aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Rabu, 13 Maret 2013

Profesi Guru dalam Pandangan Islam

Manusia diberi kebebasan oleh Allah untuk memilih pekerjaan mana yang disukai dan paling cocok bagi dirinya. Allah tidak pernah melarang manusia untuk mengerjakan apa saja, sepanjang pekerjaan tersebut tidak bertentangan dengan syariat agama, dan syukur apabila pekerjaan tersebut mendatangkan manfaat bagi sesama. 

Satu hal yang diperintahkan Allah kepada manusia adalah bekerja dengan keras, karena Allah sendiri yang akan memeriksa amal manusia. Hal tersebut tersurat dalam Q.S. At-Taubah ayat 105 yang berbunyi:

“Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”

Diantara berbagai pekerjaan yang ada di muka bumi ini, guru adalah salah satu pekerjaan yang sangat mulia. Pekerjaan yang akan membawa diri seseorang menikmati sadaqah jariyah (melalui ilmu) yang tidak berkeputusan, bahkan hingga kelak orang (guru) tersebut meninggalkan dunia yang fana ini.

Menjadi guru adalah pekerjaan yang sangat mulia, karena guru adalah pewaris pekerjaan Rasulullah SAW. Hal ini disebutkan dalam salah satu hadist Nabi: “Sesungguhnya saya diutus ke dunia ini untuk mengajar.”. Karena itulah para ulama’, para Kyai senantiasa menyempatkan diri untuk mengajar dan mendidik para santrinya. Hal itu karena adanya dorongan untuk mengikuti jejak Rasulullah, dan jauga meneruskan apa yang menjadi cita-cita Rasulullah SAW, yakni: Innama buitsu liutammima makarimal akhlak, “Sesungguhnya aku diutus ke bumi ini untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”

Guru menjadi pekerjaan yang sangat mulia, karena apa yang dikerjakan guru memiliki nilai sosial yang tinggi dalam membentuk masyarakat, dengan memberikan sumbangan ilmu melalui generasi penerus bangsa. Itu sebabnya ustad ditempatkan pada porsi yang luar biasa, guru dalam pandangan orang Jawa dipandang sebagai sosok yang bisa digugu dan ditiru bahkan sebutan “pahlawan tanpa tanda jasa”, disematkan kepada diri para guru. Begitu mulianya pekerjaan seorang guru, hingga Sayyidina Ali r.a. menyampaikan pesan: “Hormatilah gurumu walau ia hanya mengajarimu satu ayat.”

Kemuliaan profesi sebagai guru dalam pandangan Islam juga tidak terlepas dari keberadaan Islam sebagai agama yang menjadikan menuntut ilmu dan mengajarkan sebagai suatu kewajiban. Maka orang yang sengaja tidak menuntut ilmu atau mengajarkannya akan diancam syara’ dengan siksaan, dan yang menyembunyikan ilmu yang bermanfaat akan dikekang pada hari kiamat dengan kekang yang terbuat dari api neraka. Dengan begitu Islam telah membebani kepada para guru dan orangtua dengan tanggungjawab yang besar dalam pengajaran. Hal ini tersurat dalam beberapa ayat-ayat Allah di dalam Al-Qur’anul Karim.

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (Q.S. At Taubah:122)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela'nati. (Q.S. Al Baqarah:159)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api], dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (Al Baqarah:174)

Menjadi guru dan telah mengajarkan sesuatu yang baik pun belum dapat dipastikan akan mendapat pahala di sisi Allah manakala orang yang bersangkutan hanya bisa menyampaikan dan tidak mau mengerjakan. Hal ini tersebut dalam ayat Allah:

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.(Q.S. Ash Shaff:3).

Akan tetapi jika seorang guru benar-benar mengerjakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan benar, dan memberikan tauladan dari apa yang telah disampaikan kepada anak didik, maka Allah menjanjikan pahala bagi guru yang bersangkutan. Rasulullah SAW menyampaikan dalam salah satu Hadistnya:

“Sepatah perkataan yang baik yang didengar oleh seorang mukmin, lalu diajar dan diamalkannya, lebih baik daripada ibadah setahun”. “Sesungguhnya Allah, para malaikat, isi langit dan bumi, hinggakan semut di dlm lubang dan ikan dalam laut, semuanya berdoa semuanya mendoakan kepada orang yang mengajar manusia” (H.R. At-Turmizi)

Kerja sebagai Ibadah 


Saat ini profesi guru semakin dihargai oleh pemerintah dengan dikeluarkannya Undang-Undang No.14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Melalui Undang-Undang tersebut tingkat kesejahteraan guru dapat lebih terjamin, karena dengan adanya sertifikasi dapat meningkatkan penghasilan guru dua kali lipat, bahkan lebih.

Akan tetapi jangan pernah menjadikan nilai gaji sebagai ukuran dalam bekerja. Niatkanlah setiap pekerjaan sebagai ibadah. Sebab dengan begitu apa yang kita kerjakan akan mendapat penilaian yang mulia di sisi Allah, dan akan dibalas dengan pahala yang setimpal.

“Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu, upahku tidak lain hanya dari Tuhan semesta alam.” (Q.S. Asy-Syu’araa: 109)

Jika dalam bekerja seorang guru diniati dengan ibadah, maka apa yang dia lakukan akan senantiasa dilandasi dengan keikhlasan, dan tidak akan menganggap diri penuh jasa dan penuh kebaikan pada orang lain. Apalagi menginginkan orang lain tahu akan jasa dan kebaikan dirinya, lalu berharap agar orang lain menghargai, memuji, dan membalasnya. Karena jika hal itu yang terjadi maka berarti orang tersebut sedang membangun penjara bagi diri sendiri dan sedang mempersiapkan diri mengarungi samudera kekecewaan dan sakit hati.

Ketahuilah bahwa semakin banyak kita berharap sesuatu dari selain Allah SWT, maka semakin banyak kita akan mengalami kekecewaan. Karena, tiada sesuatu apapun yang dapat terjadi tanpa ijin Allah. Sesudah mati-matian berharap dihargai makhluk dan Allah tidak menggerakkan orang untuk menghargai, maka hati ini akan terluka dan kecewa karena kita terlalu banyak berharap kepada makhluk. Belum lagi kerugian di akhirat karena amal yang dilakukan berarti tidak tulus dan tidak ikhlas, yaitu beramal bukan karena Allah.

Selayaknya kita menyadari bahwa yang namanya jasa atau kebaikan kita terhadap orang lain, sesungguhnya bukanlah kita berjasa melainkan Allah-lah yang berbuat, dan kita dipilih menjadi jalan kebaikan Allah itu berwujud. Sesungguhnya terpilih menjadi jalan saja sudah lebih dari cukup karena andaikata Allah menghendaki kebaikan itu terwujud melalui orang lain maka kita tidak akan mendapat ganjarannya.

Seorang guru juga harus bisa menahan diri dari ujub dan merasa berjasa kepada murid-muridnya. Karena memang kewajiban guru untuk mengajar dengan baik dan tulus. Dan memang itulah rizki bagi seseorang yang ditakdirkan menjadi guru. Karena setiap kebaikan yang dilakukan muridnya berkah dari tuntunan sang guru akan menjadi ganjaran tiada terputus dan dapat menjadi bekal penting untuk akhirat. Kita boleh bercerita tentang suka duka dan keutamaan mengajar dengan niat bersyukur bukan ujub dan takabur.

Seorang guru juga perlu lebih hati-hati menjaga lintasan hati dan lebih menahan diri andaikata ada salah seorang murid kita yang sukses, menjadi orang besar. Para guru biasanya akan sangat gatal untuk mengumumkan kepada siapapun tentang jasanya sebagai guru murid yang sukses plus kadang dengan bumbu penyedap cerita yang kalau tidak pada tempatnya akan menggelincirkan diri dalam riya dan dosa.

Mari kita bersungguh-sungguh untuk terus berbuat amal kebajikan sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Setelah itu mari kita lupakan seakan kita tidak pernah melakukannya, cukuplah Allah yang Maha Melihat saja yang mengetahuinya. Allah SWT pasti menyaksikannya dengan sempurna dan membalasnya dengan balasan yang sangat tepat baik waktu, bentuk, ataupun momentumnya. Salah satu ciri orang yang ikhlas menurut Imam Ali adalah senang menyembunyikan amalannya bagai menyembunyikan aib-aibnya.

Bagi para guru saya juga berpesan agar senantiasa bekerja dengan professional, dan selalu menjaga mutu dari pekerjaanya. Contohlah perbuatan Rasulullah SAW yang selalu terjaga mutunya. Begitu mempesona kualitasnya. Shalat beliau adalah shalat yang bermutu tinggi, shalat yang prestatif, khusyuk namanya. Amal-amal beliau merupakan amal-amal yang terpelihara kualitasnya, bermutu tinggi, ikhlas namanya.

Demikian juga keberaniannya, tafakurnya, dan aneka kiprah hidup keseharian lainnya. Seluruhnya senantiasa dijaga untuk suatu mutu yang tertinggi.

Tidak heran kalau Allah Azza wa Jalla menegaskan, "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah ..."(QS. Al Ahzab [33] : 21)

Ingatlah bahwa "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah ...!’ (QS. Ali Imran : 110). 


Oleh karena itu, bagi Anda yang dikaruniai kesempatan menjadi guru dan mengharapkan dicintai dan dihormati muridnya, jangan pernah membuat bosan murid ketika mengajar di kelas, Laksanakan pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan, dan selalu dilandasi dengan upaya untuk menciptakan murid-murid yang cerdas dan berpikiran maju. Contohlah Rasul dalam mengajar. Bagaimana cara Rasul mengajar? Ternyata Rasulullah mengajar dengan penuh kelembutan, kasih-sayang, dan sangat ingin para sahabatnya menjadi maju.

Allah SWT menjelaskan dalam firman-Nya, "Dan sesungguhnya Rasul Allah itu menjadi ikutan (tauladan) yang baik untuk kamu dan untuk orang yang mengharapkan menemui Allah di hari kemudian dan yang mengingati Allah sebanyak-banyaknya." (Q.S. Al Ahzab: 21).

Membangun Karakter Anak melalui Guru Berkarakter

Pendidikan berkarakter sekarang ini menjadi prioritas pendidikan di Indonesia. Bahkan pemerintah telah siap dengan kurikulum terbaru berbasis karakter (KBKK) untuk direalisasikan. Kurikulum yang didesain dengan tujuan mengembangkan karakter sejak dini melalui sekolah sebagai salah satu sarana pembentuk dan pengembang karakter anak, generasi muda negeri ini. Karena berbagai alasan dimana terjadi degradasi moral pada masyarakat bangsa ini. Pertanyaannya apakah perubahan kurikulum ini bisa menjamin terbentuknya karakter anak? Bagaimana cara membentuk karakter anak? Apakah tingkah laku anak dalam kelas atau disekolah bisa menjadi indikator bagaimana karakter seorang anak? Saya rasa tidak karena sejatinya tidak ada indikator yang jelas tentang karakter. Apakah anak yang mencontek dikelas mengindikasikan bahwa ia anak tidak jujur? Tidak kan! Picik sekali jika hanya melihat paradigma seperti itu. Bisa saja si anak belum belajar atau karena hal lain.   
Permasalahan pendidikan kita sebetulnya bukan pada kurikulumnya. Kurikulum sebelumnya KBK dan KTSP sebetulnya sudah baik, yang harus diperbaiki ialah sumber daya pendidik (guru). Jika dengan kurikulum sebelumnya guru-guru kita masih kesulitan mengikuti perubahan dan tuntutan kurikulum yang diterapkan, akankah kurikulum KBKK ini akan berhasil? Kurikulum terbaru bukan hanya membutuhkan profesionalitas guru namum kecakapan guru membangun karakter anak. Lalu bagaimana cara terbaik membangun karakter anak? Saya rasa kita sangat familiar dengan pepatah jawa “guru, digugu lan ditiru” (guru, dipercaya dan dicontoh), ya yang kita butuhkan adalah sosok seorang guru yang seperti itu. Teacher as model. Guru sebagai figur yang bisa dijadikan teladan, sikap dan tutur kata yang bisa memberi semangat. 
Sekarang ini, banyak guru-guru atau pendidik cerdas di negara  ini namun hanya segelintir dari mereka yang bisa membakar semangat siswanya untuk belajar, menaati norma, dll. Mereka cerdas, pengetahuannya luas tapi mengapa mereka tidak bisa membangun motivasi siswanya? Jawabannya bahwa mereka kebanyakan hanya bisa bicara tanpa mengalami pelajaran dan perjuangan  hidup itu sendiri. Ketika seseorang bicara panjang lebar, memberi motivasi A sampai Z tapi yang ia katakan hanya omong kosong atau ia hanya mendapatkannya dari literatur internet atau buku akan berbeda rasa dan imbasnya dihati ketika seseorang itu mengalami sendiri apa yang ia ucapkan. Lihat saja, motivator-motivator hebat negeri ini. Mereka bisa bicara panjang lebar, berjam-jam, dan apa yang kita rasakan ketika mengikuti training motivasi ialah kepuasan, kepercayaan, keinginan untuk maju, dan apa yang mereka katakan benar-benar merasuk kedalam sanubari. Ippho Santoso, interpreneur sekaligus motivator Internasional negeri ini, betapa kita tersentak untuk hidup lebih baik dengan mencoba jalan wirausaha ketika mengikuti seminar beliau. Kita percaya pada beliau karena beliau mengalami perjalanan panjang dalam hidupnya, dari nol beliau merintis usaha, anak pedalaman yang kini menjadi pengusaha sukses. 
Kembali pada sosok guru. Kampung Inggris (Pare, Kediri) saya rasa hampir semua orang mengetahuinya. Ya, kampung kecil yang penuh dengan pelajaran hidup dan mimpi orang-orang yang terus berjuang untuk menggapainya. Beberapa waktu yang lalu saya  belajar disana. Ada sebuah keajaiban luar biasa terjadi ketika saya bertemu dua orang guru terhebat, terbaik yang pernah saya temui dalam hidup saya. Mereka ialah Mr.Bob, pendiri Mr.Bob English study Club dan Mom Indah, pendiri The Daffodil. Dua diantara tempat kursus terbaik yang ada di kampung inggris. Ketika belajar dikedua tempat itu, yang saya dapatkan bukan sekedar ilmu tapi motivasi hidup. Cerita akan saya awali dengan kisah founder Mr.Bob English Study Club. Kisah beliau yang lulus 7 tahun dari bangku kuliah dan impiannya mendirikan sebuah kursus bahasa inggris padahal basic pendidikannya adalah pertanian. Banyak orang mencela beliau, menjatuhkan beliau bahwa tidak mungkin beliau bisa mendirikan tempat kursus di Pare, sudah terlalu banyak. Cerita beliau ketika ingin belajar ke pare namun tidak mendapat restu kedua orang tua dan akhirnya kabur. Tapi semua itu nyatanya kini berbuah manis. Kursus bahasa inggris Mr.Bob kini berkembang pesat. Semua itu karena kekuatan impian. Saya terus teringat motivasi beliau bagaimana beliau memimpikan segala impiannya, menulisnya dan kini semua menjadi kenyataan. Kegigihan, kekuatan mimpi dan kehendak Yang Kuasa telah membawanya pada kehidupan idela yang beliau cita-citakan.  Ketika mendengar kisah-kisah beliau, seluruh anak dalam kelas tersebut terkesiap, diam, merinding, ada kepercayaan bahwa semua memang benar dan apa yang kita dapat ialah kita pun bisa menggapai impian kita. Ada hal yang bisa diambil dari metode pembelajaran beliau bahwa bahasa inggris bukan sesuatu yang sulit dan bisa dipelajari dengan cara menyenangkan,  sehingga bahasa inggris bukan pelajaran yang sulit. Terutama sosok beliau yang begitu bersahaja dan kocak tentu menjadi aura tersendiri. Kebetulan beliau hanya memegang kelas zip2 yaitu kelas untuk belajar ngomong inggris dan listening, jadi bagi siapapun yang ingin bertemu beliau dan ingin belajar ke kampung inggris ambillah kelas zip2 di Mr. Bob. Hehe,,, 
Nothing is impossible because you’re possible. Kata-kata itu juga keluar dari Mom Indah, pendiri The Daffodil. Bagi saya sosok seperti beliaulah kartini masa kini, guru tauladan. Prestasi tentu beliau tidak ketinggalan, pernah menjadi english public speaker di level Asia bukan prestasi main-main. Karena takdir saya bertemu beliau di kelas speak second, jujur ketika mendaftar kelas tersebut saya tidak memiliki gambaran tentang ekspektasi dikelas tersebut. Ternyata speak second class berada dilevel ke 4 dari 6 level yang ada di Daffodil. Cukup terkejut karena ternyata saya masuk dalam level yang tidak main-main. Tapi karena semangat belajar, dukungan teman-teman, dan motivasi beliau saya bertahan disana sampai 2 minggu kelas berakhir. Ada beberapa teman yang menyerah sebelum berperang, karena nyali kerdil. Awalnya beliau memang agak menakutkan. “Are you in the right class?”, itu adalah kalimat yang cukup menakutkan dan memancing emosi. Awalnya saya tidak yakin tapi setelah mengikuti pelajaran beliau 2 kali pertemuan, saya yakin saya berada dikelas yang tepat, saya memiliki kemampuan. Ada banyak hal yang saya  ambil selama mengikuti kelas beliau terutama kegiatan belajar mengajar yang bisa diadaptasi. Bagaimana beliau membentuk kepercayaan diri siswanya dengan selalu melalukan impromtu session/speak sudden (bicara tiba-tiba/berimprovisasi didepan kelas). Beliau melakukan itu setiap hari dan semua siswa pasti mendapat giliran. Beliau mengajarkan sportivitas melalui game dalam belajar bahasa inggris. Beliau selalu meyelipkan kata-kata atau kalimat motivasi bahkan cerita hidup  yang mampu membakar semangat orang yang mendengarnya. Ada kalimat yang begitu berarti bagi saya “People don’t care how much you know but people just know how much you  give”, orang tidak peduli seberapa banyak kamu tahu tapi mereka hanya tahu seberapa banyak kamu memberi. Hidup pada dasarnya adalah memberi, saling berbagi karena kita adalah makhluk sosial yang tidak mungkin hidup sendiri. Begitu banyak motivasi yang beliau beri. Merekalah guru sejati, cerdas secara intelektual dan emosional. 
Tentunya mereka bukan satu-satunya guru terbaik di negeri ini, masih banyak pendidik negeri ini yang setara bahkan lebih. Mereka hanya sample dari “keidealan” seorang pendidik, menurut saya. Yang ingin saya sampaikan kepada calon pendidik maupun pendidik negeri ini,  mari jadikan diri kita sosok pendidik yang  mampu memberi motivasi hidup untuk anak didik kita, bukan hanya cerita bualan kosong tapi sebuah realita hidup. Semua kalimat motivasi yang berasal dari pengalaman hidup akan lebih bermakna dan membekas di lubuk hati setiap orang yang mendengarnya. Guru dengan segudang pengalaman hidup, seluas samudra ilmu dan wawasannya, sebening air budi dan akal kita. Maka menamkan karakter pada anak tidak akan sulit, karena mereka melihat sosok kita benar seperti apa yang mereka pikirkan dan lihat didepan mata.  Sumber 

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT


Dalam suatu kesempatan, seperti sering terjadi, Iblis datang menemui Rasulullah SAW. Setelah mengetahui kedatangannya, Rasulullah bertanya tentang permintaan Iblis pada Allah SWT:

“Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam.”

“Apa saja?”

1. Pertama, “Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.”   

Tentang permintaan Iblis ini, Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64).

2. Kedua, “Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung kepada Allah.”
Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan mudah patuh kepada bisikan syaithan.

3. Ketiga, “Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.”

4. Keempat, “Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.”

5. Kelima, “Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai (masjid)ku.”

6. Keenam, “Aku minta agar Allah menjadikan syairmusik dan nyayian sebagai (Qur’an)ku.

7. Ketujuh, “Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.”

8. Kedelapan, “Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Dia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.” Allah berfirman, “Orang-orang yang boros adalah saudara-saudarasyaithan.” (QS Al-Isra : 27)

9. Kesembilan, “Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.”

10. Kesepuluh, “Aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata: “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat: “mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119). Juga membaca, ” Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab: 38)

Iblis lalu berkata: ” Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu.

Muh Syaifudin
SocialWorker-Teacher at Daarul Fatihaa

PEMUDA ISLAM, GENERASI EMAS UMMAT

Sepanjang peradaban manusia, kita tahu bahwa pemuda adalah sosok pelopor dalam segala hal. Berbagai perubahan yang terjadi di setiap bangsa, pemuda adalah penggeraknya. Di balik setiap transformasi sosial, motor utamanya tak lain adalah pemuda. Ibarat sang surya, maka pemuda bagaikan sinar matahari yang berada pada tengah hari dengan terik panas yang menyengat.

Berbagai bakat, potensi, kecenderungan, baik mengarah kepada kebaikan maupun kepada kejahatan memiliki dorongan yang sama kuatnya ketika pada masa muda. Itulah sebabnya, kegagalan dan keberhasilan seseorang, kematangan kepribadian manusia pada masa tua ditentukan oleh masa mudanya. Jika mereka adalah para pemuda yang baik dan terdidik dengan adab-adab Islam, maka merekalah yang akan menyebarkan dan mendakwahkan kebaikan Islam serta menjadi nakhoda umat ini yang akan mengantarkan mereka kepada kebaikan dunia dan akhirat.

Oleh karena itulah para Sahabat Nabi yang masih muda memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam menyebarkan agama ini baik dari sisi pengajaran maupun dari sisi berjihad di jalan Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Dalam pentas sejarah Islam, dengan mudah kita mendapati pemuda-pemuda yang namanya terukir dengan tinta emas. Mereka layak menjadi uswah (teladan) bagi pemuda generasi sekarang. Panutan yang sangat riil di saat pemuda kini kehilangan figur yang bisa dicontoh.

Potret Pemuda Islam Terkini

Di zaman sekarang, pola hidup pemuda muslim sudah sangat memperihatinkan. Berapa banyak pemuda muslim yang mengunjungi masjid guna menunaikan sholat fardhu dan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya? Berapa banyak pemuda muslim yang mengkaji dan menghafalkan kitabullah? Berapa banyak pemuda muslim yang mengkaji ilmu agama? Mereka lebih senang menghabiskan waktu luang mereka dengan mengujungi tempat-tempat hiburan seperti Game Center, Rental PS, dkk.

Padahal jika dilihat dari sisi ekonomi, pergi ke tempat seperti itu mengeluarkan biaya dan tidak bermanfaat sedikitpun, bahkan malah membawa bencana. Sedangkan untuk pergi ke masjid, kita tidak usah mengeluarkan uang sepeserpun. Ditambah lagi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di masjid bermanfaat, dan berpahala.

Kalau kita tanya tentang agama banyak remaja yang mengaku Islam, tapi tidak tahu mengenai, Sirah Nabinya, Sahabatnya, bahkan dulu waktu saat sekolah sudah di ajarkan dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, tapi waktu kita tanya “Siapa sih Abu Bakar itu??” ada juga yang tidak tahu, belum yang lain ditanya.

Bahkan banyak remaja sekarang tiap pergatian tahun baru selalu mereka merayakan, bersukaria, meniup trompet, malah ada yang berkumpul-kumpul lomba balapan liar yang mengganggu ketentraman masyarakat. Tahun baru yang nyata-nyata merayakan itu bukanlah tahun Islam baik dari historis maupun dari pandangan umum, tapi coba lihat waktu tanggal 1 Muharram tahun Hijriyah apakah ada yang peduli terhadap tahun yang memiliki sejarah bagi orang yang beriman yang sangat berarti sekaligus sebuah sejarah perjuangan Nabi yang bukan hanya untuk diperingati namun juga sebagai sebuah ibrah yang harus kita amalkan pada setiap individu masing-masing maupun seluruhnya.

Coba tanya pada pemuda-pemuda yang mengaku Islam yang mondar mandir di jalanan, coba suruh menyebutkan 12 bulan dalam tahun Masehi, lalu coba suruh menyebutkan 12 bulan pula pada tahun Hijriyah!! Allahu Akbar, bagaimana tidak? Tahun Masehi (Nasrani) mereka hafal, namun tahun Hijriyah tahun agamanya sendiri tidak tahu. Jika bulan Hijriyah saja tidak hafal, lalu bagaimana sejarahnya?

Bagaimana pendapat anda mengenai ini?? Lalu apakah pemuda kita masih ada yang tidak tahu bulannya sendiri?? Budaya di luar Islam banyak merebak hingga mereka buta terhadap agamanya sendiri.

Keteladanan Pemuda Era Rasulullah

Perlu kita fahamkan, bahwa masa muda ialah waktu untuk berkarya, periode emas dimana para pemuda zaman Rasulullah saw. mengerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk kemenangan Islam.

Adalah Az Zubair bin Awwam. Ia adalah sosok pemuda teman diskusi Rasulullah, anggota pasukan berkuda, tentara yang pemberani, pemimpin dakwah Islam di zamannya dalam usia 15 tahun. Sementara Thalhah bin Ubaidillah, seorang pembesar utama barisan Islam di Makkah, singa podium yang handal, pelindung Nabi saat perang Uhud berkecamuk dengan tujuh puluh luka tusuk tombak, donator utama fii sabilillah, mendapat julukan dari Rasulullah: Thalhah si Pemurah, Thalhah si Dermawan di usianya yang masih sangat muda.

Juga Sa’ad bin Abi Waqash, seorang ksatria berkuda Muslimin paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia dikenal sebagai pemanah terbaik, sahabat utama yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam, lelaki yang disebut Rasulullah sebagai penduduk surga.

Zaid bin Tsabit, mendaftar jihad fii sabilillah sejak usia 13 tahun, pemuda jenius mahir baca-tulis. Hingga Rasulullah bersabda memberi perintah: “Wahai Zaid, tulislah….”. Ia mendapat tugas maha berat, menghimpun wahyu, di usia 21 tahun.

Juga Usamah bin Zaid, namanya terkenal harum sejak usia 12 tahun, mukmin tangguh dan muslim yang kuat, Rasulullah menunjuknya sebagai panglima perang di usianya yang ke-20 dan memimpin armada perang menggempur negara adikuasa Romawi di perbatasan Syiria dengan kemenangan gemilang.

Lalu, jika mereka pada usia seperti itu saja telah berhasil mempersembahkan karya yang luar biasa, bahkan ada yang mempersembahkan nyawanya untuk membela Islam sehingga memperoleh syahid di jalan- Nya,, maka apa yang telah kita persembahkan?

Memang menjadi salah satu tugas kita juga untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa pemuda muslim yang diharapkan agama, bangsa dan negara adalah pemuda yang benar-benar ta’at pada Allah, yang Islamnya kaaffah (menyeluruh), tidak setengah-setengah. Karena bisa jadi, pandangan masyarakat (yang diawal telah disebutkan) terhadap para pemuda disebabkan tak munculnya sosok yang menjadi bukti bahwa pemuda muslim yang kaaffah-lah yang sebenarnya umat butuhkan.

Setiap tahun, masyarakat kita memperingati hari Sumpah Pemuda di negara ini. Sayang, peringatan itu hanya sebatas kegiatan seremonial semata, tetapi miskin subtansi. Dengan adanya karakteristik sosok pemuda ideal yang dicontohkan dalam al-Qur’an dan al-Hadits diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pemuda Indonesia dahulu, masa kini dan masa depan. Sadarilah, bahwa Islam menunggu peran para pemuda. Islam menunggu kita, kawan!!!

Pemuda yang senantiasa Belajar Agama, mendalaminya< mengamalkannya, lantang mendakwahkannya, digarda depan mereka pioner perubahan mengajak manusia kepada Agama Tauhid, karyanya menggemparkan dunia, bersemangat disetiap jalan kebenaran, merangkul dan mengajak masyarakat untuk taat kepada Allah dan RasulNya.

Inilah Pemuda harapan ummat masa ini, mereka tauladan sesamanya dan impian orangtua kepada setiap anak-anaknya. itukah kalian…!!!?

Mari kita buktikan bahwa di atas pundak kepribadian muslim yang sempurnalah umat Islam akan berdiri kokoh dan kuat. Mari saling mengingatkan untuk senantiasa bersemangat dalam menjalani masa muda sebagai persembahan kita untuk Allah ‘aza wa jalla. 

Selasa, 12 Maret 2013

Berbakti Kepada Orang Tua

Suatu hari ada seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Dia bertanya, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai harta kekayaan dan anak. Sementara ayahku berkeinginan menguasai harta milikku dalam pembelanjaan. Apakah yang demikian ini benar?” Maka jawab Rasulullah, “Dirimu dan harta kekayaanmu adalah milik orang tuamu.” (HR. Ibnu Majah dari Jabir bin Abdillah). 

Begitulah, syari’at Islam menetapkan betapa besar hak-hak orang tua atas anaknya. Bukan saja ketika sang anak masih hidup dalam rengkuhan kedua orang tuanya, bahkan ketika ia sudah berkeluarga dan hidup mandiri. Tentu saja hak-hak yang agung tersebut sebanding dengan besarnya jasa dan pengorbanan yang telah mereka berikan. Sehingga tak mengherankan jika perintah berbakti kepada orang tua menempati ranking ke dua setelah perintah beribadah kepada Allah dengan mengesakan-Nya. 

Allah berfirman (artinya), “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada ibu bapakmu.” (QS. An-Nisa:36)

Birrul Walidain, Bagaimana Caranya? 

Sebagai anak, sebenarnya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengekspresikan rasa bakti dan hormat kita kepada kedua orang tua. Memandang dengan rasa kasih sayang dan bersikap lemah lembut kepada mereka pun termasuk birrul walidain. 

Allah berfirman (artinya), “Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang.” (QS. Al-Isra’:23). Dalam kitab Adabul Mufrad, Imam Bukhari mengetengahkan sebuah riwayat bersumber dari Ibnu Jarir dan Ibnu Mundzir melalui Urwah, yang menjelaskan mengenai firman Allah: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang.” Maka Urwah menerangkan bahwa kita seharusnya tunduk patuh di hadapan kedua orang tua sebagaimana seorang hamba sahaya tunduk patuh di hadapan majikan yang garang, bengis, lagi kasar. 

Pada suatu ketika, ada seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia bersama seorang laki-laki lanjut usia. Rasulullah bertanya, “Siapakah orang yang bersamamu?” Maka jawab laki-laki itu, “Ini ayahku”. Rasulullah kemudian bersabda, “Janganlah kamu berjalan di depannya, janganlah kamu duduk sebelum dia duduk, dan janganlah kamu memanggil namanya dengan sembarangan serta janganlah kamu menjadi penyebab dia mendapat cacian dari orang lain.” (Imam Ath-Thabari dalam kitab Al-Ausath). 

Berbakti kepada orang tua tak terbatas ketika mereka masih hidup, tetapi bisa dilakukan setelah mereka wafat. Hal itu pernah ditanyakan oleh seorang sahabat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Rasulullah menjawab, “Yakni dengan mengirim doa (mendo’akan) dan memohonkan ampunan. Menepati janji dan nadzar yang pernah diikrarkan kedua orang tua, memelihara hubungan silaturahim sera memuliakan kawan dan kerabat orang taumu.” Demikian Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hiban meriwayatkannya bersumber dari Abu Asid Malik bin Rabi’ah Ash-Sha’idi. 

Bukan dalam Syirik dan Maksiat 

Meski kita diperintah untuk taat dan patuh kepada mereka, namun hal itu tak berlaku ketika keduanya memerintahkan kita untuk menyekutukan Allah dan bermaksiat kepada-Nya. Rasulullah bersabda,”Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiyat kepada Allah.” (HR. Ahmad). 

Kita tentu ingat kisah seorang sahabat, Sa’ad bin Waqash yang diberi dua buah opsi oleh ibunya yang masih musyrik: kembali kepada kemusyrikan atau ibunya akan mogok makan dan minum sampai mati. Ketika sang ibu tengah melakukan aksinya selama tiga hari tiga malam, beliau berkata,”Wahai Ibu, seandainya Ibu memiliki 1000 jiwa kemudian satu per satu meninggal, tetap aku tidak akan meninggalkan agama baruku (Islam). Karena itu, terserah ibu mau makan atau tidak.” Melihat sikap Sa’ad yang bersikeras itu maka ibunya pun menghentikan aksinya. 

Sehubungan dengan peristiwa itu, Allah menurunkan ayat: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman:15). Jadi, kalau orang tua mengajak ke arah kemusyrikan maka tidak wajib bagi kita menaati mereka. Hanya saja sebagai anak tetap berkewajiban bergaul dengan baik selama di dunia. Sikap santun harus senantiasa kita jaga. 

Awas: Durhaka! 

Durhaka kepada orang tua (‘uquuqul walidain) termasuk dalam kategori dosa besar. Bentuknya bisa berupa tidak mematuhi perintah, mengabaikan, menyakiti, meremehkan, memandang dengan marah, mengucapkan kata-kata yang menyakitkan perasaan, sebagaimana disinggung dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan ‘ah’ kepada orang tua.” (QS. Al-Isra’ : 23). Jika berkata ‘ah/cis/huh’ saja tidak boleh, apalagi yang lebih kasar daripada itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa membuat hati orang tua sedih, berarti dia telah durhaka kepadanya.” (HR. al Bukhari). Dalam kesempatan lain Rasulullah bersabda, “Termasuk perbuatan durhaka seseorang yang membelalakkan matanya karena marah.” (HR ath Thabrani). 

Orang tua kita, siapa pun orangnya, memang harus dihormati, apalagi jika beliau seorang muslim. Rasulullah pernah berpesan, “Seorang muslim yang mempunyai kedua orang tua yang muslim, kemudian ia senantiasa berlaku baik kepadanya, maka Allah berkenan membukakan dua pintu surga baginya. Kalau ia memiliki satu orang tua saja, maka ia akan mendapatkan satu pintu surga terbuka. Dan kalau ia membuat kemurkaan kedua orang tua maka Allah tidak ridha kepada-Nya.” Maka ada seorang bertanya, “Walaupun keduanya berlaku zhalim kepadanya?” Jawab Rasulullah, “Ya, sekalipun keduanya menzhaliminya.” (HR. al Bukhari). 

Berhubungan dengan orang tua memang harus hati-hati. Jangan sampai hanya karena emosi, kelalaian, ketidaksabaran plus rasa ego kita yang besar, kita terjerumus ke dalam ‘uququl walidain yang berarti kemurkaan Allah. Na’udzubillah. 

Bukankah dalam sebuah hadits Rasulullah pernah berpesan bahwa keridhaan Allah subhaana wa ta’ala berada dalam keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah berada dalam kemarahan orang tua? Dus, selagi masih ada waktu dan kesempatan, tunjukkanlah cinta, sayang, hormat, dan bakti kita kepada keduanya, hanya untuk satu tujuan: meraih cinta, ampunan, pahala, dan ridha-Nya.

7 Characteristics of Great Teachers:


7 Characteristics of Great Teachers: 
  1. Great teachers set high expectations for all students. They expect that all students can and will achieve in their classroom, and they don't give up on underachievers. 
  2. Great teachers have clear, written-out objectives. Effective teachers have lesson plans that give students a clear idea of what they will be learning, what the assignments are and what the grading policy is. Assignments have learning goals and give students ample opportunity to practice new skills. The teacher is consistent in grading and returns work in a timely manner. 
  3. Great teachers are prepared and organized. They are in their classrooms early and ready to teach. They present lessons in a clear and structured way. Their classrooms are organized in such a way as to minimize distractions. 
  4. Great teachers engage students and get them to look at issues in a variety of ways. Effective teachers use facts as a starting point, not an end point; they ask "why" questions, look at all sides and encourage students to predict what will happen next. They ask questions frequently to make sure students are following along. They try to engage the whole class, and they don't allow a few students to dominate the class. They keep students motivated with varied, lively approaches. 
  5. Great teachers form strong relationships with their students and show that they care about them as people. Great teachers are warm, accessible, enthusiastic and caring. Teachers with these qualities are known to stay after school and make themselves available to students and parents who need them. They are involved in school-wide committees and activities, and they demonstrate a commitment to the school. 
  6. Great teachers are masters of their subject matter. They exhibit expertise in the subjects they are teaching and spend time continuing to gain new knowledge in their field. They present material in an enthusiastic manner and instill a hunger in their students to learn more on their own. 
  7. Great teachers communicate frequently with parents. They reach parents through conferences and frequent written reports home. They don't hesitate to pick up the telephone to call a parent if they are concerned about a student.
Translate : 

7 Karakteristik Guru Hebat :
  1. Guru hebat menetapkan harapan tinggi untuk semua siswa. Mereka berharap bahwa semua siswa dapat dan akan mencapai di kelas mereka, dan mereka tidak menyerah pada berprestasi.
  2. Guru yang hebat memiliki jelas, tertulis-out tujuan. Guru yang efektif memiliki rencana pelajaran yang memberikan siswa ide yang jelas tentang apa yang mereka akan belajar, apa tugas dan apa kebijakan grading. Tugas memiliki tujuan belajar dan memberikan siswa banyak kesempatan untuk berlatih keterampilan baru. Guru konsisten dalam grading dan bekerja kembali pada waktu yang tepat.
  3. Guru hebat disiapkan dan terorganisir. Mereka berada di kelas mereka awal dan siap untuk mengajar. Mereka menyajikan pelajaran dengan cara yang jelas dan terstruktur. Kelas mereka diatur sedemikian rupa untuk meminimalkan gangguan.
  4. Guru hebat melibatkan para siswa dan membuat mereka untuk melihat masalah dalam berbagai cara. Guru yang efektif menggunakan fakta-fakta sebagai titik awal, bukan titik akhir, mereka bertanya "mengapa" pertanyaan, melihat semua sisi dan mendorong siswa untuk memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka mengajukan pertanyaan yang sering untuk memastikan semua siswa mengikuti dari awal. Mereka mencoba untuk melibatkan seluruh kelas, dan mereka tidak mengizinkan beberapa siswa untuk mendominasi kelas. Mereka menjaga siswa termotivasi dengan bervariasi, pendekatan hidup.
  5. Guru hebat membentuk hubungan yang kuat dengan siswa mereka dan menunjukkan bahwa mereka peduli tentang mereka sebagai manusia. Guru besar yang hangat, dapat diakses, antusias dan peduli. Guru dengan kualitas ini diketahui tinggal setelah sekolah dan membuat diri mereka tersedia untuk siswa dan orang tua yang membutuhkannya. Mereka terlibat dalam sekolah-lebar dan kegiatan komite, dan mereka menunjukkan komitmen untuk sekolah.
  6. Guru hebat adalah ahli materi pelajaran. Mereka menunjukkan keahlian dalam mata pelajaran yang mereka ajarkan dan menghabiskan waktu terus mendapatkan pengetahuan baru di bidang mereka. Mereka menyajikan materi dengan cara yang antusias dan menanamkan rasa lapar pada siswa mereka untuk belajar lebih banyak tentang mereka sendiri.
  7. Guru hebat sering berkomunikasi dengan orang tua. Mereka mencapai orang tua melalui konferensi dan sering ditulis pulang laporan. Mereka tidak ragu untuk mengambil telepon untuk menghubungi orangtua jika mereka khawatir tentang seorang siswa.

MENGAPA RIDHO SUAMI MENJADI SYURGA BAGI PARA ISTRI

Bissmillah….
Sering kita dengar dari, ungkapan wanita lebih mudah masuk syurga, karena berbekal ridho suami, dengan tetap menjalankan syariat secara benar seperti Sholat, Puasa, Zakat dan sebagainya. Tidak ada kewajiban berjihad seperti seorang wanita. 

Insya Allah berikut penjelasannya :

1.) Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup.
Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2.) Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa.
Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

3.) Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu.
Padahal dia tahu,di sisi Allah, engkau lebih harus dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri,disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

4.) Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri.
Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. Namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

5.) Suami berusaha memahami bahasa diam-mu, bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja.
Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6.) Bila engkau melakukan maksiat,maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu.
Namun bila dia bermaksiat,kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.

Subhanallah….

Ya Allah jadikan Aku dan Sahabat Muslimah-ku penghuni syurga-Mu ya Allah….
Dan jika kami jatuh Cinta, Jatuhkanlah pada dia yang mempunyai Cinta yang lebih besar kepada-Mu….agar kami tak jatuh pada jurang kenistaan….

Aamiin ya Allah….

Kafein dalam Nektar Mendorong Kinerja Lebah dan Memperkaya Penyerbukan

"Karya ilmiah ini membantu kita memahami mekanisme dasar pada bagaimana kafein mempengaruhi otak kita. Apa yang kami saksikan pada lebah bisa menjelaskan mengapa orang lebih memilih minum kopi ketika belajar." 

Sebagian dari Anda mungkin perlu secangkir kopi untuk memulai hari. Hal ini tampaknya berlaku pula bagi lebah madu untuk bisa lebih berdengung dengan mengkonsumsi nektar bunga yang mengandung kafein. Dalam jurnalScience, para peneliti menunjukkan bahwa kandungan kafein mampu meningkatkan memori lebah madu sekaligus membantu tanaman meraup lebih banyak lebah untuk memperoleh penyerbukan.

Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa lebah madu yang mengkonsumsi larutan gula mengandung kafein, kandungan alami dalam nektar dari bunga kopi dan jeruk, tiga kali lebih mungkin untuk mengingat aroma bunga dibanding lebah lain yang hanya mengkonsumsi gula tanpa kandungan kafein.

Pemimpin studi Dr. Geraldine Wright dari Newcastle University, menjelaskan bahwa efek kafein bermanfaat baik bagi lebah madu maupun bagi tanaman: “Mengingat ciri-ciri bunga merupakan hal yang rumit bagi lebah, sehingga memperlambat terbang lebah saat harus berpindah dari bunga ke bunga lainnya, dan kami telah menemukan bahwa kafein membantu lebah mengingat bunga-bunga tersebut.”

“Pada gilirannya, lebah-lebah yang diberi nektar mengandung kafein ini menjadi sarat dengan serbuk sari kopi dan mereka mencari tanaman kopi lainnya untuk memperoleh lebih banyak nektar, menghasilkan penyerbukan yang lebih baik.

“Jadi, kafein dalam nektar kemungkinan berguna untuk meningkatkan kecakapan lebah dalam mencari makan sekaligus membantu menyediakan penyerbuk yang lebih setia bagi tanaman.”

Dalam studi ini, para peneliti menemukan bahwa nektar dari spesies Citrus dan Coffea seringkali mengandung kafein dalam dosis yang rendah. Salah satunya adalah spesies kopi ‘robusta’ yang biasanya diolah untuk dijadikan kopi kering dan ‘arabika’.

“Kafein merupakan bahan kimia pertahanan bagi tanaman dan terasa pahit bagi berbagai serangga, termasuk lebah, jadi kami terkejut saat menemukannya dalam nektar. Meski demikian, dosisnya terlalu rendah untuk bisa dirasakan oleh lebah, namun cukup tinggi mempengaruhi perilaku lebah,” jelas Profesor Phil Stevenson dari Royal Botanic Gardens, Kew dan University of Greenwich’s Natural Resources.

Pengaruh kafein terhadap memori jangka panjang lebah sedemikian kuat, mendorong kemampuan lebah hingga tiga kali lipat untuk mengingat aroma bunga dalam 24 jam, dan menjadi dua kali lipat setelah tiga hari kemudian.

Biasanya, nektar dalam bunga tanaman kopi mengandung tingkat kafein yang setara dengan secangkir kopi instan. Sama seperti kopi hitam yang terasa kuat pahitnya bagi kita, konsentrasi kafein yang tinggi bisa menjadi penolak lebah madu.

“Karya ilmiah ini membantu kita memahami mekanisme dasar pada bagaimana kafein mempengaruhi otak kita. Apa yang kami saksikan pada lebah bisa menjelaskan mengapa orang lebih memilih minum kopi ketika belajar,” tambah Dr. Wright.

Dr. Mustard Julie Arizona State University, yang turut berperan dalam penelitian, lebih lanjut menjelaskan, ”Meskipun otak manusia dan lebah madu memiliki banyak perbedaan, namun, saat Anda melihat ke tingkat sel, protein dan gen, keduanya memiliki fungsi-fungsi yang sangat serupa. Dengan demikian, kita bisa menggunakan lebah madu untuk meneliti tentang pengaruh kafein terhadap otak dan perilaku kita sendiri.”

Studi ini sebagian didanai oleh Insect Pollinators Initiative, sebuah yayasan yang khusus mendukung berbagai proyek yang bertujuan meneliti penyebab dan akibat dari adanya ancaman terhadap serangga penyerbuk serta menginformasikan pengembangan strategi mitigasi yang tepat.

Menurunnya tingkat populasi di antara lebah berdampak serius bagi ekosistem alam dan pertanian karena lebah adalah penyerbuk yang penting bagi berbagai jenis tanaman pertanian dan tanaman liar. Jika penurunan ini terus dibiarkan, akan memunculkan risiko yang serius bagi keanekaragaman hayati alam kita dan bagi beberapa produksi tanaman pertanian.

“Dengan memahami bagaimana lebah memilih makanan dan kembali lagi ke beberapa bunga yang sudah dipilihnya, akan membantu menginformasikan cara pengelolaan berbagai lanskap dengan lebih baik,” tutur Profesor Steveson, “Memahami kebiasaan dan preferensi lebah madu bisa membantu dalam menemukan cara untuk menggairahkan kembali spesies ini agar bisa melindungi industri pertanian dan pedesaan kita.”

Kredit: Universitas Newcastle
Jurnal: G. A. Wright, D. D. Baker, M. J. Palmer, D. Stabler, J. A. Mustard, E. F. Power, A. M. Borland, P. C. Stevenson. Caffeine in Floral Nectar Enhances a Pollinator’s Memory of Reward. Science, 2013; 339 (6124): 1202 DOI: 10.1126/science.1228806

Sel yang Ditemukan Dalam Otak Manusia Membuat Tikus Lebih Cerdas


"Kemampuan pengolahan kognitif kita yang rumit muncul bukan hanya karena ukuran dan kompleksitas jaringan kerja saraf kita, tapi juga karena peningkatan kemampuan fungsional dan koordinasi yang dihasilkan oleh glia manusia." 

Sel-sel glia – Suatu keluarga sel dalam sistem saraf pusat otak manusia yang selama ini hanya dianggap sebagai “pembantu rumah tangga” – ternyata memiliki peran yang lebih besar pada kompleksitas otak manusia. Kesimpulan ini dicapai setelah para ilmuwan menstranplantasikannya ke dalam otak tikus, dan menyaksikan kemampuan kognitif tikus yang meningkat secara signifikan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Stem Cell ini, menunjukkan bahwa evolusi bagian dari glia yang disebut astrosit, mungkin merupakan salah satu peristiwa kunci yang menghasilkan fungsi kognitif lebih tinggi sehingga membedakan kita dari spesies lain.

“Penelitian ini menunjukkan glia tidak saja penting untuk transmisi saraf, tapi juga menunjukkan bahwa perkembangan kognisi manusia dapat merefleksikan evolusi bentuk dan fungsi khusus pada manusia,” tutur ahli neurologi University of Rochester Medical Center (URMC), Steven Goldman, MD, Ph.D., “Kami yakin ini adalah demonstrasi pertama yang menunjukkan bahwa glia manusia memiliki keunggulan fungsional yang unik. Temuan ini juga memberikan kita model dasar baru untuk menyelidiki berbagai penyakit neurologis yang mungkin melibatkan sel-sel tersebut.”

Dalam beberapa tahun terakhir ini para ilmuwan mulai memahami dan menghargai peran sel glia - khususnya astrosit - terhadap fungsi otak. Para peneliti di URMC menjadi pelopor dalam menyibak rahasia astrosit dan menunjukkan bahwa astrosit tidak saja berfungsi mendukung neuron dalam otak, tapi juga berkomunikasi dengan neuron dan sesama astrosit.

“Peran astrosit adalah menyediakan lingkungan yang sempurna untuk transmisi saraf,” tutur Maiken Nedergaard, M.D., M.D.Sc, penulis pendamping dalam studi, “Di saat yang sama, kami mengamati bahwa sel-sel ini telah berevolusi dalam kompleksitas, ukuran dan keragaman – sebagaimana sel ini ada pada manusia – fungsi otak menjadi lebih dan lebih kompleks.” 



  

Pada gambar otak tikus yang sudah ditranplantasikan dengan sel manusia ini, memperlihatkan astrosit manusia dalam warna hijau. (Kredit: University of Rochester Medical Center)

Manusia memiliki astrosit yang jauh lebih berlimpah, lebih besar, dan beragam dibandingkan spesies lainnya. Pada manusia, sebuah astrosit memproyeksikan sejumlah serat yang secara berkesinambungan dihubungkan dengan sejumlah besar neuron, khususnya sipnasis neuron, titik-titik komunikasi di mana dua neuron yang berdampingan saling bertemu. Akibatnya, sebuah astrosit manusia berpotensi untuk mengkoordinasi aktivitas ribuan sinapsis, jauh lebih banyak dari tikus.

Astrosit manusia mungkin berperan penting dalam mengintegrasikan dan mengkoordinasikan aktivitas sinyal yang lebih kompleks dalam otak manusia, dan dengan demikian membantu mengatur fungsi kognitif yang lebih tinggi. Uji coba dalam studi ini menunjukkan bahwa, ketika ditransplantasikan ke dalam otak tikus, glia manusia dapat mempengaruhi pola yang mendasari aktivitas saraf otak.

“Dalam arti yang mendasar, kita berbeda dari spesies yang lebih rendah,” kata Goldman, “Kemampuan pengolahan kognitif kita yang rumit muncul bukan hanya karena ukuran dan kompleksitas jaringan kerja saraf kita, tapi juga karena peningkatan kemampuan fungsional dan koordinasi yang dihasilkan oleh glia manusia.”

“Saya selalu menemukan konsep bahwa otak manusia lebih handal karena kita memiliki jaringan kerja saraf yang lebih kompleks menjadi kemasan kecil yang terlalu sederhana, karena jika Anda menempatkan keseluruhan jaringan kerja saraf dan semua aktivitasnya menjadi satu, maka yang Anda hasilkan adalah super komputer,” ujar Nedergaard, “Namun kognisi manusia jauh dari sekedar pengolahan data, tapi juga [terdiri dari] koordinasi emosi dengan memori yang menginformasikan kemampuan kita yang lebih tinggi terhadap abstrak dan pembelajaran.”

Untuk menentukan apakah kemampuan unik otak manusia ini memang berasal dari sel glial, para meneliti mendampingkan sel-sel ini dengan sel-sel saraf normal pada tikus untuk melihat apa yang terjadi. Hal pertama yang dilakukan adalah mengisolasi progenitor glial manusia – sel dalam sistem saraf pusat yang memunculkan astrosit – dari jaringan otak. Mereka kemudian mentransplantasikannya ke dalam sel-sel otak bayi tikus. Seiring beranjak dewasa, sel glial manusia mengungguli persaingannya dengan sel asli tikus, dan pada saat yang sama meninggalkan jaringan kerja saraf dalam keadaan utuh.

“Sel-sel glia manusia ini pada dasarnya mengambil alih pada titik di mana hampir semua sel progenitor glial dan sebagian besar astrosit dalam tikus berasal dari manusia, dan pada dasarnya berkembang dan berperilaku sama seperti yang terjadi pada otak seseorang,” jelas Goldman.

Tim peneliti kemudian menguji dampak fungsional sel-sel ini bagi otak hewan, khususnya kecepatan dan retensi sinyal antara sel-sel dalam otak serta plastisitasnya – kemampuan otak untuk membentuk memori baru dan mempelajari tugas baru.

Mereka menemukan bahwa dua indikator fungsi otak yang penting secara drastis meningkat pada tikus. Pertama, ketika mengukur fenomena yang disebut gelombang kalsium – kecepatan dan jarak di mana sinyal menyebar di dalam dan di antara astrosit-astrosit yang sebelahan pada otak – para peneliti mencatat bahwa kecepatan transmisi gelombang pada tikus lebih cepat dibanding tikus biasa, dan lebih mirip dengan jaringan otak manusia.

Kedua, para peneliti juga melihat potensiasi jangka panjang (LTP), sebuah proses yang mengukur seberapa lama neuron dalam otak dipengaruhi oleh stimulasi singkat listrik. LTP dianggap salah satu mekanisme molekuler pusat yang mendasari pembelajaran dan memori. Dalam tes ini, para peneliti menemukan bahwa LTP dalam tikus mengalami perkembangan yang lebih cepat dan dan terus bertahan, menunjukkan kemampuan belajar yang lebih baik.

Atas dasar temuan ini, tim kemudian mengevaluasi tikus dengan serangkaian tugas perilaku yang dirancang untuk menguji daya ingat dan kemampuan belajar. Mereka menemukan bahwa tikus mampu belajar dengan lebih cepat dan mengerjakan berbagai variasi tugas dengan lebih cepat dibanding tikus biasa.

“Intinya, tikus yang menunjukkan peningkatan plastisitas dan pembelajaran dalam jaringan kerja saraf yang tersedia ini, pada dasarnya mengubah kemampuan fungsionalnya,” jelas Goldman, “Ini mengatakan pada kita bahwa glia manusia memiliki peran spesies-spesifik dalam kemampuan intelektual dan pengolahan kognitif. Sudah lama kami menduga bahwa hal ini mungkin terjadi, dan ini benar-benar menjadi bukti pertamanya.”

Para peneliti yakin bahwa model hewan yang mereka sebut ‘tikus chimeric glial manusia’ ini, kini menyediakan alat baru bagi komunitas medis untuk memahami dan menangani gangguan neurologis akibat kelainan glial. Hal ini mungkin sangat relevan bagi penyakit saraf dan neuropsikiatri yang lebih banyak terjadi pada manusia dibanding spesies lain. Pada gangguan ini, fitur-fitur astrosit khusus manusia mungkin berperan istimewa pada proses penyakit. Goldman, Nedergaard beserta rekan-rekan lainnya sudah memanfaatkan tikus-tikus ini untuk mempelajari berbagai gangguan neuropsikiatri dan neurodegeneratif manusia yang kemungkinan disebabkan patologi glial.  

Kredit: University of Rochester Medical Center
Jurnal: Xiaoning Han, Michael Chen, Fushun Wang, Martha Windrem, Su Wang, Steven Shanz, Qiwu Xu, Nancy Ann Oberheim, Lane Bekar, Sarah Betstadt, Alcino J. Silva, Takahiro Takano, Steven A. Goldmansend, Maiken Nedergaard. Forebrain engraftment by human glial progenitor cells enhances synaptic plasticity and learning in adult mice. Cell Stem Cell, 2013; DOI:10.1016/j.stem.2012.12.015 

Dari Sumber

Skenario Kiamat Menurut Fisika

Berikut ini akan dipaparkan skenario kiamat dalam fisika lengkap, diawali dari bumi kemudian tata surya. Ternyata prosesnya tidak hanya sekali namun berulang-ulang lho! Pokoknya beda dengan isu kiamat selama ini yang kita dengar! Just for your info, Nabi Adam merupakan penghuni bumi pertama yang ke tujuh? AH YANG BENER?

Mendengar kata kiamat sudah tentu membuat bulu kuduk merinding. Lalu bagaimana bila kiamat sampai terjadi berulang kali? Ternyata dalam kacamata sains hal ini dimungkinkan terjadi. "Ya, dalam pandangan sains ini dimungkinkan," kata fisikawan Febdian Rusydi.

Febdian mengungkapkan di kalangan ilmuwan ada sebuah humor yang berhubungan dengan hal ini. Nabi Adam yang disebutkan sebagai bapaknya manusia bukan hanya satu. "Ada yang bilang Nabi Adam kita yang sekarang itu yang ketujuh," candanya.

Benarkah hal di atas cuma bercanda? Baca tuntas skenario lengkap kiamat dalam fisika. Yang jelas bukan versi kiamat 
selama ini yang kita dengar.

Kiamat Bisa Terjadi Berulang-ulang

Febdian menjelaskan salah satu teori yang menyebabkan kiamat adalah matahari yang terus membesar dan akhirnya memakan planet, istilahnya red giant. Matahari yang tergolong bintang ini akan kehabisan bahan bakar dan terus berkembang sampai meledak (supernova). Supernova ini akan menghasilkan debu kosmik yang merupakan cikal bakal bintang dan planet yang baru. Siklus ini menurut Febdian terjadi berulang-ulang dan menjadi dasar pemikiran ilmiah kenapa kiamat bisa terjadi berulang-ulang. Febdian mengatakan sekarang ilmuwan di Amerika dan Eropa tengah meneliti temuan supernova di angkasa untuk membuka selubung ini. "Tapi proyeknya lama, ini bisa beribu-ribu tahun. Nggak bisa singkat," tuturnya. Selain itu ilmuwan juga menyelidiki sebuah white dwarf, yakni bekas red giant yang tidak meledak. Benda tersebut dinamakan Sirius-B yang massanya 300 ribu kali massa planet bumi. "1 Sendok white dwarf setara dengan 5 ton," tandasnya.

Kiamat Pertama Kali Terjadi di Bumi

Siapa saja umat Islam yang mengaku dirinya beriman pasti yakin kiamat akan tiba. Kiamat adalah keniscayaan meskipun hal itu artinya ras manusia harus punah. Mengacu pada Alquran dan hadis, banyak sudah gambaran ciri-ciri manakala hari kiamat akan tiba. Tetapi ahli fisika Febdian Rusydi punya penjelasan ilmiah mengenai bagaimana terjadinya kiamat. "Yang pertama itu kiamat di bumi. Skenario kiamat yang bisa diprediksi oleh sains terjadi di bumi," kata penyandang gelar master bidang teknik fisika itu.

Bumi terdiri dari lapisan-lapisan. Paling dalam adalah inti yang bentuknya solid dan cair. Lapisan berikutnya adalah mantel yang terdiri dari silikat, gabungan silikon dan air. Mantel adalah lapisan tempat panas bumi berada. Panas ini berputar di dalam mantel dan bisa menggerakkan bagian kerak (crust) bumi sehingga muncul gempa. Febdian mengatakan kiamat terjadi di bumi ketika sistem gravitasi yang ada menjadi kacau oleh aliran panas bumi di lapisan mantel. Saat itulah terjadi pergerakan lempengan bumi yang ditandai dengan munculnya gempa. Saat terjadi gempa orang akan sulit sekali berjalan. Febdian mengatakan dirinya mendengar kerabatnya di Padang mengaku baru bisa keluar dari rumah saat gempa berhenti mengguncang pesisir barat Pulau Sumatera beberapa waktu lalu. "Saat normal, gravitasi seragam di setiap permukaan bumi. Tapi saat gempa gravitasi tidak lagi seragam di daerah gempa," ujarnya. Pergerakan lempeng di bumi itu terus berlanjut alias berevolusi. Bukti ilmiah menunjukkan dulu di bumi hanya ada satu kontinen besar sebelum akhirnya terpecah-pecah menjadi yang sekarang ini.

Pengaruh gaya gravitasi itu begitu besar. Sehingga bila terjadi gempa dengan skala yang luar biasa maka efek yang dihasilkannya pun besar pula. "Gunung pun bisa tercungkil atau dengan kata lain bisa terangkat dan terbalik. Itulah skenario kiamat di bumi," terangnya. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Q.S. Al Qariah:5) Febdian mengatakan soal waktu tepatnya kiamat terjadi tetap hanya Allah yang tahu. Tetapi Allah juga telah memerintahkan untuk belajar dan mencari tahu tentang misteri alam atau lingkungan.

Kiamat Kedua Terjadi di Tata Surya

Setelah kiamat di bumi, skenario berikutnya dalam kiamat yang dijelaskan secara fisika adalah kiamat di tata surya kita. Hal ini terjadi karena ukuran Matahari yang kian membesar, memakan planet-planet di dekatnya seperti Merkurius, Venus, dan Bumi. "Fenomena itu dinamakan Red Giant. Dan prosesnya tidak lama, mungkin sekitar 3 menit," kata ahli fisika Febdian Rusydi.

Matahari yang tergolong dalam keluarga bintang bisa membesar ketika bahan bakarnya, yakni hidrogen, habis. Bahan bakar itu dibutuhkan matahari untuk melakukan reaksi fusi nuklir yang nantinya menghasilkan cahaya dan atom-atom berat. "Dan hidrogen itu jumlahnya di permukaan matahari terbatas," ujar pria yang juga menjadi pengajar di Universitas Airlangga itu. Saat hidrogen habis, inti Matahari akan terus mengecil dan kian masif bentuknya. Sementara bagian terluar yang lebih bersifat loose akan terus membesar sehingga menjadi Red Giant.

Jika perkembangannya sudah maksimal maka Matahari akan meledak dan terjadilah peristiwa yang dinamakan supernova. Bagian-bagian yang terbuang akan menjadi debu-debu kosmik, cikal bakal bintang baru. Debu-debu kosmik tersebut akan berkumpul dan membentuk awan molekul raksasa. Awan raksasa berputar sehingga bagian pusatnya membentuk bola (Nebula). Perputaran itu makin cepat sehingga bagian pusat makin solid dan bagian luar terlempar. Bagian dalam inilah yang akan membentuk bintang dan bagian terluar membentuk gugusan planet. Lalu kapan ini terjadi? Febdian mengatakan prediksi sains menunjukkan matahari akan berubah menjadi Red Giant sekitar 5 miliar tahun lagi.   

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang dijatuhkan. (Q.S. At Takwiir:1-2).