aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Kamis, 01 Agustus 2013

Kecerdasan buatan (Artificial Inteligence)

Kecerdasan buatan (Artificial Inteligence) adalah ilmu yang mempelajari tentang kecerdasan, Kecerdasan buatan telah menghasilkan banyak produk yang sangat mengesankan dan penting, walaupun produk tersebut masih dalam pengembangan. Walaupun tak seorang pun dapat memprediksi masa depan secara detail, tetapi komputer dengan kecerdasan kita saat ini dan peradaban manusia di masa yang akan datang. Kecerdasan buatan adalah sistem yang dapat berpikir seperti manusia dan bertingkah laku seperti manusia, yang dapat berpikir secara rasional dan dapat bertindak secara rasional. Kecerdasan buatan merupakan terobosan baru dalam ilmu komputer yang berkembang sangat pesat. Ada beberapa cabang dalam perkembangan kecerdasan buatan, antara lain sistem pendukung keputusan, jaringan saraf tiruan, dan sistem pakar. Diantara itu sistem pakar adalah salah satu bidang yang sangat menarik untuk dikembangkan. (Dr. Suyoto, 2004).

Tujuan utama dari Kecerdasan Buatan adalah untuk membuat komputer menjadi lebih pintar, sehingga dapat melakukan suatu tugas, yang bila dikerjakan oleh manusia akan membutuhkan suatu keahlian.

Kecerdasan buatan (artificial intelegence) banyak diterapkan pada bidang pengetahuan. Beberapa tugas dapat dikerjakan dengan Kecerdasan buatan atara lain (rich dan knight) adalah tanggapan terhadap sesuatu, implementasi dalam bahasa pemprograman natural, pengendalian robotika, permainan (games), penyelesaian persamaan matematika, perancangan teknik, analisis ilmiah, diagnose penyakit, analisis keuangan, serta bidang-bidang lain yang semakin berkembang dan memerlukan intelegensia semu.

Kecerdasan buatan mengkombinasikan berbagai aspek seperti aspek psikologi, ilmu komputer, bahasa dan filosofi. Oleh karena itu, Kecerdasan buatan disebut juga sebagai bidang multi disiplin dengan dua tujuan utama, yaitu untuk menciptakan kemampuan komputer yang dapat membantu manusia memecahkan masalah, dan untuk memberikan kemudahan salam menjelaskan penalaran, pembelajaran, pengertian dan pemikiran. (Penerbit andy, 2003).

Teknik yang digunakan dalam kecerdasan buatan memungkinkan dibuatnya sebuah program yang setiap bagiannya mengandung langkah independen dan dapat diidentifikasi dengan baik untuk memecahkan sebuah atau sekumpulan persoalan. Setiap potong bagian program adalah seperti sepotong informasi dalam pikiran manusia. Jika informasi tersebut diabaikan, pikiran kita secara otomatis mengatur cara kerjanya untuk menyesuaikan diri dengan fakta atau informasi baru tersebut. Kita tidaklah perlu mengingat setiap potong informasi yang telah kita pelajari. Hanya yang relevan dengan persoalan yang dihadapi yang digunakan.


Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus diberi bekal pengetahuan, dan mempunyai kemampuan untuk menalar.

Konsep dasar kecerdasan buatan.

Pada umumnya terdapat beberapa dasar-dasar penting yang melandasi aplikasi sistem pakar (Artificial Inteligence). Ada beberapa dasar yang harus dipahami dalam kecerdasan buatan, diantaranya :

Turing test – Metode Pengujian Kecerdasan
Turing test merupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat oleh Alan Turing. Proses uji ini melibatkan seseorang penanya (manusia) dan dua obyek yang ditanyai. Yng satu adalah seorang manusia dan satunya adalah sebuah mesin yang akan diuji. Penanya tidak bisa melihat langsung obyek yang ditanyai. Penanya diminta untuk membedakan mana jawaban komputer dan mana jawaban manusia berdasarkan jawaban kedua obyek tersebut. Jika penanya tidak dapat membedakan mana jawaban mesin dan mana jawaban manusia maka turing berpendapat bahwa mesin yang diuji tersebut dapat diasumsikan cerdas.

Pemrosesan Simbolik
Komputer semula didesain untuk memproses bilangan / angka-angka (pemrosesan numeric). Sementara manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak didasarkan kepada sejumlah rumus atau melakukan komputasi metematis. Sifat penting dari AI adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmu komputer yang melakukan proses secara simbolik dan non-algiritmik dalam penyelesaian masalah.

Heuristic
Istilah heuristic diambil dari bahasa Yunani yang berarti menemukan. Heuristic merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian (search) ruang problema secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan disepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses yang paling besar.

Penarikan kesimpulan 
(Inferencing)
AI mencoba membuat mesin memiliki kemampuan berpikir atau mempertimbangkan (reasoning). Kemampuan berfikir (reasoning) termasuk didalamnya proses penarikan kesimpulan (Inferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode heuristic atau metode pencarian lainnya.

Pencocokan Pola (Pattern Matching)
AI bekerja dengan metode pencocokan pola (pattern matching) yang berusaha untuk menjelaskan obyek, kejadian (event) atau proses, dalam hubungan logic dan komputasional.

Bidang ilmu kecerdasan buatan.

Makin pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan adanya perkembangan dan perluasan lingkup yang membutuhkan kehadiran keceradasan buatan. Karakteristik cerdassudah mulai dibutuhkan si berbagai disiplin ilmu dan teknologi. Kecerdasan buatan tidak hanya dominan di bidang ilmu komputer (informatika), namun juga sudah merambah di berbagai disiplin ilmu yang lain. Irisan antara psikologi dan kecerdasan buatan melahirkan sebuah area yang dikenal dengan nama cognition dan psycolinguistics. Irisan antara teknik elektro dengan kecerdasan buatan melahirkan berbagai ilmu seperti pengolahan citra, teori kendali, pengolahan pola dan robotika.

Adapun bidang utama dalam kecerdasan buatan adalah :

  • Sistem Pakar (Expert System). Disini komputer digunakan sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar. Dengan demikian komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh pakar.
  • Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing). Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
  • Pengenalan Ucapan (Speech Recognition). Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.
  • Robotika dan Sistem sensor (Robotics & Sensory System)
  • Computer Vision, mencoba untuk dapat menginterpretasikan gambar atau obyek-obyek tampak melalui komputer.
  • Intelligent Computer aided instruction. Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar.
  • Game playing.
Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, muncul beberapa teknologi yang juga bertujuan untuk membuat agar komputer menjadi cerdas sehingga dapat menirukan kerja manusia sehari-hari. Teknologi ini juga mengakomodasi adanya keridakpastian dan ketidaktepatan data input. Dengan didasari pada teori himpunan, maka pada tahun 1965 muncul logika fuzzy. Kemudian pada tahun 1975 Jhon Holland mengatakan bahwa setiap problem berbentuk adaptasi (alami maupun buatan) secara umum dapat diformulasikan dalam terminologi genetika. Algoritma genetika ini merupakan simulasi proses evolusi Darwin dan operasi genetika atas kromosom. (Kusrini, 2005)

Perbandingan kecerdasan buatan dengan kecerdasan alamiah. 


Berikut adalah perbandingan antara kecerdasan buatan dan kecerdasan alamiah yaitu :
  • Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan mengalami perubahan . Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa. Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak mengubahnya.
  • Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain membutuhkan proses yang sangat lama, dan juga suatu keahlian. Reff 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar