aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Kamis, 11 Juli 2013

28 Cara Melatih Otak Agar Kinerjanya Tetap Cemerlang

Dr. Richard Restak mengemukakan 28 cara melatih otak agar kinerjanya tetap cemerlang, tidak mengalami atrofi alias penciutan sirkuit otak, tidak mudah lupa, dan semakin kreatif. Dalam bukunya "Smart and Smarter: Cara Melatih Otak Agar Kita Menjadi Lebih Pintar dan tetap Pintar", 28 hal tersebut adalah sebagai berikut.

1.Pelajari sebanyak mungkin cara kerja otak.
2.Terapkan pengetahuan tentang otak manusia untuk menyusun pikiran.
3.Ciptakan montase yang indah dengan otak Anda.
4.Kemampuan belajar tidak akan berkurang, dan bisa meningkat saat usia bertambah.
5.Belajarlah tentang motorik otak dan cara menggunakannya.
6.Manfaatkan eratnya hubungan antara pembelajaran, ingatan dan kecerdasan.
7.Tingkatkan ingatan dengan menggunakan sistem ingatan.
8.Kembangkan ingatan emosional.
9.Berpikirlah menurut geografi otak.
10. Kembangkan sebanyak mungkin hubungan asosiatif.
11.Libatkan diri dengan kegiatan yang merangsang sebagian besar otak.
12.Biarkan otak menjadi otak.
13.Jagalah kebersihan jiwa.
14.Alihkan perasaan dan emosi untuk kebaikan.
15.Ambillah tindakan aktif untuk mengurangi stres.
16.Belajarlah menyelaraskan diri dengan irama tubuh.
17.Perkuatlah daya perhatian dan konsentrasi Anda.
18.Latihlah kekuatan logika Anda.
19.Kembangkan toleransi terhadap ketidakpastian dan ambiguitas.
20.Kembangkan kekuatan metakognisi (berpikir tentang pikiran).
21.Perkaya mental Anda melalui bacaan yang variatif.
22.Tingkatkan kemampuan sensorik.
23.Pelajari serta perdalam pengetahuan Anda tentang seni dan musik.
24.Buatlah program olahraga yang bertujuan untuk mengasah otak.
25.Tingkatkan keterampilan kendali motorik halus yang melibatkan tangan.
26.Lakukan relaksasi mental secara teratur.
27.Manfaatkan teknologi untuk peningkatan fungsi otak.
28.Berkonsentrasi dan bertindaklah selaras dengan kemampuan alami Anda.

Tak ada kata telat untuk menjadikan otak Anda kembali cemerlang. 28 cara tersebut mungkin bisa jadi cara Anda untuk me-refresh otak Anda, dan mengembalikan stimuli, respon dan ketajaman berpikir Anda terhadap sesuatu hal.
Reff

Belajar Sikap Hidup dari Mursi

Bagaimana gejolak jiwa dan ketegaran Mursi sebelum dan sesudah kudeta militer? Hanya orang khusus dan terdekat saja yang bisa mengungkapkannya.

Dr Najla Mahmud, Istri sang Presiden, bercerita tentang hari-hari sebelum terjadinya kudeta militer. Sang istri berkata, “Di hari-hari yang penuh ujian, tatkala aku masuk ke dalam bilik, kulihat beliau sedang sujud memohon pertolongan Allah. Dia tengah mengadukan hal dirinya dan negaranya, sambil menangis.

Apabila dia hendak tidur, tangisannya masih terdengar, walau dia sudah berada diatas katilnya. Sehingga basahnya umpama mandi.”

Untuk menghibur suaminya, sang istri berkata, “Wahai Mursi, niscaya Allah tak akan membiarkanmu dalam keadaan sedih, dan tidak membiarkanmu tanpa pertolongan dari Allah.”

Perlu diketahui saja, walau Mursi seorang Presiden, dia tinggal di rumah kontrakan biasa saja, dia sendiri yang membayarnya bukan dari uang negara. Dia pun, belum pernah mengambil gajinya sejak menjabat. Ia seorang Muslim yang hapal Al Quran.

Adakah Presiden yang seperti ini?

Staff khusus Mursi mengungkapkan, pada saat kudeta akan terjadi, Menlu dan Dubes Amerika datang menghadap Mursi. Permintaan mereka, Mursi segera menanggalkan kepresidenannya atau tetap jadi presiden namun pedana mentri, kabinet dan pejabat penting diganti sesuai keinginan mereka. Namun Mursi menolak.

Akhirnya utusan tersebut berkata, “Telpon saya ketika kamu sudah dipenjara,”

Melihat gelagat ini, maka Mursi pun membuat pidato rahasia yang pidatonya diposting ke youtube. Ketika Mursi sudah ditangkap, maka postingan pidato Mursi baru tersebar luas di internet.

Dimana keberadaan Mursi sekarang?

Secara valid belum ada yang tahu. Tetapi dari bocoran yang ada, sudah beberapa kali pihak militer mesir memintanya untuk segera mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden.

Mursi pun menolaknya, dengan berkata, “Saya tidak akan menanggalkan kepercayaan yang sudah diberikan rakyat mesir. Lebih baik anda menembak saya dengan peluru daripada melakukan itu.”

Permintaan Mursi pada mereka yang menahannya hanya satu. Yaitu meminta sajadah dan mushaf al-Qur’an saja.

Subhanallah, heroik dan penuh ketenangan..

Rabu, 10 Juli 2013

LUASNYA NERAKA

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
Jibril datang kepada Nabi SAW pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi SAW: 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'

Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.'

Lalu Nabi SAW bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam itu.'

Jawabnya: 'Ya... Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi, niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ke tujuh.

Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur karena sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.

Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'

Nabi SAW bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'

Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (artinya: yaitu yang lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah SAW: 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'

Jawab Jibril:

  • 'Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa AS. serta keluarga Fir'aun namanya Al-Hawiyah.
  • Pintu kedua tempat orang-orang Musyrikin bernama Jahim,
  • Pintu ketiga tempat orang Shobi'in bernama Saqar.
  • Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
  • Pintu kelima orang Yahudi bernama Huthomah.
  • Pintu ke enam tempat orang Nasara bernama Sa'eir.' 
Kemudian Jibril diam sejenak... Segan pada Rasulullah SAW, sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?'

Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat.'

Maka Nabi SAW jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi SAW di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar Nabi SAW bersabda: 'Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?'

Jawabnya: 'Ya, yaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu.'

Kemudian Nabi SAW menangis, Jibrail juga menangis, kemudian Nabi SAW masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar, kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah (dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yang Lalai').

Dari Hadits Qudsi:
Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari-Ku.

Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu: 
  1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
  2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
  3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
  4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
  5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
  6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
  7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
  8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
  9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
  10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
  11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat 
Mudah-mudahan, hal ini dapat menimbulkan keinsyafan kepada kita semua... Wallahu a'lam.

Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 159 :
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk."

KEJADIAN MENGERIKAN DIMANA INI?


KEJADIAN MENGERIKAN DIMANA INI? Bukan dimana-mana, bukan di luar negeri, apalagi di Hongkong, ini terjadi di bumi pertiwi (baca: Indonesia). Inilah tambang #Grasberg, di Tembagapura (Irian). Tambang ini adalah tambang emas TERBESAR di dunia, dan merupakan tambang tembaga KETIGA terbesar di dunia.

Berapa luas dan kedalaman lubang tambang ini? Luas eksplorasi tambang #Grasberg (blok A & blok B) sekitar 212,343 hektar. Luas kedalaman lubangnya MELEBIHI 230 kilometer persegi. Bayangkan saja, lubangnya hingga bisa dilihat dari LUAR ANGKASA.

Emang berapa cadangannya? Tambang #Grasberg memiliki cadangan 2,5 Milyar Ton Metrik. Berdasarkan produksi tahun 2008, tambang #Grasberg dapat memproduksi EMAS 14,58 Ton per-hari, PERAK 55,00 Ton per-hari, dan TEMBAGA 14297,75 Ton per-hari.

Kepemilikan siapa tambang bercadangan luar biasa ini? Tambang emas terbesar di dunia ini milik pemerintah RI 1%, kepemilikan PT Indocopper Investama (swasta) 9% dan kepemilikan PT FREEPORT MCMORAN (Amerika) 90,64%. Mengapa negara cuma dapat 1%? Kalau lebih dari 1% itu ada UDANG DI BALIK BATU.

Tetapi belum selesai hanya sampai disitu (lah, emang ada lagi?). Untuk memenuhi ketamakan dan kerakusan manusia, jauh dibawah permukaan #Grasberg, hingga kedalaman 1.785 meter, terdapat pertambangan bawah tanah TERBESAR di dunia. Dengan jalur TEROWONGAN sepanjang 90 kilometer, dan pekerja sekitar 9.127 orang karyawan.

Dan secara tertulis, ini prosedur rencana pengembangan #Grasberg :
  1. Gunung Bijih Timur (GBT) — Mine life 1980-1994, Production capacity of 28,000 Ton per-hari » SUDAH HABIS
  2. Intermediate Ore Zone (IOZ) — Mine life 1994-2003, dengan production capacity of 10,000 s/d 26,000 Ton per-hari » SUDAH HABIS
  3. Deep Ore Zone (DOZ) — Mine life 2000-2018, dengan production capacity of 25,000 s/d 80,000 Ton per-hari » SEDANG PRODUKSI (dikerat hingga keratan terakhir)
  4. Ertsberg Stockwork Zone (ESZ) — Mine life 2008-2012, dengan production capacity of 35,000 s/d 80,000 Ton per-hari » SEDANG PRODUKSI (dikerat hingga keratan terakhir)
  5. Mill Level Zone (MLZ) — Mine life 2016-2026, dengan production capacity of 35,000 Ton per-hari » SEDANG PENGEMBANGAN (akan dikerat hingga keratan terakhir)
  6. Deep MLZ — Mine life 2021-2042, dengan production capacity of 40,000 s/d 50,000 Ton per-hari » SEDANG PENGEMBANGAN (akan dikerat hingga keratan terakhir) 
Coba tanya, dimana orang-orang yang mengatakan "NKRI HARGA MATI"? Mungkin itu hanya ada di lapangan sepak bola, ketika keluar lapangan, Nasionalisme itu UTOPIA. Dan mengatakan Harga mati terhadap Nasionalisme adalah bentuk KEBODOHAN berfikir yang memang sengaja ditanamkan Barat . Pada buktinya mereka sedang DIJAJAH melalui sistem dan perundangan-undangan yang melegalkan PENJAJAHAN-PENJARAHAN. Sadar dan kini saksikanlah kita belum lepas dari PENJAJAHAN? Kekayaan Alam kita melimpah ruah, tetapi siapa yang nikmatinya ? Mengapa negara ini sejak dulu selalu berkembang dan tidak sekalipun mencapai istilah MAJU? Irian Jaya dengan kekayaan alam berbilyun-bilyun Dollar, mengapa penduduknya tetap saja miskin dan dibodohkan? Wahai pemimpin negara ini, mengapa penjarahan kekayaan negeri ini masih saja dibiarkan? Bagaimana masa depan negeri dan anak-anak cucu kami kelak, jika kekayaan negeri ini telah terkuras habis?

Menyembunyikan Ayat

Islam adalah agama rahmat untuk ummat manusia. Islam bukan agama kekerasan sebagaimana dituduhkan dan difitnahkan oleh Barat. Benar Islam tidak menafikan kekerasan dalam penyebaran agama dan penegakan hukum-hukumnya, tetapi Islam meletakkan kekerasan pada konteks keadilan Islam. 

Ummat islam sering tertipu dengan jargon musuh islam yang menyatakan:” kan islam agama damai, gak suka kekerasan…, jadi ya jangan protes pakai kekerasan jika nabinya di hina, qurannya di hina” protes ya protes saja.

Propaganda tersebut kemudian diamini oleh kelompok Islam yang tidak mau dituduh “mendukung kekerasan” atau “mendukung fundamentalisme”, jadilah tragedi ketika nabi dihina, dengan film, karikatur atau novel,… mereka menyeru ummatnya untuk bersabar dengan alasan mencontoh nabi. Mereka lupa bahwa nabi tidak selamanya tidak menggunakan kekerasan. Nabi menghukum Bani QUraizah yang telah berkhianat menggunakan kekerasan dengan membunuh setiap laki-laki dari bani Quraizah. Banyak kisah nabi yang tegas dan terkait dengan penghinaan yang hukumannya adalah mati, atau nabi mengizinkan sahabatnya membunuh untuk tegaknya keadilan.

Ada juga propaganda bahwa jihad itu tidak harus perang, sekarang ini yang penting adalah jihad melawan hawa nafsu. Mereka kemudian menganggap “ekstrim” kaum muslimin yang bermaksud membahas makna jihad dalam arti syar’i :”berperang di jalan Allah untuk meninggikan kalimah Allah”, mereka kemudian berkutat kepada makna jihad dalam arti bahasa “sunguh-sungguh”, jadilah keluar jargon-jargon “jihad melawan korupsi”, “Jihad melawan kemiskinan”, “jihad melawan kebodohan”, sementara makan jihad sebenarnya menjadi tersembunyi.

Makna jihad seperti dalam QS At Taubah 29:
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”

Menjadi tersembunyi dan tidak pernah di bahas … apalagi diamalkan…,  

Kewajiban jihad seperti dalam QS Al baqarah 216 :
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Menjadi tabu untuk dibicarakan dengan alasan … “dakwah harus lembut … dan santun…“

“Jangan ngomong kekerasan dalam masjid atau majlis taklim…“

JADILAH AYAT-AYAT tersebut menjadi ayat-ayat misteri, ayat-ayat TERSEMBUNYI, ayat-ayat yang harus dihindari…  
  • AL Baqaarah 183 : Ya Ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumusysyiyam …. dibahas panjang lebar di TV, Radio, Koran, Internet, Masjid, Surau dan sebagainya …
  • AL Baqarah 178 : Ya Ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumul Qishash … TERSEMBUNYI atau disembunyikan… kapan dibahas wahai ulama pewaris nabi, ini juga penting ...
  • AL Baqarah 216 : Kutiba ‘alaikuml qital wahuwa kurhullakum…. TERSEMBUNYI… atau disembunyikan…
  • dan jadilah ummat ini selalu disodori yang lembut-lembut…yang santun-santun… karena tidak ingin menyampaikan kekerasan, ajaran-ajaran islam yang tegas banyak dilupakan, disembunyikan, padahal kelak akan diminta pertanggungjawabannya …
  • Ini dia QS AL ANfal 60 , dituduhkan sebagai ayat pemicu terorisme dalam islam… begitu kata Geeert Wilders sutradara Film FITNA….:
  • "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." 
PADAHAL, 
ISLAM ADALAH AGAMA UNTUK SELURUH MANUSIA…
MANUSIA SEJAK SEBELUM DICIPTAKAN SUDAH DIAKUI MALAIKAT ..MAKHLUK YANG SUKA MENUMPAHKAN DARAH..   
Jadi marilah kita jeli terhadap propaganda musuh islam, untuk melemahkan dan  menghancurkan islam dengan cara:
  • Menjauhkan ummat islam dari pemahaman islam yang utuh dan benar
  • Menjauhkan Ummat islam dari penerapan Islam yang lengkap …karena disitu kekuatan Islam
  • Marilah kita renungkan firman Allah Swt AL baqarah 159…
  • Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati..
  • Al Baqarah 174:
  • Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api[109], dan Allah tidak akan berbicara[110] kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih…
Ajakan untuk para dai dan maubaligh agar kita terhindar dari laknat Allah…
DR.Amir Hamzah, MT Reff

Selasa, 09 Juli 2013

37 Kiat Melunakan Hati Kita

Dalam hadist Arba'in Rasulullah bersabda: "... Ketahuilah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging, bila ia baik maka baiklah seluruh jasad itu, dan bila ia rusak maka rusaklah pula seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati" (HR. Bukhari dan Muslim).

Hati bisa menjadi keras karena bermaksiat; bukan hanya karena melakukan dosa besar, namun meremehkan dosa kecil dan mengulang-ulangnya pun dapat mengeraskan hati. Selain itu, hati juga bisa menjadi keras dengan banyak berangan-angan, dan berkumpul dengan orang yang berhati keras akan semakin merusak hati. Kita juga perlu waspada karena banyaknya tertawa juga mengeraskan hati.

Akibat buruk dari hati yang keras antara lain merasa hampa makna dari hal-hal yang kita lakukan. Kenikmatan ibadah dan khusyu' tidak akan bisa dirasakan oleh hati yang keras. Bila Anda pelajar atau penuntut ilmu dan merasa kesulitan untuk faham akan ilmu yang diajarkan, boleh jadi dan sangat mungkin hal tersebut dikarenakan kerasnya hati. Mau tidak mau wajah kita sebagai refleksi hati pun turut serta mempresentasikan hati yang keras dengan raut yang tak kalah kerasnya. Tentu saja orang-orang dan teman kita yang merasakan kerasnya hati kita akan menjauh, baik cepat atau lambat.

Bila di waktu ini, detik ini kita merasa keras hati, lunakkanlah lagi hati dengan:

1.Berdoa kepada Allah memohon dilembutkan hati
Dia-lah yang berkuasa membolak-balikkan hati, mudah bagi Allah membalikkan hati yang keras menjadi lembut. Seberapa besar usaha yang kita lakukan untuk melembutkan hati, tidak akan berhasil bila Allah tidak menghendakinya.

2.Membaca Al Quran dan mentadaburinya
Al Quran adalah bacaan terbaik, mulia, penuh hikmah, dan terjaga kemuliaanya hingga hari kiamat. "Sesungguhnya Al Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia. Pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh). Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan semesta alam"(QS Al Waqiah:77-80). 


 Al Quran berisi kisah-kisah orang terdahulu yang dapat diambil pelajaran di dalamnya. Allah juga menceritakan tentang janji surga dan ancaman tentang neraka di dalam Al Quran. Dengan demikian kita diingatkan kembali hakikat kehidupan ini, tentang masa lalu untuk diambil hikmahnya, tentang masa sekarang dan masa depan di akherat yang menjadikan kita akan merasa yakin dengan janji dan pertolongan Allah pada orang-orang yang bertakwa.

3.Membaca Sirrah Nabawiyah
Sirrah Nabawiyah berkisah tentang kehidupan Rasulullah dari lahir hingga wafat. Di dalamnya kita akan mendapati cerita masa kecil Rasulullah sebagai anak yatim yang mandiri, masa remaja sebagai pemuda yang dipercaya, dan masa kerasulan yang penuh perjuangan, dan ketegaran. Dengan membacanya kita akan mengetahui betapa Rasulullah sangat mencintai kita sebagai umatnya, bagaimanakah dengan kita? Dengan membaca Sirrah Nabawiyah kita dapat mempelajari contoh terbaik kelembutan hati dari Rasulullah yang selalu dibimbing Allah.

4.Memperbanyak dzikir
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram"(QS. Ar Ra'd:28). Janji Allah bagi orang-orang yang berzikir mengingat Nya adalah menentramkan hati. "(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau dududk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka"

5.Mengasihi anak yatim
"Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi shollallohu alaihi wa sallam mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya : sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi."[HR Thobroni, Targhib, Al Albaniy : 254]. 

Seseorang yang mengasihi anak yatim berarti dia memposisikan hati dan dirinya sebagai ayah atau ibu atau saudara bagi mereka. Maka secara naluriah akan terhimpun rasa kasih sayang dan kelembutan hati di dalamnya. Dengan demikian tidak mengherankan bahwa salah satu hikmah menyantuni dan mengasihi anak yatim adalah memlembutkan hati. Dalam hadistnya Rasulullah bersabda "Kasihilah yang ada di bumi maka yg dilangit akan mengasihimu"

6.Saling menasihati dalam kebaikan
Berkumpulah bersama orang-orang sholeh, dan pilihlah orang-orang sholeh sebagai sahabat terbaik kita. Sahabat yang sholeh akan saling menasihati dan mengingatkan dalam kebaikan. Nasehat adalah cinta, begitu dituturkan oleh sahabatku yang sholeh dan baik hati. Bila kita berkumpul dengan orang yang hatinya lembut dan dekat dengan Allah niscaya kita bisa merasakan cinta mereka dalam bentuk nasehat kebaikan yang terus mengingatkan di saat kita lupa, menguatkan di saat lemah untuk kembali kuat berikatan istiqomah di jalan-Nya.

7.Banyak mengingat dosa dan kematian
Dalam upaya melembutkan hati, perbanyaklah mengingat dosa dan kematian. Dengan mengingat akan datangnya kematian, kita akan menyadari bagaimana kesiapan kita menghadapi saat itu. Menyadari kembali dosa kita satu tahun yang lalu, kemudian satu bulan yang lalu, satu minggu yang lalu, satu hari yang lalu, satu jam yang lalu, bagaimana bila dibandingkan kualitas amal kita detik ini. Sadar akan banyaknya dosa dan belum siapnya kita menghadapi kematian mengingatkan kita; sampai kapan kita akan mempertahankan kerasnya hati, apa yang bisa dibanggakan dengan kerasnya hati, mengingatkan akan hilangnya nikmat bermunajat kepada Allah. 


8. Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat.

9. Takut tidak menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti diminta pertanggungjawabannya.

10. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalansyaithan.

11. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah pada diri kita.

12. Takut akan balasan siksa yang segera di dunia, karena maksiat yang kita lakukan.

13. Takut mengakhiri hidup dengan su’ul khatimah.

14. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.

15. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.

16. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita
lakukan.

17. Takut melalui titian yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut
dan lebih tajam dari pedang.

18. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.

19. Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.

20. Takut terhadap nikmat Allah yang kita rasakan siang dan malam sedang kita tidak
bersyukur.

21. Takut tidak diterima amalan-amalan dan ucapan-ucapan kita.

22. Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri.

23. Kekhawatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada
hari timbangan ditegakkan.

24. Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga, suami dan harta
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki
urusan ini kecuali pada Allah.

25. Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya’ ke dalam hati, karena terkadang riya’ itu
memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al Basri rahimahullah
pernah berkata kepada dirinya sendiri. “Berbicaralah engkau wahai diri. Dengan
ucapan orang sholeh, yang qanaah lagi ahli ibadah. Dan engkau melaksanakan amal
orang fasik dan riya’. Demi Allah, ini bukan sifat orang mukhlis”.

26. Jika kita ingin sampai pada derajat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak
seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya.

27. Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan-larangan Allah diremehkan.

28. Ketahuilah bahwa amal sholeh dengan keistiqomahan jauh lebih disukai Allah
daripada amal sholeh yang banyak tetapi tidak istiqomah dengan tetap melakukan
dosa.

29. Ingatlah setiap kita sakit bahwa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat
dan akan menemui Allah dengan amalan yang buruk.

30. Hendaknya ketakutan pada Allah menjadi jalan kita menuju Allah selama kita sehat.

31. Setiap kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran
dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah maka khayalkanlah bahwa kita yang
sedang diusung.

32. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rezeki kita
sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan
menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap
mengumpul-ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun, dan
mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati.

33. Lihatlah dunia dengan pandangan I’tibar (pelajaran) bukan dengan pandangan
mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.

34. Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. Lantas apakah kita
sanggup menghadapi panasnya jahannam?

35. Di antara akhlak wanita mu’minah adalah menasihati sesama mu’minah.

36. Jika kita melihat orang yang lebih besar dari kita, maka muliakanlah dia dan katakankepadanya, “Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal sholeh maka diajauh lebih baik di sisi Allah. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih baiksedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.”

37. Takut akan adzab dan prahara di alam kubur.
Hadis riwayat Aisyah ra. istri Nabi saw.:
Rasulullah saw. bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya

Begitulah, menjaga kondisi hati untuk senantiasa istiqomah berada di jalan Allah, senantiasa bersih dari segala kotoran dan lembut dari segala kekerasan (hati), tidaklah mudah. Kesibukan dan rutinitas kita yang menguras tenaga dan pikiran, serta interaksi yang terus menerus dengan masalah duniawi, jika tidak diimbangi dengan “makanan-makanan” hati, terkadang membuat hati menjadi keras, kering, lalu mati… Padahal sebagai seorang mukmin, dalam melihat berbagai macam persoalan kehidupan, haruslah dengan mata hati yang jernih.

"Ya Allah, Sang Maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini pada ketaatan agamaMu", Amin

30 Cara Melembutkan Hati

Hadis riwayat Aisyah ra. istri Nabi saw.:

Rasulullah saw. bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya

Kita tidak lalai akan do'a yang satu ini :

"Ya Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam Agama-Mu dan dalam Ketaatan kepada-Mu".

Begitulah, menjaga kondisi hati untuk senantiasa istiqomah berada di jalan Allah, senantiasa bersih dari segala kotoran dan lembut dari segala kekerasan (hati), tidaklah mudah. Kesibukan dan rutinitas kita yang menguras tenaga dan pikiran, serta interaksi yang terus menerus dengan masalah duniawi, jika tidak diimbangi dengan "makanan-makanan" hati, terkadang membuat hati menjadi keras, kering, lalu mati... Padahal sebagai seorang mukmin, dalam melihat berbagai macam persoalan kehidupan, haruslah dengan mata hati yang jernih.

Untuk itu, beberapa nashehat berikut patut kita renungi dalam upaya melembutkan hati. Kita hendaknya senantiasa:  

  1. Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat.
  2. Takut tidak menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti diminta pertanggungjawabannya.
  3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syaithan.
  4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah pada diri kita.
  5. Takut akan balasan siksa yang segera di dunia, karena maksiat yang kita lakukan.
  6. Takut mengakhiri hidup dengan su'ul khatimah.
  7. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.
  8. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.
  9. Takut akan adzab dan prahara di alam kubur.
  10. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita lakukan.
  11. Takut melalui titian yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut dan lebih tajam dari pedang.
  12. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.
  13. Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.
  14. Takut terhadap nikmat Allah yang kita rasakan siang dan malam sedang kita tidak bersyukur.
  15. Takut tidak diterima amalan-amalan dan ucapan-ucapan kita.
  16. Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri.
  17. Kekhawatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada hari timbangan ditegakkan.
  18. Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga, suami dan harta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali pada Allah.
  19. Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya' ke dalam hati, karena terkadang riya' itu memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al Basri rahimahullah pernah berkata kepada dirinya sendiri. "Berbicaralah engkau wahai diri. Dengan ucapan orang sholeh, yang qanaah lagi ahli ibadah. Dan engkau melaksanakan amal orang fasik dan riya'. Demi Allah, ini bukan sifat orang mukhlis".
  20. Jika kita ingin sampai pada derajat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya.
  21. Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan-larangan Allah diremehkan.
  22. Ketahuilah bahwa amal sholeh dengan keistiqomahan jauh lebih disukai Allah daripada amal sholeh yang banyak tetapi tidak istiqomah dengan tetap melakukan dosa.
  23. Ingatlah setiap kita sakit bahwa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan menemui Allah dengan amalan yang buruk.
  24. Hendaknya ketakutan pada Allah menjadi jalan kita menuju Allah selama kita sehat.
  25. Setiap kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah maka khayalkanlah bahwa kita yang sedang diusung.
  26. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rezeki kita sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap mengumpul-ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun, dan mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati.
  27. Lihatlah dunia dengan pandangan I'tibar (pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.
  28. Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. Lantas apakah kita sanggup menghadapi panasnya jahannam?
  29. Di antara akhlak wanita mu'minah adalah menasihati sesama mu'minah.
  30.  Jika kita melihat orang yang lebih "besar" dari kita, maka muliakanlah dia dan katakan kepadanya, "Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal shaleh, maka anda jauh lebih baik di sisi ALLAH. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka anda lebih sedikit dosanya dari saya dan anda lebih baik dari saya di sisi ALLAH. "…. ALLAH mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (QS. Asy-Syam [91]: 8, 9, 10). Sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata qalbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat. Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki qalbu yang tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya. Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan. Orang yang bersih hati itu, luar biasa nikmatnya, luar biasa bahagianya, dan luar biasa mulianya. Tidak hanya di dunia ini, tapi juga di akhirat kelak. "Dan sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bersih. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada ALLAH, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar."(QS. At-Taubah [9]: 108 & 119)
Source 

Senin, 08 Juli 2013

Hikmah Ramadhan Wasilah Ketakwaan

Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ragam kebaikan, keutamaan dan keberkahan. 

Pertama: Pada bulan Ramadhanlah puasa diwajibkan atas kaum Muslim sebagai salah satu wasilah untuk meraih ketakwaan (QS al-Baqarah [2] :183). 

Kedua: Ramadhan adalah bulan Alquran karena pada bulan inilah Allah SWT menurunkan Alquran bagi umat manusia; sebagai petunjuk dan penjelas bagi manusia, yang membedakan yang haq dengan yang batil serta menjelaskan jalan petunjuk-Nya (QS al-Baqarah [2] :185).

Ketiga: Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Itulah malam Lailatul Qadar (QS al-Qadar [97]: 1).

Keempat: Pada bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu; sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Jika datang bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Kelima: Allah memberikan keistimewaan kepada umat yang berpuasa Ramadhan dengan menyediakan satu pintu khusus di surga yang dinamai ar-Rayyan. Sabda Nabi SAW, “Pintu ar-Rayyan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berpuasa, bukan untuk selain mereka. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, maka tak ada lagi yang boleh masuk ke dalamnya.” (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Keenam: Puasa Ramadhan adalah perisai penghalang dari godaan hawa nafsu dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka. Rasul SAW bersabda, “Puasa (Ramadhan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR Ahmad dan al-Baihaqi).

Ketujuh: Bau mulut orang yang berpuasa Ramadhan, di sisi Allah pada Hari Kiamat nanti, lebih wangi dari bau minyak kesturi (HR al-Bukhari dan Muslim).

Kedelapan: Allah SWT memberikan dua kebahagiaan bagi ahli puasa, yaitu bahagia saat berbuka dan pada saat bertemu dengan Allah kelak pada Hari Akhir, sebagaimana kata Nabi SAW, “Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan: kala berbuka dan kala bertemu Allah.” (HR Muslim).

Kesembilan: Allah menjauhkan wajah orang yang berpuasa Ramadhan dari siksa api neraka, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) tujuh puluh musim.” (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Nasa`i).

Kesepuluh: Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam (Hadits Nabi SAW melalui penuturan Abdullah bin Umar dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Kesebelas: Allah SWT memberikan balasan langsung kepada orang-orang yang berpuasa, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Setiap amalan Anak Adam, kebaikannya dilipat­gandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Sesung­guhnya, amalan puasa itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya karena (orang yang ber­puasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.’” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Kedua belas: Puasa Ramadhan bisa menjadi kaffarah (penghapus) dosa-dosa hamba. Nabi SAW, bersabda, “Fitnah seseorang terhadap keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya dapat ditebus dengan puasa, shalat, sedekah, serta amar makruf dan nahi mungkar.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Shalat lima waktu, (dari) Jumat ke Jumat, dan (dari) Ramadhan ke Ramadhan, adalah penggugur dosa (seseorang pada masa) di antara waktu tersebut sepanjang ia menjauhi dosa besar.” (HR Muslim).

Rasulullah SAW pun bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan hanya mengharap pahala, dosa­-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR al-Bukhari)

Ketiga belas: Puasa Ramadhan akan memasukkan pelakunya ke dalam surga. Abu Umamah ra pernah berkata kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, perintahlah saya untuk mengerjakan suatu amalan, yang dengannya, saya dimasukkan ke dalam surga.” Beliau bersabda, ‘Berpuasalah, karena (puasa) itu tak ada bandingannya.’” (HR Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, An-Nasa`i dan Ibnu Hibban).

Keempat belas: Puasa Ramadhan akan memberikan kepada pelakunya syafaat pada Hari Kiamat. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat untuk seorang hamba pada Hari Kiamat.” (HR Ahmad dan al-Hakim).

Dengan semua keutamaan di atas, tak selayaknya seorang Muslim menyia-nyiakan bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan datang menghampiri. Mari kita mereguk keutamaan Ramadhan sebanyak-banyaknya.

Menyesali Hijab yang Terbuang


Aku seorang gadis yang baru mekar. Aku cinta kehidupan dan benci kematian. Aku tak segan-segan meninggalkan teman-temanku, tatkala salah seorang dari mereka bercerita tentang peristiwa yang mengenaskan, mati mendadak, atau sakit keras. Aku selalu mengikuti berita tentang fashion dengan menggebu-gebu; aku tidak ingin ketinggalan satu berita pun. Kerudung hitamku tidak ketinggalan zaman, selalu tampak baru dengan gaya pemakaian yang selalu modis. Kadang-kadang kerudung itu kutaruh di pundak bukan di atas kepala, agar perhiasan dan sebagian leher jenjangku kelihatan.

Sedangkan cadarku-mungkin lebih tepatnya disebut cadar fitnah-aku pakai sesuai dengan trend. Banyak orang yang mengkritik cara aku bercadar, namun aku beralasan bahwa tidak ada yang melihat. Kedua mataku yang bercelak aku tampakkan melalui celah lubang cadarku. Aku berjalan diiringi oleh pandangan orang-orang di sekitarku. Aku senang melihat tatapan kagum dan asing dari mereka.

Suatu ketika, aku bepergian ke negeri Barat, aku tidak hanya memperindah cadarku saja, akan tetapi aku melemparkannya di jok tempat dudukku di pesawat.

Di negara itu, pandanganku terasa aneh melihat seorang wanita berhijab, tidak ada satu anggota tubuhnya pun yang tampak, kerudungnya panjang lagi lebar, menutupi seluruh tubuhnya. Aku mendekatinya. Aku mendengar dia berbicara dalam bahasa Arab. Aku heran, aku bertanya-tanya, apakah perempuan ini adalah orang Arab yang bermukim di negeri ini sehingga dia fasih berbicara dengan logat Arab? 

Aku mendekatinya dan bertanya, "Apakah Anda orang Arab?"

"Tidak, aku warga negara Kanada, seorang Muslimah. Aku masuk Islam sejak satu setengah tahun yang lalu. Aku seperti yang kamu lihat, memakai hijab, berjalan dengan kehormatan dan kebanggaanku dengan agama baruku ini," jawabnya.

Aku meraba kepala, mencari hijabku, aku tidak menemukannya. Aku teringat bahwa aku membuangnya di kursi pesawat. Aku terus mengulangi kata-kata ini dalam hatiku, 

" Ya Allah, wahai Tuhanku, wanita asing tidak mengenal dan tidak beriman kepada-Mu kecuali sejak satu setengah tahun yang lalu. Sedangkan aku...kakekku muslim, ayahku muslim, ibuku, saudaraku, bahkan kaumku semuanya muslim. Aku tumbuh di atas ketaatan kepada-Mu, aku dididik di udara yang penduduknya beriman kepada-Mu. Betapa dengan mudahnya aku melepaskan hijabku, sedangkan perempuan itu sangat erat memegangnya."

Reff

Ali bin Abi Thalib dan Lelaki Tua Nasrani


Pada suatu subuh, seperti biasa Ali bin Abi Thalib bergegas dari rumahnya menuju masjid untuk mendirikan salat berjamaah bersama Rasulullah saw dan para sahabat yang lainnya. Namun belum juga jauh Ali keluar rumah, dia menjumpai kendala dalam perjalanannya sehingga membuatnya terlambat tiba di masjid. Yakni seorang kakek tua yang berjalan teramat lambat di depannya. Lambatnya jalan sang kakek membuat langkah Ali pun menjadi melambat. 

Padahal jika melihat lebar jalan yang dilalui, cukup bagi sepupu Rasulullah tersebut untuk mendahului sang kakek. Namun suami Fatimah binti Rasulullah itu tak ingin mendesak dan memaksa untuk mendahului bapak tua itu. Ali begitu menghormati sang kakek karena usianya. Meski tahu akan telat tiba di masjid dan hatinya gelisah lantaran tak bisa berjamaah bersama Rasulullah, Ali tetap bersabar berada di belakang sang kakek. 

Selangkah demi selangkah kakek tua itu berjalan, dan Ali mengikutinya di belakang. Ali menduga jika sang kakek itu adalah seorang muslim. Karena itu dia setia mengikutinya hingga menuju masjid. 

Namun begitu tiba keduanya di depan masjid, Ali terkejut. Kakek tua itu tak masuk ke dalam masjid, melainkan berbelok ke arah yang lain. Ali menyadari jika kakek tua yang diikutinya adalah seorang Nasrani. Tak berpikir panjang, Ali langsung bergegas masuk ke dalam masjid. Bersyukur, Ali masih sempat mengikuti jamaah salat subuh pada rakaat terakhir. 

Ali merasa bersyukur masih dapat berjamaah dengan Rasulullah. Namun dia tak menyadari, sesuatu yang tak biasa juga terjadi terhadap Rasulullah dan para sahabatnya dalam berjamaah salat subuh. 

Seusai salat berjamaah, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Apa yang terjadi, wahai Rasulullah? Tidak seperti biasanya, engkau memperlambat ruku yang terakhir?"

Rasulullah Saw menjawab, "Ketika ruku dan membaca tasbih seperti biasa, aku hendak mengangkat kepalaku untuk berdiri. Tapi Jibril tiba-tiba datang dan ia membebani punggungku hingga lama sekali. Baru setelah dia pergi dan beban itu diangkat, aku bisa mengangkat kepalaku dan berdiri."

"Mengapa bisa begitu, ya Rasulullah?" tanya sahabat yang lain.

"Aku sendiri tak mengetahuinya dan tak bisa menanyakan hal itu kepada Jibril," jawab Rasulullah Saw.

Tak lama, Jibril pun datang kepada Rasulullah saw dan menjelaskan apa yang terjadi. "Wahai Muhammad! Sesungguhnya tadi itu karena Ali tergesa-gesa mengejar salat berjamaah, tapi dia terhalang oleh seorang laki-laki Nasrani tua. Ali menghormatinya dan tak berani mendahului langkah orang tua itu. Ali memberi hak orang tua itu untuk berjalan lebih dulu. Maka, Allah memerintahkanku untuk menetapkanmu dalam keadaan ruku hingga Ali bisa menyusul salat berjamaah bersamamu."

Kemudian Rasulullah Saw mengatakan, "Itulah derajat orang yang memuliakan orang tua, meski orang tua itu seorang Nasrani."

Reff