aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Rabu, 17 Juli 2013

Laut Mati, Tempat Kaum Sodom menuai Azab

Laut mati, terkenal juga dengan sebutan Laut Asin. Laut ini mengandung kadar garam dan mineral yang sangat tinggi. Maka dari itu, laut ini juga dikenal sebagai tempat penyembuhan.

Seperti yang kami kutip dari merdeka.com, laut yang terletak di Timur Tengah ini selalu ramai pengunjung tiap tahun. Kehebatan lainnya adalah Anda bisa melakukan spa, bermacam terapi dan relaksasi alami di sana. Jika pun berenang, Anda tidak akan pernah tenggelam.

Dengan ketinggian 400 meter di bawah permukaan laut, Laut Mati adalah permukaan terendah di bumi. Sebenarnya, lebih tepat disebut sebagai danau daripada laut karena airnya berasal dari Sungai Yordania.

Kadar garam dalam danau ini tujuh kali lebih asin daripada kadar garam di laut manapun di bumi. tidak ada kehidupan yang dapat hidup di airnya.

Menurut literatur Islam dan Alkitab, Laut Mati dulunya adalah situs dari kota kuno bernama Sodom, rumah dari Nabi Luth AS. Alquran menggambarkan orang-orang Sodom sebagai orang yang licik, keji, dan kejam yang tidak menerima ajaran Allah. Mereka adalah para pembunuh, perampok, dan juga melakukan hubungan badan sesama jenis. Nabi Luth berdiri di jalan Allah, namun istrinya pun tidak percaya akan Allah.

Melihat hal itu, Allah menghukum orang Sodom akan kezaliman mereka. Dalam Alquran Surat Hud ayat 82-83 dijelaskan:

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang di atas ke bawah (dibalikkan) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.”

Situs akan hukuman Allah SWT pada Kaum Nabi Luth kini adalah Laut Mati, berdiri sebagai simbol kehancuran.

Ketika Anda mengunjungi Laut Mati, sangat dianjurkan untuk mengenang Nabi Luth atas keberaniannya menegakkan ajaran Allah SWT di tengah-tengah warga yang zalim. Seperti yang dijelaskan di Alquran Surat Al Anbiya ayat 74-75:

“Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik. Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang yang saleh.”

Kartini Tak Ada Apa-apanya Dibanding Tokoh Pejuang Wanita Islam

Kartini. Namanya demikian terkenal, sampai-sampai tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini. Padahal jika dibandingkan dengan sejumlah tokoh wanita Islam lainnya, seperti Rahmah el Yunusiah, Cut Nyak Dien, HR Rasuna Said, dan Dewi Sartika, kontribusi Kartini untuk perjuangan wanita, terutama wanita Islam, tidaklah seberapa.

Semasa hidupnya, Kartini hanya melakukan surat-menyurat (korespondensi) yang kental dengan wacana pluralisme, kebatinan dan sejenisnya. Sebenarnya, tidak ada nilai lebih yang bisa dibangakan dari seorang Kartini selain opini yang dikembangkan bahwa ia ingin mengangkat harkat dan derajat wanita di jamannya.

Tokoh Kartini ini pulalah yang kini dijadikan sebagai penyemangat perjuangan kesetaraan gender. Kalangan Liberal menjadikannya sebagai ikon. Padalah semasa hidupnya, Kartini justru melakukan apa yang sangat ditentang oleh kalangan liberal. Kartini mau ddijadikan istri ketiga oleh Bupati Rembang.

Bagimana sebenarnya sosok Kartini dan mengapa ia sedemikian dijadikan sebagai ikon perjuangan perempuan?. Reporter Suara Islam Online, Mesyah Achreini, mewawancarai seorang jurnalis muslim sekaligus penulis produktif yang menggeluti dunia Freemasonry, Artawijaya. Berikut petikannya:

Kenapa Kartini bisa menjadi sebagai ikon pahlawan perempuan padahal Kartini tidak berjuang apa-apa ?

Kartini hanya sekedar berwacana, surat-menyurat yang kental dengan pluralisme kebatinan dll. Ini berbeda jauh dengan tokoh-tokoh pejuang kita seperti Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika,yang benar-benar berkontribusi terhadap perjuangan Islam.

Kartini tidak pernah mendirikan sekolah, sementara Rahmah El Yunusiah mendirikan sekolah, Rohana Kudus juga mendirikan sekolah perempuan. Dibanding mereka Kartini tidak ada apa-apanya. Ini hanya digunakan oleh kaum kolonialis sebagai ikon wanita Indonesia.

Adakah surat-surat Kartini yang memojokkan Islam?. Seperti kata bapak, Kartini tidak anti Islam tetapi juga tidak membela Islam?

Dalam buku saya yaitu Jaringan Yahudi Nusantara, saya tidak mengatakan ia anti Islam, tetapi pemikiran-pemikiran dia sangat bersebreangan jauh dengan aqidah Islam. Seperti mengatakan semua agama sama, agama yang sesungguhnya adalah agama kebatinan, ini sangat bertentangan dengan aqidah Islam. Surat-menyurat ini resmi ada dalam dokumen-dokumen sejarah, bukan karangan atau diada-adakan tapi memang pemikirannya sangat pluralisme.

Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” itu memang isinya curahan isi hati Kartini atau buku itu memang didisain untuk menghancurkan Indonesia di kemudian hari ?

Kita tahu ruh dari surat-surat Kartini itu. Artinya surat-surat Kartini itu sebenarnya Kartini berkoresponden kepada sahabat-sahabatnya yang semuanya Yahudi. Tadi kan ada wacana jangan-jangan buku itu bukan isi dari Kartini tetapi orang-orang kolonial yang membuat. Tapi fakta sejarah menunjukkan tulisan-tulisan itulah yang ada. Apakah itu buatan orang selain Kartini kita memang tidak punya bukti. Yang kita tahu surat-surat itu yang bikin dia.

Adakah hubungannya ikon Kartini dengan RUU KKG yang sekarang sedang diperdebatkan ?

Kartini kan dijadikan ikon sebagai perjuangan perempuan Indonesia. ini. Seperti kenapa laki-laki bisa sekolah kenapa perempuan nggak, gitu ya sebagai hegemoni saja. Jika RUU KKG ini digulirkan, seolah-olah dia semangat perjuangan Kartini.

Ada sekelompok liberal mengatakan saya tidak setuju jika dalam buku pelajaran kita berbunyi “ibu sedang memasak, ayah membaca koran" seolah-olah laki-laki itu santai perempuan bekerja. Spirit Kartini adalah semangat emansipasi sekuler. Suara Islam perlu mengangkat. Dibanding Kartini lebih banyak pejuang-pejuang wanita Islam di Indonesia yang perjuangannya nyata konkrit seperti Rohana Kudus, Rahma El Yunusiah dia buat sekolah khusus Diniyah Putri. Memang ada dulu Kartini School, ini dulu yang bikin orang Belanda, dan dibuat setelah Kartini meninggal. 
Reff

Rohana Kudus dan Siti Aisyah We Tenriolle Pahlawan Perjuangan Wanita

Selalu ada nuansa lain di bulan April. Berbagai sekolahan, instansi pemerintah, swasta, ataupun organisasi kemasyarakatan berlomba-lomba mengadakan berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Kartini. Sebagai puncaknya di tanggal 21, kaum Hawa mengenakan kain kebaya dan sanggul secara serempak.

Fenomena ini sudah menjadi tradisi bertahun-tahun lamanya. Tak ada yang tak mengenal Kartini. Hampir seluruh anak bangsa menjadikan Kartini sebagai satu-satunya pahlawan tokoh pergerakan perempuan Indonesia. Sosoknya menjadi fenomenal, menjadi ikon kemajuan perempuan Indonesia. Padahal kalau kita mau melihat sejarah secara jujur , sebenarnya banyak sekali perempuan Indonesia yang hebat, setara ataupun bahkan melebihi Kartini.

Jika Kartini dielu-elukan karena pemikirinnya untuk mendirikan sekolah khusus perempuan. Maka Rohana Kudus dari Sumatera Barat sudah selangkah lebih maju. Dia tak hanya sebatas wacana seperti Kartini. Tapi sudah mewujudkan wacana tersebut dalam bentuk konkret berupa Sekolah Kerajinan Amal Setia di tahun 1911. Suatu sekolah khusus untuk kaum perempuan.

Sekolah Kartini berhasil didirikan tahun 1915, 11 tahun setelah wafatnya. Kartini belum berhasil mewujudkan mimpinya semasa hidupnya. Kedua adiknyalah yaitu Kardinah & Rukmini dibantu oleh TH Van Deventer serta JH.Abendanon yang mewujudkan mimpi-mimpinya melalui Yayasan Kartini. Berbeda dengan Rohanna Kudus. Ia berhasil mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia di tahun 1911 ketika berusia 27 tahun. Sebuah prestasi yang sangat fenomenal.

Rohanna Kudus adalah seorang jurnalis perempuan. Ia hidup sezaman dengan Kartini, usianya lebih muda lima tahun. Ketika Kartini mencetuskan ide-ide perjuangannya melalui korespondensi surat dengan para sahabat Belandanya, maka Rohanna mengeluarkan ide-ide perjuangannya melalui koran Soenting Melajoe yang dipimpinnya. Rohanna juga tercatat pernah memimpin surat kabar Perempuan Bergerak dan Cahaya Sumatra. Dialah jurnalis perempuan pertama di Indonesia.

Jika di Bukit Tinggi ada Rohanna Kudus, maka di Bandung ada Dewi sartika. Ia berhasil mewujudkan cita-citanya memajukan pendidikan kaum perempuan dengan mendirikan Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan) di tahun 1904 di kota Bandung. Sekolah ini merupakan Sekolah Perempuan pertama di tanah Jawa, bahkan Sekolah Perempuan pertama se-Hindia Belanda. Sekolah ini bediri di tahun wafatnya Kartini. Sedangkan Sekolah Kartini yang dikelola oleh Yayasan Kartini berdiri tahun 1915.

Di Sulawesi Selatan tercatat nama Siti Aisyah We Tenriolle, seorang Ratu dari Kerajaan Tanette. Dialah Ratu perempuan terlama di Indonesia (1855-1910). Siti Aisyah We Tenriolle adalah seorang ratu yang cerdas. Tak hanya cakap di bidang pemerintahan, Ia juga berhasil menyelamatkan sastra warisan dunia I La Galigo. Suatu epos terpanjang di dunia. I La Galigo adalah suatu sajak maha besar, mencakup lebih dari 6.000 halaman folio. Setiap halaman naskah tersebut terdiri dari 10-15 suku kata. Artinya cerita I La Galigo ditulis dalam sekitar 300.000 baris panjangnya. Satu setengah kali lebih panjang dari epos terbesar Anak Benua India, Mahabharata yang hanya terdiri dari 160.000-200.000 baris. 




Tidak hanya cerdas di bidang kesusateraan, Siti Aisyah We Tenriolle juga cerdas di bidang pemerintahan dan pendidikan. Aisyah berhasil mendirikan sekolah bagi rakyatnya. Sekolah tersebut tidak hanya diperuntukan bagi laki-laki, tetapi juga perempuan. Meski kurikulumnya masih sangat sederhana, hanya membaca, menulis dan berhitung tapi pada masa itu tergolong sudah sangat hebat. Karena pada masa itu anak perempuan tidak bersekolah. Aisyah lah tokoh yang pertama kali mendirikan sekolah yang menerima murid putra dan putri dalam satu kelas. Dia berhasil mewujudkan kesetaraan hak pendidikan bagi laki-laki dan perempuan jauh sebelum Kartini dilahirkan. Aisyah menginginkan rakyatnya melek pendidikan, tidak terkecuali perempuan.

Di Aceh terdapat banyak sekali perempuan-perempuan hebat nan heroik dalam melawan penjajah Portugis maupun Belanda. Mereka terjun langsung dalam pertempuran sengit bahkan menjabat sebagai panglimanya. Di kala perempuan-perempuan Indonesia kebanyakan hanya aktif di sektor domestik, maka perempuan Aceh telah melenggang ke ranah publik

Sebut saja Malahayati yang tercatat sebagai Laksamana Perempuan Pertama di dunia. Dialah yang memimpin armada perang Kesultanan Aceh menggempur armada-armada Portugis dan Belanda di Selat Malaka. Armadanya terdiri dari 100 buah kapal. Tiap kapal terdiri dari 400-500 pasukan. Nama Malahayati sangat ditakuti oleh Armada-armada Portugis, Belanda dan Inggris. Karena Malahayati lah yang berhasil membunuh Cornelis De Houtman di tahun 1599. Cornelis De Houtman adalah orang Belanda yang pertama kali menancapkan kuku imperialisme di Indonesia. Sungguh sangat sulit mencari perempuan segagah Malahayati di zaman sebelumnya atau sesudahnya.

Tak ada yang mengingkari bahwa Aceh adalah gudangnya pahlawan perempuan. Tercatat nama-nama agung mujahidah dari Aceh seperti Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia, Teungku Fakinah, Pocut Meurah Intan, Pocut Baren dan Cutpo Fathimah. Mereka mendedikasikan seluruh hidupnya dalam perjuangan fie sabilillah mengusir kaum penjajah.

Sungguh Indonesia memiliki banyak sekali tokoh pergerakan perempuan. Kebanyakan mereka adalah para muslimah taat. Perjuangan mereka didasari keyakinan relijius, berjihad fie sabilillah dalam rangka mengusir kaum penjajah. Tetapi sayang, sejarah tidak mencatat mereka dengan tinta emas. Nama mereka tidak se abadi nama Kartini. Nama mereka tidak pernah tercantum dalam buku-buku sejarah di bangku sekolah. Akan lebih adil rasanya jika peringatan Hari Kartini diganti dengan Hari Perempuan Indonesia.

101 Wanita Teladan di Masa Rasulullah

Dalam buku "101 Wanita Teladan di Masa Rasulullah" karya Hepi Andi Bastoni dan diterbitkan oleh Robbani Press, mengisahkan wanita-wanita dengan segala kelebihannya sehingga patut dijadikan tauladan sepanjang massa oleh Wanita Muslim yang mendambakan Ridlo Allah SWT. Saya sendiri belum mempunyai buku tersebut karena harganya masih begitu mahal. Paling tidak semoga dapat menjadi semangat dan Ibrah bagi yang kebetulan punya rezeki berlebih untuk dapat memilikinya.

Inilah 101 Wanita Teladan di Masa Rasulullah :

  1. A'isyah binti Abu Bakar Menjadi Istri di Dunia dan Akhirat
  2. Al-Khansa' binti Amr Ibu Para Syuhada 
  3. Amah binti Khalid Terlahir di Negeri Rantau 
  4. Arwa' binti Abdul Muththalib Membela Rasulullah dengan Lisannya shallallahu ‘alaihi wa sallam
  5. Asma' binti Umais Istri Si Burung Surga 
  6. Asma' binti Yazid bin Sakan al-Anshariyah Orator Para Wanita 
  7. Asma' binti Abu Bakar Yang Memiliki Dua Ikat Pinggang 
  8. Atikah binti Zaid Janda Para Sahabat 
  9. Azdah binti Harits Ikut Perang dan Menang 
  10. Barirah Budak yang Ingin Bebas 
  11. Dhuba'ah binti Zubair Istri Pelopor Barisan Berkuda
  12. Durrah binti Abu Lahab Yang Bebas dari Dosa Ayahnya 
  13. Fari'ah binti Abi Shalt Saudaranya Seorang Penyair
  14. Fariah binti Abu Sufyan Ipar dan Istri Ipar Rasulullah 
  15. Fathimah binti Asad Pengganti Khadijah dan Abu Thalib 
  16. Fathimah binti Muhammad Seorang Putri yang Sederhana 
  17. Fathimah binti Qais Istri Usamah bin Zaid
  18. Fathimah binti Utbah Islam Mengubah Segalanya 
  19. Fathimah binti KhathTHab Mengislamkan Saudaranya 
  20. Fathimah binti Walid Memahami Arti Sebuah Persaudaraan
  21. Fathimah binti Yaman Putri Sahabat dan Saudara Para Sahabat 
  22. Furai‘ah binti Malik Di Pelataran Orang-Orang Beruntung 
  23. Hafshah binti Umar bin Khaththab Dibela Jibril karena Tekun Beribadah
  24. Halimah as-Sa‘diyah Ibu Susu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
  25. Hamnah binti Jahsy al-Asadiyah Istri Duta Pertama Islam
  26. Hamnah binti Sufyan Ibu Sa‘ad bin Abi Waqqash
  27. Hawa binti Yazid Dihormati Suaminya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
  28. Hindun binti Amr bin Haram Yang Tabah Ditinggal Keluarga 
  29. Hindun binti Utbah Pemakan Jantung yang Masuk Islam 
  30. Juwairiyah binti al-Harits Putri Musuh Islam yang Memiliki Berkah
  31. Kabsyah binti Rafi‘ bin Abid Mengantar Putranya Sampai ke Liang Kubur 
  32. Khadijah binti Khuwailid Istri yang Paling Dicintai
  33. Khansa' binti KhadzDZam Yang Bebas Memilih Suami
  34. Khaulah binti Malik Perkataannya Didengar Allah dari Langit Ketujuh 
  35. Khaulah binti Hakim Suaminya Muhajirin Pertama Wafat di Madinah 
  36. Laila binti Abi Hatsmah Berjanji kepada Anaknya 
  37. Laila binti Khathim Ditolak oleh Nabi 
  38. Lubabah binti Harits, UmmuL Fadhl Ibu Abdullah bin Abbas 
  39. Maimunah binti Harits Ummul Mukminin yang Sering Bersilaturrahim
  40. Mariyah al-Qibthiyah Ibu dari Putra Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
  41. Nailah binti Farafishah Istri Utsman bin Affan 
  42. Nusaibah binti Ka‘ab Peserta Bai‘atul Aqabah Kedua
  43. Qatilah binti Nadhr Penyair dari Abdu Dar 
  44. Raihanah binti syam‘un Tawanan dari Bani Quraizhah 
  45. Raithah binti Munabbih bin al-Hajjaj Belajar Islam dari Anaknya 
  46. Raithah binti Harits bin Jubailah Meninggal di Perjalanan 
  47. Ramlah binti Abi Sufyan Menikah di Negeri Rantau 
  48. Raqiqah binti Abu Shaifi Bermimpi tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
  49. Rubayya‘ binti Mua‘wwidz Selalu Mendampingi Perjuangan Rasulullah
  50. Rufaidah al-Anshariyah Teladan bagi para Perawat 
  51. Ruqayyah binti Muhammad Yang Hijrah Dua Kali 
  52. Safanah binti Hatim Fasih Bertutur dan Sopan Beretika 
  53. Sahlah binti Suhail Memilih Islam daripada Keluarga
  54. Salafah binti Sa‘ad al-Anshariyah Pemegang Kunci Ka‘bah
  55. Salmah Ummul Mundzir binti Qais Bibi yang Mulia 
  56. Saudah binti Zam‘ah Yang Sabar dan Ikhlas 
  57. Shafiyyah binti Abdil Muththalib Mujahidah Pertama Pembunuh Musyrik 
  58. Shafiyyah binti Huyay Tawanan yang Menjadi Istri 
  59. Shafiyyah binti Sya ibah Berumur Panjang 
  60. Sumayyah binti Khubath Syahidah Pertama dalam Islam
  61. Syaima' binti Harits as-Sa‘diyah Terdampar di antara Tawanan Perang Hunain
  62. Syifa' binti Abdullah Yang Cerdas dan Mulia 
  63. Umaimah binti Shubaih Didoakan Rasulullah 
  64. Umaimah binti Abdul Muththalib Bibi dan Mertua Rasulullah
  65. Umainah binti Khalaf Peserta Hijrah ke Habasyah 
  66. Umamah binti Hamzah Putri Singa Allah 
  67. Umayyah binti Qais Dimandikan dengan Air Garam
  68. Umayyah binti Raqiqah Datang untuk Berbaiat
  69. Ummu Abdi binti Abdi Wud Ibu Si Penggembala Kambing
  70. Ummu Aiman Barakah binti Tsa'labah Pengasuh yang Baik 
  71. Ummu al-Qamah Ridhanya Menyelamatkan Sang Anak dari Neraka
  72. Ummu Anas (Ibu Imran bin Abi Anas) Yang Berani Bertanya
  73. Ummu Dzar al-Ghifariyah Setia Mendampingi Suami 
  74. Ummu Habib binti Ash al-Qursyiyah Menyalakan Semangat Tentara Islam
  75. Ummu Hakim binti Harits Istri Ikrimah bin Abu Jahal 
  76. Ummu Hamid Ingin Shalat Berjamaah Bersama Rasulullah
  77. Ummu Hani', Fakhitah binti Abi Thalib Yang Menyayangi Anak-anaknya 
  78. Ummu Haram binti Milhan Memiliki Martabat yang Tinggi 
  79. Ummu Hisyam binti Haritsah Bertetangga dengan Rasulullah
  80. Ummu Khair binti Shakhr Ibu Abu Bakar ash-Shiddiq 
  81. Ummu Kultsum binti Muhammad Menggantikan Posisi Kakaknya
  82. Ummu Kultsum binti Suhail Turut ke Habasyah 
  83. Ummu Kultsum binti Uqbah Beriman Sebelum Keluarganya 
  84. Ummu Ma‘bad al-Khuzai‘ah Menjamu Rasulullah 
  85. Ummu Ri‘lah al-Qusyairiyah Wanita yang Sangat Diplomatis
  86. Ummu Ruman binti Amir Ibu Mertua yang Mulia 
  87. Ummu Salamah (Ummul Mukminin) Mendampingi Rasulullah di Hudaibiyah
  88. Ummu Sinan Pejuang Wanita Sejati 
  89. Ummu Sulaim binti Malhan Teladan Memilih Pendamping
  90. Ummu Syuraih Ghaziyah binti Jabir al-Qurasyiah Seorang Da‘iyah
  91. Ummu Waraqah binti Naufal Imam para Wanita di Zamannya
  92. Ummu Ziyad Turut Berjuang di Jalan Allah 
  93. Ummul Hakam binti AbU Sufyan Yang Kembali ke Fitrahnya 
  94. Urwah binti Harits Fasih Bicaranya 
  95. Zainab Istri Abdullah bin Mas‘ud 
  96. Zainab binti Abi Salamah Yang Paling Faqih pada Masanya
  97. Zainab binti Ali bin AbU Thalib Cucu Rasulullah yang Tabah 
  98. Zainab binti Jahsy Dinikahkan Allah dengan Rasul-Nya 
  99. Zainab binti Khuzaimah Ibu Orang-Orang Miskin 
  100. Zainab binti Rasulullah Mencintai Islam daripada Suami 
  101. Zunairah Ketabahan Menyembuhkan Butanya

Selasa, 16 Juli 2013

Pak Doe, "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" Sungguhan ...

Bagi Ratih Dwiastuti, Pak Doe adalah sosok guru yang menjadi panutan. Menurut Pak Doe, guru adalah seorang pemimpin yang memimpin dengan karakter.

Demikian pulalah dia. Pak Doe menerapkan pendidikan berkarakter jauh sebelum slogan-slogan karakter ditempelkan di kurikulum. Pak Doe, menurut Ratih, tetap menerapkan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan meski dengan sederhana.

Aura kepemimpinan dan semangat mendidiknya yang tinggi ditunjukkan dengan menyentuh langsung kehidupan setiap siswanya. Ratih pun melihat bahwa menjadi guru bukan sekadar rencana pelaksanaan pembelajaran, melainkan juga karakter dan kepemimpinan dalam interaksi dengan para siswa.

Berikut catatan Ratih ketika menjadi pengajar muda di SDN 4 Langkahan, Aceh Utara. Ratih menemukan "pahlawan tanpa tanda jasa" sungguhan....

"One of The Avangers Langkahan"

Sosoknya memancarakan kesederhanaan dan wibawa yang elegan. Gaya berbicaranya santun, baik itu berbahasa aceh maupun berbahasa indonesia. Ditakuti atau lebih tepatnya disegani oleh mayoritas siswa di sekolahku. Karenanya beliau dipercaya memegang amanah bagian kesiswaan. Beliau adalah orang pertama yang hingga terminal terdekat menuju kota ketika awal-awal penempatan. Bapak Abdurrahman namanya. Pak Doe adalah panggilan akrabnya sehari-hari. Usianya sudah tidak bisa dibilang muda jika dibandingkan dengan guru lain di sekolahku. Ketika konflik sedang di puncaknya, Pak Doe menjabat sebagai geuchik (kepala desa) selama 6 tahun (1999-2005). Hingga sekarang beliau masih disegani dan dihormati oleh masyarakat. Bahkan geuchik penggantinya kerap kali berkonsultasi dengannya. Beliau sudah mulai mengajar ketika konflik. Pernah suatu kali beliau bercerita mengenai beberapa pengalamannya.

Ketika konflik sangat jarang guru yang mau mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan PPKN. Ketika itu Pak Doe memberanikan diri untuk mengajar kedua mata pelajaran tersebut di SMP Negeri 3 Langkahan (saat itu statusnya masih SMP persiapan, belum menjadi SMP negeri). Di tengah-tengah aktivitas mengajarnya, suatu kali beliau pernah disambangi oleh masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Beliau ditanya apakah mengajarkan Bahasa Indonesia dan pancasila atau unsur nasionalisme kepada anak didiknya. Kemudian beliau menjawabnya dengan sangat bijak dan sangat benar menurutku.

“Saya tidak mengajarkan nasionalisme. Saya mengajarkan karakter kebangsaan dan bertata negara. Kalaupun nantinya Aceh merdeka, anak-anak kita perlu tahu juga bagaimana caranya bernegara. Begitu juga dengan Bahasa Indonesia. Jangan sampai anak-anak kita hanya tahu ‘bahasa ibu’ saja. Ketika suatu hari ia merantau, maka tidak kesulitan lagi untuk berkomunikasi.”

Masyarakat GAM pun langsung memahami dan tidak terjadi masalah berkepanjangan. Menurutnya kurikulum berkarakter yang saat ini sedang in di Indonesia, sebenarnya sudah diterapkan sejak lama, hanya saja belum ada label ‘kurikulum berkarakter’.

Beliau juga pernah menjelaskan kepadaku tentang arti “pendidikan berkarakter”. Beliau menganalogikan bahwa mengajar tidak berbeda dengan memimpin. Ketika menjadi geuchik, beliau harus memahami karakter masyarakatnya. Begitu juga dengan mengajar. Beliau berusaha memahami karakter setiap siswanya sehingga bisa melakukan pendekatan dengan cara yang sesuai. Ada siswa yang harus ditindak keras, ada siswa yang harus ditindak secara halus. Selama ini para guru dibuat pusing dengan kurikulum yang berubah-ubah dan berlabel ‘berkarakter’. Tanpa ada label pun, Pak Doe sudah menerapkannya. Bahkan tanpa RPP, tanpa peraturan resmi dari pemerintah, beliau sudah menerapkannya.

Soal kreativitas pun tidak diragukan lagi. PAIKEM yang sedang gencar-gencarmya dikampanyekan, beliau pun menerapkannya. Berikut beberapa contoh dari penerapan PAIKEM di kelasnya.

Gambar tersebut merupakan hasil karya siswa di kelasnya untuk mata pelajaran IPA mengenai gaya dan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan bunyi. Pernah juga beliau meminta siswanya untuk membuat simulasi alat peraga lain namun aku tidak sempat mendokumentasikannya, atnara lain miniatur parasut menggunakan kantong plastik hitam, benang, dan tali. Lagu-lagu pun kerap kali beliau ajarkan kepada anak didiknya.

Semangat mendidiknya tinggi. Beliau pernah pula bercerita mengenai pengalaman mendidiknya. Ketika belum memiliki sepeda motor, beliau mengayuh sepeda sejauh 3 KM di jalan berbatu untuk mengajar. Sehingga jika ada guru yang mengeluhkan jarak sekarang, beliau pun bisa menjawab, karena mayoritas guru sekarang sudah bermotor. Ketika sudah memiliki motor, beliau pernah menyambangi siswa yang tidak mau ikut ujian nasional. Rumah siswa tersebut bukan lagi di desa tempat sekolahku berada. Rumah siswa tersebut sudah pindah ke Aceh Timur (sekitar 30 KM dari rumah beliau). Beliau meyakinkan orang tuanya dan siswanya bahwa dengan mengikuti ujian nasional, itu sudah membuka celah untuk masa depan siswa tersebut dan keluarganya.Setelah beberapa kali dibujuk, akhirnya orang tua siswa menizinkan untuk tinggal sementara di rumah guru yang letaknya satu desa dengan sekolah dan mau mengikuti ujian nasional.

Aku simpulkan bahwa konsep teacher menurut Pak Doe adalah a leader who lead with character. Menerapkan pendidkan berkarakter, PAIKEM, serta memiliki aura kepemimpinan yang baik, membuat dirinya guru ideal di mataku. Beliau bukan PNS yang berpangkat paling tinggi, tetapi beliau selalu bersedia untuk mendidik siswa. Mulai dari mengajar di kelas, pembinaan, hingga mendampingi siswa ketika mengikuti olimpiade. Kualitas guru Indonesia tidak bisa dipukul rata ‘jelek’ atau ‘bagus’. Masih banyak sosok Pak Doe lainnya di negeri ini. Layaknya para superhero dalam The Avangers, para pahlawan tanpa tanda jasa ini pun tersebar dimana-mana, tanpa terlihat oleh masyarakat umum.
Sumber : Blog Pengajar Muda Indonesia Mengajar

UBT - U Learning, Platform Baru Mengatasi Kesenjangan Pembelajaran

Sebuah inovasi diperkenalkan NSDevil atau North Star Developer's Village untuk menerobos kesenjangan proses pembelajaran yang selama ini menjadi jurang lebar antara pendidikan di kota dan daerah-daerah terpencil. Inovasi teknologi bernama Ubiquitous Base Test (UBT) & Ubiquitos-Learning (U-Learning) Platform itu diterakan tidak hanya berbasiskan internet.

"Tapi sudah diperluas dan semakin dipermudah dengan aplikasi 3G wireless communication technology atau jaringan perangkat selular yang kini sudah banyak digunakan di berbagai pelosok tanah air," kata Direktur PT Surya Inti Komunikasi, Tonny Firman A, di Jakarta, Kamis (4/7/2013), menyambut penandatanganan MoU dengan CEO NSDevil, Lee Un Joo, dan Komisaris PT Surya Inti Komunikasi, Honye Fauzia Aurelia.

Tonny mengatakan, teknologi ini setidaknya dapat mengatasi kurangnya sarana infrastruktur dan tenaga pendidik untuk membuat pencapaian mutu pendidikan lebih maksimal. Saat ini, Indonesia sudah harus secepatnya menerapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien.

Dia mengakui, E-Learning memang telah diterapkan. Hanya saja, konsep pembelajaran itu masih terbatas pada jaringan internet.

"Sementara U-Learning memanfaatkan jaringan komunikasi dari vendor, sehingga tidak bergantung pada PC atau laptop," ujar Tonny.

Dia mengatakan, pihaknya tengah menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi. Menurutnya, tidak hanya lembaga formal, karena balai pelatihan pendidikan pun bisa memanfaatkan teknologi ini karena sudah diapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk bisa membantu mewujudkan kesetaraan pendidikan.

Teknologi biquitous Base Test (UBT) & Ubiquitos-Learning (U-Learning) Platform, menurut penemunya, Cavin Shin, telah diterapkan di Afrika Selatan, Rusia, Jepang, dan Filipina. Bahkan, teknologi ini diujicobakan saat Ujian Negara bersama dengan Korea.

Dalam pengembangannya di Indonesia, pemakaian teknologi biquitous Base Test (UBT) & Ubiquitos-Learning (U-Learning) Platform telah dimulai sejak November 2012 lalu, setelah NS Devil telah bekerjasama dengan Universitas Pasundan Bandung, sebagai pilot project.

"Untuk tahap pertama pada Juni 2013 memperlihatkan hasil cukup signifikan bagi para mahasiswa maupun dosen dalam proses perkuliahan hingga ujian semester," kata Tonny.

Sistem “U-Learning” Rambah Dunia Pendidikan Indonesia

Sistem pendidikan berbasis “Ubiquitous Base Test (UBT) dan Ubiquitos-Learning (U-Learning)” mulai merambah dunia pendidikan Indonesia seiring dengan kemajuan era globalisasi serta teknologi informasi.

“UBT dan U-Learning adalah sistem pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi yang tidak hanya berbasis internet tetapi kemampuan beraplikasi menggunakan 3G wireless communication technology atau jaringan dan perangkat selular,” kata Direktur PT Surya Inti Komunikasi Tonny Firman A di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, perangkat selular sudah sangat banyak digunakan oleh berbagai kalangan di Indonesia sehingga sistem pendidikan dengan menggunakan perangkat tersebut bisa lebih mudah dilakukan.

“Untuk menjawab tantangan globalisasi pada era komunikasi yang serba cepat dan transparansi seperti saat ini, diperlukan sistem pendidikan yang efektif dan efisien. Salah satunya sistem UBT dan U-Learning Platform,” katanya.

Dia mengakui, pada saat ini sistem pendidikan E-Learning mulai diterapkan, namun terbatas pada jaringan internet. Sementara U-Learning memanfaatkan jaringan komunikasi dari para vendor, tanpa terpaku pada PC atau laptop melainkan menggunakan perangkat selular.

Menurut dia, dengan inovasi teknologi tersebut keterbatasan dan masalah dalam proses pengajaran dapat diatasi termasuk meminimalisasi kesenjangan pendidikan di kota dan di daerah terpencil. Pihaknya, tambah dia, bekerjasama dengan North Star Developer`s Village (NSDevil) terkait inovasi teknologi tersebut.

Pihaknya juga tengah menjajagi kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan mulai tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Dia menambahkan, selain sekolah formal, Balai pelatihan pendidikan juga bisa memanfaatkan teknologi tersebut.

“Teknologi ini juga diapresiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang dinilai bisa membantu mewujudkan kesetaraan pendidikan di seluruh Indonesia,” katanya.

Dia juga menambahkan, sebelum merambah Indonesia teknologi UBT dan U-Learning telah diterapkan di Afrika Selatan, Rusia, Jepang dan Filipina serta Korea.
Sumber : antaranews.com

Jadikan Ujian Sebagai Hiasan Kehidupan

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)

TIDAK akan ada habisnya memperbincangkan masalah-masalah kehidupan yang ada di sekitar kita. Setiap kita memiliki pengalaman yang berbeda-beda dalam menghadapi setiap persoalan yang datang silih berganti. Hidup selalu bergandengan dengan masalahnya, dan kita berusaha sekuat tenaga menyelesaikannya dengan memohon pertolongan dari Allah Ta’ala.

Setiap yang diberi hidup pasti akan mendapatkan bagiannya dalam hal ujian. Apapun ujian yang dihadapi, baik itu masalah pribadi, problem keluarga, perjuangan untuk kemaslahatan umat atau menegakkan agama Allah, kesemuanya membutuhkan sikap cermat dan kesabaran yang utuh.

Pun tidak ada kesempatan untuk mengelak dari apa yang sudah ditetapkan. Tidak juga dapat menghindar dari apa yang telah ditakdirkan. Masing-masing di antara manusia mendapatkannya secara adil dan merata.

Jika terdapat seorang makhluk yang mampu berbuat baik secara sempurna dalam beribadah kepada Allah dan ‘mumpuni’ dalam memberikan manfaat bagi hamba-hamba-Nya yang lain, maka baginya bagian yang besar berupa rahmat dari sisi Allah Ta’ala.

Sifat Manusia

Allah Ta’ala senantiasa memberikan yang terbaik kepada makhluk-Nya. Potensi dan kelebihan melekat pada diri manusia. Meski demikian, manusia memiliki kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri.

Setiap orang, saat dihadapkan pada masalah hidup, menjadi nyata dan nampak sifat kemanusiaannya. Terhadap persoalan hidup yang susah dan rumit orang cenderung mengeluh dan berkecil hati, seakan hidup ini tidak adil. Orang menjadi beranggapan negatif terhadap Tuhan. “Mengapa kesusahan hidup selalu menimpaku?”, atau dengan ungkapan lain “Kapan hidup keluargaku sejahtera dan berkecukupan?”. Pertanyaan semacam itu sangat mungkin muncul dalam kehidupan setiap orang.

Berkenaan dengan sifat manusia, Allah memberikan penjelasan :

“Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.” (QS: Az-Zumar ayat 49)

Terhadap segala macam nikmat dan ujian yang datang, manusia memiliki pilihannya sendiri. Siapapun bisa melakukannya, antara bersyukur, mengeluh, hingga kufur. Setiap pilihan membawa konsekuensi tersendiri bagi pelakunya.

Kecenderungan sifat manusia hendaknya mendapat perhatian khusus. Sifat manusia yang fluktuatif hendaknya dikelola, dikendalikan, dan diarahkan kepada hal-hal positif yang menjadikan pribadi manusia mampu menghadapi setiap tantangan yang dihadapi, ujian yang menghadang dan cobaan yang menimpa. Bukan untuk memupuk rasa egoisme dan merasa diri lebih baik atau lebih kuat dari yang lain.

Belajar dari Ujian

Di manapun dan kapanpun manusia akan menemukan ujian sesuai dengan apa yang telah Allah Ta’ala tetapkan. Ketentuan-Nya berlaku bagi siapapun tanpa terkecuali. Terhadap ujian yang diberikan itu hendaknya manusia berpikir dan merenungi akan hikmah dan pelajaran berharga di balik setiap ujian yang datang. Adakah itu peringatan, cobaan atau malah hukuman?

Allah telah mensinyalir keadaan manusia terhadap ujian yang dihadapi, firman-Nya:

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.” (QS: Al-Fajr: 15)


Untuk itulah, sikap kita adalah pilihan kita. Menghadapi setiap ujian itu dengan sebentuk kesadaran akan kekuasaan Allah Ta’ala, dan pemaknaan ketidakberdayaan kita pada titik klimaks, dengan ujian tersebut menjadi wahana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Dengan pengertian ini konsekuensinya setiap yang diuji dengan berbagai macam kesulitan dan kesusahan, sikap sabar menjadi penguat kepribadiannya. Pun jika diuji dengan berbagai macam keberlimpahan harta dan kemudahan, sikap syukur dengan tidak melupakan bahwa apapun yang diterima adalah pemberian dan rahmat dari Allah Ta’ala, kemudian ada kepuasan dalam berbagi dengan sesama.

Namun jika perasaan prasangka negatif manusia cenderung dominan, maka akibatnya adalah sebagaimana firman-Nya:

“Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.” (QS: Al-Fajr: 16)

Maksud ayat di atas adalah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. Tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.

Bagi mereka yang mendapat ujian berupa kesulitan hidup hendaknya menjadikan kesabaran sebagai hiasan kehidupannya, dengan membangun sebuah keyakinan bahwa kesulitan itu akan segera berganti kemudahan. Dan, cepat atau lambat, hal itu mudah bagi Allah.

Bagi mereka yang diberi kemudahan dan kesejahteraan hidup hendaknya mampu menunjukkan keteladanan nyata sebagaimana rasul saw dan para sahabat contohkan, yaitu kemauan untuk berbagai dengan sesama, dan kepedulian terhadap orang-orang sekitar yang berada di bawah garis kemiskinan. Jangan dilupakan, kesadaran bahwa yang dimiliki sekarang –dalam wujud kekayaan atau lainnya– sejatinya hanya titipan belaka. Sehingga jika Yang Maha Memiliki mengambilnya tidak akan merasa kehilangan sedikitpun, karena hanya titipan. Kapan saja Sang Pemilik berkehendak, akan menarik dan mencabutnya. Kesiapan dalam bentuk yang sedemikian ini agak sulit dipraktekkan oleh mereka yang merasa memiliki segalanya. Kadang keberlimpahan harta melalaikan siapapun. Silakan lihat QS. At-Takatsur ayat 1.

Rasul, kekasih Allah juga diuji

Setiap utusan Allah membawa risalah yang harus disampaikan kepada umatnya. Risalah tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan tantangan yang diberikan. Para rasul yang termasuk Ulul ‘Azmi adalah orang-orang yang tangguh dan sabar dalam menghadapi berbagai macam rintangan dan ujian. Betapa menegakkan agama Allah penuh dengan perjuangan baik harta, pikiran maupun nyawa sekalipun. Perhatikan QS. Al-Baqarah ayat 124:

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.”

Di antara ujian terhadap Nabi Ibrahim alaihissalam adalah membangun Ka’bah, membersihkan ka’bah dari kemusyrikan, mengorbankan anaknya Ismail, menghadapi raja Namrudz dan lain-lain.

Di balik yang sedemikian hebat itu, Allah telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim, karena banyak di antara rasul-rasul itu adalah keturunan Nabi Ibrahim. Sama halnya dengan Nabi Musa yang mendapat tantangan dakwah sangat berat. Nabi Muhammad pun juga mengalami kesulitan,dan para rasulpun merasakan hal yang sama, ujian dan cobaan datang silih berganti. Namun Allah Ta’ala menjanjikan datangnya pertolongan, dan setiap tantangan, kesulitan, ujian maupun cobaan semakin menambah keyakinan akan kebenaran agama Allah.

Refleksi Ujian

Allah Ta’ala memberikan segala sesuatu kepada hamba-Nya berdasarkan porsinya. Maknanya, jika kebaikan yang diberikan tidak sampai membuat hamba-Nya lalai dari bersyukur. Pun jika keburukan yang ditimpakan tidak akan melebihi kemampuan yang dimilikinya.

Mengapa Allah Ta’ala tidak memberikan beban melebihi kekuatan manusia? Tentunya ada hikmah yang luar biasa di balik itu. Dia Yang Maha Kuasa hendak menunjukkan kepada seluruh makhluk-Nya bahwa ada keterbatasan pada makhluk dan tanpa batas pada Pencipta.

Demikian juga ada banyak kelemahan pada manusia, sementara Tuhan Maha Sempurna. Maka makhluk yang bernama manusia selalu mendapatkan apa yang sepadan dengan kekuatan yang dimilikinya. Apapun yang bernama ujian dalam hidup, hakekatnya, Allah Ta’ala telah sesuaikan dengan kemampuan makhluk-Nya untuk menghadapi hal tersebut.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS: Al-Baqarah ayat 286)

Jika kesadaran akan kesanggupan yang dimiliki oleh setiap orang dalam mengarungi bahtera kehidupan yang penuh ombak dan badai ini maka untuk apa kita merasa berkecil hati atas segala sesuatu yang terjadi. Bukankah beban hidup selalu dibawah kekuatan yang diberikan Allah pada kita. Bukankah ujian itu sesuai dengan ‘kelas’ kita.

Setiap ujian yang menerpa selalu menjadi jalan untuk menapaki tingkatan keimanan ke jenjang yang lebih tinggi. Setiap cobaan menjadi batu loncatan untuk mengasah ketajaman nalar dan kepekaan sosial. Olah jiwa sedemikian tidak diajarkan di sekolah manapun. Yang mendapatkannya kapan dan di mana saja, di sanalah kesempatan untuk belajar dan menjadi pribadi yang mampu mewujudkan sikap sabar yang proaktif dan sikap hidup yang proaktif, tanpa adanya keluh kesah dan sikap apatis.
Sumber : Hidayatullah.com

Sekelompok Kecil Mu’min dalam Timbangan Neraca Allah

timbanganSesungguhnya kelompok Muslim yang menjadi pengikut Nabi Nuh alaihissalam disebutkan dalam beberapa riwayat , jumlah mereka hanyalah ada dua belas orang. Mereka adalah hasil dakwah Nabi Nuh alaihis salam selama seribu tahun kurang lima puluh tahun, seperti yang dinyatakan oleh satu-satunya referensi yang bisa dipercaya tentang masalah ini yaitu : Al Qur’an.

Sesungguhnya kelompok Muslilm ini, yang merupakan buah umur yang panjang dan jerih payah yang lama itu, berhak menjadi alasan Allah untuk mengubah fenomena alam semesta yang biasa dikenal! Ia juga berhak menjadi alasanNya menjadikan kelompok Muslim ini satu-satunya pewaris bumi ! Walau hanya 12 Orang ! Benih kemakmuran, serta pemimpin yang baru di sana.

Ini adalah perihal yang penting !

Sesungguhnya para pionir kebangkitan Islam yang tengah menghadapi jahiliyah universal diseluruh muka bumi, yang sedang merasakan keterasingan dan kesendirian ditengah-tengah jahiliyah ini, rasa sakit, pengusiran penyiksaan dan pemusnahan..maka mereka harus wajib berhenti untuk memfokuskan diri untuk memahami peristiwa yang urgen ini

Sesungguhnya adanya benih muslim (walau sedikit) di bumi ini adalah sesuatu yang begitu berarti di neraca Allah, sesuatu yang menjadikan Allah Subhanahu waTa’ala layak untuk menghancurkan jahiliyah, negerinya, kemakmurannya, akar-akarnya, kekuatan-kekuatannya, dan simpanan-simpanannya ; sebagaimana ia juga menjadikanNya layak untuk memelihara benih ini dan merawatnya agar ia tetap sehat , berkembang mewarisi bumi dan memakmurkannya kembali.

Nabi Nuh ‘alaihi ssalam telah membuat bahtera di bawah pengawasan Allah dan wahyuNya seperti yang difirmankan Allah Subhanahu wata’ala

“ Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zallilm itu; sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan “ (QS Hud ;37)

Ketika itu Nuh ‘alaihissalam mengadu kepada Tuhan-Nya memberitahukan bahwa dirinya adalah “orang yang dikalahkan” dan ketika menyeru Tuhan-Nya “Menangkanlah aku sebab Rasul-Nya telah dikalahkan”.

Ketika itulah Allah melepaskan kekuatan-kekuatan tentara alam yang maha dasyat agar ia membantu hambaNya yang kalah itu ……

“Maka kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka berkumpulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan…” (QS AL Qamar :11-12)

Tatkala kekuatan tentara alam yang maha dahsyat itu memainkan peranannya di seluruh semesta dengan peran yang menyeramkan dan mengerikan itu, Allah Subhanahu wa ta’ala denagn dzatNya yang Mahatinggi bersama hambaNya yang dikalahkan itu.

“ Dan Kami angkat Nuh ‘alaihissalam ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan pemeliharaan Kami…sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari(Nuh) ..: QS Al qamar 13-14

Inilah gambaran menyeramkan yang para pionir kebangkitan Islam di seluruh tempat dan semua masa wajib memahami kejadian ini kala ia dimusuhi oleh jahiliyah dan ketika ia dikalahkan oleh jahiliyah !

Sungguh tidak sepatutnya bagi orang mukmin yang menghadapi jahiliyah berprasangka bahwa Allah akan membiarkannya menjadi mangsa jahiliyah sehingga ia berprasangka bahwa Allah akan membiarkannya menjadi mangsa jahiliyah padahal dirinya menyerukan pentauhidan Allah Subhanahu waTa’ala dengan ketuhannanNya. Sebagaimana ia juga tidak patut untuk membandingkan kekuatan pribadinya dengan kekuatan-kekuatan jahiliyah sehingga ia berprasangka bahwa Allah akan membiarkannya menjadi mangsa padahal ia adalah hambaNya yang meminta pertolongan kepadaNya ketika ia kalah.

Kekuatan itu pada hakikatnya tidaklah berimbang ; jahiliyah memiliki seluruh kekuatan, tetapi orang yang menyeru kepada Allah bersandar kepada kekuatan Allah, dan Allah Mahakuasa untuk menundukkan sebagian kekuatan alam untuk hambaNya, kapan dan bagaimanapun ia menghendaki. Kekuatan palling remeh pun dari kekuatan-kekuatan ini bisa menghancurkan jahiliyah dari arah yang tidak disangka-sangka.

Fase ujian adakalanya berlangsung lama karena suatu hal yang dikehendaki Allah . Nuh ‘alaihissalamtelah tinggal dikaumnya selama seribu tahun kurang lima puluh tahun, sebelum tiba ketetapan yang telah ditakdirkan Allah, bahkan hasil yang panjang ini pun hanyalah tersisa duabelas orang Islam, tetapi sekelompok kecil manusia ini di neraca Allah sama dengan penaklukan kekuatan-kekuatan maha dasyat itu, pembinaan seluruh manusia yang sesat dan pewarisan bumi kepada sekelompok manusia yang baik itu , yang akan memakmurkan bumi untuk kedua kalinya dan yang akan menjadi khalifah disana!

Orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah Subhanahu wata’ala tidak punya kewajiban apapun selain menunaikan kewajiban mereka secara sempurna dengan mencurahkan segenap kemampuan yang dimilikinya, lalu menyerahkan seluruh urusan kepada Allah dengan penuh ketenangan dan percaya diri. Dan ketika dikalahkan mereka harus mengadu kepada Pelindung Yang Maha Menolong dan meminta pertolongan kepadaNya seperti hamba-Nya yang saleh, Nuh ‘alaihissalam –

10 MACAM MANUSIA YANG DITERTAWAKAN SYETAN


  1. Orang yang baru sembuh dari sakit keras/kronis tapi tidak tambah baik kelakuannya dan tidak meningkat juga iman dan 'amal ibadatnya.
  2. Orang yang baru keluar dari penjara tapi tidak tambah baik kelakuannya dan tidak meningkat juga iman dan 'amal ibadahnya.
  3. Orang nyang baru bebas dari fitnah/musibah yang berat tapi tidak tambah baik kelakuannya dan tidak meningkat juga iman dan 'amal ibadahnya.
  4. Orang yang telah menunaikan ibadah haji tapi tidak tambah baik kelakuannya tapi malah kikir bin bakhil.
  5. Orang yang keluar dari bulan Ramadhan atau orang yang baru selesai berpuasa tapi tidak bertambah baik kelakuannya malah bikin dosa baru setelahnya.
  6. Orang yang merasa sudah bisa bersyukur kepada Alloh ( dan atau sering mengucapkan "alhamdulillah") tapi tidak mampu membalas kebaikan orang lain.
  7. Orang yang mengaku sudah mampu bersabar tapi tidak mampu membalas kejahatan dengan kebaikan.
  8. Orang yang pernah menolong orang lain tapi kemudian suka sekali menyebut-nyebut, mengungkit-ungkit pertolongannye kembali.
  9. Orang yang sering menunjukkan dan menceritakan aib dan dosa diri sendiri, serta aib dan dosa orang lain.
  10. Orang yang sibuk memperindah rumahnya dan sibuk membersihkan rumahnya dari sampah, tikus, kecoa, semut, nyamuk, dll.... tapi tidak serius mempersiapkan rumah masa depannya (kuburan) .... membiarkan rumahnya yang asli (kubur) nanti dikeroyok kecoa, semut, cacing, kelabang, tikus, belatung, dan binatang-binatang tanah lainnya.  
  11. Beramalah selagi masih ada kesempatan sebelum datang kesempitan itu [kematian]. Reff