aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Kamis, 18 Juli 2013

Memahami Mahluk Halus Dengan Ilmu Fisika

Fenomena mahluk halus selalu menarik dibicarakan. Masalah ini diterangkan dalam berbagai sisi keilmuan, menurut agama hingga sains. 

Percaya akan keberadaan mahluk halus memang wajib, namun menyikapi dengan logika sehingga menempatkan mahluk gaib bukan sebagai kultus yang mesti ditakuti, diberi 'makan' atau dikerematkan. Dengan memahami konsep mahluk halus secara ilmu pengetahuan mungkin akan membuat kita lebih berani dan tidak takut berlebihan.

Nah, menurut hukum fisika setidaknya ada 3 teori tentang mahluk halus, yakni: 


1. Hukum Kekekalan Energi
Albert Einstein, sang legenda ilmu fisika pernah membuktikan bahwa segala bentuk energi di alam semesta adalah bersifat konstan. Artinya, energi tidak bisa diciptakan atau dihancurkan. Tahukah kalian, bahwa si dalam diri setiap manusia yang hidup terdapat energi listrik yang memungkinkan jantung tetap berdetak, otak tetap bekerja dan kita tetap bisa bernapas.

Nah ketika manusia mati, energi yang ada dalam tubuhnya tentu saja harus berubah ke bentuk yang lain. Teori yang paling masuk akal adalah energi tersebut kembali ke alam semesta, nah energi elektromagnetis dari manusia mati inilah yang pada konsentrasi tertentu bisa terlihat dalam bentuk-bentuk tertentu. Dan tentu saja kadang masih mengandung materi atau sifat-sifat dari asalnya. Sehingga sering kita mendengar orang-orang seolah melihat sosok orang yang telah meninggal.

2. Hukum Coloumb
Mahluk halus menyimpan energi elektromagnetis negatif (-), sedangkan seperti yang kita tahu, bahwa planet bumi juga mengandung muatan (-). Dan berdasar hukum Coulomb, kita tahu bahwa muatan yang senama bersifat tolak menolak, sedangkan muatan yang berbeda akan saling menarik. Nah karena itulah mahluk halus bersifat saling menolak dengan bumi dan muncullah teori bahwa mahluk halus tidak menapak bumi dikarenakan gaya tersebut.

3. Hukum Panjang Gelombang
Vic Tandy, pakar elektronika dan komputer dari Universitas Coventry mengatakan penglihatan terhadap obyek mahluk halus dipengaruhi oleh gelombang suara infrasonic, atau suara dengan gelombang sangat lemah dan tidak bisa ditangkap oleh telinga manusia. Namun jika terjadi dalam intensitas yang cukup besar, manusia yang peka akan bisa merasakannya.

Ada fakta menarik secara sains soal mahluk halus, seperti misalnya yang dilansir NASA mendukung teori Vic Tandi bahwa mata manusia bereaksi terhadap gelombang nada rendah. Pada panjang gelombang 18 Hertz bola mata manusia mulai bergetar dan sering memunculkan obyek asing yang sering diterjemahkan sebagai mahluk halus.

Efek Misterius Yang Terjadi Pada Otak Saat Puasa

Saat kita berpuasa, tentunya pola makan mengalami perubahan dibanding hari-hari biasa di luar bulan Ramadan. Walhasil, banyak perubahan terjadi pada tubuh. Mulai dari sistem pencernaan hingga otak.

Karena selama puasa ada pelepasan hormon yang mengganggu cara tubuh dalam perubahan makanan menjadi energi, maka mengakibatkan jumlah mitokondria dalam neuron otak (yang memberitahu sinyal lapar) akan meningkat.

Unik, puasa ternyata memberi beberapa manfaat misterius untuk otak. Sebuah studi yang dilakukan National Institute on Aging menunjukkan bahwa pengurangan selang waktu makanan dapat melindungi otak dari penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.

Peneliti menjelaskan, pembatasan diet dapat merangsang produksi neuron baru dari sel induk (neurogenesis) dan dapat meningkatkan plastisitas sinaptik, yang dapat meningkatkan kemampuan otak untuk melawan penuaan dan memulihkan cedera fungsi lanjutan.

Oleh karena itu, meningkatkan interval waktu antara waktu makan dapat bermanfaat bagi otak, bahkan ketika jumlah makanan meningkat dan tak ada penurunan asupan kalori.

Di sisi lain, tingkat gula darah yang rendah selama puasa dapat mengunci otak ke dalam tahapan tidur nyenyak. Puasa meningkatkan kualitas dan mengintensifkan kedalaman tidur. Hal ini akan berdampak baik karena proses perbaikan tubuh dan otak terjadi selama tidur.

Ini sebabnya dua jam tidur selama bulan Ramadan lebih memuaskan dan menyegarkan dibandingkan tidur dalam waktu biasanya.

Mau otak kamu tetap terawat baik? Ya, teruskanlah berpuasa hingga akhir Ramadan.

7 SEBAB KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA RENDAH

Satuan Pendidikan di Indonesia, mulai tahap SD hingga SMA, dianggap masih lemah dalam banyak hal dibanding negara lain. Mulai dari sarana prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan serta kompetensi para lulusannya. 

“Di tingkat SD/MI/SMP dan SMA hampir semua sekolah yang terakreditasi memiliki titik lemah pada standar kelulusan, standar sarana dan prasana dan tenaga pendidik dan kependidikan,” tutur Ketua BAN-S/M, Abdul Mukti, dalam konferensi pers mengenai Analisa Hasil Akreditasi 2008-2012, di Badan Akreditasi Nasional Sekolah, di Gedung Mandikdasmen Kemdikbud, Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Ini ada tujuh penyebab kenapa mutu pendidikan di Indonesia kualitasnya masih begitu rendah.

1. Pembelajaran hanya pada buku paket
Di indonesia telah berganti beberapa kurikulum dari KBK menjadi KTSP. Hampir setiap menteri mengganti kurikulum lama dengan kurikulum yang baru. Namun adakah yang berbeda dari kondisi pembelajaran di sekolah-sekolah? Tidak, karena pembelajaran di sekolah sejak zaman dulu masih memakai kurikulum buku paket. Sejak era 60-70an, pembelajaran di kelas tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Apapun kurikulumnya, guru hanya mengenal buku paket. Materi dalam buku paketlah yang menjadi acuan dan guru tidak mencari sumber referensi lain.

2. Mengajar Satu Arah
Metode pembelajaran yang menjadi favorit guru mungkin hanya satu, yaitu metode berceramah satu arah. Karena berceramah itu mudah dan ringan, tanpa modal, tanpa tenaga, tanpa persiapan yang rumit. Metode ceramah menjadi metode terbanyak yang dipakai guru karena memang hanya itulah metode yang benar-benar dikuasai sebagain besar guru. Pernahkah guru mengajak anak berkeliling sekolahnya untuk belajar ? Pernahkah guru membawa siswanya melakukan percobaan di alam lingkungan sekitar ? Atau pernahkah guru membawa seorang ilmuwan langsung datang di kelas untuk menjelaskan profesinya?

3. Kurangnya Sarana Belajar
Sebenarnya, perhatian pemerintah itu sudah cukup, namun masih kurang cukup. Masih banyak sarana belajar di beberapa sekolah khususnya daerah, tertinggal jauh dibandingkan sarana belajar di sekolah-sekolah yang berada di kota.

4. Aturan yang Mengikat
Ini tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sekolah seharusnya memiliki kurikulum sendiri sesuai dengan karakteristiknya.

5. Guru tak Menanamkan Diskusi Dua Arah
Lihatlah pembelajaran di ruang kelas. Sepertinya sudah diseragamkan. Anak duduk rapi, tangan dilipat di meja, mendengarkan guru menjelaskan. seolah-olah Anak “Dipaksa” mendengar dan mendapatkan informasi sejak pagi sampai siang, belum lagi ada sekolah yang menerapkan Full Days. Anak diajarkan cara menyimak dan mendengarkan penjelasan guru, sementara kompetensi bertanya tak disentuh. Anak-anak dilatih sejak TK untuk diam saat guru menerangkan, untuk mendengarkan guru. Akibatnya Siswa tidak dilatih untuk bertanya. Siswa tidak dibiasakan bertanya, akibatnya siswa tidak berani bertanya. Selesai mengajar, guru meminta anak untuk bertanya. Heninglah suasana kelas. Yang bertanya biasanya anak-anak itu saja.

6. Metode Pertanyaan Terbuka tak Dipakai
Contoh negara yang menggunakan pertanyaan terbuka adalah Finlandia. Dalam setiap ujian, siwa boleh menjawab soal dengan membaca buku. Guru Indonesia belum siap menerapkan ini karena masih kesulitan membuat soal terbuka.

7. Budaya Mencontek
Siswa menyontek itu biasa terjadi. Tapi apakah kita tahu kalau “guru juga menyontek” ? Ini lebih parah. Lihatlah tes-tes yang diikuti guru, tes pegawai negeri yang diikuti guru, menyontek telah menjadi budaya sendiri.
Source

Di Kurikulum 2013, Nilai Rapor Berubah Total

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan jika dalam Kurikulum 2013 nilai rapor siswa akan lebih informatif dan deskriptif. Serta memuat informasi penilaian pada aspek pengetahuan, keterampilan, serta sikap siswa.

"Rapornya akan berubah total, yang pertama perubahannya rapor itu berisi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan, yang selama ini kan yang dominannya pengetahuan," kata Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMPK dan PMP) Syawal Gultom, seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Selasa (16/7/2013).

Maka dari itu, sistem penilaian pun harus berubah. Hal ini karena selama ini penilaian dilakukan dengan tes. Nantinya, dalam kurikulum 2013, penilaian harus nontes, di mana portofolio dan keterampilan harus diamati. Selanjutnya, rapor pada jenjang sekolah dasar (SD) tidak akan berisi angka, namun deskripsi.

"Di SD tidak boleh angka-angka, yang ada deskripsi, kalimat-kalimat, anak ini bisanya apa, kalau tidak mampu kenapa. Apa yang harus diperbaiki pada seorang siswa juga harus ditulis," tambah mantan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) tersebut.

Sementara untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) untuk aspek pengetahuan dan ketrampilan dapat berupa angka. Sedangkan pada aspek sikap harus berupa deskripsi, yaitu hasil observasi.

"Konsistrensi anak dalam disiplin dinilai, disiplin dinilai dari mana? dari kehadiran, disiplin menyerahkan tugas misalnya," lanjut Syawal.

Standar penilaian tersebut akan diatur oleh Kemendikbud. Namun hal tersebut adalah standar minimal, sekolah dapat menambahkan aspek penilaian lainnya. Sedangkan standar penilaian dalam Kurikulum 2013 nantinya akan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud).

"Bagaimana cara menilai sikap dan bagaimana menuangkannya ke dalam rapor itu yang kita atur," kata Kepala Badan PSDMPK dan PMP.
Source

Belajar Menikmati Setiap Episode Hidup

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al-Ashr (103):1-3) 

Alhamdulillaahirabbil'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad waala aalihi washaabihii ajmai'iin, Saudaraku yang budiman, langkah awal agar kita mampu menikmati setiap detik hidup ini, adalah dengan menumbuhkan sikap ridha (rela menerima kenyataan). Kebahagiaan dan kesedihan, keuntungan dan kerugian, akan terasa nikmat dengan sikap ridha. Mengapa demikian?

Kesengsaraan hidup walaupun dihadapi dengan sikap dongkol uring-uringan, keluh kesah, tetap saja kenyataan sudah terjadi. Pendek kata, disesali ataupun tidak, ridha maupun terpaksa, tetap saja kenyataan itu sudah terjadi dan dialami. Jadi, lebih baik hati kita ridha menerimanya.

Tentu saja ridha terhadap kenyataan yang dialami, bukan berarti pasrah total, sehingga tidak bertindak apapun. Itu keliru, ridha itu amalan hati, sedangkan pikiran dan tubuh kita wajib ikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhai Allah. Kondisi hati yang ridha sangat membantu menjadikan proses ikhtiar menjdi positif, optimal dan bermutu.

Saudaraku, orang yang stress adalah orang yang tidak memiliki kesiapan mental menerima kenyataan yang ada. Pikiranya tidak realitis, tidak menerima kenyataan dan tidak berpijak kepadanya. Sibuk menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Sungguh, suatu kesengsaraan dan kepedihan hidup yang dibuat sendiri.

Oleh karena itu, sadarilah hidup kita ini terdiri dari berbagai episode yang tidak monoton. Kenangilah perjalanan hidup anda, ambilah kearifan dari setiap episode yang anda telah lalui. Kenanglah dengan kelapangan dada, dinginnya emosi, dan keikhlasan.   

Tidak ada gunanya menyelimuti kenyataan hidup ini dengan keluh kesah. Itupun tidak menyelesaikan masalah, bahkan menambah luka yang anda alami. Tetapi atasi dengan hati yang ridha, sehingga kita menikmati setiap episode hidup kita sambil berikhtiar memperbaiki kenyataan pada jalan yang Allah ridhai.   
Wallahu'alam bish shawab
Oleh : Aa Gym

Rabu, 17 Juli 2013

Srikandi-Srikandi dalam Sejarah Islam

Mereka adalah perempuan-perempuan yang memiliki peranan penting dalam menegakkan Agama Allah swt. Perjuangan dan kegigihannya dalam menyebarkan kalimat tauhid tidak pernah luntur oleh berbagai macam cobaan dan rintangan. Bahkan nyawapun dipertaruhkan demi mempertahankan kemurnian ajaran Allah swt. dari kesyirikan dan penyesatan orang-orang munafik.

(1) Khodijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Izz bin Qushoy bin Kilab, orang yang pertama kali mengimani Nabi Muhammad ketika belum ada orang yang beriman. Dengan kecerdasan pengetahuan yang dimiliknya, ia meyakinkan Muhammad bahwa makhluk yang mendatanginya adalah malaikat Jibril. Dengan kasih sayang dan kelembutanya, ia menyelimuti Nabi ketika gemetar dan menggigil lantaran menerima wahyu pertama. Dengan kesabarannya selalu menemani Rasulullah diawal masa-masa sulit perjalanan dakwah dan menjadi teman setia disetiap kesulitan yang dihadapi Rasulullah. Tak heran ia mempunyai tempat istimewa di hati Rasulullah, “Demi Allah SWT, tak seorang wanita pun lebih baik darinya. Ia beriman saat semua orang kufur, ia membenarkanku saat manusia mendustaiku, ia melindungiku saat manusia kejam menganiayaku, Allah swt. menganugerahkan anak kepadaku darinya,”.

(2) Fatimah binti Muhammad, Ia seorang putri dari pasangan terbaik (Muhammad dan Khodijah). Seorang wanita yang sangat zuhud dengan kenikmatan duniawi. Sejak kecil ia telah merasakan beratnya dakwah Rasulullah. Tangan kecilnya rela membersihkan kotoran unta dari punggung Rasulullah. Fatimah muda juga merasakan kesulitan yang dialami kaum muslimin lain pada saat pemboikotan kaum kafir, kekurangan makanan sehingga membuatnya sakit. Ketika perang Uhud, ia membersihkan darah yang mengucur dari kepala Rasulullah. Pun kehidupannya setelah menikah dengan Ali, pemuda yang disebut Rasulullah “engkau bagian dariku, dan aku bagian darimu”. Terbiasa bekerja sendiri, menggiling tepung sampai berbekas pada tangannya, memanggul air sampai berbekas di punggungnya, seringnya membersihkan rumah hingga pakaiannya penuh debu dan seringnya menyalakan tungku membuat pakaiannya penuh arang.

(3) Maryam binti Imran, nama dan kisahnya diabadikan dalam Al-Qur`an. wanita suci yang selalu menjaga dirinya dan senantiasa beribadah kepada Allah.. Hingga pada akhirnya malaikat Jibril datang sebagai utusan Allah untuk menganugerahi Maryam seorang anak laki-laki. “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina”, jawab Maryam. Memiliki anak yang seharusnya menjadi kebahagiaan justru menjadi ujian bagi seorang Maryam. Ia mengandung tanpa seorang suami. Ia pergi mengasingkan diri di tempat yang jauh. Hingga Allah menunjukkan kekuasaannya. Isa, bayi kecil Maryam dapat berbicara. “Dia (Isa) berkata: ‘Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberi kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi”

(4) Asiyah binti Muzahimah. Sabar dan teguh pendirian menghadapi suaminya sendiri sombong dan zalim, raja Firaun yang menyebut dirinya adalah tuhan. ketika istrinya sendiri ternyata beriman dan menyembah Allah, Firaun mengancam akan menyiksanya namun hal itu tidak menggetarkan keimanan Asiyah. Maka dengan murka Firaun memulai menimpakan siksaan pada Asiyah. Fir’aun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut, kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan Firaun. Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar. Pada siksaan ini apakah Asiyah menyerah? Tidak. Wanita mulia ini tetap dengan keteguhan imannya kemudian berdoa pada Allah.

Terlepas dari perdebatan para ulama’ mengenai sosok perempuan untuk ikut serta berkancah dalam ruang puplik, Nabi Muhammad sendiri mengakui dan sumbangsih dan peranan yang mereka berikan, bahkan Nabi melabelkan gelar dengan julukan “wanita-wanita terbaik dijagad raya”. Nabi bersabda:

“Ada empat perempuan terbaik dijagad raya ini; Maryam binti Imron, Khodijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, dan Asiyah istrinya Fir`aun” (HR. Ahmad, Atthobari dan Ibu Jarir)

Bukan hanya itu, nabi juga menjanjikan tiket surga kepada 4 srikandi tersebut pun dengan kelas“VIP” sebagi penduduk ahli surga.

“ dari Ibnu Abbas ra : “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, pernah membuat empat garis diatas tanah dan bertanya Tahukah kalian apakah garis ini? Mereka berkata Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Wanita-wanita penduduk surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwalid, Fatimah Binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiah binti Muzahim istri Fir’aun ”.
Pada masa nabi, juga banyak perempuan yang berjuang membela nabi Muhammad, bahkan ikut mengibaskan pedangnya melawan orang-orang kafir di medan pertempuran. Semisal Nusaibah si Jago Pedang, Khaulah binti Azur sang Ksatria Berkuda Hitam, dan Nailah si Cantik yang Pemberani. Well, jangan pernah memandang sebelah mata pada sosok perempuan.
Reff

Internet Sehat dan Aman Untuk Keluarga

Kehadiran internet sebagai hasil kecanggihan teknologi kini kian menjadi kebutuhan. Internet bisa dimanfaatkan setiap waktu. Dimana saja, oleh siapa saja dan dapat digunakan untuk menunjang beragam aktivitas.

Menurut kementrian Kominfo, tahun 2011 Indonesia menempati posisi ke-3 sebagai pengguna internet terbanyak di dunia. Yaitu 55 juta orang setelah Amerika Serikat dan India. Namun sayangnya, masih banyak pengguna internet yang belum optimal dalam memanfaatkan media digital ini.

Sebagian masih menggunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Semisal mengakses situs yang berbau pornografi. Selain itu ada juga yang melakukan kejahatan di dunia maya, seperti cyber bulliying. Yaitu tindakan pelecehan dan intimidasi melalui media internet. Ada juga para sexual predator yang mengincar anak-anak dan remaja. Mereka umumnya orang dewasa yang memanipulasi foto dan data pribadi, menyesuaikan dengan calon korbannya.

Oleh karena itu penting bagi orang tua mengingatkan putra-putrinya untuk berhati-hati ketika mereka berkenalan di dunia maya. Apalagi bila teman baru tersebut mengajak bertemu langsung di suatu tempat. Sudah banyak kasus menghilangnya seorang anak setelah bertemu dengan teman mayanya.

Internet memang merupakan penyaji informasi yang sangat luas. Namun tidak berarti semua informasi yang disajikan benar dan bermanfaat. Demikianlah, kecanggihan teknologi memang tidak melulu bernilai positif. Tetapi bisa juga berdampak buruk.

Oleh karena itu sebagai orang tua kita harus waspada dan berperan aktif dalam mengawasi aktivitas berinternet anggota keluarga. Utamanya tentu saja anak dan remaja kita yang saat ini memang sudah akrab dengan aktivitas di dunia maya. Selain memanfaatkan internet untuk menunjang kegiatan belajarnya, mereka juga kebanyakan pengguna sosial media seperti facebook dan twitter.

Idealnya orang tualah yang memperkenalkan internet kepada anak. Menerangkan sisi baik dan buruknya sesuai usia anak. Begitu pula dalam berinteraksi di dunia maya. Sopan santun dan etika di dunia nyata harus tetap diberlakukan dalam dunia maya. Jangan sampai terprovokasi untuk saling membulli dan menghindari menulis status atau komentar yang menyangkut sara atau bernada rasis.

Orang tua juga harus mengingatkan anak untuk tidak memberikan informasi atau data pribadi secara mendetail. Hindari mencantumkan nomor ponsel dan data pribadi orang tua. Ingatkan juga agar anak tidak sembarangan mengunggah foto atau video pribadi maupun orang lain yang melanggar etika atau norma kesusilaan.

Sebagai orang tua kita juga harus tanggap melihat perubahan prilaku anak dan remaja yang ditimbulkan akibat penyalah gunaan internet. Jangan sampai kita terlambat mengetahui bila misalnya mereka menjadi korban atau pelaku bulliying, kecanduan game on line atau menyimpan video yang tidak layak dikonsumsi oleh anak dan remaja.

Membatasi penggunaan internet di rumah dengan menyimpan pasword dan memblokir situs-situs dewasa bisa saja dilakukan. Tetapi yang lebih penting adalah membentengi anggota keluarga dengan nilai-nilai agama sebagai bekal atau tameng dalam menghadapi godaan atau kejahatan yang mengintai di dunia maya.

Beri pengertian pada anggota keluarga, bahwa teknologi dibuat untuk memudahkan hidup manusia. Tetapi ingatlah bahwa agama yang akan menyelamatkan hidup kita. Karena setiap aktivitas di dunia maya tidak akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat maya, melainkan tetap diakhirat yang sesungguhnya..

Dengan demikian, walaupun kita tidak bisa selalu mendampingi anak dalam berinternet, diharapkan mereka sudah memiliki rambu-rambu ketika berselancar di dunia maya. Sehingga dimanapun anak mengakses internet, mereka sudah memiliki pengetahuan bagaimana berinternet dengan sehat dan aman. Sehingga mereka tidak tergoda berkeliaran membuka situs-situs dewasa.

Namun, tidak semua orang tua melek teknologi dan informasi. Masih banyak diantara kita para orang tua yang gagap teknologi. Tetapi hal tersebut jangan sampai membuat kita tak acuh dan tidak perduli pada aktivitas berinternet anak.

Oleh karena itu diperlukan sosialisasi berinternet yang tidak saja sehat tetapi juga aman oleh pihak-pihak terkait. Dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan anak dan remaja lebih berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya. Materi tentang berinternet yang sehat dan aman juga tentunya dibutuhkan oleh para guru dan kami orang tua.

Sedangkan bagi anak dan remaja diharapkan mereka yang umumnya berstatus siswa atau pelajar ini akan lebih optimal dalam memanfaatkan fungsi internet. Selain menambah pengetahuan dan wawasan mereka juga dapat menyalurkan hobby atau minatnya dalam hal tulis menulis. Mereka bisa belajar dan berlatih menulis pada blog pribadi atau memanfaatkan fasilitas “notes” pada facebook. Untuk anggota keluarga yang sudah berstatus mahasiswa bisa mengirim artikel ke situs berita on line, sosial blog, atau ke surat kabar. Untuk yang mempunyai bisnis juga bisa berjualan on line dan kegiatan lainnya yang bermanfaat dan mempunyai nilai tambah.

Pada dasarnya sebuah teknologi dibuat untuk memberi manfaat pada manusia. Namun jangan sampai kehadirannya justru menjauhkan hubungan antar sesama anggota keluarga, karena selalu fokus berinternet melaui gadget masing-masing. Belum lagi dampaknya bagi mata, bila terlalu lama berasyik ria dihadapan layar gadget. Terlebih bagi anak-anak. Tak heran bila hari ini banyak anak usia sekolah dasar yang sudah harus berkaca mata akibat terlalu lama beraktivitas di depan layar komputer, laptop atau handphone.

Oleh karena itu batasilah penggunaan internet atau aktivitas di depan komputer atau laptop dengan melakukan kegiatan outdoor. Misalnya bermain bola, bersepeda, membaca, melukis dan sebagainya. Sesekali luangkan waktu tanpa berinternet agar dapat bercengkrama antar anggota keluarga. Jika tidak bisa, boleh-boleh saja berinteraksi secara intens di dunia maya melalui media internet. Tetapi tetap jangan lupakan kehidupan nyata dan orang-orang dekat disekeliling kita.

Demikianlah semoga menjadi kepedulian kita semua dan selamat berinternet sehat dan aman.
Sumber:

Paradigma Pendidikan Indonesia Abad Ke-21

Dari jaman ke jaman, pendidikan muncul dalam berbagai bentuk dan paham. Dilihat dari sejarahnya, Pendidikan Indonesia dapat dibagi secara urutan waktu kurang lebih sebagai berikut: (a) jaman pra-kolonial: masa prasejarah dan masa sejarah, (b) jaman kolonial ketika sistem pendidikan ‘modern’ dari Eropa diperkenalkan, dan (c) jaman kemerdekaan RI yang berlangsung hingga sekarang. Masing-masing jaman memiliki corak dan bentuk tersendiri.

Memasuki abad ke-21 sekarang ini, Pendidikan Indonesia dihadapkan dengan sejumlah tantangan dan peluang, yang tentunya berbeda dengan jaman-jaman sebelumnya. Guna mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dan dinamika perubahan yang sedang dan akan terus berlangsung di Abad ke-21 ini, Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP), pada tahun 2010 telah berupaya mengkonsepsikan pendidikan Indonesia untuk abad ke-21, yang dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul “PARADIGMA PENDIDIKAN NASIONAL ABAD XXI”. Buku ini disusun oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu.

Salah satu topik yang dibahas dalam buku ini adalah tentang perubahan paradigma pembelajaran pada Abad ke-21 sebagaimana tampak dalam tabel berikut ini:

1.  Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa
Jika dahulu biasanya yang terjadi adalah guru berbicara dan siswa mendengar, menyimak, dan menulis – maka saat ini guru harus lebih banyak mendengarkan siswanya saling berinteraksi, berargumen, berdebat, dan berkolaborasi. Fungsi guru dari pengajar berubah dengan sendirinya menjadi fasilitator bagi siswa-siswanya.

2. Dari satu arah menuju interaktif
Jika dahulu mekanisme pembelajaran yang terjadi adalah satu arah dari guru ke siswa, maka saat ini harus terdapat interaksi yang cukup antara guru dan siswa dalam berbagai bentuk komunikasinya. Guru berusaha membuat kelas semenarik mungkin melalui berbagai pendekatan interaksi yang dipersiapkan dan dikelola.

3. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring
Jika dahulu siswa hanya dapat bertanya pada guru dan berguru pada buku yang ada di dalam kelas semata, maka sekarang ini yang bersangkutan dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh via internet.

4. Dari pasif menuju aktif-menyelidiki
Jika dahulu siswa diminta untuk pasif saja mendengarkan dan menyimak baik-baik apa yang disampaikan gurunya agar mengerti, maka sekarang disarankan agar siswa harus lebih aktif dengan cara memberikan berbagai pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya.

5. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata
Jika dahulu contoh-contoh yang diberikan guru kepada siswanya kebanyakan bersifat artifisial, maka saat ini sang guru harus dapat memberikan contoh-contoh yang sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari dan relevan dengan bahan yang diajarkan.

6. Dari pribadi menuju pembelajaran berbasis tim
Jika dahulu proses pembelajaran lebih bersifat personal atau berbasiskan masing-masing individu, maka yang harus dikembangkan saat ini adalah model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama antar individu.

7. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan
Jika dahulu ilmu atau materi yang diajarkan lebih bersifat umum (semua materi yang dianggap perlu diberikan), maka saat ini harus dipilih benar-benar ilmu atau materi yang benar-benar relevan untuk ditekuni dan diperdalam secara sungguh-sungguh (hanya materi yang relevan bagi kehidupan sang siswa yang diberikan).

8. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru
Jika dahulu siswa hanya menggunakan sebagian panca inderanya dalam menangkap materi yang diajarkan guru (mata dan telinga), maka saat ini seluruh panca indera dan komponen jasmani-rohani harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran (kognitif, afektif, dan psikomotorik).

9. Dari alat tunggal menuju alat multimedia
Jika dahulu ilmu guru hanya mengandalkan papan tulis untuk mengajar, maka saat ini diharapkan guru dapat menggunakan beranekaragam peralatan dan teknologi pendidikan yang tersedia – baik yang bersifat konvensional maupun moderen.

10. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif
Jika dahulu siswa harus selalu setuju dengan pendapat guru dan tidak boleh sama sekali menentangnya, maka saat ini harus ada dialog antar guru dan siswa untuk mencapai kesepakatan bersama.

11. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan
Jika dahulu seluruh siswa tanpa kecuali memperoleh bahan atau konten materi yang sama, maka sekarang ini setiap siswa berhak untuk mendapatkan konten sesuai dengan ketertarikan atau keunikan potensi yang dimilikinya.

12. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak
Jika dahulu siswa harus secara seragam mengikuti sebuah cara dalam berproses maka yang harus ditonjolkan saat ini justru adanya keberagaman inisiatif yang timbul dari masing-masing individu.

13. Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak
Jika dahulu siswa hanya mempelajari sebuah materi atau fenomena dari satu sisi pandang ilmu, maka saat ini konteks pemahaman akan jauh lebih baik dimengerti melalui pendekatan pengetahuan multi disiplin.

14. Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan
Jika dahulu seluruh kontrol dan kendali kelas ada pada sang guru, maka sekarang ini siswa diberi kepercayaan untuk bertanggung jawab atas pekerjaan dan aktivitasnyamasing-masing.

15. Dari pemikiran faktual menuju kritis
Jika dahulu hal-hal yang dibahas di dalam kelas lebih bersifat faktual, maka sekarang ini harus dikembangkan pembahasan terhadap berbagai hal yang membutuhkan pemikiran kreatif dan kritis untuk menyelesaikannya.

16. Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan
Jika dahulu yang terjadi di dalam kelas adalah “pemindahan” ilmu dari guru ke siswa, maka dalam abad moderen ini yang terjadi di kelas adalah pertukaran pengetahuan antara guru dan siswa maupun antara siswa dengan sesamanya.

Buku ini tampaknya menjadi referensi wajib bagi setiap insan Indonesia yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan dengan dunia pendidikan kita. Bagi Anda yang belum memiliki buku tersebut silahkan download melalui tautan di bawah ini:

PARADIGMA PENDIDIKAN NASIONAL ABAD XXI

Refleksi: Menurut Anda, perubahan apa yang paling penting dan mendasar dalam pendidikan kita guna menghadapi abad ke-21?
Sumber : http://akhmadsudrajat.wordpress.com

Laut Mati, Tempat Kaum Sodom menuai Azab

Laut mati, terkenal juga dengan sebutan Laut Asin. Laut ini mengandung kadar garam dan mineral yang sangat tinggi. Maka dari itu, laut ini juga dikenal sebagai tempat penyembuhan.

Seperti yang kami kutip dari merdeka.com, laut yang terletak di Timur Tengah ini selalu ramai pengunjung tiap tahun. Kehebatan lainnya adalah Anda bisa melakukan spa, bermacam terapi dan relaksasi alami di sana. Jika pun berenang, Anda tidak akan pernah tenggelam.

Dengan ketinggian 400 meter di bawah permukaan laut, Laut Mati adalah permukaan terendah di bumi. Sebenarnya, lebih tepat disebut sebagai danau daripada laut karena airnya berasal dari Sungai Yordania.

Kadar garam dalam danau ini tujuh kali lebih asin daripada kadar garam di laut manapun di bumi. tidak ada kehidupan yang dapat hidup di airnya.

Menurut literatur Islam dan Alkitab, Laut Mati dulunya adalah situs dari kota kuno bernama Sodom, rumah dari Nabi Luth AS. Alquran menggambarkan orang-orang Sodom sebagai orang yang licik, keji, dan kejam yang tidak menerima ajaran Allah. Mereka adalah para pembunuh, perampok, dan juga melakukan hubungan badan sesama jenis. Nabi Luth berdiri di jalan Allah, namun istrinya pun tidak percaya akan Allah.

Melihat hal itu, Allah menghukum orang Sodom akan kezaliman mereka. Dalam Alquran Surat Hud ayat 82-83 dijelaskan:

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang di atas ke bawah (dibalikkan) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.”

Situs akan hukuman Allah SWT pada Kaum Nabi Luth kini adalah Laut Mati, berdiri sebagai simbol kehancuran.

Ketika Anda mengunjungi Laut Mati, sangat dianjurkan untuk mengenang Nabi Luth atas keberaniannya menegakkan ajaran Allah SWT di tengah-tengah warga yang zalim. Seperti yang dijelaskan di Alquran Surat Al Anbiya ayat 74-75:

“Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik. Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang yang saleh.”

Kartini Tak Ada Apa-apanya Dibanding Tokoh Pejuang Wanita Islam

Kartini. Namanya demikian terkenal, sampai-sampai tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini. Padahal jika dibandingkan dengan sejumlah tokoh wanita Islam lainnya, seperti Rahmah el Yunusiah, Cut Nyak Dien, HR Rasuna Said, dan Dewi Sartika, kontribusi Kartini untuk perjuangan wanita, terutama wanita Islam, tidaklah seberapa.

Semasa hidupnya, Kartini hanya melakukan surat-menyurat (korespondensi) yang kental dengan wacana pluralisme, kebatinan dan sejenisnya. Sebenarnya, tidak ada nilai lebih yang bisa dibangakan dari seorang Kartini selain opini yang dikembangkan bahwa ia ingin mengangkat harkat dan derajat wanita di jamannya.

Tokoh Kartini ini pulalah yang kini dijadikan sebagai penyemangat perjuangan kesetaraan gender. Kalangan Liberal menjadikannya sebagai ikon. Padalah semasa hidupnya, Kartini justru melakukan apa yang sangat ditentang oleh kalangan liberal. Kartini mau ddijadikan istri ketiga oleh Bupati Rembang.

Bagimana sebenarnya sosok Kartini dan mengapa ia sedemikian dijadikan sebagai ikon perjuangan perempuan?. Reporter Suara Islam Online, Mesyah Achreini, mewawancarai seorang jurnalis muslim sekaligus penulis produktif yang menggeluti dunia Freemasonry, Artawijaya. Berikut petikannya:

Kenapa Kartini bisa menjadi sebagai ikon pahlawan perempuan padahal Kartini tidak berjuang apa-apa ?

Kartini hanya sekedar berwacana, surat-menyurat yang kental dengan pluralisme kebatinan dll. Ini berbeda jauh dengan tokoh-tokoh pejuang kita seperti Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika,yang benar-benar berkontribusi terhadap perjuangan Islam.

Kartini tidak pernah mendirikan sekolah, sementara Rahmah El Yunusiah mendirikan sekolah, Rohana Kudus juga mendirikan sekolah perempuan. Dibanding mereka Kartini tidak ada apa-apanya. Ini hanya digunakan oleh kaum kolonialis sebagai ikon wanita Indonesia.

Adakah surat-surat Kartini yang memojokkan Islam?. Seperti kata bapak, Kartini tidak anti Islam tetapi juga tidak membela Islam?

Dalam buku saya yaitu Jaringan Yahudi Nusantara, saya tidak mengatakan ia anti Islam, tetapi pemikiran-pemikiran dia sangat bersebreangan jauh dengan aqidah Islam. Seperti mengatakan semua agama sama, agama yang sesungguhnya adalah agama kebatinan, ini sangat bertentangan dengan aqidah Islam. Surat-menyurat ini resmi ada dalam dokumen-dokumen sejarah, bukan karangan atau diada-adakan tapi memang pemikirannya sangat pluralisme.

Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” itu memang isinya curahan isi hati Kartini atau buku itu memang didisain untuk menghancurkan Indonesia di kemudian hari ?

Kita tahu ruh dari surat-surat Kartini itu. Artinya surat-surat Kartini itu sebenarnya Kartini berkoresponden kepada sahabat-sahabatnya yang semuanya Yahudi. Tadi kan ada wacana jangan-jangan buku itu bukan isi dari Kartini tetapi orang-orang kolonial yang membuat. Tapi fakta sejarah menunjukkan tulisan-tulisan itulah yang ada. Apakah itu buatan orang selain Kartini kita memang tidak punya bukti. Yang kita tahu surat-surat itu yang bikin dia.

Adakah hubungannya ikon Kartini dengan RUU KKG yang sekarang sedang diperdebatkan ?

Kartini kan dijadikan ikon sebagai perjuangan perempuan Indonesia. ini. Seperti kenapa laki-laki bisa sekolah kenapa perempuan nggak, gitu ya sebagai hegemoni saja. Jika RUU KKG ini digulirkan, seolah-olah dia semangat perjuangan Kartini.

Ada sekelompok liberal mengatakan saya tidak setuju jika dalam buku pelajaran kita berbunyi “ibu sedang memasak, ayah membaca koran" seolah-olah laki-laki itu santai perempuan bekerja. Spirit Kartini adalah semangat emansipasi sekuler. Suara Islam perlu mengangkat. Dibanding Kartini lebih banyak pejuang-pejuang wanita Islam di Indonesia yang perjuangannya nyata konkrit seperti Rohana Kudus, Rahma El Yunusiah dia buat sekolah khusus Diniyah Putri. Memang ada dulu Kartini School, ini dulu yang bikin orang Belanda, dan dibuat setelah Kartini meninggal. 
Reff