aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Kamis, 16 Januari 2014

Kekuatan Fokus

“Goals provide the energy source that powers our lives. One of the best ways we can get the most from the energy we have is to focus it. That is what goals can do for us; concentrate our energy” – Denis Waitley

Maksud dari kutipan tersebut adalah sebuah tujuan yang jelas menyediakan sumber energi untuk kekuatan hidup kita. Salah satu cara terbaik yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan sebagian besar dari energi untuk mencapai tujuan adalah fokus.

Banyak orang memiliki tujuan, harapan atau cita-cita, namun banyak diantara mereka masih belum bisa mencapai tujuan tersebut. Dan salah satu penyabab adalah tidak fokus.

Tanpa fokus seseorang hanya akan melakukan kegiatan dengan setengah energi, sehingga hasilnya pun tidak akan optimal. Ini berbeda jika Anda mengerjakan sesuatu dengan energi yang penuh, energi yang Anda fokuskan. Maka Anda akan mencapai hasil kerja yang optimal.

Ini seperti kaca pembesar, yang bisa menjadikan sinar matahari yang hangat menjadi sangat panas dan mampu membakar benda yang disinarinya bila difokuskan pada satu titik.

Saya yakin sebagian besar dari Anda kenal tokoh yang satu ini, Steve Jobs. Tahukah Anda apa yang menjadi mantra kesuksesan Steve Jobs? Ini dia yang menjadi mantra kesuksesan steve jobs yaitu fokus dan kesederhanaan. Steve Jobs mengatakan “Itu menjadi salah satu mantra saya – fokus dan kesederhanaan.”

Dengan kata lain fokus akan menjadikan energi kita tercurah dengan penuh pada satu aktivitas utama dan penting. Fokus akan menjadi emosi kita lebih positif, kita akan lebih semangat. Dan fokus akan membuat pikiran kita terpusat pada hal-hal yeng perlu dipikirkan terlebih dahulu.

Lantas mengapa banyak orang sering tidak fokus?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui yang menyebabkan orang tidak fokus dengan tujuan mereka antara lain profokasi orang lain, banyaknya tujuan yang ingin dicapai dalam waktu bersamaan, tidak yakin atau ragu akan tercapainya tujuan yang sudah ditetapkan.

Nah sekarang Anda sudah tahu bahwa fokus itu begitu penting. Anda juga sudah tahu penyebab dari tidak fokus.

Lantas bagaimana caranya supaya kita bisa menjaga fokus kita dengan baik?

Ada empat tips sederhana, untuk menjaga fokus Anda.

1. Miliki komitmen yang kuat

Dalam hal apapun komitmen sangat penting. Termasuk dalam menjaga fokus Anda. Jika Anda sudah berkomitmen melakukan hal-hal utama dan penting, maka Anda bisa mengesampingkan hal-hal lain yang melintas atau mengganggu. Namun jika komitmen Anda lemah, maka Anda akan cepat lupa dengan tujuan utama yang ingin Anda capai. Dari sinilah Anda akan kehilangan fokus Anda. Jadi jaga komitmen Anda untuk menjalankan apa yang sudah menjadi tujuan Anda.

2. Miliki Pengingat

Dengan berbagai kesibukan yang harus kita lakukan setiap hari. Bisa jadi kita lupa akan tujuan utama kita. Jadi, harus ada pengingat bahwa Anda sedang mencapai tujuan tertentu. Ada beberapa hal bisa Anda lakukan antara lain: Posting pengingat di dinding, kulkas, dan komputer desktop. Kirim pengingat diri menggunakan kalender online atau layanan pengingat. Bahkan jika Anda miliki blog Anda bisa menuliskan kemajuan Anda melalui blog Anda tersebut. Hal ini cukup efektif juga sebagai pengingat bagi Anda.

3.Miliki Skala Prioritas


Setiap kegiatan yang Anda lakukan haru Anda buat skala prioritasnya, sehingga Anda tahu apa yang harus Anda tahu mana yang harus Anda dahulukan, maka yang harus segera Anda persiapkan dan mana yang bisa Anda kesampingkan sesaat. Akan lebih jika setiap prioritas kegiatan sudah terjadawal denga baik, kapan Anda kerjakan dan kapan Anda selesaikan.

4. Kuatkan keyakinan

Dengan kuatnya keyakinan Anda, maka Anda tidak akan mudah tergoda olah bisikan-bisikan keraguan, Anda tidak akan mudah terpengaruh dengan profokasi dari orang lain yang menjadikan Anda pesimis. Percayalah keyakinan ini akan menjadikan mental Anda kuat untuk berpegang teguh pada komitmen yang telah Anda pupuk.

Demikianlah ulasan tentang kekuatan fokus. Sekarang Anda sudah melihat bagaimana kekuatan fokus dalam melejitkan diri Anda dalam mencapai tujuan yang sudah Anda tetapkan.

Sebelum saya akhiri ada 2 poin penting yang harus Anda ingat.Pertama, fokus akan menjadikan diri Anda mencurahkan energi, emosi dan pikiran dalam melakukan aktivitas penting dan utama. Kedua, Fokus dapat dijaga dengan komitmen, memiliki pengingat, melakukan tindakan sesuai prioritas dan keyakinan.

Bagaimana Memiliki Motivasi yang Kuat Setiap Hari?

Satu pertanyaan yang sering kita tenui adalah “bagaimana caranya memiliki motivasi yang kuat namun ajeg? soalnya kadang motivasi saya kuat kadang tiba-tiba hilang?”. Dan pertanyaan seperti ini tidak hanya sekali dua kali saya terima, tapi sering. Karena itulah dalam posting kali ini saya akan sharing tentang hal tersebut kepada Anda. Siapa tahu ini juga menjadi pertanyaan Anda saat ini. Saya akan sharing bagamaimana memiliki motivasi yang kuat setiap hari.

Ada enam hal yang bisa sarankan untuk Anda.

1. Ingatkan terus diri kita akan tujuan yang ingin kita capai

Orang hebat selalu melakukan setiap tindakan dengan tujuan yang jelas. Dengan memiliki tujuan itu berarti kita memiliki alasan yang kuat mengapa kita harus terus termotivasi. Tujuan adalah visis, tujuan ini adalah keyakinan yang mampu memompa motivasi yang lemah menjadi kuat.

Jika kita takut lupa akan tujuan kita, milikilah pengingat. Buatlah catatan yang bisa Anda tempelkan di kamar Anda, di mana Anda bisa melihtanya setiap hari. Atau Anda juga bisa menuliskan tujuan Anda ditempat lain misalnya di handphone, walpaper leptop atau komputer Anda atau di mana pun yang memungkinkan Anda untuk bisa melihatnya setiap hari.

Jadi ingatkan diri Anda dengan tujuan Anda, karena ketika Anda berpaling dari tujuan Anda, maka Anda akan kehilangan bakar utama yang akahirnya membuat diri Anda malas dalam bertindak untuk menggapai tujuan tersebut.

2. Tumbuhkan keinginan untuk membahagiakan orang-orang yang kita cintai

Saya yakin jika Anda berakal sehat pasti menyayangi keluarga. Dan saya juga yakin apapun kondisi Anda saat ini, pasti punya keinginan untuk membahagiakan orang-orang kita cintai.

Ini juga merupakan cara efektif yang bisa membuat diri Anda termotivasi tiap hari. Yang perlu Anda lakukan dalah pikirkan keluarga Anda, orang-orang yang Anda cintai. Pikirkan bahwa mereka semua menunggu Anda di rumah, mereka mengingkan Anda sukses dalam melakukan apapun pekerjaan atau aktivitas yang Anda lakukan. Mereka memiliki harapan besar kepada diri Anda. Hidup Anda memang hak Anda, tapi keluarga Anda adalah kewajiban Anda.

Menumbuhkan keinganan kuat untuk membahagiakan orang yang Anda cintai akan membuat Anda punya alasan kuat mengapa Anda perlu punya motivasi setiap hari. Dan alasan inilah yang akhirnya menjadi spirit akan semua tindakan-tindakan yang Anda lakukan setiap hari.

3. Dekatkan diri dengan orang-orang yang hidupnya penuh motivasi

Ketahuilah bahwa diri Anda yang sebenarnya akan tercermin dengan siapa Anda bergaul setiap hari. Bergaul dengan preman Anda akan menjadi preman, bergaul dengan pamalas Anda akan menjadi pemalas, bergaul dengan orang-orang hebat yang penuh motivasi maka Anda pun akan menjadi hebat dan penuh motivasi.

Nah, jika Anda ingin memiliki motivasi yang kuat setiap hari, pastikan bahwa Anda cerdas dalam memilih pergaulan. Hal utama yang harus Anda perhatikan di sini adalah pergaulan yang bisa menumbuhkan semangat dalam diri Anda, yang memunculkan inspirasi dalam diri Anda.

4. Sering-seringlah membaca buku dan artikel motivasi dan pengembangan diri

Membaca adalah cara yang juga efektif membuat kita termotivasi setiap hari. Khususnya adalah bacaan-bacaan yang bisa memotivasi dan menginspirasi. Ada banyak sekali buku-buku, artikel-artikel yang bisa kita baca untuk mendapatkan motivasi.

Denga membaca wawasan kita akan bertambah, pikiran kita akan terbuka dan mindset kita dalam memandang sesuatu akan berubah. Membaca juga akan membuat kita lebih kreatif dan inovatif, membuat kita mampu mencari solusi-solusi cerdas akan permasalah hidup yang kita alami. Jika banyak hal sudah Anda ketahui dengan membaca, maka ini akan memacu Anda lebih semangat dalam melakukan tindakan atau aktivitas kehidupan.

5. Berbagilah motivasi dan pengembangan diri

Salah satu motto hidup saya adalah orang hebat adalah orang yang hidupnya penuh inspirasi dan menginpirasi. Hal inilah yang akhirnya memacu semangat saya untuk berbagi motivasi dan inspirasi kepada orang lain. Dan hal yang saya dapat selain kebahagiaan karena bisa membuat orang lain termotivasi adalah semakin kuatnya motivasi yang saya miliki.

Tapi hidup saya masih susuh, saya masih belum berhasil? Apa ada orang yang mau dengar saya?

Yap, inilah masalah yang sering di alami banyak orang ketika mencoba untuk berbagi motivasi kepada orang lain. Tapi sebenarnya hal itu tidak perlu Anda risaukan. Selama Anda sudah berproses untuk mencapai hal tersebut, percayalah orang lain akan mendengarkan Anda.

Jadi jangan takut, jangan ragu bagilah motivasi Anda, karena di luar sana banyak orang yang membutuhkan semangat Anda, membutuhkan diri Anda untuk menginspirasi mereka. Jika benar-benar Anda lakukan dengan niat baik, maka tiap hari Anda pun akan termotivasi untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

6. Jangan lupa berdoa untuk mendekatkan diri

Cara terkahir dan yang tidak boleh Anda tinggkan adalah berdoa. Kita harus sadar betul tidak ada kekuatan yang paling kuat selain milik sang Pencipta. Jika Tuhan berkehandak menguatkan motivasi Anda taip hari, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Yang perlu kita lakukan adalah berdoa, memohon, untuk selalu diberikan spirit, dimantapkan, dan dikokohkan mental kita melakukan hal-hal yang terbaik dalam hidup.

Demikianlah enam cara bagaimana memiliki motivasi yang kuat setiap hari. Cara ini sudah teruji, saya sudah membuktikannya. Siapalah saya dulu, yang hanya seroang kuli akhirnya bisa merevolusi hidup menjadi seperti sekarang ini. Apakah mungkin hal itu bisa saya capai, jika Tuhan tidak memantapkan motivasi saya dalam meraih semua tujuan hidup yang ingin saya capai. Apakah hal itu bisa saya capai, jika saya tidak senantiasa berusaha memupuk motivasi satiap hari?

Jika saya bisa, Anda pasti bisa.

Jumat, 03 Januari 2014

Sirsak, Pembunuh Kanker yang Khasiatnya Disembunyikan Pabrik Obat

Selama ini masyarakat terbuai, Kanker hanya bisa diobati dengan chemotherapy (terapi kemo). Padahal, buah dan daun Sirsak (Graviola) berdasarkan hasil sejumlah penelitian, mampu membunuh sel kanker yang kekuatannya sepuluh ribu kali lipat lebih ampuh dibanding terapi kemo.

Diam-diam pabrik obat terbesar di Amerika melakukan riset buah yang di Brazil disebut “Graviola“, di Inggris “Soursop” dan di Spanyol “Guana Bana” ini. Namun besarnya biaya riset membuat penemuan besar ini sengaja disembunyikan, sambil mencoba melakukan kloning atas buah ini agar penemuannya bisa dipatenkan.


Khasiat buah dan daun sirsak memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.

Adalah Health Science Institute di Amerika yang membuka tabir gelap ini. “Sirsak, pohon ajaib yang banyak tumbuh di hutan Amazon akan mengubah cara berpikir Anda, dokter Anda, bahkan Dunia, mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan kesembuhan yang luar biasa,” tulisnya.

Berdasarkan riset buah dan daun sirsak bisa (1) menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo, (2) Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan, (3) Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan, dan (4) energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari pabrik farmasi terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak (sari) buah ini adalah secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker: Usus Besar, Payudara, Prostat, Paru², dan Pankreas.

“Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan,” tulis laporan riset itu.

Tidak Membunuh Sel Sehat

Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membunuh sel-sel sehat.

Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa-apa mengenai hal ini? Jawabnya adalah: begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh di hutan Amazon ini.

Ternyata beberapa bagian dari pohon ini: Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan: sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik.

Dengan bukti-bukti ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.

Namun kisah Graviola hampir berakhir di sini. Kenapa? Di bawah undang-undang federal, sumber bahan alami untuk obat tidak bisa dipatenkan. Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk mengkloning Graviola ini agar bisa dipatenkan sehingga bisa meraup keuntungan besar.

Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa dikloning. Perusahaan gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test. Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar berangsur-angsur memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk tidak mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari tim riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan-bahan alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu study yang dipublikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan, studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan terapi kemo.

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak terganggu. Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif: rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah study di Purdue University membuktikan, daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostate, pancreas, dan Paru-paru.

Petunjuk Pemakaian

Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga-lembaga di atas. Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang dibudidayakan dan dipanen oleh orang-orang pribumi Brazil, kini bisa diperoleh di Amerika.

Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker. Untuk pencegahan : Disarankan makan atau minum jus buah sirsak. Untuk penyembuhan: – 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja. Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.

Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas dan lemes mirip dengan efek kemoterapi. Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter. Daun sirsak ini sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel-sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh sebagian sel sel yang normal.

Kisah lengkap tentang Graviola, di mana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy : New Cancer Killers, Safe as Mother’s Milk, sebagai free special bonus terbitan Health Science Institute. (dp/dais/Berbagai Sumber)

Setiap penyakit, ada obatnya. Namun kesembuhan adalah ketentuan Allah.. Barengi usaha dengan banyak beribadah.. Sehat dan Berpahala, In Shaa Allah

Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ketepatan Ukuran Bumi

Ketika orang-orang berdiri dan mulai berjalan, mereka merasa tidak ada tekanan ke atas atau ke bawah. Duduk, berjalan, dan berlari adalah aktivitas yang sangat biasa. Namun setiap kali orang terlibat dalam kegiatan tersebut, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa mereka menolak gaya gravitasi yang sangat kuat.

Alasan yang paling penting dalam hal ini adalah ukuran Bumi. Jika ukurannya sedikit lebih kecil, maka gravitasi akan jauh lebih lemah, atmosfer planet akan terpecah dan menghilang, dan kita tidak akan mampu untuk tetap stabil di dunia.

Jika bumi lebih besar, gravitasi akan cukup meningkat dan berbagai gas beracun akan membuat atmosfer kita mematikan. Bahkan jika kita berhasil untuk melindungi diri dari gas, kita tidak akan mampu bergerak.

Namun sepertinya masalah tidak pernah muncul, karena ukuran bumi telah ditentukan dengan cara yang memungkinkan bagi kehidupan manusia. Kondisi yang menggabungkan secara halus di mana tidak ada cara bahkan satu dari mereka bisa muncul secara kebetulan. Para ilmuwan telah menghitung kemungkinan peristiwa semacam itu sebagai 1 dalam 10.123,1. Jelasnya, pembentukan secara kebetulan dari lingkungan yang cocok bagi kehidupan adalah tidak mungkin.

Apakah Allah menghendaki demikian, Dia bisa membuat bintang dan planet yang cocok untuk kehidupan, mengatur hal-hal sehingga manusia tidak perlu makan atau minum, gas untuk bernapas dalam ukuran tertentu, atau gravitasi atau Matahari.

Tapi Allah, Yang menciptakan semua yang ada, menghendaki untuk membawa semua kondisi secara terperinci yang diperlukan untuk kehidupan yang luar biasa untuk mengingatkan masyarakat bahwa Dia menciptakan dan mengendalikan segala sesuatu dan memberikan kita kesempatan untuk menghargai kekuasaan-Nya yang tak terbatas dan kembali kepada-Nya:

"Dia Pemilik kerajaan langit dan bumi milik. Dia tidak memiliki anak laki-laki, dan Dia tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya. Dia menciptakan segala sesuatu dan menetapkan ukuran-ukurannya dengan cara yang tepat." (QS. Al-Furqan : 2) 
(harunyahya/sainsislami)

Semangat Laba-laba

Di sudut atap sebuah rumah yang sudah tua, tampak seekor laba-laba yang setiap hari bekerja membuat sarangnya dengan giat dan rajin. suatu hari hujan turun dengan derasnya dan angin bertiup dengan kencang. Rumah tersebut bocor dan sarang laba-labanya pun rusak. Tampak si laba-laba dengan susah payah berusaha merayap naik. setelah berhasil naik, laba-laba berusaha membuat sarangnya kembali yang rusak, namun ketika sudah mulai membuat sarang, sarangnya rusak kembali. begitu seterusnya. Laba-laba tidak menyerah begitu saja ketika sarangnya rusak dan mencoba membangun kembali.

Ada 3 orang kakak beradik yang menyaksikan tingkah laku laba-laba tersebut. 


Anak pertama memberikan komentar : nasibku sama dengan laba-laba tersebut, meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga terus menerus tetapi hasilnya masih tetap nol. Sia-sia belaka! Memang beginilah nasibku. Meskipun sudah berusaha sekuat tenaga apapun hasilnya tidak bisa berubah.

Anak kedua berkomentar: laba-laba itu bodoh sekali. kenapa tidak mencari jalan lain. tidak perlu bersusah payah untuk menghadapinya, lebih baik lewat jalan pintas saja.

Lain halnya dengan pendapat anak ketiga, melihat kegigihan laba-laba tersebut, hatinya tergugah. Dia berkomentar : Laba-laba ini begitu kecil, tetapi memiliki semangat yang luar biasa, dalam hal keuletan dan ketabahan. Aku harus belajar dari semangat laba-laba ini. Beberapa kali sarangnya rusak, namun dengan kegigihannya, laba-laba tetap semangat untuk membangun sarangnya kembali.

RENUNGAN:
Cerita diatas memang sangat realistis dan sungguh inspiratif sekali. Sudut pandang yang berbeda dalam melihat persoalan yang terjadi akan melahirkan penanganan yang berbeda. Cara pandang anak pertama memperlihatkan sikap sosok yang tanpa motivasi, tanpa target hidup yang pasti, pasrah, mudah putus asa, dan bergantung pada apa yang disebut dengan nasib. Ini adalah salah satu perspektif yang paling menghambat langkah seseorang untuk meraih keberhasilan. Jika kita menganut sudut pandang demikian maka dijamin keberhasilan akan jauh dari kita.

Cara pandang anak kedua menunjukkan tanda-tanda sebuah pribadi yang oportunis dan pragmatis. Dalam menghadapi masalah dan persoalan, pilihan yang ditempuhnya adalah menghindari atau lari dari persoalan. Jika toh harus menghadapinya maka yang ditempuhnya adalah ditempuhnya jalan pintas dan menghalalkan segala cara asalkan tujuannya tercapai. Bukannya mencari pemecahan dengan kreatifitas dan kecerdasan. Jika setiap rintangan kita bersikap demikian, maka dipastikan mental kita akan menjadi lemah, rapuh, dan besar kemungkinan menjadi "Raja Tega"

Dan untuk cara pandang anak ke tiga itu menunjukkan semangat juang yang tinggi. Kegigihan adalah semangat pantang menyerah yang harus dimiliki untuk mencapai tujuan yang diharapkan. S
etiap persoalan adalah sebuah batu pengunci yang harus dipecahkan dan dihadapi dengan penuh keberanian. 

Kita harus membiasakan diri melihat setiap masalah yang muncul sebagai sesuatu yang wajar dan harus dihadapi, bukan menghindar atau melarikan diri dari masalah.

Sesungguhnya, kualitas kematangan mental seseorang dibangun dari fondasi banyaknya hambatan. masalah, kelemahan, dan problem kesulitan yang dihadapi. dan jelas sekali dengan bekal kegigihan, ketabahan, dan usaha yang konsisten utk memperbaiki diri kedepannya merupakan kunci sukses kita untuk mencapai tujuan (goal) yang kita targetkan. hasil yang dicapaipun akan berkualitas dan membanggakan.

"Kegigihan adalah semangat pantang menyerah yang harus kita miliki.Dengan bekal kegigihan dan usaha yang konsisten, kesuksesan yang kita peroleh pasti berkualitas dan membanggakan." Reff

Jumat, 27 Desember 2013

Pompeii, Kisah Tragis Kota Perzinahan


Kota Pompeii terletak digaris laut Mediterania, dekat kota Naples (Neapolis) di Italias Selatan. Pompeii adalah kota besar dan ramai semasa pemerintahan Kaisar Romawi Neron. Kota ini termasuk daerah koloni orang-orang Romawi, yang dihuni oleh 20.000 jiwa, 40% dari mereka adalah kalangan budak. Pompeii menjadi kota yang makmur dari tempat pesiar di musim panas yang dilengkapi villa-villa, kuil atau candi, gedung-gedung teater atau pertunjukan, pemandian dan arena laga (colisium/colesseum).

Sekarang ini, tidak ada yang tersisa dari kota ini selain berkas peninggalan kuno. Pompeii terletak di bawah gunung berapi Vasuvius yang memiliki ketinggian 1.200 m dari permukaan laut. Kota pompeii hancur akibat ledakan hebat gunung Vasuvius, ledakan super dahsyat yang mengubur kota Pompeii dan kota Herkulaneum.

Letusan gunung mulai memuntahan lava panas pada siang hari, 24 Agustus 79 M ( 491 tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad), yang mnyebabkan awan asap berlapis-lapis bagaikan pohon Shanbir yang menutup matahari, metubah siang menjadi gelap yang berkepanjangan. Penduduk kota Pompeii berusaha lari dan mengurung diri di dalam rumah untuk menyelamatkan diri, akan tetapi tidak ada gunanya. Hari itu adalah hari raya dewa api dalam keyakinan Romawi. (subhannallah ‘ amma yusyrikun)

Kota pompeii terkubur lava panas dan material gunung selama 1668 tahun hingga ditemukan pada tahun 1748 M, yaitu bersamaan ditemukannya kota Herkulaneum (herculaneum). Dari penemuan itu berhasil ditemukan korban meninggal dalam keadaan utuh tanpa ada kerusakan bahkan hingga gigi mereka (tetap utuh). Mimik muka yang menyatukan semua korban adalah rasa takut dan rasa terbelalak. Pada satu tempat ditemukan mayat-mayat yang keras membatu. Karena debu-debu lahar yang beracun yang bisa kita anggap sebagai alami-masuk kebagian dalam tubuh yang basah, sehingga menjaga bentuk dan rupa manusia serta binatang sebagaimana adanya.

Dari penemuan ini terungkap bagaimana krakteristik kota yang kaya serta kemakumuran yang dirasakan oleh masyaraktnya pada waktu itu. Banyak orang kaya yang hidup mewah bangga dengan kekayaan mereka. Dikota ini terdapat jaringan (instalasi)air di dalam rumah , kamar mandi umum dan jalan-jalan yang tersusun rapi dengan batu-batu, ada juga pelabuhan laut yang cangih, begitu pula panggung-panggung sandiwara , dan pasar-pasar. Sisa dan jejak peninggalan mereka menunjukkan perhatian mereka terhadap seni dan ukiran (pahatan), dan masyarakat penghuni kota ini adalah warga Romawi kuno dengan semua tingkatan dan status sosial yang termasuk budak.

Maksiat Yang Merebak 

Di dalam sejarahnya, para penduduk kota Pompeii gemar dan paling nomor satu dalam hal maksiat. Mereka sering menggelar perzinaan di rumah – rumah mereka, di jalan – jalan, bahkan hampir setiap rumah adalah rumah pelacuran. Banyak juga para pendatang dari Yunani dan Venesia yang ‘menikmati’ wanita – wanita disana, berhubung kota itu juga menjadi pelabuhan yang aman oleh para pelaut. Suatu pertanda bahwa masyarakat itu (Pompeii) adalah masyarakat yang rendah, bahkan lebih rendah dari binatang.

Sebelum kota ini hancur terkubur, masyarakat diwaktu itu tidak menggubris tanda-tanda akan terjadinya letusan gunung. Mereka tidak ambil dengan goncangan-goncangan kecil manapun goncangan kuat., tidak pula terhadap awan putih yang menggumpal di atas kawah gunung. Manusia disaat itu tidak belajar dari gempa bumi yang pernah menghancurkan kota mereka 17 tahun sebelumnya. Mereka tidak mengubris seruan kaisar Romawi, Neuron supaya meninggalkan kota. Berangkali alasan mereka adalah mereka memandang letusan gunung berpai membawa banyak kebaikan. Debu yang dibawa sangat kaya dengan bahan mineral yang bisa menjadi pupuk bagi tanaman mereka sehinga berbuah lebat. Air hujan yang turun kepada mereka dan mengairi tanaman yang disebabkan adanya gunung berapi tersebut yang selalu mendatangkan awan. Banyak tanda dan alamt akan terjadi letusan hebat. Beberpa hari sebelumnya terjadi goncangan hebat (gempa bumi) yang mengerikan sebagian sumur, juga mematikan sumber-sumber mata air, sementara anjing-anjing menggonggong sedih atas diamnya burung-burung.

Semua tanda itu tidak di indahkan oleh penduduk kota hingga di waktu dhuha, sementara mereka sibuk berdagang dan canda tawa, ditengah hari tanggal 24 Agustus 79 M, manusia mendengar hiruk pikuk yang menghebohkan, batu-batu besar terbelah, disusul lahar panas, asap, debu yang terbang tinggi mengarah kelangit kemudian setengah jam berikutnya semuanya jatuh menimpa kepala penduduk kota Ponpeii. Sebagian dari mereka berhasil meyelamatkan diri ke pelabuhan, dan yang lain bersembunyi dirumah-rumah dan gedung. Setelah itu mereka semua berubah menjadi mayat yang membatu. Pada penggalian jejak kota ini ditemukan kurang lebih 2000 mayat. Banyak dari mereka tergencat bebatuan yang berjatuhan menimpa atap-atap rumah dan gedung.

Beberapa jam kemudian, lahar panas yang berlimpah ruah mengubur kota tersebut dan membumihanguskan semua bentk tanda-tanda kehidupan di sana. Akhirnya kota tersebut terkubur hingga 3 meter oleh lahar panas dan debu. Setelah kejadian semburan batu panas dari Gunung Vesuvius, maka banyak ditemukan mayat – mayat bergelimpangan, dan banyak pula yang mati sedang melakukan maksiat (zina), ada juga yang melakukannya dengan sejenis dan bahkan diketahui ada yang masih berusia belia. Na’udzubiLLahi min dzalik.

Mirip memang dengan peristiwa kaum Luth –‘alayhis salaam- (kaum penghuni kota Sodom) yang Alloh luluhlantahkan dengan hujan batu.

“ Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

Atau apakah penduduk mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga)/ tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.”*(QS. Al-A’raf :96-99)


Allah membinasakan penduduk kota Romawi, Pompeii, karena mereka berbuat aniaya dimuka bumi dan banyak merusak disetiap lini kehidupan. Diantara mereka senang mengadakan pertunjukan pertarungan antara manusia dengan manusia atau dengan binatang buas, yang berakhir hingga matinya salah satu peserta laga.

Bagaimana Rasanya Sakit Saat Kita Sakaratul Maut ?

Keluarbiasaan rasa sakit dalam sakratul maut tak dapat diceritakan dengan pasti kecuali oleh orang yang pernah merasakannya. Ketika orang tertusuk duri ujung jari telunjukknya yang merasakan sakit bukanlah tubuhnya tetapi jiwanya, demikian juga rasa sakit gigi yang merasakan sakit adalah jiwanya.

Sakratul maut adalah saat kritis ruh ditarik dari jasad, pada saat jiwa terlepas dari jasad, maka yang merasakan sakit adalah jiwanya sampai jiwa itu lepas dari jasad.

Sakratul maut adalah ungkapan tentang rasa sakit yang menyerang inti jiwa dan menjalar keseluruh bagian jiwa sehingga tidak ada lagi satu pun bagian jiwa yang terbebas dari rasa sakit itu. Rasa sakit tertusuk duri, misalnya, menjalar pada bagian jiwa yang terletak pada bagian jiwa yang terletak pada anggota badan yang tertusuk duri.

Akan tetapi, rasa sakit yang dirasakan selama sakratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh bagian badan sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan mulai dari kulit kepala hingga ujung kaki. Jadi, janganlah ditanya betapa penderitaan dan rasa sakit yang tengah dialami oleh orang yang sedang sakratul maut.

Maut lebih menyakitkan daripada tusukan pedang, gergaji, atau sayatan gunting. Karena rasa sakit yang diakibatkan oleh tusukan pedang terjadi melalui asosiasi bagian tubuh yang tertusuk dengan jiwa, maka betapa sangat sakitnya jika luka itu dirasakan oleh jiwa itu sendiri. Orang yang ditusuk bisa berteriak kesakitan karena masih adanya tenaga di lidahnya.

Sedangkan suara dan jeritan orang yang sekarat terputus karena rasa sakit yang amat sangat dan rasa sakit itu telah memuncak sehingga tenaga menjadi hilang, semua anggota tubuh melemah dan sama sekali tidak ada lagi daya untuk berteriak minta pertolongan.

Rasa sakit itu telah melumpuhkan akalnya, membungkam lidahnya, melemahkan semua raganya. Dia ingin sekali meratap, berteriak, dan menjerit meminta tolong, namun dia tak kuasa lagi melakukan itu. Satu-satunya tenaga yang masih tersisa hanyalah suara lenguhan dan gemertak yang terdengar pada saat ruhnya dicabut.

Warna kulitnya juga berubah dan menjadi keabu-abuan menyerupai tanah liat, tanah yang menjadi asal-usulnya jasad.

Setiap pembuluh darah dicerabut bersamaan dengan menyebarnya rasa pedih ke seluruh permukaan dan bagian dalamnya sehingga bola matanya terbelalak ke atas kelopaknya, bibirnya tertarik ke belakang, lidahnya mengerut, kedua buah zakar naik, dan ujung jemari berubah warna menjadi hitam kehijauan, Keadaan semua itu akibat dari semua pembuluh darah tertarik dengan dicabutnya ruh, tercerabutnya pembuluh darah dan syaraf dari dalam tubuh hingga permukaan kulit.

Setelah itu, satu per satu anggota tubuhnya tidak berfungsi. Mula-mula telapak kakinya menjadi dingin, kemudian betis dan pahanya. Setiap anggota badannya merasakan sekarat demi sekarat, penderitaan demi penderitaan, dan itu terus terjadi hingga ruhnya mencapai kerongkongan. Pada detik ini berhentilah perhatiannya pada dunia.

Pintu taubat telah ditutup dan dia pun diliputi oleh rasa sedih dan penyesalan. Rasulullah saw. bersabda, ”Taubat seorang manusia tetap diterima selama dia belum sampai pada sakratul maut.”

Suatu ketika Rasulullah saw. ditanya tentang pedihnya kematian. Dan beliau saw. menjawab, ”Kematian yang paling mudah adalah serupa dengan sebatang pohon duri yang menancap di lembar kain sutra. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutra yang terkoyak?”

Rasulullah saw. bersabda dalam penyaksiannya seorang sahabat yang mengalami sakratul maut, ”Aku tahu apa yang sedang dialaminya,. Tak ada satu pembuluh pun yang tidak merasakan pedihnya derita kematian.”

Senin, 23 Desember 2013

Wanita lebih cepat dewasa daripada pria?

Selama ini beredar anggapan yang menyebutkan bahwa tingkat kedewasaan wanita lebih cepat berkembang daripada pria. Namun ternyata hal tersebut benar adanya.

Seperti dilansir dari dailymail.co.uk, disebutkan bahwa para peneliti dari Newcastle University melakukan penelitian yang menyangkut akan hal itu. Mereka menemukan bahwa semakin Anda dewasa ada beberapa bagian sel-sel otak yang mengalami penyusutan untuk membuat lebih efisien dalam bekerja. Hal tersebut terjadi pada setiap orang termasuk pria dan wanita.

"Proses penyusutan sel-sel otak tersebut dialami oleh setiap orang termasuk pria dan wanita. Namun pada wanita, proses ini lebih cepat berlangsung dari pria. Akibatnya wanita pun selangkah lebih maju dari pria dalam hal kedewasaan," jelas Dr Marcus Kaiser dari universitas yang sama.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cerebral Cortex mengatakan bahwa walaupun otak mengalami penyusutan namun kerja otak tetap efektif dan efisien untuk mencerna informasi dan menyimpan memori.

Minggu, 22 Desember 2013

Perintah Belajar Sejarah Dalam Surat Al-Fatihah


Surat al-Fatihah, awal surat dalam al-Qur’an itu ternyata menyiratkan perintah untuk belajar sejarah. Mungkin banyak yang tidak sadar, walau setiap hari setiap muslim pasti mengucapkannya. Tidak sekali bahkan. Tetapi banyak yang tidak menyadari sebagaimana banyak yang tidak mempunyai kesadaran untuk membaca, mengkaji, mendalami sejarah Islam.

Bermula dari doa seorang muslim setiap harinya: 
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. al-Fatihah [1] : 6) 

Jalan lurus, yang oleh para mufassir ditafsirkan sebagai dienullah Islam itu, dengan gamblang digambarkan dengan ayat selanjutnya dalam al-Fatihah: 

“(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” 

Di sinilah perintah tersirat untuk belajar sejarah itu bisa kita dapatkan. Ada tiga kelompok yang disebutkan dalam ayat terakhir ini;  
1. Kelompok yang telah diberi nikmat oleh Allah
2. Kelompok yang dimurkai Allah
3. Kelompok yang sesat 

Ketiga kelompok ini adalah generasi yang telah berlalu. Generasi di masa lalu yang telah mendapatkan satu dari ketiga hal tersebut. 


Kelompok Pertama, Generasi Yang Merasakan Nikmat Allah 

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya (Tafsir Ibnu Katsir 1/140, al-Maktabah al-Syamilah) menjelaskan bahwa kelompok ini dijelaskan lebih detail dalam Surat an-Nisa: 69-70, 

“Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. an-Nisa [4] : 69-70) 

“Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.” 

Ada kata penghubung yang sama antara ayat ini dengan ayat dalam al-Fatihah di atas. Yaitu kata (أنعم) yaitu mereka yang telah dianugerahi nikmat. Sehingga Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat dalam al-Fatihah tersebut dengan ayat ini. 

Mereka adalah: Para nabi, para shiddiqin, para syuhada’ dan para shalihin. Kesemua yang hadir dalam dalam doa kita, adalah mereka yang telah meninggal. 

Ini adalah perintah tersirat pertama agar kita rajin melihat sejarah hidup mereka. Untuk tahu dan bisa meneladani mereka. Agar kita bisa mengetahui nikmat seperti apakah yang mereka rasakan sepanjang hidup. Agar kemudian kita bisa mengikuti jalan lurus yang pernah mereka tempuh sekaligus bisa merasakan nikmat yang telah mereka merasakan. 

Perjalanan hidup mereka tercatat rapi dalam sejarah. Ukiran sejarah abadi mengenang, agar menjadi pelajaran bagi setiap pembacanya. 

Kelompok Kedua, Mereka Yang Dimurkai Allah 

Imam Ibnu Katsir (Tafsir Ibnu Katsir 1/141, al-Maktabah al-Syamilah) kembali menjelaskan bahwa mereka yang mendapat nikmat adalah mereka yang berhasil menggabungkan antara ilmu dan amal. Adapun kelompok yang dimurkai adalah kelompok yang mempunyai ilmu tetapi kehilangan amal. Sehingga mereka dimurkai. 

Kelompok ini diwakili oleh Yahudi. Sejarah memang mencatat bahwa mereka yang menentang Nabi Muhammad SAW sekalipun, sesungguhnya tahu dengan yakin bahwa Muhammad SAW adalah Nabi yang dijanjikan dalam kitab suci mereka akan hadir di akhir zaman. 

Sekali lagi, mereka bukanlah masyarakat yang tidak berilmu. Justru mereka telah mengantongi informasi ilmu yang bahkan belum terjadi dan dijamin valid. Informasi itu bersumber pada wahyu yang telah mereka ketahui dari para pemimpin agama mereka. 

“Demi Allah, sungguh telah jelas bagi kalian semua bahwa dia adalah Rasul yang diutus. Dan dialah yang sesungguhnya yang kalian jumpai dalam kitab kalian….” kalimat ini bukanlah kalimat seorang shahabat yang sedang berdakwah di hadapan Yahudi. Tetapi ini adalah pernyataan Ka’ab bin Asad, pemimpin Yahudi Bani Quraidzah. Dia sedang membuka ruang dialog dengan masyarakatnya yang dikepung oleh 3.000 pasukan muslimin, untuk menentukan keputusan yang akan mereka ambil. 

Maka benar, bahwa Yahudi telah memiliki ilmu yang matang, tetapi mereka tidak mau mengikuti kebenaran tersebut. Inilah yang disebut oleh Surat al-Fatihah sebagai masyarakat yang dimurkai. Para ulama menjelaskan bahwa tidaklah kaum Bani Israil itu diberi nama Yahudi dalam al-Qur’an kecuali dikarenakan setelah menjadi masyarakat yang rusak. 

Rangkaian doa kita setiap hari ini menyiratkan pentingnya belajar sejarah. Untuk bisa mengetahui detail bangsa dimurkai tersebut, bagaimana mereka, seperti apa kedurhakaan mereka, ilmu apa saja yang mereka ketahui dan mereka langgar sendiri, apa saja ulah mereka dalam menutup mata hati mereka sehingga mereka berbuat tidak sejalan dengan ilmu kebenaran yang ada dalam otak mereka. Sejarah mereka mengungkap semuanya. 

Kelompok Ketiga, Mereka Yang Sesat 

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa bagian dari penafsirannya adalah masyarakat Nasrani. Masyarakat ini disebut sesat karena mereka memang tidak mempunyai ilmu. Persis seperti orang yang hendak berjalan menuju suatu tempat tetapi tidak mempunyai kejelasan ilmu tentang tempat yang dituju. Pasti dia akan tersesat jalan. Kelompok ketiga ini kehilangan ilmu walaupun mereka masih beramal. 

Masyarakat ini mengikuti para pemimpin agamanya tanpa ilmu. Menjadikan mereka perpanjangan lidah Tuhan. Sehingga para pemimpin agamanya bisa berbuat semaunya, menghalalkan dan mengharamkan sesuatu. 

Sebagaimana yang jelas tercantum dalam ayat: 
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. at-Taubah [9] : 31)

Kisah’ Adi bin Hatim berikut ini menjelaskan dan menguatkan ayat di atas, 

Dari ‘Adi bin Hatim radhiallahu anhu berkata: Aku mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam dan di leherku ada salib terbuat dari emas, aku kemudian mendengar beliau membaca ayat: Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah. Aku menyatakan: Ya Rasulullah sebenarnya mereka tidak menyembah rahib-rahib itu. Nabi menjawab: Benar. Tetapi para rahib itu menghalalkan untuk mereka apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, maka itulah peribadatan kepada para rahib itu. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi, dihasankan oleh Syekh al-Albani) 

Bagaimanakah mereka masyarakat Nasrani menjalani kehidupan beragama mereka? Bagaimanakah mereka menjadikan pemimpin agama mereka menjadi perwakilan Tuhan dalam arti boleh membuat syariat sendiri? Di manakah kesesatan mereka dan apa efeknya bagi umat Islam dan peradaban dunia? 

Semuanya Dicatat Oleh Sejarah 

Inilah doa yang selama ini kita mohonkan dalam jumlah yang paling sering dalam keseharian kita. Al-Fatihah yang merupakan surat pertama. Bahkan surat pertama yang biasanya dihapal terlebih dahulu oleh masyarakat ini. Surat utama yang paling sering kita baca. Surat yang mengandung doa yang paling sering kita panjatkan. 

Siratan perintah untuk belajar sejarah sangat kuat terlihat. Maka sangat penting bagi kita untuk memperhatikan kandungan surat yang paling akrab dengan kita ini. Agar terbukti dengan baik dan benar doa kita; 

“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. al-Fatihah [1] : 6-7).

Setetes Embun Ditengah Laut

Cerita Musa dan Khidir adalah cara Allah mendidik Nabi-Nya, Musa a.s., untuk tidak merasa terlalu tahu, untuk tidak merasa hebat. Dengan cara itu Allah hendak memangkas keangkuhannya, sekaligus menanamkan kepadanya sebuah kesadaran baru bahwa apa yang tidak kita ketahui jauh lebih banyak daripada apa yang kita ketahui. Semua yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui terangkum lengkap dalam ilmu Allah. Yang kita ketahui itu terbatas. Sementara yang tidak kita ketahui itu tidak terbatas. Pengetahuan kita adalah gambaran keterbatasan kita sebagai manusia. Sementara ketidaktahuan kita adalah gambaran ketidakterbatasan Allah, sekaligus ketergantungan kita kepada-Nya.

Bisakah embun mengalahkan laut? Tidak! Tapi itu juga bukan perbandingan yang setara. Ilmu kita memang hanya ibarat setetes embun di tengah lautan. Tapi lautan sendiri takkan pernah cukup untuk menulis ilmu Allah itu. Itu sebabnya di penghujung surat Al-Kahfi di mana Allah mengisahkan cerita Musa dan Khidir, Allah mengatakan: “Andaikan laut dijadikan tinta untuk menulis kalimat-kalimat Allah, niscaya habislah laut itu sebelum kalimat-kalimat Allah itu habis, walaupun Kami mendatangkan laut lain sebanyak itu lagi”. Laut itu akan kering sebelum semua ilmu-Nya, segenap kebijaksanaan-Nya, tercatat!

Semakin dalam kita menyadari betapa luasnya ketidatahuan kita, semakin cepat kita sampai pada sebuah kesadaran baru, bahwa adalah salah besar untuk menafsirkan keberhasilan-keberhasilan kita dengan pengetahuan. Tentu saja pengetahuan kita berhubungan dengan kesuksesan kita. Katakanlah misalnya antara pengetahuan dan kekayaan.

Tapi hubungan itu tidaklah bersifat kausalitas mutlak. Pengetahuan hanyalah salah satu faktor yang bisa menjelaskan kekayaan seseorang atau sebuah bangsa. Tapi apa yang menjelaskan fakta bahwa banyak orang pintar yang miskin, dan sebaliknya, banyak juga orang bodoh yang kaya raya? Pengetahuan mungkin menjelaskan kekayaan Bill Gates dan Amerika. Tapi mungkinkah Bill Gates sekaya itu seandainya dia lahir dua ratus tahun yang lalu? Sebaliknya, apa yang menjelaskan kekayaan negara-negara Teluk? Pengetahuan? Atau keberuntungan?

Selain itu, apa yang terjadi seandainya Allah memberikan semua pengetahuan dan sumber daya alam kepada bangsa-bangsa Barat, dan membiarkan bangsa-bangsa Teluk hidup tanpa pengetahuan dan sumber daya alam? Pengetahuan adalah karunia Allah. Sumber daya alam adalah juga karunia Allah. Dengan membelahnya ke Barat dan Timur, Allah menciptakan interdependensi dalam kehidupan manusia. Dalam makna ini pula Allah menghadirkan kisah Qarun, Haman dan Fir'aun dalam keseluruhan riwayat hidup Nabi Musa. Qarun adalah simbol kekayaan. Haman adalah simbol pengetahuan.

Fir'aun adalah simbol kekuasaan. Ketiganya tenggelam ditelan laut dan bumi. Karena Qarun, misalnya, menafsirkan kekayaannya dengan tafsir tunggal “sesungguhnya aku diberi kekayaan ini karena pengetahuan yang kumiliki”.

Ketiga tokoh simbol itu adalah cerita tentang keangkuhan yang rapuh. Dan dihadirkan untuk mengajari kita makna perbedaan antara embun dan laut.

TAHU DIRI

Empat kategori golongan pengetahuan diri manusia, yang manakah anda?
1) ORANG YANG TAHU DIRINYA TAHU ADALAH SEBAIK-BAIK MANUSIA. 
2) ORANG YANG TAHU DIRINYA TIDAK TAHU ADALAH MANUSIA YANG BERUNTUNG. 
3) ORANG YANG TIDAK TAHU BAHWA DIRINYA TAHU ADALAH ORANG YANG MERUGI. 
4) ORANG YANG TIDAK TAHU BAHWA DIRINYA TIDAK TAHU ADALAH SEBURUK-BURUK MANUSIA. 


Maksudnya :
1) Orang yang tahu bahwa dirinya tahu dan menggunakan pengetahuan yang ada pada dirinya untuk kepentingan dirinya, orang lain dan lingkungannya maka dialah sebaik-baik manusia.
2) Orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu sehingga dia terus berusaha menambah pengetahuannya dengan cara belajar dengan berbagai cara maka dia adalah orang yang beruntung.
3) Orang yang tidak tahu bahwa dirinya tahu sehingga pengetahuan yang ada pada dirinya tidak bermanfaat bagi siapapun maka dia adalah orang yang merugi.
4) Orang yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu sehingga dia menganggap dialah orang yang paling tahu dan dia tidak pernah berfikir untuk menambah pengetahuannya, oleh karenanya pengetahuannya tidak pernah bertambah, maka dia adalah seburuk-buruk manusia.

Semoga Bermanfaat
[Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran, Majalah Tarbawi edisi 216]