aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Rabu, 26 Desember 2012

Kunci Keberhasilan Pembelajaran Efektif Abad 21

 
”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS Ali Imran : 104)  
Seorang guru diharapkan memiliki kecakapan diagnosa terhadap perilaku siswa terutama dalam aktivitas belajarnya. Apakah siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap mata pelajaran yang diajarkan atau tidak? Jika siswa tidak memiliki minat terhadap pelajaran , perlu dicari penyebabnya, serta berapa jumlahnya (seluruh siswa/beberapa siswa).

Mengingat bahwa pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang memberikan pengalaman positif bagi siswa ,suat pengalaman yang mampu membuat siswa merasa suka, bangga serta bermakna saat belajar. Maka seorang guru dituntut untuk:

1. Seorang guru dapat memberikan solusi kebutuhan belajar peserta didik 

Pada saat mengajar sebenarnya seorang guru patut mengetahui tentang kemampuan siswa secara individual tentang ilmu yang bakal diajarkan dan siapa saja yang sudah memiliki kompetensi yang sudah dicapai ... hal ini untuk menghindari kebosanan siswa karena dianggap pelajaran tidak menarik dan tidak ada tantangan.

Solusi yang diberikan guru adalah kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional dengan menyediakan sajian pembelajaran yang tidak hanya memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Melainkan dapat membangkitkan kepuasan serta rasa ingin tahu siswa. Kemampuan mendengar secara efektif dan mengekplorasi rasa ingin tahu siswa harus lebih diutamakan dari pada sekedar menggunakan metode ceramah.

Sehingga seorang dapat mengukur dan mengevaluasi sendiri tingkat efektivitas pembelajarannya seperti :
  • Seberapa banyak siswa yang sudah mencapai atau memiliki daya serap optimal atas mata pelajaran yang diajarkan?
  • Seberapa optimal daya serap yang dicapai setiap siswa secara individual. 
Di saat lain jika ada siswa yang merasa kesulitan dalam penerimaan pelajaran ,daya serap atau latar belakang psikologis seorang guru patut memberikan bimbingan dan pendampingan secara total membantu menyelesaikan permasalahan siswa. Seorang guru tidak patut marah melable atau tidak memperhatikan keluhan siswa . Mengingat setiap guru berkewajiban memberikan pelayanan pendidikan siswa secara individu, karena biaya penyelenggaraan sekolah diberikan secara individu siswa. Disamping memang siswa yang bermasalah membutuhkan solusi atas persoalan yang dihadapinya.

2. Keakuratan Data Perkembangan Siswa 

Keakuratan data perkembangan siswa baik secara kognitif maupun psikologis dipergunakan untuk menentukan strategi pendekatan & pembelajaran yang efektif. Kemauan & Keterampilan guru dalam membuat catatan perilaku dan prestasi siswa harus ditingkatkan terutama ketekunan dan ketelitiannya, bukan laporan selayang pandang tanpa data yang jelas. Dengan demikian guru dapat melihat efektivitas terhadap upaya kegiatan belajar dan mengajar. Dengan demikian guru dapat menentukan upaya remedial atau enrichment bagi peserta didiknya .

Dengan mengetahui hasil laporan yang akurat siswa memiliki ukuran tentang soft skill yang telah dilakukan karena itu informasi tentang perilaku dan prestasi siswa dilengkapi dengan keterangan tentangsoft-skill meliput: kejujuran, kesopanan, kebersihan, kepedulian sosial, penyelesaian masalah, daya serap, rasa percaya diri, kedisiplinan, ketelitian dan lain sebagainya, sesuai karakter yang yang ingin dikembangkan dan di targetkan sekolah.

3.Pemanfaatan media dan sumber belajar.
.
Siswa tidak menyukai pembelajaran yang monoton, tidak menarik dan pasif hanya mendengarkan ocehan guru. Menurut Gagne, Robert M Dalam Bukunya The Condition of Learning : media belajar sebagai komponen dalam lingkungan yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar. Dengan menggunakan media belajar dari berbagai sumber bisa membuat proses pembelajaran lebih efesien juga membantu siswa mudah dalam menyerap pelajaran.

Penggunaan multi media dengan Internet membuat guru dimudahkan dalam penjelasan materi sehingga tidak harus menjelaskan seluruh mater melainkan sudah terwakili oleh media belajar. Dengan demikian guru bersangkutan dapat mengembangkan pada aspek–aspek pembentukan sikap mental siswa dalam belajar.

Pada akhirnya siswa dapat menjalani proses pembelajaran secara :
  • Antusiastik : siswa aktif dan antusias dalam menjalani pengalaman belajarnya sesuai target yang diharapkan. 
  • Reflektif - Konstruktif : siswa dapat menyadari tentang apa yang dipelajari serta merenungkan makna dibalik ilmu yang dipelajari sebagai proses pengalaman belajar itu sendiri .Sekaligus memungkinkan dapat mengabungkan ide atau pemikiran pemikiran baru ke dalam pengetahuan yang dimiliki sebelumnya,sekaligus memenuhi rasa ingin tahunya. 
  • Multi – Sensori : siswa memiliki pengalaman belajar mulai dari aspek inderawi ,perasaan ,berpikir ,pemecahan masalah sampai siswa memiliki kebijaksanaan dalam pengambilan Keputusan. 
Pada akhirnya guru menjadi mentor, pelatih, pengarah, kolaborator, mentor dan sahabat siswa dalam belajar tentu saja seperti yang diinginkan siswa menjadi sahabat siswa yang tulus dari hati.
Reff : edukasiwae.blogspot.com

Kiat Menjadi Guru Profesional Abad 21 (Tuntutan Kurikulum 2013)

   
Dalam peradaban yang makin kompetitif ini tuntutan untuk semakin profesional dan memiliki kompetensi yang handal adalah sebuah keharusan. Jika tidak maka akan tergerus roda jaman, terutama guru sebagai agen of change bagi siswanya, diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menghadapi tuntutan hidup di masa depannya kelak (life skill).

Bayangkan apa yang bakal terjadi pada siswa kalau mereka tidak mempercayai gurunya lantaran guru bersangkutan dianggap tidak kompeten dan profesional. Guru bersangkutan tidak dihormati siswa tidak tuntas dalam pengembangan proses pendidikannya, sehingga karakter mereka menjadi karakter yang merugikan.

Maka tuntutan kepada guru untuk menjadi lebih profesional di abad 21 sebagai berikut:
  1. Mengerti tuntutan perubahan harapan masyarakat yang penuh dengan kompleksitas permasalahan, memahami gaya hidup dan perilaku siswa, mengembangkan wawasan dan kompetensi keilmuan,serta mengeliminasi kendala dan hambatan yang ada dalam diri maupun lingkungan sekitar.
  2. Memiliki semangat untuk memberi inspirasi kepada rekan kerja sesama pendidik dan siswa untuk menumbuhkembangkan mutu daya saing, mengenali “resources’ dan memanfaatkan sebagai sumber dan  media pembelajaran yang dapat meningkatkan daya kreativitas siswa.
  3. Menggunakan kebutuhan dan harapan masyarakat akan manfaat pendidikan sebagai pedoman menjalankan kehidupan profesional sebagai seorang guru/pendidik.
  4. Mengembangkan konsep pembelajaran yang relevan tentang karakter dan kompetensi yang dibutuhkan siswa untuk masa depannya.
  5. Membangun citra positif sebagai seorang pendidik yang berketeladanan, mampu menumbuhkan motivasi dan inspirasi peserta didik serta memiliki etos, kredibilitas dan integritas sebagai seorang pendidik.
  6. Mengembangkan inovasi dan strategi pembelajaran dengan menggali sumber, dan media belajar serta memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dengan cara yang luar biasa dan kreatif.
  7. Memiliki interpersonal skill sebagai wujud dari implementasi kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial seorang pendidik guna membangun semangat berprestasi dalam diri peserta didik.
  8. Meningkatkan pelayanan prima pendidikan melalui upaya peningkatan potensi dan karakter siswa secara individual,memiliki kecakapan empati serta memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna kepada peserta didik.
  9. Evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran secara berkesinambungan dengan pengukuran efektivitas kegiatan pembelajaran lebih nyata dan akurat, serta berani menerima kritikan dan bersedia melakukan perbaikan mutu kegiatan belajar dan mengajar.
  10. Dapat membuktikan efektivitas dan kemanfaatan pembelajaran dalam bentuk kompetensi dan karakter yang menjadi integritas dan identitas siswa. 
Setiap pendidik memiliki kompetensi dan potensi untuk bekerja secara lebih profesional, dengan menyatu padukan kecerdasan, kreativitas dengan imajinasi yang dimilikinya, guna menciptakan suasana pembelajaran efektif yang disukai, berharga dan bermakna oleh peserta didik sebagai dapat membangkitkan kompetensi dan karakter siswa.

Reff : edukasiwae.blogspot.com

Kiat Menjadi Pendidik yang Profesional dan Islami

 
Menjadi seorang pendidik memiliki keutamaan yang banyak sekali. Diantaranya adalah bahwa mendidik adalah jalan dakwah para nabi dan rasul. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah ta’ala (yang artinya), “Katakanlah: Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikuti mengajak (kalian) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108).

Keutamaan lain yang bisa diperoleh seorang pendidik adalah pahala yang tidak terputus, selama ilmu yang ia ajarkan terus diamalkan dan diajarkan kepada orang lain. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika seorang manusia meninggal dunia, maka pahala amalnya akan terputus, kecuali tiga hal: Shadaqah Jariyyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Untuk menjadi seorang pendidik yang Profesional dan Islami, hendaklah seorang guru memahami dan mengamalkan hal-hal berikut ini:

(1) Meniatkan Ikhlas karena Allah semata. Mengajarkan ilmu kepada orang lain merupakan salah satu jenis ibadah, yang mana ibadah tidaklah diterima kecuali dengan niat yang ikhlas dan mutaba’ah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan dari apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(2) Membekali Diri dengan Ilmu. Karena ilmu tidaklah didapat kecuali dengan belajar, maka membekali diri dengan ilmu sebelum mengajarkan merupakan seuatu kewajiban. Dan seorang guru tidak akan mampu mengajarkan ilmu yang ia tidak miliki/kuasai. Dalam sebuah pepatah Arab dikatakan, “Sesuatu yang tidak punya tidak bisa memberi apa-apa.” (Dinukil oleh Syaikh Albani dalam Kitab At-Tawassul Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu hal.74)

(3) Menjadi Teladan yang Baik bagi Anak Didiknya. Wajib bagi seorang pendidik untuk membaguskan akhlaknya dan menjadikan dirinya sebagai teladan bagi anak didiknya, serta menjauhi akhlak yang buruk. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaqnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Anak didik tidak akan menilai seorang guru hanya sekedar dari ucapan semata, namun ia juga akan melihat kesesuaiannya dalam akhlak dan perbuatannya. Berperilaku tidak sesuai dengan apa yang diucapkannya juga termasuk hal yang dimurkai oleh Allah. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, mengapa engkau mengatakan apa yang tidak engkau kerjakan. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa engkau mengucapkan apa-apa yang tidak engkau kerjakan.” (QS. Ash-Shaaf: 2-3)

(4) Amanah terhadap Pekerjaannya. Selain mampu menjadi teladan bagi anak didiknya, seorang pendidik hendaklah amanah dengan tugas yang diembankan kepadanya. Disiplin terhadap waktu, amanah terhadap pekerjaan, rapi dan bersih dalam berpakaian. Demikianlah selayaknya seorang pendidik.

(5) Berdo’a kepada Allah. Sebesar apapun keinginan dan usaha seorang hamba untuk menjadikan dirinya dan orang lain paham terhadap apa yang ia sampaikan, tetaplah ia berdoa kepada Allah sebagai pemberi hidayah kepada seseorang. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya.” (QS. Al-Qashas: 56)

(6) Bersikap Sabar menghadapi Perilaku Anak Didiknya. Dalam mengajar, seorang guru dihadapkan pada perilaku dan karakter siswa yang berbagai macam. Terkadang seorang guru dihadapkan pada siswa yang sangat sulit diatur. Namun demikian, seorang guru harus tetap sabar dalam mengarahkan anak didiknya, dan berusaha mencari solusi setiap permasalahan.

Demikianlah diantara kiat yang dapat menjadikan seorang guru menjadi Pendidik yang Profesional dan Islami. Adapun faktor-faktor lain, seperti memanfaatkan teknologi dalam sistem pembelajaran adalah boleh, Allahu a’lam, selama tidak bertentangan atau melanggar batas syari’at. Sekian, ini hanyalah sedikit catatan ringan dari seorang guru berdasarkan pengalamannya dalam mengajar. Silahkan diambil jika ada manfaatkan, dan silahkan ditinggalkan jika ada yang kurang tepat di dalamnya. Akhirnya, hanya kepada Allah-lah kita memohon taufiqNya.
Sumber : Muslim.Or.Id

Cita-Cita Yang Tertunda

 
Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup di keluarga yang sederhana. Ia punya cita-cita yang tinggi. Saat masih remaja, dia berkata kepada dirinya sendiri, “Suatu saat nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku, dan pada saat itu aku akan bahagia..”

Dia senang membayangkan dirinya sudah memiliki sebuah mobil mewah, mengendarainya, dan merasakan kebanggaan yang tidak terhingga karena dia dikagumi dan dibanggakan oleh banyak orang. Maka, walaupun kemiskinan tetap diakrabi dalam kesehariannya, sikapnya menjadi angkuh dan sombong karena dia merasa kelak pasti akan kaya raya seperti yang diangankan.

Ketika ditanya apakah telah melakukan sesuatu oleh teman-temannya, ia menjawab, “Tunggu saja kawan, nanti akan kulakukan setelah aku lulus sekolah.”

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi, ia kembali berjanji kepada dirinya sendiri dan kepada orangtuanya bahwa ia akan melakukan apa yang diinginkannya nanti, setelah ia mendapatkan pekerjaan pertamanya.

Sebelum melangkah ke dunia kerja, dia meminta nasihat kepada seorang guru besar tentang banyak hal yang dicita-citakan. Beliau berkata, “Semua yang kamu inginkan, mobil dan rumah bagus lengkap dengan fasilitasnya, adalah sesuatu yang bagus. Dan sesungguhnya, mobil dan rumah mewah itu diciptakan untuk kita yang mau dan mampu memilikinya. Dia tidak kemana-mana, kitalah yang harus bergerak untuk menghampiri dan mendapatkannya.”

Mendengar tuturan si guru, pemuda itu merasa puas. Sebab, ia makin yakin dengan anggapannya bahwa mobil dan rumah tidak akan ke mana-mana. Maka, ia pun bekerja seadanya. Setelah beberapa tahun bekerja, orangtuanya menanyakan, “Anakku, kapan kamu akan mengambil tindakan untuk mewujudkan cita-citamu?”

“Aku berjanji akan mengejar cita-citaku setelah menikahi gadis yang aku cintai. Karena dengan adanya dia sebagai pendamping hidup, maka langkahku akan mantap untuk mengejar cita-citaku.”

Sampai suatu hari, setelah bertahun-tahun kemudian, ia mulai menua. Dalam hati, ia pun berkata, “Rupanya, sudah terlambat untuk memulainya sekarang. Sebab, umurku sudah tak lagi muda.”

Begitulah, cita-cita si pemuda akhirnya hanya menjadi angan-angan dan omong kosong belaka. Kini, ia hanya bisa merasakan kepuasan semu dengan menikmati setiap hari dalam kehidupannya untuk mengkhayal, seandainya ia menjadi seperti yang ia cita-citakan.

Netter yang bijaksana,

Kebiasaan menunda dari waktu ke waktu, dapat membuat seseorang yang pada awalnya bersemangat bermimpi, akan kehilangan gairah, arah, tujuan dan berlari menjauh dari apa yang menjadi impiannya. Sebab, menunda sebenarnya hanya akan mengubur kesempatan demi kesempatan yang ada untuk mewujudkan impian.

Karena itu, cita-cita selamanya akan menjadi khayalan belaka jika kita tidak memulainya dengan rencana! Dan, yang utama, rencana tanpa tindakan nyata juga hanya akan jadi bualan semata.

Mari, selagi masih ada waktu, gunakan sebaik-baiknya waktu kita untuk menyusun kehidupan dan meraih kesempatan, demi menggapai cita-cita.
Source : andriewongso.com

Ayah Luar Biasa

 
Seorang anak 10 tahun bernama Putra, pada suatu malam akan menonton sirkus bersama ayahnya. Ketika tiba di loket, dia dan ayahnya antre di belakang rombongan keluarga besar yang terdiri dari bapak, ibu, dan empat orang anaknya.

Dari pembicaraan yang terdengar, Putra tahu bahwa bapak dari ke-4 anak tadi telah bekerja ekstra untuk dapat mengajak anak-anaknya nonton sirkus malam itu. Namun ketika sampai di loket dan hendak membayar, wajah bapak 4 anak itu tampak pucat. Ternyata uang yang telah dikumpulkannya dengan susah payah tidak cukup, kurang Rp 20.000.

Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, tentang bagaimana harus menjelaskan kepada anak-anak mereka yang masih kecil, bahwa malam itu mereka batal nonton sirkus karena uangnya kurang. Padahal mereka tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar lagi untuk segera masuk ke arena pertunjukan sirkus.

Tiba-tiba ayah Putra menyapa bapak yang sedang kebingungan itu sambil berkata, “Maaf, Pak! Uang ini tadi jatuh dari saku Bapak.” Kemudian, diserahkannya lembaran Rp 20.000 sambil mengedipkan matanya dan terseyum.

Betapa takjubnya si Bapak, dengan apa yang dilakukan ayah Putra. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima uang itu dan berbisik mengucapkan terima kasih kepada ayah Putra, sambil mengatakan betapa Rp 20.000 itu sangat berarti bagi keluarganya.

Setelah rombongan tadi masuk, Putra dan ayahnya bergegas pulang. Mereka batal nonton sirkus, karena uang untuk menyaksikan sirkus sudah diberikan kepada keluarga besar tadi. Tapi Putra justru merasa sangat bahagia. Ia memang tidak dapat menyaksikan sirkus, tetapi ia telah menyaksikan dua orang ayah yang luar biasa.

***
Teman-teman, kebahagiaan tidak hanya diperoleh ketika menerima pemberian orang lain, tetapi juga pada saat kita MAMPU MEMBERI. Cerita di atas juga menunjukkan bagaimana menolong orang lain dengan cara yang sangat halus, tanpa menyinggung harga diri orang yang ditolong.

Dunia ini terus berputar. Ada kalanya kita menolong, dan ada kalanya kita juga memerlukan pertolongan dari orang lain. Maka, selagi masih mampu, tetap lakukan kebaikan dengan ikhlas dan bijaksana.
Source : www.andriewongso.com 

Selasa, 25 Desember 2012

Harga Sebentuk Ginjal

 
Pernahkah Anda mengalami kekecewaan dalam hidup? Pasti pernah. Entah karena belum berhasil memperoleh sesuatu atau kehilangan sesuatu. Seorang kawan pernah merasa sedih karena tidak memiliki uang dalam jumlah cukup untuk menjadikan hidupnya lebih sejahtera, setidaknya dalam pandangan wajar.

Namun, pernahkah terpikir oleh kita bahwa sebenarnya manusia sehat itu sangat kaya? Mari becermin kepada kehidupan sekitar kita. Sesekali ada baiknya berkunjung ke Rumah Sakit untuk menjenguk mereka yang terbaring sakit. Misal kita tengok pasien RS yang mengalami gagal ginjal hingga tahap kronis.

Gagal ginjal kronis yaitu keadaan ginjal yang mengalami kerusakan permanen sehingga ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya. Gagal ginjal ditandai dengan edema (pembengkakan) di seluruh tubuh, hipertensi, dan kadar kreatinin lebih dari 25. Penanganan dan pengobatan gagal ginjal bertujuan mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi, dan memperlambat perkembangan penyakit. Dalam beberapa kasus serius, penderita gagal ginjal akan disarankan untuk melakukan tindakan haemodialisis (pencucian darah) atau transplantasi ginjal.

Tahukah Anda biaya dialisis atau cuci darah ini cukup mahal? Rp.700.000,- sampai dengan Rp.2.000.000,-. Cuci darah akan bertambah sering seiring dengan semakin parahnya kegagalan ginjal dalam menyaring darah. Bayangkan apabila cuci darah dilakukan satu kali sepekan, maka biaya per bulan untuk menggantikan fungsi ginjal sehat kita adalah 2,8 juta sampai 8 juta rupiah! Belum jika berbicara tentang transplantasi ginjal. Biaya pencangkokan ginjal dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Agar lebih jelas tentang transplantasi ginjal, berikut keterangan mengenai metode terapi ginjal tersebut.

Transplantasi ginjal merupakan satu metode terapi ginjal dengan cara ”memanfaatkan” ginjal sehat melalui prosedur pembedahan. Ginjal sehat dapat berasal dari individu yang masih hidup (donor hidup) atau pendonor yang baru saja meninggal (donor kadaver). Ginjal cangkokan ini selanjutnya akan mengambil alih fungsi kedua ginjal yang sudah rusak.

Ginjal lama walaupun sudah tidak banyak berfungsi tetap berada pada posisinya semula, tidak dibuang, kecuali jika ginjal lama menimbulkan komplikasi infeksi atau tekanan darah tinggi.

Bagaimana Cara Kerja Transplantasi Ginjal?
Prosedur bedah transplantasi ginjal membutuhkan waktu antara tiga sampai enam jam. Ginjal baru ditempatkan pada rongga perut bagian bawah (dekat daerah panggul) agar terlindung oleh tulang panggul. 

Pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh darah balik (vena) dari ginjal baru ini dihubungkan ke arteri dan vena tubuh. Dengan demikian, darah dapat dialirkan ke ginjal sehat untuk disaring. Ureter (saluran kemih) dari ginjal baru dihubungkan ke kantong kemih agar urine dapat dialirkan keluar.

 
http://lupiluth.blogspot.com/2012/03/transplantasi-ginjal.html

Siapa saja yang dapat menjalani transplantasi ginjal?
Transplantasi ginjal belum tentu dapat dilakukan untuk semua kasus penyakit ginjal kronik. Individu dengan kondisi, seperti kanker, infeksi serius, atau penyakit kardiovaskular (pembuluh darah jantung) tidak diperkenankan menerima transplantasi ginjal. Hal ini karena tingkat kegagalan transplantasi ginjal cukup tinggi.

 
http://oketips.com/8114/tips-memahami-prosedur-cara-kerja-transplantasi-ginjal/kidney-transplant_1-2/

Pasca Transplantasi Ginjal
Transplantasi ginjal dinyatakan berhasil jika ginjal tersebut dapat bekerja sebagai penyaring darah sebagaimana layaknya ginjal sehat. Jika demikian, pasien tidak memerlukan tindakan dialisis (cuci darah). Oleh karena ginjal baru ini bukan merupakan ginjal yang berasal dari tubuh pasien sendiri, maka ada kemungkinan terjadi reaksi tubuh untuk menolak benda asing tersebut. Untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan, pasien perlu mengonsumsi obat-obat anti-rejeksi atau imunosupresan setelah menjalani transplantasi ginjal. Obat-obat imunosupresan bekerja dengan jalan menekan sistem imun tubuh sehingga mengurangi risiko terjadinya reaksi penolakan tubuh terhadap ginjal cangkokan.Namun obat ini menimbulkan efek samping seperti wajah menjadi bulat, berjerawat atau tumbuh rambut-rambut halus pada wajah, dan mengakibatkan peningkatan berat badan. 
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu  menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS Ibrahim: 34) 
Nah, masihkah kita merasa kekurangan sementara begitu banyak karunia-Nya yang ada di dalam tubuh dan kesehatan kita?
Reff : biosejati.wordpress.com

Kumpulan Soal Ujian Nasional Biologi Untuk SMA

Untuk anak-anak SMA Kelas XII persiapan kalian untuk menghadapi Ujian Nasional yang sudah semakin dekat, maka latihan soal-soal UN merupakan cara yang efektif untuk mengukur sejauh mana persiapanmu menghadapi UN Tahun 2013 tersebut. Biologi salah satu pelajaran yang termasuk UN, ternyata menduduki peringkat lebih rendah dibandingkan dengan mata pelajaran Matematika, Fisika dan Kimia. Ini menunjukkan bukti bahwa Biologipun harus mendapat perhatian serius. Mungkin terkesan tidak ada hitungannya, maka boleh jadi agak dipandang sebelah mata. Jadi sering-seringlah berlatih sebagai solusinya.

Oleh sebab itu secara khusus kumpulan soal-soal Ebtanas dan Ujian Nasional Biologi dari blognya http://prestasiherfen.blogspot.com dengan format PDF selama kurun waktu 1986 - 2009 saya sediakan dan dapat di download disini :

Untuk soal Ujian nasional Biologi SMA tahun 2008 dan 2009 dengan format Ms.word (doc) dapat di download disini:
Selain soal Ebtanas, Ujian Akhir Nasional (UAN), dan Ujian Nasional (UN), juga dilengkapi dengan kumpulan soal-soal try out untuk tingkat sekolah, tingkat kabupaten dan tingkat propinsi. Kumpulan soal-soal try out dapat di download disini:

ESENSI PEMBELAJARAN INTEGRASI IMTAQ IPTEK


Apa Esensi Pembelajaran Integrasi Imtaq-Iptek?

Esensi Pembelajaran Integrasi Imtaq-Iptek adalah menghadirkan sang Pencipta disepanjang aktivitas pembelajaran. Yang menjadi masalah adalah bagaimana cara menghadirkan sang Pencipta disepanjang aktivitas pembelajaran? Untuk menjawab pertanyaan ini ikuti langkah berikut ini!
  1. Ingat membiasakan diri disetiap aktivitas diawali dengan doa, minimal membaca Basmalah
  2. Dalam bidang pembelajaran, kita mengikuti prosedur pembelajaran yaitu sebelum pembelajaran dilaksanakan, maka perangkat pembelajaran telah ada. Menyusun Perangkat Pembelajaran Integrasi. Bagaimana cara menyusun perangkat pembelajaran integrasi imtaq? Buka berikut http://suyuti-soppeng.blogspot.com
  3. Ingat membiasakan diri disetiap aktivitas diakhiri dengan doa, minimal membaca alhamdulillah
  4. Laksanakan Firman Allah SWT berikut ini QS. Al-Jum'ah (62) ayat 9-10 yang artinya: 
"9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 

[1475]. Maksudnya: apabila imam telah naik mimbar dan muazzin telah azan di hari Jum'at (setiap waktu shalat), maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.

10. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
Saat hamba Allah lengah (lupa) mengingat Allah dalam aktivitas hidupnya termasuk dalam aktivitas pembelajaran, maka Allah SWT mengingatkan agar mengindahkan peringatan-Nya berikut ini QS. Al-jum'ah (62) ayat 11 yang artinya: 

11. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki.

Untuk memperbaiki aktivitas hidup khususnya bidang pembelajaran, maka jawablah pertanyaan Allah pada ayat di atas. "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan?". 

Kata permainan dan perniagaan merupakan simbol semua aktivitas hidup di bumi Allah. Jadi isi aktivitas hidup di bumi Allah hanya dua yaitu permainan dan perniagaan.

Jika pesan-pesan Allah SWT di atas dilaksanakan atau diindahkan, maka indah pula kehidupan ini-maka indah pula kegiatan pembelajaran ini-maka indah pula perasaan hati ini-maka indah pula hidup.  Indahnya hidup saat Allah bersama kita, maka hadirkan Allah di semua aktivitas kita.  

Jadi Kesimpulannya: Esensi Pembelajaran Integrasi Imtaq-Iptek adalah menghadirkan Allah SWT sebagai sang Pencipta dalam semua aktivitas pembelajaran.

Semoga Bermanfaat untuk kita semua, Amin.
Oleh: Suyuti (SMANSARIO Soppeng Sul-Sel)

KUNCI KEBERHASILAN KURIKULUM BERKARAKTER 2013

 
Kata Kunci keberhasilan hidup manusia agar tetap terbebas/terhindar dari perbuatan keji dan mungkar adalah ingat Allah (ingat sang penciptanya). Demikian pula halnya dalam membangun karakter manusia tetap kuncinya adalah ingat Allah (ingat sang penciptanya). Ingat Allah (ingat sang penciptanya) merupakan kunci dalam menjaga waktu untuk beribadah kepada-Nya, seperti shalat, puasa, zakat, menuntut ilmu, dansebagainya. Hanya yang mengingat Allah (ingat sang penciptanya) yang akan selamat dan sukses Dunia dan Akhirat.  

Dan hanya mengingat Allah (mengingat sang penciptanya) hati menjadi tenang. Cermati Firman Allah dalam QS. Az Zumar (39) yang artinya berikut ini! 

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang [1312], gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenangkulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun (QS. Az Zumar:23). 

[1312]. Maksud berulang-ulang di sini ialah hukum-hukum, pelajaran dan kisah-kisah itu diulang-ulang menyebutnya dalam Al Quran supaya lebih kuat pengaruhnya dan lebih meresap(menyatu dengan hati manusia). Sebahagian ahli Tafsir mengatakan bahwa maksudnya itu ialah bahwa ayat-ayat Al Quran itu diulang-ulang membacanya seperti tersebut dalam mukaddimah surat Al Faatihah. 

Firman Allah di atas menjelaskan bahwa pelajaran terbaik adalah Al-Qur’an. Membaca dan mengkaji Al-Qur’an akan menjadikan hati menjadi tenang karena dengan membacanya mereka akan mengingat Tuhannya. Keberhasilan suatu pembelajaran adalah mengingat Allah sebagai penentu keberhasilan pembelajaran itu. Pembelajaran yang menjadikan pendidik dan peserta didik mengingat Allah hanyanlah pembelajaran integrasi Imtaq. Jadi Hanya pembelajaran integrasi imtaq-iptek yang dapat mendukung dan mensuksesan Kurikulum Berkarakter 2013. 

Semua aktivitas hidup yang melibatkan sang pencipta, maka pastilah aktivitas hidup itu dirahmati. Dan hanya rahmat Allah saja yang dapat menjadikanKurikulum Berkarakter 2013 mampu menyelamatkan diri kita dan anak-anak bangsa ini.  
Kajilah Firman Allah QS. Al-Anfal ayat 2 – 4 yang artinya berikut ini! 

2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. 

[594]. Maksudnya: orang yang sempurna imannya. [595]. Dimaksud dengan disebut nama Allah ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakanNya.

3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. 

4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia. 

Rezki (nikmat) yang mulia dari kurikulum berkarakter adalah melahirkan anak-anak bangsa yang berkarakter. Mari kita mensukseskan pelaksanaan kurikulum berkarakter 2013 dengan melaksanakan pembelajaran integrasi Imtaq-Iptek. Selamat berjuang semoga pendidikan kita betul-betul mampu mencetak generasi bangsa yang berkarakter. 

Tolong saudara(i)ku memberi masukan, Semoga masukannya menjadi amal ibadah yang dirahmati Allah SWT, Amin!
Source : suyuti-soppeng.blogspot.com

Unifikasi Fisika Terlaksana Tahun 2050?

Sasaran utama fisika adalah memahami keanekaragaman alam yang menakjubkan secara terpadu. Kemajuan-kemajuan terhebat di masa lalu merupakan langkah menuju sasaran ini: unifikasi mekanika bumi dan angkasa oleh Isaac Newton pada abad 17. Teori listrik dan magnetisme oleh James Clerk Mawell pada abad 19. Geometri ruangwaktu dan teori gravitasi oleh Albert Einstein dari tahun 1905 sampai 1916. Dan penyingkapan kimia dan fisika atom melalui kedatangan mekanika quantum pada 1920-an.

Einstein mencurahkan 30 tahun terakhir hidupnya pada pencarian gagal “teori medan terpadu”, yang akan menyatukan relativitas umum—teori ruangwaktu dan gravitasi miliknya—dengan teori elektromagnetisme Maxwell. Belakangan terjadi kemajuan menuju unifikasi, tapi ke arah berbeda. Teori partikel unsur dan gaya kita yang mutakhir, dikenal sebagai Standard Model fisika partikel, telah menyatukan elektromagnetisme dengan interaksi lemah, gaya yang bertanggungjawab atas perubahan neutron dan proton menjadi satu sama lain dalam proses-proses radioaktif dan di bintang-bintang. Standard Model juga memberikan deskripsi terpisah tapi serupa tentang interaksi kuat, gaya yang menjaga kesatuan quark di dalam proton dan neutron dan menjaga kesatuan proton dan neutron di dalam nukleus atom.

  
Alam quantum ruang dan waktu harus ditangani dalam teori terpadu. Pada skala jarak terpendek, ruang mungkin digantikan oleh struktur string-string dan membran-membran yang terhubung terus-menerus—atau oleh sesuatu yang lebih aneh lagi. Eksperimen di CERN dan tempat lain semestinya memungkinkan kita melengkapi Standard Model fisika partikel, tapi teori terpadu seluruh gaya mungkin akan memerlukan ide-ide yang sama sekali baru.  

Kita tahu bagaimana teori interaksi kuat dapat disatukan dengan teori interaksi elektromagnetik dan interaksi lemah (seringkali disebut sebagai Grand Unification), tapi ini mungkin hanya bekerja jika gravitasi diikutsertakan, yang menimbulkan kesulitan mengerikan. Kita menduga bahwa perbedaan nyata di antara gaya-gaya ini ditimbulkan oleh peristiwa-peristiwa dalam sejarah awal big bang, tapi kita tak dapat mengikuti detil-detil sejarah kosmik pada masa-masa awal tersebut tanpa teori yang lebih baik mengenai gravitasi dan gaya lainnya. Ada peluang bahwa unifikasi akan selesai pada 2050. Tapi betulkah kita mampu melakukannya?

Medan Quantum

Standard Model fisika partikel adalah teori quantum medan. Komposisi dasarnya adalah medan-medan, di antaranya adalah medan listrik dan medan magnet dalam elektrodinamika abad 19. Riakan-riakan kecil di medan-medan ini mengangkut energi dan momentum dari satu tempat ke tempat lain, dan mekanika quantum memberitahu kita bahwa riakan ini terdiri dari bundel-bundel, atau quantum-quantum, yang dikenali di laboratorium sebagai partikel unsur. Contoh, quantum medan elektromagnet adalah partikel yang dikenal sebagai photon.

Unifikasi fenomena berlainan dalam satu teori sudah lama menjadi tema sentral fisika. Standard Model fisika partikel berhasil mendeskripsikan tiga (elektromagnetisme, interaksi lemah, dan interaksi kuat) dari empat gaya alam yang dikenal tapi tetap belum dipadukan secara definitif dengan relativitas umum, yang mengatur gaya gravitasi dan sifat ruang dan waktu. 


Standard Model memasukkan medan untuk setiap tipe partikel unsur yang telah diamati di laboratorium-laboratorium fisika high energy [lihat ilustrasi di bawah]. Ada medan lepton: quantum mereka mencakup elektron familiar, yang menyusun bagian luar atom biasa, partikel berat serupa yang dikenal sebagai muon dan tauon, dan partikel berlistrik netral yang dikenal sebagai neutrino. Ada beragam tipe medan quark, beberapa terikat di proton dan neutron yang menyusun nukleus atom-atom biasa. Gaya-gaya di antara partikel-partikel ini dihasilkan oleh pertukaran photon dan partikel-partikel unsur serupa: W+, W-, dan Z0mentransmisikan gaya lemah, sedangkan delapan jenis gluon menghasilkan gaya kuat. 

Kemajuan paling menonjol dalam fisika fundamental cenderung terjadi manakala prinsip-prinsip berbagai jenis teori direkonsiliasikan dalam kerangka baru tunggal. Kita belum tahu apa prinsip pemandu yang mendasari unifikasi teori quantum medan, sebagaimana yang terkandung dalam Standard Model, dengan relativitas umum. 

Partikel-partikel ini mempertunjukkan berbagai besaran massa tanpa pola yang bisa dikenali, dengan elektron 350.000 kali lebih ringan daripada quark terberat, sedangkan neutrino lebih ringan lagi. Standard Model tak memiliki mekanisme yang bisa menerangkan massa-massa ini, kecuali kalau kita menambahinya medan tambahan, tipe yang dikenal sebagai medan skalar. “Skalar” artinya medan ini tak memuat arah, tak seperti medan listrik dan magnet dan medan-medan lain dalam Standard Model. Ini membuka kemungkinan bahwa medan-medan skalar ini bisa merembesi seluruh ruang tanpa bertentangan dengan salah satu prinsip kokoh fisika, bahwa ruang terlihat sama di semua arah. (Sebaliknya, seandainya ada medan magnet signifikan di setiap tempat di ruang, kita dapat mengidentifikasi arah dengan memakai kompas biasa.) Interaksi medan-medan lain (dalam Standard Model) dengan medan skalar perembes dipercaya memberi massa kepada partikel-partikel Standard Model.

Di Atas Top Quark
Untuk melengkapi Standard Model, kita perlu mengkonfirmasi eksistensi medan-medan skalar ini dan menemukan berapa banyak tipe yang ada. Ini adalah soal menemukan partikel unsur baru, sering disebut sebagai partikel Higgs, yang boleh diakui sebagai quantum medan [skalar] ini. Kita punya berbagai alasan untuk menduga bahwa tugas ini akan selesai sebelum tahun 2020, ketika akselerator bernama Large Hadron Collider di CERN, laboratorum fisika partikel Eropa dekat Jenewa, akan telah beroperasi selama lebih dari satu dekade.

Setidaknya yang akan ditemukan adalah partikel skalar berlistrik netral. Tapi akan menjadi bencana jika cuma ini yang ditemukan pada 2020 kelak, sebab itu takkan memberi kita petunjuk menuju solusi teka-teki berat yang disebut sebagai persoalan hirarki.

Partikel terberat yang dikenal dalam Standard Model adalah top quark, dengan massa setara 175 gigaelektron volt (GeV). Satu GeV adalah sedikit di atas energi yang terkandung dalam massa proton. Partikel-partikel Higgs yang belum diketemukan itu diduga memiliki besaran massa serupa, 100 sampai beberapa ratus GeV. Tapi ada bukti skala massa yang jauh lebih besar yang akan muncul dalam persamaan-persamaan teori terpadu yang belum dirumuskan. Medan gluon, W, Z, dan photon Standard Model berinteraksi dengan medan-medan lain model ini dengan kekuatan agak berbeda; itulah mengapa gaya-gaya yang dihasilkan oleh pertukaran gluon adalah sekitar 100 kali lebih kuat daripada [pertukaran medan] lainnya di bawah kondisi biasa. Graviton jauh lebih lemah: gaya gravitasi di antara elektron dan proton pada atom hidrogen adalah sekitar 10-39 kali kekuatan gaya listrik.

Tapi semua kekuatan interaksi ini tergantung pada energi yang terukur [lihat ilustrasi di bawah ini]. Mengejutkan sekali, ketika kemungkinan interaksi medan-medan Standard Model diperhitungkan, semuanya menjadi setara satu sama lain, dengan energi sedikit di atas 1016 GeV, sedangkan gaya gravitasi tidak terlalu lebih tinggi, sekitar 1018 GeV. (Perbaikan teori gravitasi telah diusulkan, yang bahkan akan membuat kekuatan gravitasi setara dengan gaya-gaya lain, seharga sekitar 1016GeV.) Kita terbiasa dengan rasio massa amat besar dalam fisika partikel, seperti 350.000:1 antara massa top quark dan elektron, tapi ini tidak seberapa dibandingkan dengan rasio dahsyat antara skala energi fundamental unifikasi sebesar 1016 GeV (atau barangkali 1018 GeV) dan skala energi 100 GeV khas Standard Model [lihat ilustrasi di bawah]. Inti persoalan hirarki adalah memahami rasio besar ini, lompatan besar dari satu tingkat ke tingkat berikutnya dalam hirarki skala energi ini, dan itu bukan cuma dengan menyesuaikan konstanta-konstanta dalam teori kita demi membuat rasio keluar persis sebagai konsekuensi alami prinsip-prinsip fundamental.


 
Standard Model fisika partikel menjelaskan tiap partikel materi dan tiap gaya dengan medan quantum. Partikel fundamental materi adalah fermion; mereka terdiri dari tiga generasi (a). Masing-masing generasi partikel mengikuti pola atribut yang sama. Gaya-gaya fundamental disebabkan oleh boson (b), yang disusun menurut tiga kesimetrian yang terkait erat. Di samping itu, satu partikel/medan Higgs atau lebih (c) menghasilkan massa medan-medan lain. 

Para teoris telah mengajukan beberapa ide menarik untuk solusi alami persoalan hirarki, memasukkan prinsip kesimetrian baru yang dikenal sebagai supersimetri (yang juga memperbaiki akurasi kekuatan interaksi 1016 GeV), atau gaya kuat baru yang dikenal sebagai tekniwarna, atau keduanya [lihat ilustrasi di bawah]. Semua teori ini mengandung gaya-gaya tambahan yang dipersatukan dengan gaya kuat, gaya lemah, dan gaya elektromagnetik pada [besaran] energi sekitar 1016 GeV. Gaya-gaya baru itu menjadi kuat, dengan energi jauh di bawah 1016 GeV, tapi kita tak dapat mengamati mereka secara langsung, sebab mereka tidak bertindak langsung terhadap partikel-partikel Standard Model yang dikenal. Justru, mereka bertindak terhadap partikel lain yang terlampau masif untuk dihasilkan di laboratorium kita. Meski begitu, partikel-partikel “amat berat” ini jauh lebih ringan dari 1016 GeV sebab mereka memperoleh massa dari gaya-gaya baru tadi, yang jauh di bawah 1016GeV. Dalam gambaran ini, partikel-partikel Standard Model akan berinteraksi dengan partikel-partikel amat berat tersebut, dan massa [partikel Standard Model] akan timbul sebagai efek sekunder interaksi relatif lemah ini. Mekanisme ini akan memecahkan persoalan hirarki, menjadikan partikel-partikel [Standard Model] lebih ringan daripada partikel-partikel berat tersebut, yang bermassa jauh lebih ringan dari 1016 GeV.

Semua ide ini memiliki fitur sama lainnya: mereka memerlukan eksistensi sekumpulan partikel baru bermassa tak lebih dari 1.000 GeV. Jika ide-ide ini benar, maka partikel-partikel tersebut mestinya ditemukan sebelum tahun 2020 di Large Hadron Collider, dan beberapa partikel bahkan mungkin muncul lebih awal di Fermilab atau CERN, walaupun perlu berdekade-dekade lagi serta akselerator baru untuk menggali atribut mereka sepenuhnya. Ketika partikel-partikel ini telah ditemukan dan atribut mereka diukur, kita akan mampu mengatakan apakah ada dari mereka yang bertahan hidup sejak momen-momen awal big bang dan kemudian kita dapat menambahkan “dark matter” di ruang antargalaksi yang dianggap menyusun sebagian besar massa alam semesta hari ini. Bagaimanapun juga, kemungkinan besar pada 2050 kita akan memahami alasan rasio dahsyat skala-skala energi yang dijumpai di alam.

 
Persoalan hirarki merupakan ukuran ketidaktahuan kita. Eksperimen-eksperimen (garis kuning) telah menyelidiki hingga level energi sekitar 200GeV dan telah menyingkap bermacam-macam massa partikel (merah) dan skala energi interaksi (hijau) yang dijelaskan dengan luar biasa baik oleh Standard Model. Teka-tekinya adalah selisih besar menuju dua skala energi selanjutnya, yakni unifikasi elektrolemah-kuat yang mendekati 10-16 GeV dan skala Planck, karakteristik gravitasi quantum, yang sekitar 10-18 GeV. 

Apa berikutnya? Sebetulnya tak ada peluang kita akan mampu melakukan eksperimen yang melibatkan proses-proses dengan energi seperti 1016 GeV. Dengan teknologi terkini, diameter sebuah akselerator sebanding dengan energi yang diberikan kepada partikel-partikel yang diakselerasi. Untuk mengakselerasi partikel hingga energi 1016 GeV diperlukan akselerator berdiameter beberapa tahun-cahaya. Sekalipun seseorang menemukan cara lain untuk mengkonsentrasikan energi luar biasa banyak kepada sebuah partikel, laju proses-proses dengan besaran energi ini akan terlalu lambat untuk menghasilkan informasi berguna. Tapi sungguhpun kita tak bisa mempelajari proses-proses dengan besaran energi seperti 1016 GeV secara langsung, ada peluang besar proses ini menghasilkan efek-efek dengan energi yang bisa dimengerti yang dapat dikenali secara eksperimen sebab melampaui [besaran] yang diperkenankan oleh Standard Model.

 
Ekstrapolasi teoritis menunjukkan bahwa tiga gaya Standard Model (gaya kuat dan paduan gaya lemah dan elektromagnetik) memiliki kekuatan yang kurang-lebih setara pada energi amat tinggi (a), dan kesetaraan itu ditingkatkan dengan memperkenankan supersimetri (b). Ketebalan kurva mengindikasikan taksiran ketidakpastian kekuatan kopling. 

Standard Model adalah teori quantum medan yang istimewa, teori yang “direnormalisasi”. Istilah ini berawal tahun 1940-an, ketika fisikawan sedang belajar bagaimana menggunakan teori-teori quantum medan terdahulu untuk mengkalkulasi pergeseran kecil level energi atom. Mereka menemukan bahwa kalkulasi menggunakan teori quantum medan terus menghasilkan kuantitas-kuantitas tak terhingga, yang biasanya berarti sebuah teori memiliki cacat atau melampaui batas validitasnya. Lalu, mereka menemukan cara mengatasi kuantitas tak terhingga dengan memasukkannya ke dalam pendefinisian ulang, atau “renormalisasi”, beberapa konstanta fisikal, semisal muatan dan massa elektron. (Versi minimum Standard Model, dengan satu partikel skalar saja, memiliki 18 konstanta ini.) Teori-teori yang berhasil melakukan prosedur ini disebut “dapat direnormalisasi” dan memiliki struktur lebih sederhana ketimbang teori-teori yang tak dapat direnormalisasi.

Interaksi yang Ditekan
Struktur Standard Model yang sederhana dan dapat direnormalisasi inilah yang telah memungkinkan kita memperoleh prediksi kuantitatif spesifik untuk hasil-hasil eksperimen, prediksi yang kesuksesannya telah mengkonfirmasi validitas teori [Standard Model].

Rincinya, prinsip renormalisasibilitas, bersama dengan berbagai prinsip kesimetrian Standard Model, telah menyingkirkan proses-proses tak teramati seperti pembusukan proton terisolasi dan mencegah neutrino untuk memiliki massa. Fisikawan lazimnya percaya bahwa agar sebuah teori quantum medan memiliki validitas, ia harus bisa direnormalisasi. Persayaratan ini merupakan penuntun kuat bagi para teoris dalam merumuskan Standard Model. Yang menggelisahkan, dulu terasa mustahil, karena alasan fundamental, merumuskan teori gravitasi quantum medan yang dapat direnormalisasi.

Hari ini perspektif kita telah berubah. Teori-teori fisika partikel tampak berbeda, tergantung pada energi proses-proses dan reaksi-reaksi yang diperhitungkan. Gaya-gaya yang dihasilkan oleh pertukaran partikel masif tipikalnya akan sangat lemah pada [level] energi yang rendah dibandingkan massanya.

Efek-efek lain juga bisa ditekan, sehingga pada [besaran] energi rendah kita memperoleh apa yang dikenal sebagai teori medan efektif, di mana interaksi-interaksi ini sepele/bisa diabaikan. Para teoris sudah menyadari bahwa suatu teori quantum fundamental yang konsisten dengan teori relativitas khusus akan terasa seperti teori quantum medan yang dapat direnormalisasi pada [level] energi rendah. Tapi walaupun ketakterhinggaan itu masih terhapuskan, teori-teori efektif ini tidak mempunyai struktur sederhana teori-teori yang dapat direnormalisasi daalam pengertian klasik. Interaksi-interaksi rumit tambahan hadir; bukannya ditiadakan sepenuhnya, mereka cuma ditekan ke bawah suatu skala energi khas.

 
Apa berikutnya? Ada beberapa kemungkinan untuk fisika terpadu yang membentang di luar Standard Model. Model-model tekniwarna (a)memperkenalkan interaksi baru yang analogis dengan gaya “warna” pengikat quark. Menyertai interaksi tersebut adalah generasi baru partikel-partikel yang tak sama dengan tiga generasi yang dikenal. Supersimetri (b) mempertalikan fermion dengan boson dan menambahkan partner supersimetri masing-masing partikel yang dikenal oleh Standard Model. Teori-M dan teori string (c) menuangkan kembali model ini secara keseluruhan dari segi entitas-entitas baru semisal string kecil, simpal, dan membran yang berperilaku seperti partikel pada energi rendah. 

Gravitasi sendiri hanyalah interaksi nonrenormalizable yang ditekan. Dari kekuatannyalah (atau tepatnya kelemahannya), pada [level] energi rendah, kita menyimpulkan bahwa skala energi fundamentalnnya kurang-lebih 1018 GeV. Interaksi nonrenormalizable yang ditekan berikutnya akan menjadikan proton tidak stabil, dengan half-life antara 1031 sampai 1034 tahun, yang mungkin terlalu lambat untuk teramati bahkan pada 2050. Interaksi nonrenormalizable yang ditekan berikutnya akan mememberi neutrino massa yang amat kecil, sekitar 10-11 GeV. Kini ada bukti kuat sedang dikumpulkan di detektor-detektor raksasa tentang massa neutrino, kemungkinan besar berordo sekecil ini. (Half-life: waktu yang diperlukan bagi keradioaktifan untuk jatuh ke setengah nilai asalnya—penj)

Observasi seperti ini akan menghasilkan petunjuk berharga menuju teori terpadu seluruh gaya, tapi penemuan teori ini barangkali takkan terjadi tanpa ide-ide baru. Beberapa ide yang menjanjikan sudah beredar. Ada lima teori [mengenai] entitas kecil satu-dimensi yang dikenal sebagai string, yang dalam mode vibrasi berbeda-beda, pada [level] energi rendah, terlihat sebagai berbagai jenis partikel dan rupanya melengkapi teori-teori gravitasi terhingga dan gaya lainnya di 10 dimensi ruangwaktu. Tentu saja kita tak hidup di 10 dimensi, tapi masuk akal bahwa enam dari sepuluh dimensi ini mungkin tergulung begitu ketat sehingga tidak bisa diamati dalam proses-proses dengan [level] energi di bawah 1016 GeV per partikel. Dalam beberapa tahun belakangan telah muncul bukti bahwa kelima teori string ini (dan juga sebuah teori quantum medan di 11 dimensi) hanyalah versi-versi dari satu teori fundamental (terkadang disebut teori-M) namun beroperasi di bawah penaksiran berlainan. Tapi tak ada yang tahu bagaimana menuliskan persamaan-persamaan teori ini.

Di Luar Ruang Waktu
Dua rintangan besar menghadang tugas ini. Yang pertama adalah bahwa kita tak tahu apa prinsip-prinsip fisika yang mengatur teori fundamental tersebut. Dalam mengembangkan relativitas umumnya, Einstein dipandu oleh prinsip yang dia simpulkan dari atribut-atribut gravitasi yang sudah diketahui, prinsip ekuivalensi gaya gravitasi sampai efek-efek lembam semisal gaya sentrifugal. Pengembangan Standard Model dipandu oleh prinsip bernama gauge symmetry, sebuah generalisasi atribut listrik dikenal bahwa selisih voltaselah yang berperan, bukan voltasenya sendiri.

Tapi kita belum menemukan prinsip fundamental yang mengatur teori-M. Beragam penaksiran terhadap teori ini terasa seperti teori string atau teori medan di ruangwaktu berdimensionalitas berlainan, padahal mungkin teori fundamental tidak boleh dirumuskan di dalam ruangwaktu sama sekali. Teori quantum medan dibatasi keras oleh prinsip-prinsip mengenai sifat ruangwaktu empat-dimensi yang dimasukkan ke dalam teori relativitas khusus. Bagaimana kita bisa memperoleh ide-de yang diperlukan untuk merumuskan teori fundamental, sementara teori ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan alam di mana semua intuisi yang diperoleh dari kehidupan di dalam ruangwaktu menjadi tak berguna?

Rintangan lainnya adalah bahwa sekalipun kita mampu merumuskan teori fundamental, kita mungkin tak tahu bagaimana menggunakannya untuk membuat prediksi yang dapat mengkonfirmasi validitasnya. Sebagian besar prediksi sukses Standard Model didasarkan pada metode kalkulasi yang dikenal sebagai teori perturbasi. Dalam mekanika quantum, laju proses-proses fisikal ditentukan oleh penjumlahan semua kemungkinan urutan langkah perantara (intermediate step) menuju terjadinya proses tersebut. Menggunakan teori perturbasi, kita pertama-tama memperhitungkan langkah-langkah paling sederhana saja, lalu langkah sederhana berikutnya, dan seterusnya. Ini hanya bekerja jika langkah perantara yang semakin rumit memberi kontribusi semakin kecil pada laju [proses], yang biasanya terjadi jika gaya-gaya yang terlibat cukup lemah. Terkadang sebuah teori bergaya-gaya kuat ekuivalen dengan teori lain bergaya-gaya lemah, yang bisa diselesaikan oleh metodologi teori perturbasi. Ini tampaknya berlaku pada pasangan tertentu lima teori string di 10 dimensi dan teori medan di 11 dimensi yang tadi disebutkan. Sayangnya, gaya-gaya dalam teori fundamental barangkali tidak kuat dan tidak pula lemah, menyingkirkan kemungkinan penggunaan teori perturbasi.

Menemukan Jawaban
Mustahil mengatakan kapan persoalan ini akan teratasi. Ini mungkin akan terpecahkan dalam [esay] pracetak yang dihasilkan kelak oleh beberapa teoris belia. Mungkin tidak terpecahkan pada tahun 2050, atau bahkan 2150. Tapi manakala terpecahkan, sungguhpun kita tak bisa melakukan eksperimen pada [level] energi 1016 GeV atau mengintip dimensi-dimensi tinggi, kita takkan kesulitan menemukan kebenaran teori fundamental terpadu. Ujiannya akan berupa, apakah teori tersebut berhasil menerangkan harga konstanta-konstanta fisikal Standard Model yang terukur, serta efek-efek lain yang mungkin ditemukan oleh Standard Model saat itu.

Barangkali, ketika kita akhirnya memahami bagaimana partikel-partikel dan gaya-gaya berperilaku pada [level] energi hingga 10-18GeV, kita akan menemukan misteri baru, dengan unifikasi final lebih jauh lagi. Tapi saya meragukannya. Tak ada petunjuk tentang skala energi fundamental di atas 10-18 GeV, dan teori string bahkan menyatakan bahwa energi yang lebih tinggi [dari itu] tidak memiliki makna.

Penemuan teori terpadu yang mendskripsikan alam pada semua [level] energi akan menempatkan kita dalam posisi menjawab pertanyaan kosmologi terdalam: Apakah perluasan kumpulan galaksi yang kita sebut big bang memiliki permulaan pada waktu tertentu di masa lampau? Apakah big bang kita hanyalah satu episode di alam semesta yang jauh lebih besar di mana bang besar dan kecil berlangsung terus-menerus? Jika benar, apakah yang kita sebut sebagai konstanta—atau bahkan hukum—alam berbeda antara satu bang dan bang lainnya?

Ini tidak akan menjadi akhir fisika. Bahkan barangkali takkan membantu persoalan-persoalan fisika hari ini, misalnya pemahaman turbulensi dan superkonduktivitas temperatur tinggi. Tapi ini akan menandai akhir jenis fisika tertentu: pencarian teori terpadu yang membawakan seluruh fakta lain ilmu fisik.

Penulis
Steven Weinberg adalah kepala Theory Group di Universitas Texas, Austin, dan anggota fakultas fisika dan astronominya. Karyanya dalam fisika partikel unsur telah dihargai dengan banyak hadiah dan penghargaan, termasuk Hadiah Nobel Fisika pada 1979 dan Medali Sains Nasional pada 1991. Volume ketiga (berjudul Supersymmetry) risalatnya yang berjudul The Quantum Theory of Fields diterbitkan pada 2000. Volume kedua (berjudul modern Applications) dijuluki oleh Physics Today sebagai “tak tertandingi oleh buku teori quantum medan manapun berkat kedalaman, generalitas, dan karakter definitifnya.”
Source : fun-of-physic.blogspot.com