aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Kamis, 09 Mei 2013

Mau Tau Tanda-tanda Hati yang Sudah Mati

Bukan maksud ingin menggurui namun alangkah baiknya kita selalu introspeksi diri dan selalu rendah hati dalam kehidupan sehari-hari. Hati yang mati adalah hati yang keras dan seperti enggan untuk melakukan suatu kebajikan. Marilah kita renungkan bersama beberapa tanda hati yang mati. Mungkin saja salah satu diantaranya sempat, pernah atau bahkan bisa jadi sedang kita lakukan saat ini.

13 tanda hati yang sudah mati adalah sebagai berikut :  

  1. Tarkush sholah, berani meninggalkan sholat fardhu secara disengaja.
  2. Adzdzanbu bil farhi, tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS. Al-A’raf : 3).
  3. Karhul Qur’an, tidak mau membaca Al-Qur’an walau satu ayat sekalipun.
  4. Hubbul ma’asyi, terus menerus berbuat maksiat bahkan mencintainya.
  5. Asikhru, sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka serta merasa dirinya selalu lebih baik dan suci.
  6. Ghodbul ulama-i, sangat benci dengan nasehat baik dari ulama.
  7. Qolbul hajari, tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat.
  8. Himmatuhul bathni, gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya dan senang.
  9. Anaaniyyun, tidak mau tau atau masa bodoh pada keadaan orang lain, bahkan pada keluarganya sendiri sekalipun menderita.
  10. Al-intiqoom, pendendam yang hebat.
  11. Albukhlu, sangat pelit baik pada diri sendiri apalagi orang lain.
  12. Ghodhbaanun, cepat marah karena keangkuhan dan dengki.
  13. Asysyirku, syirik dan percaya sekali kepada dukun dan prakteknya. 
Perbanyaklah istighfar dan selalu mengucap Nama Allah didalam hati, agar kita dijauhkan dari 13 Tanda Hati yang Sudah Mati tersebut dan semoga Alloh subhaanahu wata’ala menghiasi hati kita dengan keindahan iman dan kemuliaan akhlak. Amin.

Budaya Malu bagi Seorang Guru

Saatnya mendiskusikan budaya malu sebagai guru dan sebagai profesional. Menghilangkan budaya malu yang bukan pada tempatnya akan membuat seorang guru semakin profesional dalam bersikap. Sebaliknya menumbuhkan budaya malu dalam hal yang menghambat produktivitas akan membuat guru jadi contoh untuk muridnya.

Budaya malu yang mana yang mesti dihilangkan dan budaya malu yang mana yang mesti ditumbuhkan bagi seorang guru, inilah jawabannya.


Budaya malu yang mesti dihilangkan dari seorang guru
  • Hilangkan budaya malu bertanya dan memberi ide saat rapat
  • Hilangkan budaya malu untuk mempertanyakan dengan cara yang baik mengenai kebijakan sekolah yang guru merasa kurang tepat
  • Hilangkan budaya malu belajar pada yang lebih muda, dari guru yunior atau bahkan dari siswa sendiri
  • Hilangkan budaya malu ketika meminta maaf kepada murid 

Budaya malu yang mesti ditumbuhkan dari seorang guru 

  • malu menunjuk seseorang yang punya ide saat rapat sebagai satu nya pelaksana dari ide yang ia berikan Biasa disebut ‘usul-mikul’ atau ‘jarkoni’ (sing ujar, sing nglakoni)
  • malu terlambat datang ke sekolah, saat rapat dan saat ‘dead line’ pengumpulan administrasi
  • malu berbicara ‘di belakang’, bergosip saat ada kebijakan sekolah atau pimpinan yang tidak pas di hati
  • malu mengajar asal-asalan di kelas
  • malu mengajar tanpa persiapan
  • malu bicara pada orang tua siswa tanpa data atau bukti yang cukup mengenai keluhan kita pada anaknya
  • malu kerja sendirian sebagai komunitas di sebuah sekolah
  • malu membicarakan orang tua siswa sebagai gunjingan antar sesama guru
  • malu berharap diberikan sesuatu oleh orang tua murid saat hari raya
  • malu kelas dan sekolahnya kotor, sampah di mana-mana
  • malu menyalahkan siswa sebagai biang ribut di kelas tanpa mawas diri, seberapa menariknya cara mengajar kita
  • malu berpakaian gak ‘matching’ saat datang ke sekolah
  • malu mengobrol sesama rekan guru topik nya cuma seputar status kepegawaian dan sertifikasi
  • malu memberi label atau sebutan pada siswa seenaknya tanpa memikirkan perasaan siswa tsb
  • malu menggunakan LKS yang tidak jelas juntrungannya apalagi sampai kongkalikong dengan penerbit
  • malu memakai sosial media cuma untuk keperluan berteman tanpa menjadikannya sebagai sarana belajar kembali
  • malu jika muridnya berkata kotor di sosial media
  • malu terpancing dan ikutan marah pada orang tua siswa yang marah pada kita
  • malu sengaja’ menggunakan sendal di sekolah
  • malu bicara di’belakang’ ketika sedang ada urusan yang belum terselesaikan.”
  • malu mengeluh di event kumpul sesama guru mengenai kondisi sekolah dan muridnya tanpa bilang usaha yang telah dilakukan
  • malu tidak masuk mengajar tanpa memberikan ‘cover lesson’ pada guru lain untuk murid kita
  • Perlu budaya malu jika siswa dilarang aktifkan ponsel, tp guru asik ketak-ketik ponselnya di depan kelas
  • malu jadikan ruang guru ajang debat kusir membicarakan kondisi politik atau sejenisnya
  • malu jika menjadi guru yang dikejar hanya status PNS nya saja, setelah dapat terus santai
  • malu memberi sebutan pada siswa seenaknya tanpa memikirkan perasaan siswa

Emosi saat mengajar di kelas?

Siapa pun bisa marah – marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik – bukan hal mudah. Aristoteles

Saat mengajar di kelas seorang guru terkadang terpancing emosi nya oleh sikap siswa nya yang dianggap melewati batas kesabaran. Sayangnya batas kesabaran setiap orang itu berbeda, Jadi memang ada istilah guru yang emosional bagi guru yang mudah marah atau naik pitam. Sebaliknya ada juga guru yang sepertinya sabar serta ‘lunak’ di mata siswa, ia akan diam saja ketika siswa berbuat apa pun bahkan jika siswa nya ‘kurang ajar’

Sebenarnya bolehkah guru marah pada siswa? Serta dalam kondisi apa marah pada siswa itu boleh dan tidak diperbolehkan.

  • Jawabannya boleh. Asal penyebabnya bukan karena harga diri guru. Guru boleh marah pada siswa karena sebagai guru ia peduli pada masa depan siswa nya.
  • Silakan marah pada perilaku dan kinerja murid anda. Marah karena anda kesal atau tidak suka pada siswa anda secara pribadi atau karena faktor lain, sangat-sangat ter larang.
  • Marah lah dengan melipat tangan anda ke belakang, ini untuk menghindari ‘tangan melayang’ dari guru kepada siswa nya.
  • Atur napas dengan baik jika anda merasa sudah marah sekali. 
Saran saya guru marah itu baik, karena berarti guru peduli namun banyak cara untuk membenahi perilaku siswa selain melalui ekspresi marah. Cara nya adalah :
  • Jika ada anak yang terus ber ulah dan membuat anda kesal, cari tahu latar belakang keluarga dan masalah yang dihadapi anak tersebut. Dijamin anda jadi punya wawasan baru tentang mengapa siswa tsb bersikap menyebalkan.
  • Komunikasi dengan sesama guru untuk cari solusi dan kontak orang tua siswa sebagai cara meredakan masalah. 
Sebagai guru kita semua adalah orang yang terpilih untuk bisa mengubah perilaku siswa. Betapa hasil menjadi tidak penting ketika kita bicara soal perilaku karena yang dipentingkan adalah usaha yang terencana, kerja sama semua pihak dan komunikasi yang sehat, maka tiada lagi yang namanya guru emosional yang ada adalah guru yang coba mengerti sambil perlahan membenahi siswa nya.

12 PRINSIP PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR

Proses Pembelajaran yang menyenangkan akan selalu dirindukan oleh siswa-siswa. Mereka akan selalu merindukan kegiatan di kelas yang penuh inspirasi, menyenangkan dan memotivasi, tidak hanya sekedar formalitas antara guru dan siswa. Hal itu dapat dilihat dari respon yang diberikan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Tidak ada salahnya seorang guru menanyakan kepada siswanya untuk memberikan respon terhadap pengajaran yang diberikan. Maka dari diskusi yang bertujuan untuk kebaikan, akan tercipta suasana pembelajaran yang hidup, menggairahkan, menyenangkan yang bisa dirasakan baik oleh guru atau siswa.

Disini saya ingin informasikan prinsip-prinsip membelajaran yang memberikan motivasi kepada siswa, dengan respon-respon oleh siswa sebagai indikatornya : 

1. Respon akan di ulang bila akibat yang ditimbulkan menyenangkan. 
  • Pembelajaran harus menyenangkan
  • Pemberian umpan balik harus positif :
  • Respon terhadap hasil belajar peserta didik tidak boleh menyakitkan 
2. Perilaku belajar tidak hanya akibat dari respon, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan siswa.
Lingkungan harus kondusif:

  • Lingkungan sekitar belajar harus mendukung (termasuk fasilitas umum dan yang secara khusus mendukung pembelajaran). Didalam kelas hanya sebagai pemicu, karena yang ada di luar kelas yang akan menjadi bahan eksplorasi.
  • Penggunaan metode dan media yang bervariasi:
  • Metode dan media yang digunakan dalam pembelajaran merupakan beberapa aspek yang sangat mempengaruhi terbentuknya lingkungan belajar siswa, oleh karenanya perlu untuk diberi variasi agar siswa tidak selalu belajar pada suasana lingkungan yang monoton. 
3. Perilaku yang dihasilkan akan berkurang bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan.
Pemberian isi pembelajaran harus bermaknadalam kehidun keseharian peserta didik:

  • Kebermaknaan pembelajaran akan terbangun apabila dapat dihubungkan dengan hal-hal yang sering ditemui oleh peserta didik. Akan lebih kuat kebermaknaan jika peserta didik merasa bahwa apa yang dipelajarinya berguna untuk kepentingan sehari-hari atau mendukung untuk mencapai cita-cita keinginannya.  
4. Belajar yang terbatas akan ditransfer ke situasi lain secara terbatas pula.
Kegiatan belajar harus berkaitan dengan kondisi lingkungan yang nyata, lingkungan dan kehidupan sehari-hari:

  • Pembelajaran sebaiknya menggunakan sesuatu simulasi atau analogi yang sederhana, terutama jika menyangkut objek-objek yang kompeks atau tidak disukai siswa. 
5. Belajar mengeneralisai dan membedakan adalah dasar untuk membangun sesuatu yang kompleks.
Penyajian materi harus sistematis :

  • Penyampaian materi haruslah sesuai dengan scope dan sequence yang sesuai.
  • Menggunakan contoh (contoh itu selalu benar) maupun non-contoh :
  • Sebagai upaya menyederhanakan materi haruslah didampingi oleh contoh-contoh yang sederhana sampai yang rumit sevariatif mungkin sehingga menjadi simpul-simpul kenangan yang tidak terlupakan. Termasuk dengan memberikan non-contoh sesuatu yang berlainan dengan apa yang menjadi contoh. (missal, ketika menjelaskan tentang kuda maka harus dijalaskan pula tentang apa yang bukan kuda agar siswa benar-benar dapat membedakan kuda dengan hewan lain, keledai misalnya) 
6. Kesiapan mental mempengaruhi perhatian dan ketekunan selama proses belajar berlangsung.
Menggunakan media:

  • Sehingga dapat menarik perhatian peserta didik untuk mempelajari materi ajar.  
7. Kegiatan belajar yang dibagi kecil-kecil disertai cara penyelesaian untuk setiap langkah akan mempercepat pencapaian tujuan belajar.
Penggunaan buku teks terprogram, modul dan paket belajar lainnya:

  • Sehingga peserta didik tidak merasa terbebani dengan materi yang harus dipelajarinya dengan tanpa paksaan. Sebuah materi yang terlalu luas agar tidak disampaikan sekaligus dalam sekali penyampaian, agar siswa dapat membangun pemahaman utuh dengan lebih ringan. 
8. Kebutuhan menyederhanakan materi yang kompleks dapat dilakukan dengan menggunakan suatu model.
Penggunaaan media dan metode pembelajaran secara tepat:

  • Sebagai cara untuk memudahkan penyampaian informasi. Media dan metode yang digunakan agar disesuaikan juga dengan karakteristik dan isi materi yang akan disampaikan sehingga media dan metode dapat mempermudah penyampaian materi bukannya malah mempersulit.
Model-model pembelajaran:
  • Sehingga dapat terjadi konsistensi pembelajaran. Karena dengan digunakannya suatu model pembelajaran tertentu akan membuat proses pembelajaran menjadi terstruktur dan memiliki alur yang jelas. 
9. Keterampilan tingkat tinggi pada dasarnya terbentuk dari keterampilan yang sederhana.
Tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara sistematis:

  • Tidak terburu-buru untuk mencapai tujuan yang akan dicapai, akan tetapi scope (cakupannya) dan sequence (urutannya) harus bertahap dari yang sederhana ke yang kompleks. 
10. Belajar akan lebih cepat bila peserta didik memperoleh umpan balik dan cara meningkatkannya.
Kemajuan peserta didik harus diinformasikan secara teratur:

  • Umpan balik (feedback) dapat memberikan pengetahuan terhadap siswa tentang pencapaian belajarnya dan bagaimana pendapat gurunya mengenai pencapaian tersebut. Hal ini dapat menjadi penumbuh motivasi belajar siswa, terlebih jika diperkuat dengan penguatan (reinforcement) beruupa tips-tips belajar atau saran-saran positif. 
11. Perkembangan dan kecepatan siswa sangat bervariasi.
Perlu adanya strategi pembelajaran yang tepat:

  • Strategi yang digunakan jangan sampai mematikan potensi salah satu atau sebagian siswa, sehingga strategi yang digunakan semaksimal mungkin diupayakan dapat mengakomodir seluruh potensi siswa.
Perlu penyediaan materi yang dirancang secara individual:
  • Untuk mengantisipasi keunikan setiap siswa yang tidak terakomodir oleh strategi yang telah dirancang, perlu disediakan bentuk materi yang dirancang secara individual, salah satunya dapat berperan sebagai suplemen materi.
Memberi kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai kemampuannya:
  • Kemampuan siswa yang lebih cepat atau cenderung lambat jangan sampai tertahan atau ditinggalkan, dengan proporsi yang sesuai dan masing-masing harus diberikan perhatian sehingga tidak terabaikan 
12. Dengan persiapan yang baik siswa dapat mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri.
Memberi kesempatan pada siswa untuk memilih cara, waktu dan sumber belajar yang akan digunakan:

  • Pembelajaran selaiknya dapat memfasilitasi siswa untuk belajar dengan cara, waktu, dan sumber yang sesuai dengan karakteristik dan kesadarannya sendiri sehingga diharapkan pembelajaran akan berjalan lebih efektif.
  • Karena pada awalnya ada motivasi ekstrinsik. Setelah melewati proses pendidikan sehingga proses belajar menjadi sebuah kebutuhan dan timbul akibat dari adanya motivasi intrinsik. Motivasi muncul karena adanya ketertarikan terhadap materi yang diajarkan. Dan hal tersebut bias terjadi apabila peserta didik mengetahui kegunaan dari materi yang dipelajarinya.
  • Untuk membantu penerapan prinsip tersebut terdapat moodel pengembangan motivasi belajar ARCS model, yang merupakan akronim dari Attention(menarik perhatian: baru, aneh, unik, berguna), Relevance (sesuai dengan kebutuhannya atau bermanfaat),confidence (menumbuhkan kepercayaan diri), dan satisfaction (memberikan kepuasan belajar).

Fakta Besar Di Balik Kecilnya Nyamuk

Apa yang tergambar di benak Anda ketika mendengar kata “nyamuk”? mungkin jawabannya berbeda-beda. Namun, semua jawaban tampaknya mempunyai makna yang hampir mirip satu sama lain; nyamuk adalah binatang lemah yang bertubuh kecil, bisa terbang dan sekali “tepok” langsung mati.

Namun demikian, kehadirannya selalu membuat orang jadi jengkel, berbagai macam cara dilakukan agar tidak bertemu dengan binatang tersebut.

Ternyata tidak hanya itu, binatang yang satu ini memiliki beberapa fakta yang teramat mengejutkan sekaligus menakutkan, di antaranya:

  1. Memiliki 100 mata di kepalanya.
  2. Memiliki 48 gigi di mulutnya.
  3. Mempunyai 3 jantung di perutnya lengkap dengan bagian-bagiannya.
  4. Memiliki 6 pisau di belalainya dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda
  5. Memiliki 3 sayap pada setiap sisinya.
  6. Dia dilengkapi dengan alat pendeteksi panas yang bekerja seperti infra merah yang berfungsi memantulkan warna kulit manusia pada kegelapan menjadi warna ungu hingga bisa dilihat olehnya.
  7. Dilengkapi dengan alat pembius yang membantu dari bahaya jarumnya, agar manusia tidak merasakannya. Adapun yang kita rasa seperti gigitan adalah hasil dari hisapan darah kita.
  8. Dilengkapi dengan alat penyeleksi darah, hingga dia tidak menyedot sembarang darah.
  9. Dilengkapi dengan alat untuk mengalirkan darah hingga darah bisa mengalir lewat belalainya yang sangat lembut dan kecil.
  10. Dan yang lebih mengherankan lagi dari semua ini adalah bahwa ilmu pengetahuan modern telah mengungkap fakta bahwa di atas punggung nyamuk terdapat banyak serangga yang sangat kecil, yang tidak nampak kecuali dengan alat pembesar (mikroskop). 
Jika kita lihat fakta sejarah tentang nyamuk, maka kengerian kita akan semakin bertambah. Seperti yang terjadi di zaman Nabi Ibrahim a.s, bagaimana Raja Namrudz yang mengaku Tuhan tak berdaya melawan keganasan seekor nyamuk yang berhasil masuk ke dalam kepalanya melalui lubang telinga lalu memakan sebagian besar isi otaknya hidup-hidup. Nyamuk juga telah mengalahkan banyak raja-raja besar Romawi di zaman Alexander the Great, begitu juga yang terjadi pada zaman perang dunia 1 bagaimana prajurit inggris yang mati digigit nyamuk lebih banyak ketimbang prajurit yang mati tertembak peluru musuh, hingga kejadian-kejadian yang bisa kita saksikan saat ini yaitu bagaimana penyakit malaria dan wabah demam berdarah menjadi mesin pembunuh terbanyak sepanjang abad.

Benarlah apa yang dikatakan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat: 26, yang artinya: 

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk perumpamaan?.” dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” 
Maha Benar Allah SWT dengan segala firmanNya. [islampos]

Bahaya Lidah

Lidah adalah salah satu nikmat Allah dan keajaiban penciptaan-Nya. Kecil fisiknya tetapi besar ketaatan atau kedurhakaannya, sebab kejelasan antara kufur dan iman seseorang hanya diketahui dari kesaksian lidahnya. Iman dan kufur merupakan tingkatan tertingggi bagi ketaatan dan kedurhakaan.

Dengan anggota tubuh kecil ini seseorang bisa menungkapkan kehendaknya dan mengekspresikan perasaannya. Dengannya ia meminta orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, membela dirinya dan mengungkapkan isi hatinya. Dengannya ia menyapa teman duduknya dan menghibur sahabat karibnya. Dengannya ia bisa jatuh dan terhina atau bangkit meraih kehormatannya. Orang yang diam tidak mengungkapkan kebenaran merupakan setan yang bisu dan dia telah bermaksiat kepada Allah. Orang yang menyampaikan kebatilan merupakan setan yang berbicara, ia juga bermaksiat kepada Allah.

Secara umum bahaya lisan ada pada kesalahan dalam berbicara, berdusta, menggunjing (ghibah), adu domba (namimah), bermuka dua (nifaq), berkata-kata kotor, berdebat yang tidak ada gunanya, memuji diri sendiri, membicarakan kebatilan, menyebarkan permusuhan, menyakiti orang lain, menodai kehormatan orang lain, dan sebagainya. Komitmen bersikap diam memungkinkan seseorang untuk menghimpun tekad, mengedepankan sikap tenang, fokus untuk berfikir, berdzikir, beribadah dan selamat dari bahaya lidah, baik di dunia maupun di akhirat.

Hendaknya seorang mukmin berhati-hati dari berbagai bahaya lidah tersebut, sebab kelak ia akan dihisab (diadili) dan mendapat balasan. Allah Ta’ala berfirman, “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaaf: 18) Dan firman AllahTa’ala, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS.Al-Israa`: 36)

Di antara hadits-hadits yang menunjukkan masalah ini adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia selalu mengucapkan yang baik atau ia diam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) 


Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam juga menjadikan salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah tindakannya meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk dirinya. Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Di antara tanda-tanda bagusnya keislaman seseorang adalah tindakannya meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk dirinya.” (HR. At-Tirmidzi). Ketika ditanya tentang perkara yang lebih banyak memasukkan orang ke dalam neraka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Mulut dan kemaluan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Saudaraku, perhatikanlah betapa penting perkara ini, betapa besar bahaya lisan berikut ucapan yang keluar darinya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba berkata, (bisa saja) dengan perkataan itu menyebabkannya terperosok ke dalam api neraka, yang lebih jauh dari jarak antara timur dan barat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata –seakan-akan ia melihat realitas kehidupan orang pada hari ini-, “Anehnya, seseorang begitu mudah menjaga diri dari memakan makanan haram, tindakan zhalim, zina, mencuri, minum khamar, melihat yang haram, dan lain sebagainya, tetapi ia sulit menjaga lidahnya. Kamu bisa melihat orang yang terpandang dalam urusan agama, ahli ibadah dan seorang zuhud, tetapi ia mengucapkan kata-kata yang menuai murka Allah, sedangkan dia tidak peduli sama sekali. Dengan satu kata saja ia bisa tergelincir ke dalam api neraka lebih jauh dari jarak antara timur dan barat. Betapa banyak kamu melihat orang yang mejaga diri dari kekejian dan kezhaliman, tetapi lidahnya selalu menodai kehormatan orang yang hidup dan yang sudah meninggal dunia, tanpa sedikit pun memikirkan apa yang ia ucapkan.”

Saudaraku, penyakit lidah yang paling mewabah adalah ghibah (menggunjing). Yakni, tindakan anda yang menyebut-nyebut sesuatu dari saudara anda yang tidak ia sukai bila mendengarnya, baik yang anda sebutkan itu adalah kekurangan pada fisik, nasab (keturunan), akhlak, perbuatan, ucapan atau keberagamaannya, bahkan pada pakaian, rumah atau kendaraannya.

Bergunjing haram hukumnya berdasarkan ijma’ (konsensus) kaum muslimin, tidak ada yang dikecualikan dari hukum ini selain untuk sesuatu yang ditegaskan sisi maslahatnya, seperti dalam hal jarh wa ta’dil (studi kelayakan para perawi hadits) atau untuk nasehat. Allah Ta’ala berfirman,“…Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.…”(QS. Al-Hujuraat: 12)

Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan tentang ghibah (bergunjing), sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa beliau Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Tahukah kalian apa ghibah itu?” Mereka (para shahabat) menjawab, “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Kamu menyebutkan tentang saudaramu apa yang tidak dia sukai.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Bagaimana pendapat engkau bila apa yang aku sebutkan itu ada pada diri saudaraku?” Beliau bersabda, “Jika apa yang kamu sebutkan itu ada pada dirinya, maka kamu telah menggunjingnya, dan jika tidak ada pada dirinya, maka kamu telah memfitnahnya.”(HR. Muslim)

Bergunjing merupakan tindakan menciderai kehormatan kaum muslimin, padahal RasulullahShallallahu Alaihi wa Sallam telah melarang hal tersebut dalam sabdanya, “Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian haram bagi kalian (untuk diciderai).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Dalam hadits lain Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap muslim atas seorang muslim haram darahnya, harta bendanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Jauhilah gunjing dalam ucapan maupun pendengaran, sebab gunjing sebagaimana yang dikatakan Ali bin Hasan, “Bagaikan daging santapan anjing-anjing peliharaan manusia.”

Saudaraku, gunjing tidak terbatas pada ucapan semata, melainkan bisa terwujud pada perbuatan, isyarat, kedipan mata, sindiran, tulisan, dan gerakan. Setiap sesuatu yang bisa dipahami dengan bermaksud mengunjing orang lain, maka ia adalah gunjing dan hukumnya haram. Berusahalah untuk membela kehormatan kaum muslimin. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang menyelamatkan kehormatan saudaranya, maka Allah akan menyelamatkan wajahnya dari api neraka pada hari kiamat.” (HR. At-Tirmidzi)

Saudaraku, di antara hal yang mewabah di majelis-majelis pertemuan orang adalah celaan dan mengolok-olok yang hukumnya adalah haram. Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok)…” (QS. Al-Hujurat: 11)

Mengolok-olok adalah tindakan merendahkan, menghina dan menunjuk aib dan kekurangan orang lain, bisa dilakukan dengan perbuatan dan ucapan, bisa juga dengan isyarat dan sindiran. Jenis mengolok-olok yang paling berat adalah mengolok-olok agama Islam dan kaum muslimin. Karena bahaya dan besarnya masalah ini, para ulama bersepakat bahwa mengolok-olok Allah, agama-Nya, dan Rasul-Nya adalah tindakan kufur yang besar, mengeluarkan pelakunya dari agama Islam.

Sebagian orang semakin ‘kreatif’ dalam mencela dan mengolok-olok, ada yang mengolok-olok hijab (jilbab) muslimah, yang lain mencela penerapan syari’at Islam, ada yang mencaci para penyeru amar ma’ruf nahi munkar. Sunnah juga tidak luput dari olok-olok mereka, ada yang mengolok-olok jenggot, ada yang mencela pakaian pendek yang tidak menutup mata kaki (tidak isbal), padahal keduanya merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Untuk mengetahui bahaya mengolok-olok agama, mari kita simak firman Allah Ta’ala, “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa.” (QS. At-Taubah: 65-66). 


Di dalam asbabun nuzul (sebab turunnya) ayat, disebutkan bahwa seorang munafik berkata, “Aku tidak melihat para pembaca Al-Qur`an kita (maksudnya Rasulullah dan para shahabatnya), kecuali orang-orang yang paling buncit perutnya, paling berdusta lidahnya, paling pengecut ketika bertemu musuh.” Ucapan ini sampai terdengar oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika beliau hendak melakukan perjalanan dan sudah menaiki untanya. Orang munafik tadi berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami hanya bergurau dan bermain-main.” Lalu beliau membaca ayat, “…Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?…” (QS. At-Taubah: 65)

Allah menjelaskan posisi kaum pengolok terhadap kaum mukminin dan para pengusung kebaikan, dalam firman-Nya Ta’ala, “Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat.” (QS. Al-Baqarah: 212)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah memperingatkan bahaya-bahaya lidah, beliau bersabda, “Celakalah orang yang berdusta dengan mengucapkan satu ucapan untuk membuat orang lain tertawa. Celaka baginya, celaka baginya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)

Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa, dalam menjawab pertanyaan tentang masalah seseorang yang berkata kepada orang lain, “Hai jenggot.” dengan maksud mengolok-oloknya, menyatakan, “Mengolok-olok jenggot merupakan kemungkaran yang besar. Jika maksud orang tersebut mengatakan, ‘Hai jenggot’ adalah mengolok-olok, maka itu adalah tindakan kufur. Namun bila maksudnya adalah memberi julukan bagi orang tersebut agar mudah dikenal, itu bukan tindakan kufur. Namun demikian, tidak seyogianya seseorang memangggil dengan panggilan tersebut.”

Syaikh Muhammad bin Ibrahim berkata, “Sebagian orang pekerjaannya hanya mencari kesalahan ulama, baik yang ia temui maupun tidak, kemudian ia berkomentar, ‘Seharusnya yang lebih fleksibel adalah begini dan begini.’ Dikhawatirkan orang tersebut menjadi murtad, ia mencela mereka hanya karena mereka orang yang taat beragama.”

Kita akan mengakhiri majelis penuh berkah ini dengan hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,yang kita junjung tinggi dengan penuh cinta dan penghormatan, yang kita taruh di depan pelupuk mata, dan siap diamalkan dan dipraktekkan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada para shahabatnya, “Tahukah kalian siapakah orang yang pailit itu?” Mereka menjawab, “Seorang pailit bagi kami adalah orang yang tidak mampunyai dirham dan barang dagangan.” Beliau bersabda,“Seorang pailit dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, ia pun datang dan telah mencela ini, menuduh ini berzina, dan memakan harta milik orang ini, telah menumpahkan darah orang ini, dan memukul ini. Maka pahala amal baiknya diberikan kepada orang ini dan orang ini, bila amal kebaikannya telah habis sebelum tuntas bebannya, maka kesalahan mereka diambil dan diberikan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)

Ya Allah, sucikanlah lidah-lidah kami dari semua bahaya dan jadikanlah ia selalu berada dalam ketaatan kepada-Mu. Ya Allah, perbaikilah kondisi kaum muslimin. Wahai Tuhan kami, ampunilah kami, orang tua kami dan segenap kaum muslimin.

Rabu, 08 Mei 2013

Wudhu Dapat Membuat Kita Sehat

http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2011/07/wudu.pngDr. Magomedov, Ph.D, Assistant Department of The Man General Hygiene and Ecology, Daghestan State Medical Academy, mengatakan bahwa wudhu bukan hanya dapat menyembuhkan penyakit, tapi juga mencegahnya. Dia juga mendapati wudhu bisa merangsang irama tubuh alami, khususnya pada wilayah titik biologis.

Ketika kita berwudhu, maka 61 dari 66 titik refleksi tersentuh. Wudhu jadi seperti hidroterapi (terapi dengan menggunakan air). Menurut Magomedov, didalam tubuh manusia terdapat 700 BASes (Biological Active Spots), yang didefinisikan sebagai titik-titik spesial diatas kulit yang berhubungan dengan organ dalam.

Sebagaimana yang kita tahu, tugas kelenjar kulit adalah mengambil darah kotor kemudian membuangnya melalui pembuluh-pembuluh halus yang terdapat di permukaan kulit. Tentu saja kerja kelenjar permukaan kulit ini sangat membantu kerja ginjal. Karena ginjal bertugas membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh atau zat-zat beracun melalui air seni.

Dengan dibuangnya darah kotor dari dalam tubuh, maka kulit menjadi lebih bersih dan segar. Apalagi kita sekurang-kurangnya 5 kali berwudhu dalam sehari semalam. Dengan keadaan seperti itu, pastilah orang yang banyak berwudhu akan senantiasa sehat jasmani dan rohani.

Wallahu a'lam bi showab. Semoga Bermanfaat.
Read more:

Ampunan Allah Masih Bergantung pada Ampunan Hamba-Nya

Selama kita bersama teman, kakak, adik, ayah, atau ibu pasti ada ucapan atau sikap yang berkesan. Baik yang serius atau canda, baik atau buruk, disadari atau tidak, disengaja atau tidak, semua akan mendapatkan balasan di akhirat. Terkadang kita ingin bercanda dengan teman ketika iseng mencubit tangannya, namun kita tidak pernah tau apakah teman kita sakit hati atau tidak. Saat kita berbicara serius seringkali menyinggung lawan bicara.

Secara logika baik buruk ucapan atau perilaku bisa dibedakan. Namun tidak demikian menurut hati. Contoh simple saja, saat seseorang menegur kesalahan temannya di muka umum. Padahal dia berniat baik. Namun, tidak ada yang tahu bahwa yang ditegur sakit hati karena malu ditegur di depan orang banyak. Secara logika, si penegur telah berbuat baik. Namun, menurut hati tidak begitu.

Terkadang juga kita tidak sengaja menyenggol teman ketika berjalan. Lupa minta maaf karena terburu-buru. Bahkan ada pula yang tidak mau tahu dengan yang disenggolnya. Langsung saja pergi tanpa menolehkan kepala sedikitpun. Padahal korban sangat marah karena sudah disenggol. Semua perbuatan ini akan memberi pengaruh kepada nasib kita di akhirat.

Selama ini, jarang sekali kita mengingat hari akhir. Padahal ketika itu, semua orang tidak ada yang tahu bagaimana nasibnya masing-masing. Semua orang akan khawatir akankah mereka berjalan di jalan yang mulus ataukah di jalanan terjal penuh rintangan? Tidak seorangpun dapat memastikan jalannya. Yang diketahui hanyalah mereka harus mengumpulkan amal kebaikan sebanyak mungkin. Karena tidak ada seorangpun yang berharap melewati jalan yang rumit untuk dilewati.

Ketika kita dibangkitkan dari alam kubur, setiap manusia tidak lagi mengenal teman, kakak, adik, suami, istri, ayah, ibu, bahkan anak kandung sekalipun. Tidak lagi mengingat jasa-jasa seseorang. Ibu yang dahulu melahirkan, ayah yang membiayai hidup, teman yang menemani suka duka, kakak yang mengajari matematika, adik yang sering bermain bola bersama, semua itu hanyalah memori saat masih hidup.

Semua orang akan sibuk memikirkan nasib masing-masing. Mereka tidak memiliki perasaan apapun kecuali rasa khawatir. Takut jika nantinya mereka harus berakhir di neraka. Mencemaskan akankah ada pertolongan untuk mereka? Adakah syafa’at nabi Muhammad SAW untuk mereka? Akankah mereka merasakan panasnya matahari yang berjarak sejengkal dari atas kepala? Karena semua itu tergantung dengan amal ketika masih di dunia.

Di akhirat akan ada yaumul mizan (hari pertimbangan amal). Ketika itu, amal baik dan buruk ditimbang. Jika amal baik lebih berat dari amal buruk, maka akan selamat dari siksa neraka. Dan sebaliknya, jika yang lebih berat adalah amal buruk, maka tentu ia akan merasakan panasnya neraka. Semua perbuatan selama hidup akan memepengaruhi timbangan amal ketika yaumul mizan. 

Perbuatan kepada teman, kakak, adik, suami, istri, ayah, atau ibu yang dahulu dianggap remeh, tidak disengaja, atau dianggap canda padahal tanpa disadari menyakiti hati mereka, akan berakibat pada hari pertimbangan amal di akhirat. Semua orang akan saling menuntut balas tanpa kenal siapa yang dituntut, ibukah, ayah, atau mungkin anak. Tidak lagi memikirkan status hubungan mereka ketika di dunia. 
Semua saling menuntut. Ada seorang anak yang menuntut orang tuanya,”Ya Allah dulu dia mebiarkanku berada dalam kesesatan. Padahal dia berkewajiban mengingatkanku.” Maka, ketika itu amal kebaikan orang tua si anak akan diberikan kepada anaknya. Dan seketika timbangan amal si anak bertambah sementara orang tuanya akan berkurang.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya karena tidak membimbingnya ketika di dunia, padahal termasuk kewajibannya. Seorang teman yang menuntut temannya karena dahulu ia tersakiti oleh kata-kata yang sebenarnya secara logika adalah canda namun, tanpa sadar telah melukai hatinya. Seorang adik yang menuntut kakaknya karena dulu pernah dicubit. Padahal ketika masih di dunia, kakaknya tidak berniat jahat melainkan canda.

Disimpulkan dari keterangan tersebut, bahwa segala perbuatan selama di dunia akan mempengaruhi timbangan amal ketika di akhirat. Terlebih perbuatan yang dianggap remeh. Maksud hati adalah canda padahal tanpa disadari ternyata dapat menyakiti hati seseorang. Dan inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa kita diperintahkan untuk memperbaiki hubungan dengan haqqul adamy (sesama manusia). 

Allah SWT yang ampunanNya teramat luas, sudah tentu akan mengampuni hambaNya yang berdosa sekalipun ia menanggung dosa besar, jika ia mau memohon ampun dan bertaubat kepadaNya. Namun, apabila dosa yang ditanggung adalah yang berkaitan dengan sesama manusia, maka sekalipun sekecil atom jika ia belum meminta maaf kepada yang terkait, maka Allahpun tak kan mungkin memberikan maafNya. 
Yang perlu diingat adalah hati yang telah dikaruniai oleh Allah merupakan perangkat lunak yang paling sulit dijaga. Tidak salah jika orang arab menyebutnya dengan qalbun, dari asal kata qalaba (berbolak-balik). Sebab, kita tak pernah tau hati seseorang yang mengikhlaskan perbuatan atau ucapan kita atau tidak. Hati itu selalu berbalik. Adakalanya ia berkata “ya” dan adakalanya ia berkata “tidak”. Bisa saja saat ini hati berkata “ya”, namun tidak ada yang tau jika sedetik kemudian ia berbalik menjadi “tidak”.

Dari itu, kita harus selalu menjaga hubungan yang berkaitan dengan dengan haqqul adamy, serta perangkat dalam hubungan kita dengan mereka. Agar semua amal kebaikan yang telah kita kumpulkan dengan segenap upaya tidak kan sia-sia. Allahummahdina, wa’fu ‘anna, waghfir lana, warhamna, amin.

Sungguh Dahsyat, Sujud Bikin Tambah Cerdas

Seorang doktor di Amerika telah memeluk Islam kerana beberapa keajaiban yang ditemuinya dalam penyelidikannya­. Dia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang doktor neurologi. Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan pengobatan secara Islam dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan “Pengobatan Melalui Al-Quran”. Kajian pengobatan melalui Al-Quran membuatkan obat-obatannya berpatokan apa yang terdapat di dalam Al-quran. Diantara cara-cara yang digunakan adalah berpuasa, mengkonsumsi madu, biji hitam (blackseed) dan sebagainya.

Apabila ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka doktor tersebut memberitahu bahwa semasa beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa urat saraf di dalam urat manusia yang tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal.

Setelah membuat kajian yang memakan waktu cukup lama, akhirnya beliau mendapati bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia melainkan pada saat seseorang itu sedang sujud ketika mengerjakan Sholat. Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk beberapa saat saja. Yakni, darah hanya akan memasuki urat tersebut mengikut kadar Sholat waktu yang diwajibkan oleh Islam.

Columbia University State pernah melakukan penelitian tentang otak. Ternyata, di otak terdapat sebuah bagian yang tidak teraliri darah. Tapi, bagian tersebut dapat teraliri darah bila kita melakukan gerakan khusus seperti sujud yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

Walaupun tidak menyebutkan secara gamblang tentang waktu-waktu tersebut, tapi waktu-waktu tersebut berada sekitar Sholat Lima Waktu yang kita (Umat Islam) lakukan setiap hari. Efek dari teraliri-nya bagian dari otak tersebut adalah dapat membuat kerja otak menjadi maksimal. Sehingga, kemampuan otak dalam bekerja (seperti, menghitung, menghapal, belajar dan lain-lain) bisa lebih baik dan tentunya menambah kecerdasan otak kita. (kisahislami.com)

Begitulah salah satu rahasia Allah yang terungkap dari syari’at sujud dalam shalat, khususnya lima waktu. Ini akan semakin menyingkap banyak fenomena yang tersembunyi di balik syari’at islam dan hukum islam. Walau memang disadari bahwa ada hukum-hukum yang reasonable (bisa diketahui alasanya) dan juga ada hukum yang irreasonable (tidak diketahui alasannya). Nah yang tidak diketahui alasan-alasanya inilah yang coba terus diungkap oleh manusia. Dengan tujuan agar keimanan makin menancap sehingga tidak ada lagi godaan. Keimanan akan makin menguant karena kita sadar bahwa semua syari’at yang telah Allah tetapkan mengandung kemaslahatan bagi manusia.

Kalau melihat pada hadits-hadits yang pernah disabdakan oleh Nabi Muhammad, kita juga pasti akan menyadari betapa sujud itu sungguh mengandung sesuatu yang besar. Semisal dua hadits berikut,
“Seseorang muslim yang bersujud kepada Allah satu kali saja, maka Allah akan mengangkat derajatnya dan akan menghilangkan kejelekan darinya” (HR. Ibnu Majah) 


“Sesungguhnya sesuatu yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Allah ada sujud” (HR. Muslim)
Reff

7 Tanda Kebahagiaan Dunia


Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di masjid. Suatu hari ia ditanya oleh para tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) kunci kebahagiaan dunia, yaitu:

1. Qalbun syakirun (hati yang selalu bersyukur)
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat ALLAH SWT, sehingga apapun yang diberikan ALLAH, ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan ALLAH.

Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu, “Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Dan bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya.

2. Al azwaju shalihah (pasangan hidup yang sholeh)
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholehah, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya.

3. Al auladun abrar (anak yang sholeh)
Saat Rasulullah SAW thawaf, beliau bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet- lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu, “Kenapa pundakmu itu?” Jawab anak muda itu, “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya” Lalu anak muda itu bertanya, ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”

Nabi SAW memeluk anak muda itu dan mengatakan, “Sungguh ALLAH ridho kepadamu, kamu anak yang sholeh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu” Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan ALLAH.

4. Albiatu sholihah (lingkungan yang kondusif untuk iman kita)
Kita tentu boleh mengenal siapapun, tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat, haruslah orang- orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Sebagaimana Rasulullah yang menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh yang akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

5. Al malul halal (harta yang halal)
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdo’a sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan?” Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do’anya akan sangat mudah dikabulkan ALLAH. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hati semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.

6. Tafakuh fi dien (semangat untuk memahami agama)

ALLAH menjanjikan nikmat bagi umat-NYA yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada ALLAH dan rasul-NYA. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman.

7. Al-umrul mabruk (umur yang baroqah)
Umur yang baroqah itu adalah umur, yang selalu diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak nostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome).

Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan ALLAH. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya.