aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Rabu, 03 Juli 2013

KARAKTERISTIK ORANG BERTAQWA

Kata taqwa begitu penting dalam kehidupan. Sebab ketaqwaan adalah benteng terhadap setiap aktivitas dan gerak yang kita lakukan. Tanpa adanya ketaqwaan, kita akan menjadi liar dan buas, bagaikan binatang yang hidup di hutan. 

Lalu ketaqwaan yang bagaimana yang menjadi pengendali, agar kehidupan kita lebih berarti?
ALLAH SWT berfirman:

"Dan bersegeralah kamu pada ampunan dari Tuhan-mu, dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa." (QS. Ali 'Imron : 133)


Siapakah orang-orang yang bertaqwa itu?
Ayat 134 dan 135 dalam surat yang sama ALLAH SWT memberikan jawaban: 

"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan ALLAH, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada ALLAH? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui."


Melalui firman ALLAH tersebut di atas, dapat dikemukakan, beberapa ciri-ciri orang bertaqwa, yang harus kita perjuangkan dalam kehidupan: 

Menafkahkan Harta

Kondisi ekonomi dan keuangan biasanya mengalami fluktuasi, turun naik, kadang baik, kadang buruk, dan tidak selamanya bagus. Bagi orang yang bertaqwa, dalam kondisi apa pun juga, menafkahkan sebagian rizki, untuk kemaslahatan, adalah suatu kebutuhan tersendiri. Dia akan selalu ingin & selalu bahagia untuk menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit.

Seorang hamba ALLAH yang bertaqwa, tidak mungkin akan ditunggangi oleh uang atau harta. Sebaliknya, uang atau hartalah yang dijadikan alat atau tunggangan orang yang bertaqwa, dalam mencapai tujuan yang mulia. Orang bertaqwa sadar betul akan nasehat al-Quran dalam surat al-An’am ayat 32 yang menyatakan: 

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka Tidakkah kamu memahaminya?" 

Menahan Amarah 

Sebagai manusia biasa terkadang merasa dikecewakan oleh keadaan, atau bahkan oleh sahabat sendiri. Kita bisa marah besar karena maksud yang tak sampai atau karena merasa martabat kita dilecehkan atau dinistakan. Banyak sebab yang menyulut kemarahan. Hanya saja, sebagai orang yang bertaqwa harus berusaha meredam kemarahan, agar tidak meledak dan membakar suasana, bahkan bisa merugikan.

Orang bertaqwa bukannya tidak bisa marah. Pasti sesekali orang bertaqwa juga dapat marah, bahkan sangat marah. Namun kemarahan orang bertaqwa Insya ALLAH tidak sampai kalap, yang menyebabkan mata gelap dengan meninggalkan pertimbangan akal sehat.

Pandai Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Sebagai orang yang bertaqwa kita tidak boleh menyimpan dendam kesumat tanpa akhir pada orang lain, disebabkan seseorang pernah berbuat salah pada kita, baik sengaja atau tidak. Orang yang baik (muhsin) adalah orang yang pandai mengendalikan amarah dan lapang dada, serta mudah memaafkan kesalahan.

Ketahuilah dendam dan rasa dengki, bila terus dipelihara akan menjadi penyakit rohani, yang sulit diobati. Penyakit ini akan menguras stabilitas mental dan psikologi. Dengan demikian bila marah, diikuti dengan rasa dendam di hati, kemudian diperkuat dengan sifat iri dan dengki, jika tidak cepat-cepat dijauhi, maka hidup kita akan terasa sumpek, pengap bahkan menyiksa diri sendiri. Itulah sebabnya, surga yang indah disediakan buat orang-orang yang bertaqwa, yakni siapa saja diantara kita yang tidak gampang marah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain.

Segera Bangkit dan Bertaubat

Orang bertaqwa mungkin saja dalam rentang kehidupan pernah tergelincir ke lembah dosa dan kemaksiatan. Namun begitu tepeleset melakukan dosa yang menjijikan kita segera bangkit memohon ampun dan beristighfar ke pada Tuhan.

Jadi, sangat berbeda tajam antara orang bertaqwa dengan orang yang tidak bertaqwa. Orang yang tidak bertaqwa, yang tidak mendapat hidayah atau bimbingan Tuhan, biasanya, cenderung mencandu dalam lembah dosa dan kemaksiatan. Sebagai contoh; orang yang sudah kecanduan judi, tidak mudah dipisahkan dari tarikan judi yang semakin mendarah-daging. Kadang kala penjudi rela jatuh pailit, kalau perlu, ludes seluruh harta serta rumahnya yang luar biasa, bahkan tanpa menyesal, sekalipun terbenam dalam perangkap judi yang telah menghancurkan tatanan kehidupan.

Atau orang yang hidup dari “menternakan” uang, lewat riba yang berlipat ganda. Meskipun “bekerja” sebagai lintah darat sama sekali tidak terhormat, bahkan dikutuk oleh masyarakat, orang yang sudah menikmati dunia riba dan perlintah-daratan, tidak akan mudah meninggalkan kebiasaan, yang telah dijadikan mata pencaharian.

Atau orang yang mengumbar kebebasan seksual, yang diistilahkan zaman sekarang sebagai "womanizer". Orang semacam ini juga tidak akan pernah puas dengan berbagai eksprimen untuk memenuhi nafsu syahwat yang serakah. Tanpa sinar terang dari ALLAH, sangat sulit, untuk dapat membebaskan diri dari perangkap syahwat, yang tiada bertepi.

Di sinilah, betapa al-Quran sangat tepat menggambarkan ciri-ciri sekaligus watak kita sebagai orang yang bertaqwa. Yaitu bila tergelincir ke jeratan dosa, kita insya ALLAH akan segera melepaskan diri dan kembali kepada petunjuk Ilahi. Dan yang paling penting adalah segera melakukan pertobatan untuk tidak mengulangi kemaksiatan yang telah terlanjur dilakukan.
Terakhir, marilah kita selalu berserah diri, agar hidup yang kita lalui dan Ramadhan yang sedang kita jalani, diberkahi dan mendapat ridha di sisi Ilahi.

Selamat menunaikan ibadah shaum, perbanyak istighfar & amal sholih. Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan ALLAH ta'ala. Amien...


Ciri-Ciri Orang Bertaqwa lainnya:
  • Membaca Alquran sebagai kitab petunjuk (QS.2:2)
  • Beriman kepada adanya akhirat (QS.2:1-5).
  • Menepati janji apabila ia berjanji, dan bersabar disaat dalam kesempitan, penderitaan dan peperangan (QS.2:177).
  • Menunaikan ibadah puasa (QS.2:183).
  • Menunaikan ibadah haji (QS.2:197).
  • Meninggalkan Riba (QS.2:278)
  • Orang-orang yang selalu memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’aala dan mengikrarkan bahwa dia telah beriman serta bermunajat kepada-Nya agar dia terpelihara dari siksa neraka (QS.3:16).
  • Orang-orang yang minta ampun diwaktu sahur (QS.3:17).
  • Orang-orang yang tidak melakukan perbuatan keji itu lagi (QS.3:133-136).
  • Orang-orang yang takut akan adzab Allah subhanahu wa ta’aala.
  • Berlaku adil (QS.5:8).
  • Bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah (QS.5:35)
  • Orang-orang yang langsung ingat kepada Allah ketika merasa was-was, dan langsung dapat melihat kesalahan-kesalahannya (QS.7:201)
  • Mampu membedakan antara haq dan batil (QS.8:29)
  • Berkumpul bersama orang-orang yang benar (QS.9:119)
  • Orang-orang yang takut akan tibanya hari kiamat (QS.21:49).
  • Mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah subhanahu wa ta’aala (QS.22:32).
  • Tidak menuruti keinginan orang-orang Kafir dan orang-orang Munafik (QS.33:1)
  • Mengucapkan perkataan yang benar (QS.33:70)
  • Orang-orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya (QS.39:33).
  • Berbuat kebaikan di dunia (QS.39:10)
  • Merendahkan suaranya disisi rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam (QS.49:3).
  • Melakukan persiapan untuk hari esok (QS.59:18)

Selasa, 02 Juli 2013

Cara Setan Menelanjangi Wanita

LANGKAH SETAN MENELANJANGI PARA WANITA  
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su'). 

Setan tahu persis kecenderunga n nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah. Berikut ini tahapan-tahapannya.

Menghilangkan Definisi Hijab ...

Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekedar pakaian atau mode hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar'i, pakaian ya pakaian, apa pun bentuk dan namanya.

Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai.

Berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar'i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekedar mode. Biarpun hidup kapan saja dan di mana saja, maka hijab syar'i tetap dipertahankan.

Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya?

Pertama, Membuka Bagian Tangan ...

Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka, maka setan mem-bisik kan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bagian hasta (siku hingga telapak tangan).

"Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan setan. Dan benar sang wanita akhirnya memakai pakain model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki yang melihat nya juga biasa-biasa saja. Maka setan berbisik," Tuh tidak apa-apa kan?

Kedua, Membuka Leher dan Dada ..


Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan hal baru lagi. "Kini buka tangan sudah lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bagian atas dada kamu.
Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekedar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak gerah. Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya bagian kecil saja yang terbuka."

Maka dipakailah pakaian model baru yang terbuka bagian leher dan dadanya dari yang model setengah lingkaran hingga yang model bentuk huruf "V" yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bagian sensitif lagi dari dadanya.

Ketiga, Berpakaian Tapi Telanjang ... 


Setan berbisik lagi, "Pakaian kok hanya gitu-gitu saja, cari model atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya? Sang wanita bergumam. "Banyak model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang," setan memberi ide baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan. "Nggak apa-apa kok, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin," begitu dia menambahkan.

Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparan, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat 'ariyat (berpakaian tetapi telanjang).

Keempat, Agak di Buka Sedikit ...

Setelah para wanita muslimah mengenakan busana yang ketat, maka setan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki wanita itu, "Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha?" Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih kelihatan lincah dan enerjik."

Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih enak dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik ke jok mobil. "Yah tersingkap sedikit nggak apa-apa lah, yang penting enjoy," katanya.

Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya model, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab syar'i yang sebenarnya. Maka kini mulailah setan pada tahapan berikutnya.

Terbuka Sedikit Demi Sedikit ...

Kini setan melangkah lagi, dengan trik dan siasat lain yang lebih ampuh, tujuannya agar para wanita menampak kan bagian aurat tubuhnya.

Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit ...

Setan Berbisik kepada para wanita, "Baju panjang benar-benar membuat repot, kalau hanya dengan membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa, lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata kaki.

" Ini baru agak longgar. "Oh ada yang kelupaan, kalau kamu bakai baju demikian, maka jilbab yang besar tidak cocok lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh orang tetap menamakannya dengan jilbab."

Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini buru-buru mencari model pakaian yang dimaksudkan. Tak ketinggalan sepatu hak tinggi, yang kalau untuk berjalan mengeluarkan suara yang menarik perhatian orang.

Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis ...

Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang-orang yang melihat juga tidak begitu peduli. Maka setan kembali berbisik, "Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak bereaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang.

Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari model lain yang lebih enak, bukankah kini banyak rok setengah betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu mencolok, hanya terlihat kira-kira sepuluh senti saja." Nanti kalau sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang terbuka hingga setengah betis."

Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah menjadi penasehat pribadinya, sehingga apa yang saja yang dibisikkan setan dalam jiwanya dia turuti. Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

Ketiga, Terbuka Seluruh Betis ...


Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, setan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang sang wanita berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu.

Namun buru-buru bisikan setan dan hawa nafsu menyahut, "Ah jelas enggak, kan sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu para lelaki mengangkat pakaiannya hingga setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain, sekarang banyak laki-laki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki, maka wanitanya harus menyelisihi mereka yaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak seluruh betisnya."

Tetapi... apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum laki-laki," gumamnya. "Fitnah? Ah itu kan zaman dulu, di masa itu kaum laki-laki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup.

Tapi sekarang sudah berbeda, kini kaum laki-laki kalau melihat bagian tubuh wanita yang terbuka malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini berarti sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama suka? Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari yang di emperan hingga yang yang bermerek kenamaan, seperti Cristian Dior, semuanya menawarkan model yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman."

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis biasa dia kenakan, apalagi banyak para wanita yang memakainya dan sedikit sekali orang yang mempermasalahkan itu. Kini tibalah saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari siasatnya untuk melucuti hijab wanita.

Serba Mini ... 


Setelah pakaian yang menampak kan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan setan yang lain. "Pakaian membutuhkan variasi, jangan itu-itu saja, sekarang ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah."

Maka akhirnya rok mini yang menampakkan bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian dada sekaligus bagian punggung nya dan berbagai model lain yang serba pendek dan mini.

Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian pesta, berlibur, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, sore, musim panas, musim dingin dan lain-lain, tak ketinggalan celana pendek separuh paha pun dia miliki, model dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya telah dicoba.

Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia.

Hingga suatu ketika, muncul ide untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian paling rawan saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada.

Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan "bikini". Karena semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na'udzu billah bisikan setan berhasil, tujuannya tercapai, "Menelanjangi Kaum Wanita."

Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan laki-laki lain, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu" Setan tak mau ambil resiko.

Penutup ... 


Demikian halus, cara yang digunakan setan, sehingga manusia terjeru-mus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan.

Jangan biarkan berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita untuk mengatasinya.

Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah, kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyeng-sarakan, baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat .... 

BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI  
Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ...
Reff .

Motivasi, Komitmen dan Konsistensi

Setiap orang dalam hidupnya memiliki jatah waktu yang sama. 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Tidak ada orang yang memiliki waktu lebih dari itu. Yang membedakan adalah umur, yang telah digariskan oleh Sang Penciptanya.

Walaupun memiliki waktu yang sama, tidak semuanya bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan maksimal. Ada yang berhasil memanfaatkan waktu untuk menghasilkan karya terbaik, tetapi ada juga yang sama sekali belum bisa menghasilkan karya terbaik. Apa yang membedakannya?

Yang pertama adalah motivasi untuk menghasilkan karya terbaik itu berbeda bagi setiap orang. Tidak semua orang memiliki motivasi untuk mebuat karya terbaik dan berhasil. Padahal motivasi adalah awal dari segala keberhasilan yang bisa kita capai. Orang dengan motivasi yang tinggi, berarti pantang menyerah, tidak kenal lelah. Orang seperti ini cenderung bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan efisien. Dalam 1 hari, bisa membagi waktu untuk mengerjakan karya terbaik. Tidak harus 24 jam untuk bekerja, tetapi membagi dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga dan masyarakat sekitar. Dengan itu semua niscaya karya terbaik bisa dengan mudah didapatkan.

Orang dengan motivasi ala kadarnya cenderung malas ketika mengerjakan sesuatu. Mereka cukup puas dengan hasil ala ladarnya. Bahkan sering menunda pekerjaan untuk sesuatu yang tidak penting. Tidak ada keseimbangan antara bekerja, bermain, maupun keluarga dan masyarakat. Hasilnya karya yang dihasilkan pun ala kadarnya saja.

Yang kedua adalah komitmen. Komitmen berasal dari motivasi yang terus menerus dijaga dilevel tertinggi. Komitmen berbanding lurus dengan efektivitas waktu yang kita miliki. Ketika kita berkomitmen untuk menghasilkan karya terbaik, efektivitas waktu adalah syaratnya. Tidak ada kata malas, tidak ada kata tidak memiliki waktu. Komitmen untuk mengatur waktu membuat kita bisa memilih apa yang harus dikerjakan saat ini dan mana yang bisa diundur untuk sementara. Supaya karya terbaik bisa kita hasilkan.

Yang ketiga atau terakhir adalah konsistensi. Motivasi dan komitmen harus terus dipupuk dan dijaga supaya tetap bisa maksimal. Konsisten berarti disiplin terhadap waktu yang telah ditetapkan dari awal. Tidak berarti harus selalu melakukan sesuatu sesuai rencana walau apapun yang terjadi, tetapi lebih ke fokus ke tujuan semula. Tidak masalah berbeda dari rencana awal, asalkan hasil yang diraih lebih maksimal. Terkadang harus mundur 1 langkah supaya bisa maju 3 langkah.

Motivasi, komitmen dan konsistensi, tiga hal yang membedakan keberhasilan seseorang. Tentu saja keberhasilan tidak hanya sekedar menjadi kaya dan banyak materi. Karya terbaik bukan yang menghasilkan banyak uang atau banyaknya orang yang kagum terhadapnya. Tetapi juga hal hal kecil yang membuat kita lebih berkembang menjadi lebih baik adalah salah satu bentuk keberhasilan juga. Karya terbaik dihasilkan ketika motivasi, komitmen dan konsistensi bergabung menjadi satu kesatuan.

Orang-orang dengan motivasi dan komitmen tinggi dan konsisten bisa membagi waktu dengan baik. Seimbang antara pekerjaan dan keluarga serta masyarakat. Orang-orang dengan motivasi rendah, komitmen yang lemah dan tidak konsisten tidak bisa membagi waktu dengan baik.

Itulah yang membedakan kondisi seseorang dengan dan tanpa karya terbaik. Buat kita semua yang masih belum bisa menghasilkan karya terbaik, silahkan teliti ulang motivasi, komitmen dan konsistensi kita dalam kehidupan. Mungkin kita perlu mereset kembali sebelum beraktivitas sehari hari. Karena kita punya waktu yang sama dengan orang lain. Jika mereka bisa, kita juga pasti bisa. Kuncinya ada di Motivasi, komitmen dan konsistensi.

Guru Empati Siswa Simpati

Salah satu elemen terpenting dari sebuah penemuan sebagai cikal bakal terbentuknya ilmu pengetahuan jika seseorang memiliki keberanian untuk bertanya ,seperti apa ini,mengapa begitu ,bagaimana caranya dsb. Demikian juga pembelajaran yang efektif jika dapat merangsang rasa ingin tahu sisa untuk mengksplorasi,menggalai lebih dalam serta tercapainya tingkat ketahanan mlalui aktivitas bertanya para peserta didik .namun tidak jarang sisa tidak memiliki kebaranian bertanya...?

Ketidak beranian bertanya sisa bisa disebabkan macam macam diantaranya disebabkan dari dalam diri seperti tidak terbiasa bertanya,takut salah ,takut ditertawakan,takut dianggap bodoh dsb .Sedangkan yang disebabkan oleh luar dirinya adalah perilaku pendidik seperti pernyataan berikut ini:

· Bukankah pertanyaanmu itu tadi sudah ditanyakan oleh temanmu..?
· Pertanyaanmu tidak bermutu..?
· Pertanyaanmu sudah terjawab melalui pertanyaan mu tadi..?
· Sudah nggak usah tanya macam macam ...?dsb 


Pernyataan seperti ini membuat siswa enggan untuk bertanya atau bahkan memilih diam daripada kena damprat walaupun sebenarnya dirinya tidak mengerti sama sekali dengan mata pelajaran yang sedang dan sudah dijelaskan.

“ if your student are afraid to disgree with you ,you lose out on their knowledge and creativity “.  

Seorang pendidik harus berusaha agar sisa tetap memiliki rasa percaya diri saat mengikuti kegiatan pembelajaran ,bahkan semestinya dapat menghargai setiap keunikan anak didik termasuk dalam hak untuk bertanya dari seorang siswa,agar terjadi suasana bertanya dari peserta didik ,mulailah dengan sedikit menceritakan atau memutarkan sebuah video pembelajaran yang relevan dengan materi yang akan dibahas ( maksimal 7menit ) ,kemudian amati ketertarikan dan minat sisa selanjutnya berikan pertanyaan kepada mereka “Seperti apa pendapatmu tentang tayangan tadi...?”

Sebagai guru harus dapat menyesuaikan diri dengan perilaku belajar siswa termasuk jangan memberondong siswa dengan aneka ceramah tentang pengetahuan sebagai guru atas materi yang anda anggap sebagai satu satunya sumber belajar ,padahal saat ini sumber belajar sisa sangat beragam dari berbagai media.

Jika mendaptkan perbedaan pendapat dengan sisa tetaplah hargai pribadi sisa dengan mengucapkan “pendapat kamu baik ,saya sendiri baru tahu tentang pertanyatanmu tadi ,terima kasih,kira kira bisakah kamu bantu dari mana sumber pengetahuan itu kamu dapat...?

Pengalaman yang menyenangkan pada diri siswa itu cenderung mendorong siswa untuk membantu anda dalam mendapatkan jawaban bagi peserta didik yang lain,sekaligus sisa akan merasa percaya diri untuk mengajukan pernyataan maupun pertanyaan sebagai bagian dari kegiatan belajarnya.Disamping bagi siswa lain setiap kata dan tindakan anda akan mendtangkan rasa hormat dan minat yang tinggi terhadapkegiatan pembalajaran yang anda selenggarakan.

Nabi SAW bersabda ; “ tiga perkara yang dapat mensucikan kecintaan teman anda kepada anda yaitu; anda memberi salam lebih dahulu jika bertemu dengannya,anda lapangkan tempat duduknya dan anda panggil dengan nama kesukaannya”

Strategi Pembelajaran Yang Lebih Bermakna (Kurikulum 2013)

  Seorang guru saat ini tidak hanya dituntut bisa berceramah didepan kelas dan mencapai “target” kurikulum saja tetapi juga harus memahami makna membelajarkan serta mendidik siswa.. Makna membelajarkan dan mendidik siswa harus diwujudkan dalam perencanaan,tujuan dan strategi pencapaian kegiatan belajar mengajar.

Ibarat semua pohon pembelajaran adalah proses membangkitkan potensi tumbuh kembang peserta didik...! 

Perencanaan bukan sekedar penyusunan rencana pembelajaran yang bersifat administrasi melainkan semuah imajinasi guru yang diwujudkan dalam perencanaan untuk menentukan materi apa yang akan diajarkan kepada siswa sesuai “kebutuhannya”. 


Tujuan pembelajaran bukan sekedar menghabiskan materi pelajaran yang terdapat dalam buku paket ,melainkan mulai mengukur seberapa besar pencapaian daya serap siswa dalam menyerap materi yang diajarkan.

Sedangkan strategi pembelajaran meliputi kepekaan guru dalam menggunakan metode yang tepat agar efektif sesuai dengan perilaku dan gaya belajar siswa.Perencanaan pembelajaran adalah merupakan kewajiban guru .Tujuan pembelajaran diperuntukkan kepentingan terbaik siswa ,sedangkan Strategi Pembelajaran merupakan kompetensi seorang professional dan kompetensi pedagogic seorang guru.

Mulai dari perencanaan tujuan dan strategi pembelajaran semestinya dapat mempengaruhi ranah kognitif ,afektif ,psikomotor dan spiritulitas peserta didik.Mempengaruhi kogintif siswa artinya bersifat memperkuat pemahaman atas ilmu yang dipelajarinya secara realistis dan logis,mempengaruhi ranah afektif artinya dapat mengasah sisi emosi dan empati siswa sekaligus membuat siswa menjadi senang dan bersemangat dalam belajar, mempengaruhi secara psikomotor artinya siswa memiliki ketrampilan dalam menjalani hidup sesuai dengan perkembangan nya, mempengaruhi secara sipiritulitas artinya membuat siswa semakin meyakini kebesaran Tuhan lantaran ilmu yang dipelajarinya.

Jika perencanaan pembelajaran cuma untuk membuat siswa hafal atau mendapatkan nilai bagus anda hanya baru menyentuh kognisi siswa ,anda adalah guru yang sekedar mengajar. Tetapi kalau anda sebagai guru dapat menyentuh sisi empati dan meningkatkan keterampilan siswa maka anda guru yang sudah menjadi inspirasi siswa .Namun apabila anda dapat meningkatkan akhlak dan keimanan siswa anda adalah guru yang memberi teladan spiritulitas kepada siswa.

Tujuan pembelajaran anda bukan sekedar membuat siswa hafal materi yang diajarkan namun terlebih dari itu membuat siswa memahami dan selanjutnya dapat meningkatkan rasa ingin tahu nya untuk belajar lebih luas dan lebih dalam secara berkesinambungan sehingga dapat meraih prestasi dan daya saing.Karena itu tujuan pembelajaran harus anda desain agar siswa memiliki keterampilan diri dalam disiplin belajar sekaligus memiliki motivasi belajar yang tinggi secara berkesinambungan.

Strategi pembelajaran semestinya menjadi “kepribadian” anda dalam melakukan kegiatan belajar belajar. sehingga.Pada ranah kognitif siswa ingin menjadi lebih baik dalam penguasaan materi pelajaran ,nilai angka akademik dan berprestasi.Pada sisi afeksi dan pikomotor siswa dapat membuat siswa menjadi suka bangga dan bermakna saat belajar bersama anda sehingga siswa memiliki rasa percaya diri karena dapat mengenali potensi “keberbakatannya”.

Pada akhirnya sebagai guru yang dapat membangun ranah spiritulitasnya dapat diwujudkan dengan membuat siwa berupaya agar dapat memberikan manfaat kepada lingkungan dan orang lain. Sehingga menghasilkan budaya meneliti dan kreatif produktif menyelesaikan persoalan dan memberikan solusi dari persoalan hidup disekitarnya.

Bagaimana agar siswa merasa bermakna dalam kegiatan pembelajarannya tergantuung bagaimana anda sebagai guru mengahayati makna mendidik dan membelajarkan siswa…?

Jumat, 21 Juni 2013

Nasehat Untuk Putriku

Wahai putriku, aku masih teringat masa kecilmu, tampak kepolosanmu tanpa dosa. Terlintas dibenakku sebuah makna tanggung jawab. Dirimu pun akan selalu berkembang seiring berjalannya waktu. Dan tanpa terasa engkau telah di ambang kedewasaan. Tergugah kesadaranku bahwa tiba-tba dirimu dalam suasana yang amat menghawatirkan. Engkau berada pada zaman kejayayan iblis dan bagundal-bagundalnya dari bangsa manusia yang setiap saat siap hancurkanmu dengan segala yang dimilikinya. Zaman dengan budayanya dan zaman dengan pelaku-pelakunya.

Maafkan aku dan mohonkan aku ampun kepada Allah jika ternyata aku pun kurang serius memperhatikanmu. Aku telah lalai membekalimu hal-hal yang amat kau butuhkan kelak di akhirat. Aku jarang memperkenalkanmu kepada Allah dan Rasulullah SAW. Sekolah yang aku pilihkan untukmu hanya sekolah yang menghantarmu berbangga dengan dunia tanpa aku imbangi dengan pendidikan agama, yang sebenarnya lebih engkau butuhkan. Bahkan, Aku sering sodorkan padamu hal-hal yang membahayakanmu. Aku telah memasukkan pesan dan bisikan musuh-musuhmu ke rumahmu. Aku telah hadirkan dalam kehidupanmu potret moral yang busuk melalui layar televisi yang kau nikmati setiap saat. Aku pun telah membakalimu dengan handphone kontrol iblis yang senantiasa menyertaimu yang sebenarnya justru menyulitkanku untuk mengawasimu. Bahkan aku pun sering tidak peduli dengan perkembangan akhlakmu setiap saat. Aku hanya memikirkan kebutuhan lahirmu, makan, minum, baju dan tempat tinggal. Sementara kebutuhan hati dan jiwamu yang menghantarmu ke dalam kebahagiaan dalam keabadian di akhirat tidak pernah aku pikirkan. Bahkan kadang baju yang kubelikan pun baju yang mengundang nafsu pengikut iblis. Aku sering menjadi orang dungu yang hanya bisa bengong melihat dirimu berdandan untuk membangkitkan hawa nafsu budak iblis. Kecemburuanku kadang hilang dan menjadikan diriku kurang berarti bagimu. 


Wahai putriku bantulah aku untuk mengembalikan kemuliaan pada dirimu. Maafkan aku jika saat ini aku berbeda dengan hari yang lalu. Kemarin aku lemah dan dungu yang amat membahayakanmu. Dan hari ini aku telah menyadari bahwa aku harus meninggalkan kedunguan dan kelemahanku demi kemulyaan dan kejayaanmu kelak diakhirat.

Aku tidak ingin disebut tolol dan dungu dengan pendidikanmu yang tidak membawa keselamatanmu di akhirat. Aku tidak mau di bilang bodoh melihat pakainnmu yang separoh hati kau kenakan, sebagian badanmu tertutup dan sebagian lagi terbuka. Aku tidak ingin kau dihinakan oleh mata jalang hamba hawa nafsu. Maka perhatiakan bahwa dirimu harus kau mulyakan. Berdandanlah dengan dandanan yang berwibawa dihadapan perampok-peramopok kehormatan. Jadikanlah mereka takut mendekatimu dan jera jika mereka berusaha menjailimu. Jangan kau rendahkan dirimu dengan kau umbar tubuhmu disana sini. Sebab jika dirimu tidak bisa menghargai dirimu sendiri maka orang lainpun tidak menghargaimu.

Kemulyaanmu wahai putriku pada kepribadianmu. Jika engkau berwibawa dan mulya maka lelaki jalang hamba hawa nafsupun akan enggan mendekatimu. Senyummu amat mahal jangan kau berikan kepada semua orang sebab tidak semua orang tahu nilai senyummu. Suaramu pun adalah nilai dirimu. Jangan bersuara yang mengundang nafsu di hadapan bagundal iblis sehingga mereka meremehkanmu. Telah banyak gadis-gadis seumurmu telah direndahkan oleh mereka. Lihatlah di sekitarmu, anak gadis sebaya denganmu telah tenggelam dalam kenistaan. Harga dirinya telah digadaikan dengan karir dan ketenaran..

Putriku, Sungguh itulah bahasa cinta dan kasihku yang engkau butuhkan saat ini.Aku sadar bahwa engkau saat ini sudah tidak butuh orang tua yang hanya bisa memanjamu. Akan tetapi saat ini engkau butuh orang tua yang mendidikmu dan menuntunmu kepada kemulyaan.

Jangan heran jika aku kadang cerewet wahai putriku dan songsonglah masa depanmu dengan kemulyaan. Wallahu a’lam bishshowab ...

Janganlah Kita Menjadi Utusan Setan

Maula (mantan budak) Al-FadhL berkata: “Aku pernah duduk bersama Wahb bin Munabbih (seorang ulama tabi’in) rahimahullah, lalu ada seorang laki-laki yang mendatanginya dan mengatakan kepadanya; “Sesungguhnya aku pernah bertemu si Fulan. Ia mencaci-makimu.” Maka Wahb bin Munabbih rahimahullah marah kepada orang yang membawa berita buruk itu seraya berkata; “Apakah setan sudah tidak mendapatkan seorang utusan pun selainmu?”

Maula Al-FadhL berkata: “Tatkala aku masih duduk di majlis Wahb bin Munabbih rahimahullah, tiba-tiba orang yang mencaci makinya datang menemuinya, lalu ia mengucapkan salam kepada Wahb bin Munabbih. Maka Wahb pun menjawab salamnya, lalu beliau menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengannya, dan menyuruhnya agar duduk di sampingnya.” (Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah, karya Al-Hafizh Ibnu Katsir IX/276).

Subhanallah, betapa mulia dan bijaknya Wahb bin Munabbih rahimahullahtersebut , ia tetap bersikap tenang, sabar dan berlapang dada, dan tidak mudah percaya dan esmosi karena terpengaruh dengan berita buruk yang disampaikan seseorang kepada dirinya.

Oleh karenanya, kita pun sebagai seorang muslim dan muslimah yang mendambakan persatuan, perdamaian dan keselamatan di dunia dan akhirat, hendaknya bersikap seperti Wahb bin Munabbih ketika mendengar berita-berita buruk, berupa fitnah, tuduhan dusta, cacian, dan semisalnya yang ditujukan kepada diri kita maupun kepada saudara kita yang disampaikan oleh seseorang. Karena bisa jadi motiv dari penyampain berita buruk itu karena ingin mengadu domba diantara kita, atau karena adanya kedengkian atas suatu nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita berupa ilmu, harta, kesuksesan, kedudukan yang tinggi, dan sebagainya. Apalagi jika suadara kita yang digunjing dan difitnah tersebut dikenal baik kwalitas agama dan akhlaknya, maka janganlah kita mudah terpancing untuk marah dan membalasnya dengan keburukan karena percaya dan terpengaruh oleh penyampai berita tersebut. Tetapi hendaknya kita bersikap tenang, sabar, lapang dada, tabayyun (meneliti n mencari kejelasan atau bukti kebenaran berita tersebut).

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang yang fasiq dengan membawa suatu berita, maka ambillah sikap tabayyun (mencari kejelasan dan bukti kebenaran berita tersebut) agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6).

Sikap mulia, hati-hati, sabar dan lapang dada sebagaimana yang dilakukan Wahb bin Munabbih rahimahullah ini bisa menutup rapat pintu-pintu perpecahan dan permusuhan diantara kaum muslimin, serta dapat memadamkan api kebencian dan kedengkian di dalam hati manusia. Karena setan terlaknat tiada henti-hentinya dalam berupaya menyebarkan benih-benih kedengkian, perpecahan dan permusuhan diantara umat manusia secara umum, dan diantara kaum muslimin secara khusus.

Orang yang hobinya suka mendengarkan berita-berita buruk tentang seseorang lalu dia menyampaikannya kepada saudaranya yang digunjing tersebut, maka dia adalah salah satu UTUSAN SETAN yang diutus untuk mengadu domba dan menimbulkan perpecahan dan permusuhan diantara manusia, sebagaimana yang dikatakan oleh Wahb bin Munabbih rahimahullah.

Jika Kejujuran Tidak Lagi Menjadi Panglima

Menanamkan Sifat Jujur 

Salah satu ajaran penting dalam Islam tentang hidup adalah tentang kejujuran. Jujur adalah suatu sikap yang harus ada pada setiap orang yang beriman. Al-Qur’an mengatakan: 


Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (Q, s. al-Taubah / 9:119) 

Jujur terdapat dalam ucapan dan dalam perbuatan. Jujur dalam ucapan adalah Anda mengatakan sesuatu sesuai dengan apa yang terbetik dalam benak Anda. Atau Anda mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Orang yang jujur dalam perkataannya maka ia akan berpikir dan menimbangnya sebelum mengatakannya, apakah sesuai atau tidak. Ia tidak akan mengatakan sesuatu tanpa dasar ilmu dan informasi yang akurat. Jika ia mengatakan tentang sesuatu yang telah lalu, ia akan mengatakannya dengan benar, dan jika ia ingin mengatakan apa yang diniatkan oleh hatinya, ia akan mengatakannya sesuai niatnya itu. Jika berjanji maka janji itu disertai dengan niat dan usaha untuk menepatinya. Ia juga tidak akan menanyakan sesuatu yang ia sendiri sebetulnya sudah mengetahuinya.

Jujur dalam perbuatan adalah Anda melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dalam hati dan niat Anda. Orang yang jujur dalam berbuat adalah orang yang ikhlas, yaitu yang perbuatannya semata-mata untuk mencari ridha Allah dan untuk tujuan kemaslahatan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Jujur dalam perbuatan artinya Anda tidak bersikap munafik dan riya’. Orang munafik dan orang riya’ adalah yang perbuatannya tidak sesuai dengan apa yang ada dalam hatinya.

Misalnya, seorang staff mengunjungi atasannya atau membesuknya ketika sakit, tetapi tujuannya untuk mencari muka di mata atasannya, maka ia tidak jujur. Seorang mahasiswa yang menghormati dosennya dengan niat supaya mendapat nilai yang baik, juga bukan tindakan yang jujur. Karena menghormati guru adalah perbuatan yang semestinya dilakukan oleh seorang murid. Seorang calon bupati atau gubernur, bahkan presiden sekalipun yang membagikan uang untuk menarik simpati rakyat, maka itu bukan sebuah kejujuran. Simpati rakyat tidak diperoleh dengan uang, melainkan dengan komitmen, ketulusan, dedikasi, kepemimpinan dan al-akhlāk al-karīmah. Jujur adalah satunya kata dan perbuatan. Orang yang antara kata dan perbuatannya tidak sama, disebut orang munafik, yang akan menanggung dosa besar di mata Allah. 


Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan. (Q, s. as-Shaff / 61:2-3)  


Sikap jujur menyebabkan hati menjadi tenang, karena sebuah kejujuran tidak akan menanggung beban. Sekali orang berbohong maka selamanya ia harus menutupi kebohongannya itu. Orang jahat, maka ia akan disibukkan oleh kejahatannya sendiri, karena setiap saat ia harus menyembunyikan kejahatannya itu agar tidak diketahui orang lain. Kata Nabi: 


Tinggalkanlah sesuatu yang membuatmu ragu, dan beralihlah kepada sesuatu yang tidak membuatmu ragu. Sesungguhnya kejujuran itu (membuatmu) tenang, dan kebohongan itu (membuatmu) ragu-ragu. (HR. Tirmidzi)

Sebuah kejujuran mahal harganya, lebih mahal daripada ilmu. Jika kebetulan Anda berkedudukan sebagai manajer sebuah perusahaan, mana yang akan Anda utamakan: karyawan yang jujur atau karyawan yang profesional? (umumnya jawabannya adalah yang jujur dan profesional). Jika Anda diharuskan untuk memilih diantara dua orang untuk dijadikan teman hidup, maka siapakah yang akan Anda pilih: yang jujur atau yang pandai? Maka, ada sebuah ungkapan yang mengatakan:  

“Lebih baik seorang yang jujur meskipun bodoh daripada seorang yang jahat meskipun berilmu”. Atau “Lebih baik seorang yang bodoh tapi jujur daripada seorang pandai tapi jahat”. 
Di dalam sebuah perusahaan karyawan yang tidak jujur akan merusak sistem internal dan menjadi pangkal dari kebangkrutan perusahaan tersebut. Perahu Republik Indonesia –kata orang hampir tenggelam bukan disebabkan kekurangan orang-orang yang cerdik-pandai, melainkan disebabkan karena kejujuran tidak lagi menjadi panglima bagi para pengelola negeri ini.

Itulah hakekat sebuah kejujuran. Jujur adalah suatu sikap yang akan mengantarkan pelakunya kepada kebaikan.

Hendaknya kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu menunjukkan kalian kepada kebajikan. Dan kebajikan itu menunjukkan kalian jalan ke surga. (HR. Muslim)  

Bagi orang mukmin, rasa-rasanya tidak sulit menjadi orang jujur !

Kamis, 20 Juni 2013

Daftar Harga Buku Murah Kurikulum 2013 Versi Mendikbud M Nuh

Kurikulum 2013 sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, karena anggarannya sempat naik turun sebelum disahkan Rabu 29 Mei lalu. Tidak hanya finansial, penolakan juga datang dari segi isi di mana guru kesulitan menerapkan kurikulum baru itu.

Sementara itu, berkaca pada kejadian diundurnya jadwal Ujian Nasional di 11 daerah, membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh tidak ingin kecolongan lagi. Nuh pun menegaskan sudah mempersiapkan segalanya dengan baik.

Salah satu yang sudah dipersiapkan adalah tender percetakan buku. Tidak main-main, Nuh mengatakan sudah melakukan survei harga pasar buku-buku pendidikan.

"Saya sudah survei, dan ini salah satu alasan ada kelompok tertentu yang menolak kurikulum baru," ujar Nuh di ruangannya beberapa waktu lalu kepada Liputan6.com.

Menurut Nuh, kelompok yang menolak karena mereka tidak setuju dengan kebijakan kurikulum baru yang memberikan buku-buku pelajaran secara gratis. "Buku hasil survei pasar itu harganya bisa 2 atau 3 kali lipat (lebih mahal) dari harga buku yang kami cetak," katanya.

"Saya sudah sampaikan laporan ini ke Pak Presiden," tambah Nuh.

Berikut perbandingan harga buku kurikulum 2013 dan harga survei pasar:

1. Buku Tematik Diriku (Kelas 1)
Kurikulum 2013: Rp 7.392 (112 halaman)
Survei pasar: Rp 32.000 (111 halaman)

2. Tematik Keluargaku (Kelas 1)
Kurikulum 2013: Rp 7.392 (112 halaman)
Survei pasar: Rp 32.000 (111 halaman)

3. Matematika (Kelas VII)
Kurikulum 2013: Rp 24.288 (368 halaman)
Survei pasar: Rp 52.000 (247 halaman)

4. Bahasa Indonesia (Kelas VII)
Kurikulum 2013: Rp 15.840 (240 halaman)
Survei pasar: Rp 68.000 (245 halaman)

5. Agama Islam (Kelas VII)
Kurikulum 2013: Rp 11.616 (176 halaman)
Survei pasar: Rp 48.000 (193 halaman)

6. Bahasa Inggris (Kelas VII)
Kurikulum 2013: Rp 12.672 (192 halaman)
Survei pasar: Rp 52.000 (202 halaman)

7. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Kelas VII)
Kurikulum 2013: Rp 11.616 (256 halaman)
Survei pasar: Rp 38.000 (210 halaman)

8.Seni Budaya (Kelas VII)
Kurikulum 2013: Rp 11.616 (176 halaman)
Survei pasar: Rp 53.000 (166 halaman)

9. PPKN (Kelas VII)
Kurikulum 2013: Rp 9.504 (144 halaman)
Survei pasar: Rp 42.000 (330 halaman)

10. Matematika (Kelas X)
Kurikulum 2013: Rp 26.400 (400 halaman)
Survei pasar: Rp 131.000 (355 halaman)

11. Bahasa Indonesia (Kelas X)
Kurikulum 2013: Rp 16.896 (256 halaman)
Survei pasar: Rp 44.000 (143 halaman)

Akses Buku Pegangan Kurikulum 2013

Dalam implementasi Kurikulum 2013 ini pemerintah akan mencetak buku dan membagikan secara gratis, sebanyak jumlah peserta didik sasaran implementasi. Buku pegangan terdiri dari buku peganganuntuk siswa dan buku pegangan guru dan naskah buku-buku tersebut telah selesai.

Untuk jenjang SD kelas 1 akan disiapkan sebanyak 10 buku untuk dua semester. Untuk kelas 1 ada sebanyak delapan buku tema ditambah dengan buku agama. Namun, buku yang dicetak saat ini baru untuk semester 1 sebanyak 5 buku masing-masing terdiri atas satu buku agama dan empat buku tema.

Adapun buku untuk jenjang SMP meliputi agama, PKN, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya, prakarya, bahasa Inggris, serta pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan. 


Sementara untuk jenjang SMA ada sembilan mata pelajaran yang wajib, tetapi yang dicetak baru tiga mata pelajaran yaitu sejarah, bahasa Indonesia, dan matematika.

Mengenai Dokumen Kurikulum 2013, Kepala Unit Implementasi Kurikulum Pusat Kemdikbud mengatakan bahwa segera setelah ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dapat dipublikasikan ke masyarakat luas. Standar Isi sudah ditandatangani BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), dokumen Kurikulum 2013 segera akan dipublikasikan setelah ditandatangani.

Beberapa sekolah sudah dipilih dan ditunjuk untuk melaksanakan dan menerapkan kurikulum 2013. Segala kelengkapan untuk implementasi kurikulum 2013 sudah dipersiapkan pemerintah termasuk Buku Pegangan Kurikulum 2013. Buku Pegangan Kurikulum 2013 ini nantinya buku kurikulum 2013 dapat juga diakses melalui laman Rumah Belajar dengan alamat http://belajar.kemdikbud.go.id.

Menurut Kemdikbud, naskah buku pegangan sudah siap, setelah nanti diserahkan ke percetakan, akan dipublikasikan juga di Rumah Belajar.

Demikian informasi perkembangan Implementasi Kurikulum 2013 tentang buku pegangan kurikulum 2013, kita tunggu saja sampai buku pelajaran kurikulum 2013 dapat diakses melalui Rumah Belajar, dan semoga Kurikulum 2013 dapat berjalan sesuai rencana.
Reff