aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Minggu, 28 Juli 2013

Yang Penting Hati Dulu Yang Berjilbab

Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, “Insyaallah. Yang penting hati dulu yang berjilbab.” Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga di suatu malam..

Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas di pinngir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.

“Assalamualaikum, saudariku..”

“Wa alaikumsalam.. Selamat datang, saudariku.”

“Terima kasih. Apakah ini surga?”

Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan, saudariku. Ini hanyalah tempat menunggu, sebelum ke surga.”

“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga, jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini.”

Wanita itu tersenyum lagi. “Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?”

“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah.”

“Alhamdulillah..”

Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.

“Ayo, kita ikuti mereka.” kata wanita itu sambil setengah berlari.

“Apa di balik pintu itu?” katanya sambil mengikuti wanita itu.

“Tentu saja surga, saudariku” larinya semakin cepat.

“Tunggu.. tunggu aku…” ia berlari, namun tetap tertinggal.

Wanita itu hanya setengah berlari, sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya, meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, ” Amalan apa yang telah kau lakukan hingga kau begitu ringan?”

“Sama denganmu, saudariku.” jawab wanita itu sambil tersenyum.

Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, “Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan?”

Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, “Apakah kau tak memperhatikan dirimu, apa yang membedakan dengan diriku?”

Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.

“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke surgaNya, tanpa jilbab menutup auratmu?”

Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata, “Sungguh sangat disayangkan, amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati.”

Ia terbangun, tertegun dan segera ber-istighfar, lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan shalat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu.. Berjanji pada Allah, sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

Tak Ada Iman Tanpa Ujian

Tak ada iman tanpa ujian. Kalimat itulah yang mesti dipegang seorang mukmin dalam mengarungi hidup. Susah senang adalah di antara ruang-ruang kehidupan di mana seorang mukmin diuji keimanannya. Ada yang lulus. Ada juga yang mesti mengulang.

Mereka yang berguguran dalam perjuangan Islam adalah di antara yang mesti mengulang. Waktu memberikan mereka peluang untuk bangkit di lain kesempatan.

Rasulullah saw. bersabda, “Allah menguji hamba-Nya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang keluar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang keluar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah).” (HR. Athabrani) 

Ujian perjalanan keimanan seseorang tidak selalu pada hal besar. Bisa jadi terselip dalam kehidupan sehari-hari. Ada ujian tubuh yang rentan sakit. Ada rezeki yang muncul dalam tetesan kecil. Kadang ada, tapi kebanyakan tidak ada. Hidup menjadi sangat susah.

Inilah ujian sehari-hari yang bisa menentukan seperti apa mutu seorang mukmin. Kalau hasil ujian menunjuk titik sabar, rezeki yang sedikit menjadi berkah. Sedikit, tapi punya mutu istimewa.

Seperti itulah yang pernah diungkapkan Rasulullah saw. pada beberapa sahabat. “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dengan rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridha dengan bagian yang diterimanya, maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberian-Nya. Kalau dia tidak ridha dengan pemberian-Nya, maka Allah tidak akan memberinya berkah.” (HR. Ahmad) 

Ujian seperti itu memang terkesan sederhana. Mudah. Tapi, akan beda pada dunia nyata. Rezeki yang terasa kurang akan berdampak pada sisi lain: gizi keluarga, pendidikan anak, mobilitas gerak, dana dakwah, dan sebagainya. Belum lagi soal status sosial di tengah masyarakat. Sulit mengajak orang kembali pada Islam kalau status sosial si pengajak kurang dianggap.

Ujian rezeki yang terkesan sederhana, ternyata memang berat. Kalau saja bukan karena kasih sayang Allah swt., seorang mukmin hanya akan berputar-putar pada masalah diri dan keluarganya. Kapan ia akan berjuang. Bagaimana ia berdaya mengangkat beban umat yang begitu berat: masalah kebodohan, perpecahan, bahkan kemiskinan umat.

Jika merujuk pada pengalaman Rasul dan para sahabat, kenyataan hidup memang tidak begitu beda. Sedikit di antara hamba-hamba Allah di masa itu yang kaya. Termasuk Rasul sendiri. Beliau dikenal yatim yang berbisnis pada usaha pamannya, Abu Thalib. Begitu pun para sahabat yang sebagian besar berstatus budak dan buruh. Apa yang bisa dilakukan pada kelompok seperti itu.

Itulah yang pernah dialami Nabi Nuh dan para aktivis di sekitarnya. Mereka dianggap hina karena status sosial yang rendah. Allah swt. menggambarkan keadaan itu dalam surah Hud ayat 27.

“Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya, ‘Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja. Dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami. Bahkan, kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta.” 

Namun, sejarah memberikan pelajaran berharga. Para pejuang teladan yang dianggap punya status sosial rendah itu mampu memberikan bukti. Bahwa, kekayaan bukan penentu sukses-tidaknya sebuah perjuangan. Ada hal lain yang jauh lebih penting sebagai energi utama. Energi utama itu tersimpan dalam kekuatan ruhiyah yang tinggi.

Rasulullah saw. mengungkapkan itu dalam sebuah sabdanya. “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlan pertolongan Allah. Jangan lemah semangat (putus asa). Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, ‘Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu berakibat begini dan begitu.’ Tetapi, katakanlah, ‘Ini takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya.” Ketahuilah, sesungguhnya ucapan ‘andaikan’ dan ‘jikalau’ hanya membuka peluang bagi karya setan.” (HR. Muslim) 

Kenyataannya, energi yang dimiliki para pejuang Islam dari masa ke masa ada dalam ruhani mereka. Mereka begitu dekat dengan Yang Maha Kuat, Allah swt. Siang mereka seperti pendekar yang menggempur musuh dengan gagah berani. Tapi malam, mereka kerap menangis dalam hamparan sajadah karena hanyut dalam zikrullah. Hati mereka begitu terpaut dalam kasih sayang Allah swt.

Suatu kali Rasulullah saw. meminta Ibnu Mas’ud membaca Alquran. Ibnu Mas’ud agak kaget. “Bagaimana mungkin saya membacakan pada Anda Alquran, padahal ia datang melalui Anda?” Rasulullah saw. pun meminta Ibnu Mas’ud untuk membaca. Dan sahabat Rasul itu pun membaca surah An-Nisa.

Satu demi satu ayat dalam surah An-Nisa itu dibaca Ibnu Mas’ud. Hingga pada ayat ke-41. Rasul pun menangis. Tangisnya begitu jelas, hingga Ibnu Mas’ud menghentikan bacaannya. Ayat ke-41 itu berbunyi, “Maka bagaimanakah apabila Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” 

Itulah energi yang begitu kuat. Sebuah kekuatan yang bisa memupus keraguan, kemalasan, dan rasa takut. Sebuah kekuatan yang bisa mengecilkan bentuk ujian hidup apa pun. Termasuk, ujian kemiskinan.

Source

Aku Belum Siap Pakai Kerudung

Aku Nggak Mau Pake Kerudung-Jilbab-Hijab Karena ... 
  1. Saya nggak mau kerudungan! kerudungan itu kuno | "lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake kerudung" 
  2. Tapi kan itu kan hal kecil, kenapa kerudungan harus dipermasalahin?! | "yang besar2 itu semua awalnya kecil yg diremehkan" 
  3. Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari kerudungnya, fisiknya! | "trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik?" 
  4. Kerudungan belum tentu baik | "betul, yang kerudungan aja belum tentu baik, apalagi yang...(isi sendiri)" 
  5. Saya kemarin liat ada yg kerudungan nyuri! | "so what? yg nggak kerudungan juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali" 
  6. Artinya lebih baik kerudungin hati dulu, buat hati baik! | "yup, ciri hati yg baik adl kerudungin kepala dan tutup aurat" 
  7. Kalo kerudungan masih maksiat gimana? dosa kan? | "kalo nggak kerudungan dan maksiat dosanya malah 2"
  8. Kerudungan itu buat aku nggak bebas! | "oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?"
  9. Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis! | "nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim dalam membantah Allah"
  10. Kalo aku pake kerudung, nggak ada yang mau sama aku!? | "banyak yang kerudungan dan mereka nikah kok"
  11. Kalo calon suamiku gak suka gimana? | "berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur?"
  12. Susah cari kerja kalo pake kerudung! | "lalu membantah perintah Allah demi kerja? emang yang kasi rizki siapa sih? bos atau Allah?"
  13. Mengapa sih agama cuma diliat dari kerudung dan jilbab? | "sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh"
  14. Aku nggak mau diperbudak pakaian arab! | "ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu gak pake kerudung dan jilbab"
  15. Kerudung jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita | "perasaan yg adain miss universe laki2 deh, yg larang jilbab di prancis jg laki2"
  16. Aku nggak mau dikendalikan orang ttg apa yg harus aku pake! | "sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu"
  17. Kerudung kan bikin panas, pusing, ketombean | "jutaan orang pake kerudung, nggak ada keluhan begitu, mitos aja"
  18. Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?! | "katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen..."
  19. Kerudung dan jilbab kan nggak gaul?! | "lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah?"
  20. Aku belum pengalaman pake jilbab! | "pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul"
  21. Aku belum siap pake kerudung | "kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear"
  22. Mamaku bilang jangan terlalu fanatik! | "bilang ke mama dengan lembut, bahwa cintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya"
  23. Aku kan gak bebas kemana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! | "bukankah itu perubahan baik?"
  24. Itu kan nggak wajib dalam Islam!? | "kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?"
  25. Kasi aku waktu supaya aku yakin kerudungan dulu | "yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh" 

Semoga bermanfaat! 

Sabtu, 27 Juli 2013

7 Manfaat Menakjubkan dari Puasa

Sudah banyak penelitian mengungkapkan jika puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Puasa juga merupakan proses detoksifikasi atau pengeluaran zat racun dari tubuh. Berikut beberapa manfaat kesehatan dari puasa, seperti yang dilansir Yahoo!.

Kurma 
Agar puasa tidak terganggu kalian harus memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi. Kalian bisa makan kurma saat berbuka atau sahur. Kurma adalah makanan yang menyediakan serat yang sangat dibutuhkan tubuh dan akan membantu meningkatkan pencernaan dan menjaga kesehatan Anda selama puasa. 

Tingkatkan Kemampuan Otak 
Para ilmuwan di Amerika telah menemukan bahwa puasa mampu meningkatkan faktor neurotropik yang diturunkan dari otak, yang mendorong tubuh memproduksi lebih banyak sel-sel otak, sehingga dapat meningkatkan fungsi otak. Demikian juga, penurunan jumlah hormon kortisol, yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, membuat seseorang dapat menurunkan tingkat stres selama dan setelah Ramadan. 

Kurangi Kebiasaan Buruk 
Saat berpuasa, kalian akan mengubah gaya hidup atau pola makan yang tidak sehat dengan gaya hidup yang lebih baik. Kalian bisa menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok, makan junk food, makan makanan manis atau lainnya. 

Turunkan Kadar Kolesterol 
Sebuah tim ahli jantung di Uni Emirat Arab menemukan bahwa orang berpuasa akan mengalami pengurangan kolesterol dalam darah. Kolesterol rendah meningkatkan kesehatan jantung hal ini akan mengurangi risiko menderita penyakit jantung, serangan jantung, atau stroke. Jika Anda mengikuti diet sehat setelah Ramadhan, tingkat kolesterol akan dapat diturunkan dengan mudah. 

Detoksifikasi Tubuh
Puasa dapat mendetoksifikasi tubuh dari racun yang menumpuk. Selama puasa, Anda dapat mendetoksifikasi sistem pencernaan dalam satu bulan. Ketika tubuh mulai memakan cadangan lemak untuk menciptakan energi, itu akan membakar setiap racun berbahaya yang mungkin hadir dalam timbunan lemak di tubuh Anda. 

Menyerap Banyak Nutrisi 
Saat berpuasa metabolisme akan menjadi lebih efisien, yang berarti jumlah nutrisi yang diserap dari makanan semakin besar. Hal ini dikarenakan peningkatan hormon yang disebut adiponectin, yang diproduksi oleh kombinasi antara puasa dan sahur, sehingga memungkinkan otot untuk menyerap lebih banyak nutrisi. Kontrol berat badan Puasa membantu kita lebih mudah menurunkan berat badan. Kita hanya perlu makan secukupnya dan tetap mengonsumsi makanan sehat selama puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa.

50 PERBEDAAN ANTARA ORANG CERDAS DAN ORANG BODOH


  1. Perbedaan utama orang cerdas dan orang yang bodoh terletak pada kesadaran dan pengakuan. Orang cerdas menyadari dan mengakui kecerdasannya sehingga ia merasa bodoh di hadapan tuhannya, sedangkan orang bodoh tidak menyadari dan tidak mengakui kebodohan nya sehingga ia merasa cerdas dihadapan Tuhannya
  2. Orang cerdas bercermin kepada kematian sedangkan orang bodoh becermin pada kehidupan.
  3. Orang cerdas lebih banyak menghitung-hitung kekurangannya, sedangkan orang bodoh lebih sring menghitung-hitung kelebihannya.
  4. Orang cerdas selalu menuntut dirinya untuk mengasihi, menyayangi, dan mencintai, sedangkan orang bodoh selalu menuntut untuk dikasihi, disayangi dan dicintai.
  5. Orang cerdas berharap dapat mengenal dirinya sendiri, sedangkan orang bodoh berharap orang lain untuk mengenal dirinya.
  6. Orang cerdas memikirkan bagaimana ,membalas kebaikan orang lain, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana agar orang lain membalas kebaikannya.
  7. Orang cerdas berpikir secara sistematis, metodologis, dan rasional, sedangkan orang bodoh berpikir dengan cara spekulatif dan emosional.
  8. Orang cerdas selalu berusaha untuk mewujudkan pemikirinnya, sedangkan orang bodoh larut dalam pemikirannya tanpa sempat untuk mewujudkannya.
  9. Orang cerdas bertindak sebelum menasehati, sedangkan orang bodoh menasehati sebelum bertindak.
  10. Orang bodoh selalu berKaca tanpa cermin, sedangkan orang bodoh selalu berkaca dengan cermin.
  11. Orang cerdas selalu berpikir berbagai cara untuk memuji, sedangkan orang bodoh selalu berpikir berbagai cara untuk di puji. 
  12. Orang cerdas selalu berusaha mencari dan mengumpulkan ilmu, Orang bodoh selalu berusaha mencari dan mengumpulkan harta.
  13. Orang cerdas memikul buku-buku didalam benaknya, sedangkan orang bodoh memikul buku-buku di kendaraannya.
  14. Orang cerdas lebih sering berbuat daripada berbicara, sedangkan orang bodoh lebih sering berbicara daripada berbuat.
  15. Orang cerdas merasa butuh memohon kepada Tuhannya, sedangkan orang orang bodoh merasa diminta dan diperlukan Tuhannya.
  16. Orang cerdas mengetahui adanya kemudahan di setiap kesulitan, orang bodoh merasa kesulitan menghadapi kemudahan.
  17. Orang cerdas mengumpulkan harta untuk di belanjakan di jalan-Nya, sedangkan orang bodoh mengumpulkan harta untuk dibelanjakan dijalannya.
  18. Orang cerdas selalu merasa malu untuk menolak pertolongan orang lain, sedangkan orang bodoh tanpa rasa malu selalu mengharapkan pertolongan orang lain.
  19. Orang cerdas bisa belajar dari kegagalan, sedangkan orang bodoh sering terbuai oleh keberhasilan.
  20. Orang cerdas memandang pasangan hidupnya sebagai mitra, sedangkan orang bodoh memandang pasangan hidupnya sebagai bawahan.
  21. Orang cerdas acapkali membicarakan tentang kebesaran Tuhannya, sedangkan orang bodoh seringkali membicarakan kehebatan dirinya.
  22. Orang cerdas selalu menghindar dari ketidaktahuan, sedangkan orang bodoh sering menjerumuskan diri dalam ketidaktahuan.
  23. Orang cerdas memimpin dengan suri tauladan, sedangkan orang bodoh tak mampu untuk memimpin dirinya sendiri.
  24. Orang cerdas lebih sering memandang kebawah untuk urusan dunia, sedangkan orang bodoh selalu memandang kebawah untuk urusan akhirat.
  25. Orang cerdas berbicara dengan akal, sedangkan orang bodoh berbicara dengan lidah
  26. Orang cerdas selalu mudah untuk dipahami, sedangkan orang bodoh selalu sulit untuk dipahami.
  27. Orang cerdas hanya mencuri ilmu, sedangkan orang bodoh mencuri apapun yang dibutuhkannya.
  28. Orang cerdas mencintai apa yang di sukai Tuhannya, sedangkan orang bodoh membenci apa yang disukai Tuhannya.
  29. Orang cerdas selalu bersyukur disaat senang maupun susah, sedangkan orang bodoh tak mampu bersyukur walaupun di saat senang. 
  30. Orang cerdas bersandar pada doanya, sedangkan orang bodoh bersandar pada kemampuannya.
  31. Orang cerdas mampu menertawakan musibah, sedangkan orang bodoh selalu dtertawakan musibah.
  32. Orang cerdas selalu mencari kebenaran, sedangkan orang bodoh selalu menutupi kebenaran.
  33. Orang cerdas selalu berupaya melupakan kebaikannya,sedangkan orang bodoh sibuk mengingatkan orang lain tentang kebaikannya.
  34. Orang cerdas mempersiapkan diri menuju kematian, sedangkan orang bodoh hanya menunggu waktu kematian.
  35. Orang cerdas memandang keturunannya sebagai amanah yang akan menyelamatkannya, sedangkan orang bodoh memandang keturunannya sebagai beban yang akan menyesatkannya.
  36. Orang cerdas selalu memohon ampun kepada Tuhannya, sedangkan orang bodoh merasa tak perlu memohon maaf kepada siapapun.
  37. Orang cerdas mampu meminta maaf dan memaafkan orang lain, sedangkan orang bodoh bahkan tak mampu memaafkan dirinya sendiri.
  38. Orang cerdas merasa membutuhkan dan dibutuhkan masyarakat, sedangkan orang bodoh merasa tidak membutuhkan masyarakat, apalagi dibutuhkan masyarakat.
  39. Orang cerdas cukup dinasehati dengan musibah, sedangkan orang bodoh selalu minta dinasehati saat tertimpa musibah.
  40. Orang cerdas berpikir bagaimana caranya untuk memberi, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana caranya untuk meminta.
  41. Orang cerdas tak mampu menolak pemberian karena merasa malu, sedangkan orang bodoh tak mampu memberi karena tak memiliki rasa malu.
  42. Orang cerdas berusaha untuk membantu orang lain untuk membayar utangnya, sedangkan orang bodoh selalu menanggguhkan pembayaran utangnya.
  43. Orang cerdas selalu berorientasi ke masa depannya, sedangkan orang bodoh dipenjara oleh masa lalunya.
  44. Orang cerdas tidak pernah memulai tanpa mengakhiri, sedangkan orang bodoh tidak mampu mengakhiri sesuatu yang dimulainya.
  45. Orang cerdas selalu merasa bebas dan bertanggung jawab, sedangkan orang bodoh mengginginkan kebebasan tanpa berani bertanggung jawab.
  46. Orang cerdas suka memandang isi dibanding kulit, sedangkan orang bodoh lebih suka memandang kulIt dibanding isi.
  47. Orang cerdas memndidik keluarganya dengan kepemimpinan spiritualistik, sedangkan orang bodoh mendidik keluarganya dengan kepemimpinan yang otoriter dan materilistik.
  48. Orang cerdas memandang kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan, sedangkan orang bodoh memandang kegagalan sebagai penghalang menuju kesuksesan.
  49. orang cerdas selalu ditunggu dan diharapkaN orang banyak, sedangkan orang bodoh selalu tak di inginkan kehadirannya oleh orang banyak.
  50. Orang cerdas meletakkan lidah di belakang akal, sedangkan orang bodoh berbicara tanpa akal. Reff

Manfaat Puasa untuk Meningkatkan Fungsi Otak

BERPUASA pada bulan Ramadan bagi kaum muslimin, secara hakekat bukan hanya menahan dahaga dan lapar mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Tetapi lebih dari itu adalah suatu latihan psikis, mental dan tentu saja fisik biologi. Secara psikis, orang yang menjalankan puasa tersebut akan semakin memiliki jiwa dan perilaku sehat, dan tentunya menjauhkan pikiran dan perbuatan dari hal-hal yang bisa mencederai hakekat berpuasa, sehingga kedepan bisa menjadi manusia yang berakhlak mulia.

Secara biologis, tentunya diharapkan bisa bermanfaat bagi kesehatan. Pelaksanaan puasa dilaksanakan dengan cara menahan dahaga dan lapar mulai dari subuh hingga terbenamnya mentari di ufuk timur; (dibutuhkkan waktu sekitar 14 jam). Berarti selama melaksanakan puasa tubuh mengalami proses metabolisme atau makanan didaur ulang dalam sistem pencernaan sekitar 8 jam, dengan perincian 4 jam makanan disiapkan dengan keasaman tertentu dengan bantuan asam lambung, untuk selanjutnya dikirim ke usus, 4 jam kemudian makanan diubah wujudnya menjadi sari-sari makanan di usus kecil kemudian diabsorobsi oleh pembuluh darah dan dikirim keseluruh tubuh. Waktu sisa 6 jam merupakan waktu yang ideal bagi sistem percernaan untuk istirahat.

Selama melaksanakan puasa Ramadan tersebut, menjadi hal yang penting untuk memahami manfaatnya. Apalagi jika dilakukan secara ikhlas dan disertai kepercayaan dan pengetahuan yang memadai tentang manfaat pelaksanaan puasa bagi kesehatan tubuh, khususnya yang berhubungan dengan metabolism, sistem endokrim, dan kesehatan organ yang sangat penting, seperti otak.

Dengan menjalankan puasa, berarti suatu aktivitas fisik dan biologis, sebagai usaha untuk mengatur dan memperbaiki metabolisme tubuh. Hal ini dapat dimengerti, karena pelaksanaan puasa mengajarkan dan melatih tubuh secara disiplin untuk makan dan minum secara tidak berlebihan dan mengatur kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian maka puasa akan memberi manfaat kesehatan bagi orang yang menjalankannya.

Berpuasa akan melatih seseorang, untuk hidup teratur dan disiplin, serta mencegah kelebihan makan. Menurut penelitian, puasa dapat menyehatkan tubuh, sebab makanan berkaitan erat dengan proses metabolisme tubuh. Saat berpuasa karena ada fase istirahat setelah fase pencernaan normal, yang diperkirakan sekitar 6 sampai 8 jam, maka pada fase tersebut terjadi degradasi dari lemak dan glukosa darah. Demikian pula ternyata terjadi peningkatan HDL (High Density Lipoprotein) and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL (low Density Lipoprotein), hal ini sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, karena HDL berefek baik bagi kardiovaskuler sedangkan LDL berefek negatif bagi kesehatan pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Bagi penyakit kardiovaskuler, tidak ada penanggulangan yang lebih baik selain mencegahnya. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup sehat, melaksanakan pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak makan berlebihan makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi), serta dilanjutkan dengan olah raga atau aktivitas yang teratur.


Demikian pula secara psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Sebab saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Dalam penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam akumulasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan seperti amylase, pangkrease, dan insulin dalam jumlah besar, sehingga akan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan tubuh. Dengan demikian, puasa bermanfaat menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan hipertensi.

Demikian pula, manfaat puasa terhadap fungsi dan kesehatan otak, dapat dijelaskan secara ilmiah (scientific experiment). Berdasarkan penelitian plastisitas dan neurogenesis, yaitu tentang kelenturan dan perkembangan otak. Dijelaskan bahwa pada dasarnya synapsis (jaringan/keneksi otak) dapat berkembang berdasarkan, faktor lingkungan, kejiwaan, dan makanan yang dikomsumsi oleh seseorang. Bahkan, Dr. Johansen-Berg, et al. (Neuron Journal 2012) mejelaskan bahwa synapsis diotak dapat mengalami perubahan selama 24 jam yang terekpos oleh pembelajaran dan latihan.

Sehingga pada saat seseorang melaksanakan puasa Ramadan, selama sebulan penuh (30×24 jam). Dengan berupaya secara maksimal mengatur cara makanan, serta senantiasa berpikir positif, berpikir optimism, serta tawadhu dan berbuat secara ikhlas. Maka berdasarkan plastisitas, neurogenesis, dan fungsional kompensasi jaringan otak, akan diperbaharui. Sehingga struktur otak, akan terbentuk networking atau rute jaringan baru didalam otak, yang tentunya akan membentuk pribadi dan manusia yang berpikiran sempurna sesuai anjuran dan latihan Ramadan, yang telah dijalankan selama sebulan penuh.

Sehingga setelah bulan Ramadan, maka muslim tersebut akan menjadi orang-orang yang secara biologis, psikologis, fungsional menjadi orang yang baru. Yaitu manusia senantiasa berpikiran yang lebih baik, yang digambarkan dengan perubahan struktur atau networking (synapses) otak yang baru: yang senantias berpikiran positif, optimisme, tawaduh, serta berserah diri kepada Tuhannya. Demikian pula akan bermanfaat meningkatkan daya ingat, mengurangi kematian sel-sel saraf, bahkan dalam tingkatan tertentu mempermuda regenerasi sel-sel saraf yang baru. Demikian pula karena terjadi penurunan zat-zat lemak seperti Cholesterol, Trigliserida, LDL, dan terjadi peningkat HDL, menyebabkan suasana kesehatan otak akan terhindar dari berbagai penyakit degenerative, seperti Stroke dan Hipertention Brain.
Reff

Musik Klasik atau Al-Quran, Mana yang Lebih Mencerdasan Bayi?

Kepercayaan orang Barat bahwa musik terutama mozart dapat meningkatkan kecerdasan sudah diyakini sejak tahuan 1950-an, mitos ini kemudian diteliti secara lebih serius pada tahun 1990-an. 36 siswa dalam sebuah studi di University of California di Irvine mendengarkan 10 menit sonata Mozart sebelum mengambil tes IQ. Menurut Dr Gordon Shaw, psikolog yang bertanggung jawab atas penelitian ini, skor IQ siswa naik sekitar 8 poin akibat dirangsang oleh alunan ajaib musik Mozart, sejak itulah istilah “Mozart effect ” lahir.

Bahkan di dalam negeri, tahun 2002 Hermanto Tri Juwono dan timnya pernah mencoba pada tikus hamil. Hermanto dkk., memperdengarkan musik klasik Mozart, gamelan sampai dangdut. Setelah distimulasi seperti itu, pertumbuhan sel-sel otak bayi dan ibu tikus diteliti. Hasilnya musik Mozart memberi peningkatan jumlah sel lebih tinggi. Musik gamelan nomor dua tertinggi, sedangkan musik dangdut peningkatannya paling rendah.

Namun setelah bertahun-tahun, orang mulai ragu akan kesahihan dari ‘Mozart effect’ ini dan penelitian tandingan yang menghasilkan kesimpulan kontradiktif dengan kesimpulan diatassudah dilakukan. Beberapa peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul “Mozart Effect” mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini. Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang.Mereka membuat riset yang melibatkan 3000 partisipator, hasil penelitiannya adalah ; ‘tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan inteligensi seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.’

Tim peneliti dari Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik, dan ahli musik juga mengadakan penelitian serupa, mereka mengumpulkan berbagai literatur dan fakta mengenai efek mozart ini. Dan hasil penelitiannya ; ‘Sangat tidak mungkin mozart dapat membuat seorang anak menjadi jenius.’

Howstuffwork sebuah situs yang terkenal memaparkan bahwa musik klasik seperti karya mozart tidak akan membuat seseorang lebih cerdas. Dalam situsnya, masalah ini dimasukan sebagai salah satu point dalam artikel yang berjudul ;‘10 mitos tentang otak.’

Bahkan Dr Frances Rauscher, seorang peneliti yang terlibat dalam studi di Universitas California di Irvine –yang melahirkan istilah “Mozart Efect”– yang telah menjadi kontroversi dalam komunitas ilmiah ini juga menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengklaim itu benar-benar membuat orang pintar, tetapi hanya meningkatkan kinerja pada tugas-tugas spasial-temporal tertentu.

Sekarang kita mengetahui bahwa musik Mozart –dan sebetulnya semua musik yang memiliki alunan nada yang menenangkan (kecuali musik dangdut sepertinya-red)– hanya diyakini dapat menimbulkan efek psikologis seperti bergairah, tenang atau damai. Dan kondisi psikologis ini memang positif dalam merangsang pertumbuhan sel otak. Psikolog Rose Mini menambahkan bahwa yang terpenting bukan musiknya, namun ketenangan yang didapat oleh seorang ibu yang kemudian ditularkan kepada si bayi sejak dalam kandungan.

Lise Eliot,Ph.D, pakar biologi dan anatomi sel Chicago Medical School AS, mengatakan, perkembangan struktur otak bayi lebih dipengaruhi; pola diet, gaya hidup dan kondisi emosi ibu hamil. Efek musik memang diakui sebagai stimulus psikologis / emosional yang baik.

Jadi musik diakui meningkatkan kecerdasan, namun secara tidak langsung yaitu dengan efeknya yang menenangkan sehingga syarat psikologis dan emosional sang ibu memenuhi syarat untuk menciptakan suasana dan lingkungan rahim yang kondusif untuk pembangunan dan pertumbuhan otak sang janin. Stimulan serupa juga didapati pada Al-Quran, diyakini juga bahwa Al-Quran membawa pengaruh-pengaruh positif lain yang luar biasa disebabkan oleh sumber Al-Quran yang ilahiah, dan juga berdasarkan banyaknya kesaksian orang-orang yang merasakan pengaruh Al-Quran secara langsung maupun tak langsung. Keyakinan ini terus diupayakan diteliti sehingga dapat dijelaskan lebih baik dalam ranah ilmiah.

Sudah diteliti dan didapati fakta bahwa memperdengarkan Al-Quran kepada bayi akan meningkatkan tingkat inteligensia sang bayi. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitian ini dalam sebuah seminar konseling dan psikoterapi Islam.

Setiap suara atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Dan ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.

Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan lain sebagainya.

Kalau musik klasik disimpulkan dapat mempengaruhi kecerdasan melalui pengaruh positifnya terhadap stimulan psikologis dengan efektivitas sebesar 65% maka seharusnya Al-Quran yang adalah Kalamullah bisa lebih baik lagi. Al-Qur’an tetaplah obat dan terapi serta stimulan yang terbaik.

Ibu yang cerdas menganggap bahwa rahimnya adalah ruang kelas pertama bagi anaknya, bukan hanya sekedar ruang tunggu bagi janin sampai ia siap dilahirkan ke dunia ini. Para ahli menyatakan bahwa kondisi kejiwaan sang ibu juga sangat mempengaruhi watak dan kecerdasan bayinya. Dalam kondisi stress tubuh sang ibu akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah berlebihan sehingga ini akan memicu tekanan darah meninggi, dada terasa sesak, dan emosi menjadi tidak stabil. Hormon kortisol ini bisa merambat ke bayi melalui plasenta sehingga mempengaruhi pembuluh darah sang janin, akibatnya sang janinpun ikutan stress. Bila ini terjadi terus-menerus dapat menyebabkan sang anak kelak menjadi orang yang rentan stress. Inilah pentingnya ibu yang sedang hamil memperbanyak berdzikir, sebab manfaat berdzikir yang pertama adalah menciptakan ketenangan batin, dan dzikir yang paling utama adalah menghafal, membaca, dan mempelajari Al-Quran Al-Kariim.

Jumat, 26 Juli 2013

Kondisi Hati Bagaikan Awan Penghalang


Hawa nafsu pada manusia ibarat awan yang menyelimuti bumi dengan menutupi seluruh cakrawala. Di balik awan terdapat matahari. Ila terjadi gerhana matahari, siang menjadi seperti malam. Jika gerhana hilang dan matahari berada di balik awan, cuaca menjadi mendung. Seiring dengan bergesernya awan, matahari menampak. Cahayanya menyembul keluar dan bersinar menerangi bumi. Ketika mendung sedikit demi sedikit dan akhirnya sirna seluruhnya, cahaya matahari memancar ke seluruh pelosok bumi. Langit menjadi jernih. Matahari tampak bersinar dengan sempurna di seantero bumi, di bukit, gunung, lembah, kampong, kota, dan rumah-rumah. Dengan lenyapnya awan, bumi menjadi terang oleh cahaya matahari. Ketika awan dan mendung masih bergelayut, sinar matahari tersembunyi. Ia terhalang oleh awan. Demikianlah hawa nafsu manusia. Ia menutupi fu’ad dalam dada.

Cahaya hati (qalb) bagai matahari yang tersembunyi di balik awan. Panas dan sinarnya tidak bermanfaat. Tatkala si manusia diserang oleh musuh hingga menyekutukan Allah, mataharinya mengalami gerhana. Makrifatnya tertutup dan terhijab. Dadanya gelap laksana gulita malam. Ia mengetahui bahwa Allah lah yang menciptakannya, memberikan rezeki kepadanya, mematikannya, dan menguasainya, tetapi ilmu ini tersembunyi di balik kegelapam syirik. Tidak ada cahaya yang menyinari mata fu’adnya. Ia mengucap, “Tuhanku adalah Allah”, namun ia tidak konsisten dengan ucapannya itu. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Az-Zukhruf ayat 9 :


“Seandainya kau tanyakan kepada mereka; siapakah yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka akan menjawab “yang menciptakannya adalah Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Mengetahui.” (QS. Az-Zukhruf : 9) 

Jika ditanyakan kepada mereka, “Siapakah yang mengatur semua urusan? Siapakah yang memberikan rezeki kepadamu ? Siapakah yang menguasai seluruh pendengaran dan penglihatan? Siapakah yang menggenggam segala sesuatu?” tentu mereka akan menjawab, “Allah”. Namun, mereka menyekutukan-Nya. Allah berfirman dalam surah Yunus ayat 31-32 :

“Katakanlah (wahai Muhammad), Apakah kalian tidak bertakwa kepada-Nya? Itulah Allah, Tuhan kalian yang sebenarnya. Sesudah (selain) kebenaran tidak lain adalah kesesatan. Bagaimanakah kalian dipalingkan (dari kebenaran?” (QS. Yunus : 31-32) 

Yang membuat mereka musyrik adalah hawa nafsu. Hawa nafsulah yang mencari serta meminta bahaya dan manfaat kepada berhala. Firman Allah SWT tentang perkataan meraka “Kami menyembah mereka (berhala) tidak lain agar mereka mendekatkan kami lebih dekat kepada Allah”. Allah SWT juga berfirman., “Bahkan mereka menganggap patung-patung itu sebagai pemberi syafaat selain Allah” dan“Mereka telah mengangkat tuhan-tuhan selain Allah guna menjadi pelindung bagi mereka”.

Jika Allah memberikan anugerah-Nya kepada seorang hamba, Dia akan membukakan hijab yang menutupi cahaya. Cahaya pun masuk ke dalam hati sang hamba. Matahari terlepas dari gerhana. Dadanya bersinar dengan cahaya Allah serta hatinya menjadi tentram dan aman. Itulah hamba yang mendapat anugerah iman. Allah membuatnya cinta kepada keimanan sekaligus menjadikan iman indah dalam hatinya. Adapun orang yang tidak diberi anugerah tersebut hatinya tertutup. Tutup itu tidak lain adalah hawa nafsu, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Jatsiyah ayat 23 : 

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Al-Jatsiyah : 23)

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka”(QS. Al-Kahfi : 57) 

Apabila Allah SWT menganugerahkan cahaya kepadanya, ia bias menembus hawa nafsu. Sinar akan menggantikan hawa nafsu. Hawa nafsu pun pergi. Cahanya lalu masuk ke dalam dada, sehingga dada menjadi terang, bersinar, dan bersih. Allah berfirman dalam surah Al-Syams ayat 9-10 yang artinya “Sungguh beruntunglah orang yang membersihkannya dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya”. (QS. Asy-Syams : 9-10) 


Yakni mengotori rongga hati dengan gelapnya hawa nafsu dan syirik. Orang yang merugi jelas tidak beruntung. Ia tidak hadir saat pembagian di Hari Penentuan sebelum diciptakannya langit, bumi, arasy, singgasana, dan Lauh Mahfudz, sehingga ia tidak memperoleh bagian cahaya, ia absen dan merugi.

Semenentara itu, kepada orang yang menghadiri acara pembagian pada hari tersebut, Allah SWT berfirman dalam surah Al-An’am ayat 122 :

“Kami berikan kepadanya cahaya yang dengan itu ia berjalan di tengah-tengah orang banyak”(QS. Al-An’am : 122)

“Barang siapa Allah lapangkan dadanya untuk menerima Islam, ia berada di atas cahaya Tuhannya” (QS. Az-Zumar : 22) 


Inilah hamba yang Allah beri karunia tersibaknya hawa nafsu yang menutupi rongga, sehingga cahaya makrifat bersinar dalam dada. Ia menemukan Tuhan-nya dan beristiqomah.
Wallahu a’lam

MENGAPA UMMAT ISLAM MENGHADAP KA'BAH UNTUK MENYEMBAH ALLAH?

Percakapan Si A dengan seorang ustadz... 

Si A : mengapa orang Islam menyembah kotak hitam?

Ustadz : Salah itu . Umat Islam tidak menyembah kotak hitam, tapi menyembah Allah.

Si A : bukankah orang Islam sembahyang menghadap Ka'bah, satu kotak yang berwarna hitam? Apakah Allah itu ada di dalam Ka'bah?

Belum sempat sang ustadz menjawab, terdengar handphone nya si A berbunyi. Si A menjawab panggilan teleponnya, sementara sang ustadz dengan sabar menanti. Setelah si A selesai menjawab panggilan di handphone nya, dia memandang sang ustadz. Sang ustadz tersenyum.

Si A : mengapa tersenyum? Apa jawaban dari pertanyaan saya tadi Ustadz?

Ustadz : hmm..perlukah saya menjawab pertanyaanmu?

Si A : ah, pasti kau tidak bisa menjawab bukan? [tertawa]

Ustadz : bukan itu maksud saya. Tapi saya mencoba menggunakan teori yang kau gunakan untuk membuat pertanyaan yang kau ajukan padaku. Saya melihat kau kurang menyadarinya..

Si A : mengapa kau bicara begitu?

Ustadz : tadi saya lihat kau bicara sendiri, ketawa dan tersenyum sendiri. Dan kau mencium HP itu sambil bicara "I love You"...

Si A : saya tidak bicara sendiri. Saya bicara dengan istri saya. Dia yang telfon saya tadi.

Ustadz : mana istrimu? Saya tak melihatnya..

Si A : istri saya di Padang. Dia telfon saya, saya jawab menggunakan telfon. Apa masalahnya? [nada marah]

Ustadz : boleh saya lihat HP kamu?

Si A mengulurkan HPnya kepada sang ustadz. Sang ustadz menerimanya, lalu membolak-balikan HP itu, menggoncang-goncangnya, mengetuk-ngetukHP tersebut ke meja. Lantas sang ustadz menghempaskannya sekuat tenaga ke lantai.. PRAKKK..PECAH..Muka si A merah menahan marah. Sementara sang ustadz menatapnya sambil tersenyum..

Ustadz : mana istrimu? Saya lihat dia tidak ada disini. Saya pecahkan HP ini pun istrimu tetap tak terlihat di dalamnya?

Si A : mengapa kau bodoh sekali? Teknologi sudah maju. Kita bisa berbicara jarak jauh menggunakan telfon. Apa kau tak bisa menggunakan otakmu? [Luar biasa marahnya ]

Ustadz : Alhamdulillah [senyum]. Begitu juga halnya dengan Allah SWT. Umat Islam shalat menghadap Ka'bah bukan berarti umat Islam menyembah Ka'bah. Tetapi umat Islam shalat atas arahan Allah. Allah mengarahkan umat Islam untuk shalat menghadap Ka'bah juga bukan berarti Allah ada di dalam Ka'bah.

Begitu juga dengan dirimu dan istrimu. Istrimu menelfon menggunakan HP, ini bukan berarti istrimu ada di dalam HP. Tetapi ketentuan telekomunikasi menetapkan peraturan, kalau ingin bicara lewat telfon harus tekan nomor yang tepat, barulah akan tersambung dan kau bisa berbicara melalu HP meski istrimu tak ada di dalamnya.

Si A : [melongo] ...

Inilah Jawaban yang logis mengapa Umat Islam menghadap Ka'bah untuk menyembah Allah...

Terpikirkah Anda

Pernahkah Anda Berfikir? 

Sebenarnya, setiap orang memiliki tingkat kemampuan berpikir yang seringkali ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika mulai menggunakan kemampuan berpikir tersebut, fakta-fakta yang sampai sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat-laun mulai terbuka di hadapannya. Semakin dalam ia berpikir, semakin bertambahlah kemampuan berpikirnya dan hal ini mungkin sekali berlaku bagi setiap orang. Harus disadari bahwa tiap orang mempunyai kebutuhan untuk berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin.

Berpikirlah

Pernahkah memikirkan, Anda tidak ada sebelum dilahirkan ke dunia ini dan telah diciptakan dari sebuah ketiadaan?

Pernahkah Anda berpikir, bagaimana bunga yang setiap hari dilihat di ruang tamu, tumbuh dari tanah hitam, ternyata memiliki wangi harum dan tampil berwarna-warni?

Pernahkah memikirkan seekor nyamuk yang sangat mengganggu ketika terbang mengitari Anda, mengepakkan sayapnya dengan kecepatan yang sedemikian tinggi sehingga kita tidak mampu melihatnya?

Pernahkah Anda berpikir, lapisan luar dari buah-buahan seperti pisang, semangka, melon dan jeruk berfungsi sebagai pembungkus sangat berkualitas, yang menutup daging buah sedemikian rupa sehingga rasa dan keharumannya tetap terjaga?

Pernahkah memikirkan kemungkinan gempa bumi datang secara tiba-tiba ketika Anda sedang tidur, yang menghancurluluhkan rumah, kantor dan kota sampai rata dengan tanah, sehingga dalam tempo beberapa detik saja Anda pun kehilangan segala sesuatu yang dimiliki di dunia ini?

Pernahkah berpikir kehidupan berlalu dengan sangat cepat, Anda pun menjadi semakin tua dan lemah, dan lambat laun kehilangan ketampanan atau kecantikan, kesehatan dan kekuatan?

Pernahkan Anda memikirkan suatu hari nanti, malaikat maut yang diutus Allah akan datang menjemput Anda meninggalkan dunia ini?

Jika demikian, pernahkan Anda berpikir, mengapa manusia demikian terbelenggu oleh kehidupan dunia yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan dan yang seharusnya mereka jadikan sebagai tempat untuk bekerja keras dalam meraih kebahagiaan hidup di akhirat? Manusia adalah makhluk yang dilengkapi Allah sarana berpikir. Namun sayang, kebanyakan mereka tidak menggunakan sarana yang teramat penting ini sebagaimana mestinya. Bahkan pada kenyataannya sebagian manusia hampir tidak pernah berpikir.

Tujuan Penciptaan Diri

Seseorang yang tidak berpikir akan berada sangat jauh dari kebenaran dan menjalani sebuah kehidupan yang penuh kepalsuan dan kesesatan. Akibatnya, ia tidak akan mengetahui tujuan penciptaan alam dan arti keberadaan dirinya di dunia. Padahal, Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk sebuah tujuan, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an.

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. (QS. Ad-Dukhaan, 44: 38-39).

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minuun, 23:115).

Oleh karena itu, yang paling pertama kali wajib dipikirkan secara mendalam oleh setiap orang ialah tujuan dari penciptaan dirinya. Baru kemudian segala sesuatu yang ia lihat di alam sekitar, serta segala kejadian atau peristiwa yang dijumpai selama hidupnya. Manusia yang tidak memikirkan hal ini, hanya akan mengetahui kenyataan-kenyataan tersebut setelah ia mati. Yakni ketika ia mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya di hadapan Allah, namun sayang sudah terlambat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa pada hari penghisaban, tiap manusia akan berpikir dan menyaksikan kebenaran atau kenyataan tersebut,

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. (QS. Al-Fajr, 89:23-24).


Padahal, Allah telah memberikan kita kesempatan hidup di dunia. Berpikir atau merenung untuk kemudian mengambil kesimpulan atau pelajaran-pelajaran dari yang kita renungkan untuk memahami kebenaran, akan menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi kehidupan di akhirat kelak. Dengan alasan inilah, Allah mewajibkan seluruh manusia, melalui para Nabi dan Kitab-kitab-Nya, untuk memikirkan dan merenungkan penciptaan diri mereka sendiri dan jagad raya.

Sebagaimana firman-Nya,

“Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya”. (QS. Ar-Ruum, 30: 8).