aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Sabtu, 01 Desember 2012

Mengenang Ilmuan Penemu Radioaktif

marie curie 
Tanggal 7 November adalah tanggal yang terbilang penting bagi masyarakat ilmiah terutama bidang fisika dan kimia. Karena di tanggal inilah, 145 tahun yang lalu, di kota Warsawa (Polandia) lahir seorang bayi perempuan dari seorang ibu bernama Władysław Skłodowsk. Bayi inilah yang kemudian menjadi seorang pemegang tongkat estafet perjuangan membongkar rahasia hakikat zat. Menjadi Ilmuan wanita pertama yang dianugrahi penghargaan tertinggi di bidang ilmu pengetahuan – Nobel Prize. Dan tidak tanggung-tanggung, dalam dua bidang sekaligus – Fisika (1903) dan Kimia (1911). Dialah Marie Skłodovska-Curie.

Sebelum memaparkan lebih jauh tentang penemuan Madam Curie, demi keutuhan ‘cerita’, alangkah lebih baiknya jika kita menelisik kebelakang dari penemuan Röntgen dan Bequerel.

Dari sinar- X hingga sinar Bequerel

Pada 28 Desember 1895, Wilhelm Röntgen mempublikasikan papernya yang berjudul “On A New Kind Of Rays”. Judul asli: Über eine neue Art von Strahlen. Paper tersebut ia serahkan kepada Himpunan Fisika-Medis Wurzburg Jerman. Dalam paper yang hanya dua lembar tersebut, ia menjelaskan asal-usul sinar-X, cara menghasilkan sinar itu dan sebagian besar sifat yang ia amati. Hasil kerjanya itu menjadikan ia sebagai fisikawan pertama yang dianugerahi hadiah Nobel pada tahun 1901.

Namun sebenarnya, temuan pentingnya itu masih menyisakan persoalan. Percobaan Sinar X yang dilakukannya saat itu meninggalkan bekas lain dalam tabung sinar katode yang ia gunakan. Selama berlangsung percobaan, pada titik benturan sinar katoda dengan dinding gelas terpancar pula sebintik cahaya warna hijau-kuning-menyala. Bagaimana menjelaskan kehadiran bintik aneh itu?

Adalah Henry Bequerel, fisikawan Prancis yang tertarik untuk menyelidiki hubungan antara pancaran sinar-X dan bintik cahaya tadi dengan cahaya yang dipancarkan bahan fosforesens. Penyelidikan inilah yang justru mengarahkannya juga pada penemuan sinar-tak-tampak ‘aneh’ yang berasal dari garam “uranium-kalium-sulfat” sendiri. Bukan dari fosforesens akibat sinar matahari. Penemuannya ia publikasikan di Junal Ilmiah Perancis,Comptes Rendus pada 1896 dengan judul “On the Invisible Radiations Emitted by Phosphorescent Substance”. Sinar aneh itu kemudian diberi nama sinar Bequerel.

Marie Curie dan Disertasinya

Temuan penting Bequerel itu kurang mendapat perhatian dari kalangan fisikawan saat itu. Setahun berselang, barulah ada seorang mahasiswi S3 asal Polandia, Marie Curie dari Universitas Sorbone, Paris yang mengangkat temuan itu ke kancah penelitian fisika untuk disertasi doktoralnya.

Yang ia lakukan adalah menguji ulang semua bahan yang saat itu diketahui mengandung uranium untuk menyelidiki lebih lanjut bukti dari keberadaan sinar Bequerel. Dan ia sampai pada kesimpulan, semakin banyak unsure uranium yang dikandung suatu garam uranium, semakin kuat pengionan yang dilakukan pada garam udara di dalam botol elektroskop. Selanjutnya ia tertarik untuk menyelidiki kemungkinan terdapatnya unsur alam lain yang dapat memencarkan sinar bequerel. Dan terbukti, pada 1898 ia menemukan bahwa thorium juga memancarkan sinar bequerel. Bahwa ternyata, sinar itu bukanlah khas dari unsure uranium. Dari sanalah ia mengusulkan nama sinar radioaktif untuk gejala pemancaran sinar bequerel (kata radio diambil dari bahasa Yunani yang berarti sinar. Jadi, radioaktif bermakna ‘sinar aktif’). Penemuan itu ia publikasikan Junal Ilmiah Perancis, Comptes Rendusdengan judul “Rayons émis par les composés de l’uranium et du thorium” [surveying the material world for radioactivity, finding it in uranium and thorium minerals]

Polonium dan Radium Akhirnya ditemukan

Penemuan ini dipicu ketika mereka mengetahui bahwa kekuatan keradioaktifan uranium dan thorium dalam bentuk mineral tambang lebih besar ketimbang hasil pemurniannya secara kimiawi di laboratorium. Hingga sampailah ia (dan suaminya Piere Curie) pada kesimpulan bahwa efek ini disebabkan oleh terdapatnya unsur-unsur lain dalam mineral uranium dan thorium, dengan kekuatan keradioaktifan tinggi, yang belum diketahui sebelumnya. Pada pertengahan 1898 ia da melaporkan hasil penelitiannya pada Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis. Dengan menamai unsur tersebut sebagai polonium untuk menghargai tanah air Madame Curie: Polandia.

Saat sedang berfokus pada pemisahan polonium, Curie suami-isteri menemukan suatu tanda kehadiran unsur radioaktif lain dalam uranium yang dikenal dengan nama pitchblende. Di akhir Desember tahun itu, mereka berhasil menemukan satu unsur lagi yang keradiaotifannya sejuta kali lebih kuat dari uranium. Unsur itu mereka namai radium.

Usaha tak kenal lelah selam hampir empat tahun, di bawah kondisi ekperimen yang sulit adalah sebuah perjuangan panjang dalam membongkar sebagian dari rahasia semesta. Upaya semacam itu memang patut di anugrahi penghargaan tertinggi dalam ilmu pengetahuan. Panitia Nobel memutuskan untuk menganugrahi Curie suami-isteri pada tahun 1903 di bidang Fisika bersama Bequerel. Delapan tahun kemudian, pada 1911 Madame Curie kembali dianugrahi hadiah Nobel, dan yang ini untuk bidang Kimia.

Menarik untuk dikemukakan

Marie Curie punya anak-anak kecil tatkala dia menyelesaikan penyelidikan ilmiah paling pentingnya. Puteri tertuanya bernama Irѐne yang kemudian menikah dengan Jean Fѐrdѐric Joliot. Keduanya adalah ilmuwan brilian yang berhasil melakukan transmutasi inti atom buatan yang bersifat radioaktif. Karena ekperimen tersebut dipandang menghasilkan terobosan yang penting dalam perkembangan ilmu kimia, panitia Nobel menganugrahi hadiah Nobel Kimia pada 1935 kepada mereka. Penemuan ini sering disebut ‘keturunan’ dari penemuan sebelumnya yang dilakukan oleh Madam Curie. Sungguh luar biasa keluarga ilmuwan peraih hadiah Nobel ini.
Reff : www.fisikanet.lipi.go.id 

20 Fakta Sains Yang Mungkin Belum Anda ketahui

 
1. Jika jaringan pembuluh darah pada seorang manusia diukur panjangnya dari ujung ke akhir, maka panjangnya adalah sekitar 100ribu kilometer, yang artinya bisa mengelilingi bumi hingga 2,5 kali.

2. Lingkungan hidup terbesar di dunia ini terdapat pada sepanjang The Great Barrier Reef (karang koral) dengan panjang lebih dari 2000 km atau puluhan kali panjang pulau Jawa.

3. Kemungkinan ada orang tertimpa meteor jatuh adalah 9300 tahun sekali.

4. Sesendok kecil bintang neutron dapat memiliki berat 100juta ton.

5. Badai rata-rata memiliki energi yang ekuivalen dengan hampir 8ribu bomb berkekuatan satu megaton (satu megaton kira-kira dapat menghancurkan sebuah gedung pencakar langit).

6. Cacing tambang penghisap darah ada dalam tubuh lebih dari 700juta orang di seluruh dunia.

7. Kecepatan sepeda kayuh paling cepat adalah 166 km per jam, rekor ini dipecahkan oleh Fred Rompelberg.

8. Manusia bisa membuat cahaya laser dengan intensitas jutaan kali lebih kuat dan terang daripada matahari.

9. Sekitar 65% orang autis kidal atau menggunakan tangan kiri sebagai tangan utama.

10. Akar sebuah pohon pinus jika diukur panjangnya melebihi 60 km.

11. Samudera mengandung garam yang cukup untuk menutupi seluruh daratan di bumi dengan kedalaman 250 meter.

12. Awan gas yang menyelimuti planet sagitarius mengandung trilyunan liter alkohol. (wah, kalo kita kesana, bisa langsung mabuk yah)

13. Beruang kutub dapat berlari dengan keceatan 50 km per jam dan loncat hingga ketinggian 4 meter di udara.

14. Danau terdalam di dunia adalah danau baikal dengan panjang 800 km dan luas 60 km dan kedalaman 2 km. (Kira-kira gunung semeru bisa dimasukkan ke dalamnya)

15. Tempat dengan suhu terpanas di dunia adalah di Azizia, Libya, suhunya sekitar 57,8 derajat celcius. Bandingkan dengan suhu jakarta yang panasnya hanya sekitar 30-31 derajat celcius atau suhu manusia normal 36 derajat celcius.

16. Rata-rata orang setiap tahunnya secara tidak sengaja memakan sekitar 430 serangga. Hasil ini didapatkan berdasarkan penelitian panjang yang dilakukan badan pengawasan makanan internasional.

17. Sebuah tanaman gandum hitam (seukuran tanaman padi) dapat memiliki akar dengan panjang 800km menyebar di bawah tanah.

18. Jika ada dua logam bersentuhan di luar angkasa, maka logam itu akan membaur menjadi satu logam. Kelihatannya memang tidak mungkin, tetapi benar terjadi, proses ini disebut cold welding dan akhir-akhir ini menjadi teknologi baru di bidang metalurgi.

19. Rasio penguapan air pada sebuah pohon oak (salah satu jenis pohon yang banyak tumbuh di daerah subtropis) setiap jamnya adalah sekitar 20-50 liter dalam sehari atau sekitar bak mandi berukuran ukuran besar.

20. Saat ini kita sedang bergerak di luar angkasa sekitar 530 Km per detik, artinya lebih cepat dari kecepatan cahaya. Kita tidak merasakannya karena seperti dijelaskan oleh teori relativitas einstein yaitu kecepatan obyek di luar angkasa tidak berarti.

5 Konsep Islamisasi Sains

 
Istilah “Islamisasi Sains” sudah pernah nyaring bergema di Indonesia pada era 1980-an. Tapi, kemudian redup, sejalan dengan ketidakjelasan konsep dan pengembangannya. Bahkan, sering timbul kesalah-pahaman. 

Apa sebenarnya “Islamisasi Sains?” 

Secara umum, ada lima arus utama wacana Islamisasisains.  

Pertama, Islamisasi sains dengan pendekataninstrumentalistik, yaitu pandangan yang menganggap ilmu atau sains hanya sebagai alat (instrumen). Artinya,sains terutama teknologi sekedar alat untuk mencapai tujuan, tidak memperdulikan sifat dari sains itu sendiriselama ia bermanfaat bagi pemakainya.

Pendekatan ini muncul dengan asumsi bahwa Barat maju dan berhasil menguasai dunia Islam dengankekuatan sains dan teknologinya. Karena itu, untuk mengimbangi Barat, kaumMuslim harus juga menguasai sains dan teknologi. Jadi, Islamisasi di sini adalah bagaimana umat Islam menguasai kemajuan yang telah dikuasai Barat.

Islamisasi sains dengan pendekatan ini sebenarnya tidak termasuk dalam islamisasi sains yang hakiki. Banyak muslim yang ahli sains, bahkan meraih penghargaan dunia, namun tidak jarang dia makin jauh dari Islam. Meski demikian, pendekatan ini menyadarkan umat untuk bangkit melawan ketertinggalan dan mengambil langkah mengembangkan sains dan teknologi.

Kedua, Islamisasi sains yang paling menarik bagi sebagian ilmuwan dan kebanyakan kalangan awam adalah konsep justifikasi. Maksud justifikasi adalah penemuan ilmiah modern, terutama di bidang ilmu-ilmu alam diberikan justifikasi (pembenaran) melalui ayat Al-Quran maupun Al-Hadits. Metodologinya adalah dengan cara mengukur kebenaran al-Qur’an dengan fakta-fakta objektif dalam sains modern.

Tokoh paling populer dalam hal ini adalah Maurice Bucaille. Menurut dokter asal Perancis ini, penemuan sains modern sesuai dengan al-Qur’an. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an, kitab yang tertulis 14 abad yang lalu, adalah wahyu Tuhan, bukan karangan Muhammad. Ilmuwan lain yang mengembangkan Islamisasi dengan pendekatan justifikasi ini adalah Harun Yahya, Zaghlul An-Najjar, Afzalur Rahman dll. Namun, konsep ini menuai banyak kritik, misalnya dari Ziauddin Sardar yang mengatakan bahwa legitimasi kepada al-Quran dalam kerangka sains modern tidak diperlukan oleh Kitab suci. 

Meskipun bukan termasuk dalam kategori Islamisasi sains yang hakiki, pendekatan konsep ini sangat efektif mudah diterima oleh banyak Muslim serta meningkatkan kebanggaan mereka terhadap Islam. Namun demikian proses tersebut tidak cukup dan harus dikembangkan ke dalam konsep yang lebih mendasar dan menyentuh akar masalah kemunduran umat.

Ketiga, konsep Islamisasi sains berikutnya menggunakan pendekatan sakralisasi. Ide ini dikembangkan pertama kali oleh Seyyed Hossein Nasr. Baginya, sains modern yang sekarang ini bersifat sekular dan jauh dari nilai-nilai spiritualitas sehingga perlu dilakukan sakralisasi. Nasr mengritik sains modern yang menghapus jejak Tuhan di dalam keteraturan alam. Alam bukan lagi dianggap sebagai ayat-ayat Alah tetapi entitas yang berdiri sendiri. Ia bagaikan mesin jam yang bekerja sendiri.

Ide sakralisasi sains mempunyai persamaan dengan proses islamisasi sains yang lain dalam hal mengkritisi sains sekular modern. Namun perbedaannya cukup menyolok karena menurut Nasr, sains sakral (sacred science) dibangun di atas konsep semua agama sama pada level esoteris (batin). Padahal Islamisasi sains seharusnya dibangun di atas kebenaran Islam. Sains sakral menafikan keunikan Islam karena menurutnya keunikan adalah milik semua agama. Sedangkan islamisasi sains menegaskan keunikan ajaran Islam sebagai agama yang benar. Oleh karena itu, sakralisasi ini akan tepat sebagai konsep Islamisasi jika nilai dan unsur kesakralan yang dimaksud di sana adalah nilai-nilai Islam.

Keempat, Islamisasi sains melalui proses integrasi, yaitu mengintegrasikan sains Barat dengan ilmu-ilmu Islam. Ide ini dikemukakan oleh Ismail Al-Faruqi. Menurutnya, akar dari kemunduran umat Islam di berbagai dimensi karena dualisme sistem pendidikan. Di satu sisi, sistem pendidikan Islam mengalami penyempitan makna dalam berbagai dimensi, sedangkan di sisi yang lain, pendidikan sekular sangat mewarnai pemikiran kaum Muslimin. Mengatasi dualisme sistem pendidikan ini merupakan tugas terbesar kaum Muslimin pada abad ke-15 H.

Al-Faruqi menyimpulkan solusi dualisme dalam pendidikan dengan islamisasi ilmu sains. Sistem pendidikan harus dibenahi dan dualisme sistem pendidikan harus dihapuskan dan disatukan dengan jiwa Islam dan berfungsi sebagai bagian yang integral dari paradigmanya. Al-Faruqi menjelaskan pengertian Islamisasi sains sebagai usaha yaitu memberikan definisi baru, mengatur data-data, memikirkan lagi jalan pemikiran dan menghubungkan data-data, mengevaluasi kembali kesimpulan-kesimpulan, memproyeksikan kembali tujuan-tujuan dan melakukan semua itu sehingga disiplin-disiplin itu memperkaya wawasan Islam dan bermanfaat bagi cita-cita Islam.

Kelima, konsep Islamisasi sains yang paling mendasar dan menyentuh akar permasalahan sains adalah Islamisasi yang berlandaskan paradigma Islam. Ide ini yang disampaikan pertama kali secara sistematis oleh Syed Muhammad Naquib al-Attas. 

Menurut al-Attas, tantangan terbesar yang dihadapi kaum Muslim adalah ilmu pengetahuan modern yang tidak netral telah merasuk ke dalam praduga-praduga agama, budaya dan filosofis yang berasal dari refleksi kesadaran dan pengalaman manusia Barat. Oleh karena itu islamisasi sains dimulai dengan membongkar sumber kerusakan ilmu. Ilmu-ilmu modern harus diperiksa ulang dengan teliti.

Itu sebabnya al-Attas mengartikan Islamisasi sebagai, ”Pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur-nasional (yang bertentangan dengan Islam) dan dari belenggu paham sekular terhadap pemikiran dan bahasa. Juga pembebasan dari kontrol dorongan fisiknya yang cenderung sekular dan tidak adil terhadap hakikat diri atau jiwanya...Islamisasi adalah suatu proses menuju bentuk asalnya...” (Islam dan Sekularisme, 2010). 

Oleh karena dalam hal ini ada dua cara metode Islamisasi yang saling berhubungan dan sesuai urutan. Pertama ialah melakukan proses pemisahan elemen-elemen dan konsep-konsep kunci yang membentuk kebudayaan dan peradaban Barat. Kedua, memasukkan elemen-elemen Islam dan konsep-konsep kunci ke dalam setiap cabang ilmu pengetahuan masa kini yang relevan. 

Dengan demikian Islamisasi sains akan membuat umat Islam terbebaskan dari belenggu hal-hal yang bertentangan dengan Islam. Tujuannya adalah wujudnya keharmonisan dan kedamaian dalam dirinya (fitrah). Islamisasi melindungi umat Islam dari sains yang menimbulkan kekeliruan dan mengembangkan kepribadian muslim yang sebenarnya. Oleh karena itu islamisasi sains tidak bisa tercapai hanya dengan menempeli (melabelisasi) sains dengan prinsip Islam. Hal ini hanya akan memperburuk keadaan selama "virus"nya masih berada dalam tubuh sains itu sendiri. 

Jadi, Islamisasi sains tidak sesederhana, misalnya, tidak sekedar menyalakan lampu dengan terlebih dahulu membaca basmalah. Islamisasi sains adalah sebuah konsep dasar yang berkaitan dengan worldview seorang muslim untuk mengembalikan Islam menuju peradaban dunia yang berjaya.  
Reff : islamrealita.blogspot.com

Islam dan Sains : Menyatukan Fisika dan Metafisika

 
Menurut Prof. S.M. Naquib al-Attas, masalah kekeliruan ilmu (corruption of knowledge) adalah merupakan masalah yang paling mendasar dalam kehidupan masyarakat modern. (al-Attas, Islam dan Sekularisme, 2010). Kekeliruan ini muncul akibat menyusupnya paham sekuler yang dibawa oleh peradaban Barat ke dalam ilmu-ilmu kontemporer. Ilmu yang keliru melahirkan tindakan manusia yang keliru pula. Inilah yang disebut oleh al-Attas, pakar Filsafat Sains, sebagai loss of adab, yaitu hilangnya kemampuan manusia melakukan tindakan yang benar karena bersandar pada ilmu yang keliru. Tindakan yang keliru ini pada akhirnya bukanlah memberikan kebahagiaan, melainkan kesengsaraan kepada manusia. Buktinya, disaat sains dan teknologi sedemikian maju saat ini, umat manusia bukannya berhasil meraih kebahagiaan. Sebaliknya, berbagai keresahan dan kekeringan jiwa serta kerusakan alam terus meruyak. Kerusakan lingkungan, wabah penyakit yang tiada henti, bencana alam, degradasi moral, kriminalitas, dan peperangan, dating silih berganti.

Ironisnya, paham sekuler inilah yang banyak dijadikan landasan bagi pengembangan ilmu pengetahuan masa kini yang kemudian diajarkan di sekolah-sekolah. Hampir tidak ada disiplin ilmu alam atau sosial yang tidak terpengaruh oleh ideologi sekular. Salah satu buktinya adalah ditolaknya wahyu sebagai sumber ilmu, sehingga semua ilmu ini dibangun dalam kerangka rasionalisme dan empirisisme.

Ilmu Fisika sebagai ilmu yang sangat penting di era modern juga tidak lepas dari pengaruh paham sekular ini. Oleh karena itu, Ilmu Fisika perlu diislamkan. Apanya yang diislamkan?

Saat bicara Islamisasi Fisika, maka harus dimulai dari hal-hal yang paling asas dari Ilmu Fisika, bukan dari kulit luarnya. Islamisasi Ilmu Fisika bukanlah mengislamkan teori Newton atau teori relativitas Einstein sehingga menghasilkan suatu teori gerak baru yang Islami. Islamisasi juga bukan berarti mencocokkan al-Qur’an dengan temuan fisika modern terkini. Misalnya, mengaitkan teori Big Bang dengan al-Qur’an surat al-Anbiya’ ayat 30 yang berbicara tentang penciptaan alam semesta. Islamisasi yang dimaksud dalam hal ini adalah Islamisasi filsafat sains yang melatarbelakangi lahirnya teori-teori fisika tersebut. Hal ini karena teori-teori fisika tidaklah lahir dari ruang kosong, tapi berangkat dari suatu sandaran metafisika mengenai hakikat alam semesta.

Sebagaimana telah disebut di atas, sandaran metafisika sains modern yang paling utama adalah paham sekular. Menurut Prof. Naquib al-Attas, salah satu dimensi dari sekularisasi adalah penghilangan pesona alam (disenchantment of nature). Artinya, alam hanyalah materi yang tidak memiliki makna spiritual. Oleh karena itu manusia berhak memperlakukannya sesuai dengan kemauan manusia. Dari sini kita dengan mudah mengidentifikasi mengapa masalah kerusakan lingkungan merupakan masalah paling pelik di abad modern.

Sekularisasi juga telah menyebabkan penelitian fisika hanya menyibukkan diri dengan fenomena lahiriah (empiris) dan melepaskan kaitannya dengan Realitas Mutlak (Tuhan). Islamisasi tidak mempermasalahkan formulasi F=ma dalam teori gerak Newton, tetapi tafsiran filsafat sains yang menganggap dinamika alam sebagai sesuatu yang mekanistik. Layaknya mesin, alam bekerja sendiri berdasarkan mekanisme sebab dan akibat sehingga menegasikan kehadiran Tuhan. Sekiranya Tuhan memang ada (sesuatu yang diragukan oleh banyak fisikawan dunia), Ia tidak punya peran dan kendali terhadap kejadian-kejadian di alam. Lalu manusialah yang kemudian menjadi tuhan yang mengendalikan alam. Di sinilah manusia mencabut unsur metafisika religius dari ilmu fisika.
Berbeda dengan paham sekular, semua konsep Islam dibangun dalam kaitannya dengan Tuhan. Oleh karena itu semua urusan di dalam Islam adalah religius. Demikian juga pandangan-Islam mengenai alam. Di dalam Islam, alam bukanlah sekedar materi tanpa makna, melainkan tanda (ayat) dari kehadiran dan kebesaran Allah. Oleh karena itu ketika seseorang meneliti dan mempelajari fisika ia berarti sedang berusaha mengenal Tuhannya. Hal ini ditegaskan dalam al-Qur’an surat Ali ‘Imran 191 : Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi seraya berkata, “Wahai Tuhan kami, tidaklah engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, maha suci Engkau maka peliharalah kami dari siksa api neraka.” 

Ayat di atas menegaskan bahwa kegiatan ibadah (mengingat Allah) berjalan bersamaan dengan kegiatan penelitian alam (memikirkan penciptaan langit dan bumi). Sedangkan ujung dari kedua kegiatan ini adalah mengenal semakin dekat dan mengenal Allah SWT. Pada titik inilah fisika dan metafisika Islam merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan (tauhid).

Oleh karena itu di dalam Islam tidak dikenal istilah “fisika untuk fisika”, artinya penelitian fisika bukanlah untuk sekedar kesenangan memecahkan misteri alam. Itu sebabnya di sepanjang sejarah Islam kita tidak mengenal ada ilmuwan Muslim yang menjadi anti Tuhan setelah menguasai ilmu fisika, atau ilmu apa pun, karena landasan mempelajarinya berangkat dari keimanan dan pengabdian kepada Allah. Bahkan, para ilmuwan di dunia Islam masa lalu biasanya juga dikenal sebagai orang yang faqih dalam ilmu agama.

Sebaliknya di Barat, tidak sedikit ilmuwan yang semakin tahu tentang alam semakin meragukan keberadaan Tuhan, bahkan menjadi anti Tuhan. Laplace, seorang ahli astronomi Perancis abad ke-18, ketika ditanya Napoleon tentang pemeliharaan Tuhan terhadap alam semesta menjawab, ”Yang Mulia, saya tidak menemukan dimana tempat pemeliharaan Tuhan itu.” Sementara Hawking, fisikawan yang dianggap paling tahu soal kosmologi, sampai sekarang pun masih saja bertanya apakah alam ini memiliki Pencipta, dan kalau ada apakah Ia juga mengatur alam semesta (Brief History of Time).

Di negeri Muslim seperti Indonesia, walaupun tidak sampai meragukan Tuhan, umumnya ilmuwan Muslim kurang menguasai ilmu agama. Sekularisasi telah menyebabkan timbulnya kepribadian ganda (split personality) dalam diri ilmuwan tersebut. Hal itu karena visi sekular selalu memandang realitas secara dikotomis. Sains adalah sains, sedangkan agama adalah agama. Keduanya tidak berkaitan, sehingga wahyu tidak ada hubungannya dengan sains yang rasional dan empiris. 

Inilah perbedaan utama antara pandangan Islam dan sekular. Melalui sekularisasi, Ilmu Fisika diceraikan dari metafisika Islam. Sedangkan Islamisasi adalah mengembalikan metafisika Islam sebagai ruh Ilmu Fisika, sehingga ilmu ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan semata-mata memuaskan keingintahuan manusia terhadap alam. (***)
Reff : islamrealita.blogspot.com 

Belajar Fisika Secara Islami

 
“Apakah Ilmu Fisika mungkin dipelajari tidak secara islami?” Dengan kata lain, “Apakah ada cara mempelajari Fisika yang Islami atau tidak Islami?”.
Pertanyaan ini tidak mudah dijawab, terutama karena ada kesalahfahaman yang menggelayuti banyak orang tentang konsep dan proses Islamisasi ilmu kontemporer. Masih ada saja yang membayangkan bahwa Islamisasi sains berarti membuat “pesawat terbang Islam”, atau “mesin islam”. Atau, masih ada juga yang mengira bahwa Islamisasi hanyalah semata-mata berarti “mencocok-cocokkan” atau menjustifikasi ayat al-Qur’an dengan temuan sains atau sebaliknya (lihat tulisan Budi Handrianto “Meluruskan Konsep Islamisasi Sains”).

Jika memang ada cara tertentu untuk mempelajari Fisika secara Islami, pertanyaan selanjutnya, “Apa perlunya mempelajari ilmu Fisika secara Islami? Hal ini dapat dijawab dari dua sisi. Pertama, bahwa dalam Islam, tujuan utama dari setiap pendidikan dan ilmu adalah tercapainya ma’rifatullah (mengenal Allah, Sang Pencipta), serta lahirnya manusia
beradab, yakni manusia yang mampu mengenal segala sesuatu sesuai dengan harkat dan martabat yang ditentukan Allah.

Tak terkecuali saat seorang Muslim mempelajari Ilmu Fisika. Ia tak hanya bertujuan semata-mata untuk menghasilkan terobosan-terobosan sains atau temuan-temuan ilmiah baru; bukan pula menghasilkan tumpukan jurnal-jurnal ilmiah semata-mata atau gelimang harta kekayaan saja. Tapi, lebih dari itu, seorang Muslim melihat alam semesta sebagai ayat-ayat Alllah. “Ayat” adalah tanda.Tanda untuk menuntun kepada yang ditandai, yakni wujudnya al-Khaliq. Allah menurunkan ayat-ayat-Nya kepada manusia dalam dua bentuk, yaitu ayat tanziliyah (wahyu yang verbal, seperti al-Quran) dan ayat-ayat kauniyah, yakni alam semesta. Bahkan, dalam tubuh manusia itu sendiri, terdapat ayat-ayat Allah.

Allah memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang tidak mampu menggunakan potensi inderawi dan akalnya untuk mengenal Sang Pencipta. Mereka disebut sebagai calon penghuni neraka jahannam dan disejajarkan kedudukannya dengan binatang ternak, bahkan lebih hina lagi (QS 7:179).

Binatang ternak bekerja secara profesional sesuai bidangnya masing-masing. Dengan itu, ia mendapat imbalan untuk menuruti syahwat-syahwatnya. Makan kenyang, bersenang-senang, istirahat, lalu mati.  
“Dan orang-orang kafir itu bersenang-senang dan makan-makan (di dunia) seperti layaknya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (QS 47:12).  

Kedua, tujuan pendidikan nasional adalah bahwa ia harus menghasilkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,..”. Pertanyaannya, “Apakah pendidikan dan pengajaran sains sudah ditujukan membentuk manusia beriman, bertakwa dan berakhlak mulia?”, “Apakah buku-buku pelajaran dan buku-buku teks Fisika sudah ditujukan untuk hal tersebut?”

*****
Mempelajari Ilmu Fisika secara Islami dimulai dari Islami atau tidaknya fikiran seorang fisikawan. Bagaimana cara pandang seorang fisikawan terhadap alam, bagaimana konsep ia tentang ilmu, dan bagaimana konsepnya tentang Tuhan. Cara pandang inilah yang menentukan apakah ia mempelajari sains secara islami atau tidak, dan cara pandang inilah yang dikenal sebagai pandangan-alam (worldview). Fikiran seorang fisikawan akan memahami benar bahwa ada keterkaitan yang erat antara ilmu (‘ilm), alam (‘alam), dan Pencipta (al-Khaliq).

Kata ‘ilm sendiri berasal dari kata dasar yang terdiri, ‘a-l-m, atau ‘alam. Makna yang dikandungnya adalah ‘alaamah, yang berarti “petunjuk arah”. Menurut al-Raghib al-Isfahani al-‘alam adalah “al-atsar alladzi yu’lam bihi syai’” (jejak yang dengannya diketahui sesuatu). Dalam karyanya Knowledge Triumphant The Concept of Knowledge in Medieval Islam, Rosenthal memberikan pandangan tentang adanya keterkaitan erat secara bahasa antara ilmu pengetahuan dengan petunjuk jalan yaitu bahwa, the meaning of “to know” is an extension, peculiar to Arabic, of an original concrete term, namely, “way sign.”…the connection between “way sign” and “knowledge” is particularly close and takes on especial significance in the Arabian environment.

Mengenai keterkaitan antara adanya Pencipta dengan alam, sangat menarik jika kita simak pandangan Dr. Mohd. Zaidi Ismail, pakar Islamic Science, bahwa prototipe dari Natural Science khususnya dalam arti modernnya, dalam tradisi keilmuan dan sains Islam disebut sebagai ‘ilm al-tabii’ah (the science of nature). Kata al-tabii’ah tidak seperti kata bahasa Inggris “nature (alam)” yang menyiratkan keabadian dunia, diambil dari akar kata t-b-’a atau tab’a, yang berarti “dampak atas sesuatu (ta’thir fii…), “penutup (seal), atau “jejak (stamp)” (khatm), maka ia menyiratkan “sifat atau kecenderungan yang dengannya makhluk diciptakan” (al-sajiyyah allatii jubila ‘alayha). Semua arti tersebut “mengasumsikan” adanya Sang Pencipta.

Jadi alam tidak dipelajari semata-mata karena alam itu sendiri, namun alam diteliti karena ia menunjukkan pada sesuatu yang dituju yaitu mengenal Pencipta alam tersebut. Sebab alam adalah “ayat” (tanda). Fisikawan yang mempelajari alam lalu berhenti pada fakta-fakta dan data-data ilmiah, tak ubahnya seperti pengendara yang memperhatikan petunjuk jalan, lalu ia hanya memperhatikan detail-detail tulisan dan warna rambu-rambu itu. Ia lupa bahwa rambu-rambu itu sedang menunjukkannya pada sesuatu.

Hal ini sejalan dengan makna ilmu dalam Islam seperti ditunjukkan oleh Jurjani dalam at-Ta’rifaat bahwa ilmu adalah “hushuul shurat asy-Syai’ fi al-‘Aql” (sampainya makna sesuatu pada akal) namun juga “wushul an-nafs ilaa ma’na asy-syai’” (tibanya jiwa pada makna sesuatu). Sejalan dengan hal ini, pakar Filsafat Sains, Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas menjelaskan:
“Pada hakikatnya sesuatu itu, seperti juga kata, adalah sebuah petunjuk (tanda) atau simbol, dan petunjuk atau simbol adalah sesuatu yang dzhair dan tak terpisahkan dari sesuatu yang lain yang tak dzahir. Sehingga tatkala yang pertama itu sudah dapat ditangkap, dan yang bersifat dengan sifat yang sama dengan yang pertama itu tadi dapat diketahui. Oleh sebab itu kami telah mendefisnisikan ilmu secara epistemologis sebagai sampainya arti sesuatu itu ke dalam jiwa, atau sampainya jiwa pada arti sesuatu itu. “Arti sesuatu itu” berarti artinya benar, dan apa yang kami anggap sebagai arti yang ”benar” itu, pada pandangan kami ditentukan oleh pandangan Islam (Islamic vision) tentang hakikat dan kebenaran sebagaimana yang diproyeksikan oleh sistem konseptual al-Qur’an.

Ketercerabutan “makna” dan peran alam sebagai “ayat”, sesungguhnya merupakan dampak dari sekularisme sebagaimana disebutkan Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas dalam karya besarnya, Islam and Secularism. Sekularisme telah menyebabkan dicabutnya kesakralan alam dan hilangnya pesona dari alam tabii (disenchantment of nature). Akibatnya alam tak lebih dari sekedar objek, tak punya makna dan tak ada nilai spiritual (lebih lanjut lihat tulisan Wendi Zarman “Fisika dan Metafisika Islam Perlu Disatukan Lagi”) 

Konsep-konsep inilah yang akan membentuk cara pandang Fisikawan Muslim, dan dari pandangan-alam (worldview) inilah Fisika bisa dipelajari secara Islami. Aspek-aspek lain dalam dunia ilmiah seperti kejujuran ilmiah, “objektifitas”, sikap ilmiah seperti menerima kritik, mengakui kesalahan dan menerima kebenaran, lahir dari pandangan-alam ini. Sikap ilmiah dalam Islam bukan lahir semata-mata dari etika ilmiah itu sendiri, namun ia lahir dari suatu pandangan-alam (worldview) dan sebagai hasil dari pengenalannya terhadap Pencipta alam (ma’rifatullah). Worldview inilah yang telah membentuk pribadi para saintis Muslim terdahulu beserta karya-karya besar mereka yang gemilang (lihat “Fisikawan Muslim Mengukir Sejarah”, John Adler).

*****
Konsep Adab terhadap alam juga kemudian lahir dari pandangan-alam Islam (Islamic worldview) ini. Dengannya, seorang saintis akan memperlakukan dan memanfaatkan alam dengan adab yang benar. Lalu lahirlah konsep sikap ramah lingkungan yang Islami, yang didasarkan bukan semata-mata karena alasan keterbatasan sumber daya alam, namun kesadaran bahwa alam ini bukanlah milik manusia, namun ia adalah amanah dan sekaligus juga ayat-ayat Allah. Hanya dengan pandangan-alam seperti inilah, akan lahir manusia beradab dan berakhlak, seperti yang dicita-citakan dalam tujuan pendidikan kita saat ini.

Prof. Naquib al-Attas mengingatkan, bahwa hilangnya adab terhadap alam – sebagai ayat-ayat Allah – inilah yang telah menyebabkan kerusakan besar di alam semesta. Belum pernah terjadi dalam sejarah manusia, alam mengalami kerusakan seperti saat ini, di mana ilmu pengetahuan sekuler merajai dunia ilmu pengetahuan. Akar kerusakan ini adalah ilmu pengetahuan (knowledge) yang disebarkan Barat, yang telah kehilangan tujuan yang benar.

Ilmu yang salah itulah yang menimbulkan kekacauan (chaos) dalam kehidupan manusia, ketimbang membawa perdamaian dan keadilan; ilmu yang seolah-olah benar, padahal memproduksi kekacauan dan skeptisisme (confusion and scepticism). Bahkan ilmu pengetahuan sekuler ini untuk pertama kali dalam sejarah telah membawa kepada kekacauan dalam ‘the Three Kingdom of Nature’ yaitu dunia binatang, tumbuhan, dan mineral.

Menurut al-Attas, dalam peradaban Barat, kebenaran fundamental dari agama dipandang sekedar teoritis. Kebenaran absolut dinegasikan dan nilai-nilai relatif diterima. Tidak ada satu kepastian. Konsekuensinya, adalah penegasian Tuhan dan Akhirat dan menempatkan manusia sebagai satu-satunya yang berhak mengatur dunia. Manusia akhirnya dituhankan dan Tuhan pun dimanusiakan. (Man is deified and Deity humanised). (Lihat, Jennifer M. Webb (ed.), Powerful Ideas: Perspectives on the Good Society, (Victoria, The Cranlana Program, 2002), 2:231-240).  

Sebagai salah satu bidang ilmu pengetahuan yang mengalami perkembangan sangat pesat, Ilmu Fisika terbukti telah membawa banyak manfaat bagi umat manusia. Wajib sebagian kaum Muslim menguasai ilmu ini. Tetapi, cara pandang dan cara belajar seorang Muslim akan berbeda dengan yang lain. Sebab, bagi Muslim, alam semesta adalah ayat-ayat Allah, yang dipelajari – bukan sekedar untuk mengungkap temuan-temuan baru – tetapi juga untuk mengenal Sang Pancipta.  
Reff: islamrealita.blogspot.com

Draft Kurikulum 2013


Rencana pemerintah untuk memberlakukan Kurikulum Baru di tahun 2013 tampaknya akan menjadi sebuah kepastian. Berdasarkan Draft Pengembangan Kurikulum 2013, diperoleh beberapa informasi esensial tentang berbagai usulan dan rencana perubahan yang akan dilakukan, khususnya berkaitan dengan: (1) Standar Kompetensi Lulusan; (2) Standar Proses; (3) Standar Isi; dan (4) Standar Penilaian.

Setelah menyimak seluruh isi Draft Pengembangan Kurikulum 2013, saya tidak menemukan satu kalimat pun tentang Bimbingan dan Konseling. Dalam hati saya bertanya: “Apakah ini suatu kesengajaan atau memang telah terjadi fatal error dalam perumusan kurikulum?” Kegelisahan dan keheranan semakin menguat setelah melihat usulan rencana perubahan dalam struktur kurikulum yang didalamnya menyebutkan “Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler”.



Seperti kita maklumi, dalam Kurikulum 2006, layanan bimbingan dan konseling termasuk dalam wilayah Pengembangan Diri bersama-sama dengan Ekstrakurikuler. Jika memang usulan “Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler” disetujui dan menjadi keputusan resmi, timbul pertanyaan besar dalam benak saya:

DIMANA POSISI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013?

Dalam hal ini, saya tidak ingin menduga-duga untuk menjawabnya. Barangkali ada diantara Anda yang bisa memberikan penjelasan….
Anda ingin mengunduh materi: Draft Pengembangan Kurikulum 2013?, silahkan klik tautan di bawah ini:
Draft Pengembangan Kurikulum 2013
Soerce : akhmadsudrajat.wordpress.com

Rabu, 28 November 2012

PEMBAHASAN SOAL UN MATEMATIKA SMP 2012 SECARA EFEKTIF dan EFESIEN

 Kisi-kisi SKL UN 2013 sudah keluar! Dan ternyata untuk mata pelajaran Matematika SMP tidak terdapat perubahan berarti dibandingkan dengan Kisi-kisi SKL UN 2012 yang lalu.

Untuk itu kalian dapat mempelajari materi soal UN Matematika SMP tahun 20012. Kuasai, maka kalian takkan kesulitan menghadapi soal UN Matematika SMP tahun 2013.

Di blog ini saya sediakan PEMBAHASAN SOAL UN MATEMATIKA SMP 2012 SECARA EFEKTIF dan EFESIEN. Pelajari dengan seksama, semoga bermamfaat untuk kalian.

Download

PERBANDINGAN SKL UN 2012 dan 2013 UN Matematika SMA IPA


Kisi-kisi SKL UN 2013 sudah keluar! Dan ternyata untuk mata pelajaran Matematika SMA tidak terdapat perubahan berarti dibandingkan dengan Kisi-kisi SKL UN 2012 yang lalu.

Blog berbagi dan belajar hanya mencatat satu perubahan indikator yang signifikan. Yakni pada indikator tentang materi statistik. Jika di tahun 2012 hanya tertulis ukuran pemusatan, namun sekarang untuk UN 2013 ini tidak hanya ukuran pemusatan saja, melainkan ditambahkan dengan ukuran letak.

Untuk indikator kisi-kisi UN Matematika SMA 2012 yang lain sepertinya masih tetap dan tidak ada perubahan signifikan.

Jadi, kemungkinan untuk UN tahun ini ukuran pemusatan sudah tidak keluar lagi deh.... Ukuran letak punya peluang besar untuk dihembuskan pada soal UN 2013 nanti.....

Nah blog berbagi dan belajar mencoba berbagi prediksi soal-soal yang diperkirakan akan muncul saat UN 2013 nanti.

Berikut ini adalah prediksi soal-soal yang diperkirakan akan muncul pada UN Matematika SMA 2013 yang disusun berdasarkan kisi-kisi SKL UN 2013 yang dikeluarkan BSNP Indonesia. 

PERBANDINGAN SKL UN 2012 dan 2013 UN Fisika SMA

Kisi-kisi SKL UN 2013 sudah keluar! Dan ternyata untuk mata pelajaran Fisika SMA tidak terdapat perubahan berarti dibandingkan dengan Kisi-kisi SKL UN 2012 yang lalu.

Blog berbagi dan belajar hanya mencatat satu perubahan indikator yang signifikan. Yakni pada indikator tentang materi Fluks, Potensial dan Energi Potensial Listrik. Jika di tahun 2012 hanya ada indikator soal tentang penerapannya pada kapasitor keping sejajar, namun sekarang untuk UN 2013 ini tidak hanya pada kapasitor keping sejajar saja, tetapi juga ditambahkan konsep rangkaian kapasitor. Satu lagi, untuk materi radioaktif, kalau dulu di UN 2012 indikatornya hanya berbunyi pemanfaatan zat radioaktif, kini di UN 2013 ditambahkan kalimat "macam-macam zat radioaktif".

Sementara pada indikator kisi-kisi UN 2013 FISIKA SMA yang lain sepertinya masih tetap dan nyaris tidak ada perubahan signifikan.Hanya ada perubahan redaksi indikator saja, seperti besar dan arah penjumlahan pengurangan vektor disederhanakan menjadi besar resultan vektor.

Nah blog berbagi dan belajar mencoba berbagi prediksi soal-soal yang diperkirakan akan muncul saat UN 2013 nanti.

Berikut ini adalah prediksi soal-soal yang diperkirakan akan muncul pada UN Fisika SMA 2013 yang disusun berdasarkan kisi-kisi SKL UN 2013 yang dikeluarkan BSNP Indonesia.

Source : pak-anang.blogspot.com

Tips Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar

 

Tinggal beberapa bulan lagi siswa-siswi dari tingkat SD sampai tingkat SMA/Sederajat akan menempuhUjian Nasional. Tentunya untuk menghadapi Ujian Nasional yang akan diadakan pada bulan April-Mei tahun 2013 nanti, anak-anak harus mempersiapkan diri, baik dari materi pelajaran maupun psikologis anak tersebut sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Bagi sebagian anak, Ujian Nasional ini merupakan momok yang sangat menakutkan.

Tidak sedikit anak atau siswa yang stress dalam menghadapi ujian nanti. Bagi orang tua yang perlu dilakukan adalah menjaga kondisi fisik maupun kondisi psikis anak agar tidak stress karena hal itu akan mengganggu belajar anak. Selain itu bagi orang tua khususnya saya sarankan untuk lebih memantau perkembangan belajar anak. Apakah cara belajar anak sudah baik?

Hal terpenting dalam proses belajar adalah konsentrasi belajar anak. Anak akan mudah menangkap materi pelajaran jika anak merasa nyaman dan dapat berkonsentrasi dalam belajar. Pertanyaan saya, Apakah anak anda sudah meningkatkan konsentrasi belajarnya?

Berikut ini ada beberapa tips cara meningkatkan konsentrasi belajar (Marthinz) :

1. Hilangkan Beban dan Tugas-Tugas

Jika ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak kepikiran terus-menerus pd saat kegiatan belajar berlangsung. Lakukan identifikasi hal-hal yg hrs dilakukan / melaksanakannya agar tidak ada beban

2. Pikirkan Manfaat Belajar di Masa Depan

Untuk menyemangati kegiatan belajar kita harus sedikit berandai-andai, yakni kalau kita sudah besar nanti akan sukses jadi org pandai, penghasilan besar, punya pacar cakep, dll. Dengan demikian maka kita akan menjadi lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita cita-citakan

3. Jangan Terlalu Capek

Usahakan tidak membuat jadwal belajar dgn aktivitas fisik berlebih seperti olahraga, main seharian, jalan-jalan ke mall, dan lainnya. Kalau sudah terlanjur capek maka bljr sebentarpun sudah bisa membuat ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya langsung tidur siang atau sore lalu stlh bangun tidur langsung belajar yg serius.

4. Posisi Belajar Yang Pas

Belajar jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti sambil tiduran, sambil jalan-jalan, sambil nonton tv, sambil ngobrol, sambil jongkok, dan lain sebagainya. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar jika ada atau di meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja kursi sekolah atau kampus.

5. Tempat yang tenang dan nyaman

Hindari lokasi belajar yg berisik/mudah menghilangkan konsentrasi belajar kita. Bila perlu menyendirilah anda di kamar tanpa suara apapun. Beritahu orang-orang di rumah kalau anda sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu demi masa depan yang cemerlang.

6. Cari Tahu Metode Belajar Yang Tepat

Coba saja aktivitas tertentu yang menurut kamu dapat menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak. misal sambil mendengarkan musik, sambil menyanyi, sambil keliling-keliling, sambil corat-coret kertas.

7. Strategi Menghapal Materi Pelajaran

Jika punya kesulitan menghapal / memahami pelajaran maka sebaiknya membuat rangkuman pelajaran yang mudah dimengerti dan dpt dilihat / dibaca-baca kembali jika ada yang lupa. Bisa juga membuat hub.gmbr-gmbr yg mewakili point-poin pelajaran. Bisa juga merekam suara kita saat membaca materi pelajaran utk didengar kembali. Bisa pula membuat pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi yg telah dipelajari, dan lainnya.

8. Istirahat / Break Jika Lelah

Jangan dipaksakan tubuh yang lelah untuk terus belajar karena tidak ada gunanya. Percuma bila dipaksakan pun bisa-bisa menjadi sakit spt; pusing vertigo, demam, badan lemas, masuk angin, dan lain-lain. Pelajaran yang sudah dihapal pun mungkin saja bisa

9. Lupakan Sejenak Masalah Cinta dan Pacar

Buat apa pacaran kalau masa depan kamu rusak. Lebih baik jangan pacaran dulu kalau belum punya pacar atau buat kesepakatan dengan kekasih pujaan hati untuk janji saling setia dan saling mendukung dalamkegiatan belajar mengajar akan terlupakan.

Selain dari metode belajar yang diperhatikan, ada juga beberapa hal yang harus kita ketahui, yaitu faktor fisik yang juga mendukung konsentrasi dalam belajar. Apabila kita benar – benar menguasainya, konsentrasi memiliki manfaat yang luar biasa terhadap hidup kita. Konsentrasi dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan ketenangan pikiran.

Untuk itu saya juga akan memaparkan beberpa tips cara meningkatkan konsentrasi belajar anak dari segi fisik.

Tips Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak

1. Minum Vitamin Otak

Kita semua tahu bahwa vitamin dapat melakukan banyak hal baik bagi tubuh kita. Jika Anda tidak memiliki nutrisi yang Anda butuhkan, maka otak kita akan memiliki kabut otak. Terdengar bodoh? Tapi itu benar.

2. Tingkatkan Aktivitas Fisik Anda
Jika Anda ingin meningkatkan konsentrasi, maka Anda harus mencoba untuk meningkatkan aktivitas fisik Anda. Olahraga secara teratur tidak hanya membantu penampilan fisik Anda tetapi juga meningkatkan konsentrasi Anda.

3. Kurangi Konsumsi Gula Anda

Ya, Anda harus mengurangi konsumsi gula Anda. Terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat mengakibatkan efek yang keras pada tubuh Anda. Hal ini tidak akan membantu konsentrasi Anda. Memiliki kadar gula yang tinggi dalam sistem tubuh Anda dapat menyebabkan sistem tubuh Anda mudah terganggu.

4. Minum Banyak Air

Jika Anda tidak minum cukup banyak air, otak Anda akan menjadi lesu. Oleh karena itu, sangat masuk akal jika Anda minum banyak air. Minum air akan membantu untuk meningkatkan konsentrasi Anda.

5. Tidur Nyenyak Di Malam Hari

Jika Anda ingin memiliki hari yang sukses, maka sangat penting bagi Anda untuk memastikan Anda tidur dengan nyenyak di malam hari. Jika Anda tidak tidur dengan baik di malam hari, maka konsentrasi Anda tidak akan berjalan dengan baik pada hari berikutnya.

6. Menyelesaikan Masalah

Jika Anda memiliki sesuatu di pikiran Anda, maka hal itu dapat menyumbat konsentrasi Anda sampai Anda mengeluarkan hal itu dari pikiran Anda. Temukan seseorang yang Anda percaya dan ungkapkan semuanya. Ini bukan suatu hal yang salah, setiap orang melakukannya dari waktu ke waktu.

7. Mendapatkan Pijatan

Saya suka jika suami saya memijat saya. Saya tidak suka orang asing menyentuh tubuh saya, terutama jika suami saya dapat melakukan hal ini tanpa dipungut biaya. Saya menemukan bahwa pijatan yang baik selalu dapat meningkatkan konsentrasi saya dalam menjalani hari-hari yang sibuk.
Sumber: belajarpsikologi.com