aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Senin, 08 Juli 2013

Sains Salah Satu Cara Pembuktian Kebenaran Al-Qur’an Melalui Penciptaan Alam Semesta

Ketika SMP, saya pernah membaca buku science-fiction terlaris di dunia. Meski cerita (karakternya) fiksi, namun sejarah dan latar kejadian memang benar nyata terjadi. Buku tersebut mengungkapkan fakta bahwa terdapat umat yang memiliki keyakinan sangat fanatik begitu tidak menyukai perkembangan ilmu pengetahuan karena ditakutkan sains/ilmu pengetahuan dapat memupuskan pengaruh mereka terhadap para pengikutnya. Tetapi, saya pribadi berpendapat bahwa keberadaan sains bukanlah sebagai penghalang manusia menuju Tuhannya dalam hal ini karena saya seorang muslim, yaitu Allah SWT. Sains diciptakan justru sebagai salah satu jembatan manusia dengan Allah, sebagai sarana untuk semakin menguatkan keimanan seorang hamba pada Allah SWT. Karena banyak ilmuwan yang justru memeluk agama Islam karena pengetahuan mereka. Oleh karena itu saya memberanikan diri untuk melakukan penelitian kecil-kecilan dan observasi dari berbagai sumber serta pengalaman-pengalaman yang pernah saya alami.

Lebih dari beratus-ratus tahun yang lalu Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur pada Nabi Muhammad SAW. Namun, hanya Al-Qur’an-lah satu-satunya kitab yang dapat memprediksikan secara tepat apa yang akan terjadi di masa depan. Mengapa begitu? Hal tersebut baru saya sadari ketika saya duduk di bangku SMA. Banyak sekali ilmu-ilmu yang saya dapatkan untuk mempelajari ayat-ayat Allah yang tertera di seantero jagat raya ini. Dari mulai level atom hingga alam semesta yang sangat luas ini. Hal-hal yang saya pelajari ini lebih saya fokuskan pada alam semesta (luar angkasa) secara umum. Pemahaman-pemahaman yang saya dapatkan selama ini mulai dari penciptaan alam semesta, unsur-unsur yang terkandung di planet yang kita sebut Bumi, dan lain-lain yang ingin saya membagikan sedikit pengetahuan yang dianugerahkan Allah pada saya itu kepada semua orang, agar orang lain juga mengetahui bahwa sains selalu sejalan dengan Al-Qur’an.

Mari kita awali dengan penciptaan alam semesta yang sangat luas ini. Jika kita merujuk surat keenam dalam Al-Qur’an, yaitu Surat Al-An’am ayat 101 yang berbunyi:

“Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu”.

Dalam ayat ini Allah telah dengan jelas menyebutkan bahwa Allah Yang Maha Esa tidak membutuhkan apa pun untuk menciptakan segala sesuatu, bahkan adalah hal yang sangat mudah bagi Allah SWT untuk menciptakan langit dan bumi.

Setelah diciptakan ternyata bumi yang kita pijak dan langit yang kita lihat di atas kepala kita ini pada awalnya menyatu. Serta pernyataan para ilmuwan dan peneliti yang menyatakan bahwa kehidupan berasal dari air merupakan benar adanya. Ayat yang menerangkannya jelas tertera dalam Surat Al-Anbiya ayat 30:

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?”

Semasa bimbingan OSK Astronomi, saya bersama pembimbing dan teman-teman saya pernah menyaksikan video yang diunduh dari discoveryschool.com yang berjudul “The Ages of Earth” yang menerangkan asal-usul pembentukan Bumi dari sudut pandang ilmiah yang membagi proses terbentuknya Bumi menjadi 3 proses:

  • Akresi (proses dimana Bumi masih berbentuk cairan panas).
  • Kompresi (unsur dengan massa jenis yang lebih berat turun dan yang lebih ringan naik ke permukaan).
  • Disasosiasi (proses pembentukan lapisan Bumi).
Islam merupakan satu-satunya agama yang memiliki kitab yang dapat memprediksikan apa yang akan terjadi di masa depan. Ketika para peneliti dari Barat menyimpulkan bahwa Besi (Fe), merupakan unsur yang pada awal mulanya tidak terdapat di Bumi, namun logam besi yang terdapat di Bumi berasal dari tumbukan bintang-bintang yang merupkaan bahan logam terbaik di dunia. Proses kompresilah yang menjadi alasan mengapa besi berada jauh didalam perut Bumi dan bukannya di permukaan Bumi.

Dalam video tersebut, ketika awal penciptaan Bumi dan permukaan Bumi masih seperti lava yang mendidih, banyak komet es seberat 30 – 40 ton menumbuk permukaan Bumi setiap 3 detik selama 20000 (dua puluh ribu) tahun! Tumbukan komet es inilah yang menyebabkan permukaan Bumi mendingin dan terciptalah air dalam jumlah banyak yang menjadi cikal-bakal tumbuhnya mikroorganisme bersel satu (uniseluler) yang secara terus-menerus berkembang. Jika Anda pernah berkunjung ke Grand Canyon atau sekedar melihat gambarnya, Anda pasti melihat garis-garis teratur yang berlainan warna sepanjang sisi tebing. Garis-garis tersebut merupakan bukti dari keberadaan unsur-unsur organisme di masa lampau.

Tumbukan komet es ke dalam permukaan Bumi yang masih panas pasti menimbulkan uap, uap inilah kini kita kenal sebagai atmosfer yang melindungi kita dari ganasnya sinar ultra-violet Matahari dan berbagai benda asing lainnya yang jatuh ke Bumi.

Kapankah Anda mempelajari siklus hujan? Jujur saja, saya pertamakali mendapatkan pembelajaran tentang hal tersebut ketika saya masih di jenjang SD kelas 3 (atau ketika usia saya sekitar 9 tahun) dengan tidak menyadari bahwa Surat At-Tariq ayat ke-11 terkandung penjelasan tentang siklus hujan. Adapun bunyi dari Surat At-Tariq ayat 11 tersebut berbunyi:

“Demi langit yang mengandung hujan.”

Raj’i dalam bahasa Arab berarti kembali berputar. Hujan dinamakan raj’i karena dalam ayat ini karena hujan berasal dari uap yang naik dari Bumi ke udara, kemudian berkumpul di langit menjadi awan dan akhirnya turun kembali ke Bumi, begitu seterusnya.

Teori Big Bang atau Unsteady State yang dicetuskan oleh ilmuwan kenamaan Stephen Hawking dimana jagat raya ini akan terus berkembang/bertambah luas ini bukan tidak ada penjelasannya dalam Al-Qur’an, karena jelas dalam Surat Az-Zariyat ayat ke-47 Allah SWT berfirman:

“Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.”

Jika dilihat dari sudut pandang Astronomi, sejauh yang saya tahu dan saya pelajari selama ini, alam semesta memang ‘benar-benar’ mengembang. Contoh kecilnya saja, galaksi M31 atau yang lebih dikenal dengan nama Andromeda merupakan galaksi yang diketahui terdekat dengan galaksi Bima Sakti (Milky Way) ini terus-menerus mengalami pergeseran merah (redshift). Dalam Asas Doppler, diketahui bahwa setiap benda yang bergerak semakin menjauh dari pengamat akan mengalami redshift sedangkan yang bergerak mendekati pengamat akan mengalami blueshift (pergeseran biru). Jadi berdasar pada ayat Al-Qur’an dan fakta ilmiah, alam semesta ini memang meluas/mengembang.

Kita mengetahui bahwa Bumi dan planet-planet anggota Tata Surya lainnya bergerak mengelilingi Matahari? Tentu karena mereka memiliki garis edar (orbit) masing-masing yang tidak berpotongan satu sama lain. Penjelasan Al-Qur’an tentang hal ini dapat kita lihat dalam Surat Al-Anbiya ayat ke-33:

“Dan Kami yang telah menciptakan malam dan siang, matahari, dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.”

Lho, Matahari kok beredar juga sih? Bukannya Matahari itu tidak bergerak? Ternyata Matahari juga bersama dengan Bumi dan planet-planet lain berevolusi mengelilingi Pusat Galaksi dengan periode 225 juta tahun dalam satu kali putarannya!

Beberapa ayat Al-Qur’an yang telah disebutkan diatas dapat kita lihat dan observasi sendiri. Sebagai muslim, saya hanya ingin berbagi pengetahuan saya yang meski sedikit tetapi semoga bermanfaat untuk semua orang tentang alam semesta dan kebenaran Al-Qur’an ini.

Kisah Terbelah Laut Nabi Musa itu Ilmiah

musa
Laut merupakan fasilitas multifungsional, kemanfaatan laut terimplementasi pada segala aspek. Mulai dari agama, komunikasi sosial, ekonomi, teknologi, dan ilmu pengetahuan.     Apabila membahas sejarah kelautan secara ilmu oseanografi umum yang dipelajari di universitas-universitas, ceritanya bermula dari para filsuf dan naturalis yang mengkaji laut dari daratan, perkembangan ilmu ini mulai pesat sejak adanya ekspedisi Chalenger pada abad ke-19 yang dirintis oleh C.W. Thomson (berkebangsaan Skotlandia) dan Murray (berkebangsaan Kanada). Mereka mulai mengamati gejala-gejala fisis dari laut seperti arus, gelombang, pasang-surut dan badai yang mengerakkan dan mempengaruhi rakit ketika di lautan. Selain itu, mereka pun mulai mempelajari biota di bawah laut. Setelah itu berangsur-angsur ilmu kelautan terus dikembangkan dan mulai dibentuk institusi-institusi khusus yang bergerak dan berfungsi dalam eksplorasi, eksploitasi dan pembudidayaan laut.
Penelaahan aspek agama adalah faktor yang sangat signifikan bagi keimanan seorang muslim, dalam hal ini dapat menancapkan akar aqidah menjadi semakin kuat dan erat.  Cepisan kata “laut” telah tertoyong dalam firman Allah SWT sejak 14 abad tempo lalu.  Dalam pengetahuan seorang muslim secara global dan umum laut identik dengan kisah para nabi seperti Nabi Nuh as. dan Musa as.  Wawasan kelautan yang ingin diinformasikan dalam al-Qur’an secara faktual dan esensinya tidak hanya sebatas menceritakan sejarah nabi-nabi. Namun ada pengetahuan ilmiah empirik yang sangat mencengangkan dan ini hanya dikhususkan bagi orang yang “berakal” dalam bahasa sastra al-Qur’an.
Berawal dari perkembangan iptek yang terus merangkak dengan perlahan hingga mampu berlari kencang sampai diluar estimasi akal primitif. Maka para ilmuan pun mulai terinspirasi untuk mempelajari fenomena-fenomena laut karena kemanfaatannya yang menggiurkan baik dari finansial maupun kemajuan teknologi.  Pada akhirnya ditemukanlah korelasi alamiah yang ilmiah antara penuturan al-Qur’an dengan fakta yang terjadi dari hasil riset. Rentetan penelusuran dan penemuan para ilmuan mencigap tabir keniscayaan bahwa al-Qur’an adalah firman Tuhan yang tidak dapat digugat oleh siapapun di seantaro alam ini.  Bahkan kemajuan sains dan teknolgi memang ditakdir untuk menyokong pembuktian kemewahan dan ke-spektakuler-an al-Qur’an.
Kita semua tentu sudah sering mendengar maupun membaca kisah nabi Allah Musa as. Dalam al-Qur’an al-Karim kisah nabi Musa as menjadi kisah yang sangat fenomenal. Beberapa kisah yang diabadikan dalam al-Qur’an adalah tatkala penyerangan fira’un durjana serentak dengan ribuan serdadunya yang elit dan kuat. Tertuturlah dalam firman-Nya yang suci pada surat al-Baqarah ayat 50:
“Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.” (Q.S al-Baqarah: 50)
Jelas dan terang dengan kita sekarang, tidak ada satu pun yang dapat melindungi kita jika Allah berkehendak memberikan mudharat atas hamba-Nya dan tidak pula ada  manusia yang mampu memberikan mudharat atas insan terpilih jika Allah telah menitahkan perlindungan bagi dirinya. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya bagi umat Muhammad saw yang mau mengambil pelajaran dan ingin mencari kebenaran.
Tidak dapat dipungkiri lagi kebenaran sejarah fantastik terbelahnya laut yang berlangsung pada dimensi peradaban nabi Musa as.  Pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi kian hari semakin menunjukkan perkembangan yang sehat, kuat, cepat dan terus melesat. Satu persatu paradigma kolot yang berbau mistik dan alam non fisik pun mulai meluruh bahkan rontok meninggalkan cabang-cabang akal manusia, akar disiplin ilmu yang berbau ke alam tidak kasat mata mengalami sinkronisasi dengan rumus-rumus empirik para ilmuan, lambat laun mulai menancapkan tunggangnya ke ulu brain wave  (gelombang otak) setiap masyarakat pribumi saat ini. Teori kuantum yang diperkenalkan oleh fisikawan teoritik tempo lalu seperti Bohr, Schrödinger, Heisenberg, Becquerel, dan Einsten berkolaborasi dengan prinsip-prinsip oseanologi terkini, mampu mendobrak jendela ke-jadul-an alur pikir umat-umat kafir terdahulu yang menduga dan menjastifikasi bahwa al-Qur’an dan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw itu adalah dongengan belaka.
Sekarang kita mulai penjelasan praktis dan ilmiah itu dari ayat cinta Allah pada surat Thohaa ayat 77:
Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam).”(Q.S Thohaa: 77)
Membuat jalan yang kering di dalam laut itu ialah memukul laut itu dengan tongkat. Nabi Musa as telah menjalarkan sebuah energi seismik melalui tongkatnya dengan skala sekian richter ke dalam lapisan litosfer bumi yang diteruskan ke lantai samudra. Gelombang seismik ini akan mempengaruhi posisi lempeng bumi, ada yang mengalami konveksi dan divergensi (dalam dikaji dalam ilmu oseanografi). Koheren dengan teori sel konveksi dalam rumusan lempeng tektonik, seismologi.  Jauh di dalam inti bumi telah terjadi peluruhan bebatuan melalui radioaktifitas yang menghasilkan energi luar biasa besarnya. Energi ini dijadikan oleh inti untuk memanaskan batuan di atasnya sehingga membentuk lapisan plastis atau sebagai mantel cair yang mengelilingi inti bumi. Karena adannya desakan batuan baru dari atas biasanya dari peristiwa pelepasan eneri gempa bumi maka cairan atau magma tersebut mencuar ke atas permukaan. Namun karena berkurangnya suhu seiring dengan aliran yang semakin ke permukaan bumi maka akan terbentuklah punggung samudra atau batuan yang baru.  
Seperti terlihat pada gambar di atas, fenomena siklus yang sedemikian, biasanya berlangsung ribuan tahun. Namun jika Allah berkehendak dalam sekejap mata pun dapat terealisasi. Tentunya anda sudah mulai bisa membaca makna dari uraian sebelumnya. Energi yang dilepaskan oleh tongkat nabi Musa telah menstimulus air laut surut karena permukaannya yang semakin tinggi akibat pembentukan batuan baru. Barulah setelah nabi Musa dan kaumnya (Bani Israil) menyeberangi laut, air kembali kepada keadaan normal efek pergeseran lempeng ke arah yang lain dari energi seismik yang tersisa. Gejala alam seperti pergeseran lempeng (lantai samudra) memang pada umumnya hanya berlangsung  dalam  kurun waktu yang relatif lama. Tentu saja, sepertinya Allah telah menunjukkan jalur yang akan dilalui oleh nabi Musa as tepat pada waktu gejala alam itu akan terjadi dan jalur ini sudah dirancang sejak tempo abad yang silam, sehingga ketika tiba masanya hanya dengan sedikit getaran saja dapat memicu bangkitnya fenomena seperti paparan di atas. Allahu’alam Bishowab. Jika anda ingin mengetahui kebenarannya, peristiwa ini juga sudah pernah terjadi di jepang pada abad 19 ini (silahkan cek di internet).  
Allah swt secara tersirat telah membuktikan bahwa kitab yang diturunkan kepada nabi Agung yang buta huruf itu  tidaklah dongengan orang terdahulu dan bukan pula mantra-mantra sihir, ia adalah petunjuk, pembeda, cahaya dan obat bagi umat mukmin. Sekali lagi ditegaskan dalam ayat-Nya: 
“Maka Kami hukumlah Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.”(Q.S: al-Qashas: 40) 
Murka Allah swt jatuh pada diri-diri yang angkuh, pongah, dan penuh kesombongan. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menghisab diri sudah seberapa jauh kita mengenal Allah swt, ketahuilah jika hati itu sadar akan kebesaran Tuhannya pastilah ia merasa kecil lagi hina di hadapan Allah swt. Dengan seperti ini tekuraslah korosi-korosi kesombongan yang menempel di kebeningan hati manusia. Dekatilah al-Qur’aan yang penuh ketakjuban , sesekali tidak ada salah menelaah maknanya agar semakin tumpah ruahlah keyakinan kita kepada Tuhan yang Maha Indah. Fastabiqul khairat….! Source

Aeronautika Era Milenium, Refleksi Afiliasi Surat Ar Rahman

Islam merupakan agama yang telah diturunkan Allah sebagai agama akhir zaman dan paling sempurna. Allah berfirman dalam Surah Al Maidah :

“… Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah kucukupkan nikmatKu kepadamu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agamamu ….” (Al Maidah:3).

Ayat ini mengindikasikan bahwa hanya Islam yang diridhai sebagai agama Allah dan Islam telah sempurna tanpa perlu tambahan dan pengurangan. Al Quran, sebagai sumber hukum Islam yang utama, telah Allah turunkan pada KhalilNya yang mulia, Muhammad Rasulullah dalam rangka menyelamatkan umat manusia dari gelap kesesatan menuju cahaya. Al Quran dengan demikian telah menjadi Kitab petunjuk dan bimbingan menuju jalan lurus yang menjamin kebaikan dunia dan akhirat.

Hanya saja, Al Quran bukanlah kitab tentang disiplin ilmu ataupun ensiklopedi teknologi, hingga kita harus merujukkan setiap teori ilmu baru padanya serta memeriksakan setiap teknologi baru padanya seperti yang telah dilakukan sebagian orang atau cendekiawan. Bahkan terkadang mereka datang dengan ekspresi keheranan yang tidak pernah terlintas dalam pikirannya sedikitpun.Begitu mendengar teori ilmiah baru, mereka selalu berusaha menyeret nyeret ayat Al Quran untuk mendalilinya dan menguliti kandungannya tanpa melihat aspek signifikansi ayat tersebut. Mungkin, mereka pikir hal tersebut adalah salah satu cara dalam mengembangkan tafsir Al Quran dan memajukan Islam. Padahal kenyataannya, teori teori ilmiah selalu mengalami perubahan.Satu teori digugurkan dan muncul teori baru.Pendapat baru muncul menggantikan pendapat lama.Hal ini justru dapat menjebak umat Islam pada lubang yang telah mereka gali sendiri.Bila hal seperti ini terjadi, tanpa disadari mereka telah melakukan tudingan paradoks pada Kitab dan Firman Allah Jalla Jalaluh.Hal ini mustahil, sebab Kitab Allah kekal, tidak berubah, dan memiliki kebenaran mutlak.Kitab Allah juga tidak berganti hanya untuk menyesuaikan dengan setiap teori dan mendukung tiap gagasan.Ia adalah kitab kebenaran yang tidak akan tersusupi kebatilan dari sisi manapun.

Al Quran bukanlah kitab disiplin ilmu sains ataupun ensiklopedi teknologi,namun dalam Al Quran telah diisyaratkan beberapa hakikat hukum alam sekaligus mendorong manusia untuk melakukan pengamatan dan perenungan terhadap alam sebagai sarana untuk menunjukkan keagungan ciptaan Allah sekaligus kebesaran Penciptanya. Apa yang diisyaratkan Allah adalah kebenaran dan selamanya tidak akan mungkin bertentangan dengan hakikat ilmiah yang telah dapat dibuktikan dengan pasti oleh penelitian.

Al Quran juga membimbing umat Islam pada metode yang tepat guna dalam melakukan penelitian ilmiah yang akan mengantarkan pada hakikat ilmu. Al Quran juga telah meletakkan dasar metodologi ilmiah yang tepat bagi umat Islam, yaitu yang berlandaskan pada pengamatan, penyelidikan, dan optimalisasi pemikiran. Allah berfirman:

“Katakanlah : Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi” (QS Yunus 101)

“Dan di bumi itu terdapat tanda tanda (Kekuasaan Allah) bagi orang orang yang yakin; dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan”(QS Adz Dzariyat 20-21)


Pengamatan yang jeli dan mendalam serta optimalisasi pemikiran merupakan kunci kemajuan dan keterbukaan yang akan membukakan cakrawala ilmu dan mengeluarkan buah manfaatnya bagi manusia. Aktivitas inilah yang dianjurkan oleh Allah Rabbul Alamin dan juga telah dilakukan oleh kaum Salafush Sholeh.

Dengan demikian, dapat dikatakan Al Quran telah memberikan kunci pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu.Al Quran tidak bisa dituntut macam-macam dan memang bukan itulah tujuannya diturunkan, untuk menyajikan di hadapan kita rincian sains yang beragam beserta bagian bagian mikronya yang berlimpah ruah. Cukuplah kiranya Al Quran menghancurkan belenggu yang merintangi akal, mengangkat hijab penghalang yang menutupinya, lalu mendorong akal untuk bertolak tak terbatas mengisi medan aktivitasnya sepanjang masih dalam koridor syariat.

Pandangan Al-Qur’an tentang ilmu dan teknologi dapat diketahui prinsip-prinsipnya dari analisis wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw.

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-Mu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq.Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia yang tidak diketahuinya. (Q.S. Al-Alaq, 96:1-5). 


Iqra’ terambil dari kata yang berarti menghimpun.Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca baik teks tertulis maupun tidak.

Wahyu pertama itu tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Qur’an menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut Bismi Rabbik, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. Iqra’ berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri yang tertulis maupun yang tidak.Alhasil, obyek perintah iqra’ mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya. Selanjutnya, dari wahyu pertama Al-Qur’an diperoleh isyarat bahwa ada dua cara perolehan dan pengembangan ilmu, yaitu Allah mengajar dengan pena yang telah diketahui manusia lain sebelumnya, dan mengajar manusia (tanpa pena) yang belum diketahuinya. Cara pertama mengajar dengan alat atau atas dasar usaha manusia.Cara kedua dengan mengajar tanpa alat dan tanpa usaha manusia.Walaupun berbeda, keduanya berasal dari satu sumber, yaitu Allah SWT.

Setiap pengetahuan memiliki subyek dan obyek.Secara umum subyek dituntut peranannya untuk memahami obyek. Namun pengalaman ilmiah menunjukkan bahwa obyek terkadang memperkenalkan diri kepada subyek tanpa usaha sang subyek. Misalnya komet Halley yang memasuki cakrawala hanya sejenak setiaap 76 tahun.Pada kasus ini, walaupun para astronom menyiapkan diri dengan peralatan mutakhirnya untuk mengamati dan mengenalnya, sesungguhnya yang lebih berperan adalah komet itu dalam memperkenalkan dirinya. Wahyu, ilham, intuisi, firasat yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya, atau apa yang diduga sebagai “kebetulan” yang dialami oleh ilmuwan yang tekun, semuanya tidak lain kecuali bentuk-bentuk pengajaran Allah yang dapat dianalogikan dengan kasus komet di atas. Itulah pengajarah tanpa qalam yang ditegaskan oleh wahyu pertama Al-Qur’an tersebut.

Ilmu

Kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Qur’an. Kata ini digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan obyek pengetahuan. ‘Ilm dari segi bahasa berarti kejelasan.Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu.Sekalipun demikian, kata ini berbeda dengan ‘arofa (mengetahui), ‘arif (yang mengetahui), dan ma’rifah (pengetahuan).

Menurut pandangan Al-Qur’an seperti diisyaratkan oleh wahyu pertama, ilmu terdiri dari dua macam.Pertama ‘ilm laduni, seperti diterangkan oleh Al-Qur’an surat al-Kahfi, 18:65.

“Lalu mereka (Musa dan muridnya) bertemu dengan seorang hamba dari hamba-hamba Kami, yang telah Kami anugrahkan kepadanya rahmat dari sisi Kami dan telah Kami ajarkan kepada ilmu dari sisi Kami”.

Kedua, ilmu yang diperoleh karena usaha manusia dinamai ‘ilm kasbi.Ayat-ayat ‘ilm kasbi jauh lebih banyak dari pada yang berbicara tentang ilmu laduni.

Pembagian ini disebabkan karena dalam pandangan Al-Qur’an terdapat hal-hal yang “ada” tetapi tidak dapat diketahui melalui upaya manusia sendiri. Ada wujud yang tidak tampak, sebagaimana ditegaskan berkali-kali oleh Al-Qur’an, antara lain firman-Nya:

“Aku bersumpah dengan yang kamu lihat dan yang kamu tidak lihat”. (Q.S. Al-Haqqah, 69:38-39).

Dengan demikian, obyek ilmu meliputi materi dan non materi.Fenomena dan non-fenomena, bahkan ada wujud yang jangankan dilihat, diketahui manusia pun tidak.

Dia menciptakan apa yang tidak kamu ketahui”. (Q.S. Al-Nahl, 16:8).

Dari sini jelas pula bahwa pengetahuan manusia amatlah terbatas, karena itu wajar sekali Allah menegaskan.

“Kamu tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit”. (Q.S. Al-Isra’, 17:85).

Teknologi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi diartikan sebagai “kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu, eksakta dan berdasarkan proses teknis”. Teknologi adalah ilmu atau cara tentang menerapkan sains untuk memanfaatkan alam bagi kesejahteraan dan kenyamanan manusia. Menelusuri pandangan Al-Qur’an tentang teknologi, mengundang kita untuk menengok sekian banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang alam raya.Menurut sebagian ulama, terdapat sekitar 750 ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang alam materi dan fenomenanya, dan memerintahkan manusia untuk mengetahui dan memanfaatkan alam ini.Secara tegas Al-Qur’an menyatakan bahwa alam raya diciptakan dan ditundukkan Allah untuk menusia.

“Dan Dia menundukkan untuk kamu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai anugrah) dari Nya”. (Q.S. Al-Jatsiyah, 45:13).

Jadi, dapatkan dikatakan bahwa teknologi merupakan sesuatu yang dianjurkan oleh Al-Qur’an.Sebelum menjawab pertanyaan, ada dua catatan yang perlu diperhatikan.

Pertama, ketika Al-Qur’an berbicara tentang alam raya dan fenomenanya, terlihat secara jelas bahwa pembicaraannya selalu dikaitkan dengan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.Misalnya uraian Al-Qur’an tentang kejadian alam.

“Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah satu yang padu, kemudian Kami (Allah) pisahkan keduanya, dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman?”. (Q.S. Al-Anbiya, 27:30).

Ayat ini dipahami oleh banyak ulama kontemporer sebagai isyarat tentang teori Big Bang (Ledakan Besar) yang mengawali terciptanya langit dan bumi. Para pakar boleh saja berbeda pendapat tentang makna ayat tersebut, atau mengenai proses terjadinya pemisahan langit dan bumi. Yang pasti, ketika Al-Qur’an berbicara tentang kekuasaan dan kebesaran Allah, serta keharusan beriman kepada-Nya.Ini berarti sains dan hasil-hasilnya harus selalu mengingatkan manusia terhadap kehadiran dan kemahakuasaan Allah SWT, selain juga harus memberi manfaat bagi kemanusiaan, sesuai dengan prinsip bismi rabbik.

Kedua, Al-Qur’an sejak dini memperkenalkan istilah sakhara yang maknanya bermuara pada kemampuan meraih dengan mudah dan sebanyak yang dibutuhkan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan dari alam raya melalui keahlian di bidang teknik.Ketika Al-Qur’an memilih kata sahkara yang arti harfiahnya menundukkan atau merendahkan, maksudnya adalah agar alam raya dengan segala manfaat yang dapat diraih darinya harus tunduk dan dianggap sebagai sesuatu yang posisinya berada di bawah manusia.

Dan kedua catatan yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi dan hasil-hasilnya disamping harus mengingatkan manusia kepada Allah, juga harus mengingatkan bahwa manusia adalah khalifah yang kepadanya tunduk segala yang berada di alam raya ini. Salah satu cabang teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah ilmu aeronautika.

Aeronautika Era Milenium, Refleksi Afiliasi Surat Ar Rahman

Aeronautika (dari bahasa Yunani ὰήρ āēr yang berarti “udara” dan ναυτική nautikē yang berarti “navigasi di udara”) adalah ilmu yang terlibat dalam pengkajian, perancangan, dan pembuatan mesin-mesin berkemampuan terbang, atau teknik-teknik pengoperasian pesawat terbang dan roket di atmosfer. Meski pada mulanya istilah ini bermakna harfiah “berlayar di udara”, semata-mata hanya dirujuk sebagai ilmu pengoperasian pesawat terbang, kini aeronautika memiliki perluasan cakupan dengan menyertakan teknologi, bisnis, dan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan pesawat terbang.

Salah satu bagian penting dalam aeronautika adalah sebuah cabang dari ilmu fisika yang disebut aerodinamika, yang membidangi pergerakan udara dan cara udara tersebut berinteraksi dengan benda-benda bergerak, seperti persawat terbang. Istilah “aviasi” kadang-kadang saling dipertukargunakan dengan aeronautika, kendati “aeronautika” melibatkan pesawat yang lebih ringan dari udara seperti kapal udara, dan meliputi kendaraan balistik yang tidak dibahas oleh “aviasi”.

“Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS. Arrahman / 55 : 33). 

Ayat ini menyeru jin dan manusia jika mereka sanggup menembus, melintasi penjuru langit dan bumi karena takut akan siksaan dan hukuman Allah, mereka boleh mencoba melakukannya, mereka tidak akan dapat berbuat demikian. Demikian mereka tidak mempunyai kekuatan sedikit pun dalam menghadapi kekuatan Allah Subhanahu wa Taala.

Menurut sebagian ahli tafsir, pengertian -Sultan- pada ayat ini adalah ilmu pengetahuan.Hal ini menunjukkan bahwa dengan ilmu pengetahuan / teknologi manusia dapat menembus ruang angkasa.

(Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka) untuk memerangi mereka (kekuatan apa saja yang kalian sanggupi) Rasulullah saw. menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan kekuatan adalah ar-ramyu atau pasukan pemanah. Demikianlah menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (dan dari kuda-kuda yang ditambat) lafal ribath berbentuk mashdar, artinya kuda-kuda yang sengaja disediakan untuk berperang di jalan Allah (untuk membuat takut) kalian membuat gentar (dengan adanya persiapan itu musuh Allah dan musuh kalian) artinya orang-orang kafir Mekah (dan orang-orang yang selain mereka) terdiri dari orang-orang munafik atau orang-orang Yahudi (yang kalian tidak mengetahuinya sedangkan Allah mengetahuinya. Apa saja yang kalian nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalaskan kepada kalian dengan balasan yang cukup) yakni pahalanya (dan kalian tidak akan dianiaya) tidak akan dikurangi sedikit pun dari pahala kalian.

Teknologi penerbangan beserta seluruh turunannya seperti teknologi roket untuk membawa manusia hingga ke ruang angkasa wajib dikembangkan karena ini dapat merupakan faktorpenentu dalam jihad fisabilillah.

Dengan motivasi ideologis yang kuat, teknologi aeronautika pasti dengan cepat dapat dikuasai kembali oleh kaum muslimin.Motif ideologis harus menjadi motif utama, baru setelahnya motif ekonomis dan sains.Tanpa motif ideologis, teknologi bahkan industry pesawatterbang yang telah dimiliki dapat dengan mudah digadaikan atau dijual ke asing demi membayar utang luar negeri yang tidak seberapa. Dan karena ketiadaan orang Islam yang ideologis, kini ribuan ahli-ahli aeronautika muslim terpaksa berkarier di Negara-negara kafir penjajah, dan secara tak langsung ikut menciptakan mesin-mesin terbang yang membunuhi anak-anak kaum muslimin di Palestina, Iraq atau Afganistan.

Minggu, 07 Juli 2013

20 Mukjizat Puasa terhadap Kesehatan Manusia


Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri.

Penelitian meta analisis atau penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait.


Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.


Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan.


Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim:"Berpuasalah maka kamu akan sehat." Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular.


Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.


Inilah 20 Mukizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia


1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme
Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.


2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.
Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.


3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia
Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.


4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh
Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung.


5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui 
Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.


6. Pengaruh pada janin saat ibu hami berpuasa
Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.
Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S/D.


7. Penurunan glukosa dan berat badan
Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.


8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok
Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa.


9. Pengaruh pada hormon virgisteron
Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur.


10. Bermanfaat Bagi Jantung
Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.


11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel
Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.


12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin
Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.


13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.


14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang
Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.


15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma
Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.


16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis
Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.


17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual
Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya


18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna
Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.


19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia
Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.


20. Menurunkan adrenalin

Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.


Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.

Source

12 Keajaiban Ramadhan


Berpuasa agar bertambah semangat, ada baiknya melihat keistimewaannya yang tersembunyi (undercover). Apakah itu?
  1. Puasa Romadhon adalah termasuk dari rukun Islam Rosululloh bersabda,“Islam itu dibangun di atas lima perkara: persaksian tiada sesembahan yang benar selain Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, membayar zakat, berhaji, dan puasa Romadhon. (HR. Al Bukhoriy (8) dan Muslim (16) dari Ibnu Umar).

  2. Puasa itu adalah bagian dari iman kepada Alloh Rosululloh bersabda:“Tahukah kalian apa itu keimanan pada Alloh?” Mereka menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda: Persaksian tiada sesembahan yang benar selain Alloh, tiada sekutu bagi-Nya dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, membayar zakat, puasa Romadhon, dan menyerahkan seperlima dari rampasan perang.(HR. Al Bukhoriy (7266) dan Muslim (125)).

  3. Puasa Romadhon itu lebih utama dan lebih dicintai Alloh dari pada seluruh puasa yang lain Rosululloh yang bersabda:
    “Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat ditengah malam. Dan puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon adalah puasa di bulan Alloh: Muharrom.” (HR. Muslim (2813)).

  4. Puasa Romadhon menghapus kesalahan-kesalahan Rosululloh bersabda:
    “Sholat yang lima, dari Jum’at ke Jum’at, dan dari Romadhon ke Romadhon adalah penghapus dosa-dosa di antaranya, jika dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim (574)).

  5. Puasa adalah perisai dari Neraka Nabi yang bersabda:
    “Alloh berfirman: “Puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalas dengannya. Dia meninggalkan syahwatnya, makannya dan minumnya untuk diri-Ku. Dan puasa itu adalah tameng. Dan orang yang berpuasa itu punya dua kegembiraan. Kegembiraan ketika berbuka puasa, dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Robbnya, …” al hadits. (HR. Al Bukhoriy (7492) dan Muslim (1151)).

  6. Kegembiraan orang yang berpuasa Nabi yang bersabda:
    “Alloh berfirman: “Puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalas dengannya. Dia meninggalkan syahwatnya, makannya dan minumnya untuk diri-Ku. Dan puasa itu adalah tameng. Dan orang yang berpuasa itu punya dua kegembiraan. Kegembiraan ketika berbuka puasa, dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Robbnya, …” al hadits. (HR. Al Bukhoriy (7492) dan Muslim (1151)).

  7. Aroma mulut orang yang puasa lebih harum di sisi Alloh daripada misik Nabi yang bersabda:
    “Seluruh amalan anak Adam dilipatkan kebaikannya dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Alloh  berfirman: “Kecuali puasa, karena dia itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalas dengannya. Dia meninggalkan syahwatnya, makannya dan minumnya untuk diri-Ku. Dan puasa itu adalah tameng. Dan orang yang berpuasa itu punya dua kegembiraan. Kegembiraan ketika berbuka puasa, dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Robbnya, dan benar-benar bau mulut orang yang puasa itu lebih harum di sisi Alloh daripada misik. (HR. Al Bukhoriy (1954) dan Muslim (1151)).

  8. Puasa Romadhon itu lebih agung pahalanya daripada puasa yang lain Nabi yang bersabda:
    “Seluruh amalan anak Adam dilipatkan kebaikannya dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Alloh  berfirman: “Kecuali puasa, karena dia itu adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalas dengannya... (HR. Al Bukhoriy (1954) dan Muslim (1151)).

  9. Pintu Royyan Nabi yang bersabda:
    “Sesungguhnya di Jannah ada satu pintu yang dinamakan sebagai Ar Royyan. Masuk darinya orang-orang yang berpuasa di hari Kiamat, tidak masuk dari pintu itu seorangpun selain mereka. Dikatakan: “Manakah orang-orang yang berpuasa?” lalu mereka berdiri, tidak masuk dari pintu itu seorangpun selain mereka. jika mereka telah masuk, pintu itu ditutup, maka tidak masuk dari pintu itu seorangpun.” (HR. Al Bukhoriy (1896) dan Muslim (1152)).

  10. Masuk Jannah Rosululloh bersabda: “Barangsiapa beriman pada Alloh dan Rosul-Nya, menegakkan sholat dan berpuasa Romadhon, menjadi kewajiban atas Alloh untuk memasukkannya ke dalam Jannah, baik dia itu berjihad di jalan Alloh ataukah duduk di negrinya yang dia dilahirkan di situ.” Al hadits. (HR. Al Bukhoriy (2790)).

  11. Puasa memiliki kekhususan yang tidak ada pada ibadah yang lain Rosululloh bersabda:
    “Banyaklah berpuasa, karena sesungguhnya tiada yang semisal dengannya,…” (HR. Ahmad (22141) dan dishohihkan oleh Al-Imam Al Wadi’iy dalam “Ash Shohihul Musnad” (488)).

  12. Mencapai derajat taqwa Alloh ta’ala berfirman:
    “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.”

    Al Imam Al Baghowiy berkata dalam tafsir ayat ini: “Yaitu dengan puasa, karena puasa itu penghubung menuju kepada ketaqwaan, dikarena di dalamnya ada penundukan hawa nafsu dan pemotongan syahwat-syahwat.” (“Ma’alimut Tanzil”/hal. 89/Dar Ibni Hazm).

    Apa itu taqwa? Al Imam Ibnul Qoyyim berkata: “Karena sesungguhnya hakikat taqwa adalah mengerjakan apa yang diperintahkan, dan meninggalkan apa yang dilarang.” (“Idatush Shobirin”/hal. 31).

    Abu Bakr Al Qostholaniy berkata tentang hakikat taqwa: “Dia itu adalah penjagaan diri dari kesyirikan dan amalan-amalan yang jelek, dan membiasakan diri untuk mengerjakan amalan-amalan sholihah.” (“Irsyadus Sari”/1/hal. 89).
Luar biasa, kan!

Ular Tangga Astronomi


Masih ingat permainan ular tangga? Ya, permainan yang terdiri dari 100 kotak, dengan langkah yang berurutan dari 1 sampai 100? Kadangkala dalam perjalanan ada kejutan dengan lompatan naik bagi yang beruntung atau turun jika belum mujur? Yang mencapai angka 100 duluan adalah pemenangnya.

Kali saya sediakan permainan Ular tangga tersebut, tetapi sekaligus memasukkan unsur Pelajaran Fisika pada bidang Astronomi. Cocok sekali dibuat hiburan baik oleh anak TK, SD maupun SMP. Sangat menarik, setelah didownload, gunting dan lem, pasti akan menjadi permainan menantang sekaligus belajar. Buah dadu dan 4 icon pemain sudah saya sertakan lengkap. Semoga bermamfaat.  


File gambar berukuran 2,20 MB.

Klik link yang saya sediakan dibawah ini : 



Apa itu Hipernova?

Nova
Proses terjadinya nova. kredit: Wikipedia
Proses terjadinya nova. kredit: Wikipedia
Sebuah bintang secara mendadak mengalami peningkatan kecemerlangan. Peristiwa ini disebut Nova yang dalam bahasa latin memiliki arti “bintang baru”. Disebut bintang baru karena, bintang yang biasanya redup dan tidak dapat dilihat dengan mata tanpa alat, tiba-tiba menjadi obyek yang sangat terang di langit ketika ia menjadi nova.
Nova merupakan ledakan bintang yang terjadi di katai putih dengan terang maksimum -1,1 magnitudo dan minimum hanya 10.5 magnitudo.  Teori menyatakan kalau peristiwa nova terjadi sebagai akibat dari bintang yang kembali menyala setelah tidur panjang, Nova diperkirakan terjadi di permukaan bintang katai putih yang berada di dalam sistem bintang ganda berdekatan. Pasangannya adalah bintang raksasa merah yang jejarinya mengembang sedemikian besar hingga terjadi aliran materi ke katai putih pasangannya. Materi yang masih kaya hidrogen itu mencapai permukaan katai putih yang sangat panas maka dipiculah sebuah ledakan di permukaan bintang yang tiba-tiba cerlang.
Karena itu, bagi astronom di masa lalu, ketika sebuah bintang redup yang tak pernah tampak di langit kemudian tiba-tiba muncul dengan sangat terang maka mereka pun menyebutnya nova si bintang baru.
Supernova
Supernova. Kredit: European Space Agency dan Justyn R. Maund (University of Cambridge)
Supernova. Kredit: European Space Agency dan Justyn R. Maund (University of Cambridge)
Selain nova, ada peristiwa ledakan yang lebih dasyat lagi yang kita kenal sebagai ledakan supernova. Nama supernova di dapat dari peristiwa terangnya sebuah bintang yang jauh lebih terang dari nova. Supernova merupakan peristiwa ledakan bintang yang milyaran kali lebih terang dari nova dan dikenal sebagai salah stau cara bintang mengakhiri hidupnya.  Peningkatan kuat cahayanya kira-kira 8 kali lebih besar dari nova.
Supernova sebagai peristiwa ledakan bintang memiliki 2 tipe yang salah satunya mirip nova yang melibatkan bintang katai putih. Kecerlangan supernova bisa 8 magnitudo lebih besar dari nova. Kedua tipe supernova itu adalah:
Tipe Ia : Ledakan yang terjadi pada sistem bintang ganda dimana bintang katai putih mengakresi materi dari bintang pasangannya.  Para astronom sendiri masih memperdebatkan bintang pasangan seperti apa dari katai putih yang bisa menciptakan ledakan bintang tipe Ia. Tapi, berdasarkan teori, bintang pasangannya ini bisa memberi massa yang cukup besar bagi bintang katai putih sehingga inti bintang katai putih mencapai kerapatan kritisnya.  Akibatnya terjadi pembakaran karbon dan oksigen yang tidak terkontrol sehingga memicu bintang meledak.
Tipe II : Supernova tipe II merupakan ledakan yang terjadi di akhir kehidupan bintang masif (5 – 10 massa Matahari), ketika  bintang kehabisan bahan bakar untuk melakukan pembakaran di inti bintang. Jika inti bintang cukup masif maka akan terjadi keruntuhan inti bintang yang memicu terjadinya ledakan supernova.
Hipernova  
Nova dan Supernova sudah sering didengar dan dikenal. bagaimana dengan Hipernova. Kalau menilik dari nama maka hipernova merupakan supernya super super nova. Ok singkatnya hipernova merupakan peristiwa yang jauh lebih dasyat dari supernova.
Jejak ledakan bintang yang jadi kandidat hipernova. Kredit: Y. Chu (UIUC) et al., POSS, ROSAT, MDM, HST / APOD
Jejak ledakan bintang yang jadi kandidat hipernova. Kredit: Y. Chu (UIUC) et al., POSS, ROSAT, MDM, HST / APOD
Setidaknya smapai dengan tahun 1982, para astronom dalam literatur menyebutkan kalau hipernova merupakan keruntuhan inti yang memicu terjadinya supernova yang kecerlangannya > 100 supernova pada umumnya.  Selain itu hipernova juga diasosiasikan dengan ledakan bintang masif populasi 3 dan bergabungnya lubang hitam supermasif.
Tapi pemahaman itu sudah berubah dan saat ini hipernova mengacu pada kerutuhan inti bintang masif yang massanya lebih dari 30 massa Matahari dan ada teori yang menyatakan lebih dari 100 massa Matahari.  Ledakan bintang masif tersebut akan langsung dikelompokkan sebagai hipernova tanpa melihat apakah kecerlangannya lebih cerlang dari supernova pada umumnya atau tidak. Meskipun dalam kenyataan, ketika hipernova terjadi kecerlangannya lebih cerlang dari supernova dan menghasilkan energi 100 kali lebih besar dari supernova.
Jet pada ledakan sinar gamma. Kredit: Dana Berry/SkyWorks Digital
Jet pada ledakan sinar gamma. Kredit: Dana Berry/SkyWorks Digital
Teori hipernova mengemukakan beberapa kemungkinan. Yang pertama, hipernova merupakan ledakan bintang yang sangat masif yang berputar sangat cepat dan memiliki medan magnet yang juga sangat besar.  Penjelasan lain menyatakan hipernova terjadi katika salah satu bintang dalam bintang ganda bertabrakan dan bergabung dengan bintang pasangannya.
Meskipun belum dapat dipastikan proses mana yang tepat namun yang bisa dipastikan, yang bisa diketahui hanyalah terbentuknya lubang hitam dan pelepasan energi dalam jumlah besar dalam bentuk sinar gamma.
Sinar gamma merupakan bentuk cahaya yang sangat energetik aka kuat yang memiliki energi 10000 – 10 juta lebih banyak dari cahaya yang dilihat mata.  Karena itu hipernova saat ini diasosiasikan dengan  gamma-ray burst (GRB) yang memancarkan radiasi elektromagnetik sangat kuat dengan total energi jauh lebih besar dari supernova.  GRB durasi panjang memiliki jet atau ledakan dasyat yang melesat ke angkasa, dari kutub piringan akresi sementara yang terbentuk di sekeliling lubang hitam di jantung inti bintang yang runtuh. GRB durasi pendek yang juga menciptakan jet diyakini merupakan hasil gabungan dua bintang netron atau bergabungnya bintang netron dan lubang hitam. Secara intrinsik GRB ini jauh lebih cerlang dari supernova.
Secara singkat, hipernova yang juga disebut collapsar merupakan ledakan sinar gamma yang sangat cerlang yang terjadi dari keruntuhan inti bintang yang sangat masif.
Hipernova sendiri sudah ditemukan jejaknya yakni pada MF83 dan NGC5471B, yang berada di galaksi spiral M101. Selain itu jejak hipernova juga ditemukan pada tahun 2002 di M74 ketika salah satu bintang masif meledak. Ledakan sinar gamma. GRB 030329, yang dilihat pada tahun 2003 juga diketahui memiliki spektrum yang cocok dengan ciri-ciri hipernova. GRB yang terjadi pada jarak 2.6 milyar tahun cahaya tersebut terjadi di area Rasi Leo dan diamati oleh High Energy Transient Explorer (HETE-II) milik NASA.
Salah satu bintang yang diduga akan berakhir sebagai hipernova di masa depan adalah bintang Eta Carina di rasi Carina. Source