aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Senin, 24 Desember 2012

Guru dan Murid, Dulu dan Kini


Seorang guru tidak selalu terlihat lebih hebat dalam segala hal dari murid-muridnya, tapi kehebatan murid-murid menandakan kehebatan gurunya.

Guru yang hebat tidak harus sempurna dan tidak harus serba bisa. Tapi ia mampu meyakinkan murid-muridnya bahwa mereka bisa. Mengarahkan minat dan bakat murid agar bisa sampai pada pencapaian yg maksimal.

Guru yg hebat juga memiliki keterbatasan dan menyadarinya, adakalanya ia tidak mampu mewujudkan ajarannya itu, dan justru murid-muridnyalah yang bisa menyempurnakannya. Murid-muridnya lah yang mampu mewujudkan cita-citanya yang melampauai umur sang guru sendiri.

Sebaliknya, para pencari ilmu bisa menjadi hebat jika tidak membalikkan argumen bahwa kalau gurunya tidak bisa, buat apa digurui? Ingat bahwa dengan arahan guru itulah semua kehebatan murid bisa menjelma.

Penuntut ilmu yg hebat tidak akan pernah merasa lebih bisa dari gurunya, karena hal itu akan menghalangi masuknya ilmu. Nasehat dan koreksi menandakan bahwa seharusnya ia bisa lebih baik lagi.

Sekarang banyak yang terbalik. Guru-guru tidak bisa menerima kenyataan muridnya lebih hebat, sedangkan murid-murid tidak bisa menghormati sang guru dan peran besarnya.

Sebagian murid sama sekali tidak berani berbeda sedikitpun dengan yang diucapkan sang guru, sebagian lagi sama sekali tidak mau menerima nasehat guru.

Posisi guru bukan lagi sebagaimana makna aslinya, digugu dan ditiru (ditaati dan diikuti), akan tetapi menjadi orang upahan yang dibayar dengan sejumlah uang sebagai ganti ilmu yang diajarkan.

Murid merasa bebas bertingkahlaku karena merasa sudah mengeluakan uang. Guru-guru hanya menerima murid yang mampu membayar, murid-murid membayar ilmu seperti membeli makanan dari si penjual.

Guru-guru terjebak untuk jualan pendidikan, orang-orang kaya berfikir pendidikan dilihat dari gengsinya. Sebagian orang selalu ingin, posisi guru selamanya miskin, karena itu merupakan penanda keikhlasannya.

Dulu masyarakat memasrahkan anak-anak dengan kepercayaan penuh untuk dididik. Kini masyarakat mendikte guru.

Lembaga pendidikan memuliakan guru. Tapi, itu dulu. Kini guru-guru direkrut perusahaan pendidikan, dieksploitasi atas nama keikhlasan untuk mengalirkan keuntungan bagi si pemodal.
Reff : hminews.com

Proses Terjadinya Pembalikan Medan Magnet Bumi Beserta Akibatnya Pada Manusia

 
Sepanjang sejarah, kutub magnetik bumi mengalami pembalikan hingga ratusan kali. Kini ilmuwan, seperti dikutip Livescience, mengamati peristiwa pembalikan tersebut mulai terjadi.

Kutub magnetik bumi dihasilkan oleh atom-atom besi di inti bumi yang bersusun bersama membentuk magnet raksasa. Batang magnet raksasa di tengah bumi inilah yang menyebabkan jarum kompas selalu mengarah ke kutub utara dan selatan.

Namun catatan geologi dari tanah di dasar Samudera Atlantik menunjukkan kutub magnetik bisa berbalik arah oleh sebab yang belum diketahui. Perubahan ini menyebabkan jarum kompas berputar 180 derajat dari posisi saat ini.

Proses pembalikan arah memakan waktu tak singkat yaitu sekitar 1.000-10.000 tahun. Selama waktu itu pula medan magnet bumi melemah. “Bumi akan memiliki lebih dari dua kutub magnet hingga inti mengumpulkan kekuatannya,” ujar Monika Korte, Direktur ilmiah dari Niemegk Geomagnetic Observatory, Jerman.

Pelemahan medan magnet selama proses pembalikan akan mempengaruhi kehidupan di bumi. Maklum saja, medan magnet merupakan tameng pelindung bumi dari serangan partikel kosmik berbahaya yang datang dari luar angkasa. Apakah pelemahan ini mengancam keselamatan manusia?

Profesor Geofisika dari University of Rochester, John Tarduno mengatakan, tanpa medan magnet, bumi mudah ditembus badai matahari. Partikel kosmik bereaksi dengan atmosfer menciptakan lubang ozon besar yang bertahan selama 1-10 tahun. “Penyakit kanker kulit akan meningkat,” ujar dia.

Pelemahan medan magnet seperti ini juga dikaitkan dengan penyusutan populasi manusia Neandertal oleh ahli dari geologi dari Institute of Earth Physics of Paris, Jean-Pierre Valet.

Korte berbeda pendapat dengan dua peneliti sebelumnya. Menurut dia, selama proses pembalikan, atmosfer bekerja sebagai tameng cadangan dan menepis partikel berbahaya. Karenanya tak akan ada dampak berbahaya pada tubuh manusia.

Meski demikian, ia mengingatkan, teknologi komunikasi dan jaringan listrik menjadi rentan dirusak oleh partikel kosmik. “Penting bagi manusia menemukan strategi mitigasi,” ujar Korte.

Pembalikan medan magnetik bumi terakhir kali terjadi sekitar 780 ribu tahun lalu ketika manusia berada di Zaman Batu. Sejak 160 tahun terakhir, ilmuwan mengamati tumbuhnya benih pembalikan medan magnetik di sekitar Brasil dan Atlantik Selatan. “Pertumbuhan berada pada tingkat yang membahayakan,” kata Tarduno.
Reff : teknologitinggi.wordpress.com

Guru Kurikulum dan Guru Inspiratif


Dalam hidup ini kita mengenal dua jenis guru, Guru Kurikulum dan Guru Inspiratif. Yang pertama amat patuh kepada kurikulum dan merasa berdosa bila tidak bisa mentransfer semua isi buku yang ditugaskan. Ia mengajarkan sesuatu yang standar (habitual thinking). Guru kurikulum mewakili 99 persen guru yang saya temui. Jumlah guru inspiratif amat terbatas, kurang dari 1 persen. Ia bukan guru yang mengejar kurikulum, tetapi mengajak murid-muridnya berpikir kreatif (maximum thinking). Ia mengajak murid-muridnya melihat sesuatu dari luar (thinking out of box), mengubahnya di dalam, lalu membawa kembali keluar, ke masyarakat luas. Jika guru kurikulum melahirkan manajer-manajer andal, guru inspiratif melahirkan pemimpin-pembaru yang berani menghancurkan aneka kebiasaan lama.

Dunia memerlukan keduanya, seperti kita memadukan validitas internal (dijaga oleh guru kurikulum) dengan validitas eksternal (yang dikuasai guru inspiratif) dalam penjelajahan ilmu pengetahuan. Sayang, sistem sekolah kita hanya memberi tempat bagi guru kurikulum. Keberadaan guru inspiratif akan amat menentukan berapa lama suatu bangsa mampu keluar dari krisis. Semakin dibatasi, akan semakin lama dan semakin sulit suatu bangsa keluar dari kegelapan.

"Freedom Writers" Karya-karya pembaruan, baik temuan spektakuler keilmuan, produk komersial, maupun gerakan sosial, akan tampak di masyarakat. Namun tak dapat dimungkiri, semua itu berawal dari sekolah. Dari tangan dan pikiran guru-guru inspiratif yang gelisah dan melihat perlunya kreativitas. Ia memperbaiki hal-hal yang dipercaya banyak orang tidak bisa diperbaiki dan menghubungkan hal-hal yang tidak terhubung (connecting the unconnected).

Kisah dan karya guru inspiratif antara lain dapat dilihat pada Erin Gruwell, perempuan guru yang ditempatkan di sebuah kelas "bodoh", yang murid-muridnya sering terlibat kekerasan antar geng. Berbeda dengan kelas sebelah yang merupakan kumpulan honors students, yang memiliki DNA pintar dan disiplin. Di honors class yang dibutuhkan adalah guru kurikulum. Erin Gruwell memulai dengan segala kesulitan. Selain katanya "bodoh" dan tidak disiplin, mereka banyak melawan, saling melecehkan, temperamental, dan selalu rusuh. Di pinggang anak-anak SMA ini hanya ada pistol atau kokain. Di luar sekolah mereka saling mengancam dan membunuh. Itu adalah kelas buangan. Bagi para guru kurikulum, anak-anak supernakal tak boleh disekolahkan bersama distinguished scholars. Tetapi Erin Gruwell tak putus asa, ia membuat "kurikulum" sendiri yang bukan berisi aneka ajaran pengetahuan biasa (hard skill), tetapi pengetahuan hidup.

Ia mulai dengan sebuah permainan (line games) dengan menarik sebuah garis merah di lantai, membagi mereka dalam dua kelompok kiri dan kanan. Kalau menjawab "ya" mereka harus mendekati garis. Dimulai dengan beberapa pertanyaan ringan, dari album musik kesayangan, sampai keanggotaan geng, kepemilikan narkoba, dan pernah dipenjara atau ada teman yang mati akibat kekerasan antar geng. Line games menyatukan anak-anak nakal yang tiba-tiba melihat bahwa mereka senasib. Sama-sama waswas, hidup penuh ancaman, curiga kepada kelompok lain dan tak punya masa depan. 

Mereka mulai bisa lebih relaks terhadap guru dan teman- temannya serta sepakat saling memperbarui hubungan.

Setelah berdamai, guru inspiratif membagikan buku, mulai dari biografi Anne Frank yang menjadi korban kejahatan Nazi sampai buku harian. Anak-anak diminta menulis kisah hidupnya, apa saja. Mereka menulis bebas. Tulisan mereka disatukan, dan diberi judul Freedom Writers. Murid-murid berubah, hidup mereka menjadi lebih baik dan banyak yang menjadi pelaku perubahan di masyarakat. Kisah guru inspiratif dan perubahan yang dialami anak-anak ini didokumentasikan dalam film Freedom Writers yang dibintangi Hilary Swank.  

Keluar dari belenggu Apa yang dilakukan Erin Gruwell sebenarnya tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan dasar, tetapi juga pada pendidikan tinggi. Namun, entah mengapa belakangan ini dunia pendidikan kita kian mengisolasi diri dari dunia luar dan hanya ingin
menghasilkan lulusan yang terbelenggu kurikulum. Yang disebut dosen teladan adalah dosen yang patuh mengikuti kurikulum, menulis karya ilmiah di jurnal-jurnal tertentu yang sudah ditentukan, meski pembacanya belum tentu memadai, dan rajin mengisi daftar absensi.

Dengarlah protes Kazuo Murakami PhD, pemenang penghargaan Max Planck (1990) yang menulis buku Tuhan dalam Gen Kita: The Devine Message of The DNA (2007). Ia terpaksa hijrah ke AS saat menyaksikan dominasi guru-guru kurikulum di Jepang membangun benteng hierarki. Universitas, katanya, telah menjadi menara gading yang tak peduli dengan apa yang terjadi di luar. Meski belum menonjol di masyarakat, peran guru-guru inspiratif ini amat dibutuhkan. Terlebih anggaran pendidikan kita masih terbatas dan lulusannya banyak yang tidak bisa bekerja sesuai dengan bidang studi yang ditempuhnya. Kita tidak bisa mendiamkan lahirnya generasi yang patuh kurikulum, pintar secara akademis, tahu kebenaran internal, tetapi kurang kreatif mendulang kesempatan dan buta kebenaran eksternal. Ada dua masalah yang harus direnungkan.

Pertama, dosen kurikulum hanya membentuk kompetensi (student's ability), hanya membentuk beberapa orang, untuk kepentingan orang itu sendiri. Guru inspiratif membentuk bukan hanya satu atau sekelompok orang, tetapi ribuan orang. Satu orang yang terinspirasi menginspirasi lainnya sehingga sering terucap kalimat "Aku ingin jadi seperti dia" atau "Aku bisa lebih hebat lagi".

Kedua, ketidakmampuan para pendidik merespons aneka tekanan eksternal dapat membuat mereka membentengi diri secara berlebihan dengan mengunci kurikulum secara sakral. Tiap upaya yang dilakukan para guru kreatif untuk meremajakannya dianggap ancaman, bahkan sebagai perbuatan tidak bermoral. Masih teringat jelas, kejadian yang menimpa seorang guru inspiratif yang saya kenal. Pada tahun 2005 ia menerima penghargaan dari Yayasan Pengembangan Kreativitas atas karya-karyanya di bidang pendidikan. Saat itu, penghargaan serupa dalam setiap bidang juga diberikan kepada Helmi Yahya, Jaya Suprana, Bang Yos, dan Guruh Soekarno Putra. Akan tetapi, tak banyak yang tahu hari-hari itu ia baru saja menerima ancaman pemecatan karena dianggap melanggar "kurikulum". Kesalahannya adalah telah memperbarui metode pengajaran agar murid-murid menjadi lebih artikulatif. Murid senang, tidak berarti guru-guru lain senang. Mereka merasa terganggu oleh penyajian di luar kurikulum dan mereka menuntut agar guru ini ditarik. Semester berikutnya nama dia dicoret dari daftar pengajar. Karier guru besarnya pun dipersulit oleh guru-guru kurikulum yang menggunakan kaca pembesar menguji kebenaran internal.

Kata Jagdish N Sheth, mereka dapat menjadi arogan, terperangkap dengan kompetensi masa lalu, ingin hidupnya nyaman, dan membangun batas-batas kekuasaan teritorial. Perilaku internal itu adalah belenggu inertia, yang disebutnya destructive habits. Mereka menggunakan mikroskop untuk memperbesar hal-hal kecil yang tidak dimiliki. Sudah saatnya benteng inertia seperti ini dihapus dengan "memanusiawikan" kurikulum dan memberi ruang lebih memadai bagi guru-guru kreatif.

Akhir kata, mari kita bertanya dalam hati kita masing-masing, apakah kita masuk sebagai guru kategori pertama atau kategori kedua?
Reff : untukanakbangsa.blogspot.com

Minggu, 23 Desember 2012

Danau Penghisap 1800 Jiwa : Danau Nyos

  
Danau Nyos, danau luas yang terdapat di kawasan Kamerun, Afrika Barat. Kedalaman danau ini mencapai 157 m dengan bagian terdalamnya 208 meter. Ada banyak penduduk yang tinggal dilembah di sekeliling danau Nyos.

Namun, pada tahun 1986, terjadi keanehan di pemukiman penduduk itu. Sekitar 1700 orang meninggal secara mendadak dan bersamaan. Yang lebih anehnya, semua penduduk yang meninggal itu tewas dalam posisi ketika sedang melakukan pekerjaan sehari-hari. Ada yang tewas sambil memompa air, sedang memasak dan ada juga yang tewas ketika sedang meminum segelas air. Beberapa orang yang selamat dari peristiwa itu menceritakan apa yang terjadi pada hari orang-orang tersebut meninggal.

Katanya, pada malam sebelum kejadian itu, udara tiba-tiba terasa hangat dan tercium bau seperti telur busuk. Masyarakat tidak terlalu memperdulikan kejadian itu. Dan tiba-tiba keesokan paginya, banyak mayat yang bergelimpangan ketika mulai sibuk dengan aktivitas harian mereka. Tidak ada yang tahu pasti apa yang menjadi penyebab kematian yang aneh itu. Namun para ahli menemukan, kalau warna air Danau Nyos berubah dari bening menjadi warna oranye terang.

Untuk mencari jawaban, para ahli kemudian meneliti Danau Craten di Oregon. Danau ini adalah danau terluas nomor tujuh di dunia. Luasnya mencapai 50 km persegi dengan kedalaman 594 meter. Sehingga digambarkan kalau Empire State dimasukkan ke danau ini, pasti akan tenggelam. Danau Craten menampung sekitar 19 triliun liter air.

Sekitar 7700 tahun yang lalu, Gunung Mazame di tempat itu meletus dan melemparkan puncak gunungnya. Kawah inilah yang kemudian membentuk Danau Craten. Namun, ternyata aktivitas gunung Mazame masih tetap mempengaruhi danau tersebut. Karena dibawah danau ternyata masih terdapat kolam-kolam bekas magma yang masih tetap panas. Para ahli menemukan bahwa suhu air di dasar danau lebih hangat beberapa derajat, kadar garamnya juga sepuluh kali lebih pekat dan MENGANDUNG BANYAK CO2. CO2 ini kemudian merembes dari celah-celah kerak bumi dan menuju ke kawah yang kini telah menjadi danau. Namun, keberadaan air telah menghalangi CO2 itu naik ke udara. Kalaupun ada sedikit yang terlepas, masih bisa hilang terbawa hembusan angin. Sehingga tidak terlalu membahayakan.

Proses pergantian musim juga sangat mempengaruhi. Pada musim dingin, perputaran air akan terdorong ke bawah karena suhu dibawah lebih hangat. Sebaliknya pada musim panas, perputaran air akan naik ke atas. Siklus inilah yang kemudian membuat munculnya lapisan-lapisan air yang berbeda kadar kepadatannya. Lapisan air yang paling bawah lebih pekat daripada yang diatas. Di lapisan air yang paling bawah inilah CO2 yang mengalir dari dasar bumi itu tertahan. CO2 tidak bisa naik lebih tinggi karena perbedaan kepekatan air di lapisan atasnya. Sehingga berkumpul dan terakumulasi selama puluhan tahun dan menjadi sangat banyak di lapisan air yang paling bawah.

Fenomena ini kemudian ditemukan juga pada Danau Horseshoe yang berukuran lebih kecil dari Danau Craten. Pohon-pohon yang tumbuh di sekitar danau itu mengering dan akhirnya mati. Setelah diselidiki, ternyata kadar CO2 di danau ini mencapai 100 ton/hari dan meresap ke tanah. Inilah yang membuat pohon-pohon di sekitarnya mati. Para ahli kemudian melakukan percobaan dengan menggali sedikit tanah di tepi danau itu lalu mencoba menyalakan api. Namun, akibat pekatnya kadar CO2 nya, api langsung padam begitu didekatkan dengan tanah. Ternyata akumulasi CO2 yang sudah sangat banyak di danau itu akhirnya meluap dan menyebabkan danau itu menjadi sangat berbahaya. Namun, kadar CO2 di Danau Horseshoe tidak terlalu membahayakan manusia, karena batas kadar yang membahayakan adalah 1,75 juta ton. Dan ini hanya akan terjadi pada peristiwa gunung meletus.

Penemuan-penemuan inilah yang kemudian membantu para ahli untuk bisa menyimpulkan apa yang terjadi di Danau Nyos. Malam hari sebelum peristiwa itu, ada sebuah tebing di tepian danau, runtuh dan masuk ke air. Diperkirakan reruntuhan tebing ini telah menggoncang lapisan-lapisan air. Sehingga lapisan paling dasar yang dipenuhi dengan CO2 menjadi pecah dan mengalirkan CO2 dalam jumlah besar ke permukaan danau.

Keesokan paginya aliran CO2 ini kemudian memasuki wilayah pemukiman penduduk. Dan karena CO2 tidak berwarna dan tidak berbau, penduduk tidak menyadari kedatangannya. Itulah yang menyebabkan banyak penduduk yang tewas ketika sedang mengerjakan kegiatan hariannya. CO2 ini seperti pembunuh yang mengintai diam-diam. Mungkin hanya segelintir orang saja yang menyadari adanya bahaya tak kasat mata yang terdapat di dasar danau yang terlihat sangat indah di permukaannya itu. Tanpa mereka sadari, mereka telah menghirup CO2 yang berasal dari lapisan paling dasar danau, yang telah terakumulasi selama puluhan tahun. Dan banyak sekali orang yang meninggal karena itu.
Source : tyasmelani.blogspot.com

Yupita, Berjuang Hidup dengan Mengojek

    
"Saya harus kuat, saya harus semangat, saya harus tegar". 
Apakah haram jika seorang wanita bekerja sebagai tukang ojek? Inilah pertanyaan yang selalu muncul dalam benak Yupita. Profesinya menjadi tukang ojek, kerap mendapat cibiran dan hinaan dari tetangga sekitar.

Ia sebenarnya juga menjalani banyak pekerjaan. Mulai dari menjual rempeyek, susu kedelai, keripik, buruh cuci baju, hingga profesi sebagai tukang ojek. Wanita berusia 43 tahun ini melakoninya demi berjuang untuk kehidupan keluarganya.

Toto Suharto, sang suami, terserang stroke. Sudah delapan tahun semenjak suaminya sakit, ia harus berkeliling mencari penumpang sewaannya. Sebelum sang mentari pagi memunculkan wajahnya, Ita, begitu dia disapa, sudah memarkirkan kendaraan roda dua sewaannya berjejer dengan motor tukang ojek lainnya.

"Tiap hari saya mulai ngojek pukul lima pagi hingga delapan malam. Tapi saya ngojek-nya lebih banyak bulanan kadang harian juga. Kalau tak seperti itu, siapa yang akan menggantikan popok suami saya nanti," lirih wanita kelahiran Depok saat ditemui dalam acara penghargaan "Perempuan Hebat" ANTV di Ancol, Jakarta.

Dalam seminggu, Ita harus merogoh kocek Rp300ribu untuk biaya obat dan keperluan suaminya. Belum lagi biaya kebutuhan sekolah dua orang anak dan kebutuhan sehari-hari.

Untungnya, dua buah hatinya termasuk anak berprestasi. Gita Suharya, (19), dan Gilang Suryana, (13), mendapatkan beasiswa dari sekolahnya. Hal ini tentu meringankan sedikit beban di pundaknya.

Walau begitu, berbagai cara telah diupayakan untuk menyembuhkan penyakit sang suami, salah satunya adalah mengurus surat keterangan miskin untuk mendapatkan Jamkesmas. Sayang, jarak dan biaya operasional untuk ke rumah sakit jadi kendala.

Untung saja sang suami mendapat bantuan uluran tangan dari seorang dokter di tempat tinggalnya. "Saya sangat beryukur, masih ada orang baik yang membantu. Dokter itu memberikan pengobatan dengan harga yang murah untuk suami saya," kata Ita sambil mengusap air matanya.

Ingin berhenti Ngojek

Ita kadang harus gali lubang tutup lubang demi mencukupi kebutuhan hidup rumah tangganya. Jika persediaan uangnya menipis, ia mulai mendatangi majikan tempatnya bekerja untuk meminjam uang.

Tak hanya itu, cibiran, hinaan, dan fitnah juga seakan tak henti menimpanya. Itu kadang membuatnya merasa putus asa. Tak mau terpuruk, Ita mengungkap bahwa dirinya berusaha semangat demi keluarga.

"Saya harus kuat, saya harus semangat, saya harus tegar," katanya sambil menepuk dada.

Jika ia memiliki rezeki lebih, ia mengungkap kalau ingin berhenti menjadi tukang ojek. Ia ingin memiliki usaha sendiri. Wanita kelahiran 11 Juni 1970 ini juga mau menyekolahkan anak-anaknya hingga duduk di bangku perguruan tinggi.

"Saya ingin agar hidup anak-anak nanti tak malang seperti saya," ujar Ita.

Dengan perjuangannya tersebut ia mendapatkan gelar "Perempuan Hebat" dari Yayasan ANTV Peduli Untuk Negeri. Ia pun berharap terus diberi kesehatan dan rezeki untuk jadi tulang punggung keluarganya.
Source : life.viva.co.id

UGM Kampus Terbaik di RI


Universitas Gadjah Mada menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics periode Juli 2012. Selain itu, UGM menduduki urutan 9 di daftar perguruan tinggi terbaik di kawasan ASEAN.

Berdasarkan data dari laman Webometrics, Kamis 2 Agustus 2012, di bawah UGM, bertengger Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi Surabaya.

Selain itu, urutan kampus terbaik di Indonesia dalam 10 besar ditempati oleh Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gunadarma, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Diponegoro.

Kriteria penilaian Webometrics ini menggunakan empat penilaian yakni Presence atau volume konten global yang terindeks Google. Kemudian Impact, yakni penilaian berdasarkan kualitas konten yang diukur dengan tautan eksternal dari pihak ketiga dengan data visibilitynya menggunakan dua mesin pencari yaitu Majestic SEO dan Ahrefs.

Penilaian selanjutnya didasarkan pada Openness, yakni jumlah rich file (pdf, doc, docs, dan ppt) yang terindeks di google scholar. Dan penilaian terakhir dengan menggunakan metode Excellence, yaitu karya akademik yang dipublikasikan di jurnal international yang tergolong high-impact dengan sumber datanya diambil dari Scimago.

Evaluasi pada masing-masing parameter menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi di Indonesia masih sangat lemah untuk parameter Presence. Peringkat tertinggi untuk jumlah karya ilmiah yang masuk database Scimago adalah Universitas Indonesia yang menempati peringkat dunia ke-1730, disusul oleh ITB dan UGM yang peringkat dunianya hanya menempati posisi 1871 dan 1999.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia masih tergolong rendah dalam publikasi di Jurnal International, terutama pada jurnal international yang high-impact atau banyak dirujuk pada karya ilmiah lain.

Sementara itu, perguruan tinggi terbaik di dunia versi Webometrics ditempati oleh Harvard University, dan diikuti oleh Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, University of California Berkeley, Cornell University, University of Minnesota, University of Pennsylvania, University of Wisconsin Madison, University of Illinois Urbana Champaign, dan Michigan State University.
Reff : dunia.news.viva.co.id

Ini 25 Universitas Terbaik Dunia 2012

 
QS World University Rankings mengeluarkan daftar universitas terbaik dunia untuk 2012. Tahun ini, pemuncak dipegang Massachusetts Institute of Technology (MIT) dari Amerika Serikat yang menggeser University of Cambridge, Inggris, ke posisi nomor dua.

Tahun lalu, MIT hanya bertengger di posisi tiga, posisi yang kini ditempati Universitas Harvard, Amerika Serikat. Kedigdayaan perguruan-perguruan tinggi dari Amerika dan Inggris ini begitu terasa, sehingga 25 besar didominasi perguruan dari kedua negara itu.

Perguruan tinggi dari luar dua negara itu paling tinggi berada di posisi 13 yaitu ETH Zurich (Swiss Federal Institute of Technology) dari Swiss. Kemudian pada no 18 dan 19 ada dua perguruan tinggi dari Kanada, McGill University dan University of Toronto.

Sementara perguruan tinggi dari Asia yang paling tinggi adalah University of Hong Kong yang berada di nomor 23. Kemudian di posisi 24, Australian National University; dan 25, National University of Singapore (NUS).

Ada enam indikator yang dipakai untuk menentukan ranking universitas ini yakni 40 persen reputasi akademik yang ditemukan berdasarkan survei global, 10 persen reputasi pengajar, 20 persen kutipan ilmiah per fakultas, 20 persen rasio mahasiswa di fakultas, 5 persen proporsi mahasiswa internasional dan 5 persen lagi, proporsi fakultas internasional.

Ada lima bidang yang menjadi kajian yakni seni dan humaniora, teknik dan teknologi, ilmu alam dan kedokteran, ilmu pasti, dan ilmu sosial dan manajemen.

Berikut urutan 1-25 terbaik dunia: 

1. Massachusetts Institute of Technology (Amerika Serikat);
2. University of Cambridge (Inggris);
3. Harvard University (Amerika Serikat);
4. University College London (Inggris);
5. University of Oxford (Inggris);

6. Imperial College London (Inggris);
7. Yale University (Amerika Serikat);
8. University of Chicago (Amerika Serikat);
9. Princeton University (Amerika Serikat);
10. California Institute of Technology (Caltech) (Amerika Serikat);

11. Columbia University (Amerika Serikat);
12. University of Pennsylvania (Amerika Serikat);
13. ETH Zurich (Swiss Federal Institute of Technology) (Swiss);
14. Cornell University (Amerika Serikat);
15. Stanford University (Amerika Serikat);

16. Johns Hopkins University (Amerika Serikat);
17. University of Michigan (Amerika Serikat);
18. McGill University (Kanada);
19. University of Toronto (Kanada);
20. Duke University (Amerika Serikat);

21. University of Edinburgh (Inggris);
22. University of California, Berkeley (UCB) (Amerika Serikat);
23. University of Hong Kong (Hong Kong);
24. Australian National University (Australia); dan
25. National University of Singapore (NUS) (Singapura).
Source : dunia.news.viva.co.id 

12 Kota Pendidikan Terbaik Dunia Tahun 2012


Selain meluncurkan daftar universitas terbaik dunia tahun 2012, QS World University Rankings juga merilis kota-kota pendidikan terbaik di dunia. Paris, Prancis, menduduki posisi pertama di daftar tahun ini.

Boston yang ditempati universitas terbaik dunia nomor 1, Massachusetts Institute of Technology, dan nomor 3, Harvard University, duduk di posisi ketiga kota pendidikan terbaik. Di posisi dua adalah London, rumah bagi universitas keempat terbaik dunia, University College London, dan keenam terbaik dunia, Imperial College London.

QS melakukan penilaian berdasarkan sejumlah ukuran yang diambil dari informasi publik, survei dan data yang masuk dalam QS World University Rankings. Ukuran-ukuran yang dipakai antara lain kualitas institusi pendidikan, aktivitas pengajar, populasi, kualitas hidup, daya jangkau dan percampuran mahasiswa.

Berikut 12 besar terbaik: 

12. Singapura
Meski University of Hong Kong bertengger di posisi 23 universitas terbaik dunia, namun untuk kategori kota, Singapura lebih baik. Singapura merupakan satu-satunya kota di Asia yang masuk jajaran 12 kota pendidikan terbaik dunia. Universitas terbaik dari negara-kota ini adalah National University of Singapore (25) dan Nanyang Technological University yang juga masuk jajaran 100 terbaik dunia.

Menurut Wikipedia, Singapura merupakan negeri lima besar terbaik dalam hal pengetahuan alam dan matematika. Sementara QS menilai, Singapura memiliki nilai sempurna (100) untuk aktivitas pengajar, kemudian kualitas hidup juga baik (92). Secara keseluruhan, Singapura memiliki nilai 369.

11. Barcelona (Spanyol)
Kota ini memiliki dua perguruan tinggi yang masuk jajaran 200 terbaik dunia, salah satunya Universitat de Barcelona (UB). Kota ini memiliki Iklim yang hangat, gaya hidup sosial, pantai, tradisi kuliner terkenal, peninggalan budaya dan tentu saja, klub sepakbola legendaris bernama sama, Barcelona.

Barcelona merupakan salah satu kota termakmur Eropa namun biaya hidup lebih masuk akal daripada Paris dan London. Namun reputasi lulusannya lumayan ternama di dunia. QS sendiri menilai secara umum Barcelona memiliki nilai 370.

10. Montreal (Kanada)
Kota ini memiliki kualitas hidup yang tinggi (93). Ada tiga perguruan tinggi kenamaan berumah di sini, salah satunya McGill University (nomor 17 dunia). Kota ini kerap disebut ibukota budaya Kanada dan termasuk kota paling nyaman sedunia. Campuran kebudayaan Inggris dan Prancis membuat kota ini dinobatkan UNESCO sebagai satu dari tiga ibukota dunia.

Dan meski kualitas hidup tinggi, di jajaran 10 besar, dia yang paling murah untuk biaya hidup.

9. Dublin (Irlandia)
Kekuatan Dublin adalah percampuran mahasiswa dan kualitas hidup yang tinggi. Kota pendidikan ini mengombinasikan fasilitas pendidikan dan suasana bersejarah di sekelilingnya.

Ada Trinity College Dublin (64) and University College Dublin (134) berumah di sini. Sejumlah tokoh besar dari berbagai disiplin ilmu muncul di sini antara lain Samuel Beckett, James Joyce, dan Oscar Wilde. Dublin memiliki konsentrasi tinggi mahasiswa dan rasio tinggi mahasiswa internasional. Namun sayangnya, bea pendidikan tak terhitung murah.

8. Berlin (Jerman)
Kota paling keren di dunia. Di dekade terakhir, perayaan budaya, desain, fashion, musik dan seni di kota ini setara dengan New York dan London. Namun kota ini tetap terjangkau bagi pelajar meski juga menjadi ibukota keuangan global. Berlin mengombinasikan biaya perumahan yang murah dengan bea pendidikan yang rendah.

Meski tak sehebat kota pendidikan macam Boston, London dan Paris, Berlin memiliki dua perguruan tinggi yang masuk jajaran 150 terbaik dunia, yakni Freie Universität Berlin (66) dan Humboldt-Universität zu Berlin (132). Dengan kualitas hidup yang baik, terjangkau, atmosfir liberal dan banyaknya kegiatan, Berlin sangat menarik bagi mahasiswa internasional.

7. Zurich (Swiss)
Di kota ini terdapat Swiss Federal Institute of Technology (13), perguruan tinggi terbaik dunia di luar Amerika Serikat dan Inggris. Zurich sendiri terkenal karena kemakmuran, ketertiban dan pajaknya rendah sehingga terkesan lebih cocok untuk tempat tinggal jutawan, bukan pelajar.

Keunggulan Zurich ini adalah kualitas hidupnya yang nyaris sempurna untuk mahasiswa (99) dan juga aktivitas pengajar yang tinggi. Mungkin ini penyimbang untuk biaya hidup yang besar di sini.

6. Sydney (Australia)
Melbourne mungkin bisa mengklaim sebagai ibukota budaya Australia namun Sydney merupakan ibukota keuangan dan ekonomi negeri kanguru ini. Dengan pemandangan Pelabuhan Sydney yang menawan, taman-taman eksotik, Sydney merupakan salah satu kota paling eksotik bagi pelajar di seluruh dunia.

Kota ini memiliki dua universitas yang bertengger di 100 terbaik dunia, University of Sydney dan University of New South Wales. Kota ini memiliki konsentrasi pelajar asing yang tinggi. Kualitas hidup yang tinggi adalah penyeimbang bagi biaya hidup dan pendidikan yang tinggi di kota ini. QS mencatat, keterjangkauan perguruan tinggi di sini termasuk sulit.

5. Wina (Austria)
Ini adalah kota yang kualitas hidupnya nyaris sempurna bagi pelajar (99,5). Bukan hanya, keterjangkauan pendidikannya juga yang paling tinggi di antara lima besar ini.

Wina merupakan rumah bagi dua universitas yang masuk jajaran 500 terbaik dunia, Universität Wien (155) dan Technische Universität Wien. Meski hanya dua universitas masuk jajaran terbaik, kekayaan kultural, kualitas hidup dan biaya pendidikan yang rendah membuat ibukota Austria ini sangat layak menjadi tujuan pendidikan internasional.

4. Melbourne (Australia)
Sepertiga mahasiswa yang berkuliah di Melbourne adalah warga asing. Melbourne jelas menjadi ikon utama dari industri pendidikan Australia, menjadi pusat tujuan mahasiswa dari seluruh dunia. Inilah kota pendidikan nomor satu Australia.

Ada enam perguruan tinggi di Melbourne masuk dalam 500 universitas terbaik dunia. Dengan penduduk hanya 4 juta jiwa, mahasiswa mencapai 180 ribu orang, inilah salah satu kota paling nyaman di dunia.

3. Boston (Amerika Serikat)
Inilah rumah bagi perguruan tinggi terbaik dunia, Massachusetts Institute of Technology (MIT) (no 1) dan Harvard University (no 3). Kota ini merupakan perpaduan dari percampuran mahasiswa, kualitas hidup, dan aktivitas pengajar yang tinggi. Kota ini juga memberikan khasanah budaya, seni dan politik dengan banyaknya ruang terbuka hijau.

Problem dengan kota ini hanyalah biaya pendidikan dan sulitnya mengakses perguruan-perguruan tinggi mereka, meski sebenarnya banyak bantuan keuangan untuk pelajar di sini.

2. London (Inggris)
Mungkin hanya Boston yang bisa menyaingi kehebatan London. Ini rumah bagi belasan perguruan tinggi yang masuk 500 terbaik dunia di mana dua di antaranya masuk sepuluh besar yaitu Imperial College London dan UCL (University College London). Juga perlu disebut London School of Economics and Political Science (LSE), lima terbaik dunia untuk ilmu sosial.

Kota ini memiliki fasilitas kelas dunia seperti Perpustakaan Inggris yang membuat kota ini menjadi magnet dunia. London juga memberikan khasanah pusat kebudayaan, kreativitas, kehidupan malam dan kebhinnekaan. Maklum, sepertiga mahasiswanya adalah mahasiswa internasional.

Problem London tentu saja biaya hidup yang terus merangkak naik. Mungkin inilah penyeimbang dari kualitas pendidikan di kota ini.

1. Paris (Prancis)
Meski tak memiliki perguruan tinggi yang bertengger di 30 besar terbaik dunia seperti Boston dan London, Paris tetap menjadi rujukan sekolah dunia. Ada 16 perguruan tingginya masuk dalam 500 terbaik dunia, kemudian kenyamanan hidup serta aktivitas akademik menjadi nilai tinggi dan catat, keterjangkauan pendidikannya lebih baik daripada Boston dan London.

Daya tarik utama Paris tentu saja posisinya sebagai salah satu tempat paling bersejarah di dunia, kota budaya dan indah. Inilah kota yang paling banyak dikunjungi di dunia.

Perguruan-perguruan tingginya seperti ENS Paris, Ecole Polytechnique, Sciences Po and the Sorbonne telah menghasilkan banyak filsuf, ilmuwan dan tokoh dalam 100 tahun terakhir ini. Belum lagi barisan seniman yang dihasilkannya. Mahasiswa mendapatkan kenikmatan mendapatkan pendidikan termaju, dengan ukuran kelas kecil dan biaya pendidikan yang rendah.
Sumber : dunia.news.viva.co.id

10 Negara dengan Pendidikan Terbaik

 
Biaya pendidikan bukan satu-satunya pertimbangan ketika memilih kuliah di luar negeri. Biaya hidup juga harus diperhitungkan calon mahasiswa, misalkan kamu mempertimbangkan harga satu cangkir kopi, tiket bioskop maupun satu liter susu.

Untuk kamu yang ingin kuliah di luar negeri, berikut panduan 10 negara tujuan pelajar internasional berdasarkan biaya hidup.

Data ini berdasarkan QS World University Rangkings 2011/2012. QS melakukan survei atas 33 ribu akademisi global. Semua negara yang tercantum menawarkan kuliah dengan pengantar bahasa Inggris. Demikian seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (18/9/2011).

1. Kanada

Untuk kamu yang menjadikan film dan kafein sebagai kebutuhan reguler, Kanada merupakan tempat yang tepat untuk menempuh studi. Biaya menonton di bioskop dan secangkir kopi dibanderol 10 poundsterling atau setara dengan Rp138.760 (Rp13,876 per poundsterling). Sementara biaya kuliahnya sebesar 11 ribu poundsterling Rp152,6 juta per tahun.

2. Jerman

Jerman merupakan salah satu negara dengan universitas terbesar di Eropa yang memiliki lebih dari 300 institusi pendidikan tinggi. Biaya pendidikan dibatasi sekitar 1.250 poundsterling (Rp17,345 juta).

Sementara secangkir kopi rata-rata dihargai 1,60 poundsterling (Rp22 ribu). Dan biaya menonton di bioskop sebesar 7,30 poundsterling (Rp101 ribu).

3. Australia

Di Negara Kanguru ini, kopi rata-rata dihargai 1,62 poundsterling (Rp22 ribu) per cangkir, atau sama dengan sebotol air. Untuk mahasiswa yang ingin minuman lebih kuat seperti bir, harganya sebesar 2 poundsterling (Rp27 ribu).

Australia dikenal sebagai salah satu tujuan paling populer di dunia pendidikan. Hal ini berkat kombinasi dari matahari, pasir pantai, dan universitas yang kuat. Namun beberapa waktu terakhir, popularitasnya berkurang karena kebijakan visa dan migrasi yang semakin ketat.

4. Italia

Secangkir cappuccino di Italia dihargai senilai 1,65 poundsterling (Rp22.895), bahkan secangkir macchiato dihargai lebih murah. Sementara biaya kuliahnya termasuk murah, tidak lebih dari 1,250 poundsterling (Rp17,3 juta).

Namun, harga satu tiket bioskop termasuk yang paling mahal di Eropa, yaitu sebesar 10,50 poundsterling (Rp145.698). Harga tiket bioskop tidak jauh berbeda dengan harga tiket pertandingan sepak bola Liga Italia yang sebesar 13 poundsterling (Rp180 ribu).

Tahun ini, universitas terbaik Italia adalah University of Bologna yang ada di peringkat 183 QS.

5. Denmark

Universitas di Denmark sangat internasional, sangat dihormati, serta gratis untuk mahasiswa asal Uni Eropa. Apalagi, kebanyakan warga Denmark mampu berbahasa Inggris dengan baik.

Secangkir kopi berbiaya 1,80 poundsterling (Rp24.976), harga satu tiket bioskop senilai 10 poundsterling (Rp138.760), dan bir dihargai 1,20 poundsterling (Rp16.651).

Namun, mencari tempat tinggal di Denmark lumayan sulit, karena itu calon mahasiswa disarankan untuk mencarinya sedini mungkin.

6. Amerika Serikat (AS)

Amerika Serikat merupakan negara dengan jumlah universitas tertinggi di dunia, di mana enam di antaranya masuk dalam daftar 10 besar perguruan tinggi terbaik versi QS.

Secara umum, biaya hidup di Amerika lebih murah daripada Inggris. Harga satu cangkir kopi senilai 2 poundsterling (Rp27.752), tiket bioskop sekitar 5 poundsterling (Rp69.380) dan harga satu bir kecil sekitar satu poundsterling (Rp13.876).

Namun bagaimanapun, biaya kuliahnya termasuk mahal karena naik menjadi 26 ribu poundsterling (Rp360 juta). Selain itu, persaingan untuk masuk jurusan populer di Amerika, sangat tinggi. Apalagi, persyaratan visa pelajar cukup sulit.

7. Hong Kong

Hong Kong mempunyai beberapa universitas terbaik di Asia dan menawarkan berbagai program pendidikan. Biaya tempat tinggal di negara bekas jajahan Inggris ini memang sangat mahal. Namun, harga kopinya lebih murah daripada Inggris yaitu sebesar 2 poundsterling (Rp27.752) dan harga tiket bioskop 7 poundsterling (Rp97.132). Sementara biaya kuliah tahunan sekitar 9 ribu poundsterling (Rp124 juta).

8. Finlandia

Meski memiliki reputasi sebagai negara dengan biaya hidup mahal, Finlandia tidak membebankan biaya kuliah kepada mahasiswa asal Uni Eropa. Bahkan harga kopi, tiket bioskop, dan satu liter susu di negara ini, lebih murah dibandingkan di Inggris.Sementara biaya saat bergaul di malam hari, terbilang cukup besar karena satu gelas bir dibanderol 4,50 (Rp62.442).

Finlandia dikenal sebagai negara dengan kualitas hidup terbaik di dunia. Selain itu, negara Eropa ini juga dinobatkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

9. UK

Meski biaya kuliahnya meningkat menjadi 9 ribu poundsterling mulai 2012, siswa yang ingin menempuh studi di UK masih bisa mendapatkan keuntungan. Pasalnya, empat universitas asal UK masuk dalam daftar 10 besar universitas terbaik di dunia versi QS.

Selain bisa memilih untuk kuliah di perguruan tinggi terbaik dunia, mahasiswa juga dapat mencari hiburan dengan menonton bioskop. Biaya satu tiket bioskop dibanderol 9 poundsterling (Rp124.884), satu gelas bir rata-rata seharga 3,40 poundsterling (Rp47 ribu) dan secangkir kopi seharga 2,50 poundsterling (Rp34 ribu).

10. Norwegia

Bersama Finlandia, Norwegia dikenal sebagai negara dengan standar hidup tertinggi di dunia. Namun, biaya kesehatan gratis diberikan kepada mahasiswa yang tinggal lebih dari tiga bulan.

Seperti Denmark, perguruan tinggi di Norwegia menawarkan berbagai macam jurusan kuliah dan gratis untuk mahasiswa asal Uni Eropa. Namun, untuk biaya hidup, Norwegia termasuk mahal. Secangkir kopi dibanderol rata-rata 3.20 poundsterling (Rp44 ribu) dan bir rata-rata 6 poundsterling (Rp83 ribu).

Tips untuk Move Up

 
Melepaskan yang dicintai selalu jadi hal yang sulit untuk dilakukan,apalagi sisa perasaan itu masih tetap terpendam. Tapi dengan tetap pada kenangan masa lalu akan membuat hidup kita semakin sulit dan terpuruk. Kali ini saya akan mengupas sedikit tentang tips Move On atau lebih tepatnya Move Up (bergerak lebih naik) secara baik.
  • Jangan berusaha melupakan masa lalu, terima masa lalu dengan pengertian baik bahwa itu adalah proses kedewasaan
  • Jadikam masa lalu adalah pelajaran berharga, ambil hikmahnya, untuk bekal langkah dimasa depan
  • Berikan waktu yang cukup untuk diri anda berduka, namun jangan larut dalam kesedihan, ingat masa depan yang lebih baik masih menanti 
  • Temukan teman untuk bercerita, teman yang tentunya akan membuat kita lebih baik, sharing pengalaman dan pelajaran berarti
  • Cari sesuatu yang baru, Move On bukan berarti "Kekasih baru" namun memiliki pola pikir yang baru, yang di dapat dari masa lalu
  • Percayalah bahwa masih ada yang lebih baik di hadapan kita, karena sekarang kita sudah belajar dari pengalaman dan jadi lebih dewasa
  • Fokuskan pikiran pada sesuatu yang lebih berharga untuk kehidupan kita, misalnya pelajaran sekolah atau masa depan yang lebih menantang
  • Yakinkan pada diri sendiri, semakin banyak cobaan hidup, maka akan membuat kita semakin tegar dalam menjalani kehidupan
  • Dan pada akhirnya, Move On atau MoveUup kembali kepada keputusan kita masing-masing, putuskan yang terbaik, karena masa depan masih panjang
Sampai disini dulu, kalau ada yang menambahi berikan komentar, maka akan saya edit postingan saya ini!