa salamuh ‘alaih juga pernah bersabda:
“Jangan kalian lemah (sedikit) dalam berdoa. Karena tidak akan binasa orang yang selalu berdoa.” [Direkam oleh Ibnu Hibban dalam Ash Shahih, Al Hakim dalam Al Mustadrak, Adh Dhiya’ dalam Al Mukhtarah. Ketiganya menilainya shahih. Lihat Tuhfatudz Dzakirinhal. 31]

Allahu a’lam.

Semoga shalawat beriringan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, shahabat, dan siapa saja yang senantiasa mengikuti mereka dengan baik hingga kiamat kelak.
Sumber : Muslim.Or.Id

Kerinduan Jiwaku

 

Ya ALLAH, tahukah Engkau bahwa malam ini saya sangat merindukanMu… sangat ingin berbicara denganMu, sangat ingin berdua saja denganMu, sangat ingin Engkau mendengarkan apa saja yang saya alami dibumi milikMu, sangat ingin dimanjakan olehMu, sangat ingin disayangi dengan segenap kasih sayangMu, sangat ingin tidak ada hijab, tidak ada jarak diantara kita, sangat ingin Engkau memaafkan segala kesalahan saya dimasa masa yang lalu agar kita bisa bersama hingga ujung napas saya, bahkan setelah napas saya berpisah dari raga saya ini…

Ya ALLAH tahukah Engkau bahwa namaMu selalu saya sebut disetiap langkah saya… bahwa namaMu adalah nama terindah yang pernah saya kenal, bahwa dengan menyebut namaMu hati saya akan kembali tenang, bahwa namaMu mampu membuat segumpal daging merah bernama hati didalam jiwa saya bergetar, bahwa namaMu begitu indah bukan hanya ditelinga saya, tapi diseluruh darah yang mengalir sempurna didalam raga saya bahkan berdetak sempurna bak rentakan rampak gendang dijantung hati saya…

Ya ALLAH saya ingin Engkau tahu bahwa sangat mencintaiMu melebihi apapun yang disinari oleh matahariMu, sayang ingin Engkau tahu bahwa cinta saya ini membuat saya ingin terus memperbaiki diri agar Engkau tahu bahwa semua yang saya lakukan adalah untuk memperoleh cintaMu karena saya tahu bahwa saya tidak bertepuk sebelah tangan atas cinta ini…

Ya ALLAH kehadiranMu selalu ada dalam setiap helaan napas saya, tak sehelapun tanpa kehadiranMu, Engkaulah pelepas dahaga jiwa saya, Engkaulah penghapus rasa lapar jiwa saya, penyejuk mata, cahaya akal, pengharum batin, Engkaulah penawar racun didalam raga hamba… You are my everything, You are the step I made, You are my daily sunshine!

Ya ALLAH jangan tinggalkan saya, jangan jauhi saya jika saya salah, … tak ada yang lebih baik dari yang saya miliki kecuali Engkau, tak ada cinta yang lain, tak akan saya mencintai apapun diduniaMu yang akan membuat Engkau cemburu dan marah lalu meninggalkan saya, TAK AKAN saya berselingkuh dengan Tuhan lain selain Engkau, tak akan ada cinta yang lain wahai ALLAH!

Ya ALLAH inilah saya yang mencintaiMu melebihi apapun … jangan tinggalkan saya!

Wahai ALLAH tercinta, yang tiada TUHAN selain Engkau … saya janji nanti saya akan kirimi lagi Engkau surat cinta saya yang lain ya ALLAH, saya tahu bahwa Engkau tidak pernah lelah menanti cinta saya … menunggu surat cinta saya yang lain, I LOVE YOU wahai ALLAH!

Butir-butir Kata di Cakrawala



Ya Rabb,
hari ini telah
Engkau hamparkan malam berselimut gulita,
kau bisikkan sunyi berselendang sepi,
Engkau tegakkan cakrawala membawa angkuhnya,
menancap kuat di kaki langit,
Engkau hiasi dengan berjuta bintang jelita,
dengan kelap-kelip bola mata indahnya,
satu terasa rona cahayanya,
benderang terang bagai wajah kejora,
saat mata menatap, tak kuasa mengalir asa mengharap,
sungguh, lukisan cakrawala tiada kira…

Ya Rabb,
berbalut dinginnya air wudhu-Mu,
berhampar sajadah suci-Mu,
berteman heningnya malam-Mu,
kan kupunguti butir-butir kata,
kan kurangkai dalam bait-bait doa,
ku ayunkan kaki diri menghamba,
ku simpuhkan raga jiwa menghiba,
dalam bingkai tahajud rinduku
tuk menggapai segenggam ridho-Mu,

Ya Rabb,
kuasakan hamba,
tuk membawa kejora,
mendaki tangga-tangga cakrawala,
menggapai bangunan-bangunan sorga,
mengetuk pintu-pintu ridha-Mu
dalam taman sunah Rasul-Mu… 

Bidadari Malam



Duhai bidadari malam,
terukir indah senyum di wajah,
terbias cerah rona merah,
lembut kurasakan tatapan rembulan,

dikau bidadari malam,
tiada cahaya yang kudamba,
mengusik pesona dalam jiwa,
memantulkan asa-asa di dada,

dikau bidadari malam,
panorama bak lembayung senja,
bagai bunga cinta rama dan sinta,
pelita hati penyuluh rindu,
seikat janji semanis madu,
membawa hasrat menuai cita,
menuju bahagia… 

Setitik Asa di Angkasa

  
Ketika malam berselimut gelap,
kubuka mata hitam tersapa,
sebongkah terang diantara gulita,
menari riang kejora kiranya…
butir-butir kata ingin menyapa,
tuk kejora di atas sana…

Aku memang bukan langit birumu,
bukanlah hamparan cakrawala luasmu,
bukanlah angkasa cahayamu,
bukan jua singgasana indahmu,
tak jua cermin rona wajahmu…

aku hanyalah sedetik waktu di harimu,
segenggam gelap di sinarmu,
sesungging senyum di wajahmu,

kini,
butir-butir kata ingin menyapa,
adakah sapa tuk diri bertanya,
adakah tempat tuk diri mengharap,
menjadi setitik asa di angkasa?…