aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Jumat, 02 Agustus 2013

Umur Langit dan Umur Bumi

“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia berkuasa di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Al-Sajdah 32:4)

Katakanlah, “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam” (QS. Al-Fushshilat 41:9)


SATU dari sekian banyak contoh yang dirincikan Al-Qur’an adalah umur bumi dan alam semesta ini, yang kata orang bahwa bumi kita ini sudah tua. Lalu bagaimanakah Al-Qur’an menceritakan tentang perihal tersebut ? dan bagaimana pula sistematika rinciannya?

Menurut penelitian ilmuwan, umur alam semesta atau disebut ‘langit’ dalam bahasa Al-Qur’an memang lebih ‘tua’ dari bumi. Berdasarkan QS. Al-Sajdah:4 Allah SWT memposisikan kata ‘langit’ sebelum ‘bumi’. Lalu, mengapa Allah selalu mendahului kata’ langit’ dari pada ‘bumi’ dalam setiap firman-Nya? Berikut

Rinciannya:

Analogi : Allah SWT. menciptakan langit dan bumi dalam enam masa (QS.Al-Sajdah 32:4), serta menciptakan bumi sebagai tempat tinggal dalam dua masa (QS. Fushshilat 41:9). Menurut para ahliGeologi, meninjau dari batuan meteorit tertua, perkiraan umur bumi adalah sekitar 4,56 × 10^9 tahun. Kembali ke Al-Qur’an jika umur langit 6 masa dan umur bumi 2 masa, maka perbandingannya adalah 6 : 2 = 3 : 1, jadi umur alam semesta dapat kita cari dengan cara yaitu 4,56 × 10^9 × 3 = 13,68 × 10^9tahun. Itu adalah perhitungan umur umur alam semesta atau ‘langit’ versi Al-Qur’an.

Fakta : Versi sains modern menyatakan tentang sebuah teori bernama Big Bang yang menyebutkan bahwa umur alam semesta 13,7 × 10^9 tahun. Angka tersebut hampir mendekati angka perkiraan umur alam semesta versi Al-Qur’an. Subhanallah, apakah ini suatu kebetulan ?

Terdapat selisih 20 juta tahun antara perhitungan sains modern dengan Al-Qur’an. Namun, perbedaan ini bukanlah menjadi suatu selisih yang signifikan. Dan kita bisa menyimpulkan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber kajian dan pedoman yang sangat Akurat. Wallahu’alam Bissawab.

Cetak Guru Handal Tidak Bisa Ala Kadarnya

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) akan menata ulang Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Sebab dari 415 LPTK yang ada di Indonesia, hanya 100 LPTK yang kredibel dan layak untuk menjadi kawah candradimukanya calon-calon guru.

“Kita ingin LPTK lebih bagus, lebih bermutu sehingga menghasilkan guru yang hebat,” papar Supriyadi Rustat, Direktur Pendidik dan Kependidikan (Diktendik) Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud, kemarin.

Sebagai profesi yang strategis untuk menciptakan generasi berkualitas, menurut Supriyadi seharusnya orang-orang yang menjadi guru adalah orang-orang terpilih yang hebat. Dengan demikian maka dunia pendidikan kita akan jauh lebih maju.

Tetapi pencetakan guru yang hebat tidak bisa dilakukan dengan alakadarnya. “Kita juga butuh lembaga yang bermutu,” lanjut Supriyadi didampingi Totok Bintoro, Tim Pengembangan Pendidikan Profesi Guru dan Agus Susilohadi, Kasubdit Program, Direktoran Dikti.

Karena itu sudah saatnya dilakukan penataan ulang terhadap LPTK sebagai satu-satunya lembaga penghasil guru.

LPTK yang baik lanjut Supriyadi setidaknya harus memenuhi sejumlah persyaratan mendasar. Misalnya memiliki sekolah laboratorium untuk praktik mengajar, laboratorium micro teaching, asrama, SDM pengajar yang berkualitas, dan berbagai persyaratan standar lainnya. Tetapi fakta dilapangan, hanya sedikit LPTK yang memenuhi standar persyaratan tersebut.

Terhadap LPTK yang tidak kredibel dan tidak memenuhi standar, Kemendikbud dikatakan Supriyadi tidak mungkin langsung mencabut ijin operasionalnya. Hal yang bisa dilakukan adalah terus melakukan pembinaan dan pembinaan terhadap LPTK-LPTK tersebut.
“Intinya kita akan menjadikan LPTK sebagai lembaga yang elite,” pungkas Supriyadi.
Reff

Prof Furqon: Rekrutmen Guru Harus Benar-benar Fair

Pakar pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr Furqon Hidayatullah MPd menyatakan, seorang guru harus memiliki karakter kuat dan cerdas.

“Karakter kuat dan cerdas berimplikasi bahwa guru atau semua unsur pendidikan harus memiliki target pendidikan,” jelas Prof Furqon kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, Kentingan, Jebres, Solo.

Target pendidikan, menurut Furqon yang juga Dekan FKIP UNS, ada dua. Yang pertama, membentuk manusia berakhlaq atau berkarakter, siapapun lulusannya. Kedua, membentuk atau membangun manusia pembelajar.

“Manusia pembelajar ini agar menjadi cerdas. Agar cerdas maka perlu belajar,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Prof Furqon, Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus mencari input yang terbaik. Sebab masih ada peluang luas untuk memilih terbaik dari bangsa ini untuk menjadi guru.

“Hanya sekarang ini perlu ada penguatan kelembagaannya, karena jumlah LPTK sekarang ini sudah banyak sekali,” tandasnya.

Setelah itu, lanjut Dekan FKIP UNS tersebut, adalah pembelajaran yang bagus. Istilah lulus susah pada hakekatnya adalah pembelajaran yang bagus. Selain itu sistem rekrutmen guru yang fair. Sehingga guru yang baik dan berkualitas memang dipilih betul.

“Berdasarkan pengalaman, mereka yang lulus ranking 1 hingga 10 di LPTK yang berkualitas, dijamin bisa diterima sebagai guru, dengan catatan rekrutmen dilakukan secara fair. Karena lulusan itu memiliki kemampuan adaptable,” ungkapnya.

Prof Furqon menyatakan, bila hal itu dilakukan maka bisa diyakini bahwa pendidikan Indonesia akan menjadi baik dan berkualitas. Peluang itu besar untuk dilaksanakan era sekarang ini.

Siswa Jurusan IPS dan Bahasa Sekarang Boleh Jadi Pilot

Siswa sekolah penerbang tak harus berasal dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah menengah atas. Menurut Country Representative Director Aero Equipt Avivation (AEA) For Indonesia, Irwanto Karseno, siswa dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa diperbolehkan masuk ke AEA yang berada di Filipina itu.

"Biasanya sekolah pilot hanya memperbolehkan siswa IPA, kasihan siswa jurusan lain. Ibaratnya hanya siswa IPA yang boleh naik sepeda motor," jelas Irwanto kepada Tribun Jateng, Minggu (28/7/2013).

AEA juga menerima siswa yang bermata minus, maksimal minus delapan. Usia siswa yang boleh masuk mulai 18 tahun hingga tak terbatas.

Kantor pendaftaran AEA sudah dibuka di beberapa kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang. Menurut Irwanto, banyak siswa berkualitas yang belum mengetahui dunia penerbangan.

"Kebutuhan pilot di Indonesia setiap tahun hampir 500 pilot. Pada 2015, kebutuhan pilot di Indonesia diperkirakan mencapai 2.000 orang dan di Asia 60.000 orang. Kami pun mencoba menarik minat para siswa di Semarang," jelas Irwanto.

AEA menarik biaya pendidikan 4.850 dolar AS (sekitar Rp 50 juta). Jumlah itu belum termasuk biaya tiket pesawat Jakarta-Manila-Jakarta karena pendidikan berlangsung di Filipina.

Irwanto menyebut para siswa akan mendapat fasilitas tempat tinggal setaraf hotel bintang empat. Para pengajar sekolah penerbangan ini dari Filipina dan Amerika.

Representative Consultation AEA dari Filipina, Alvin Earl, mengatakan berbagai materi diberikan selama siswa belajar di AEA. Private pilot fly training (pelatihan pilot pesawat pribadi) dan commercial pilot fly training (pelatihan penerbangan komersial) diajarkan.

"Kurikulum kami praktik 60 persen 40 persen teori. Kami ingin meningkatkan jam terbang para siswa," ujar Alvin.

Ia menambahkan, setelah lulus para siswa berhak mengikuti tes di beberapa maskapai di Asia Tenggara. Di antaranya Philipines Airlines, Singapore Airlines, dan Thai Airways.

Emas Pertama Tim Olimpiade Matematika Indonesia di IMO

Selamat kepada Tim Olimpiade Matematika Indonesia karena penantian panjang Tim Olimpiade Matematika Indonesia diajang International Mathematical Olympiad (IMO) telah berakhir. Setelah 25 tahun keiikutsertaan Indonesia dalam ajang Olimpiade Matematika Internasional, akhirnya tim Indonesia berhasil mempersembahkan medali emas pertama.

Tim Olimpiade Matematika Indonesia terdiri enam peserta meraih satu medali emas, satu perak, dan empat perunggu di ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke - 54 yang diselenggarakan di Santa Marta, Kolumbia, pada tanggal 18 – 27 Juli 2013.


Satu medali emas untuk Indonesia dipersembahkan Stephen Sanjaya siswa SMAK 1 BPK Penabur Jakarta yang berada di rangking 10 dari 528 peserta.

Satu medali perak diraih Fransisca Susan siswi SMAK 1 BPK Penabur Jakarta dan empat perunggu masing - masing diraih Bivan Alzacky Harmanto siswa SMA Labschool Jakarta, Gede Bagus Bayu Pentium siswa SMA Semesta Semarang, Reza Wahyu Kumara siswa SMAN Sragen BBS), dan Kevin Christian Wibisono siswa SMAK IPEKA Puri Indah Jakarta.

Anggota Tim Pembina Olimpiade Matematika Indonesia Al Haji Akbar Bachtiar pada keterangan pers melalui surat elektronik mengatakan Tim Indonesia berhasil mencapai prestasi yang memang sudah ditargetkan sebelum keberangkatan, yakni satu medali emas, satu perak, dan empat perunggu.

"Berbagai usaha telah kita lakukan untuk mencapai target yang direncanakan, yaitu meraih emas untuk pertama kalinya sejak keikutsertaan Indonesia pada tahun 1988. Bukan hanya itu, tahun ini peringkat Indonesia naik ke posisi 19 dari 97 negara peserta, mengalahkan negara - negara Eropa seperti Belanda, Prancis, Jerman dan Italia,"ungkap Akbar.

Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik, Pembinaan SMA Direktorat Pendidikan Menengah Kemendikbud Suharlan ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa hasil ini jauh lebih baik dari tahun lalu yang berada pada ranking ke - 35 dari 100 negara dengan perolehan satu medali perak, tiga medali perunggu, dan satu honorable mention.

Dengan pencapaian ini, kata Suharlan,, kemampuan matematika siswa Indonesia sudah diakui ditingkat dunia. Oleh karena itu, tim pembina Pembinaan SMA Kemendikbud berharap prestasi keenam peserta IMO Indonesia dapat memberikan motivasi kepada siswa-siswi Indonesia lainnya agar semakin menyukai pelajaran Matematika. Selain itu, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat terus memberikan dukungan yang lebih besar lagi kepada tim Indonesia di masa mendatang, demi mempertahankan perolehan medali emas." Seperti yang telah dilakukan selama ini, mulai dari proses pembinaan hingga keberangkatan tim Indonesia ke ajang internasional didukung sepenuhnya Kemendikbud,"tambah Akbar.

Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Harris Iskandar mengapresiasi dan bangga atas prestasi terbaik yang telah diraih Tim Olimpiade Matematika Indonesia. "Hebat, Luar Biasa, akhirnya kita dapat emas dan memberi motivasi bagi pelajar Indonesia lainnya." ujarnya. Menurutnya, ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi kita semua, khususnya untuk nama baik Indonesia di kancah olimpiade sains internasional. "Saya sangat mengapresiasikan kerja keras yang telah dilakukan oleh tim Indonesia demi meraih emas. Semoga kerja sama yang baik antara tim pembina dan peserta ini dapat terus berlanjut untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih,"pungkasnya.

Keberangkatan tim Indonesia ke ajang International Mathematical Olympiad (IMO) 2013 didampingi o tim pembina yang terdiri dari Dr. Budi Surodjo (Universitas Gajah Mada) sebagai leader, Dr. Hery Susanto (Universitas Negeri Malang) sebagai observer A, Dr. Yudi Satria (Universitas Indonesia) sebagai deputy leader, serta Dr. Alhaji Akbar Bachtiar (Universitas Indonesia) sebagai observer .
Reff

Kamis, 01 Agustus 2013

History Of Al

Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja.

Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah diketemukannya komputer digital. Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. Namun bidang Kecerdasan Buatan baru dianggap sebagai bidang tersendiri di konferensi Dartmouth tahun 1956, di mana 10 peneliti muda memimpikan mempergunakan komputer untuk memodelkan bagaimana cara berfikir manusia. Hipotesis mereka adalah: “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”, dan ini yang menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan.

AI berkaitan erat dengan disiplin ilmu lain antara lain (has roots in a number of scientific disciplines)

  • computer science and engineering (hardware and software)
  • philosophy (rules of reasoning/aturan pertimbangan)
  • mathematics (logic, algorithms, optimization/ logika, algoritma,optimasi)
  • cognitive science (ilmu kognitif) and psychology (modeling high level human/animal thinking/ pemodelan pemikiran tingkat tinggi untuk manusia dan hewan)
  • neural science (ilmu syaraf) (model low level human/animal brain activity/pemodelan aktivitas otak tingkat rendah untuk manusia dan hewan))
  • linguistics (ilmu bahasa),Ekonomi dll. 
1. The birth of AI (1943 – 1956)   
  • Pitts and McCulloch (1943): simplified mathematical model of neurons (resting/firing states) can realize all propositional logic primitives (can compute all Turing computable functions). Rangkaian Boolean model pikiran. Penyederhanaan model neuron yang dapat direalisasikan dengan semua logika primitive proposional.
  • Allen Turing: Turing machine and Turing test (1950). Mesin Turing dan Turing Test.
  • Claude Shannon: information theory; possibility of chess playing computers. Teory informasi, kemungkinan dalam permainan catur oleh computer. 
2. Early enthusiasm (1952 – 1969) 
  • 1956 Dartmouth conference. Dalam konferensi “Artificial Intelligence” diadopsi dan dianggap sebagai kelahiran AI.
  • 1958 Emphasize on intelligent problem soving: Penekanan pada intelligent problem solving antara lain : John McCarthy mengembangkan bahasa pemrograman AI yaitu LISP;
  • Marvin Minsky membuat mesin neural network pertama (first neural network machine);
  • Alan Newell and Herbert Simon mengembangkan GPS (analis means-ends);
  • Resolution by John Robinson: John Robinson menyelesaikan algoritma untuk pertimbangan dan ini menjadi dasar untuk pembuktian teorema secara otomatis (basis for automatic theorem proving); 
3. Emphasis on knowledge (1966 – 1974)  
  • AI menemukan kompleksitas komputasi, penelitian Neural network hampir lenyap. Muncul paradigma representasi pengetahuan (Knowledge representation paradigms atau KR)
  • declarative vs. procedural representation: Muncul pertentangan antara representasi deklaratif dan representasi procedural.
  • 1972 Bahasa PROLOG (Programming in Logic) pertama kali dikembangkan oleh Alain Colmenrauer dan P.Rousssel di universitas Marseilles Perancis.  
4. 1969 – 1979 Pengembangan awal system berbasis pengetahuan (Knowledge-based systems):
  • DENDRAL: the first knowledge intensive system (determining 3D structures of complex chemical compounds/ menentukan struktur 3D senyawa kimia kompleks)
  • MYCIN: first rule-based expert system (containing 450 rules for diagnosing blood infectious diseases). merupakan system pakar berbasis aturan pertama yang memuat/terdiri atas 450 aturan untuk mendiagnose penyakit infeksi darah.
  • PROSPECTOR: first knowledge-based system that made significant profit (geological ES for mineral deposits). Sistem berbasis pengetahuan pertama yang membuat keuntungan yang berarti. Sistem ini merupakan sistem pakar (ES) geologi untuk endapan mineral. 
5. AI became an industry (1980 – 1989). AI menjadi suatu industri.  
  • wide applications in various domains. Penggunaan AI secara luas dengan berbagai variasi domain.
  • commercially available tools. Pengkomersialan AI. Penjualan hardware berbasis AI ke perusahaan-perusahaan. 
6. 1986-1988. Neural Networks kembali popular  
7. Current trends (1990 – present)   
  • more realistic goals (Tujuan dibuat lebih realistic)
  • more practical (application oriented). Lebih praktis berorientasi aplikasi.
  • distributed AI and intelligent software agents.
  • resurgence of neural networks and emergence of genetic algorithms. Munculnya algoritma genetika 
Beberapa definisi AI:
  1. Studi tentang bagaimana membuat computer dapat mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan oleh manusia (Rich, 1991).
  2. Cabang ilmu computer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993).
  3. Suatu perilaku mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas (Turing, et al, 1996).
  4. Untuk mengetahui dan memodelkan proses-proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia (John McCarthy, 1956)
Para pakar setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan dua ide dasar:
  1. Menyangkut studi proses berpikir manusia.
  2. Berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot dll). 
Manusia dikatakan cerdas dalam menyelesaikan permasalahan harus mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan diperoleh dari belajar. Semakin banyak bekal pengetahuan yang dimiliki tentu akan lebih mampu menyelesaikan permasalahan. Tapi bekal pengetahuan saja tidak cukup, manusia juga diberi akal untuk melakukan penalaran, mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan & pengalaman yang dimiliki. Tanpa memiliki kemampuan untuk menalar dengan baik, manusia dengan segudang pengalaman dan pengetahuan tidak akan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Demikian juga dengan kemampuan menalar yang sangat baik,namun tanpa bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai,manusia juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik.

Oleh karena itu agar mesin bisa cerdas (dapat bertindak sebaik & seperti manusia), maka mesin harus diberi bekal pengetahuan & kemampuan untuk menalar.

Perbedaan Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Alami

Di Postingan kali ini saya akan menjelaskan sedikit perbedaan antara kecerdasan alami dan kecerdasan buatan, mungkin dengan penjelasan in teman-teman bisa mengerti perbedaan tersebut dan menggangap kecerdasan buatan dan alami sama.

Semoga bermanfaat ...

Kecerdasan Buatan:  

  1. Lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami bisa berubah karena sifat manusia pelupa. Kecerdasan buatan tidak berubah selama sistem komputer & program tidak mengubahnya. 
  2. Lebih mudah diduplikasi & disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari 1 orang ke orang lain membutuhkan proses yang sangat lama & keahlian tidak akan pernah dapat diduplikasi dengan lengkap. Jadi jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, maka pengetahuan tersebut dapat disalin dari komputer tersebut & dapat dipindahkan dengan mudah ke komputer yang lain. 
  3. Lebih murah. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah & murah dibandingkan mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama. 
  4. Bersifat konsisten karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah. 
  5. Dapat didokumentasi.Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasi dengan mudah dengan cara melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
  6. Lebih cepat.
  7. Lebih baik  
Sedangkan kecerdasan Alami: 

  1. Kreatif : manusia memiliki kemampuan untuk menambah pengetahuan, sedangkan pada kecerdasan buatan untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun. 
  2. Memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik. 
  3. Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas. Reff 

Kecerdasan buatan (Artificial Inteligence)

Kecerdasan buatan (Artificial Inteligence) adalah ilmu yang mempelajari tentang kecerdasan, Kecerdasan buatan telah menghasilkan banyak produk yang sangat mengesankan dan penting, walaupun produk tersebut masih dalam pengembangan. Walaupun tak seorang pun dapat memprediksi masa depan secara detail, tetapi komputer dengan kecerdasan kita saat ini dan peradaban manusia di masa yang akan datang. Kecerdasan buatan adalah sistem yang dapat berpikir seperti manusia dan bertingkah laku seperti manusia, yang dapat berpikir secara rasional dan dapat bertindak secara rasional. Kecerdasan buatan merupakan terobosan baru dalam ilmu komputer yang berkembang sangat pesat. Ada beberapa cabang dalam perkembangan kecerdasan buatan, antara lain sistem pendukung keputusan, jaringan saraf tiruan, dan sistem pakar. Diantara itu sistem pakar adalah salah satu bidang yang sangat menarik untuk dikembangkan. (Dr. Suyoto, 2004).

Tujuan utama dari Kecerdasan Buatan adalah untuk membuat komputer menjadi lebih pintar, sehingga dapat melakukan suatu tugas, yang bila dikerjakan oleh manusia akan membutuhkan suatu keahlian.

Kecerdasan buatan (artificial intelegence) banyak diterapkan pada bidang pengetahuan. Beberapa tugas dapat dikerjakan dengan Kecerdasan buatan atara lain (rich dan knight) adalah tanggapan terhadap sesuatu, implementasi dalam bahasa pemprograman natural, pengendalian robotika, permainan (games), penyelesaian persamaan matematika, perancangan teknik, analisis ilmiah, diagnose penyakit, analisis keuangan, serta bidang-bidang lain yang semakin berkembang dan memerlukan intelegensia semu.

Kecerdasan buatan mengkombinasikan berbagai aspek seperti aspek psikologi, ilmu komputer, bahasa dan filosofi. Oleh karena itu, Kecerdasan buatan disebut juga sebagai bidang multi disiplin dengan dua tujuan utama, yaitu untuk menciptakan kemampuan komputer yang dapat membantu manusia memecahkan masalah, dan untuk memberikan kemudahan salam menjelaskan penalaran, pembelajaran, pengertian dan pemikiran. (Penerbit andy, 2003).

Teknik yang digunakan dalam kecerdasan buatan memungkinkan dibuatnya sebuah program yang setiap bagiannya mengandung langkah independen dan dapat diidentifikasi dengan baik untuk memecahkan sebuah atau sekumpulan persoalan. Setiap potong bagian program adalah seperti sepotong informasi dalam pikiran manusia. Jika informasi tersebut diabaikan, pikiran kita secara otomatis mengatur cara kerjanya untuk menyesuaikan diri dengan fakta atau informasi baru tersebut. Kita tidaklah perlu mengingat setiap potong informasi yang telah kita pelajari. Hanya yang relevan dengan persoalan yang dihadapi yang digunakan.


Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus diberi bekal pengetahuan, dan mempunyai kemampuan untuk menalar.

Konsep dasar kecerdasan buatan.

Pada umumnya terdapat beberapa dasar-dasar penting yang melandasi aplikasi sistem pakar (Artificial Inteligence). Ada beberapa dasar yang harus dipahami dalam kecerdasan buatan, diantaranya :

Turing test – Metode Pengujian Kecerdasan
Turing test merupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat oleh Alan Turing. Proses uji ini melibatkan seseorang penanya (manusia) dan dua obyek yang ditanyai. Yng satu adalah seorang manusia dan satunya adalah sebuah mesin yang akan diuji. Penanya tidak bisa melihat langsung obyek yang ditanyai. Penanya diminta untuk membedakan mana jawaban komputer dan mana jawaban manusia berdasarkan jawaban kedua obyek tersebut. Jika penanya tidak dapat membedakan mana jawaban mesin dan mana jawaban manusia maka turing berpendapat bahwa mesin yang diuji tersebut dapat diasumsikan cerdas.

Pemrosesan Simbolik
Komputer semula didesain untuk memproses bilangan / angka-angka (pemrosesan numeric). Sementara manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak didasarkan kepada sejumlah rumus atau melakukan komputasi metematis. Sifat penting dari AI adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmu komputer yang melakukan proses secara simbolik dan non-algiritmik dalam penyelesaian masalah.

Heuristic
Istilah heuristic diambil dari bahasa Yunani yang berarti menemukan. Heuristic merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian (search) ruang problema secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan disepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses yang paling besar.

Penarikan kesimpulan 
(Inferencing)
AI mencoba membuat mesin memiliki kemampuan berpikir atau mempertimbangkan (reasoning). Kemampuan berfikir (reasoning) termasuk didalamnya proses penarikan kesimpulan (Inferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode heuristic atau metode pencarian lainnya.

Pencocokan Pola (Pattern Matching)
AI bekerja dengan metode pencocokan pola (pattern matching) yang berusaha untuk menjelaskan obyek, kejadian (event) atau proses, dalam hubungan logic dan komputasional.

Bidang ilmu kecerdasan buatan.

Makin pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan adanya perkembangan dan perluasan lingkup yang membutuhkan kehadiran keceradasan buatan. Karakteristik cerdassudah mulai dibutuhkan si berbagai disiplin ilmu dan teknologi. Kecerdasan buatan tidak hanya dominan di bidang ilmu komputer (informatika), namun juga sudah merambah di berbagai disiplin ilmu yang lain. Irisan antara psikologi dan kecerdasan buatan melahirkan sebuah area yang dikenal dengan nama cognition dan psycolinguistics. Irisan antara teknik elektro dengan kecerdasan buatan melahirkan berbagai ilmu seperti pengolahan citra, teori kendali, pengolahan pola dan robotika.

Adapun bidang utama dalam kecerdasan buatan adalah :

  • Sistem Pakar (Expert System). Disini komputer digunakan sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar. Dengan demikian komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh pakar.
  • Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing). Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
  • Pengenalan Ucapan (Speech Recognition). Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.
  • Robotika dan Sistem sensor (Robotics & Sensory System)
  • Computer Vision, mencoba untuk dapat menginterpretasikan gambar atau obyek-obyek tampak melalui komputer.
  • Intelligent Computer aided instruction. Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar.
  • Game playing.
Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, muncul beberapa teknologi yang juga bertujuan untuk membuat agar komputer menjadi cerdas sehingga dapat menirukan kerja manusia sehari-hari. Teknologi ini juga mengakomodasi adanya keridakpastian dan ketidaktepatan data input. Dengan didasari pada teori himpunan, maka pada tahun 1965 muncul logika fuzzy. Kemudian pada tahun 1975 Jhon Holland mengatakan bahwa setiap problem berbentuk adaptasi (alami maupun buatan) secara umum dapat diformulasikan dalam terminologi genetika. Algoritma genetika ini merupakan simulasi proses evolusi Darwin dan operasi genetika atas kromosom. (Kusrini, 2005)

Perbandingan kecerdasan buatan dengan kecerdasan alamiah. 


Berikut adalah perbandingan antara kecerdasan buatan dan kecerdasan alamiah yaitu :
  • Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan mengalami perubahan . Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa. Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak mengubahnya.
  • Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain membutuhkan proses yang sangat lama, dan juga suatu keahlian. Reff 

Otak Cerdas Bermula dari Pencernaan yang Sehat?

Kondisi saluran cerna anak ternyata turut berperan untuk menentukan kecerdasan otak anak, kata dokter spesialis dari Divisi Tumbuh Kembang Anak RS Dr.Soetomo, Dr. Ahmad Suryawan, SpA (K).

"Untuk menyehatkan otak anak, saluran cerna juga harus sehat," kata Ahmad Suryawan pada jumpa pers program Happy Tummy Council, di Jakarta, Senin.

Ahmad Suryawan mengungkapkan bahwa otak dengan saluran cerna memiliki hubungan yang sangat erat dan memiliki komunikasi dua arah.

"Komunikasi dua arah antara saluran cerna dengan otak melalui berbagai mekanisme, saat ini dikenal dengan istilah gut-brain axis," jelas Ahmad Suryawan.

Komunikasi ini saling mendukung proses kerja masing-masing organ.

Pada otak, sinap atau sambungan antar sel otak bekerja melalui proses sinyal yang dikirim otak, jelas dia.

"Saluran cerna berfungsi tidak hanya untuk menampung nutrisi, namun juga mampu mempengaruhi sinyal di otak melalui mikrobiota usus," ungkap Ahmad Suryawan.

Selain itu, otak juga membutuhkan energi untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, melalui nutrisi yang diserap baik oleh saluran cerna dan dialirkan kepada otak.

Sementara dari otak, neurotransmiter dapat mempengaruhi perkembangan mikrobiota usus. "Oleh sebab itu, saluran cerna yang sehat harus memiliki mikrobiota berupa kuman atau bakteri baik, supaya sinap otak juga dapat bekerja dengan baik," tukas dia. 

Source

Orang Tua Wariskan Kecerdasan

Kecerdasan orang tua diwariskan kepada anaknya. Sebuah penelitian mengungkapkan, pewarisan ini mencapai hingga 40 persen. Ilmuwan dari Universitas Queensland, Australia, yang menyatakan penemuan ini. Mereka menganilisis data genetik berupa sampel DNA dan skor IQ ribuan anak dari empat negara.

Data tersebut berasal dari 18 ribu anak berusia antara enam hingga 18 tahun. Mereka berasal dari Australia, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). Fokus utama peneliti itu adalah memastikan apakah kecerdasan itu alamiah atau diwariskan. Mereka melihat kenyataan antara 20 dan 40 persen IQ anak-anak terkait faktor-faktor genetik.

Hasil ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang angkanya menyentuh 40-50 persen. “Perkiraan ini mengacu pada informasi DNA. Memang lebih rendah, tetapi konsisten dengan kesimpulan bahwa kecerdasan dapat diwariskan,” kata peneliti Beben Benyamin kepada ABC, pekan lalu. Ia menambahkan, gen yang dikenal dengan nama FNBP1L secara signifikan berhubungan dengan kecerdasan anak.

Gen yang sama juga menunjukkan bagian kecerdasan orang-orang dewasa. Biasanya, para ilmuwan memperhatikan gen bernama single-nucleotide polymorphisms (SNPs) untuk mendapatkan informasi tepat mengenai informasi genetik. Namun, Benyamin menyatakan timnya tak berhasil mengungkapkan keberadaan SNPs pada kecerdasan anak.
Source