aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Minggu, 20 Januari 2013

KONSPIRASI CHARLES DARWIN SI PENDUSTA BESAR

 Al-Qur’an adalah peta zaman. Dalam Al-Qur’an terdapat berita dari zaman duluuuu sampai masa yang akan datang. Al-Qur’an petunjuk untuk semua umat manusia. Jadi tentu yang ada dalam Al-Qur’an lah yang benar.

Charles Darwin dengan teori evolusinya, ternyata teori tersebut salah. Evolusi hanyalah kebohongan. Manusia itu jelas berbeda dengan kera. Karena manusia bukanlah keturunan kera. Manusia adalah keturunan Adam. Jadi yang benar bagaimana? Bismillah. Karena kebenaran hanyalah milik Allah.

The Beginning of Universe. The Big Bang, sebuah ledakan dasyat yang menjadi awal proses penciptaan alam raya. Jadi bumi dan langit sudah sempurna diciptakan oleh Allah sebelum Adam dan Hawa diturunkan ke bumi.

Jadi manusia itu sebenarnya berasal dari apa sih? Campuran air dan saripati tanah (tanah merah, hitam, dan putih) yang bercampur Oksigen kemudian dibentuk mirip manusia (*seperti yang kita lihat sekarang), kemudian ditiupkan roh dari ubun-ubun mengalir sampai ke kaki mengalir lagi hingga berhenti ke bagian hidung. Maka yang terjadi pertama kali saat Adam hidup adalah bersin, kemudian Adam mengucapkan “Alhamdulillah”. Kenapa Adam mengucapkan Alhamdulillah? Karena Allah yang telah mengajarkannya, karena guru Adam adalah Allah. Jadi moyang kita itu adalah manusia yang cerdas dialah Adam, bahkan guru Adam adalah Allah SWT. Manusia bukan keturunan kera yang tak berpengetahuan.

Firman Allah dalam QS Al Baqarah ayat 30 sampai 38

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS Al Baqarah ayat 30)

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” (QS Al Baqarah ayat 31)

“Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS Al Baqarah ayat 32)

“Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?” (QS Al Baqarah ayat 33)

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS Al Baqarah ayat34)

“Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Al Baqarah ayat35)

“Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. (QS Al Baqarah ayat36)

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al Baqarah ayat37)

“Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.(QS Al Baqarah ayat38)


Konon, Adam diturunkan di India, sedangkan Hawa di Jeddah. Mereka diturunkan di tempat yang berbeda, terpisah, dan saling mencari. Dalam pencariannya, selalu teringat kalimat dari Allah “Ihbitu minha” — turunlah kamu dari surga–. Seperti firman Allah dalam QS Al Baqarah ayat 38. Sehingga Air mata Adam menetes, hingga tumbuhlah rerumputan, setelah 100 tahun barulah Adam dan Hawa bertemu di Arafah.

Kemudian Adam diperintahkan Allah untuk membangun ka’bah, karena belum selesai diteruskan oleh Ibrahim dan Ismail. Subhanallah. Tempat yangs ekrang menjadi pusat ibadah haji itu dibangun pada masa moyang kita silam. Jadi siapa bilang moyang kita dulu tidak lebih pandai dari kita? Justru mereka adalah orang-orang yang pandai.

Nabi Idris terkenal dengan nabi pertama yang pandai menulis dan membuat pakaian.

Nabi Nuh yang terkenal dengan perahu Nuh yang Subhanallah, mampu menampung umat yang beriman pada masa itu beserta berpasang-pasang hewan yang ada. 


 
Budaya Arab Nabaten, gunung yang dipahat menjadi rumah-rumah dengan sistem pengairan yang mereka buat sendiri, didalamnya terdapat Colosium. Subhanallah sampai sekarang bangunan tersebut masih bisa dilihat. Bandingkan dengan bangunan rumah yang dibuat manusia zaman sekarang, akan bertahan berapa ratus tahun ke depan kah?

Kaum ‘Ad membuat rumah digunung-gunung. Kaum ‘Ad adalah kaum raksasa yang kuat dan hebat. Kaum yang tidak akan diciptakan oleh Allah lagi.

 



Adam-Idris-Nuh-Hud-Saleh-Ibrahim-Luth-Ismail-Isha’-Yaqub-Yusuf-Ayub-Syu’aib-Musa-Harun-Zulkifli-Daud-Sulaiman-Ilyas-Ilyasa-Yahya-Yunus-Zakariya-Isa-Muhammad

Secara garis besar dibagi menjadi 3:

  • Masa Sulaiman (QS Al Baqarah ayat 102) 
  • Masa sesudah Musa ( QS Al Baqarah ayat 246) 
  • Masa sesudah Nuh (QS Al Isra’ ayat 17)  

Jadi siapa bilang manusia zaman dahulu jelek-jelek seperti kera? Kecakepan Nabi Yusuf adalah 50%, sedangkan 50%nya dibagi kepada seleruh umat manusia di dunia.

Sulaiman yang kaya, bahkan angin pun dalam kendalinya. Warisan ilmu dari ayahnya (Daud), salah satunya dalah mampu berbicara dengan burung, salah satunya burung Hud-Hud. Istana Sulaiman yang indah dan mewah, dengan lantainya yang bening.

Seperti dalam hadist disebutkan Hudzaifah berkata, “Nabi saw bersabda, “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”.[HR. Imam Ahmad]

Jadi setelah masa kenabian, yaitu setelah Rosulullah Muhammad tiada, ada masa khalifah yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, kemudian berlanjut masa ke masa… Ringkasnya fase-fase tersebut dibagi menjadi sebagai berikut:

Masa kenabian
Masa Khalifah, yang mengikuti kenabian
Masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan ‘Adhan)
Masa Kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan)
Khilafah ‘ala minhaj an nubuwwah, masa khilafah yang mengikuti jejek kenabian.


Rosulullah mengingatkan pada fase ke-4 akan ada fitnah Al Masih Ad Dajjal. Fase yang terjadi sebelum turunnya Nabi Isa dan munculnya imam Mahdi yang akan memindahkan ke fase ke-5. Fase ke-4 adalah masa sekarang. Fase kerajaan yang menyombong. Sedangkan fase ke-5 adalah fase yang semua umat manusia taat pada Allah, dan setelah fase itu Rosulullah diam, artinya sejarah manusia sudah tamat.

Jadi, kesimpulannya teori evolusi itu hanyalah kebohongan besar. Lalu, bagaimana dengan kerangka manusia purba yang telah ditemukan? Bisa jadi itu adalah kerangka dari Bani Israil yang dikutuk oleh Allah menjadi kera yang hina, yang hidup tidak lebih dari 3 hari, tidak makan dan tidak minum, serta tidak berketurunan. Dikutuk akibat dari perbuatan mereka sendiri. Seperti yang dikisahkan dalam surat Al Baqarah.

Wallahualam.

Sabtu, 19 Januari 2013

Kejujuran Mahkota Kehidupan

 "Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati." (QS Ghafir: 19).

"Sesungguhnya Rabb-mu benar-benar mengawasi." (QS al-Fajr: 14).


Suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab berjalan melintasi padang rumput. Dia terpesona melihat kambing-kambing yang gemuk dan sehat.

Dia kemudian menemui sang penggembala dan berniat untuk membelinya. Namun, budak itu menolak, dengan alasan kambing itu punya majikannya.

Khalifah Umar berkata lagi, "Bilang saja kepada majikanmu bahwa kambing itu dimakan serigala."

Namun, apa kata si bocah gembala? "Kalau begitu, di mana Allah?" Akhirnya, Umar membebaskan budak tersebut dan menyerahkan seluruh kambing itu kepadanya.

Pada waktu lainnya, ketika musim paceklik, Khalifah Umar berjalan berkeliling Kota Madinah. Sebelumnya, dia mewanti-wanti kepada kaum Muslim agar jangan berlaku curang.

Ketika pada suatu malam dia melintas dekat sebuah rumah, terdengar percakapan antara seorang ibu penjual susu dan anak gadisnya. Sang ibu menyuruh anaknya untuk mencampur susu tersebut dengan air, supaya hasilnya lebih banyak dan mereka untung lebih besar.

Namun, sang gadis tidak mau, karena Khalifah Umar melarang warga mencampur susu dengan air. "Memang, tidak ada orang yang mengetahui perbuatan kita. Tapi, di mana Allah? Allah dan para malaikat tahu, dan besok di hari kiamat kita akan dimintai pertanggungjawabannya," kata si gadis.

Mendengar kejujuran sang gadis, Khalifah Umar lalu mengambilnya sebagai menantu.

Dua kisah di atas menggambarkan betapa agungnya kejujuran. Kejujuran yang lahir dari iman yang teguh kepada Allah SWT. Iman yang meyakini bahwa Allah Mahamelihat apa pun yang kita lakukan, biarpun tidak ada orang lain yang tahu. Selalu jujur kapan pun dan di manapun. Selalu merasa diawasi oleh Allah SWT (muraqabah).

Rasul SAW memerintahkan kepada setiap Muslim untuk selalu bersikap dan berbuat jujur. Sebaliknya, Rasul SAW mengingatkan setiap Muslim agar menghindari sikap dan perbuatan dusta.

Mari kita simak hadis berikut ini: "Bersikaplah jujur. Sesungguhnya kejujuran mengantarkan pada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan ke surga… Jauhilah bohong. Sesungguhnya kebohongan menyeret pada kedurjanaan, dan kedurjanaan menyeret ke neraka…" (HR Muslim).

Jujur adalah mahkota kehidupan. Karena itu, sudah seharusnya kaum Muslim senantiasa berpegang teguh pada kejujuran. Kejujuran akan mencegah seseorang dari melakukan hal-hal yang tidak diridai Allah SWT.

Misalnya, korupsi, berjudi, berzina, mencuri, merampok, menipu, memperdaya orang lain, dan berbagai perbuatan buruk lainnya yang selama ini, dan terutama akhir-akhir ini, makin sering terjadi di negeri ini.

"Sesungguhnya Allah itu cemburu. Cemburunya Allah, yaitu jika seseorang melakukan sesuatu yang diharamkan terhadapnya." (HR Bukhari-Muslim).

Bahaya Harta Haram

Dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata, “Telah diriwayatkan kepada kami bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai Kaab bin Ujroh, aku mohonkan perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.’ 

Kaab bertanya, ‘Apakah itu, wa hai Rasulullah?’

Beliau menjawab, ‘Setelahku akan ada para penguasa di mana siapa yang ikut mereka dan membenarkan ucapannya serta mendukung kezalimannya maka mereka bukanlah golonganku dan aku tidak termasuk golongannya dan mereka tidak akan masuk dalam telagaku’.”

“Dan barang siapa yang tidak mau ikut mereka, tidak membenarkan ucapannya dan tidak mendukung kezalimannya, maka mereka termasuk golonganku dan aku termasuk golongannya serta mereka akan masuk dalam telagaku.”

“Wahai Kaab bin Ujroh, shalat adalah taqarrub, puasa adalah benteng, sedekah menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api. Hai Kaab, tidak akan masuk surga orang yang dagingnya tumbuh dari makanan haram karena neraka lebih dekat dengannya.” (HR Muslim, Nasai, ad-Darami).


Allah memerintahkan kita agar selalu makan makanan halal dan menjauhi yang haram sebagai bentuk syukur untuk menambah keberkahan hidup. (QS al-Baqarah [2]: 172). Orang yang memakan makanan halal akan dilindungi dari api neraka.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, ia berkata, “Seseorang di bawah tanggungan Rasulullah SAW bernama Kirkiroh, kemudian ia meninggal. Namun Rasul berkata, ia akan masuk ke neraka. Maka, para sahabat pergi memeriksanya, ternyata mereka menemukan sebuah baju jubah hasil tipuan.” (Shahih Bukhari, hadis No. 2845).

Di antara akibat atau  bahaya memakan harta haram, antara lain : 

Pertama, pelakunya akan masuk neraka. “Barang siapa yang mengambil hak milik orang Muslim dengan menggunakan sumpah, maka Allah akan mewajibkannya masuk neraka dan diharamkan masuk surga.”
Seorang bertanya, “Walaupun barang yang kecil, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Walaupun sepotong kayu arok.” (HR Muslim, Nasai, ad-Darami dari Abu Umamah).

Kedua, pemakan haram tidak akan mencapai derajat takwa. Orang bertakwa adalah ahli surga. Dari Atiyyah as- Sa’di, Rasulullah SAW bersabda, “Seorang hamba tidak akan mencapai derajat muttaqin sampai meninggalkan sebagian yang halal karena khawatir terperosok pada yang haram.”

Ketiga, orang yang makan makanan haram kesadaran beragamanya sempit, artinya tidak banyak beramal yang mendapat pahala sehingga mudah masuk neraka. “Seorang mukmin akan berada dalam kelapangan agamanya selama tidak makan yang haram.” (HR Bukhari).

Keempat, pemakan harta haram tidak diterima amalnya dan ditolak doanya. “Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seorang yang memasukkan sekerat daging haram ke perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan barang siapa yang dagingnya tumbuh dari barang haram dan riba maka neraka lebih utama untuk membakarnya.” (HR Muslim, Tirmidzi, Ahmad dan ad-Darami).

Orang yang makan harta haram sama dengan berusaha menghancurkan dirinya, merusak ibadahnya, mempermainkan doanya dan menghancurkan keluarga serta keturunannya.
Sumber

Hakikat Tawakal

Suatu hari, seorang lelaki Badui datang ke masjid menunggangi kuda. Sesampainya di Masjid, ia menghadap Rasulullah SAW tanpa mengikat kudanya.

Ketika ditanyakan hal itu kepadanya, lelaki itu berkata, "Aku sudah bertawakal kepada Allah." Atas hal ini, Rasulullah SAW pun berkata, "Ikatlah kudamu, kemudian bertawakallah kepada Allah." (HR Tirmidzi).

Pesan penting ini disampaikan Rasulullah SAW untuk membuka pemahaman kita akan makna penting dari tawakal.

Tawakal yang seharusnya mendasari segala aktivitas orang-orang beriman dan menjadi landasan bagi mereka yang senantiasa berserah diri kepada Allah SWT.

Inilah salah satu ajakan Rasulullah SAW kepada umatnya untuk bertawakal hanya kepada pencipta kehidupan ini. "... dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal." (QS Ibrahim: 11).

Permasalahannya, banyak di antara kita yang sering misunderstanding (salah persepsi) dalam menafsirkan dan mengaplikasikan bentuk tawakal tersebut.

Banyak orang yang mengaku bertawakal kepada Allah SWT dalam setiap urusannya, namun mereka tidak atau belum melakukan usaha secara maksimal. Dan ketika terjadi kegagalan, mereka menyalahkan takdir atau ketentuan yang mereka terima.

Banyak manusia yang condong mengutamakan pasrah tanpa usaha sebagai bentuk tawakal mereka. Mereka menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT tanpa ada upaya untuk menyelesaikannya.

Misalnya, seorang hamba berzikir dan berdoa kepada Allah SWT dengan sepenuh hatinya ketika dia mendapati kesulitan membayar utangnya. Dia berharap karunia Allah secara tiba-tiba. Namun, dia tak punya usaha untuk menyelesaikan utangnya itu.

Tawakal bukan berarti meniadakan upaya, harus ada kerja nyata dan kesungguhan dalam mewujudkan impian. Apabila bekerja harus ada usaha dalam mencapai hasil kerja yang terbaik, meski untuk hasilnya hanya Allah SWT yang menentukan.

Sekelompok semut pun harus bekerja sama mengangkat makanan cadangan untuk disimpan, kendati mereka mendapatkan makanan itu dari tempat yang sangat jauh. Demikian juga dengan seekor merpati yang harus terbang lagi mencari makan, walaupun tuan pemiliknya telah meletakkan makanan di depan kandangnya.

Demikianlah sebagai kiasan pada orang-orang yang bertawakal dengan sesungguhnya. Tawakal yang tidak menjadikan seseorang berdiam diri dalam menunggu takdir. Tawakal menuntut kita untuk berupaya semaksimal, sembari mengharap rida Allah SWT.

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepadamu, sebagaimana Allah memberikan rezeki kepada burung yang berangkat di pagi hari dalam keadaan lapar, lalu pulang di sore hari dalam keadaan kenyang." (HR Tirmidzi).


Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk bekerja keras dan tidak sekadar bergantung pada doa. Rasulullah juga mengimbau kaum Muslim untuk mencari rezeki tanpa putus asa dan menyerahkan apa pun hasilnya kepada Allah SWT. "... Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya..." (QS ath-Thalaq [65]: 3). Sumber

Pohon yang Baik

durian merah pohon Allah SWT. mengajarkan kepada kita salah satu metode pembelajaran dalam al-Qur’an yakni perumpamaan (amtsaal). Suatu masalah akan lebih mudah dipahami jika diumpamakan, apalagi menyangkut perkara yang metafisik.

Dalam umpama terkandung kearifan dan renungan, seseorang tidak secara langsung merasa menjadi objek, namun perlahan menyadari arah dan maksud pesan tersebut. Perumpamaan dimaksudkan agar kita mengambil i’tibar (hikmah) dari suatu peristiwa. (QS. 29:43,17:89).

Dalam al-Quran, Allah SWT. memberikan banyak perumpamaan. Menjadikan nyamuk sebagai umpama (QS.2:26) yang berkaitan dengan kelemahan berhala (QS.22:73). Kebenaran seperti air dan logam murni, kebatilan laksana buih air dan tahi logam (QS.13:17).

Cahaya Allah ibarat lobang yang tidak tembus (misykat) di dalamnya ada pelita besar (QS.24:35). Berinfak di jalan Allah bagaikan sebutir biji yang tumbuh tujuh tangkai (QS.2:161) dan berinfak dengan riya tak ubahnya debu di atas batu licin (QS.2:265).

Begitu juga orang berilmu tapi tidak mengamalkan disamakan dengan keledai (QS.62:5). Masih banyak perumpamaan lain, meskipun kita seringkali tidak pandai mengambil pelajaran.

Perumpamaan yang sangat menarik adalah seorang Mukmin itu laksana pohon yang baik (QS.14:24-25). Kalimatan thoyyibah (kalimat yang baik) laksana pohon yang baik (syajaratun thoyyibah). Kalimat yang baik itu adalah laa ilaha illahllah(syahadat).

Dalam Tafsir Jaami’ul Bayan, Ibnu Jarir Ath-Thabari juga menjelaskan kalimatan thoyyibah adalah persaksian tiada tuhan selain Allah, dan syajarotun toyyibahadalah seorang Mukmin, ashluha tsabitun artinya laa ilaha illallah yang tertanam di dalam hati seorang Mukmin, wa far’uha fis-samaai yakni amal perbuatannya akan diangkat ke langit.

Jika kita renungkan ayat di atas, indikator pohon yang baik atau berkualitas ada 3 hal:  


Pertama, ashluha tsabitun (akarnya menghujam ke perut bumi). Akar yang kuat menjadi dasar dan tumpuan tumbuhnya pohon yang besar.

Di sinilah pentingnya peran sang penanam yang ikhlas dan sungguh-sungguh, berkorban tanaga, pikiran dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Semakin dalam akarnya, maka semakin kuat pula pohon itu. Tidak mudah tumbang walau dihantam badai. Akar ibarat akidah tauhid (iman) yang tertanam di dalam lubuk hati sanubari seorang mukmin.

Jika akidahnya kuat, maka ia mampu menghadapi cobaan dan godaan hidup seberat apapun. Akidah tauhid harus ditanamkan oleh orang tua dan guru kepada anak sejak dini. Peran keduanya sebagai pendidik sangat penting agar akar akidah anak menghujam ke lubuk hati sanubari. (QS.31:13).

Kedua, far’uha fis-samai (dahannya menjulang ke langit). Pohon yang sudah berurat berakar, akan menumbuhkan batang yang besar, dahan dan ranting yang banyak serta berdaun lebat. Ia akan membagikan oksigen yang bersih dan kesejukan bagi manusia. Hijau dan menyejukkan.

Inilah ibarat seorang Mukmin yang taat dalam menjalankan syariat Islam, baik dalam ibadah ritual maupun sosial (muamalah). Akidah (iman) yang kuat harus tampak pada kepatuhan dalam menjalankan ibadah ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ketiga, tu’tii ukulaha kulla hiin (berbuah setiap waktu). Pohon yang baik tidak hanya berakar kuat dan berdahan besar, tapi juga berbuah banyak dan enak. Bukan hanya pada musimnya, tapi di setiap musim tiada henti. Pohon berbuah menguntungkan pemiliknya dan orang lain. Semakin bagus kualitasnya, semakin tinggi pula harganya.

Inilah perumpamaan Mukmin yang berakhlak karimah. Akidah dan syariat yang kuat dan benar mestilah berbuah akhlak mulia (karakter islami). “Sebaik-baik keislaman seseorang adalah yang terbaik akhlakhnya”. (HR. At-Turmudzi).

Akhlak karimah inilah yang mulai pudar dari sebagian anak-anak, orang tua, pemimpin, politisi dan pejabat negara kita. Pendidikan karakter hanya berhasil jika ada model. Dalam sejarah, tidak ada yang berhasil menjadi model kecuali Nabi Muhammad SAW. (QS.33:21).

Orang tua di rumah dan guru di sekolah harus menjadi pilar utama dan bertanggung jawab dalam menanamkan akidah, menjalankan syariat dan teladan dalam akhlak karimah. Insya Allah, anak-anak kita akan menjadi “pohon yang baik”. Amin. Allahu a’lam bish-shawab. ***

Ayat Quran di Gerbang Fakultas Hukum Harvard

 Universitas Harvard, Amerika Serikat, mengabadikan sebuah ayat Alquran di gerbang masuk Fakultas Hukum. Ayat yang diukirkan sebagai bentuk penghormatan itu diambil dari surat Annisa ayat 135.

''Ayat 135 Surat Annisa (bab tentang wanita) telah dituliskan di dinding yang menghadap gerbang masuk Fakultas Hukum sebagai kata-kata terhebat tentang keadilan,'' tulis surat kabar Arab Saudi 'Ajel'seperti dikutip Emirates247.

Abdullah Jumma, mahasiswa Harvard asal Arab Saudi, yang memerhatikan tukilan ayat Alquran di dinding gerbang Fakultas Hukum Universitas Harvard tersebut. Dia kemudian memfoto tulisan ayat Alquran tersebut (Ini fotonya).


 
Terjemahan surat Annisa ayat 135 yang dituliskan di dinding gerbang masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard, Amerika Serikat, yang difoto oleh Abdullah Jumma. (www.emirates247.com)

Jumma kemudian menyebarkannya lewat situs jejaring sosial Twitter. ''Saya menyadarinya bahwa itu sebuah ayat Alquran yang telah dituliskan oleh Fakultas Hukum untuk menggambarkan sebagai salah satu kata-kata terhebat tentang keadilan sepanjang sejarah,'' kata Jumma seperti dikutip Ajel.

Adapun isi Surat Annisa Ayat 135 adalah "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Tahu terhadap segala apa yang kamu kerjakan.''

Universitas Harvard didirikan di Cambridge, Massachusetts, pada 1636. Harvard tercatat sebagai perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat.
Sumber :www.republika.co.id

Jumat, 18 Januari 2013

Agar Tidur Semakin Berkualitas

Tidur adalah pekerjaan yang paling enak se-dunia. Sepakat? Ya.. Tidur bukan hanya bisa me-recharge energi yang kita telah pakai seharian untuk mengerjakan berbagai aktifitas tetapi tidur adalah salah satu sunnah Rasulullah.

Perkaranya tentu bukan seberapa lama kita tidur, tetapi seberapa berkualitasnya tidur kita? Mungkin Anda sering mengalami masalah dengan aktifitas tidur Anda mulai dari mimpi buruk, gelisah, tidak dapat tidur (insomnia) dan gejala-gelaja lainnya. Bahkan ada sebagian orang yang baru bisa tidur dengan lelap setelah meminum obat penenang/tidur.

Sebetulnya Rasullah telah mempraktekan tata cara tidur yang baik, agar tidur kita dapat berkualitas. Berikut adab/ tatacara tidur yang dicontohkan Rasulullah:

  • Berwudhu sebelum tidur.
  • Mengibaskan tempat tidur dari kotoran, sambil mengucapkan Bismilllah & Sholawat..
  • Bermuhasabah, Introspeksi, & Menkoreksi amalan2 kita, apakah hari ini sudah lebih baik dari kemarin..
  • Berdzikir dan Berdoa..
  • Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, & An-Naas..
  • Lebih sempurna lagi bila membaca Ayat Kursi atau membaca 2 ayat terakhir surat Al-Baqarah..
  • Kemudian membaca Doa Tidur.. "Dengan nama-Mu ya Allah SWT, aku mati dan hidup…"
  • Kemudian membaca Doa Tidur: Bismikaallahumma ahya wa bismika wa amuut, arti "Dg nama-Mu ya Allah SWT, aku mati dan hidup"
  • Tidur dengan posisi miring ke sebelah Kanan..
  • Lebih sempurna lagi bila menghadap Kiblat.. (bila memungkinkan)
  • Tidak tidur dengan posisi Tengkurap, karena ini adalah posisi tidur Syetan.. (maaf)
  • Meletakkan tangan kanan di bawah pipi, artinya tangan kanan sebagai bantalnya..
  • Jika takut/ gelisah, berdoa: Aku berlindung dengan kalimat Allah yg sempurna, dari kemarahan & siksaanNya
  • Jika takut/ gelisah, berdoa: Aku berlindung dengan kalimat Allah yg sempurna, dari kejahatan hamba2Nya
  • Jika takut/gelisah, berdoa: Aku berlindung dengan kalimat Allah yg sempurna, dari godaan setan, agar jangan sampai mereka hadir dihadapanku
  • Jika bermimpi baik, jangan diceritakan kecuali kepada orang yg akan senang mendengarkannya..
  • Jika bermimpi buruk, meludah ke kiri 3x dengan sedikit percikan saja.
  • Jika bermimpi buruk, berdoa: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan & dari keburukan apa yang aku lihat
  • Jika bermimpi buruk, tidak menceritakan kepada orang lain.
  • Jika bermimpi buruk, mengubah posisi tidur.
  • Jika bermimpi buruk, bangun dan sholat malam.
  • Tidak boleh telanjang, walau berselimut, jadi harus pakai baju tidur.
  • Sesama jenis kelamin (laki-laki dengan laki-laki atau wanita dengan wanita), dilarang tidur dalam satu selimut.
  • Diusahakan jangan tidur malam di atas atap rumah yg tidak ada penutupnya/ dak terbuka..
  • Matikan api/lampu, tutuplah makanan & minuman, bejana-bejana, dan pintu.
  • Saat bangun, disunnahkan mengusap wajah dengan kedua tangan.
  • Saat bangun, disunnahkan mengusap wajah dengan kedua tangan.
  • Setelah bangun, mencuci kedua tangan.
  • Setelah bangun tidur, lebih sempurna lagi bila bersiwak kemudian berwudhu. 
Semoga bermanfaat dan tidur kita semakin berkualitas. 

Tips UNTUK TETAP SEMANGAT

 
Beberapa tips untuk tetap semangat dalam hidup sebagai berikut :
  1. Jadi pribadi yang penuh daya tarik
  2. Berikan kebaikan tanpa pernah menghitungnya
  3. Hidup dalam kerendahan hati
  4. Penuh minat
  5. Wajah ceria dan jangan lupa senyum
  6. Ikhlas
  7. Positive thinking n optimis
  8. Tebarkan salam
  9. Semangat, jadikan harimu luar biasa...

Ketika kenyataan pahit menghampiri kita, sesungguhnya ada hikmah didalamnya, sehingga berpikirlah sebagai berikut :
  • Ketika kerja kita tidak dihargai, maka kita sedang belajar tentang Ketulusan
  • Keika usaha kita dinilai tak penting, maka kita sedang belajar tentang Keikhlasan
  • Ketika hati kita terluka dalam, maka kita sedang belajar tentang Memaafkan
  • Ketika kita merasa lelah, maka kita sedang belajar tentang Kesungguhan
  • Ketika kita merasa sepi,maka kita sedang belajar tentang Ketangguhan
  • Ketika kita merasa letih hingga ingin berhenti,maka kita sedang belajar tentang arti Pengorbanan
  • Ketika semua cobaan datang menyapa, maka kita sedang belajar untuk lebih Bersyukur dan Mendekatkan diri pada-Nya...
Selalu Semangat Kawan!

SERIAL ESET SMART SECURITY 6 Update 18 Januari 2013


Update 18 Januari 2013

SERIAL ESET SMART SECURITY 6  

Username:TRIAL-80159005
Password:emrreu2exk

Username:TRIAL-80159021
Password:4dmrc4ue3c

Username:TRIAL-80159025
Password:xe426f6hh3

Username:TRIAL-80157253
Password:6kffd3bxcf

Username:TRIAL-80157255
Password:uxvscmbcsb

Username:TRIAL-80157258
Password:ds6u78k8jk

Keluarga Besar SMPN 3 TAMAN Sidoarjo



Dalam foto ini saya bersama rekan-rekan kerja dimana saya berdinas di SMP NEGERI 3 TAMAN SIDOARJO (SPENTITA) untuk mengabdikan ilmu kepada generasi-generasi muda pewaris negeri ini. 
Semoga dapat mengobati kerinduan untuk para alumnus Spentita, jika kalian merindukan guru-guru yang pernah berbagi ilmu bersama kalian.