aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Senin, 24 Desember 2012

DAFTAR 100 UNIVERSITAS TERBAIK DI INDONESIA TAHUN 2012

 
Berikut ini adalah Daftar 100 Universitas Terbaik di Indonesia Tahun 2012 versi webometrics: 
Peringkat Indonesia
Peringkat Dunia
Nama Universitas

1
323
Institut Teknologi Bandung
2
331
Universitas Gadjah Mada
3
433
Universitas Indonesia
4
1292
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
5
1329
Universitas Pendidikan Indonesia 
6
1400
Institut Pertanian Bogor
7
1497
Universitas Sebelas Maret
8
1578
Universitas Gunadarma
9
1602
Universitas Sriwijaya
10
1619
Universitas Airlangga
11
1640
Petra Christian University
12
1642
Universitas Diponegoro
13
1650
Universitas Islam Indonesia
14
1686
Universitas Mercu Buana
15
1687
Universitas Negeri Semarang
16
1705
Universitas Negeri Malang
17
1749
Universitas Padjadjaran
18
1759
Universitas Hasanuddin
19
1768
Universitas Muhammadiyah Malang
20
1825
Universitas Sumatera Utara
21
1835
Poltek Surabaya
22
1842
Universitas Muhammadiyah Surakarta
23
1863
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
24
1999
Universitas Brawijaya
25
2068
STMIK AMIKOM
26
2096
Universitas Negeri Yogyakarta
27
2171
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
28
2216
Unikom
29
2226
Universitas Tarumanagara
30
2237
Universitas Surabaya
31
2254
Universitas Ahmad Dahlan
32
2269
Universitas Udayana
33
2359
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
34
2430
Universitas Lampung
35
2496
ISI Denpasar
36
2638
STMIK Jakarta
37
2721
Universitas Trisakti
38
2769
Universitas Andalas
39
3033
Universitas Terbuka
40
3232
Maranatha Christian University
41
3456
Universitas Jember
42
3527
Universitas Dian Nuswantoro
43
3582
Universitas Bina Nusantara
44
3719
Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia
45
3757
Universitas Sam Ratulangi
46
3842
Duta Wacana Christian University
47
3905
Universitas Pancasila
48
3936
Institut Teknologi Telkom (STT Telkom)
49
3945
Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel
50
3983
Universitas Negeri Surabaya
51
4031
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
52
4063
Institut Sains & Teknologi Akprind
53
4151
Universitas Katolik Parahyangan
54
4202
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
55
4302
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
56
4337
Universitas Esa Unggul (Universitas Indonusa)
57
4435
Universitas Widyatama
58
4525
Universitas Jenderal Soedirman
59
4557
Universitas Riau Beranda
60
4604
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
61
4779
STIKOM Surabaya
62
4811
Universitas Negeri Padang
63
4930
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
64
4959
Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
65
4969
Universitas Kristen Satya Wacana
66
4977
Universitas Sanata Dharma
67
5000
Universitas Bengkulu
68
5202
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
69
5457
Universitas Darma Persada
70
5469
Universitas Paramadina
71
5543
Politeknik Negeri Sriwijaya
72
5561
Universitas Lambung Mangkurat
73
5674
Universitas Pendidikan Ganesha
74
5815
Universitas Bina Darma
75
5987
Universitas Negeri Gorontalo
76
5994
Prasetiya Mulya Business School
77
6224
Universitas Narotama
78
6485
Politeknik Negeri Malang
79
6601
Universitas Islam Bandung
80
6743
Universitas Katolik Soegijapranata
81
6793
Widya Gama University Malang
82
6832
Universitas Pelita Harapan
83
6939
Universitas Islam Sultan Agung
84
6976
Universitas Syiah Kuala
85
6982
Universitas Negeri Makassar
86
7064
ABFI Institute Perbanas
87
7292
Universitas Trunojoyo
88
7303
Universitas Mataram
89
7416
STIE YKPN Yogyakarta
90
7455
STIE Perbanas Surabaya
91
7482
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
92
7661
Universitas Negeri Jakarta
93
7725
Universitas Budi Luhur
94
7777
Universitas Negeri Medan
95
7804
Universitas Mulawarman
96
7804
Widya Manadala Catholic University
97
7814
Universitas Islam Nusantara
98
7940
Universitas Al Azhar
99
8024
STMIK Akakom Yogyakarta
100
8132
Sekolah Tinggi Teknik Surabaya
  (www.webometrics.info)

Guru dan Murid, Dulu dan Kini


Seorang guru tidak selalu terlihat lebih hebat dalam segala hal dari murid-muridnya, tapi kehebatan murid-murid menandakan kehebatan gurunya.

Guru yang hebat tidak harus sempurna dan tidak harus serba bisa. Tapi ia mampu meyakinkan murid-muridnya bahwa mereka bisa. Mengarahkan minat dan bakat murid agar bisa sampai pada pencapaian yg maksimal.

Guru yg hebat juga memiliki keterbatasan dan menyadarinya, adakalanya ia tidak mampu mewujudkan ajarannya itu, dan justru murid-muridnyalah yang bisa menyempurnakannya. Murid-muridnya lah yang mampu mewujudkan cita-citanya yang melampauai umur sang guru sendiri.

Sebaliknya, para pencari ilmu bisa menjadi hebat jika tidak membalikkan argumen bahwa kalau gurunya tidak bisa, buat apa digurui? Ingat bahwa dengan arahan guru itulah semua kehebatan murid bisa menjelma.

Penuntut ilmu yg hebat tidak akan pernah merasa lebih bisa dari gurunya, karena hal itu akan menghalangi masuknya ilmu. Nasehat dan koreksi menandakan bahwa seharusnya ia bisa lebih baik lagi.

Sekarang banyak yang terbalik. Guru-guru tidak bisa menerima kenyataan muridnya lebih hebat, sedangkan murid-murid tidak bisa menghormati sang guru dan peran besarnya.

Sebagian murid sama sekali tidak berani berbeda sedikitpun dengan yang diucapkan sang guru, sebagian lagi sama sekali tidak mau menerima nasehat guru.

Posisi guru bukan lagi sebagaimana makna aslinya, digugu dan ditiru (ditaati dan diikuti), akan tetapi menjadi orang upahan yang dibayar dengan sejumlah uang sebagai ganti ilmu yang diajarkan.

Murid merasa bebas bertingkahlaku karena merasa sudah mengeluakan uang. Guru-guru hanya menerima murid yang mampu membayar, murid-murid membayar ilmu seperti membeli makanan dari si penjual.

Guru-guru terjebak untuk jualan pendidikan, orang-orang kaya berfikir pendidikan dilihat dari gengsinya. Sebagian orang selalu ingin, posisi guru selamanya miskin, karena itu merupakan penanda keikhlasannya.

Dulu masyarakat memasrahkan anak-anak dengan kepercayaan penuh untuk dididik. Kini masyarakat mendikte guru.

Lembaga pendidikan memuliakan guru. Tapi, itu dulu. Kini guru-guru direkrut perusahaan pendidikan, dieksploitasi atas nama keikhlasan untuk mengalirkan keuntungan bagi si pemodal.
Reff : hminews.com

Proses Terjadinya Pembalikan Medan Magnet Bumi Beserta Akibatnya Pada Manusia

 
Sepanjang sejarah, kutub magnetik bumi mengalami pembalikan hingga ratusan kali. Kini ilmuwan, seperti dikutip Livescience, mengamati peristiwa pembalikan tersebut mulai terjadi.

Kutub magnetik bumi dihasilkan oleh atom-atom besi di inti bumi yang bersusun bersama membentuk magnet raksasa. Batang magnet raksasa di tengah bumi inilah yang menyebabkan jarum kompas selalu mengarah ke kutub utara dan selatan.

Namun catatan geologi dari tanah di dasar Samudera Atlantik menunjukkan kutub magnetik bisa berbalik arah oleh sebab yang belum diketahui. Perubahan ini menyebabkan jarum kompas berputar 180 derajat dari posisi saat ini.

Proses pembalikan arah memakan waktu tak singkat yaitu sekitar 1.000-10.000 tahun. Selama waktu itu pula medan magnet bumi melemah. “Bumi akan memiliki lebih dari dua kutub magnet hingga inti mengumpulkan kekuatannya,” ujar Monika Korte, Direktur ilmiah dari Niemegk Geomagnetic Observatory, Jerman.

Pelemahan medan magnet selama proses pembalikan akan mempengaruhi kehidupan di bumi. Maklum saja, medan magnet merupakan tameng pelindung bumi dari serangan partikel kosmik berbahaya yang datang dari luar angkasa. Apakah pelemahan ini mengancam keselamatan manusia?

Profesor Geofisika dari University of Rochester, John Tarduno mengatakan, tanpa medan magnet, bumi mudah ditembus badai matahari. Partikel kosmik bereaksi dengan atmosfer menciptakan lubang ozon besar yang bertahan selama 1-10 tahun. “Penyakit kanker kulit akan meningkat,” ujar dia.

Pelemahan medan magnet seperti ini juga dikaitkan dengan penyusutan populasi manusia Neandertal oleh ahli dari geologi dari Institute of Earth Physics of Paris, Jean-Pierre Valet.

Korte berbeda pendapat dengan dua peneliti sebelumnya. Menurut dia, selama proses pembalikan, atmosfer bekerja sebagai tameng cadangan dan menepis partikel berbahaya. Karenanya tak akan ada dampak berbahaya pada tubuh manusia.

Meski demikian, ia mengingatkan, teknologi komunikasi dan jaringan listrik menjadi rentan dirusak oleh partikel kosmik. “Penting bagi manusia menemukan strategi mitigasi,” ujar Korte.

Pembalikan medan magnetik bumi terakhir kali terjadi sekitar 780 ribu tahun lalu ketika manusia berada di Zaman Batu. Sejak 160 tahun terakhir, ilmuwan mengamati tumbuhnya benih pembalikan medan magnetik di sekitar Brasil dan Atlantik Selatan. “Pertumbuhan berada pada tingkat yang membahayakan,” kata Tarduno.
Reff : teknologitinggi.wordpress.com

Guru Kurikulum dan Guru Inspiratif


Dalam hidup ini kita mengenal dua jenis guru, Guru Kurikulum dan Guru Inspiratif. Yang pertama amat patuh kepada kurikulum dan merasa berdosa bila tidak bisa mentransfer semua isi buku yang ditugaskan. Ia mengajarkan sesuatu yang standar (habitual thinking). Guru kurikulum mewakili 99 persen guru yang saya temui. Jumlah guru inspiratif amat terbatas, kurang dari 1 persen. Ia bukan guru yang mengejar kurikulum, tetapi mengajak murid-muridnya berpikir kreatif (maximum thinking). Ia mengajak murid-muridnya melihat sesuatu dari luar (thinking out of box), mengubahnya di dalam, lalu membawa kembali keluar, ke masyarakat luas. Jika guru kurikulum melahirkan manajer-manajer andal, guru inspiratif melahirkan pemimpin-pembaru yang berani menghancurkan aneka kebiasaan lama.

Dunia memerlukan keduanya, seperti kita memadukan validitas internal (dijaga oleh guru kurikulum) dengan validitas eksternal (yang dikuasai guru inspiratif) dalam penjelajahan ilmu pengetahuan. Sayang, sistem sekolah kita hanya memberi tempat bagi guru kurikulum. Keberadaan guru inspiratif akan amat menentukan berapa lama suatu bangsa mampu keluar dari krisis. Semakin dibatasi, akan semakin lama dan semakin sulit suatu bangsa keluar dari kegelapan.

"Freedom Writers" Karya-karya pembaruan, baik temuan spektakuler keilmuan, produk komersial, maupun gerakan sosial, akan tampak di masyarakat. Namun tak dapat dimungkiri, semua itu berawal dari sekolah. Dari tangan dan pikiran guru-guru inspiratif yang gelisah dan melihat perlunya kreativitas. Ia memperbaiki hal-hal yang dipercaya banyak orang tidak bisa diperbaiki dan menghubungkan hal-hal yang tidak terhubung (connecting the unconnected).

Kisah dan karya guru inspiratif antara lain dapat dilihat pada Erin Gruwell, perempuan guru yang ditempatkan di sebuah kelas "bodoh", yang murid-muridnya sering terlibat kekerasan antar geng. Berbeda dengan kelas sebelah yang merupakan kumpulan honors students, yang memiliki DNA pintar dan disiplin. Di honors class yang dibutuhkan adalah guru kurikulum. Erin Gruwell memulai dengan segala kesulitan. Selain katanya "bodoh" dan tidak disiplin, mereka banyak melawan, saling melecehkan, temperamental, dan selalu rusuh. Di pinggang anak-anak SMA ini hanya ada pistol atau kokain. Di luar sekolah mereka saling mengancam dan membunuh. Itu adalah kelas buangan. Bagi para guru kurikulum, anak-anak supernakal tak boleh disekolahkan bersama distinguished scholars. Tetapi Erin Gruwell tak putus asa, ia membuat "kurikulum" sendiri yang bukan berisi aneka ajaran pengetahuan biasa (hard skill), tetapi pengetahuan hidup.

Ia mulai dengan sebuah permainan (line games) dengan menarik sebuah garis merah di lantai, membagi mereka dalam dua kelompok kiri dan kanan. Kalau menjawab "ya" mereka harus mendekati garis. Dimulai dengan beberapa pertanyaan ringan, dari album musik kesayangan, sampai keanggotaan geng, kepemilikan narkoba, dan pernah dipenjara atau ada teman yang mati akibat kekerasan antar geng. Line games menyatukan anak-anak nakal yang tiba-tiba melihat bahwa mereka senasib. Sama-sama waswas, hidup penuh ancaman, curiga kepada kelompok lain dan tak punya masa depan. 

Mereka mulai bisa lebih relaks terhadap guru dan teman- temannya serta sepakat saling memperbarui hubungan.

Setelah berdamai, guru inspiratif membagikan buku, mulai dari biografi Anne Frank yang menjadi korban kejahatan Nazi sampai buku harian. Anak-anak diminta menulis kisah hidupnya, apa saja. Mereka menulis bebas. Tulisan mereka disatukan, dan diberi judul Freedom Writers. Murid-murid berubah, hidup mereka menjadi lebih baik dan banyak yang menjadi pelaku perubahan di masyarakat. Kisah guru inspiratif dan perubahan yang dialami anak-anak ini didokumentasikan dalam film Freedom Writers yang dibintangi Hilary Swank.  

Keluar dari belenggu Apa yang dilakukan Erin Gruwell sebenarnya tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan dasar, tetapi juga pada pendidikan tinggi. Namun, entah mengapa belakangan ini dunia pendidikan kita kian mengisolasi diri dari dunia luar dan hanya ingin
menghasilkan lulusan yang terbelenggu kurikulum. Yang disebut dosen teladan adalah dosen yang patuh mengikuti kurikulum, menulis karya ilmiah di jurnal-jurnal tertentu yang sudah ditentukan, meski pembacanya belum tentu memadai, dan rajin mengisi daftar absensi.

Dengarlah protes Kazuo Murakami PhD, pemenang penghargaan Max Planck (1990) yang menulis buku Tuhan dalam Gen Kita: The Devine Message of The DNA (2007). Ia terpaksa hijrah ke AS saat menyaksikan dominasi guru-guru kurikulum di Jepang membangun benteng hierarki. Universitas, katanya, telah menjadi menara gading yang tak peduli dengan apa yang terjadi di luar. Meski belum menonjol di masyarakat, peran guru-guru inspiratif ini amat dibutuhkan. Terlebih anggaran pendidikan kita masih terbatas dan lulusannya banyak yang tidak bisa bekerja sesuai dengan bidang studi yang ditempuhnya. Kita tidak bisa mendiamkan lahirnya generasi yang patuh kurikulum, pintar secara akademis, tahu kebenaran internal, tetapi kurang kreatif mendulang kesempatan dan buta kebenaran eksternal. Ada dua masalah yang harus direnungkan.

Pertama, dosen kurikulum hanya membentuk kompetensi (student's ability), hanya membentuk beberapa orang, untuk kepentingan orang itu sendiri. Guru inspiratif membentuk bukan hanya satu atau sekelompok orang, tetapi ribuan orang. Satu orang yang terinspirasi menginspirasi lainnya sehingga sering terucap kalimat "Aku ingin jadi seperti dia" atau "Aku bisa lebih hebat lagi".

Kedua, ketidakmampuan para pendidik merespons aneka tekanan eksternal dapat membuat mereka membentengi diri secara berlebihan dengan mengunci kurikulum secara sakral. Tiap upaya yang dilakukan para guru kreatif untuk meremajakannya dianggap ancaman, bahkan sebagai perbuatan tidak bermoral. Masih teringat jelas, kejadian yang menimpa seorang guru inspiratif yang saya kenal. Pada tahun 2005 ia menerima penghargaan dari Yayasan Pengembangan Kreativitas atas karya-karyanya di bidang pendidikan. Saat itu, penghargaan serupa dalam setiap bidang juga diberikan kepada Helmi Yahya, Jaya Suprana, Bang Yos, dan Guruh Soekarno Putra. Akan tetapi, tak banyak yang tahu hari-hari itu ia baru saja menerima ancaman pemecatan karena dianggap melanggar "kurikulum". Kesalahannya adalah telah memperbarui metode pengajaran agar murid-murid menjadi lebih artikulatif. Murid senang, tidak berarti guru-guru lain senang. Mereka merasa terganggu oleh penyajian di luar kurikulum dan mereka menuntut agar guru ini ditarik. Semester berikutnya nama dia dicoret dari daftar pengajar. Karier guru besarnya pun dipersulit oleh guru-guru kurikulum yang menggunakan kaca pembesar menguji kebenaran internal.

Kata Jagdish N Sheth, mereka dapat menjadi arogan, terperangkap dengan kompetensi masa lalu, ingin hidupnya nyaman, dan membangun batas-batas kekuasaan teritorial. Perilaku internal itu adalah belenggu inertia, yang disebutnya destructive habits. Mereka menggunakan mikroskop untuk memperbesar hal-hal kecil yang tidak dimiliki. Sudah saatnya benteng inertia seperti ini dihapus dengan "memanusiawikan" kurikulum dan memberi ruang lebih memadai bagi guru-guru kreatif.

Akhir kata, mari kita bertanya dalam hati kita masing-masing, apakah kita masuk sebagai guru kategori pertama atau kategori kedua?
Reff : untukanakbangsa.blogspot.com