aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Selasa, 03 September 2013

Ilmu Melebihi Kekuasaan

Suatu hari Khalifah Abbasiyah Harun Ar Rasyid pergi haji kemudian berziarah ke Masjid Nabawi dan sangat ingin bertemu serta belajar kepada Imam Malik bin Anas, imam mazhab terkemuka. 

Dari tempat menginap, Ia mengirim utusan untuk menyampaikan keinginannya untuk belajar dan memohon agar Imam Malik berkenan menemuinya. Namun Imam Malik bin Anas tidak mau memenuhinya.

Imam Malik menyampaikan pesan agar Amirul Mu’minin sebagai penuntut ilmu yang datang ke majelisnya. Khalifah menuruti permintaan untuk berkunjung ke tempat Imam Malik bin Anas mengajar, namun memohon agar majelis ilmunya kosong dari orang lain.

Imam Malik menolak permintaan itu seraya berkata, “Jika ilmu tidak diberikan kepada orang umum, maka tak berguna ilmu bagi orang khusus!”

Ada dua hikmah dari penolakan Imam Malik bin Anas terhadap permintaan Khalifah.

Pertama, mengingatkan bahwa meskipun seorang Khalifah mendapat mandat kekuasaan yang besar--atas nama Allah pula--namun kekuasaan itu tak dapat menundukkan ketinggian ilmu. Malaikat bersujud kepada Adam setelah mengetahui ilmu Adam lebih tinggi daripada pengetahuan Malaikat.

Demikian juga kekuasaan Jin terkalahkan oleh Asyif Barchoya ahli Ilmu Nabi Sulaeman yang mampu lebih cepat memindahkan singgasana. Kekuasaaan Namrud ditundukkan oleh ilmu dan argumentasi Ibrahim tentang berhala besar yang menghancurkan berhala-berhala kecil. Semuanya itu merupakan bukti akan ketinggian ilmu.

Kedua, dapat saja Khalifah belajar secara private, namun pilihan Imam Malik adalah Majelis yakni belajar bersama sama dengan yang lain. Di samping status penuntut ilmu itu sama, juga “majelis ilmu” jauh lebih bermashlahat. Berjamaah lebih berkah daripada munfarid.

Secara interelasi, belajar bersama akan menumbuhkan sikap saling memotivasi dan mengoreksi. Sementara secara transendental belajar bersama-sama itu digaransi untuk mendapat bantuan do’a dari Malaikat.

Kekuasaan yang di dalamnya ada unsur pengaruh, tekanan, atau pula uang, sering digunakan untuk menggiring kaum berilmu tunduk dan patuh pada kemauan kekuasaan tersebut. Karenanya tak jarang kaum intelektual ataupun ulama suka merendahkan dirinya untuk mendatangi atau mendekat-dekatkan diri dengan para penguasa.

Dalam bahasa umum sering disebut dengan pelacur intelektual atau dalam bahasa Nabi disebut lisun (pencuri). Mereka membungkuk-bungkuk dan selalu siap untuk memberi stempel kepada setiap kemauan pejabat negara.

Kisah lainnya, Khalifah Adhudiddaulah mengutus Qadhi Abubakar Al Baqilani untuk menyampaikan surat kepada Kaisar Romawi. Ketika tiba di ibukota, Kaisar mengetahui utusan ini adalah ulama dengan ilmu dan martabat yang tinggi.

Kaisar berfikir tentang penyambutan. Tak mungkin ia memandang Qadhi Abubakar Al Baqilani seperti rakyat biasa yang harus mencium tanah jika menghadap Kaisar sebagai penghormatan. Akan tetapi di sisi lain dia tidak ingin siapapun yang menghadap kepadanya tidak menunjukkan kerendahan dirinya dihadapan Kaisar.

Maka solusi ditemukan. Dipindahkannya tempat duduk yang biasa digunakan untuk menyambut tamu di belakang pintu. Dirancang sedemikian rupa agar tamunya Qadhi Al Baqilani ketika memasuki ruangan terpaksa harus membungkuk berjalan menuju Kaisar.

Ketika tiba sang tamu, maka Qadhi Abubakar Al Baqilani ternyata memutar punggungnya dan membungkukkan tubuhnya lalu berjalan mundur dengan membelakangi arah tempat duduk Kaisar hingga sampai dihadapannya. Kemudian baru berdiri tegak dan berbalik kepadanya. Disampaikanlah maksud kedatangannya.

Kaisar Romawi mengagumi kecerdikan dan penghargaan diri terhadap status pemangku ilmu sang Qadhi.

Seperti dijanjikan dalam Alquran, Allah SWT akan meninggikan derajat orang yang berilmu. Orang alim hanya takut kepada Allah. Karenanya sebagai pemangku ilmu Allah, ulama sudah seharusnya menjaga wibawa keilmuannya.

Dibalik Sebuah Prasangka

Di sebuah negeri zaman dulu kala, seorang pelayan raja tampak gelisah. Ia bingung kenapa raja tidak pernah adil terhadap dirinya. Hampir tiap hari, secara bergantian, pelayan-pelayan lain dapat hadiah. Mulai dari cincin, kalung, uang emas, hingga perabot antik. Sementara dirinya tidak.

Hanya dalam beberapa bulan, hampir semua pelayan berubah kaya. Ada yang mulai membiasakan diri berpakaian sutera. Ada yang memakai cincin di dua jari manis, kiri dan kanan. Dan, hampir tak seorang pun yang datang ke istana dengan berjalan kaki seperti dulu. Semuanya datang dengan kendaraan. Mulai dari berkuda, hingga dilengkapi dengan kereta dan kusirnya.

Ada perubahan lain. Para pelayan yang sebelumnya betah berlama-lama di istana, mulai pulang cepat. Begitu pun dengan kedatangan yang tidak sepagi dulu. Tampaknya, mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing.

Cuma satu pelayan yang masih miskin. Anehnya, tak ada penjelasan sedikit pun dari raja. Kenapa beliau begitu tega, justru kepada pelayannya yang paling setia. Kalau yang lain mulai enggan mencuci baju dalam raja, si pelayan miskin ini selalu bisa.

Hingga suatu hari, kegelisahannya tak lagi terbendung. “Rajaku yang terhormat!” ucapnya sambil bersimpuh. Sang raja pun mulai memperhatikan. “Saya mau undur diri dari pekerjaan ini,” sambungnya tanpa ragu. Tapi, ia tak berani menatap wajah sang raja. Ia mengira, sang raja akan mencacinya, memarahinya, bahkan menghukumnya. Lama ia tunggu.

“Kenapa kamu ingin undur diri, pelayanku?” ucap sang raja kemudian. Si pelayan miskin itu diam. Tapi, ia harus bertarung melawan takutnya. Kapan lagi ia bisa mengeluarkan isi hati yang sudah tak lagi terbendung. “Maafkan saya, raja. Menurut saya, raja sudah tidak adil!” jelas si pelayan, lepas. Dan ia pun pasrah menanti titah baginda raja. Ia yakin, raja akan membunuhnya.

Lama ia menunggu. Tapi, tak sepatah kata pun keluar dari mulut raja. Pelan, si pelayan miskin ini memberanikan diri untuk mendongak. Dan ia pun terkejut. Ternyata, sang raja menangis. Air matanya menitik.

Beberapa hari setelah itu, raja dikabarkan wafat. Seorang kurir istana menyampaikan sepucuk surat ke sang pelayan miskin. Dengan penasaran, ia mulai membaca, “Aku sayang kamu, pelayanku. Aku hanya ingin selalu dekat denganmu. Aku tak ingin ada penghalang antara kita. Tapi, kalau kau terjemahkan cintaku dalam bentuk benda, kuserahkan separuh istanaku untukmu. Ambillah. Itulah wujud sebagian kecil sayangku atas kesetiaan dan ketaatanmu.”


*******
Betapa hidup itu memberikan warna-warni yang beraneka ragam. Ada susah, ada senang. Ada tawa, ada tangis. Ada suasana mudah. Dan, tak jarang sulit.

Sayangnya, tak semua hamba-hamba Yang Maha Diraja bisa meluruskan sangka. Ada kegundahan di situ. Kenapa kesetiaan yang selama ini tercurah, siang dan malam; tak pernah membuahkan bahagia. Kenapa yang setia dan taat pada Raja, tak dapat apa pun. Sementara yang main-main bisa begitu kaya.

Karena itu, kenapa tidak kita coba untuk sesekali menatap ‘wajah’Nya. Pandangi cinta-Nya dalam keharmonisan alam raya yang tak pernah jenuh melayani hidup manusia, menghantarkan si pelayan setia kepada hidup yang kelak lebih bahagia.

Pandanglah, insya Allah, kita akan mendapati jawaban kalau Sang Raja begitu sayang pada kita.

Kedudukan Sabar Dalam Islam

Sabar adalah separuh dari Dien (Agama). Sabar itu kedudukannya seperti kepala terhadap tubuh. Sebagaimana tidak ada jasad tanpa kepala, maka demikian juga tidak ada Dien tanpa sabar.

Sabar itu menurut ijma’ ulama hukumnya wajib. Kata “washbir” adalah fi’il amar (kata kerja perintah), dan perintah itu menunjukkan suatu kewajiban. Tidak mungkin dapat melewati shirath (titian menuju surga) kecuali orang-orang yang sabar. Dan seseorang tidak mungkin naik ke suatu tempat di sisi Rabbnya kecuali mereka yang sabar dan bersyukur.

Allah ‘Azza wa Jalla menyebut kata sabar di dalam Al Qur’an kurang lebih di sembilan puluh tempat. Allah menyebutnya dalam enam belas bentuk, setiap bentuk mempunyai suatu manfaat. Atau dengan kata lain, Allah menyebutkan enambelas manfaat sabar dalam kitab-Nya. Yang paling penting ialah :

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas”. (QS. Az Zumar : 10)

Dalam sebuah atsar disebutkan :

“Pada hari kiamat, orang-orang yang selalu mendapatkan bala’ dari Allah di dunia didatangkan, tidak diadakan persidangan bagi mereka dan tidak pula ditimbang amalannya bahkan mereka diberikan kebaikan yang melimpah. Maka dari itu orang-orang yang jarang mendapatkan bala’ dari Allah di dunia berangan-angan kalau sekiranya jasad mereka dipotong-potong dengan gunting, karena mereka iri melihat kebaikan, kesejahteraan dan kedudukan yang dianugerahkan Allah kepada orang yang selalu sabar menghadapi bala’”.
Juga sabar dan takwa, keduanya merupakan dua perisai yang kuat lagi kokoh dalam menolak tipu daya musuh-musuh Allah dan rencana-rencana jahat mereka.

“Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik”. (QS. Yusuf : 90)

“Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan”. (QS. Ali Imran : 120)

“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya”. (QS. Ali Imran : 120)


Demikian juga sabar khususnya dalam jihad, maka ia akan membuat malaikat penolong turun:

“Ketahuilah, bahwa di dalam kesabaran atas sesuatu yang kamu tidak suka itu terdapat kebaikan yang banyak, dan bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, dan jalan keluar itu bersama kesusahanserta sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (HR Tirmidzi)

“Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda”. (QS. Ali Imran : 125)

Lima ribu malaikat. Menurut Qurthubi dan Hasan Al Bashri serta yang lain, bahwa malaikat yang lima ribu jumlahnya itu disiapkan untuk setiap tentara muslim yang sabar dan mengharapkan balasan dari amal hanya kepada Allah. Jadi setiap tentara yang sabar dan mengharapkan pahala amalnya hanya kepada Allah maka malaikat akan turun kepadanya.

Sabar dan takwa mengangkat kedudukan seseorang di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu Allah Rabbul ‘Izzati berfirman melalui lesan Nabi Yusuf, yakni ketika para saudara bertanya kepadanya :

“Mereka berkata: “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?” Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. (QS. Yusuf : 90)

Mengapa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada Yusuf? Sesungguhnya dikarenakan ‘illat (sebab), yakni kata innahu sedangkan kata fa inna itu untuk penjelasan sebab. (Innahu man yattaqi wa yashbir, fa innallaha laa yudhii’u ajral muhsiniin)

Demikian juga, sabar itu dapat membuka jiwa untuk dapat menerima isyarat-isyarat dari alam semesta sehingga dia berfikir dan memperhatikan. Dan sabar juga membuat hati terbuka untuk menerima makna-makna Al Qur’an, sehingga dia dapat mengambil pelajaran dan melangkah di atas jalan kebenaran.

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur”. (QS. Luqman : 31)

Senin, 02 September 2013

Kisah Asiyah Istri Fir'aun

Dahulu kala Mesir merupakan negeri dengan tingkat kebudayaan yang tinggi. Hingga kini peninggalannya masih menakjubkan dan penuh dengan misteri. Sungai Nil membelah daratan Mesir membuat negeri ini subur dengan peradaban yang lebih maju ketimbang negeri lainnya. Fir’aun adalah gelar yang diberikan pada raja yang memimpin negeri itu.

KEMAKMURAN dan tingginya peradaban bangsa Mesir membuat Fir’aun menjadi angkuh dan sewenang-wenang, bahkan Fir’aun menganggap dirinya tuhan yang harus disembah oleh seluruh manusia. Tidak segan-segan Fir’aun menghukum salib bagi rakyat yang menentangnya, seperti tercantum dalam Al Qur’an surat Al Fajr ayat 10 : “Dan kepada Fir’aun yang mempunyai banyak salib”.

Sifat Fir’aun yang kejam dan kasar sangat bertolak belakang dengan sifat istrinya, Asiyah binti Mazaahim. Selain parasnya yang cantik, Asiyah memiliki perangai yang lemah lembut dan menyayangi rakyatnya. Kehidupan Fir’aun dan Asiyah ditemani seorang putrinya dan banyak sekali para punggawa dan pelayan yang setia.

Hingga pada suatu hari ketika putri Fir’aun sedang bersolek, ia memanggil seorang pelayan yang mempunyai tugas menyisir rambutnya. Ketika pelayan sedang menyisir rambut putri Fir’aun, tiba-tiba sisir terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai. Karena terkejut tanpa di sadari terlepas ucapan dari mulutnya, “Rugilah orang yang ingkar pada Tuhan Alloh!”.

Kalimat itu membuat puteri Fir’aun terhenyak,”Hai! Apa katamu? Tuhanmu adalah ayahku, raja Fir’aun. Mengapa kau sebut-sebut Tuhan Alloh?!”

“Alloh adalah Tuhan saya, Tuhannya baginda Fir’aun dan Tuhannya semesta alam”.
“Jadi kau tidak mau mengakui ayahku sebagai tuhan?”
“Maaf tuan puteri, tapi memang demikian adanya”
“Plaakk!!!” puteri Fir’aun smenampar muka si pelayan,”Kurang ajar! Akan kuadukan pada ayahku!”
Buru-buru puteri Fir’aun keluar kamar dan menemui ayahnya, ia menceritakan kejadian yang baru dia alami.
“Hmm. Benarkah?” Tanya Fir’aun.
“Benar ayah, dia malah menyebut-nyebut Alloh sebagai Tuhan alam semesta”
Fir’aun murka, diperintahkannya dua orang pengawal untuk membawa si pelayan ke hadapannya.

Setelah si pelayan menghadap,”Hai pelayan! Kata puteriku kau mengakui tuhan selain aku?”
“Maaf baginda. Tuhanku dan juga Tuhan baginda adalah Alloh. Di seluruh alam ini hanya Alloh lah yang wajib disembah”

Kalimat yang keluar dari mulut pelayan itu membuat telinga Fir’aun memerah. Tak ayal lagi, ia menjebloskan si pelayan ke dalam penjara yang disiapkan bagi orang-orang yang dianggap berbahaya dan mambangkang. Dalam keadaan kaki tangan terikat, si pelayan dilempar ke dalam ruangan yang gelap dan kumuh, lalu sengaja dilepaskan berbagai macam binatang berbisa untuk menambah siksaan.

Berhari-hari si pelayan mendekam di dalam penjara. Sekujur tubuhnya penuh dengan luka gigitan dan sengatan. Namun ia tetap sabar dan tabah, keimanannya bahkan bertambah tebal. “Tidak sepantasnya aku mengeluh. Apalah artinya siksaan ini dibandingkan dengan siksa Alloh di neraka. Ya Alloh, berilah hamba kekuatan...”

Keteguhan Hati Si Pelayan
SUATU ketika datanglah Fir’aun disertai pengawal menengoknya. Fir’aun berharap dengan beratnya siksaan yang dialami si pelayan maka ia akan kembali setia pada Fir’aun. Tetapi sia-sia, keteguhan hati si pelayan dan cintanya kepada Alloh membuat ia rela menderita di dunia demi kebahagiaan yang kekal di sisi Alloh.

Lagi-lagi Fir’aun berang. Kini ia melakukan berbagai cara untuk menekan si pelayan agar mau kembali setia padanya.

“Pengawal! Cambuk Dia dan bawa anaknya kemari!”
Tak lama kemudian pengawal sudah menggendong dua bocah yang masih lugu dan lucu. Fir’aun hendak menunjukkan kekejamannya terhadap orang-orang yang menentangnya. Salah satu anak si pelayan diikat dan lehernya disandarkan pada batu besar, pedang di tangan Fir’aun telah diletakkan di atas leher si anak.
“Ibuuu!!!” teriak si anak memandangi ibunya berharap agar si ibu menolongnya.
“Ohh, Anakku ...”
Pemandangan yang sangat mengerikan sekaligus mengharukan itu sempat dilihat oleh Asiyah, istri fir’aun.

“Kakanda, bisahkah engkau mengubah hukuman Dia?”
“Jangan ikut campur! Bila tidak tahan keluar dari ruangan ini!”
“Cress!!!” Anak tak berdosa itu tewas oleh pedang Fir’aun. Si pelayan pun menangis demi melihat anaknya dibunuh. Asiyah yang juga menyaksikan kejadian itu tak dapat membendung air matanya. Ia mendekati si pelayan dan mengelus kepalanya,”Tabahkan hatimu....”
Di tengah suasana yang penuh duka, terdengar suara yang hanya bisa didengar oleh si pelayan dan Asiyah, itu adalah suara anak si pelayan yang baru saja dibunuh.

“Ibu, janganlah menangisi kepergianku. Aku telah bahagia di dalam surga. Berbahagialah, ibu akan mendapat pahala yang besar dari Alloh karena ketaqwaan ibu kepada Alloh...” Kemudian suara itu menghilang.

Asiyah yang memperhatikan semua ini dalam hatinya berkata,”Betapa teguh perempuan ini, apa yang diyakininya memang benar. Fir’aun bukanlah tuhan, tapi manusia biasa yang kejam dan licik”

Keyakinan Asiyah pada Alloh
KEESOKAN harinya Fir’aun, Asiyah dan pengawalnya kembali mendatangi si pelayan. Kali ini pengawal menggandeng anak pelayan yang kedua. Sementara kondisi kesehatan Pelayan semakin memburuk akibat luka-lukanya ditambah guncangan jiwa atas kematian anak pertamanya di tangan Fir’aun.

“Hei Pelayan! Nasib anakmu ada ditanganku. Apa kau tetap menyembah kepada Alloh?”
Anak pelayan meronta-ronta di cengkraman Fir’aun,”Ibuu, tolong aku Bu...”
“Apapun yang Baginda lakukan terhadap saya dan anak saya, tidak akan mengubah keyakinan saya”
“Kurang ajar!!!”

“Crass!!!” pedang Fir’aun kembali memengal kepala anak si Pelayan. Seorang anak tak berdosa lagi-lagi menjadi korban kebiadaban Fir’aun. Pelayan tidak dapat berbuat apa-apa, hanya air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata. Hatinya hancur, kedua buah hati yang dicintainya telah dibantai oleh Fir’aun. Mulutnya hanya bisa berkata pelan,’Ya Alloh. Kuatkanlah iman hamba dalam menghadapi cobaan ini ...”

Tiba-tiba terdengar kembali suara yang hanya bisa didengar oleh Pelayan dan Asiyah, itu adalah anak pelayan yang baru saja dibunuh,”Ibu, jangan sedih. Disini aku bahagia. Bersabarlah Bu, Alloh pasti akan menolong Ibu”

Demi mendengar kalimat yang diucapkan anaknya seolah si pelayan telah menemukan obat bagi penderitaannya. Pelayan telah menemukan kedamaian, tubuhnya terkulai lemas dengan mata terpejam. Alloh telah memanggilnya. Derita pelayan itu telah berakhir dania menjumpai kebahagiaan di sorga bersama anak-anaknya.

Sementara Asiyah diam membisu, ia terpana demi melihat kejadian di depan matanya, “Aku yakin Pelayann dan anak-anaknya itu bahagia di dalam lindungan Alloh. Aku yakin kata-kata pelayan itu benar, tidak ada Tuhan selain Alloh,” katanya dalam hati.

“Kakanda Fir’aun. Aku rasa apa yang diyakini pelayan itu benar. Bahwa Alloh adalah Tuhan yang sesungguhnya”
“Istriku, mungkin hatimu sedang guncang. Beristirahatlah!”
“Tidak!! Aku yakin bahwa Tuhan sesunguhnya adalah Alloh”
“Pengawal! Bawa istriku ke kamar. Kurung dia!”

Fir’aun menghukum Asiyah
FIR’AUN menjadi gusar dengan perubahan yang terjadi pada istrinya. Akhirnya Fir’aun memutuskan untuk membahas kerisauannya di hadapan para menterinya. Salah satu menteri berkata,”Menurut hamba, permaisuri baginda adalah wanita yang lembut dan bijaksana.”

Yang lain berkata. “Ratu juga sangat dicintai rakyat.”
“Tapi dia tidak mengakuiku sebagai Tuhan,” potong Fir’aun.
Menteri yang lain berkata,”Apakah kejadiannya memang demikian? Demi kemuliaan Fir’aun, kalau memang demikian Ratu Asiyah harus dilenyapkan, agar keyakinan terhadap Alloh tidak diikuti rakyat.”
“Kalau begitu tangkap Asiyah dan bawa dia ke padang pasir! Siapkan batu besar, aku sendiri yang akan menghukumnya.”

Asiyah pun digiring oleh bebeapa pengawal diikuti Fir’aun dan para menteri menuju padang pasir. Di bawah teriknya matahari Asiyah dibentangkan dengan kaki dan tangan terikat pada tonggak kayu. Sebuah batu besar telah diangkat di atas tubuh Asiyah. Namun tidak sedikitpun terlukis kesedihan di wajahnya.

“Mungkin inilah jalan yang harus Aku lalui demi mendapat kebahagiaan yang kekal di sisi Alloh. Mudah-mudahan cobaan ini dapat menghapus semua dosaku selama hidup bersama fir’aun. Ya Alloh, bangunkanlah untuk hamba sebuah rumah disisiMu dalam surga. Selamatkanlah hamba dari perbuatan Fir’aun dan kaumnya yang dzalim”

Alloh cinta kepada hambanya yang bertaqwa, dikabulkannya permohonan Asiyah. Seketika itu juga Asiyah dapat melihat surga di depan matanya. Asiyah yakin bahwa pemandangan itu adalah rumah akan ia huni di dalam surga. Sehingga tersenyumlah Asiyah dengan penuh kebahagiaan. Sementara Fir’aun dan pengikutnya terheran melihat tingkah Asiyah.

“Hei lihat! Akibat menyembah Alloh dia telah gila! Mau dibunuh malah tersenyum”
“Pengawal! Lakukan!”. “Crass!!!”
Batu besar itu menghantam tubuh Asiyah. Tetapi sebelum batu itu menyentuh kulit Asiyah, terlebih dahulu Alloh telah mengambil ruhnya. Asiyah tidak merasakan penderitaan karena batu itu hanya menghujam jasad yang sudah tak bernyawa.

Ketaqwaan kepada Alloh akan mendapat balasan yang sangat besar dari Alloh. Ruh Asiyah menyusul ruh pelayan dan kedua anaknya ke surga, tempat kesejahteraan, kebahagiaan, ketentraman dan kemuliaan yang kekal.

(Sumber QS 66:11, Tafsir Ibnu Katsir) Reff

Termasuk Kecanduan Facebook atau Tidak? Begini Cara Ilmuwan Menilainya

Kecanduan facebook adalah fenomena nyata yang mulai dilirik para ilmuwan. Bukan sekadar karena banyak pengidapnya, tingkat kecanduannya pun bisa diukur dengan skala tertentu. Para ilmuwan punya cara tersendiri untuk mengukuranya.

Berdasarkan riset yang mendalam, para ilmuwan dari University of Bergen (UiB) menciptakan instrumen standar pengukuran tingkat kecanduan Facebook. Instrumen tersebut dinamakan The Bergen Facebook Addiction Scale, sesuai nama kampus tempat penelitian itu dilakukan.

The Bergen Facebook Addiction Scale terdiri dari 6 pernyataan yang berhubungan dengan pemakaian Facebook. Keenam pernyataan tersebut adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Gizmag.

  1. Anda menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan Facebook dan merencanakan penggunaan Facebook.
  2. Anda merasa harus membuka Facebook, terus dan terus lagi.
  3. Anda memakai Facebook untuk melupakan masalah pribadi.
  4. Anda telah mencoba untuk mengurangi waktu Facebook-an tetapi tak pernah berhasil.
  5. Anda menjadi gelisah dan bermasalah jika dilarang buka Facebook.
  6. Anda menggunakan Facebook begitu sering hingga memberi pengaruh negatif pada pekerjaan atau studi Anda. 
Cara menggunakannya, seseorang yang diyakini kecanduan Facebook diminta untuk memberi skor antara 1-5 untuk masing-masing pernyataan, sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Skor (1) berarti sangat jarang, (2) jarang, (3) Kadang-kadang, (4) sering, dan (5) sangat sering.

Bila seseorang menjawab minimal 4 pernyataan dengan skor 4 ke atas, maka orang tersebut sudah bisa dikatakan kecanduan Facebook. Berdasarkan penelitian terhadap 423 pelajar, pengukuran ini dinilai akurat oleh para ilmuwan.

Bagi para ilmuwan, kecanduan Facebook merupakan bagian dari kecanduan internet. Mekanismenya di otak diyakini mirip seperti kondisi kecanduan atau ketergantungan yang lain seperti kecanduan alkohol, rokok dan obat-obat terlarang.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Rasulullah Selalu Tersenyum

Rasulullah SAW adalah contoh pribadi yang agung, pribadi yang mulia. Beliau diutus sebagai rahmatan lil’alamin, rahmat bagi semesta alam. Beliau adalah penutup para Nabi dan contoh bagi semua manusia.

Hal yang menarik adalah kenapa Rasulullah selalu tersenyum, walaupun beliau dihina dan dicaci maki oleh kaumnya, bahkan ingin dicelakakan oleh sebagian orang. Artikel ini akan membahas panjang lebar tentang hal menarik ini.

Pertama, Rasulullah mengemban misi yang besar. Masih banyak hal-hal yang harus difikirkan dan diselesaikan dihadapannya. Masalah ummat dan penyebaran agama yang menguras banyak tenaga dan waktu harus dilaksanakannya demi tercapainya hal besar tersebut. Sungguh remeh apabila Beliau goyah jika ada hal kecil yang menghambat perjuangannya. Di depan mata Beliau terdapat berjuta planning dan harapan yang harus dicapainya untuk jangka waktu yang Beliau rancang. Harapan dan cita-cita harus Beliau tuntaskan bersama para sahabat-sahabatnya. Apabila masalah kecil itu menggetarkan langkahnya maka misi agung itu tidak akan tercapailah seperti sekarang ini. Harapan dan cita-cita Beliau mengalahkan berjuta cercaan dan hinaan yang dihujamkan kepada insan yang mulia ini.

Kedua, Rasulullah saw adalah pribadi yang agung. Seorang yang berkepribadian agung mempunyai jiwa yang besar. Seorang berjiwa besar akan mudah memaafkan kesalahan orang lain, karena hatinya yang luas bagaikan samudra. Seperti dikutip dari perkataan Aa’ Gym jiwa orang yang besar ibarat sebuah lapangan yang amat luas, apabila terdapat ular dan binatang berbahaya lainnya masih ada lahan lapangan yang lainnya untuk bergerak, sebaliknya jiwa orang yang kerdil akan merasakan sesak apabila terdapat sedikit saja gangguan bagi dirinya, orang lebih sedikit dari dia adalah cobaan baginya, tersinggung sedikit adalah besar baginya, dan masalah kecil ia besar-besarkan. Rasulullah adalah contoh tauladan dalam jiwa yang agung. Beliau adalah orang yang pemaaf dan mudah memaafkan. Beliau marah apabila hak Allah di injak-injak. Dalam suatu riwayat dikatakan dari Aisyah ra: “Ketika aku meletakkan gambar diruanganku aku melihat wajah Rasulullah merah padam dan beliau berkata: “Wahai Aisyah, orang yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah orang yang membuat sesuatu menyerupai makhluk Allah.” (H.R. Muttafaqq Alaih) Begitulah ketegasan Rasulullah dalam menegakkan hak-hak Allah. Apabila Beliau dihina Beliau bersabar dan apabila hak Allah dipermainkan maka wajah beliau merah padam.

Ketiga, senyum adalah lambang pribadi yang optimis dan positif. Rasulullah adalah insan yang mulia. Manusia terbaik dimuka bumi ini sejak adanya. Beliau adalah pemimpin agung. Mustahillah seorang pemimpin itu mencontohkan kepesimisan. Beliau ingin mencontohkan keoptimisan dalam menggapai cita-cita bagi seluruh ummatnya. Karena Beliau ingin ummatnya optimis menggapai cita-cita mereka yang mulia. Dan juga senyum melambangkan pribadi yang positif, tidak ada gunanya marah apabila Beliau membalas kejahatan orang Yahudi yang melukainya, karena itu akan membuang tenaga Beliau saja dan masih banyak tugas Beliau di hadapan dan akan sia-sia untuk suatu perkara yang remeh. Apabila kita marah sebenarnya yang rugi adalah kita. Termakan tenaga dan waktu untuk memikirkan batu kerikil-batu kerikil tersebut. Oleh karana itu Allah mengatakan dalam Kitab-nya “Katakanlah wahai Muhammad: “Matilah dengan kemarahan kalian” bagi ‘Bithanatan Min Dunikum’ yaitu golongan yang apabila kalian terkena musibah mereka akan merasakan senang dan apabila kalain mendapatkan kenikmatan hati mereka akan sakit, maka marah adalah penyebab yang tepat untuk kematian mereka. (QS. Ali Imran:118-120)

Begitulah suri teladan dalam diri Rasulullah, seorang insan yang agung. Demikianlah tatkala seorang buta Yahudi di pinggiran kota Madinah mencaci maki Beliau, mengatakan Beliau gila, tetapi Beliau dengan santun menyuapkan kepalan nasi ke mulut orang tua tersebut. Juga kisah seorang Yahudi yang sengaja menagih uangnya lebih dari waktu yang mereka janjikan, yang dia sengaja membuat Beliau marah, tetapi beliau hanya tersenyum. Dan, juga kisah seorang Yahudi yang selalu meludahkannya pada setiap pagi, tetapi disaat ia sakit ternyata Rasulullah-lah orang yang pertama kali mengunjunginya. Sungguh Muhammad Engkau berkepribadian agung.

Kasih Sayang Allah Dibalik Rasa Sakit

Sakit merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada kita, cuma firaun yang tidak pernah sakit, tapi dilaknat hebat dalam kematiannya, naudzubillah. Dari beberapa sumber yang pernah saya baca justru akan sangat berbahaya jika kita tidak pernah sakit, kenapa? Bukankah suatu anugerah yang luar biasa bila kita selalu dikaruniai sehat? Dan bukankah dalam berdoa kita selalu minta agar diberi kesehatan selalu? Bukankah sakit itu tidak enak, dan selalu menyusahkan kita? Karena sakit, pekerjaan kita terbengkalai, banyak urusan tertunda, menyusahkan bukan hanya diri kita sendiri tapi juga orang-orang disekitar kita, membuat kita tak produktif. 

Ya, semua alasan, pertanyaan dan argumen di atas memang tidak sepenuhnya salah. Lalu kenapa sakit itu adalah anugerah? Berikut penjelasannya menurut kacamata agama, dimana insyaallah semuanya akan dijawab berdasarkan dalil yang ada berdasarkan Al-Qur’an dan hadits.

Memang betul, tidak ada yang menginginkan jadi sakit. Tapi dalam Islam, seperti kita tahu, ada banyak hal yang tersembunyi di balik kondisi itu. Kalau kita tahu sebenarnya tak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit, karena sebenarnya itu adalah kasih sayang Allah SWT pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahasianya. Sakit, dalam bentuknya yang lain, itu harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita. Allah mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.”


Sabda Rasulullah SAW tsb diriwayatkan oleh Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :

“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”

Allah memerintahkan :

  1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
  2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.
  3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
  4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa. 
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” (HR Bukhari-Muslim).
“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani). 

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i). 


Subhanallah, Allah sangat Sayang sekali kepada hambaNya, semoga banyak umat islam yg bersyukur atas karuniaNya .

Jumat, 30 Agustus 2013

SURABAYA KOTA PAHLAWAN

KOTA PAHLAWAN adalah julukan utama Kota Surabaya. Julukan ini paling istimewa. Sebab, tidak ada kota di Indonesia yang berjuluk “Kota Pahlawan”, kecuali Kota Surabaya. Padahal hampir seluruh kota di Indonesia mempunyai semangat heroik dan perjuangan kepahlawanan.

Untuk itulah, seyogyanya masyarakat warga Kota Pahlawan ini benar-benar menghayati arti dari julukan itu. Pengertian kepahlawanan di Kota Pahlawan Surabaya seharusnya tercermin dalam berbagai hal. Baik ciri, penampilan yang khas, serta watak dan wujud nyata dari kota ini. Artinya, saat memasuki Kota Surabaya, kesan pertama bagi orang yang belum pernah ke Surabaya, adalah adanya nuansa kepahlawanan itu.

Tetapi, melihat kenyataan yang ada sekarang ini, memang perlu dipertanyakan, “sudahkah penataan kota Surabaya ini sesuai dengan makna Kota Pahlawan?” Layak dipertanyakan “Kota Pahlawan-kah Surabaya”. Kalau memang demikian, mari kita wujudkan Surabaya benar-benar sebagai “Kota Pahlawan” yang bertaraf nasional dan internasional.  


 
Perlu digarisbawahi dan dicamkan, kalau dilihat secara kasat mata, ciri khas kepahlawanan yang ada di Surabaya “belum” terlihat nyata. Baru bisa dirasakan dan dihayati, tetapi belum menjadi cermin yang nyata dalam pandangan masyarakat kepariwisataan. Seharusnya kekhasan itu bisa dilihat dengan banyaknya monumen kepahlawanan, nama-nama jalan, nama-nama taman, cagar budaya, gedung-gedung dan kawasan permukiman yang menggunakan nama pahlawan.

Sekarang coba lihat wajah kota Surabaya, coreng-moreng akibat pembiaran oleh keinginan para pengusaha yang abai terhadap arti dan makna kepahlawanan itu. Mereka tidak peduli terhadap predikat Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Kawasan permukiman, gedung-gedung, nama jalan, nama taman dan pertokoan diberi nama seenaknya sesuai selera mereka. Hampir seluruhnya kawasan permukiman baru di Surabaya, mengambil nama perusahaan pengembang. Boleh dikatakan tidak ada yang bermakna kepahlawanan.  


 
Pada hal perlu diingat, predikat Kota Pahlawan dianugerahkan kepada Surabaya, untuk mengabadikan “Semangat Juang Arek-Arek Suroboyo”. Tidak hanya berawal dari peristiwa heroik sekitar 10 November 1945 saja, tetapi dikaitkan dengan sejarah terbentuknya ranah perkampungan Surabaya. Itupun berlanjut hingga masa perjuangan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia itu sendiri. Artinya, semangat juang Arek Suroboyo itu sejak dari zaman Majapahit, saat kelahiran Surabaya, dipertahankan sepanjang masa. Semangat juang dan kepahlawanan itu melekat sebagai jatidiri Surabaya dari dulu, hingga kini dan sampai nanti.

Sebenarnya itulah hakekat yang diinginkan oleh Dwitunggal Proklamator Kemerdekaan Republik Indo-nesia, Soekarno-Hatta. Mereka berdua, sebagai saksi sejarah tentang semangat kepahlawanan Arek-arek Suroboyo (Putra-Putra Surabaya) dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tahun 1945.

Bung Karno juga terkesan dengan peristiwa perobekan bendera di Hotel Orange atau Hotel Yamato di Jalan Tunjungan yang dikenal dengan “insiden bendera” tanggal 19 September 1945. Apalagi sejak saat itu, kegiatan perlawanan masyarakat Surabaya terhadap penjajah dan kaum kolonial semakin hebat dan gigih, maka tak pelak lagi Bung Karno dan Bung Hatta, langsung datang ke Surabaya. Hingga terjadi puncak perjuangan Arek Suroboyo, tanggal 10 November 1945.  


 
Lima tahun kemudian, kesan Bung Karno terhadap Surabaya semakin mendalam. Ide pembangunan Tugu Pahlawan di Kota Surabaya, langsung mendapat perhatian Bung Karno. Untuk pertama kali di tahun 1950, Bung Karno menetapkan tanggal 10 November sebagai “Hari Pahlawan”. Sekaligus, Surabaya mendapat predikat “Kota Pahlawan”.

Kamus Kepahlawanan

Julukan sebagai Kota Pahlawan, juga dikaitkan dengan sejarah Surabaya. Sewaktu tahun 1293, lebih 718 tahun atau tujuh abad yang silam, Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit berjuang mengusir Tentara Tartar yang dipimpin Khu Bilai Khan, tidak lepas dari peranserta rakyat Surabaya yang waktu itu masih bernama Hujunggaluh atau Junggaluh.

Nah, karena semangat kepahlawanan sudah menjadi ciri Kota Surabaya, perlu dilakukan koreksi total, sehingga julukan Kota Pahlawan bagi Surabaya tidak ditelan oleh kehidupan masyarakat modern. Peninggalan sejarah tentang kepahlawanan Arek Suroboyo ini patut dilestarikan.

Untuk itulah, layak pula Kota Surabaya dijadikan “Kamus Kepahlawanan”. Dengan berjuluk Kota Pahlawan, maka dunia dapat merujuk arti dan makna kepahlawanan dari Surabaya secara utuh. Misalnya, jika kita ingin mengetahui siapa-siapa saja Pahlawan Nasional, bahkan “pahlawan dunia”, maupun pahlawan lokal dan orang-orang yang berjasa, serta tokoh terkenal, maka nama itu ada dan diabadikan di Surabaya. 


Museum pahlawan yang terdapat di Taman Tugu Pahlawan, maupun Museum Mpu Tantular di Surabaya yang sekarang dipindahkan ke Sidoarjo belum banyak berbicara tentang sejarah kepahlawanan Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Untuk itu, perlu disempurnakan dan lebih dilengkapi dengan berbagai koleksi sejarah. 

Tidak ada salahnya, Kota pahlawan Surabaya ini membudayakan “Wisata Pahlawan”, ke Taman Makam Pahlawan (TMP) dalam bentuk ziarah (wisata reliji), sebagaimana juga kita melakukan ziarah ke makam Sunan Ampel dan makam para leluhur.

Jejak 5 Pahlawan Surabaya

Semangat juang dan kepahlawanan mereka melekat sebagai jatidiri Surabaya dari dulu, hingga kini dan sampai nanti.

Kota Surabaya mendapat julukan sebagai Kota Pahlawan. Menjadi istimewa, karena hanya Surabaya saja yang mendapatkannya. Banyak kota lain di negeri ini yang memiliki sejarah kepahlawanan tak kalah hebat dari Surabaya. Namun julukan sebagai Kota Pahlawan hanya untuk Surabaya.

Beberapa nama dan peninggalannya yang masih bisa ditemukan oleh Surabaya City Guide, di antaranya sejarah rumah WR. Soepratman, rumah lahir Bung Karno, Grdung Nasional Indonesia (GNI) simbol dari Bapak Pergerakan Indonesia, Dr. Raden Soetomo, rumah HOS Cokroaminoto. Dan sebuah kampung bersejarah bernama Kalimas Udik, di sini tinggal KH. Mas Mansur, seorang tokoh islam dan pahlawan nasional Indonesia.

Sejarah Pergerakan di Bubutan

Perjuangan putra bangsa bisa dikenang mulai dari Bubutan. Menerawang sejarah dari bangunan yang tersisa. Gedung Nasional Indonesia (GNI) Surabaya masih berdiri tegar di jalan Bubutan. Tak jauh dari Tugu Pahlawan dan Jembatan Merah, yang juga merupakan simbol perjuangan. Bangunan GNI ini juga menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa ini. Berdiri di jantung kota, menjadi sentra pergerakan pemuda di masa perjuangan. Pemerintah Kota Surabaya meresmikan gedung ini sebagai Cagar Budaya kota.

Dalam komplek gedung terdapat makam Bapak Pergerakan Nasional Indonesia, Dr. Raden Soetomo, yang hidup sepanjang 1888-1938.

Sekilas sejarah tentang perjuangan dan peran gedung yang berada di jalan Bubutan ini. Pada tahun 1938, gerakan perjuangan rakyat terpelajar di Surabaya berpusat di GNI ini. Selain Soetomo, tokoh yang populer saat itu adalah RPSoenario Gondokoesoemo, RMH Soejono, R. Soendjoto, dan Achmad Djais. Sebagai pusat perjuangan, GNI yang dikomandoi Soetomo kerap berkomunikasi dengan Soekarno di Bandung dan Husni Thamrin di Jakarta. Tiga tokoh ini kemudian populer dengan sebutan Tri Tunggal.

Selain pendapa, di komplek GNI juga berdiri gedung, yang pada jaman dahulu dijadikan sebagai barak BKR (Badan Ketahanan Rakyat), kini berfungsi sebagai kantor PMI Cabang Bubutan. Dan rumah-rumah yang kini masih berdiri di jalan Bubutan Kulon, konon dikgunakan Soetomo untuk menampung warga yang tidak mampu pada tahun 1930 –an.

Jejak Soekarno di Surabaya

 
Nama Soekarno sebagai Bapak Bangsa, sudah jamak dikenal. Dalam catatan sejarah, Soekarno pun meninggalkan jejak perjuangannya di Surabaya. Beliau sempat menetap di Surabaya, indekos atau lebih dikenal dengan istilah mondok di rumah milik HOS. Cokroaminoto. Rumah tersebut hingga kini masih berdiri, tepatnya di Jalan Peneleh VII/29-31.

Pada bangunan yang resmi dijadikan sebagai bangunan cagar budaya itu, sangat kental aksen bangunan peninggalam masa lalu. Dinding tebal, kusen pintu dan jendela yang terkesan kokoh, belum lagi bila melongok ke ruangan luas berlantai kayu yang berada di lantai dua yang konon kerap digunakan Soekarno dalam menimba ilmu dari HOS Cokroaminoto.

Dalam kaitan Soekarno dan Surabaya, ada yang menyebutkan Pemimpin Revolusi itu lahir di Kota Surabaya. Diyakini rumah di Jalan Pandean Gang 4 no. 40 adalah rumah lahir Soekarno. Walau untuk membuktikan kebenarannya masih butuh waktu.

Rumah Sejarah HOS Cokroaminoto

 
Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Cokroaminoto dikenal sebagai tokoh nasional dan populer sebagai Pemimpin Sarekat Islam yaitu organisasi politik pertama di negeri ini. Secara pribadi peran Cokroaminoto bagi berdirinya negeri ini, sangat berpengaruh. Beliau adalah guru dari beberapa tokoh pergerakan di negeri ini. Sebut saja, Soekarno, Kartosuwirjo, Semaoen, Muso, Alimin, dan banyak lagi.

Sekilas tetang bangunan bersejarah peninggalan Cokroaminoto, setelah beberapa kali berganti kepemilikan, akhirnya rumah di jalan Peneleh Gang III itu menjadi miliknya. Rumah ini tak hanya berfungsi sebagai rumah tinggal, namun oleh Cokroaminoto dan istri dijadikan rumah indekos bagi para pelajar Hogere Burgerlijks School (HBS). Dalam perjalanannya rumah ini juga berfungsi menjadi pondok pesantren kecil. Dan mereka tidak sekedar belajar ilmu agama, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpolitik.

Di rumah ini juga tersimpan berbagai koleksi barang-barang antik peninggalan Cokroaminoto. Beberapa masih utuh, beberapa lainnya sudah diduplikasi, karena lapuk dimakan jaman.

Kenangan WR. Supratman

 
Sebuah rumah yang berdiri di Jalan Mangga No. 21, Kelurahan Tambaksari, satu di antaranya. Di sinilah seorang Wage Rudolf Supratman pernah tinggal. Rumah yang kini difungsikan sebagai museum mini oleh para ahli warisnya, kini dikelola oleh Lembaga Pengkajian "Kota Pahlawan." Di rumah ini pula, konon Supratman menjadi lebih produktif dalam mencipta lagu-lagu. Walaupun penciptaannya kala itu masih berdasar pesanan dari beberapa rekan seperjuangan, seperti Dr. Soetomo dan Pak. Doho.

Kabarnya, di rumah ini pula menjadi saksi dari aksi akhir proses penciptaan lagu terakhirnya yang baru tergores sebagai syair yang berjudul 'Selamat Tinggal'. Lembaran kertas itu menjadi sisa sejarah yang masih tersimpan rapi. Sayang, Biola kebanggaan Supratman tidak bisa dijumpai di sini, konon disimpan di Museum Sumpah Pemuda, di Jakarta.

Peran WR. Supratman dalam perjuangan kebangsaan Indonesia Raya mencapai kemerdekaan, semua orang tahu. bukan sekedar pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sebagai tokoh pemuda pergerakan Supratman sangat aktif terlibat pada fase perjuangan pergerakan, terutama ketika dia pindah ke Batavia, sekarang Jakarta.

Tokoh Islam KH. Mas Mansyur

 
Mungkin belum banyak yang tahu, tentang peninggalan kediaman KH. Mas Mansyur. Seorang tokoh Islam, pahlawan nasional, dan mantan ketua pengurus besar Muhammadiyah. Kampung Kalimas Udik, adalah kawasan yang sangat kental dengan suasana religi Islami. Pengakuan Suciati, sumber Majalah SCG, menyebutkan bahwa bangunan rumah di depan kediamannya itu adalah rumah tinggal KH. Mas Mansyur. Barang-barang peninggalan Mas Mansyur, seperti buku, foto-foto, dan lainnya, sayangnya sudah tidak diketahui.

Adanya pondok pesantren dan kedua rumah kuno itu merupakan bukti cukup sebagai jejak kehidupan Mas Mansyur di Surabaya. Konon, Soekarno sering mendatangi rumah beliau, untuk kemudian berziarah bersama ke makam Sunan Ampel. Mas Mansyur mengenal Soekarno muda saat bersama-sama mengikuti tabligh di daerah Peneleh oleh KH. Ahmad Dahlan.
Mas Mansyur adalah satu dari empat orang tokoh nasional yang diperhitungkan, yang terkenal dengan sebutan Empat Serangkai. Yaitu; Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan KH. Mas Mansyur.
Source

KEINDAHAN TAMAN DALAM KOTA SURABAYA

Bergerak dinamis menuju tatanan kota modern. Gemerlap tiap sudut memancar pesona. Menggelitik hasrat untuk datang dan menikmati suasana ruang demi ruang di Kota Surabaya.Surabaya yang menobatkan diri sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, tetap arif untuk tidak meninggalkan hal mempercantik penampilannya. Setiap sudut yang ada di wilayah ini disentuh dengan keindahan untuk menebar aroma memikat bagi siapa saja yang datang.Diantaranya dengan menghadirkan taman-taman kota yang tampil semakin cantik. Mampu menjadi tujuan alternatif bagi warga kota untuk sekedar jalan-jalan, atau bahkan berinteraksi dengan sesama warga kota yang lain.

Taman-taman kota Surabaya kian dipercantik. Kondisi ruang terbuka hijau makin bisa dirasakan manfaatnya oleh warga kota. Taman-taman itu menyuguhkan keindahan sekaligus kenyaman buat rekreasi keluarga warga kota. Nyaris tak ada taman kota yang dibiarkan terbengkalai. Bahkan, sebagian besar taman itu dilengkapi bermacam fasilitas untuk kenyamanan wisata keluarga, seperti jogging track, taman bermain anak, air mancur, dan lampu-lampu hias.Bahkan taman kota ini tidak saja nyaman bagi yang normal secara fisik, tapi juga bagi mereka para penyandang cacat. Tidak saja orang dewasa tapi juga anak-anak. Termasuk tidak hanya di siang hari, tapi juga malam hari tetap bisa dirasakan kenyamanan dan keelokannya. Cengkerama dan rekreasi keluarga warga kota makin memiliki banyak alternatif. Bahkan, sederet taman itu bakal dilengkapi fasilitas Hot Spot Wi-Fi untuk rekreasi dunia maya.

Taman Prestasi


Berada di Taman Prestasi bagai menemukan sebuah oase di tengah kota. Taman seluas 6.000 m2 ini dihiasi sekitar 21 jenis tanaman sehingga terasa nyaman untuk melepas penat. Anak-anak pun dapat bermain sambil belajar mengenal lingkungannya. Area ini dilengkapi panggung terbuka, panggung teater, dan sarana permainan anak. Di sini, kita juga dapat menyaksikan replika penghargaan yang pernah diraih Kota Surabaya, seperti Wahana Tata Nugraha, Adipura Kencana, dan lain-lain. Obyek wisata ini juga menawarkan petualangan lain, seperti menyusuri Kalimas dengan perahu naga atau perahu dayung. Bahkan, bagi keluarga yang ingin menikmati suasana asri taman dengan menunggang kuda, telah tersedia kuda-kuda anak-anak. kekar yang siap mengantar. 

Taman Bungkul
 

Revitalisasi Taman Bungkul dengan konsep Sport, Education, dan Entertainment telah diresmikan sejak 21 Maret 2007. Area seluas 900 m2 yang dibangun dana sekitar Rp 1,2 milyar itu pun dilengkapi berbagai fasilitas, seperti skateboard & sepeda BMX track, jogging track, plaza (sebuah open stage yang bisa digunakan untuk live performance berbagai jenis entertainment), akses internet nirkabel (Wi-Fi atau Hotspot), telepon umum, arena green park seperti kolam air mancur, dan area pujasera. Bahkan, taman ini juga dilengkapi dengan jalur bagi penyandang cacat agar mereka pun bisa ikut berekreasi. Taman yang berada di jalan protokol yakni di Jl. Raya Darmo itu makin bisa dirasakan manfaatnya bagi warga kota metropolitan Surabaya.
Sejak diresmikan tanggal 21 Maret 2007, Taman Bungkul dilengkapi fasilitas skateboard & BMX track, jogging track, serta akses internet nirkabel. Fungsi taman kota Surabaya sebagai tempat olahraga, rekreasi warga kota, hang out, dan menghirup udara segar jauh dari polusi, makin banyak alternatif. Surabaya bahkan telah memiliki taman lanjut usia atau taman lansia. Area yang dimanfaatkan sebagai taman alternatif untuk para lanjut usia itu berlokasi di Jalan Kalimantan. Area seluas sekira 2.000 m2 eks SPBU Kalimantan itu, di set up menjadi taman yang cantik sekaligus segar.

Beragam tanaman dan bunga cantik menghiasi. Di sela warna-warni tanaman indah itu tersedia track yang khusus dibuat untuk kenyamanan kursi roda para lansia. Ada pula tempat duduk untuk pengantar saat menemani para lansia menikmati suasana kota di pagi atau sore hari. Kesejukan suasana di taman ini kian segar oleh keberadaan air mancur di tengah taman. Kesegaran itu tentu bisa memecah kepekatan polusi udara dari kendaran bermotor yang cukup padat melewati bilangan ini.

Taman Apsari 

 

Taman Apsari memiliki keunikan dibanding kawasan Surabaya lainnya. Taman yang berada di depan Gedung Grahadi itu terasa sejuk dan relatif tenang, meski tempatnya di tengah kota. Area ini di dalamnya terdapat Patung Suryo dan Joko Dolog. Di area seluas 5.300 m2 itu dilengkapi lebih kurang 20 jenis bunga dan tanaman. Di sela bunga dan tanaman itu disediakan jogging track yang nyaman untuk jalan-jalan. Sebagian anak muda bahkan menggunakannya untuk bermain skateboard. Sebagian warga Surabaya yang lain memanfaatkannya sebagai tempat kongkow kongkow semalaman sampai pagi menjelang.

Taman Flora

 

Taman Flora seluas 2,4 hektar di eks Kebun Bibit Baratang Surabaya kian bertambah nilainya. Selain rindang oleh ratusan jenis pohon dan tanaman, taman ini juga disebut Techno Park karena dilengkapi fasilitas teknologi internet. Setelah diresmikan Agustus 2007, area ini dilengkapi sebuah ruang sekitar 5x10 m2 sebagai ruang pembelajaran IT dengan 6 line jaringan komputer yang tersambung internet. Ruangan ini juga dilengkapi software
berbagai games interaktif untuk sosialisasi tentang lingkungan dan masalah sampah. Techno Park ini sifatnya interaktif, yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak sekolah untuk praktek atau membentuk komunitas IT.


Taman Surya
  

Taman Surya satu komplek dengan Balai Kota Surabaya, terletak di jalan Taman surya No. 1. Tepatnya terletak di halaman depan balai kota. Balai kota sendiri merupakan kantor pemerintah kota surabaya. Gedung balai kota termasuk salah satu bangunan cagar budaya yang ada di surabaya.

Di lihat sekilas taman ini termasuk taman view, menonjolkan keindahan tanaman hias. Banyak ruang kosong di taman surya di biarkan tanpa tanaman, lantainya pun paving blok. Fasilitas yang di miliki taman ini hanya 2 buah kolam air mancur dan jogging track.

Biarpun minim fasilitas bagi pengunjung taman, namun kenyataanya pengunjung taman surya dapat melakukan beragam aktifitas di taman. Aktifitas pengunjung di lakukan di ruang kosong tanpa tanaman di taman. Di pagi hari taman surya di gunakan untuk berolah raga serta rekreasi dan malam harinya di gunakan anak muda untuk hang out serta anak-anak kecil bermain di kolam air mancur depan pintu masuk.

Belum lagi kalau pemerintah surabaya mempunyai kegiatan tertentu, hampir semuanya di lakukan di taman surya.

Kedua fasilitas air mancur tadi memiliki pesona dan keunikan tersendiri. satu kolam air mancur berada di tengah-tengah taman. Dengan air mancur membentuk lingkaran yang memancar ke arah pusat kolam. Dan satu air mancurnya lagi berada di depan pintu masuk taman dari arah selatan. Keunikan air mancur yang kedua ini adalah (seakan-akan) tanpa adanya kolam air mancur. Air memancar keluar dari ubin dengan dihiasi lampu warna-warni. Tonton Air Mancur

Dari kedua air mancur ini, Air mancur yang berada di depan taman surya cukup banyak diminiati warga surabaya. Ini dikarenakan ada hiasan lampu berwarna-warni yang membuat anak-anak suka bermain di sana.


Taman Sulawesi 

 

Area seluas 2.259 m2, eks SPBU Sulawesi, kini telah disulap menjadi taman yang indah. Taman Sulawesi ini pun menambah deretan taman rekreasi yang nyaman bagi keluarga di Surabaya. Warga kota kerap memanfaatkan tempat ini untuk wisata bersama keluarga dan anak-anaknya. Area ini tampak elok oleh warna-warni 50 jenis bunga dan tanaman yang menghiasi taman. Arena wisata ini juga dilengkapi jogging track, shelter, arena permainan anak, dan air mancur. Anak-anak muda sering memanfaatkan tempat ini untuk bermain skateboard dan olahraga sepatu roda. Area ini selalu tampak indah, baik pada siang maupun malam hari, karena dilengkapi lampu penerangan dan lampu hias warna-warni.

Taman Sulawesi dilengkapi jogging track, shelter, arena permainan anak dan air mancur.

Taman Yos Sudarso 


 

Taman Yos Sudarso terdiri dari taman dan pedestrian yang kerap dijadikan jalan kaki warga kota maupun turis mancanegara. Di area taman ini terdapat monumen Panglima Sudirman yang tampak kian gagah diterangi sorot lampu di waktu malam. Para penghobi skateboard kerap menjadikan track di bawah monumen sebagai arena berlatih dan mengadu kemampuan. Bahkan di akhir pekan, sekitar tamanan dan pedestrian ini ramai dikunjungi warga Kota Surabaya untuk sekadar dudukduduk bersama sanak keluarganya.

Taman Dr. Soetomo


 

Jalur Dr. Soetomo-Darmo maupun Dr. Soetomo-Diponegoro mrupakan jalur kota yang ramai. Namun, melewati jalur ini berada teduh karena terdapat taman yang membelah dua jalur tersebut. Apalagi di jalur ini terdapat bundaran yang dijadikan taman untuk interaksi keluarga. Tak jarang warga kota menikmati keceriaan bersama keluarga di taman seluas 103 m2 ini. Taman ini dilengkapi sekitar enam tanaman warnawarni dan jogging track untuk jalan-jalan atau untuk anak-anak bersepeda.

Taman Mundu


Banyak ikon menarik yang dimiliki oleh taman mundu, salah satunya atraksi air mancur taman mundu. Bila ingin menikmatin air mancur taman mundu kita mesti datang malam hari. Penampilan air mancur taman mundu di malam hari dan siang hari memiliki perbedaan. Di malam hari penampilan air yang disemburkan terlihat berwarna, terkena sorotan lampu.

Di area depan taman mundu, sebelah pojok taman arah timur terdapat dua kolam air mancur. Ke dua kolam air mancur ini di pisahkan oleh jogging track. Kedua kolam air mancur ini menyemburkan air secara bersamaan. Di iringi sorot lampu berwarna-warni. Sehingga menambah keindahan atraksi air mancur.

Semburan air mancur ini tidak terus-menerus, diselingi jeda berhenti beberapa saat. Demikian pula dengan sorot lampu yang menerpa air mancur berganti-ganti warna.

Tiap semburan air mancur membentuk model yang berbeda beda. Ada sekitar 5 macam model semburan, salah satunya bentuk gapura air. Seakan-akan di pojok-depan taman mundu terdapat bangunan gapura dari air.

Semburan air berbentuk gapura terbentuk, ketika kedua kolam air mancur ini menyemburkan air secara bersamaan. Setiap pipa dari kedua kolam air mancur masing-masing menyemburkan air dengan ketinggian berbeda, dari kiri ketinggian semburan airnya rendah, namun semakin ke kanan ketinggian semburanya semakin tinggi. sehingga membentuk semacam gapura.

Saya nyakin ketika anda datang ke taman mundu untuk menikmati atraksi air mancur, anda akan menemukan bentuk model favorit semburan air mancur dan anda bebas menamainya.

Kita tidak hanya bisa melihat atraksi air mancur dari kejauhan. Kalau anda mau sedikit ber-kotor ria anda bisa masuk ke jogging track di antara dua kolam air mancur. Berdiri, rasakan sensasi hujan gerimis akibat tampiasan air mancur, beserta suara berisik dari semburan air mancur.

Bagaimana apakah penjelasan air mancur ini tidak cukup menarik membuat and datang ke taman mundu? bagaimana kalau kita tonton penampilan air mancur taman mundu di malam hari berikut ini…


Taman Mayangkara 
 

Taman Mayangkara dibangun antara lain untuk mengenang keberanian Batalyon 503 Mayangkara di bawah pimpinan Mayor Djarot Soebyantoro saat menghadapi Belanda. Di area Taman Mayangkara, di depan Rumah Sakit Islam (RSI), terdapat monumen Mayor Djarot Soebyantoro menaiki kuda putih Mayangkara. Warga Surabaya biasa menyebut Monumen Mayangkara. Berada di lokasi ini terasa makin nyaman karena seluruh area taman telah berhias warna-warni bunga dan tanaman hias. Bahkan, di sekeliling monument dilengkapi arena untuk jalan-jalan dan sarana untuk memadu keceriaan bersama keluarga.

Taman Pelangi


Sebuah taman kota yang terletak di Jalan Ahmad Yani Surabaya. Desainnya yang unik pasti akan menarik perhatian mereka yang memasuki gerbang kota Surabaya. Terdiri dari 31 batang tiang yang tersusun dalam pola melengkung menyerupai ruas daun, setiap malam ruas-ruas ini akan berpendar seperti pelangi.

Di sekitar taman terdapat kantor kecil beserta kamar mandi dan mushola yang cukup terjaga kebersihannya.

Dengan desain yang cukup menumental, Taman Pelangi diharapkan dapat menjadi salah satu icon kota Surabaya.

Taman Ronggolawe

 

Monumen Ronggolawe di Jalan Gunungsari didirikan sebagai kenangan bahwa Surabaya memiliki sosok pemberani dan berjiwa kepahlawanan tinggi. Area monumen itu pun dibuat menjadi Taman Ronggolawe. Setelah dilakukan pembenahan, taman itu kian sering dijadikan tempat bersuka ria warga kota Surabaya bersama keluarga, karena terdapat playground area untuk anak-anak. Kenyamanan di bawah rindangnya pepohonan juga kerap dimanfaaatkan anak-anak sekolah untuk belajar dan bermain di sekitar taman. Area sisanya juga sering digunakan anak-anak muda untuk area bermain sepak bola.