aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Minggu, 11 Agustus 2013

Cordoba, Kota Firdaus yang Hilang

  
Keajaiban dunia. Begitulah penulis Barat, Stanley Lane-Poole, menjuluki Cordoba pada era tamadun Islam.

“Cordoba memiliki seluruh keindahan. Ornamen-ornamennya begitu indah dipandang dan mengagumkan penglihatan,” puji Lane-Poole.

Jejak kejayaan Islam tak hanya meninggalkan bangunan-bangunan megah, namun mewariskan peradaban dan ilmu pengetahuan yang tak ternilai harganya.

Secara geografis, Cordoba terletak di Provinsi Andalusia, sebelah Barat Spanyol. Kota bersejarah itu bertengger di sepanjang tebing sungai Guadalquivir.

Kota yang awalnya bernama Iberi Baht itu dibangun pada masa pemerintahan Romawi berkuasa di Guadalquivir. Sejak saat itu, nama Cordoba mulai termasyhur. Penguasa Romawi bernama Lotheo pernah menguasai kota itu dan menjadikannya sebagai ibu kota negara Meridional Spanyol pada 169 SM.

Julius Caesar, panglima militer dari Romawi juga sempat menaklukkan Cordoba pada tahun 45 M. Lima abad kemudian, Cordoba berada dalam kekuasaan Bizantium di bawah komando Raja Goth Barat.

Sejarah Cordoba memasuki babak baru ketika Islam datang ke wilayah itu pada 711 M atau 93 H. Di bawah komando Tariq bin Ziad, tentara Islam yang membawa pesan dakwah dan berhasil menaklukkan Spanyol dari Goth Barat, Kekaisaran Visigoth.

Misi penaklukan yang dilakukan Tariq bin Ziad itu dilakukan atas perintah Musa bin Nusair, Gubernur Afrika Utara, di bawah pemerintahan Walid bin Abdul Malik atau Al-Walid I (705-715) dari Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus.

Dengan dikuasainya Spanyol, 700 tentara kavaleri Islam yang dipimpin panglima perang Mugith Ar-Rumi, seorang bekas budak, dengan mudah menguasai Cordoba. Penaklukan Cordoba dilakukan pada malam hari. Mugith Ar-Rumi dengan pasukan berkudanya berhasil mendobrak tembok Cordoba.

Selain menguasai Cordoba, pasukan tentara Islam juga menaklukan wilayah-wilayah lain di Spanyol seperti, Toledo, Seville, Malaga serta Elvira. Selama pemerintahan Umayyah berpusat di Damaskus, Toledolah yang menjadi Ibukota Spanyol.

Cordoba baru menjadi Ibukota Spanyol, ketika Dinasti Umayyah ditumbangkan Abbasiyah dan pusat kekuasaan bergeser dari Damaskus ke Baghdad. Setelah dikalahkan Abbasiyah, Dinasti Umayyah, lalu membangun kekuasaannya di Spanyol.

Cordoba pun mulai menjadi pusat kekuasaan Ummayah di bawah pemerintahan Abdurrahman Ad-Dakhil atau Abdurrahman I. Masa masuk dan berkembangnya Islam di Cordoba itu berlangsung dari 711-912 M. Mulai dari 912 hingga 976 M, peradaban Cordoba mulai menggeliat. As-Samah bin Malik Al-Khaulani merupakan merupakan tokoh yang membangun dan mengembangkan Cordoba hingga menjadi salah satu sebuah kota terbesar di Eropa.

Pada masa pemerintahan Abdurrahman Ad-Dakhil atau Abdurrahman I, Cordoba disulap menjadi pusat perkembangan ilmu, pengetahuan, kesenian dan kesusasteraan di seantero benua Eropa. Pada masa kepemimpinannya, AbdurrahmanI berupaya untuk mengundang dan mendatangkan ahli fikih, alim ulama, ahli filasafat, dan ahli syair untuk bertandang dan mengembangkan ilmunya di Cordoba.

Puncak kejayaan dan masa keemasan Cordoba di bawah pemerintahan Islam mulai berlangsung pada era pemerintahan Khalifah Abdul Rahman An-Nasir dan pada zaman pemerintahan anaknya Al-Hakam. Ketika itu, Cordoba telah mencapai kejayaannya hingga pada taraf kekayaan dan kemewahan yang belum pernah tercapai sebelumnya. Tak heran, bila pada era itu Cordoba mampu menyejajarkan diri dengan Baghdad sebagai ibukota pemerintahan Abbasiyah. Tak cuma itu, Cordoba juga setaraf dengan Konstantinopel, ibukota kerajaan Bizantium serta Kaherah, ibukota kerajaan Fatimiyah.

Pada saat itu, Cordoba telah mampu menempatkan duta besarnya hingga ke negara yang amat jauh seperti India dan Cina. Pada era kejayaan itu, Cordoba mengalami kemajuan pesat dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan intelektual.

Pada masa kekuasaan Abrurrahman III, berdirilah Universitas Cordoba yang termasyhur dan menjadi kebanggaan umat Islam. Berbondong-bondong mahasiswa dari berbagai wilayah, termasuk mahasiswa Kristen dari Eropa menimba ilmu.

Dari universitas inilah, Barat menyerap ilmu pengetahuan. Salah satu mahasiswa Kristen yang menuntut ilmu di Spanyol adalah Gerbert d’Aurillac (945-1003), yang kemudian menjadi Paus Sylvester II.

Selepas belajar matematika di Spanyol, dia kemudian mendirikan sekolah katedral dan mengajarkan aritmatika dan geometri kepada para muridnya.

Geliat pendidikan di Cordoba makin bersinar pada era pemerintahan Al-Hakam Al-Muntasir sehingga digelari Khalifah yang alim. Sebanyak 27 sekolah swasta berdiri pada masa itu.

Gedung perpustakaan mencapai 70 buah menambah semarak perkembangan ilmu pengetahuan. Jumlah pengunjungnya mencapai 400 ribu orang. Padahal, volume kunjungan perpustakaan besar di Eropa lainnya, kala itu, paling tinggi mencapai 1.000 orang.

Saat itu, terdapat 170 wanita yang berprofesi sebagai penulis Kitab Suci Alquran dengan huruf Khufi yang indah. Anak-anak fakir miskin pun bisa belajar secara gratis di 80 sekolah yang disediakan Khalifah. Pendidikan yang tinggi pun diimbangi dengan kesejahteraan masyarakatnya.

Pembangunan pun tumbuh pesat. Bangunan-bangunan berarsitektur megah bermunculan. Ketika malam tiba, jalan-jalan di kota hingga keluar kota diterangi lampu hias yang cantik dan anggun. Kota Cordoba pun terbebas dari sampah. Taman-taman nan indah menjadi daya tarik bagi para pendatang yang singgah di kota itu. Mereka bersantai di taman yang dipenuhi bunga dan tata lanskap.

Cordoba juga dihiasi Istana Az-Zahra yang indah. Kota ini didirikan Kalifah Abdurahman III dan dilanjutkan Khalifah Alhakam II. Medina Az-Zahra, awalnya diperuntukkan sebagai pusat pemerintahan Andalusia. Letaknya sekitar 5 kilometer dari pusat kota Cordoba.

Sejarawan berkebangsaan Turki, Zia Pasya, melukiskan keindahan istana itu sebagai mukjizat yang belum pernah tergambar dalam benak pembangunan manapun sejak dunia ada.

Pada masa itu, di Cordova terdapat 283 ribu unit rumah tinggal, 900 kamar mandi umum, 800 unit sekolah serta 50 unit rumah sakit. Sebuah kota yang ideal. Pemerintahan Abdurrahman III telah menciptakan ketentraman bagi rakyatnya.

Sepertiga dari penerimaan tahunan yang mencapai 6,245 juta keping emas digunakan untuk belanja negara. Sisanya, dialokasikan untuk pengembangan pertanian, industri dan perdagangan. Rakyat pun sejahtera.

Sayang, masa kejayaan itu hanya bertahan 320 tahun dan harus berakhir tragis. Dinasti Umayyah di Spanyol pun runtuh akibat pertikaian dan perebutan. Dinasti Umayyah digulingkan Dinasti Amiriyah. Hingga akhirnya pada 1031 M, Islam terusir dan terhapus dari Cordoba.
Sumber 

Perpecahan di Negara Islam

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa mungkin Hancurnya Negara Negara Islam bisa di prediksikan. Bukan tak mungkin, Islam akan menjadi agama yang memiliki banyak pemeluk. Namun, di berbagai tempat di mana mayoritas umat islam malah terjadi pemberontakan, pengrusakan dan hancurnya akhlak para umat yang mengaku beragama islam.

Bukankah ini seperti sabda Nabi Muhammad SAW :

Diriwayatkan dari Tqausan r.a Rasulullah SAW bersabda: “akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan”. Salah seorang sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit”. Rasulullah menjawab : “jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahn’ dalam hati kalian.” Lalu ada yang bertanya lagi :“apakah penyakit ‘wahn’ itu ya rasulullah?” Beliau bersabda : “ Cinta kepada dunia dan takut mati!”. (Silsilah hadist shahih no.958).

LIBYA – Negara yang mayoritas pemeluk agamanya islam kini bisa kita lihat. Negaranya sudah mulai lagi dari nol setelah sebelumynya terjadi penggulingan khadafi. Bahkan beberapa hari yang lalu, salah satu Penjara di libya , telah bocor sehingga membuat banyak Narapidana keluar dari penjara. Bisa di bayangkan apa yang terjadi?

MESIR - Perang antara militer dengan ikhwanul Muslimin, antara pendukung Mursi dengan anti Mursi. Banyak sudah sodara sodara muslim yang bisa di bilang mati secara sia-sia. Mati karena masalah politik yang terjadi di negara Mesir. Bahkan sejak penggulingan presiden sebelum mursi –saya lupa namanya red- mesir selalu saja terjadi pengrusakan dan tak ada kata damai di sana.

AFGANISTAN - sudah sejak dulu, negara ini menjadi perang terbuka. Antara NATO dengan para manusia yang di anggap teroris. Seperti AL Qaeda (kalo ga salah). Banyak sudah rakyat afganistan yang menjadi korban perang berdarah di negara ini. Baku tembak terus terjadi sampai saat ini. Bahkan walaupun sudah ada pemerintahan yang di katakan sah oleh USA, tetap terjadi yang namanya peperangan.

PALESTINA - sudah tak asing bukan dengan nama negara ini? Negara yang mencalonkan diri menjadi anggota PBB yang saat ini belum jelas statusnya menjadi anggota PBb atau bukan. Di sinilah kehancuran Umat Islam sangat kelihatan. Di mana Israel dengan para pasukannya menyerang dan menghancurkan para Muslim di negara palestina. Seolah tak ada kekuatan, umat islam banyak yang menutup mata akan hal ini.

SURIAH - pergejolakan politik antara pemerintah dan oposisi terus terjadi. Bahkan menurut berita yang terdengar, oposisi meminta bantuan senjata kepada negara lain. Lah, bukankah hal ini akan menambah jumlah korban jiwa di kedua belah pihak? Berdalih untuk kedamaian, perang antara oposis dan pemerintah terjadi dengan memperebutkan kekuasaan.

IRAK - sejak runtuhnya Sadam Husein, negara ini selalu diliputi perang saudar. Amerika setelah memporak-porandakan peradaban Islam disana, sekarang negara ini menjadi ajang perang antara kaum Syiah yang dibackup Iran, dengan kaum Sunni yang belum ada kesudahan.

Sementara kita lihat negara-negara Islam yang begitu makmur seperti Arab Saudi, Qatar, Bahrain sama sekali tidak ada perannya sebagai kekuatan inti negara Islam di dunia. Pemimpin-pemimpinnya telah bergelimpangan kemewahan dunia, sehingga takut akan perjuangan Islam. 


Lantas, negara negara islam yang lain. Apakah akan menyusul?

Inilah gambaran umat islam saat ini. Di mana jumlah Umat Islam di dunia menajdi no 2 setelah Umat Kristen. Namun kenyataannya bahwa jumlah bukanlah yagn terpenting. Tapi kualitas umat muslim itu sendiri. Banyak perbedaan di antara kita.ambillah jalan tengah.ingatlah akan pesan Nabi Muhammad SAW :

DARI KATSIR BIN ABDILLAH, DARI AYAH NYA DARI KAKEKNYA R.A, IA BERKATA SESUNGGUHNYA ROSULULLOHSHOLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM , BERSABDA : KUTINGGALKAN PADA KAMU SEKALIAN DUA PERKARA YANG KAMU TIDAK AKAN SESAT APABILA KAMU BERPEGANG TEGUH KEPADA KEDUAYA, YAITU : KITAB ALLAH DAN SUNNAH NABI-NYA". (HR. MALIK DALAM AL-MUWATHTHA’ JUZ 2) 

Jika tak ingin islam hancur, maka mari perkuat Iman kita. perkuat agama dan keislaman kita. Katakan yang salah itu salah dan katakan yang benar itu benar. Kehidupan dunia hanya sementara, sebesar apapun kekayaan kita, takkan sanggup palingkan dari kematian. Kekayaanpun tidak akan menemani kematian, jadi mengapa harus begitu mencintai dunia secara berlebihan, sehingga melupakan keniscayaan yang akan terjadi, kematian.

Semoga bermanfaat ...


Tawakkul Karman, Aktivis Muslimah Pertama Peraih Nobel Perdamaian

Tawakkul Abdus Salam Karman adalah nama lengkapnya, tapi ia lebih dikenal sebagai Tawakul Karman. Muslimah dari negara Yaman kelahiran 7 Februari 1979 ini bekerja sebagai jurnalis Muslim yang dikenal sangat kritis. Ia juga dikenal sebagai aktivis politik, aktivis hak asasi manusia, dan sekaligus aktivis dakwah.

Di bidang jurnalistik, ia memimpin kelompok “Jurnalis Wanita Tanpa Kekangan” yang kritis menyoroti berbagai isu sosial politik, terutama perempuan dan hak asasi manusia. Korupsi di dalam pemerintahan juga menjadi fokus perhatian kelompok ini. Kelompok ini didirikannya pada tahun 2005 lalu.

Penjara dan Revolusi Melati 

Muslimah dengan tiga anak ini memperoleh perhatian besar di Yaman setelah keterlibatannya sebagai jurnalis Yaman pada tahun 2005 dan pendukung layanan berita telepon genggam pada tahun 2007, yang setelah itu ia memimpin protes demi kebebasan pers. Ia mengadakan unjukrasa setiap pekan pada hari selasa sejak Mei 2007.

Bagi kita, seorang ibu muda berusia 32 tahun tidak mungkin mampu melengserkan sebuah rezim yang berusia 30 tahun, tapi Tawakkul Karman berhasil membuktikannya. Ia dikenal sebagai “Ibu Revolusi” Yaman dan memimpin berbagai unjuk rasa hingga menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh yang diktator.

Tawakkul Karman mengidentifikasi dirinya sebagai juru kampanye bagi para pemuda Yaman terasing dari hiruk pikuk kehidupan. Dia juga merupakan anggota partai Islam oposisi terbesar di Yaman, Partai Al Ishlah, yang telah mengkoordinasi banyak protes terhadap Saleh awal tahun ini dan membeli makanan dan persediaan medis untuk ribuan pengunjuk rasa yang berkemah di Lapangan Perubahan. Salah seorang pemimpin Partai Al Ishlah adalah Syaikh Abdul Majid Az Zindani yang oleh Amerika Serikat dianggap sebagai teroris karena pernah menjadi penasihat Usamah bin Ladin. Partai Al Ishlah adalah manifestasi Ikhwanul Muslimin di Yaman.

Pada awal tahun 2011, bulan Januari, dunia menyorotnya karena ia ditangkap oleh pemerintah Yaman dari dalam mobilnya. Ia pun dijebloskan ke dalam penjara. Padahal bukan hanya kali ini saja ia dipenjara oleh rezim Ali Abdullah Saleh. Ia sudah berkali-kali dipenjara. Hal itu memicu ribuan demonstran turun ke jalan menuntut pembebasannya. Hal inilah yang mendorong revolusi Yaman. Tawakkul Karman menyebutnya “Revolusi Melati”.

Perjuangkan Kaum Perempuan

Tawakkul Karman mungkin berbeda dengan aktivis lain. Dia ingin agar Al Ishlah menjadi partai terbaik di Yaman yang mendukung keanggotaan perempuan. Oktober tahun lalu lalu ia terlibat perselisihan dengan anggota partai ultra-konservatif setelah menerbitkan tulisan yang mendorong partai agar melarang Undang-Undang yang membolehkan menikahi anak perempuan di bawah usia 17 tahun. Meskipun perempuan telah terpilih ke parlemen, negara itu masih tidak memiliki syarat usia pernikahan minimal bagi perempuan. Dalam beberapa kasus, gadis-gadis semuda 7 atau 8 tahun diperbolehkan menikah.

Organisasi yang dipimpinnya juga menantang adat tradisional dengan mencoba menghentikan pernikahan anak-anak, membuka kelas keaksaraan untuk anak perempuan, serta mendorong perempuan untuk menuntut hak mereka di rumah. Ia mengangkat derajat perempuan di negara seperti Yaman yang masih diperintah secara kesukuan dan chauvinisme para lelaki.

Sementara itu, buta huruf di kalangan perempuan Yaman juga masih menjadi masalah. Kaum hawa juga masih banyak yang menderita gizi buruk karena keluarga cenderung mengistimewakan anak laki-laki.

“Orang-orang ekstrimis membenci saya. Mereka berbicara tentang saya di masjid-masjid dan mengeluarkan selebaran yang mengutuk saya tidak islami. Mereka mengatakan saya sedang mencoba untuk mendorong perempuan menjauh dari rumah mereka,” katanya kepada Guardian Maret lalu. Mungkin karena itu pula ia dijuluki sebagai “Wanita Besi”.

Percobaan Pembunuhan

Aktivitas dan sepak terjangnya dalam dunia sosial politik membuat banyak orang tidak menyukainya. Bahkan banyak yang ingin membunuhnya. Berkali-kali ia diancam bunuh.

Pada tahun 2010, ia lolos dari maut ketika seorang pembunuh wanita berusaha menikamnya dengan belati tradisional yang dikenal sebagai jambiya. Tawakkul Karman mengatakan banyak pendukungnya membantunya bertahan dari serangan tersebut.

Pada 26 januari 2011, saudaranya, Tariq Karman, ditelepon oleh seseorang yang diperkirakan adalah Presiden Ali Abdullah Saleh yang menyatakan ancaman akan membunuh Tawakul Karman jika ia tidak menghentikan unjukrasa yang digalangnya.

Kekuatan Karman tampaknya berasal dari Abdus Salam, sang ayah yang merupakan politikus yang pernah menjabat menteri negara urusan hukum dan parlemen. Atas aksinya tersebut, Karman pun menerima Penghargaan Perempuan Pemberani Internasional pada Maret 2010.

Alumnus Universitas Sains dan Teknologi serta Universitas Sana’a ini terus berjuang mengampanyekan perdamaian, kesetaraan hak, dan politik yang berkeadilan.

Nobel Perdamaian

Tawakkul Karman juga dikenal sebagai seorang yang anti kekerasan. Atas kampanye dan perjuangannya tanpa kekerasan, Komite Nobel menganugerahkannya penghargaan Nobel Perdamaian bersama dua wanita lainnya, Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf dan Leymah Gbowee. Atas penghargaan tersebut, Tawakul Karman menjadi wanita Arab pertama yang memperoleh penghargaan Nobel, sekaligus termuda dengan umur 32 tahun.

Prof Dr Muhammad Badi’, Mursyid ‘Amm Ikhwanul Muslimin, menelepon langsung Tawakkul Karman setelah mendengar kabar penghargaan Nobel Perdamaian untuk salah seorang kadernya tersebut. Prof Muhammad Badi’ mengucapkan selamat atas penghargaan internasional tersebut, seraya menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan simbol kerhormatan perempuan Dunia Arab dan Dunia Islam.

Prof Badi’ menegaskan bahwa Tawakkul Karman menjadi gambaran kecermelangan perempuan Arab dan dunia Islam, di saat negara-negara Barat berusaha menghapus dan mengaburkan peran perempuan di dunia Arab dan Islam.

Tawakkul Karman sangat gembira dirinya dihubungi secara langsung oleh Mursyid ‘Amm Ikhwanul Muslimin. Dia menegaskan, “Kehormatan ini merupakan hasil dari apa yang saya pelajari dari ajaran Islam, karena saya dibesarkan di sekolah Ikhwanul Muslimin.”

Ia menekankan bahwa wanita Arab Muslim yang konsisten dengan ajarannya mampu memainkan peran berpengaruh dalam proses perubahan. Ia juga menambahkan bahwa kehormatan itu merupakan penghargaan untuk setiap wanita yang kehilangan anak atau suami atau saudara pada musim semi revolusi Arab selama ini.

Untuk kaum Muslimah, Tawakkul Karman memberikan nasihat, “Perempuan harus berhenti menjadi atau merasa bahwa mereka adalah bagian dari masalah, tapi harus menjadi bagian dari solusi. Kami telah terpinggirkan untuk waktu yang lama dan sekarang adalah waktunya bagi perempuan untuk berdiri dan menjadi aktif. Ini adalah satu-satunya cara untuk memberikan potensi kita kepada masyarakat Yaman.”

Selain memperoleh Nobel Perdamaian pada bulan Oktober 2011 ini, penghargaan teraktual yang diterimanya adalah sebagai urutan pertama pada Foreign Policy Top 100 Global Thinkers of 2011.

Keajaiban yang Mencengangkan Para Ilmuwan Barat

Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.

Para ilmuwan Barat selama hampir 3 tahun meneliti fenomena keajabaiban yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhoiyah) dengan sebuah alat canggih yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik!!!

Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut. Padahal seperti diakui oleh sang profesor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menafsirkan fenomena bahkan semuanya tercengang tidak tahu harus berkomentar apa.

Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan di antara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India. Setelah 5 hari mengadakan kajian dan penelitian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan muslim tersebut mengatakan: “Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1.400 tahun yang lalu!”

Maka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut, dan meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu.

Sang ilmuwan muslim segera menyitir firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“…Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra`: 44)

Tidaklah suara denyutan halus tersebut melainkan lafazh jalalah (nama Allah) sebagaimana tampak dalam layar.

Maka keheningan dan keheranan yang luar biasa menghiasi aula di mana ilmuwan muslim tersebut berbicara.

Subhanallah, Maha suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian banyak mukjizat agama yang haq ini! Segala sesuatu bertasbih mengagungkan nama Allah. Akhirnya orang yang bertanggung jawab terhadap penelitian ini, yaitu profesor William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan tentang agama yang di bawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sebelum 1.400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia memberikan hadiah al-Qur`an dan terjemahnya kepada sang profesor.

Selang beberapa hari setelah itu, profesor William mengadakan ceramah di Universitas Carnich – Miloun, ia mengatakan: “Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam al-Qur`an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan syahadatain: “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya!”

Seorang profesor ini telah mengumumkan Islamnya di hadapan para hadirin yang sedang terperangah.

Allahu akbar! Kemuliaan hanyalah bagi Islam, ketika seorang ilmuwan sadar dari kelalaiannya, dan mengetahui bahwa agama yang haq ini adalah Islam!

Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an dan Hadits, “Sisa Makanan Kucing”

Rasulullah SAW menekankan pada beberapa hadits bahwa kucing tidak najis. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai binatang yang berkeliling di sekitar rumah.

Rasul bahkan berwudhu menggunakan air bekas minuman kucing karena dianggap suci. Pertanyaan yang muncul, apakah Rasulullah SAW yang ummi (buta baca-tulis), adalah seorang dokter berpengengalaman sehingga berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Beliau juga mengatakan bahwa anjing najis. Informasi ini telah dikenal dan diakui secara ilmiah. Lalu bagaimana rasulullah mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Pada pembahasan ini akan ditulis fakta yang ada tentang masalah tersebut. Untuk mendukung keakuratan penelitian ini, telah dilakukan juga berbagai percobaan. Selanjutnya, hasil penelitian laboratorium serta temuan terkait adanya kuman dan mikroba (jika itu ada) akan dapat kita saksikan berikut ini :

Hasil penelitian Laboratorium

Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dari berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, seperti punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan contoh (sample) dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Selain itu, diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan mengusap lidah. Hadil yang didapatkan sebagai berikut :

  1. Hasil yang diambil dari kulit luar ternyata negatif meskipun dilakukan berulang-ulang.
  2. Perbandingan yang ditanamkan memberikan hasil negative sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
  3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah memberikan hasil negatif.
  4. Kuman yang ditemukan saat proses penelitian dilakukan berasal dari kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dari 50 ribu pertumbuhan.
  5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
Berbagai sumber yang didapat yang dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para dokter yang bergelut dalam bidang kuman

Menurut Dr. George Maqshud, ketua Laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika itu ada, maka kucing itu akan sakit.

Setelah melakukan penelitian terhadap berbagai cairan untuk membandingkan liur manusia, anjing dan kucing, Dr. Gen Gustafsin menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, kemudian manusia yang memiliki seperempat dari anjing, lalu pada kucing terdapat setengah dari kuman manusia. Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perengkat pembersih yang bernama lysozyme.

Kucing tidak menyukai air. Ini karena air tempat yang sangat subur untuk tumbuhnya bakteri, terlebih lagi pada air yang tergenang. Kucing menjaga kestabilan, kehangatan tubuhnya. Ia menjauh dari panas matahari, tidak dekat dengan air. Tujuannya supaya bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Mukjizat pada Hadits

Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadits Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk kerumahnya. Lalu, ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum. Kabsyah berkata, “Perhatiakanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan).” (HR. Al-Tirmidzi, Al-Nasa’I, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diruwayatkan dari Ali bin Al-Hasan, dari Anas yang menceritakan bahwa Nabi SAW pergi ke Bathham suatu daerah di Madinah. Lalu beliau berkata, “Ya Anas tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau mnjawab. “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih Al-Tammar dari ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun ketika ia sampai di rumah Aisyah, ternyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa. Datanglah seekor kucing, lalu memakan bubur tersebut. Ketika ia melihat bubut tersebut, lalu ia membersihkan bagian yang disentuh kucing, lalu aisyah memakannya. Rasulullah SAW bersabda, “Ia tidak najis, ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah SAW berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR. Al-Baihaqi, Abd. Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni)

Diriwayatkan dari Abu Qatadah r.a. yang mendengar Rasulullah SAW bersabda tentang kucing,“Ia tidak najis, ia binatang yang sering berkeliling diantara kalian.” Hadits ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan Imam Hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas dan sisa makanannya suci.

Sisi Kemukjizatan

Dari hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah dilakukan di laboratorium khusus hewan, ditemukan bahwa badam kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.

Allah SWT membekali kucing dengan otot yang melindungi kulitnya dari kuman. Lidahnya dilengkapi dengan benjolan-benjolan yang berguna untuk membersihkan badannya disetiap tempat baik yang dekat dengan mulutnya sampai ujung kepala yang dibersihkan dengan tangannya.

Pada air liur terdapat kuman yang lebih sedikit sekitar seperempat dari kuman manusia. Pada air liurnya terdpat unsur yang membersihkan. Ketika ia minum dairi bejana tempat minum manusia, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Dari hadits-hadits tersebut jelaslah bahwa ketika Nabi SAW mengatakan bahwa kucing itu suci lalu berwudhu dengannya, Nabi menunjukkan kepada kita tentang sucinya kucing. Ini luar biasa sekali. Bagaimana mungkin Nabi SAW mengetahui bahwa kucing itu tidak najis. Semua itu tidak akan terjadi jika bukan seorang utusan Allah yang tidak pernah berbicara menggunakan nafsu. Maha Benar Allah SWT ketika berfirman sebagai berikut.

“Tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. Al-Najm : 3-4)

Sabtu, 10 Agustus 2013

Wanita dalam Islam


Umar bin Khathab pernah berkata, “Pada masa jahiliyah, wanita itu tak ada harganya bagi kami. Sampai akhirnya Islam datang dan menyatakan bahwa wanita itu sederajat dengan laki-laki.”

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Baqarah: 228)

Persamaan yang dimaksudkan oleh Islam ini meliputi segala aspek, termasuk masalah hak dan kewajiban. Hal ini sangat dipahami oleh para wanita Islam dan oleh karenanya mereka pegang ajaran Islam dengan sangat kuat. Khadijah, Umu Habibah, Ummu Salamah dan Nusaibah binti Ka’ab adalah sebagian contoh dari para wanita tersebut.

Adapun peran wanita dalam rumah tangga tak kalah besarnya. Rasulullah mengatakan bahwa wanita adalah juga pemimpin di rumah dan ia akan dimintakan pertanggungjawaban atas perannya tersebut. Dalam sejarah para muslimah telah memainkan perannya dalam berbagai bidang; di medan jihad, di masjid dan juga di rumah. Namun dengan tetap menjaga akhlaq dan adab Islami. Ini dilakukan dengan tetap menjaga perannya yang utama yaitu mendidik anak, menjaga keluarga yang dibangun atas mawaddah dan rahmah, juga tetap menciptakan suasana tenang dan damai dalam rumah tangga.

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan sampai waktu. (Q.S. An-Nahl: 80)

Usaha Pembaratan

Manakala umat Islam tidak komitmen dengan agamanya, maka kondisi wanita juga akan terpuruk sebagaimana terpuruknya kondisi para lelaki. Jika kondisinya demikian, maka Barat yang ternyata lebih unggul dari kita akan kembali bersemangat untuk kembali menjajah dan merampas kekayaan kita. Perang pemikiran yang mereka lakukan adalah pembuka atas perang militer yang akan mereka lakukan. Hal ini telah terbukti dan berhasil mereka lakukan.

Bahkan ketika perang militer yang mereka lakukan menemukan kegagalan, maka pengaruh pemikiran mereka tetap bercokol, terutama di otak-otak pemikir dan cendekiawan kita. Salah seorang dari mereka pernah berkata, “Semakin dalam aku mengenal Eropa, maka semakin bertambah rasa cintaku padanya. Aku merasa bagian darinya. Dialah ideologiku yang aku perjuangkan sepanjang hidupku. Aku tak percaya Timur dan aku lebih percaya pada Barat.” (Salamah Musa ; Buku Kemarin dan Hari ini)

Ada lagi seorang dari mereka berkata, “Jalan menuju kebangkitan sudah sangat jelas, yaitu dengan cara kita menempuh jalan yang telah ditempuh bangsa Eropa. Lalu, agar kita dapat berubah seperti mereka, maka segala apa yang ada pada mereka harus kita ambil. Pahit, manis, kebaikan, keburukan dan termasuk hal-hal yang disukai juga yang dibenci (Toha Husein, masa depan pengetahuan di Mesir)

Wanita Eropa

Gerakan pembebasan wanita -sesuai dengan ediologi Barat- merupakan pintu masuk bagi pemikiran-pemikiran asing itu ke negeri kita. Belakangan, gerakan ini terasa sangat gencar dilakukan. Terutama saat isu globalisasi meruak. Juga pada saat Amerika dan Zionis berkuasa atas dunia ini tanpa ada yang mampu menyainginya.

Mereka memaksakan pemikiran ini pada bangsa-bangsa muslim. Berbagai cara mereka tempuh agar tujuan tercapai. Lembaga semisal PBB dipakai sebagai alat guna terwujudnya segala target-target mereka. Diselengarakanlah KTT-KTT yang mengangkat isu seputar masalah wanita.

Lalu keluarlah berbagai keputusan dan kesepakatan yang sesuai dengan keinginan mereka. Pada akhirnya berbagai keputusan ini dipaksakan agar diterima oleh semua anggota PBB dengan pengawasan ketat yang mereka lakukan. Selanjutnya, hal-hal ini menjadi senjata-senjata untuk menekan pemerintahan yang ada untuk mau merubah UU dan berbagai peraturan yang sesuai dengan keputusan-keputusan KTT tadi.

Hancurnya Keluarga

Masalah selanjutnya bukan lagi hanya seputar masalah wanita dan hak-hak mereka saja. Akan tetapi, menjadi meluas dan melebar meliputi bagaimana membangun rumah tangga seperti cara dan gaya yang sesuai dengan peradaban Barat. Berkembanglah pemikiran bahwa membina rumah tangga tak perlu lagi memperhatikan aturan dan nilai-nilai. Peran “ibu” tak lagi menjadi tugas wanita saja. Peranan itu sebenarnya adalah tanggung jawab masyarakat. Bahkan, peran itu dapat dilakukan oleh wanita dan laki-laki.

Sebenarnya, di Eropa pemikiran dan ideologi ini melahirkan banyak permasalahan. Sebagai contoh di Perancis tercatat 53 % anak-anak yang lahir tak memiliki bapak yang jelas. Di banyak negara Eropa semakin berkembang trend enggan mempunyai anak bahkan enggan untuk menikah. Hubungan laki-laki dan wanita sekadar hubungan seks bebas tanpa ada ikatan, tak ada aturan yang mengikat. Dan selanjutnya mereka menuntut agar dilegalkannya aborsi sebagai dampak langsung dari merebaknya budaya seks bebas.

Hal ini juga berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas dengan sangat tajam. Pada tahun 1998 tingkat kriminalitas di Amerika mencapai angka yang sangat fantastis. Tindakan perkosaan terjadi setiap 6 menit, penembakan terjadi setiap 41 detik, pembunuhan setiap 31 menit. Dana yang dikeluarkan untuk menanggulangi tindakan kejahatan saat itu mencapai 700 juta dolar per tahun (angka ini belum termasuk kejahatan Narkoba). Angka ini sama dengan pemasukan tahunan (income) 120 negara dunia ketiga.

Kejahatan atas Wanita

Merebaknya kejahatan memberikan bahaya tersendiri buat para wanita di Eropa. Hingga PBB pada 17 Desember 1999 mengeluarkan keputusan bahwa tanggal 25 November merupakan hari anti kekerasan pada wanita.

Anehnya, para musuh Islam langsung saja menjadikan hal ini sebagai celah untuk menyerang Islam. Mereka mengatakan bahwa dalam Islam, wanita diperlakukan dengan amat kejam karena wanita boleh dipukul pada saat melakukan pembangkangan pada suami setelah segala cara telah ditempuh.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Q.S. An Nisa: 34)

Kita akui bahwa banyak para suami yang salah dalam menerapkan ayat di atas. Hal ini lahir karena lemahnya komitmen mereka pada Islam ditambah dengan kebodohan dalam memahami konsep Islam. Diperparah lagi dengan sikap wanita yang sudah sangat melampaui batas sehingga emosi sang suami tak tertahankan lagi. Bahkan keduanya dalam posisi tertekan karena sistem yang ada dan berlaku adalah sistem thagut sehingga kerusakan terjadi di mana-mana. Sebenarnya dalam konsep Islam terdapat solusi bagi permasalahan ini.

Ada banyak fakta dan data yang seharusnya diperhatikan oleh mereka yang terbuai dengan Barat. Di Eropa dan Amerika pada setiap 15 detik terjadi kekerasan atas wanita. Belum lagi jika ditambah dengan aksi pemerkosaan setiap harinya. Sehingga Amerika tercatat sebagai negara tertinggi dalam hal kekerasan terhadap wanita. Menurut catatan UNICEF, 30% kekerasan pada wanita terjadi di Amerika dan 20% di Inggris.

Belum lagi kejahatan perbudakan yang terjadi di Amerika, CNN pernah menyiarkan laporan bahwa pada tahun 2002 jutaan anak-anak dan wanita dijual belikan di Amerika setiap tahunnya. Lebih dari 120 ribu wanita berasal dari Eropa Timur dan beberapa negara miskin lainnya dikirim ke Eropa untuk dipekerjakan sebagai budak seks. Lalu lebih dari 15 ribu wanita yang mayoritas berasal dari Meksiko dijual ke Amerika untuk dipekerjakan di komplek-komplek pelacuran.

Bisnis haram ini bahkan merenggut kemerdekaan anak-anak di dunia, hingga Sidang Umum PBB pada pertemuan yang ke 54 mengeluarkan keputusan pada 25 Mei 2000 tentang hak anak. Sebuah keputusan yang mendesak agar dilakukan pencegahan agar tak lagi terjadi jual beli anak apalagi kemudian dipekerjakan sebagai budak seks seperti yang terdapat pada jaringan internet.

Konsep Perlindungan Anak dalam Islam

Memperhatikan apa yang terjadi di Barat, seharusnya membuat kita berfikir panjang jika ingin menempuh jalan yang telah ditempuh oleh Barat.

Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (Q.S. An-Nisa: 27-28)

Mari kita berpegang teguh pada petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Pandangan kita atas masalah ini adalah berlandaskan pada konsep agama kita yang hanif.

Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan yang disembelih untuk berhala. Dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Maidah: 3)

Kita tahu bahwa wanita mendapatkan berbagai tekanan termasuk dirampasnya hak-hak mereka yang telah diberikan oleh Islam. Namun, jika kita berbicara mengenai problem ini, tentunya tak dapat dipisahkan dengan beberapa problematika lain yang ada.

Krisis pada hal ini tak dapat dilepaskan dari krisis besar yang dihadapi umat Islam. Sesungguhnya pemikiran akan adanya konflik antara laki-laki dan wanita adalah sebuah hal aneh dan tak akan ditemui dalam konsep Islam. Ini adalah produk impor dari masyarakat barat yang memang senang membuat konflik dan pertentangan dalam berbagai hal. Mereka melakukan penentangan pada agama, alam, juga atas segala hal.

Kita bahkan yakin bahwa problem yang dihadapi oleh wanita muslimah juga merupakan dampak dari apa yang terjadi di Barat. Baratlah penyebab dari segala hal yang terjadi di Palestina, mereka yang mendukung Israel dengan segala dukungan; materi dan persenjataan.

Dalam penjara Israel terdapat lebih dari delapan ribu tawanan. Mereka meninggalkan para istri, ibu dan anak-anak perempuan, bahkan di antara mereka terdapat sekitar 100 tawanan wanita. Mengapa Barat diam saja atas semua ini.

Di Palestina terdapat lebih dari 250 wanita yang telah menemui syahidnya, belum lagi para wanita yang menderita luka-luka pasca intifadhah.

Bukankah mereka juga punya hak yang harus dibela. Mengapa media Barat diam seribu bahasa atas hal ini, sementara mereka melakukan berbagai usaha dan upaya pada saat satu atau dua orang wartawati mereka tertawan di Irak atau di wilayah konflik lainnya.

Adapun tentang wanita di Irak, cukuplah bagi kita apa yang disampaikan oleh organisasi dunia pada 22 Februari 2005 yang mengatakan bahwa kondisi wanita Irak tak jauh berbeda dengan kondisi manakala mereka berada di bawah pemerintahan Sadam Husein.

Hal ini menjelaskan bahwa kemerdekaan dan kebebasan wanita seperti yang di gembar-gemborkan Amerika sama sekali tak menyentuh mereka. Bahkan kondisi mereka di bawah penjajahan Amerika jauh lebih buruk lagi. Mereka menerima perlakuan kasar, dianiaya, dilecehkan bahkan diperkosa.

Rasanya kita tak perlu lagi menceritakan apa yang dialami oleh para muslimah di Bosnia. Bagaimana mereka diperkosa dan disiksa oleh tentara Serbia Eropa di hadapan para tentara PBB, juga di hadapan dunia internasional.

Namun, meski dalam kondisi demikian, wanita muslimah akan tetap tegar. Melalui merekalah lahir para pejuang, para syuhada, juga para mujahidin. Wallahu A’lam. 
Source

Mukjizat Al Quran dan Keajaiban Air Susu Ibu


Maha Suci Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Maha Sempurna Ilmu-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mensyariatkan sesuatu apabila hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang terbaik bagi hamba-Nya. Hukum Islam adalah puncak kesempurnaan tuntunan dan penjelasan yang universal.

Islam memerhatikan semua aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam hal kesehatan jasmani. Tidak disangka, agama yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak sekitar 15 abad yang lalu ini, ternyata telah mengangkat sebuah permasalahan yang sepertinya tidak ada hubungannya dengan masalah agama. Masalah yang dimaksud adalah penyusuan bayi yang lahir di dalam rumah tangga seorang muslim.

Di dalam banyak ayat Al-Qur’an, Allah ‘azza wa jalla menyinggung masalah pemberian ASI dan hukum-hukum yang terkait dengannya. Sungguh, begitu besar perhatian Islam terhadap maslahat kemanusiaan.

Di antaranya adalah apa yang disebutkan pada firman Allah ta’ala:
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Ber-takwalah kamu kepada Allah dan ke-tahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 233)

Di dalam ayat di atas Allah subhanahu wa ta’ala menuntunkan agar para ibu menyusui bayi mereka selama dua tahun penuh, walaupun yang demikian bukan hal yang wajib. Ayat tadi juga menunjukkan bahwa bayi dapat dicarikan ibu susu lain apabila sang ibu berhalangan atau meninggal, agar tetap mendapatkan manfaat dari air susu ibu.

Tentunya ada banyak hikmah di balik bimbingan dan perintah Ar-Rahman, Dzat yang Maha Pengasih lagi sempurna kasih sayang-Nya. Dan di masa kini, hendaknya kita tidak henti-hentinya memuji Allah subhanahu wa ta’ala, atas nikmat-Nya berupa air susu ibu, karena ternyata terdapat sekian banyak manfaat dan kesempurnaan yang terkandung di dalam ASI, yang Allah subhanahu wa ta’ala ciptakan di dalam payudara seorang ibu.

Hingga sangatlah mengherankan, apabila ada seorang ibu yang tanpa alasan apapun (misalnya, mengalami kelainan tertentu pada ibu atau bayi, ed.) lebih memilih susu formula daripada memberikan ASI kepada bayinya.

Sifat-sifat Air Susu Ibu
ASI adalah makanan alamiah terbaik bagi bayi. Praktis, ekonomis, mudah dicerna, serta memiliki kandungan dan komposisi zat gizi yang ideal, yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi.

ASI mengandung laktosa yang lebih tinggi daripada susu formula, yang di dalam usus akan difermentasi menjadi asam laktat. Asam laktat inilah yang menghambat pertumbuhan bakteri patogen, merangsang pertumbuhan mikroorganisme, menghasil asam organik, mensintesa beberapa vitamin, memudahkan pengendapan kalsium kaseinat, dan memudahkan penyerapan berbagai mineral termasuk kalsium dan magnesium.

Selain manfaat yang sudah disebutkan tadi, ASI mengandung antibodi (zat kekebalan) – yang dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala – dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan pertama, seperti: Immunoglobulin A (IgA), Lysozyme, Complement C3 dan C4, Antistapilococcus, Lactobacillus, Bifidus, dan Lactoferrin. Sebaliknya, ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi.

Manfaat ASI untuk Ibu dan Bayi
Pemberian ASI membangun kerekatan (bonding) psikis dan emosional antara ibunda dan bayinya, karena adanya kontak kulit dan mata, dan hal ini membantu tumbuh kembang bayi dan kemapanan emosi anak di masa depan. Dengan menyusui, rahim ibu akan berkontraksi dan lebih cepat kembali ke ukuran semula seperti sebelum hamil.

Menyusui juga mempercepat berhentinya pendarahan pasca melahirkan, mempercepat berat badan ibu kembali seperti semula, dan mengurangi risiko kanker payudara dan kanker rahim di masa yang akan datang, dengan izin Allah ta’ala. Fakta membuktikan. ASI lebih hemat, praktis, higienis, selalu bebas kuman, dan tidak bakal basi.

ASI sebagai makanan terbaik bayi, mampu -biidznillah- untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya tanpa tambahan makanan apapun. Di usia 6-12 bulan, ASI memenuhi lebih dari 60% kebutuhan bayi, dan setelah usia 1 tahun ASI memenuhi sekitar 30% kebutuhan seorang bayi.

Komposisi ASI ideal untuk bayi. ASI juga insya Allah dapat mengurangi resiko infeksi lambung, usus, sembelit, dan alergi. Beberapa penyakit lebih jarang muncul pada bayi yang diberi minum ASI. Tingkat intelegensi (IQ) bayi yang diberi ASI relatif lebih tinggi nilai IQ-nya, bila dibandingkan bayi yang diberi susu formula. (muslimsehat)

Kisah Turunnya Hidangan dari Langit

... Allah menurunkan hidangan yang terdiri dari roti, ikan, delima, dan buah-buahan, serta beragam lainnya.

“Wahai Isa putra Maryam, dapatkah Tuhanmu mengirimkan kepada kami sebuah hidangan dari surga?” Pinta pengikut Isa, atau yang disebut dengan Al Hawariyyun.

Tentu saja permintaan tersebut sangat mengejutkan Nabiyullah Isa. Jika bukan untuk menguji kenabiannya maka para pengikutnya bukan lain ingin menguji kebesaran Allah.

“Takutlah kepada Allah, jika kalian memang beriman,” jawab Isa.

Permintaan “besar” Hawariyyun bermula saat Allah memerintahkan hamba-Nya mengerjakan puasa selama 30 hari. Nabi Isa pun kemudian menyampaikan perintah Allah kepada para muridnya. Maka berpuasalah mereka selama sebulan atau 30 hari. Pada ujung bulan, setelah mengerjakan puasa, para pengikut Isa pun meminta “hadiah”.

Tak tanggung-tanggung, mereka meminta sesuatu yang sangat besar. Mereka menginginkan sebuah hidangan diturunkan dari langit untuk mereka berbuka puasa.

Mendengar permintaan pengikutnya, Isa tak habis pikir. Telah banyak mukjizat yang Allah berikan padanya, namun pengikutnya tak kunjung juga merasa puas. Putra Maryam pun kemudian takut pengikutnya akan seperti umat terdahulu yang meminta sesuatu besar kepada Allah namun berujung pada kekafiran. Dia enggan menyetujui permintaan pengikutnya tersebut.

Namun, para Hawari terus membujuk Nabi Isa. Mereka menginginkan hari raya atas puasa yang telah mereka lakukan dengan turunnya hidangan dari langit. Mereka pun beralasan kepada Isa, “Kami meminta hidangan itu karena kami ingin memakannya dan agar tenteram hati kami, agar keimanan kami menjadi lebih kuat dan supaya kami mengetahui bahwa kau memang menyampaikan hal yang benar dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu,” ujar mereka.

Pengikutnya terus bersikeras, Nabi Isa pun tak sanggup menolak. Dia kemudian bersiap menuju tempat peribadatannya. Mengenakan pakaian bagus, Nabiyullah memohon kepada Allah agar permintaan umatnya dikabulkan.

“Ya Rabb kami, turunkanlah kepada kami sebuah hidangan dari langit, yang hari turunnya akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Beri rezekilah kami, dan Engkaulah sang Maha Pemberi rezeki,” pinta Al Masih.

Allah pun kemudian mengabulkan utusan-Nya. Allah kemudian berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu. Barang siapa yang kafir sesudah turun hidangan itu maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia,” firman Allah.

Maka sebuah meja suci berisi banyak makanan, atau disebut dengan Al Maidah turun dari langit. Dua buah awan mengapitnya dan membawanya turun menuju Nabi Isa. Sementara, Al Hawariyun menyaksikan peristiwa menakjubkan tersebut. Nabi Isa terus berdoa agar hidangan tersebut menjadi rahmat dan bukan azab. Saat menerimanya, Nabi Isa pun membuka kain penutup hidangan tersebut seraya berkata, “Dengan nama Allah sebaik-baik pemberi rezeki,” ujarnya.

Dikabarkan, hidangan tersebut terdiri atas roti, ikan, delima dan buah-buahan, dan beragam lainnya. Aromanya pun sangat harum semerbak. Menerima kasih sayang Allah, Nabi Isa pun kemudian bersujud yang kemudian diikuti para pengikutnya. Lalu para pengikut Isa bertanya, “Wahai Roh Allah, apakah ini makanan dari dunia, ataukah dari surga?”

Nabi Isa dengan sabar menjawab, “Bukankah Allah telah melarang kalian mengajukan pertanyaan macam ini. Hidangan ini dari Ilahi, Allah Maha Berkuasa hanya mengatakan 'jadilah', maka jadilah hidangan ini. Ini adalah tanada dari Allah sekaligus peringatan manusia agar beriman,” ujar Nabi Isa.

Tibalah saat menyantap hidangan. Namun, bukan bersegera memakannya, para pengikut Isa menyuruh nabi mereka memakannya terlebih dahulu. “Kami tidak akan makan sebelum engkau memakannya,” ujar mereka.

Nabi Isa pun menjawab, “Bukankah kalian yang meminta ini sejak awal?” ujarnya. Namun, mereka tetap enggan menyentuh hidangan tersebut. Maka Nabi Isa pun memanggil para fakir miskin dan orang sakit. Mereka diberikan kesempatan menyantap hidangan luar biasa tersebut. Setelah memakannya, tiba-tiba mereka yang sakit menjadi sembuh, yang cacat menjadi normal, yang sekarat menjadi sehat. Melihatnya, para pengikut Isa yang meminta hidangan sejak awal itu pun menyesal tak menyantapnya pertama kali.

Keajaiban Al Maidah pun masih terlihat saat disantap. Meski ribuan orang memakannya, hidangan tersebut tak kunjung habis. Setiap yang memakannya pun mendapat kebaikan yang banyak. Keajaiban Al Maidah ini pun di kemudian hari menjadi satu dari mukjizat Nabi Isa yang disalahartikan pengikutnya. Mereka kemudian melupakan esensi mukjizat nabi Allah dan justru menganggap Isa sebagai putra Allah kemudian menyembahnya.

Kisah Al Maidah ini diberitakan dalam Alquran, bahkan diabadikan menjadi nama surat, yakni surah al-Maidah. Kisah tersebut terdapat dalam Quran Surah al-Maidah ayat 110 hingga 120. Terdapat pula hadis yang mengisahkannya dari beberapa sahabat, seperti Ibnu Abbas dan Salman al-Farisi.

“GOD SPOT” SARAF YANG MENDORONG MANUSIA MENEMUKAN TUHAN

Pada tahun 1997, sekumpulan Ilmuwan pakar saraf dari Uni­versitas California di San Di­ego yang diketuai oleh Dr. Vilayanur Ramachandaran telah berhasil menemukan satu saraf kecil di dalam otak manusia yang mampu merespon terhadap aspek agama dan ketuhanan.

Saraf tersebut akan menjadi lebih utuh sekiranya dirangsang untuk terus mengingati Tuhan. Penyelidikan ini dikenali sebagai ‘God Spot’ atau ‘God Module’. Tidak dinafikan bahawa dunia melihat penemuan ini sebagai sesuatu yang menakjubkan.

 
Dr. Vilayanur Ramachandaran 

Terbukti Tuhan telah men­ciptakan manusia dengan kemampuan fisikal (saraf) untuk kita sentiasa ingat dan tunduk pada-Nya. Bahkan di dalam kitab suci Al-Quran sendiri, Allah SWT pernah berfirman :

“Kami akan memperlihatkan kepa­da mereka tanda-tanda (kekuasaan) Ka­mi di segenap ufuk dan pada diri mere­ka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahawa Al-Quran itu adalah benar “ (QS Fussilat : 53)

Untuk mendapatkan kupasan lebih lanjut berkenaan `God Spot’ ini, Majalah i telah menemui pakar penggambaran diagnostik dari Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah, Klang, Dr. Suraiya Ibrahim.

Merujuk kepada penyelidikan Dr. V Ramachandran itu, Dr. Suraiya menjelas­kan bahawa bidang sains ‘neurotheolo­gy’ merupakan satu perkembangan yang masih baru. Antara lain bidang ini mem­pelajari tentang neurobiologi. saraf ma­nusia yang bertindak balas dengan aspek keagamaan, mengenal pasti saraf spiri­tual otak dan juga untuk menerangkan bagaimana ritual agama memberi kesan kepada perilaku manusia. Sebelum. itu marilah kita mengenal pasti fungsi otak terlebih dahulu.

Otak adalah organ paling kompleks yang ada di dalam tubuh manusia. Otak dianugerahkan oleh Tuhan dengan tu­juan untuk membezakan manusia de­ngan haiwan dan ciptaan-ciptaan Tu­han yang lain. Di dalam otak manusia, terdapat lebih dari 100 milyar neuron (saraf sel). Manakala trilion saraf lagi menghubung­kan serat yang disebut sinapses. Otak manusia mampu menyimpan 100 ribu fakta dalam suatu masa dan berjuta­juta fakta sepanjang hayatnya.

 
Kaedah Kajian “God Spot” 

Sebelum kajian ini dijalankan, pa­ra penderita epileps (temporal lobe epilepsy) melaporkan bahawa mereka begitu kuat mengingati Tuhan stelah serangan kejang terjadi. Mereka mengaku bahwa mereka merasa lebih dekat dengan Tuhan dan seolah olah mendapat petunjuk saat mereka berada dalam kondisi tidak sadarkan diri. Situasi tersebut telah menarik minat peneliti sampai membawa kepada penelitian tentang ‘God Spot’.

Penelitian ini telah melibatkan dua kelompok manusia sebagai tujuan perbandingan penelitian. Kelompok pertama merupakan pasien kejang dan yang kedua adalah golongan yang beragama misalnya pendeta, biarawati, sami Budda dan termasuk alim ulama dari agama Islam. Penelitian dilakukan dengan metode teknis mereka yaitu EEG, fMRI dan PET Scan.

 
Pemeriksaan melalui EEG 

Saat sedang diuji, reaksi otak mereka telah dicatat. Para testimoni ini telah ditampilkan serangkaian kata yang merujuk kepada agama dan ketuhanan sepanjang penelitian. Hasilnya, para pasien epilepsi dan kelompok agama yang menunjukkan reaksi saraf yang sama sebaik mereka memikirkan tentang Tuhan dan kepercayaan. Dengan kata lain, ‘God Spot’ bertindak sama seperti antena yang memandu kita untuk berpikir tentang ketuhanan.

Hasil kajian akhirnya mendapati ti­dak kiralah sama ada seseorang itu per­caya kepada agama maupun tidak, ia sebenarnya bergantung kepada sejauh mana saraf ini digunakan dan dikem­bangkan.

Dengan itu, ketika manusia melangkahkan kaki ke tempat ibadah yang suci apakah masjid atau gereja, perasaan ingin menghambakan diri dan ingin menjunjung Tuhan selalu mengisi hati mereka. Beberapa ilmuwan mengatakan itulah tindakan ‘God Spot, atau pusat spiritual yang terkandung di dalam otak manusia.

Tuhan meletakkan saraf ‘God Spot’ di dalam otak manusia kerana itu adalah pilihan-Nya sebagai salah satu cara un­tuk Dia berhubungan dengan hamba-Nya. Dan kita sebagai hamba boleh mem­perkembangkan lagi saraf ini jika kita mau lebih mengenali dan memahami tentang kekuasaan Tuhan.

Memetik inspirasi daripada ayat Al­Quran, Dr-Suraiya menjelaskan baha­wa ‘God Spot’ haruslah diperkembang­kan dengan sempurna bagi mereka yang mencintai agama. Manakala bagi mereka yang tidak mau mengembangkan fungsi saraf ‘God Spot’ ini, mereka akan dikatakan sebagai TUli, bodoh dan bu­ta ‘Summun Bukmunn Ummyunn’.

Allah swt berfirman:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (Surah Al A’raf ayat 172)

MENJAWAB KENAPA ISLAM DISEBUT AGAMA YANG HAUS DARAH?

Sebenarnya mudah saja untuk menjawab tuduhan-tuduhan palsu, atau ejekan bahwa Islam adalah agama berdarah-darah, memerintahkan pembunuhan, menghalalkan peperangan, sampai mereka bilang bahwa Islam disebarkan lewat pedang.

Mari kita ajak mereka ke dunia yang lebih nyata, yaitu dunia fakta dan data. Coba kita tengok sejarah Islam, khususnya sejarah nabi Muhammad SAW. Kalau dituduh Islam itu haus darah, coba hitung berapa korban nyawa dalam peperangan, selama Muhammad SAW menjadi rasul.

Dr. Muhammad ”Imarah pernah melakukan hitung-hitungan, ternyatadari 20-an perang besar yang pernah diikuti oleh Rasulullah SAW, korban jiwa hanya tercatat 386 orang saja. Itu pun sudah termasuk korban dari pihak muslim dan kafir.


Bayangkan, meski ada ayat yang memerintahkan perang dan membunuh orang kafir harbi di medan perang, nyatanya korban jiwa hanya 300-an orang saja sepajang sejarah nabi. Angka itu sangat kecil dibandingkan dengan angka korban jiwa yang terjadi di manapun di muka bumi.

Korban Perang Agama Kristen di Eropa

Coba bandingkan dengan perang saudara sesama Kristen antara sekte Katholik melawan Protestan di Eropa yang jumlah korban jiwa mencapai 10 juta nyawa. Kalau dikatakan bahwa Islam itu haus darah, karena perangnya telah merenggut 386 nyawa, lalu Katholik dan Protestanyang berperang saudara dan menewaskan 10 juta nyawa itu mau kita sebut apa?

Filosuf Perancis, Voltire (1694-1778), menyebutkan bahwa korban nyawa 10 juta orang itu terjadi di masa lalu, sama dengan 40% penduduk Eropa Tengah. Coba pikir lagi, siapa sih yang haus darah?

Korban Revolusi Bolsevic

Di Rusia untuk mewujudkan komunisme dilaksanakan Revolusi Bolsevic pada tahun 1917. Dan untuk itu telah terbunuh 19 juta orang. Setelah komunisme berkuasa, telah terhukum secara keji sekitar 2 juta orang dan sekitar 4 atau 5 juta orang diusir dari Rusia. Apakah kita masih mau bilang Islam itu harus darah, lalu komunisme itu mau kita bilang apa?

Korban Bom Atom Amerika di Jepang

Di tahun 1945, Amerika telah menjatuhbom di Hiroshima yang merenggut nyawa 140 ribu orang. Sedangkan di Nagasaki jumlah korbannya 70 ribu jiwa. Belum terhitung mereka yang luka, sakit dan cacat seumur hidupterkena radiasi nuklirnya.

Pengeboman itu dilakukan resmi oleh pemerintah Amerika di bawah kepemimpinan Rosevelt, Presiden USA saat itu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penemuan besar tenaga nuklir digunakan sebagai senjata pemusnah massal. Yang harus darah itu Islam atau Amerika?

Korban Suku Indian

Jauh sebelum benua Amerika didatangai bangsa Eropa, sudah terdapat suku asli yang menghuni dengan damai benua itu.

Namun pada tahun 1830 lahir Indian Removal Act, peraturan yang memungkinkan pengusiran terhadap bangsa Indian demi kepentingan para pendatang yang didominasi oleh kulit putih. Akibatnya, lebih dari 70.000 orang Indian diusir dari tanahnya sehingga mengakibatkan ribuan orang meninggal.

Apakah Islam masih mau dibilang haus darah, ataukah para koboi Amerika itu yang haus darah?

Korban Rwnda

Di Rwanda, kurang lebih 800.000 suku Tutsi menjadi korban pembantaian terencana oleh tokoh- tokoh militan suku Hutu, bahkan sebagian suku Hutu sendiri yang beraliran moderat, dalam arti tidak memusuhi suku Tutsi, juga menjadi korban pembantaian tersebut.

Korban Perang Dunia Kedua

Di tahun 1945, jumlah populasi umat manusia di muka bumi tercatat sebanyak 1, 9 milyar orang (1.971.470.000 jiwa). Di masa itu terjadi perang dunia kedua, tercatat jumlah korban jiwa mencapai angka fantastis, tidak kurang dari 62 juta orang, tepatnya 62, 537, 400 jiwa. Itu sama saja pembunuhan 3, 17% jumlah populasi umat manusia di muka bumi.

Dan perang itu melibatkan negara adidaya saat itu, yang nota bene bukan negeri Islam. Masihkah kita menuduh Islam sebagai agama peperangan? Pernahkah peradaban Islam melahirkan perang dunia?

Korban Pembantaian Yahudi di Palestina

Kelompok teroris Yahudi pimpinan Menachem Begin dengan anggota-anggotanya, antara lain Ariel Sharon, pada tahun 1948 pernah membantai 1.000 orang Arab penduduk Deir Yassin, selatan Jerusalem.

Dan Ariel Sharon ketika menjabat Menteri Panglima Angkatan Bersenjata Israel, terlibat pembantaian 3.000 warga sipil Palestina di kamp pengungsi Sabhra dan Shatila, selatan Lebanon tahun 1982.

Itu bukan perang tapi pembantaian. Pasukan bengis Yahudi Israel datang ke Palestina dan menembaki warga sipil yang tidak berdosa. Masih pulakah kita katakan Islam sebagai agama haus darah? Dan apakah kita masih ingin bilang bahwa Yahudi itu ramah, penuh kasih dan lemah lembut?

Korban Serbia di Bosnia

Pasukan Serbia dipimpin oleh Slobodan Milosevic melakukan operasi pembersihan etnis secara sistematis di kota-kota yang dikuasainya selama perang berlangsung. Sedikitnya 200.000 orang tewas dalam perang empat tahun tersebut.

Dan penduduk Bosnia Herzegoviaberagama Islam, sejak zaman khilafah Turki Utsmani. Inikah yang dikatakan agama Islam haus darah?


Perang Saat Ini

Mari kita merenung sejenak, berapa korban-korban dalam perang di Afghanistan, Irak, Lybia, Suriah, Rongya, Philipina, Suni di Iran, Mesir. Semuanya telah membuktikan bahwa sesungguhnya yang haus darah adalah kaum kafir, dan siapa dalang dibalik itu semunaya?

Data Korban Perang Dalam Sirah Nabawi

Kalau Islam masih dikatakan haus darah, atau disebarkan dengan pedang, mari kita teliti lebih dalam jumlah jumlah korban tewas dalam peperangan dalam sejarah hidup Nabi Muhammad SAW. 

1. Perang Badar tahun 2 Hijriyah, korban kafir 70 orang, korban muslim 14 orang
2. Operasi Abdullah bin Jahsy tahun 2 Hijriyah, korban kafir1 orang, korban muslimtidak ada.
3. Perang As-Sawiq tahun 2 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim tidak ada.
4. Operasi Ka”ab bin Asyraf tahun 3 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim tidak ada
5. Perang Uhud tahun 3 Hijriyah, korban kafir 22 orang, korban muslim 70 orang
6. Perang Hamra”ul Asad tahun 3 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslimtidak ada
7. Operasi Raji” tahun 3 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 7 orang
8. Operasi Bi”ru Ma”unahtahun 3 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim27 orang
9. Perang Khandaq tahun5 Hijriyah, korban kafir 3 orang, korban muslim 5 orang
10. Perang Bani Quraidhahtahun 5 Hijriyah, korban kafir 600 orang, korban muslimtidak ada. Tapi sebenarnya angka ini tidak bisa dikatakan sebagai korban perang, karena 600 orang itu memagdihukum mati karena pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
11. Operasi Atik 5 Hijriyah, korban kafir1 orang, korban muslim tidak ada
12. Perang Dzi Qird tahun6 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim-muslim orang
13. Perang Bani Mushthaliq tahun6 Hijriyah, korban kafirtidak ada, korban muslim 1 orang
14. Perang Khaibar tahun 7 Hijriyah, korban kafir 2 orang, korban muslim 20 orang
15. Perang Wadilqura tahun 7 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim1 orang
16. Perang Mu”tah tahun 8 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim11 orang
17. Perang Fathu Makkah tahun 8 Hijriyah, korban kafir 17 orang, korban muslim3 orang
18. Perang Hunain tahun 8 Hijriyah, korban kafir 84 orang, korban muslim 4 orang
19. Perang Thaif tahun 8 Hijriyah, korban kafir tidak ada orang, korban muslim13 orang
20. Perang Tabuk tahun 2 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim tidak ada

Itulah data otentik korban perang dalam sejarah nabi Muhammad SAW selama 23 tahun berdakwah, jumlahnya hanya 386 jiwa saja, sudah termasuk muslim dan kafir.

Mana buktinya kalau Islam itu haus darah dan memerintahkan pembunuhan? Semua itu hanya tuduhan yang tidak jelas ujung pangkalnya, buatan orang-orang kafir yang pandai menipu. Mereka gunakan ayat Quran untuk mencari-cari alasan bahwa Islam itu haus darah, ternyata argumentasi mereka mentah, sebab di dalam tataran sejarah, tidak pernah terbukti tuduhan itu.

Wallahu a”lam bishshawab