aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Jumat, 01 Februari 2013

Hukum Meminta Jabatan dalam Pandangan Islam

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menasihatkan kepada Abdurrahman bin Samurah: “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan, karena jika engkau diberi tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong)”. 

Hadist ini diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhori dalam shahih-nya no.7146 dengan judul ”Siapa yang tidak meminta jabatan, Allah akan menolongnya dalam menjalankan tugasnya” dan no.7147 dengan judul “Siapa yang minta jabatan akan diserahkan kepadanya (dengan tidak mendapatkan pertolongan dari Allah dalam menunaikan tugasnya)”.
Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya no.1652 yang diberi judul oleh Al-Imam An-Nawawi “Bab larangan meminta jabatan dan berambisi untuk mendapatkannya”. 

Masih bekaitan dengan permasalahan di atas, juga didapatkan riwayat dari Abu Dzar Al-Ghifari, ia berkata: “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau menjadikanku sebagai pemimpin” Mendengar permintaanku tersebut,beliau menepuk pundakku seraya bersabda: 

“Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanah. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut.”(shahih, HR Muslim no.1825)  

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasllam bersabda:“Wahai Abu Dzar, aku memandangmu seorang yang lemah, dan aku menyukai untukmu apa yang kusukai untuk diriku. Janganlah sekali-kali engkau memimpin dua orang* dan janganlah engkau menguasai pengurusan harta anak yatim.”(Shahih, HR.Muslim no.1826) Al-Imam An-Nawawi membawakan kedua hadist Abu Dzar di atas dalam kitab beliau Riyadush shalihin, Bab “ Larangan meminta jabatan kepemimpinan dan memilih untuk meninggalkan jabatan tersebut jika ia tidak pantas untuk memegangnya atau meninggalkan ambisi terhadap jabatan”.

Kisah Nabi Yusuf 'Alaihi Wasllam Meminta Jabatan karena Memang berilmu 

Penjelasan Asy-Syaikh Abdul Malik Ramadhani tentang Kisah Nabi YusufOrang yang berdalil dengan kisah masuknya Nabi Yusuf dalam siyasah (pemerintahan) telah tenggelam dalam kesalahan. Yaitu ketika beliau mengatakan:“Jadikanlah aku bendaharawan negara Mesir.” (Yusuf: 55) Padahal beliau tidak memasuki tugas ini kecuali setelah mendapatkan persaksian dari Allah. Tertulis pada persaksian tersebut: 

“Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi sangat berpengetahuan.” (Yusuf: 55)

Sebagaimana diherankan dari yang lain juga, yang membolehkan diri mereka menerima jabatan politik masa ini –bersamaan dengan apa yang ada di dalamnya berupa sistem parlemen kafir atau jahat– berdalil dengan perbuatan Nabi Yusuf, sembari melalaikan bahwa Nabi Yusuf tidak memintanya. Namun raja itulah yang menawarkannya kepada beliau. Beliau juga tidak menerimanya melainkan ketika raja tersebut menjamin keamanan dan kebebasan baginya. Sehingga tidak ada tekanan, atau ancaman, atau mengorbankan agama, atau tarik ulur, atau tawar menawar, atau adu argumentasi. Oleh karena itu, perhatikan urutannya dalam firman Allah: 

“Dan raja berkata: ‘Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku.” Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: ‘Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami.’ Berkata Yusuf: ‘Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi sangat berpengetahuan’.” (Yusuf 12: 54-55) 

Adapun mereka (para politikus, pen), mereka telah takjub dan berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri. Sehingga setan menggambarkan suatu gambaran yang terbayang dalam benak mereka bahwa mereka akan kokoh dalam kebenaran. Sementara sebenarnya mereka leleh dalam keridhaan terhadap aturan manusia. Allah lah tempat memohon pertolongan. 

Adapun Nabi Yusuf, beliau tidak mengorbankan agamanya dan tidak menyia-nyiakan kesungguhannya dalam siyasah (politik) yang syar’i. Tidak pula beliau melaksanakan undang-undang raja yang kafir, dengan dalih maslahat dakwah. Allahberfirman:

“Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.” (QS. Yusuf 12: 76). 

Bandingkanlah dengan pemimpin yang katanya muslim (ntah di Indonesia, Mesir, atau negara lain yang mayoritas penduduknya muslim ) , mereka minta jabatan tanpa ia sadari, sebenarnya mereka tidaklah berilmu! Bagaimana mungkin berilmu, dengan mengusung demokrasi, setiap manusia sama-sama punya hak suara( terhitung 1 suara-AH) apakah ia pelacur, Koruptor, Orang 'alim, guru, semua sama. Belum lagi dengan jual beli suara, baik di tingkat RT, sampai Pemilu Presiden!?.

Kisah Bunga Mawar dan Pohon Bambu

Di sebuah taman, terdapat taman bunga Mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum, dengan warna-warni yang cantik. Banyak orang yang berhenti untuk memuji sang Mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman Mawar. Bunga Mawar memang memiliki daya tarik yang menawan. Semua orang suka Mawar. Itulah salah satu lambang cinta.

Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon Bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon Bambu begitu-begitu saja. Tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon Bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon Bambu.

Maka, tak heran jika pohon Bambu selalu cemburu saat melihat taman Mawar dikerumuni banyak orang.

“Hai, Bunga Mawar,” ujar sang Bambu pada suatu hari. “Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah.”

Mawar, yang mendengar hal itu, tersenyum. “Terimakasih atas pujian dan kejujuranmu, Bambu,” ujarnya. “Tapi, tahukah kau, aku justri sebenarnya iri padamu.”

Sang Bambu keheranan. Dia tidak tahu apa yang membuat Mawar iri padanya. Tidak ada satu pun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh sekali. Mengapa kau iri padaku?”

“Tentu saja aku iri padamu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat. Saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikit pun,” ujar sang Mawar. “Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh. Kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas. Hidup kami sangat singkat.”

Bambu baru sadar, bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja, ternyata bisa mengagumkan sang Mawar.

“Tapi, Mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,” kata Bambu lagi, masih penasaran.

Sang Mawar kembali tersenyum. “Kamu benar, Bambu. Aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang. Tapi, tahukah kamu. Aku akan layu beberapa hari kemudian. Tidak seperti kamu.”

Bambu kembali bingung. “Aku tidak mengerti.”

“Ah, Bambu...,” ujar Mawar sambil menggeleng. “Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang Mawar. “Aku jadi heran. Dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku.”

Bambu mengangguk. Dia kembali tersadar, bahwa selama ini dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu.

Sejak saat itu, sang Bambu tidak lagi merenungi nasibnya. Dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa dia berikan untuk makhluk lain.  

Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain

Ciri-ciri Pemimpin Menurut Islam

 Jabatan itu bukanlah kebanggaan/kemuliaan, tetapi AMANAH yang harus dipertanggung-jawabkan. Bukan saja di dunia, tetapi juga di akhirat.

Oleh karenanya, para Sahabat Nabi menangis ketika dipilih atau didaulat memegang jabatan sebagai pemimpin. Takut siksa neraka karena tidak amanah; karena dosa pemimpin itu lebih besar dibanding rakyat biasa apabila melakukan kesalahan yang sama.

Setelah dilantik jadi pemimpin, mereka harus meninggalkan pekerjaan lainnya (tidak leluasa lagi untuk nyambi, apalagi nyari proyek), karena harus fokus mengurus rakyatnya. Apabila ada rakyatnya yang terlantar, maka ancaman siksa neraka menantinya. Dia hanya mendapat gaji dan tunjangan resmi dari negara secukupnya. Pendapatan selain dari itu diharamkan. Denga gaji itulah dia menghidupi anak dan istrinya. (Sehingga hidupnya jadi pas-pasan dibanding sebelum diangkat menjadi pemimpin)

Sebagai pemimpin, dia harus punya sifat STAF, yaitu:

  • Shidiq (selalu berkata dan berikap jujur dan benar)
  • Tabligh (accountable dan auditable)
  • Amanah (credible dan capable) 
  • Fathanah (smart dan visioner) 
Pemimpin dalam Islam menyedekahkan kekayaannya untuk rakyat, bukan mencari kekayaan mumpung jadi pemimpin. (Kalo ingin jadi orang kaya, mestinya jadi pengusaha saja, bukan jadi pejabat)

Pemimpin dalam Islam hidup serderhana di tengah penderitaan dan kemiskinan rakyatnya, bukan bersenang-senang dan bermewah-mewah di atas penderitaan dan kesengsaraan rakyatnya.

Pemimpin dalam Islam yang terakhir kali bertahan dalam kancah perjuangan (ekonomi dan politik) setelah seluruh rakyatnya selamat.

Itulah sebabnya para Sahabat tidak ada satu pun yang berebut kursi atau jabatan. Takut denga ancaman Allah apabila tidak amanah. Berbeda dengan orang-orang sekarang ....

Kelebihan Mati Syahid Di Medan Peperangan

Malaikat khas akan didatangkan untuk mensyahidkan (menyaksikan) mereka yang mati syahid di medan peperangan. Mati syahid yang besar ialah mereka yang terbunuh dalam pertempuran di medan peperangan kerana mendaulatkan Islam, menegakkan perintah atau hukum Allah dan mempertahankan negeri Islam daripada serangan musuh.

Mereka Tidak Mati  


Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur Syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki. (Ali-Imran:169)  


Dalam mazhab Syafie, mereka yang syahid besar tidak perlu dimandikan, tidak perlu dikafan dan tidak perlu di sembahyangkan jenazah mereka kerana segala dosa mereka telah gugur (dihapuskan). Dalam mazhab Hanbali pula, mereka yang syahid besar tidak perlu dimandikan, tidak perlu dikafan dan tidak perlu di sembahyang jenazahkan kerana telah mereka sebenarnya masih hidup dan tidak mati berdasarkan firman Allah.

Baqarah [154] Dan janganlah kamu mengatakan (bahawa) sesiapa yang terbunuh dalam perjuangan membela agama Allah itu: Orang-orang mati; bahkan mereka itu orang-orang yang hidup (dengan keadaan hidup yang istimewa), tetapi kamu tidak dapat menyadarinya. 


Mereka Bersukacita di Syurga 


(Dan juga) mereka bersukacita dengan kurniaan Allah (balasan mati Syahid) yang telah dilimpahkan kepada mereka dan mereka bergembira dengan berita baik mengenai (saudara-saudaranya) orang-orang (Islam yang sedang berjuang), yang masih tinggal di belakang, yang belum (mati dan belum) sampai kepada mereka, (iaitu) bahawa tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka dan mereka pula tidak akan berdukacita. (Ali-Imran:170)

Mereka bergembira dengan balasan nikmat dari Allah dan limpah kurniaNya dan (ingatlah), bahawa Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang beriman. (Ali-Imran:171)


Sakitnya Tidak Melebihi Gigitan Semut 


Dalam sebuah hadith dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Orang yang mati syahid itu tidak mendapatkan kesakitan kerana terkena pembunuhan, melainkan hanyalah sebagaimana seseorang di antara engkau semua mendapatkan kesakitan kerana terkena gigitan – semut dan sebagainya.” (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi)

Ingin Kembali Ke Dunia Dan Mengulanginya Hingga 10 Kali  


Para Syuhada ini menerima ganjaran yang sangat istimewa sehingga sanggup kembali ke dunia untuk mengulangi kematian berbanding golongan lain seperti para wali dan orang soleh yang tidak sanggup lagi kembali ke dunia yang penuh dengan syirik, maksiat dan kezaliman.

Dari Anas bin Malik r.a, dari nabi SAW sabdanya:”Tidak ada seorangpun yang telah masuk syurga ingin kembali semula ke dunia walaupun seluruh isi bumi ini diberikan kepadanya kecuali orang-orang yang mati syahid. Orang yang mati syahid itu ingin kembali ke dunia lalu dia tewas (syahid) di dunia hingga sepuluh kali, kerana dia telah menyaksikan bagaimana mulianya orang yang mati syahid.

Kamis, 31 Januari 2013

Kisah Inspiratif para Ilmuwan Dunia

Para ilmuwan dunia seperti Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, Isaac Newton, Charles Darwin dan lain-lain dikagumi seantero jagat karena kecemerlangan pemikirannya. Namun, seperti apakah sebenarnya cara mereka mengetahui dan mampu mengungkap ilmu yang hingga kini digunakan seluruh manusia? Inilah fenomena belajar para ilmuwan yang terungkap lewat membaca buku biografi mereka.

1. Albert Einstein 
     
Cara berbicaranya pada masa kecil tidak begitu menarik. Kemampuan berbahasa atau berbicaranya sangat lambat. Melihat kondisi itu orang tuanya sangat prihatin sehingga ia berkonsultasi dengan dokter. 

Karena kemampuan berbicaranya yang lambat membuatnya pernah gagal di sekolah dan kepala sekolah menyarankan agar ia keluar dari sekolah. Tentu saja ia memberontak kepada sekolah yang mengusirnya dan menganggapnya sebagai anak yang sangat bodoh.

Pada masa kecil, Einstein adalah anak yang baik dan ia punya karakter suka menolong, karakter ini membuatnya makin cerdas. Kemampuan berbahasanya memang lebih rendah dibandingkan kemampuan numerika atau matematika.

Ia tidak pernah gagal dalam mata pelajaran matematika. Sebelum ia berumur lima belas tahun ia telah menguasai kalkulus diferensial dan integral yang dipelajarinya secara otodidak.

Saat di sekolah dasar, dia berada di atas kemampuan rata-rata kelas, namun ia memiliki kegemaran untuk memecahkan masalah rumit dalam aritmatika terapan.

Orang tuanya ikut mendukung minat Einstein dalam matematika. Ia membelikan buku-buku teks sehingga ia bisa menguasai pelajaran angka-angka selama liburan musim panas.

2. Thomas Alfa Edison 
 
Ia belajar bagaimana cara menemukan lampu. Sebelum lampu pertamanya menyala ia melakukan 5.000 eksperimen yang selalu berakhir dengan kegagalan. Namun cara berpikir yang dimiliki oleh Thomas Alfa Edison sangatlah positif dan tahan banting, ini membawanya kepada kreativitas tingkat tinggi.

3. Isaac Newton    

Lahir di Woolsthorpe-Lincolnshire, Inggris. Ia adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiwan, dan teolog yang berasal dari Inggris.

Ayahnya yang juga bernama Isaac Newton meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newton dilahirkan secara prematur. Ketika Newton berumur tiga tahun, ibunya menikah kembali dan meninggalkan Newton di bawah asuhan neneknya.

Newton memulai sekolah saat tinggal bersama neneknya di desa dan kemudian dikirimkan ke sekolah bahasa di daerah Grantham dimana dia akhirnya menjadi anak terpandai di sekolahnya.

Saat bersekolah di Grantham dia tinggal di kost milik apoteker lokal (William Clarke). Sebelum meneruskan kuliah di Universitas Cambridge (usia 19), Newton sempat menjalin kasih dengan adik angkat William Clarke, Anne Storer. Namun Newton memfokuskan dirinya pada pelajaran dan kisah cintanya menjadi semakin tidak menentu dan putus begitu saja.

Keluarganya mengeluarkan Newton dari sekolah dengan alasan agar dia menjadi petani saja, bagaimanapun Newton tidak menyukai pekerjaan barunya.

Kepala sekolah King’s School kemudian meyakinkan ibunya untuk mengirim Newton kembali ke sekolah sehingga ia dapat menamatkan pendidikannya. Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan nilai yang memuaskan.

Newton diterima di Trinity College Universitas Cambridge (sebagai mahasiswa yang belajar sambil bekerja untuk mengatasi masalah keuangannya). Pada saat itu, kurikulum universitas didasarkan pada ajaran Aristoteles, namun Newton lebih memilih untuk membaca gagasan-gagasan filsuf modern yang lebih maju seperti Descartes dan astronom seperti Copernicus, Galileo, dan Kepler.

Ia kemudian menemukan teorema binomial umum dan mulai mengembangkan teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi kalkulus.

4. Charles Darwin 
 
Lahir tanggal 12 Februari 1809 di Shropshire, Inggris. Ia anak ke-lima Robert Waring Darwin. Ia belajar sesuai dengan kurikulum berbahasa Yunani Klasik. Ia tidak memperlihatkan prestasi yang bagus secara akademik.

Kemudian ia mengambil jurusan kedokteran tetapi tidak banyak memperoleh kemajuan. Untuk itu ia melakukan usaha lain agar bisa maju. Ayahnya menyarankan Darwin untuk menjadi pendeta dan belajar di Christ’s College untuk belajar teologi.

Tetapi ia juga tidak memperoleh kemajuan, ia malah senang berburu dan permainan menembak. Ternyata Darwin mempunyai minat dalam mengkoleksi tanaman, serangga, dan benda-benda geologi. Ia tertarik dengan bakat berburu sepupunya William Darwin.

Darwin mengembangkan minatnya dalam serangga dan spesies langka. Naluri ilmiah Darwin didorong oleh Alan Sedgewick, seorang ahli bumi, dan juga didorong oleh John Stevens Henslow, seorang professor botany.

Darwin kemudian menjadi naturalist (pencinta alam) dan ikut melakukan ekspedisi dengan HMS Beagle. Tim ekspedisi HMS Beagle berlayar dan mengunjungi banyak negeri di lautan Pasifik Selatan sebelum kembali ke Inggris melalui Tanjung Harapan Baik di Afrika Selatan, dalam rangka mengelilingi dunia.

Darwin juga sangat dipengaruhi oleh pemikiran Thomas Malthus, dengan bukunya "Essay on the Principle of PopulationI". Buku tersebut mengatakan bahwa populasi seharusnya bertambah sesuai dengan batas persediaan makanan, kalau tidak maka akan terjadi persaingan untuk memperebutkan makanan.

Setelah membaca buku ini, Darwin memfokuskan teorinya bahwa "The diversity of species centered on the gaining of food – food being necessary both to survive and to breed"- semua jenis spesies terfokus dalam memenuhi kebutuhan makanan dan makanan berguna untuk kelangsungan hidup dan untuk berkembang biak.

Dari paparan di atas terlihat bahwa sukses seorang ilmuwan berskala dunia tidak jatuh dari langit, atau diperoleh saat kelahirannya.

Kesuksesan sebagai ilmuwan diperoleh melalui proses kreatif (belajar kreatif) selama hidupnya.

Mukjizat dan Keajaiban Buah Anggur

Anggur adalah salah satu buah dari sekian banyak buah, 
salah satu makanan bergizi dari sekian banyak makanan bergizi,  salah satu obat dari sekian banyak obat,
atau salah satu minuman dari sekian banyak minuman,
ungkap Ibnu Qayyim.

Aneka ragam buah-buahan segar diciptakan Sang Khalik untuk umat manusia. Di antara sekian banyak buah-buahan itu, salah satu yang disebutkan Allah SWT dalam Alquran adalah anggur. Buah yang rasanya lezat itu, disebutkan dalam Alquran sebanyak 14 kali.

"Ini menunjukkan bahwa betapa banyak nikmat yang Allah berikan dan sediakan untuk hamba-Nya, baik ketika masih di dunia maupun kelak nanti di kehidupan abadi, yaitu surga bagi orang-orang yang bertakwa," ujar Hisham Tahlbah dalam karyanya bertajuk Al-I'jaz Al Ilmi fi Alquran wa al sunnah (Ensiklopedia Mukzijat Alquran dan Hadis). 


Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. ( QS: An Nahl: ayat 11)

Anggur merupakan salah satu tanaman yang dikenal umat manusia sejak lama. Menurut Thlbah, anggur sudah dikenal sejak masa Nabi Nuh AS. Tanaman yang berbuah manis dan lezat itu tumbuh merambat ke atas, berlawanan arah dengan ujung kuncupnya, dan searah dengan penopang anggur.

"Anggur juga telah diketahui oleh orang-orang kuno sebagai tanaman berkhasiat tinggi dan memiliki banyak manfaat. Anggur adalah salah satu buah yang paling banyak manfaatnya," tutur Tahlbah.

Buah anggur sangat baik untuk dimakan, baik ketika masih segar ataupun sudah kering. Anggur merupakan buah yang mudah dicerna, dapat menggemukan, dan dapat menyuplai gizi yang yang cukup. Anggur hijau maupun merah memiliki khasiat yang sama, keduanya bisa dimanfaatkan untuk menjadi buah, makanan, minuman, maupun sebagai obat.

Hal senada juga dituturkan Ibnu Qayyim. "Anggur adalah salah satu buah dari sekian banyak buah, salah satu makanan bergizi dari sekian banyak makanan bergizi, salah satu obat dari sekian banyak obat, atau salah satu minuman dari sekian banyak minuman," ungkap Ibnu Qayyim.

Sebagai obat, anggur memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. Tahlbah mengungkapkan, anggur diyakini bisa mengobati batuk, memurnikan darah, membersihkan usus, pencernaan, bahkan bermanfaat untuk orang-orang yang terkena penyakit lambung. Tak hanya itu, anggur juga bisa dimanfaatkan bagi siapa saja yang henda melakukan diet (mengatur pola makanan).

Thalbah menjelaskan dalam buku-buku pengobatan pernafasan, anggur juga memiliki manfaat sebagai obat untuk mendukung pengobatan pernafasan. Untuk mendukung pengobatan tersebut, anggur diolah menjadi minuman yang berupa jus anggur. "Perasan air anggur juga berkhasiat menurunkan panas tubuh, menghentikan batuk, dan membuat perut merasa nyaman," papar Tahlbah.

Jus anggur, menurut dia, bisa membantu penyembuhan dari penyakit hemaroid (wasir), gangguan pencernaan, batu ginjal dan gangguan kantong empedu. Untuk itu, para peneliti menganjurkan untuk meminum segelas jus anggur, sebelum sarapan dan sebelum makan malam.

Bahkan meminum segelas anggur sebelum tidur juga bisa membantu anda untuk tidur nyenyak tanpa insomnia yang mengganggu. Jus anggur juga baik untuk orang-orang yang keracunan, keletihan atau dalam masa penyembuhan atau terkena batu ginjal (kencing batu).

Menurut para peneliti, jus anggur harus segera diminum setelah pembuatannya, karena jika didiamkan terlalu lama akan berubah menjadi arak yang memabukkan.

"Dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti," (QS Al-Nahl (16) ayat 67).

Anggur juga bisa digunakan sebagai cairan pelembab kulit muka dan untuk bahan kosmetika. Abu Muhammad Abdallah Ibn Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi atau akrab disapa Ibnu al-Baitar (1197 M – 1248 M) menuturkan bahwa anggur yang baik adalah anggur yang berukuran besar, berkulit tipis, berbiji jarang, dan berwarna agak kemerah-merahan. Menurutnya anggur adalah buah yang paling diminati.

"Ia juga tergolong paling baik dibandingkan buah-buahan lainnya, karena mengandung banyak lemak. Ia dapat menggemukan orang yang kurus, membersihkan darah, dan memperlancar saluran pencernaan. Anggur juga bermanfaat untuk meningkatkan libido, memulihkan orang yang sakit, dan menguatkan jantung," jelas Ibnu Baithar, ahli botani Muslim terkemuka di era kejayaan Islam di Andalusia.

Anggur muda atau anggur yang masih segar, lanjut Tahlbah, memiliki manfaat dapat memampatkan darah yang terus menerus mengalir keluar (pendarahan), menguatkan lambung, memperlancar saluran pencernaan, dan mengatasi masalah usus besar.

"Dari beberapa penelitian diperoleh kesimpulan bahwa anggur adalah buah yang memiliki banyak manfaat. Anggur sangat efektif dalam membangun, memperbaiki, dan memperkuat sel-sel tubuh. Ia juga dapat mengobati sejumlah penyakit. Selain mengobati anggur juga berfungsi untuk melindingi manusia dari serangan penyakit," tandas Tahlbah.

Fakta ini menunjukkan betapa buah-buahan yang disebutkan Sang Khalik dalam Alquran memiliki khasiat dan kegunaan yang luar biasa. Inilah salah satu bukti kemukjizatan ayat-ayat suci Alquran.

Mentimun, Obat Alami Pengobatan Islam

Selama ini, mungkin, kita hanya tahu mentimun sebagai sayuran dan pelengkap makanan. Padahal, banyak manfaat yang dikandung oleh sayuran ini, baik untuk kecantikan maupun kesehatan. Berikut ini pemaparannya sebagaimana pernah dimuat dalam Majalah Hidayatullah.

Di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sayuran ini sudah dipakai sebagai salah satu bahan untuk kesehatan. Biasanya, mentimun dikombinasi dengan kurma segar untuk menjaga kesehatan. Dalam sebuah Hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering melakukannya. 


Dari Aisyah bahwasanya,
“Rasulullah sering makan mentimun dicampur dengan kurma basah.” (Riwayat Tirmidzi)

Selain untuk menjaga kesehatan, kombinasi keduanya juga untuk meningkatkan berat badan dan mengubah bentuk tubuh yang semula kurus ceking menjadi lebih berisi.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Aisyah Radhiyallahu ‘anha (RA) ketika hendak dipertemukan dengan Rasulullah SAW, rutin mengonsumsi mentimun dan kurma basah untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Maklum, ketika itu tubuhnya kecil dan kurus.

Aisyah berkata,
“Ibuku mengobatiku agar aku kelihatan gemuk, saat dia hendak mempertemukan aku dengan Rasulullah, dan usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga aku memakan mentimun dengan kurma basah. Kemudian aku menjadi gemuk dengan bentuk yang ideal.” (Riwayat Ibnu Majah)

Selain itu, mengonsumsi kurma dan mentimun bisa memperbesar ukuran payudara bagi kaum wanita.

Dalam ilmu pengobatan Islam, sayur yang memiliki nama ilmiah cucumis sativus ini dikenal dengan nama qitsa’ atau khiyar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut sayuran ini dalam surat Al Baqarah: 61.
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”.

Hasil penelitian modern menyebutkan bahwa mentimun mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak, dan 2,2% karbohidrat. Selain itu, juga mengandung zat bermanfaat lain, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C.

Karena banyak mengandung bahan penting itu, mentimun sangat baik digunakan sebagai tonik (menjaga kesehatan). Selain itu, ia juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit.

Jus mentimun bersifat mendinginkan badan dan menurunkan panas pada saat demam. Juga menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, serta menyehatkan saluran pencernaan.

Ia juga merupakan peluruh kencing yang baik, sementara irisan mentimun yang dikompreskan pada kelopak mata saat terpejam, dapat menghilangkan noda hitam pada kantung mata akibat kurang tidur.

Masker wajah dengan mentimun yang dihaluskan merupakan ramuan alami untuk meremajakan sel-sel kulit wajah agar tetap awet muda dan mencegah keriput. Sementara bila secara teratur dioleskan/dibalurkan pada pangkal paha atau bagian pantat, bisa berkhasiat menghilangkan selulit.

Beberapa khasiat lain dari mentimun juga dibahas dalam beberapa Hadist Nabi maupun dalam Al Qur`an yang pada dasarnya berkhasiat untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan.

Keajaiban Persahabatan Tawon dan Pohon Ara


Ada sebuah kisah tentang persahabatan sejati antara tawon dan pohon Ara. Kisah nyata tersebut telah terjadi selama kurang lebih 80 juta tahun lamanya. Hingga kini setiap generasi di antara mereka melakukan hal yang sama,
yaitu seolah mengikat janji untuk saling memberi dan menerima, tidak boleh saling mengingkari,
jika tidak maka akan kena batunya! 


Lalu bagaimana persahabatan itu bisa terjadi sementara pohon dan tawon adalah makhluk yang tidak berakal? Allah berfirman,
“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” maka terjadilah ia. (Yaasiin : 82)

Pohon Ara atau tin adalah satu dari sedikit pohon yang namanya Allah sebut dalam Al-Qur’an, yaitu dalam surat At-Tiin ayat 1 yang berbunyi, “Demi (buah ) tin dan (buah) zaitun.”

Pohon ara merupakan kerabat pohon beringin. Beringin? Ya, beringin yang di Indonesia identik dengan kisah angker. Lain halnya dengan Indonesia, peneliti di negara lain justru mengungkapkan kisah berbeda dan lebih berhikmah dari sekadar cerita angker yang berbumbu dusta. Lalu bagaimana kisahnya?

Kisah bermula dari rasa penasaran beberapa peneliti yang tertarik dengan hubungan saling menguntungkan antara pohon ara dan tawon atau yang lebih dikenal dalam ilmu biologi sebagai hubungan “mutualisme.”

Peneliti kemudian mencari tahu bagaimana sanksinya apabila terjadi ketidakselarasan kerjasama atau kecurangan di antara tawon dan pohon ara, sebagaimana yang terungkap dalam jurnal yang berjudul, “Precision of host sanctions in the fig tree–fig wasp mutualism: consequences for uncooperative symbionts.”

Sejatinya pohon ara telah dibudidayakan dari jaman kuno dan tumbuh liar di daerah kering dan bermentari. Ara yang disebut “Common Fig” berasal dari Timur Tengah hingga kawasan Asia Barat. Sementara beberapa jenis Fig/ Ficus lainnya tumbuh di hutan hujan tropis.

Bunga pohon ara terdiri dari dua tipe, yaitu jenis yang berkelamin ganda dan berkelamin ganda sekaligus betina. Hampir separuh dari jenis pohon ara bertipe bunga jenis kedua atau disebut juga gynodioecious.

Dalam penyerbukannya, bunga ara dibantu oleh tawon yang juga memanfaatkan bunga tersebut untuk tempat bertelur. Tanpa bantuan tawon penyerbuk pohon ara tidak dapat berkembang biak dengan bijinya. Di lain sisi bunga memberikan tempat yang aman dan makanan untuk tawon generasi berikutnya.

Dalam perjalanan hidupnya yang hanya 48 jam, tawon betina akan mengumpulkan serbuk sari dari bunga jantan. Kemudian ia memasuki melalui celah sempit di mahkota bunga untuk menyerbuki beberapa bunga betina pada bunga majemuk. Kemudian sang tawon akan meletakkan telur-telurnya di dalam beberapa bunga pohon ara. Lalu sang jantan akan membuahi telur-telur tersebut.

Hasilnya adalah bunga kemudian berkembang menjadi buah ara dan anak-anak tawon bisa tumbuh di dalamnya, hingga akhirnya siap melakukan hal serupa seperti yang dilakukan orang tuanya. Lalu bagaimana apabila tawon hanya menempatkan telurnya saja pada buah tin namun tidak menyukseskan proses penyerbukan?

Inilah kebesaran Allah SWT yang telah menciptakan sesuatu dengan sangat cermat. Entah bagaimana, seolah pohon tin dapat mengetahui jika tawon bertindak curang. Apabila tawon menaruh telurnya tanpa membawa serbuk sari untuk membantu penyerbukan, pohon tin akan menjatuhkan buahnya yang di dalamnya terdapat anak-anak tawon tersebut.

Bagaimana jika buah tin yang berisi anak-anak tawon dijatuhkan dengan keras dari ketinggian? Tentunya anak-anak tawon akan tewas dan itulah faktanya, seperti yang terungkap dalam jurnal yang ditulis oleh Charlotte Jander tersebut.

Lebih dari 700 jenis pohon ara di daerah tropis di seluruh dunia berkembang bersama dengan tawon ara. Setiap jenis pohon ara memiliki jenis tawon penyerbuknya sendiri. Beberapa jenis tawon membawa serbuk sari secara pasif dikarenakan serbuk sari tersebut menempel pada tubuhnya. Sementara jenis lainnya secara aktif mengumpulkan serbuk sari dalam kantong khusus yang ada padanya.

Para peneliti menemukan bahwa tawon yang membawa serbuk sari secara pasif asbab menempel di tubuhnya, maka pohon ara pun hampir tidak pernah menggugurkan buahnya.

Sementara para peneliti menemukan bahwasannya apabila tawon yang secara aktif mengumpulkan serbuk sari tidak membawa serbuk sari tersebut, maka pohon akan menggugurkan buahnya hingga anak keturunan sang tawon akan mati akibat terjatuh bersama buah yang digugurkan.

Pohon tin sangat mengerti jika dia tidak menerima haknya, maka kewajibannya untuk menjaga telur-telur tawon pun ia gugurkan. Inilah contoh keselarasan antara hak dan kewajiban pada tawon dan pohon ara.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Q.S. Ali Imran : 190)

Kisah tawon dan pohon ara adalah isyarat dari sang Pencipta. Seandainya saja manusia dapat memahami hikmah yang terkandung di dalamnya.

Rabu, 30 Januari 2013

Makanan yang disukai Rasulullah SAW

1. Daging Ayam
Dari Abu Musa al-Asy^ari RA berkata : Saya pernah melihat Rasulullah SAW makan ayam (HR. al-Bukhari)

2. Daging Burung
Safinah RA meriwayatkan : Aku pernah memakan daging burung hubara bersama Rasulullah SAW.  (HR. Abu Daud dan al Tirmidzi)

3. Daging Kelinci
Dari Anas ibn Malik RA, berkata : Ketia kami berada Marr al-Zhahran, kami mengejar seekor kelinci sampai berhasil menangkapnya, saya membawa kepada Abu Thalhah yang memotong dan menghadiahkan kedua pahanya kepada Rasulullah SAW, maka Rasulullah SAW menerimanya. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

4. Daging Domba
Jabir ibn Abdillah RA meriwayatkan : Suatu hari, Rasulullah SAW keluar rumah, saya ikut menemani Beliau. Rasulullah SAW mendatangi seorang perempuan dari golongan Anshar. Perempuan itu menyembelih domba dan Rasulullah memakannya, kemudian perempuan itu menyuguhkan sepiring kurma matang, Rasulullah pun memakannya. Setelah itu, Rasulullah SAW berwudhu untuk melaksanakan shalat Dzuhur, lalu pergi. Perempuan yang sama tadi mendatangi Rasulullah dengan membawa sisa olahan daging domba dan Beliaupun memakannya. Kemudian shalat Ashar tanpa berwudhu terlebih dahulu. (HR. al-Tirmidzi)

5. Bagian Paha
Abu Hurairah RA meriwayatkan : Rasulullah SAW pernah disuguhi daging. Bagian kaki (dari daging itu) diberikan kepada Beliau. Rasulullah SAW menyukainya, maka Beliau menggigit daging itu (HR, al-Bukhari dan Muslim)

6. Daging Bakar
Rasulullah SAW diriwayatkan oleh beberapa sahabat bahwa Beliau senang makan daging bakar. bahkan beberapa riwayat menjelaskan bahwa Rasulullah SAw dan sahabat-sahabatnya makan daing bakar di Masjid.

Abu Rafi^ berkata : Saya bersaksi bahwa saya biasanya menyiapkan daging bakar/daging panggang buat Rasulullah SAW dan Beliau shalat sesudah memakannya tanpa berwudhu lagi. ( HR al-Tirmidzi dan Ahmad)

7. Hays
Hays adalah makanan yang terbuat dari kurma, mentega dan tepung.   


Anas ibn Malik RA bercerita bahwa : Rasulullah SAW memerdekakan Sofiyyah kemudian menikahinya dan menjadikan biaya memerdekakannya sebagai mahar. kemudian Rasulullah mengadakan walimah pernikahannya dengan menyuguhkan makanan kepada tetamu diantara yang disuguhkan adalah Hays. (HR. al-Bukhari)

8. Tsufl
Tsufl adalah makanan yang terbuat dari tepung dan kurma.

Anas ibn Malik RA meriwayatkan : Rasulullah SAW sangat menyukai Tsufl (HR. al-Tirmidzi dan Ahmad)

9. Khabish
Al-Khabish adalah makanan yang biasa dimakan oleh orang Persia terbuat dari terigu samin dan madu.

10. Bubur
Ibnu Abbas berkata : Makanan yang paling disukai oleh Rasulullah SAW adalah bubur. (HR. Al Hakim)

11. Kurma

12. Buah Labu 
Anas ibn Malik RA meriwayatkan : Seorang tukang jahit mengundang Rasulullah SAW untuk makan makanan yang dibuatnya, lalu aku pergi bersama Rasulullah SAW (sewaktu makan) aku melihat Rasulullah SAW mencari-cari labu di sela-sela potongan roti (HR. al-Bukhari dan Muslim)

13. Buah Zaitun

14. Buah-buahan
Abdullah ibn Jafar ibn Abi Tholib, berkata : Saya pernah melihat Rasulullah SAW makan Rutob dan mentimun
(HR. al Bukhari)

Aisyah menceritakan bahwa : Rasulullah SAW suka makan Semangka dan Rutob.(HR. Abu Dawud dan al Tirmidzi) 

Perang Mu'tah yang Revolusioner

 “Pada Perang Mu’tah, Sembilan bilah pedang patah di tanganku, hingga tidak tersisa kecuali sebilah pedang pendek dari Yaman.” (Khalid bin Walid). 

Bagi saya, Mu’tah sangat berkesan. Ia lambang konfidensi tertinggi, juga lambang pengorbanan untuk sebuah keyakinan atas nama kebenaran. Mu’tah adalah nama sebuah desa kecil tempat terjadinya konfrontasi militer pertama antara tentara Islam dengan super power masa itu, Romawi. Pengiriman ekspedisi militer ini disebabkan terbunuhnya duta rasulullah yang membawa surat resmi seruan dakwah, oleh gubernur Romawi. Pembunuhan duta suatu negara yang membawa pesan perdamaian adalah penghinaan berat. Selain itu, pembunuhan ini dapat menyebabkan instabilitas bagi eksistensi komunitas Islam yang masih muda. Musuh-musuh Islam akan kembali meremehkan dan menimpakan gangguan kepada kaum muslimin. Karena itu Rasulullah mengambil tindakan tegas, menyerang Romawi di tempat mereka!

Tiga ribu tentara disiapkan. Dan tahukah anda berapa jumlah tentara Romawi yang akan di hadapi? Duaratus ribu! Jangankan kita, bahkan para tentara yang di didik langsung oleh Rasulullah ini juga gamang. Di Mu’an, beberapa mil sebelum Mu’tah, akhirnya mereka mengetahui jumlah tentara yang akan dihadapi. Belum pernah sebelumnya kaum muslimin menghadapi musuh sebanyak ini. Mereka ragu dan berhenti sejenak, dengan kebingungan apakah mundur atau menanti bala bantuan dari Madinah. Tapi salah satu Panglima Militer Islam, Abdullah bin Rawahah bangkit seraya meniupkan semangat heroik untuk meraih surga. Segera para mujahid ini berdiri memenuhi seruannya. Mereka adalah manusia yang langsung mendapatkan tarbiyyah dari Muhammad sang nabi, dan mereka membuktikan kualitasnya, mengganti ragu dengan semangat untuk maju.

Abdullah adalah salah satu panglima? Ya. Rasulullah memang menunjuk tiga sahabat pilihan sebagai panglima. Zaid bin Haritsah, anak angkat tersayang beliau sebagai panglima pertama. Ja’far bin Abi Thalib, sepupu beliau sebagai panglima kedua, dan Abdullah bin Rawahah, pemuka Anshar penolong beliau, sebagai panglima ketiga. Ada kisah menarik dari penunjukan panglima ini. Rasul berpesan bahwa Zaid adalah komandan tertinggi. Jika ia syahid, Ja’far mengganti tempatnya, dan jika ia syahid, Abdullah yang mengambil bendera. Dan jika ia syahid, seluruh tentara dipersilahkan memilih sendiri panglima yang mereka sepakati. Dari taklimat sang nabi, sebenarnya ada isyarat yang terang benderang dan dipahami semua sahabat bahwa ketiga panglima ini insyaAllah akan gugur sebagai syuhada’. Dan apakah mereka mundur? Tidak! Selangkah pun mereka tidak surut untuk menukar surga dengan dunia.

Dan itulah yang terjadi. Dari sisi perhitungan militer manapun, sulit diharapkan kemenangan tigaribu tentara melawan duaratus ribu. Apalagi perlengkapan militer Romawi jauh lebih unggul dan lebih lengkap. Tetapi seluruh mujahid muslim menyerbu lawannya tanpa ragu. Zaid sang panglima pertama berlaga dengan gagah di atas kudanya. Ia menyerbu bagai badai. Segera tentara musuh mengepung untuk meruntuhkan bendera kaum muslimin yang ada di genggamannya. Dengan senyum terkembang ia menyongsong datangnya bidadari surga lewat pralaya sabilillah. Zaid syahid. Seorang saksi menyatakan bahwa ditemukan tujuhpuluh dua luka tusukan pedang, tombak dan hantaman panah di tubuhnya. Semuanya di bagian depan. Tidak ada yang di punggung.

Ja’far segera megambil alih bendera sebelum jatuh ke tanah. Ia maju sebagai panglima kedua. Kudanya segera ditebas musuh. Berjalan kaki, ia bertempur dengan perwira ditengah hutan kepungan tentara Romawi. Seorang musuh menebas putus tangan kanan Ja’far yang memegang bendera, ia beralih memegang dengan tangan

kiri. Musuh yang lain datang menebas tangan kirinya, bendera itu ia peluk dengan kedua pangkal lengan yang tersisa. Ja’far khawatir jatuhnya bendera akan meruntuhkan moral pasukan Islam. Hal ini membuka kesempatan musuh untuk menghujani tubuhnya dengan tikaman tombak. Ja’far syahid dengan bendera tetap berdiri dipelukannya. Rasulullah mempersaksikan bahwa kedua tangan Ja’far yang putus diganti dengan sayap, yang mengantarkannya ketempat manapun ia mau di Surga. Ja’far mendapat gelar kehormatan at-Thayyar fi-l-Jannah, (yang terbang di surga).

Abdullah maju mengganti Ja’far. Peperangan semakin sengit. Suara pedang beradu bertalu-talu. Sejenak ia ragu, tapi bayangan taman-taman surga menggodanya. Ia membentak nafsunya, “wahai jiwa, kulihat engkau enggan meraih surga. Demi Allah engkau harus maju dengan sukarela atau kupaksa.” Maka ia maju bertempur menyongsong syahid, meyusul kedua sahabatnya. Rasulullah menceritakan bahwa ketiga panglima perkasa itu duduk berdampingan di surga diatas dipan-dipan bertahtakan permata.

Bendera di raih Tsabit bin Arqam agar tetap berkibar. Ditengah kecamuk perang ia berteriak nyaring kepada semua tentara untuk memilih seorang panglima baru. Mereka sepakat mengangkatnya, tapi Zaid menolak. Ia merasa tidak mampu, dan didikan sang rasul menjauhkannya dari jabatan. Ia menyerahkan bendera kepada Khalid bin Walid, mantan panglima Quraisy yang kondang kepiawiannya dalam peperangan. Khalid dengan rendah hati menolak, karena ia baru saja masuk Islam, sementara banyak sahabat yang lebih senior. Tapi semua tentara menghendaki Khalid menjadi panglima. Panglima baru ini segera meraih bendera dan menyusun strategi. Ia naik ke tempat tinggi. Matanya tajam menyorot medan laga, menganalisa. Benaknya melihat kemungkinan tentaranya habis disapu gelombang besar pasukan Romawi. Segera otaknya bekerja, memikirkan taktik penarikan mundur, menghindarkan sisa pasukan dari kehancuran total. Sayap kanan pasukan ia perintahkan berpindah ke sayap kiri, dan sebaliknya. Pasukan garis belakang ia pindah ke depan dan sebaliknya.

Melihat pergerakan pasukan Islam, tentara Romawi kaget. Mereka menyangka telah datang bantuan dari Madinah. Mereka jeri. Segelintir pasukan Islam ini telah membuat mereka repot dan menimbulkan kerugian jiwa yang besar di kalangan prajurit Romawi, apalagi jika ditambah dengan bantuan yang baru datang. Mereka menahan serangan. Melihat ini perlahan Khalid menarik tentaranya mundur sambil sesekali melancarkan serangan sporadis. Tentara Romawi menyangka serangan sporadis ini adalah pancingan agar mereka mengejar tentara Islam, dan telah menanti jebakan militer bagi mereka di tengah padang pasir. Akhirnya mereka menahan diri tidak mengejar tentara Islam dan memilih pulang. Tentara Islam sukses mengundurkan diri dari peperangan dengan korban minimal, hanya duabelas jiwa gugur sebagai syahid.

Dunia Arab terperangah. Tidak ada satu orang Arab pun sebelumnya yang berani menantang Romawi kecuali pasukan Islam, dan mereka berhasil. Peperangan ini menimbulkan respek dan keseganan di kalangan Arab. Mereka semakin mengakui eksistensi kaum muslimin. Yang ajaib adalah ketika kalangan kafir Arab kagum atas keberhasilan ini, justru penduduk Madinah mencemooh pasukan yang kembali. Mereka meneriaki Khalid dan tentaranya dengan Farrar (orang yang melarikan diri). Keimanan mereka kepada Allah dan rasulnya tidak mentoleransi sedikitpun ketundukan kepada kaum kafir. Bagi mereka, berperang adalah untuk meraih salah satu dari dua kemenangan, menang di dunia ataukah syahid meraih surga. Tapi Rasulullah membela Khalid dan pasukannya. Beliau membantah sebutan farrar, bahkan menggelari mereka dengan Karrar (yang akan kembali). Sungguh Rasulullah tidak pernah berdusta. Lima tahun kemudian Khalid dan tentaranya kembali, menghancurkan dominasi Romawi dan mengusir mereka untuk selama-lamanya dari jazirah Arab. Ia mengalahkan Romawi dalam pertempuran legendaris, perang Yarmuk.

Maha benar Allah dan Ia maha besar.