aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Selasa, 22 Januari 2013

Edmodo, Sosial Networking untuk Guru dan Siswa

Pembelajaran virtual bisa juga dilaksanakan secara asynchronous dan gratis (di luar biaya koneksi internet. Salah satu website yang cukup banyak memiliki fitur untuk mendukung pembelajaran adalah Edmodo. (www.edmodo.com

Edmodo biasanya digambarkan sebagai Twitter untuk siswa dan guru. Dalam kenyataannya karena pada dasarnya Edmodo memberikan sebuah layanan micro-blogging untuk sekolah dengan built-in fitur keamanan yang memberikan kontrol atas privasi guru di kelas virtual mereka.

Salah satu fitur bagus adalah bahwa siswa bahkan tidak perlu alamat email untuk bergabung dengan kelas. Hal yang mereka butuhkan adalah kode sign up khusus yangdibuat oleh guru ketika mereka membuat lingkungan belajar virtual. Jika seorang siswa sudah bergabung di kelas lain dalam Edmodo maka mereka dapat log in seperti biasa dengan kelas baru mereka yang ditugaskan untuk mereka. Edmodo juga menyediakan beberapa fitur untuk mendukung e-learning seperti penugasan, kuis dan penilaian.

Edmodo menyediakan alat-alat media sosial untuk guru dan siswa, memungkinkan mereka untuk berbagi catatan, link, dan file dalam cara modern. Guru jugamemiliki kemampuan untuk mengirimkan peringatan kepada siswa tentang kegiatan dan tugas. Mereka juga akan memiliki pilihan untuk mengirim item ke timeline publik . Hal yang berguna juga adalah kalender yang bisa membuat semua orang mengetahui tentang ujian yang akan datang dan acara lainnya dan kegiatan khusus.

Berikut sekrincut edmodo :

Interface untuk Guru

Interface untuk Siswa

Interface untuk Orang Tua Siwa

Silahkan dicoba, its free. Why not.
Sumber : Bianbiun dan Syamsul Hadi

Alasan Mengapa Guru Perlu Menggunakan Sosial Media Edmodo di Kelas

Bayangkan situasi berikut ini :
Di dalam kelas yang anda ajar, ada dua orang anak, yang satu sangat aktif bertanya dan satu lagi sangat pendiam. Keduanya sama sama senang belajar dan senang mencoba sesuatu hal yang baru. Sebagai seorang guru jika ada orang lain bertanya mengenai kedua anak tersebut, yang mana yang akan anda bisa ceritakan dengan baik dan gamblang, atau mana anak yang menurut anda pintar? 
Tentu saja anak yang banyak bicara dan bertanya kan? Demikian juga menurut pandangan saya. Padahal belum tentu. Saya yakin di setiap kelas dimanapun sekolah berada, isinya hanya terdiri dari 3 tipe.
  • Tipe berisik (senang bicara, bekerja sama dan senang bergurau)
  • Tipe biasa (senang berbicara dan bercanda namun semuanya serba pas tidak berlebihan
  • Tipe pendiam (hanya berbicara jika ditanya, hanya bekerja jika disuruh dan cenderung hemat dalam berkata-kata)  
Seorang guru yang professional mesti mampu berusaha keras dengan segala daya dan upaya agar ketiga tipe standar siswa diatas bisa menunjukan potensi terbaiknya. Cara yang paling mungkin dan bisa dilakukan adalah menganggap kelas sebagai komunitas. Komunitas adalah kumpulan individu dengan minat dan hobi serta tujuan yang sama. Sebuah komunitas selalu dilekatkan dengan kegiatan yang sering secara bersama-sama dilakukan oleh anggota komunitas tersebut. Dalam hal ini sebuah kelas adalah komunitas pembelajar (karena baik guru dan siswanya keduanya adalah seorang pembelajar )

Dengan demikian kelas adalah komunitas. Kelas adalah sarana siswa berlatih untuk bisa menjadi warga masyarakat yang baik sekarang (dan bukan nantinya). Mengapa saya garis bawahi kata-kata sekarang, karena banyak pendidik selalu katakan ‘nanti’ pada saat menyemangati siswanya. “Nanti kalian akan tahu kegunaan dari ilmu ini saat kamu dewasa”, demikian tutur kata seorang guru seperti yang biasa kita dengar. 

Kembali kepada cara menangani tiga tipe siswa agar bisa mengeluarkan potensi terbaiknya, saya punya jawabannya. Jawabannya adalah gunakan edmodo. Saat ini semua siswa tipe apapun dia cenderung menyenangi teknologi dan akrab dengannya. Hampir tidak ada siswa yang tidak punya akun di facebook, bahkan anak usia SD pun banyak yang sudah punya. 


Edmodo adalah sebuah situs yang diperuntukan bagi pendidik untuk membuat kelas virtual. Situs tersebut gratis dan gampang digunakannya selama seorang guru dan murid bisa terhubung dengan internet. Edmodo adalah sebuah jawaban bagi sebuah ruang kelas virtual yang nyaman dan aman, dikarenakan :

  • Siswa bisa berinteraksi dalam pantauan gurunya (bebas cyber crime dan cyber bullying). Guru bisa ‘mengunci’ siswa dengan demikian ia hanya bisa membaca dan tidak bisa berkomentar pada seisi ‘kelas’ namun tetap ia bisa berkomunikasi langsung dengan gurunya. 
  • Tidak ada orang luar yang bisa masuk dan melihat kelas virtual yang dibuat oleh seorang guru tanpa mendapat kode khusus dari guru yang bersangkutan
  • Guru bisa memulai pertanyaan, menaruh foto atau video, menaruh presentasi bahan ajar, yang kesemuanya bebas untuk diunduh oleh siswa dan dikomentari
  • Murid bisa kembali kapan saja untuk mengulang materi yang diberikan gurunya, bahkan PR bisa diberikan melalui edmodo. Murid juga bisa mengumpulkan PR nya lewat edmodo, tinggal unggah saja.
  • Edmodo bisa dipadukan dengan situs lain seperti wall wisher, glogster dan lain sebagainya.
  • Guru bisa menaruh nilai dari pekerjaan siswa sebagai acuan bagi siswa. 
  • Kelas virtual yang dibuat seorang guru tidak terbatas, guru bisa menaruh bahan ajar untuk digunakan di angkatan atau tahun ajaran berikutnya
  • Siswa bisa bekerja sama dengan siswa lain dalam grup kecil yang dibentuk oleh gurunya. Saat mengerjakan sebuah proyek bersama mereka bisa menaruh semua dokumen yang diperlukan dalam pengerjaannya.
  • Edmodo memungkinkan guru menaruh bahan ajar yang sangat berguna bagi siswa yang tidak masuk atau berhalangan saat melakukan tatap muka.
  • Siswa yang pendiam bisa bebas berkata-kata dan berpendapat tanpa khawatir dipermalukan, sementara si anak tipe aktif bisa posting pertanyaan kapan saja asal ia terhubung dengan internet.
  • guru bisa mengajarkan tata cara yang berlaku di dunia maya seperti cara berkomentar dan sederet tata krama di dunia maya yang perlu siswanya ketahui. 
    Jadi tunggu apa lagi, jika anda bisa membaca posting saya ini berarti anda guru yang punya facebook dan email serta tak asing dengan yang namanya sosial media, yuk gunakan dan biarkan kelas kita menjadi kelas virtual yang isinya adalah para pembelajar yang percaya diri dan merasa dihargai.
Sumber : Guru Kreatif

Pembelajaran Lewat Social Media ? Kenapa tidak ..!!

Pembelajaran adalah suatu proses yang terus menerus berlangsung sebagai upaya mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada siswa. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan juga perkembangan metode pembelajaran yang terus berkembang, menuntut ( kalau bisa dikatakan begitu) para pendidik ( guru – red), mau tidak mau juga harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut.  


Di era keterbukaan seperti saat ini, menjadi keniscayaan bagi guru/pendidik mengikuti perkembangan teknologi informatika. Salah satunya mengenal macam-macam social media ( media sosial) yang bisa kita terapkan dalam pembelajaran. Guru/pendidik sudah harus “melek” dengan teknologi informatika, sehingga apabila ada siswa yang bercerita tentang facebook, twitter, MySpace, atau media-media sosial yang lain, kita tidak merasa asing  dengan istilah-istilah tersebut. 

Pembelajaran dengan Media sosial ? Ada apa dengan Media sosial ? Mengutip pendapat dari bapak Agus Sampurno ( salah seorang penggiat media sosial dalam pembelajaran), di era internet seperti saat ini guru/pendidik jangan sampai kalah dengan yahoo, google, dll karena siswa-siswa kita saat mendapat tugas dari guru, mereka akan searchinglewat situs-situs tadi, atau mencari artikel-artikel pelajaran. Sehingga boleh jadi saat guru menerangkan di depan kelas, siswa sudah mengetahui materi tersebut bahkan ( mungkin), lebih dari yang dimiliki guru. Karena itu guru/pendidik mesti mengenal dunia internet yang sangat tidak terbatas ruang dan waktu. Banyak informasi yang bisa kita dapatkan lewat internet ( yang berhubungan dengan pendidikan tentunya). Kita tidak boleh alergi dengan siswa-siswa kita yang sangat “maju” dalam hal media sosial ( facebook, twitter, dll), justru kita mesti mengenal dan juga memilikinya ( account- red).  

 

Salah satu medi sosial yang bisa kita pergunakan sebagai media pembelajaran adalah edmodo.com. Kenapa edmodo ? Edmodo adalah salah satu media sosial yang mirip dengan facebook namun khusus untuk guru dan siswa ( untuk pendidikan). Di sini kita bisa berinteraksi dengan siswa atau memasukkan tugas, materi sesuai dengan bidang studinya dan siswa bisa terlibat di dalamnya. Dengan slogannya “Secure social learning network for Teacher and Students“, edmodo memberikan pengalaman yang baru bagi guru dan siswa. Kebetulan saya sudah menggunakan media sosial ini untuk mata pelajaran yang saya ampu yaitu sejarah dan antropologi.  

Saya terinspirasi dari pengalaman bapak Agus Sampurno(www.gurukreatif.wordpress.com) yang telah menggunakan media ini dalam pembelajaran. Ternyata setelah saya coba dan praktikkan, respon siswa sangat luar biasa. Mereka mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum mereka rasakan, terutama saat mereka memberi komentar postingan yang saya buat dan saya memberi balasan, terjadi komunikasi yang terbuka dan “bebas”. Karena ada siswa yang selama klasikal kelas mereka takut-takut untuk bertanya ataupun menjawab, melalui media ini mereka bisa “mengekspresikan” pendapat mereka secara “bebas” ( tentu tetap dengan batasan-batasan akademik). Bagaimana agar bisa bergabung di edmodo ? Seperti halnya facebook, kita sebelum bergabung harusregister dulu di edmodo.com.   

  
Yang membedakan dengan facebook adalah untuk langkah awal guru/pendidik yang membuatkan accountnya karena nanti dia sebagai adminnya. Di edmodo ada istilah Group yaitu suatu kelompok/komunitas yang telah dibuat sebelumnya, namanya bisa mengambil nama kelas, mata pelajaran, dll ( seperti group dalam facebook) yang dibuatkan oleh guru. Masing-masing group yang telah dibuat memiliki Code Group ( kode group) yang nantinya digunakan oleh siswa untuk mendaftar di group yang telah dibuat oleh guru. 

Jadi prinsipnya ada dua langkah dalam hal hal ini :
  1. Langkah pertama, pembuatan group dan account oleh guru selaku admin
  2. Langkah kedua, siswa mendaftar dalam group dengan memakai code group yang telah diberikan oleh guru. Untuk lebih jelas bisa dilihat di edmodo.com tentang tata cara pendaftaran yang lebih lengkap. 
Setelah itu guru dan siswa sudah tergabung dalam suatu jaringan (network) sesuai dengan groupnya masing-masing. Seperti yang sudah saya laksanakan, saya membuat group sesuai dengan bidang pelajaran yang saya ampu yaitu sejarah dan antropologi, jadi nama groupnya adalah Sejarah XII IPA 1, Sejarah XII IPA 2, Antropologi XI BHS, dst.  

 
Kesemuanya merupakan sebuah ikhtiar guru/pendidik untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran terutama di era informatika seperti saat ini. Hal ini juga dengan tidak meninggalkan metode pembelajaran yang telah ada selama ini, namun sebagai sebuah langkah maju, guru juga tidak perlu sungkan untuk terus meng-update metode pembelajarannya.
Sumber : History1978

Cara membuat Grup Kelas di Edmodo

 
Bila anda adalah seorang pengajar, tentunya anda mengajar di beberapa kelas atau bahkan mata pelajaran yang berbeda. Nah untuk mengelola kelas maka kita perlu membuat kelas/group. Di group nanti akan mendapatkan kode dari edmodo, nah kode inilah yang kita berikan kepada siswa kita nanti, karena pada saat pendaftaran di edmodo, para siswa nanti diharuskan mengisi kode groupnya. Jadi hanya siswa yang diberikan kode tersebut yang bisa masuk dikelas itu, jadi kecil kemungkinan orang lain bisa masuk ke kelas tersebut. Oke dah langsung...:-)Di sidebar sebelah kiri pilih " Create " di option Group, lihat gambar dibawah:

 

Kemudian isilah option group name, grade, subject area sesuai dengan kelas anda. Kalau sudah klik " Create " 

 

Kemudian kita akan mendapatkan kode dari kelas yang baru saja kita buat, nah kode itulah yang kita berikan kepada siswa kita untuk mendaftar. 

 
Dan inilah tampilan kelas/group yang sudah kita buat tadi. Di sebelah kanan (yang saya beri coretan merah itu adalah kode kelas), kemudian di member nanti akan berisi daftar siswa yang sudah mendaftar di kelas kita. have Fun :-)

 

Sumber : BianBiun.com

Cara Membuat Badge di Edmodo

Badge alias lencana di edmodo ini digunakan oleh guru untuk memberikan semacam appreciation kepada siswa atau kelompok atau kelas berdasarkan penilaian guru. Tentunya badge ini bisa membuat siswa merasa senang dan termotivasi lagi karena mendapatkan perhatian dari guru nya. Di edmodo sendiri juga menyediakan badge namun jumlahnya masih sedikit dan tentunya belum seperti yang kita inginkan,karena penghargaan yang ingin kita berikan tentunya berbeda-beda. Nah mending kita buat badge sendiri supaya sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Pilih "Create badge for your students" 

 
  
Pilih " New Badges", kemudian isi badge title, description dan upload gambar dari komputer anda (ukuran gambar 114x114 pixels. 


  

Klik Created Badge. Dah jadi deh :-)  

Antara Guru dan Google

 Membaca tema di atas, kita sebagai guru tentu merasa tidak nyaman, tersinggung, miris dan sedih! 

Betapa tidak, guru yang selama ini dianggap sebagai orang yang paling pintar, pusat semua informasi yang dibutuhkan siswa, bisa terkalahkan oleh sebuah mesin pencari seperti Google, Wikipedia dan situs pencari informasi lainnya???
Namun…begitulah kenyataannya! 

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat mengikis paradigma yang mengatakan bahwa guru adalah pusat pengetahuan dan informasi yang dibutuhkan oleh siswa. Kemudahan dalam mengakses informasi dan pengetahuan yang saat ini tidak hanya bisa dilakukan melalui perangkat komputer (yang terkoneksi dengan internet), melainkan juga melalui perangkat mobile seperti Gadget, Handphone, iphone dan seterusnya, memberi ruang dan kesempatan kepada siswa untuk memanfaatkan teknologi informasi dimanapun dan kapanpun dia inginkan.

Kepopuleran situs pencari Google dalam menyediakan hampir semua informasi yang dibutuhkan oleh siswa, sedikit demi sedikit, mengubah pola pikir siswa, bahwa “Guru tidak lebih pintar dari Google”. Hal ini dikarenakan tugas guru selama ini tidak lebih dari sekedar penyampai informasi. 

Maka, jika hal ini terjadi Guru harus “bersaing” dengan Google!   


Bersaing dalam arti guru tidak harus memenuhi semua kebutuhan informasi yang siswa butuhkan. Melainkan guru harus kreatif dalam mentransfer pengetahuan dan informasi kepada siswa dengan cara yang berbeda, dari informasi yang disajikan oleh situs pencari Google. 

Guru tidak lagi hanya sebagai pembawa informasi dan berbicara tentang teori / wacana dan menghabiskan hampir seluruh waktu di kelas untuk berbicara, dan membiarkan siswa hanya duduk, diam, dan mendengarkannya. 


Guru harus benar-benar aplikatif, melihat berbagai problem di lapangan, memberi ruang kepada siswa untuk menampilkan kreatifitasnya, mengasah pola pikirnya, danmenyampaikan pendapatnya sehingga siswa mampu mengembangkan kemampuan komunikasi mereka secara cerdas.

Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak siswa (memberikan tugas) untuk menganalisis masalah yang ada (yang berhubungan dengan materi yang disampaikan), dengan mengacu teori-teori yang bisa diakses melalui Google.

Google hendaknya diposisikan hanya sebagai alat bantu menemukan teori-teori pendukung, sedangkan guru menjadi fasilitator, pusat pengatur lalu lintas pemikiran dan komunikasi siswa untuk memecahkan masalah secara inovatif.

Dengan demikian Guru dan Google memiliki peran masing-masing di mata siswa, sehingga siswa mengerti kapan dia harus “berlari” ke Guru dan kapan dia harus “berlari’ ke Google.
Pemberian tugas kepada siswa yang sekedar mencari informasi di Google, sudah menjadi tugas yang usang… 


Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan kreatifitas mengajar kita dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam setiap pembelajaran..supaya mereka bisa lebih kritis dan tertantang untuk menghasilkan solusi yang inovatif.
Sumber : Amiroh

Cara Mendaftar Di Edmodo Untuk Siswa

Nah kalau kemarin kita sudah membuat kelas di edmodo sekarang akan saya tulis cara registrasi siswa untuk masuk ke kelas yang kita buat. Perlu diingat sebelumnya pengajar sudah memberikan kode kelas kepada siswa. Kalau sudah tahu kodenya ikuti langkah berikut :
Buka www.edmodo.com, Pilih " I'm a Student "


Kemudian isilah option yang ada disitu. Masukkan kode yang diberikan oleh guru mu di kolom kode, kemudian isi username dan password untuk login (jangan sampai lupa karena akan digunakan terus pada saat login ke akun edmodo anda). isikan email, nama depat dan nama belakan (ingat wajib di isi nama asli ya, jangan pakae nama alay seperti slamet yang tercakiti dll). Kalau sudah klik Sign Up. 



Dan akhirnya anda sudah masuk di kelas anda. Selamat ya :-) 



Untuk menggati foto, silahkan pilih menu Account yang ada di pojok kanan atas, kemudian pilih setting. 

 

Untuk mengupload foto silahkan pilih browse di User Photo. Jangan lengkapi data anda di kolom User Information yang ada dibawahnya, kalau sudah pilih save personal info. 

  

Gimana caranya kalau pingin posting atau istilah kerennya "nyetatus"... Tapi perlu diingat loh ya, nyetatus di edmodo jangan disamakan ketika kalian nyetatus di facebook. Disini adalah kelas virtual kita, jadi gunakan untuk bertanya, pemberitahuan, pengumuman dll yang berhubungan dengan pelajaran, tugas ataupun sekolah. Oke broo? :-)


Untuk nyetatus disini caranya hampir sama dengan facebook..tuliskan status/komentar mu di Post, kemudian kalau ingin menyertakan file, link atau library tinggal pilih yang dibawahnya itu (misal pingin melampirkan gambar atau pdf atau word dll). Kalau sudah klik di kolom send to, nah disitu nanti akan muncul daftar orang yang ada di kelas itu, tinggal dipilih ingin di kirim ke salah satu orang atau ke semua atau ke gurunya (di klik saja), kalau sudah pilih send. Sama seperi di facbook, postinganmu juga bisa dikomentari oleh teman sekelasmu juga. Have Fun broo!!!
Sumber : Bianbiun.com

Edmodo untuk Orang Tua

Edmodo adalah gratis dan aman belajar sosial jaringan untuk guru, siswa dan sekolah. Ini menyediakan cara yang aman dan mudah bagi kita untuk menghubungkan, berbagi konten dan akses pekerjaan rumah, nilai dan sekolah pemberitahuan. Kelihatannya seperti Facebook, tetapi tidak memasukkan salah satu fungsi chatting seperti Facebook. 

Edmodo juga menawarkan akun orang tua dan saya ingin mengundang Anda untuk bergabung dengan kelas kami secara online.

Dengan akun orang tua, Anda dapat:

  • Melihat anak Anda tugas pekerjaan rumah dan tanggal jatuh tempo
  • Menerima update pada acara kelas dan sekolah
Edmodo dapat diakses secara online dan ponsel dengan kemampuan Internet (mereka juga menawarkan gratis iPhone dan Android app). Anda dapat mengakses account Anda di mana saja dan menyesuaikan pengaturan pemberitahuan Anda dalam Edmodo untuk menerima pemberitahuan melalui teks atau email.

Untuk bergabung dengan kami kelas Edmodo, ikuti langkah berikut:

1. Bagaimana mengambil kode orangtua

Kode untuk akun orang tua dapat diperoleh dari akun anak mereka Edmodo. kode akan terletak di panel kanan, di bawah bagian pemberitahuan.
 
Kode akun orang tua juga dapat diperoleh dari account Anda mahasiswa. Untuk menemukan kode:

Pilih grup guru/kelas pada account Anda mahasiswa yang ingin Anda Dapatkan kode untuk.

Di bagian bawah dari margin kanan, Anda akan melihat "Memberikan kode ini untuk orang tua Anda sehingga mereka dapat membuat Edmodo account". Kemudian ada kode dalam kotak biru di bawah ini. Ini adalah kode orangtua. 


2. Pergi ke www.edmodo.com



3. Cara membuat akun orang tuaUntuk membuat account, orang tua harus mengunjungi Edmodo.com dan pilih "saya orangtua tombol" pada homepage, tepat di bawah tanda murid dan guru tombol. Mengisi formulir pendaftaran, yang mencakup kode unik orangtua Anda, hubungan Anda dengan anak dan alamat email yang valid. 


Ikhtisar akun Orang Tua

Dalam homepage account orangtua, orang tua dapat:

Mendapatkan tampilan dashboard kegiatan sekolah anak-anak mereka termasuk:
Tugas Due - daftar tugas mendatang yang tidak berubah dalam. 

Mendatang peristiwa - daftar kalender mendatang pemberitahuan yang mungkin termasuk tugas, kegiatan sekolah, tes, dll. 

Tugas guru komentar-Recent masukan disediakan pada tugas-tugas mereka.
Melihat pengumuman dan pesan dari guru dan administrator. 

Lihat daftar guru anak-anak mereka.Jika orang tua memiliki beberapa siswa pada Edmodo, mereka dapat menambahkan tambahan siswa ke Edmodo account dengan memilih tombol "Tambahkan mahasiswa" di bagian atas panel navigasi. memanfaatkan "Filter posting oleh" pilihan, orang tua juga dapat menyaring pesan oleh individu anak.


Setelah Anda mendaftar untuk pertama kalinya, Anda akan tidak lagi membutuhkan kode orangtua-Anda akan login menggunakan unik username dan password untuk login. Anda hanya akan memiliki 1 orang tua kode per siswa dan Anda tidak perlu ingat sekali Anda telah login Anda dibuat.

4. Di sini adalah beberapa fitur dari Edmodo untuk orang tua:

Kalender

Dalam kalender (terletak di menu navigasi atas), orang tua dapat melihat semua peristiwa siswa mereka, tanggal jatuh tempo dan tugas. Mereka dapat menyaring untuk melihat anak tunggal kalender dengan memilih nama anak dari menu drop-down terletak di sudut kanan atas dari kalender. Untuk menggulir melalui bulan lain, pilih maju dan mundur panah di sudut kiri bawah kalender.

  

Nilai

Dari halaman nilai, orang tua dapat melihat semua tugas yang diberikan kepada mahasiswa. Mereka dapat menyaring antara kelompok-kelompok mahasiswa mereka dari panel navigasi di sebelah kiri.

Pilih setiap tugas judul untuk melihat nilai untuk tugas mereka dan komentar yang disediakan oleh guru.



Pengaturan

Dari halaman pengaturan, orang tua dapat sign up untuk email atau teks pemberitahuan yang akan memperingatkan mereka untuk setiap tugas, pesan langsung atau tanda dari guru. Orang tua juga dapat mengubah alamat email atau sandi jika diperlukan.

Untuk mengakses halaman pengaturan account, pilih panah bawah yang terletak di sebelah "Account" pilihan di bagian atas navigasi. Dalam menu drop-down, pilih opsi "Pengaturan".

Selamat mencoba..

Senin, 21 Januari 2013

Mengagumi dengan Cara yang Berbeda

Jangan kuatir,
terhadap orang orang yang iri,
dan dengki,
kepadamu.

Bahwa dengan cara itu,
sesungguhnya ia telah menunjukkan,
bahwa ia mengakui,
kamu lebih baik darinya,
hanya dengan cara,
yang berbeda.

Tetaplah melangkah,
penuh asa,
jika kamu yakin,
itu pilihan terbaik dan benar,
bagimu.

Jangan menyerah,
dengan sinisnya kata,
karena semua itu,
hanya akan menutup langkah,
itu akan membuat mereka tertawa,
bahwa kamu dinyatakan kalah.

Jadikan tegar temani asa,
biar gelombang dusta,
selalu mendera,
karena pejuang sejati takkan,
pernah menyerah.

Hidupmu,
adalah pilihan jiwamu,
bukan cercaan yang menentukan,
tetapi ketabahan,
kesabaran,
pemahaman,
akan melindungimu,
memberikanmu,
arti sebuah kemenangan.

Jaga senyum,
simpan tangismu,
teruslah melangkah,
sampai menara asamu,
maka kamulah,
sesungguhnya,
sang Juara.

Created By :
Agus Purnomo

5 Novel Indonesia Terlaris dan Penuh Inspirasi

 SEMAKIN hari, semakin banyak penulis Indonesia yang menerbitkan novel dengan cerita luar biasa. Dengan berbagai tema yang diangkat, banyak novel dari penulis Indonesia yang menjadi best seller, bahkan beberapa di antaranya telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Sebuah fakta yang sangat membanggakan.

Novel-novel best seller ini juga telah diangkat dalam film. Sebuah bukti bahwa sebuah novel yang apik tidak sekedar menjual cerita sedih atau cinta, tetapi ada sisi lain yang bisa menjadi inspirasi para pembacanya.

Inilah beberapa novel best seller yang ditulis oleh penulis Indonesia. Klik tombol di bawah!

1. Laskar Pelangi

Laskar Pelangi adalah novel pertama Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Laskar Pelangi berkisah mengenai kehidupan 10 anak dari keluarga miskin di Belitung.

Dengan berbagai keterbatasan sarana sekolah dan jauhnya Belitung dari ibu kota Indonesia, anak-anak itu tetap bersemangat dengan mimpi-mimpi mereka. Mereka menyebut diri sebagai Laskar Pelangi.

Novel dengan gambaran latar belakang sederhana tidak sesederhana kelihatannya. Para pembaca menjadi merasa sangat dekat dengan tokoh-tokoh Laskar Pelangi, mereka seolah nyata dan menjadi bagian dari keseharian kita.

Novel ini juga menggambarkan dengan sangat gamblang bagaimana anak-anak di berbagai pelosok Indonesia masih kesulitan menikmati pendidikan dan sekolah.

Tawa, tangisan, keharuan dituliskan dengan sangat apik oleh Andrea Hirata. Novel ini menjadi pembuka bagi tiga buku lanjutan Laskar Pelangi, yaitu Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov.

Novel ini telah diterbitkan di 20 negara. Sebuah prestasi yang luar biasa. Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi juga telah diwujudkan dalam bentuk film.

"Yang lebih menakjubkan adalah, semua pengetahuan itu ia pelajari sendiri dengan membaca bermacam buku milik kepala sekolah kami jika ia mendapat giliran tugas menyapu di ruangan beliau." Laskar Pelangi

2. Perahu Kertas

Kisah cinta selalu menjadi bacaan yang menyenangkan, diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Bagi sang penulis, Dewi Lestari atau Dee, kisah cinta manis saja tidak cukup dalam novelnya.

Perahu Kertas bercerita tentang impian seorang gadis bernama Kugy yang ingin menjadi seorang penulis dongeng. Kecintaan Kugy pada dunia anak dan kelihaiannya menulis kisah-kisah dongeng agak bertentangan dengan kenyataan, dimana orang-orang dewasa tidak lagi tertarik dengan dongeng.

Pertemuan Kugy dengan Keenan, seorang pemuda yang mahir melukis membuat mereka berdua melambungkan impian mereka. Kugy yang pintar membuat dongeng tetapi payah dalam menggambar dibantu oleh Keenan membuat ilustrasi dongeng-dongengnya. Keduanya seperti terikat benang merah, impian yang harus tertunda karena beberapa hal.

Jalinan kisah cinta rumit antara Kugy dan Keenan juga menjadi pemanis dalam novel ini. Kisah cinta dan impian yang terganjal orang tua dan lingkungan adalah masalah yang sering dihadapi oleh remaja yang beranjak dewasa, sehingga novel ini dapat diterima dengan baik oleh para pembaca.

Bahasa yang dituangkan Dee tidak seberat novel-novel lain karyanya, ringan tetapi sarat makna. Perahu Kertas sudah berlabuh di bioskop dalam dua bagian.

"Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun." Perahu Kertas

3. 5 CM

Pecinta buku dan film sama-sama terpuaskan oleh karya Donny Dhirgantoro yang diterbitkan oleh Grasindo. Di awal terbit, novel ini hadir dengan cover yang sangat sederhana, seluruhnya adalah warna hitam dengan tulisan 5 cm di bagian atas.

Berbeda dengan novel yang kuat pada bagian deskripsi sehingga pembaca dapat berimajinasi, 5 cm hadir dengan banyak dialog antar tokoh di dalamnya. Kelebihan ini membuat pembaca seolah-olah dapat melihat mereka secara langsung sedang berbincang.

5 cm sendiri berkisah tentang lima sahabat yang sangat kompak sejak mereka bertemu di SMA. Seperti persahabatan pada umumnya, penuh tawa, saling berbagi dan memiliki impian yang sangat tinggi.

Setelah cukup lama berpisah, persahabatan yang indah ini akhirnya membuat mereka mengalami petualangan mendebarkan di gunung Mahameru dan beberapa lokasi cantik lainnya di Indonesia.

Aroma persahabatan sangat kental dari buku ini, termasuk kecintaan mereka pada Indonesia. Anda yang lebih sering mendengar lokasi wisata di luar negeri akan dimanjakan oleh berbagai lokasi wisata alam di Indonesia yang sangat menawan.

Sebagai novel laris, 5 cm telah dibuat dalam bentuk film yang tayang di akhir tahun 2012. Antusias luar biasa membuktikan bahwa buku dan film 5 cm adalah karya yang penuh inspirasi.

"Jadi apapun itu, cobaan, kekalahan, kegagalan, tidak akan menjadi sesuatu yang buruk. Tergantung bagaimana kita bersikap, tergantung bagaimana kita menyikapinya." 5 cm

4. Surat Kecil Untuk Tuhan

Novel yang telah dibuat dalam bentuk film ini mengisahkan seorang gadis SMP berusia 13 tahun yang harus berjuang melawan kanker Rhabdomyosarcoma. Surat Kecil Untuk Tuhan merupakan novel dari kisah nyata, ditulis oleh Agnes Davonar dan diterbitkan pertama kali pada tahun 2008 oleh Inandra Publised.

Nama gadis itu adalah Gita Sesa Wanda Cantika atau biasa dipanggil Keke. Usianya masih 13 tahun tetapi menanggung sebuah penyakit mematikan yang sangat berat, sebuah kanker yang pelan-pelan menggerogoti wajahnya.

Sebagai gadis muda yang memiliki banyak impian, bukan hal mudah bagi Keke untuk menghadapi fakta bahwa umurnya tidak lama lagi. Gadis cantik ini tetap ceria menghadapi hari-harinya, dia tetap tabah dan berjuang untuk sembuh.

Perjuangan Keke membuahkan hasil, dia hidup lebih lama dibandingkan prediksi dokter. Tetapi kanker itu terus tumbuh dan sedikit demi sedikit membuat tubuh Keke semakin lemah. Menghadapi semua ini, banyak orang yang menyalahkan Tuhan, tetapi tidak dengan Keke.

Dia justru bersyukur karena Tuhan telah memberinya usia yang lebih panjang serta melihat banyak orang yang mencintainya. Di saat kritis, Keke menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan.

"Tuhan,
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku
Terjadi pada orang lain.
Tuhan,
Biakanlah aku bisa dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya." Surat Kecil Untuk Tuhan

5. Ayat-ayat Cinta

Masih ingat dengan demam Ayat-Ayat Cinta? Buku tentang kisah cinta yang sangat apik ini ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy pada tahun 2004.

Diterbitkan oleh Basmala dan Republika. Bisa dikatakan, Ayat-Ayat Cinta adalah pelopor sastra Islami. Tidak banyak novel Islami yang mengisahkan indahnya jatuh cinta sebagai sebuah berkah luar biasa.

Sang penulis sangat pandai merangkai kata-kata indah sehingga pembaca hanyut di dalamnya. Tidak mengherankan novel Ayat-Ayat Cinta dicetak hingga 160.000 eksemplar hanya dalam waktu 3 tahun saja.

Novel ini berkisah tentang Fahri bin Abdillah, pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al Ahzar, Mesir. Di sana, dia mengenal Maria Grigis, tetangga satu flat Fahri yang beragama Kristen Koptik.

Walau begitu, Maria sangat mengagumi Al Quran, sekaligus mengagumi Fahri sebagai pemuda baik yang selalu taat beribadah. Rasa kagum itu menjadi cinta, tetapi hanya berupa kata-kata yang ditulis Maria dalam buku hariannya.

Di sisi lain, Fahri berkenalan dengan Aisha. Wanita tersebut digambarkan memiliki mata yang sangat indah dan membuat Fahri jatuh hati padanya. Selain dua wanita di atas, ada Nurul dan Noura yang juga menaruh hatinya pada Fahri.

Sebuah kisah cinta yang bisa dikatakan rumit, tetapi sangat indah dan membuat banyak wanita meneteskan air mata. Sukses novel Ayat-Ayat Cinta juga terjadi saat novel ini digarap dalam bentuk film.

"Dalam hatiku, keinginanku sekarang ini adalah..Aku ingin menjadi yang halal bagimu." Ayat-Ayat Cinta
Sumber