aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Sabtu, 20 April 2013

Nikmat Bernafas

Alhamdulillah. Kita masih lagi mampu bernafas, masih mampu bergerak, masih mampu berfikir dan masih hidup. Andainya pagi tadi kita bangun dari tidur, dan tidak dapat melihat, apakah kita mampu berganjak daripada tempat tidur kita? Andainya setelah terjaga dari tidur pagi tadi telinga kita tidak dapat menangkap sebarang bunyi, kepada siapa kita akan mengadu? SubhanaAllah. Banyak sungguh nikmat yang kita perolehi setiap hari. Hmm… berapakah bayaran untuk semua ini? Bayaran untuk udara yang dihirup, air yang diminum, tenaga yang digunakan, kewarasan ketika berfikir dan masa yang mematangkan kita?

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah yang dilimpahkannya kepada kamu, tiadalah kamu akan dapat menghitungnya satu persatu, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha mengasihani.” (an-Nahl, 16: 18 )

Sesungguhnya nikmat Allah adalah terlalu banyak diberikan kepada makhlukNya. Namun manusia sering lalai dan leka dengan nikmat yang dikecapi ini sehingga Allah bertanya kepada mereka yang sering mendustakan nikmat-nikmat yang diberikanNya.

Setiap hari manusia bernafas lebih dari 25 ribu kali. Dalam kurun waktu tersebut, setidaknya 180 meter persegi udara yang mengandung 5-6 meter persegi oksigen terhirup ke dalam tubuh. Kemudian setelahnya, terjadilah proses filterisasi darah secara sempurna dengan menghilangkan gas arang dan pemberian oksigen yang penting untuk tubuh. Setidaknya terdapat 200 meter persegi jaringan saluran yang membentang luas untuk bekerja menyaring darah.

Bernafas adalah proses yang melibatkan banyak sekali komponen yang tergabung dalam sistem pernafasan. Ibnu Qoyyim menjelaskan, saluran pernafasan manusia bercabang menjadi beberapa saluran yang akhirnya sampai pada saluran akhir yang sangat tipis. Setiap saluran diliputi selaput tipis yang bersambungan dengan dinding urat darah kecil. Disinilah darah dibersihkan dan mengangkut oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh.

Prof. Adnan Oktar (Harun Yahya) menjelaskan, bahwasannya setelah terhirup pertama-tama udara dibersihkan dalam hidung dan udara diatur dengan bulu-bulu yang berfungsi sebagai saringan. Bulu-bulu ini mengolah udara yang tercemar atau dingin menjadi udara yang cocok untuk paru-paru. Bulu-bulu dalam hidung bertugas menyaring, membersihkan, melembabkan, menghangatkan, dan memurnikan udara dari bakteri. Setidaknya bulu ini melindungi tubuh dari 20 miliar partikel zat asing setiap harinya.

Sesungguhnya bernafas adalah proses memberi makan sel-sel tubuh dengan oksigen. Sel-sel tubuh tidak bisa bertahan hidup kecuali jika mereka diberi oksigen. Itulah sebabnya manusia hanya dapat menahan nafas untuk waktu yang singkat saja. Juga di ketinggian, ketika kadar oksigen semakin menipis, seseorang akan merasakan berat bernafas dan dadanya kian terhimpit lantaran kesulitan mendapat oksigen. Jika hilangnya pasokan oksigen dibiarkan lebih lama lagi, maka sel-sel tubuh kemudian akan mati dan akhirnya manusia akan tewas.

Reff 

Nikmat Persahabatan Karena Allah

Nikmat Allah sangatlah banyak. Tak mungkin seorang pun bisa menghitungnya. Allah berfirman: “Jika kalian mau menghitung nikmat Allah niscaya kalian tak akan bisa menghitungnya.” (Ibrahim: 34) 

Ibnul Qayyim t menjelaskan macam-macam nikmat Allah l kepada hamba-hamba-Nya:
- Nikmat yang telah didapat dan telah diketahui hamba-Nya
- Nikmat yang ditunggu-tunggu dan diharap-harap oleh hamba-Nya.
- Nikmat yang telah didapat hamba tapi dia tidak merasakannya. 

Jika Allah l akan menyempurnakan nikmat-Nya kepada seorang hamba maka Allahakan membimbing hamba ini untuk mengetahui nikmat yang telah didapatnya dan diberi taufiq untuk mensyukurinya. (Al-Fawaid hal. 169) 

Wahai hamba Allah, diantara sekian nikmat Allahkepada kita semua adalah dipersaudarakan dan disatukannya hati-hati kita, kaum muslimin, di atas agama ini. Allah l berfirman: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai, serta ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan. Maka Allah mempersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran: 103) 

Allah berfirman:
“Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Al-Anfal: 63) 

Persahabatan yang dilakukan karena Allah l dan di jalan Allah l akan mendatangkan banyak keutamaan bagi seorang muslim. Diantara keutamaan tersebut: 

1. Persahabatan yang dibangun lillah (karena Allah) dan fillah (di jalan Allah) adalah ikatan iman yang terkuat.
Rasulullah berkata:
“Cinta karena Allah l dan benci karena Allah l adalah ikatan iman yang paling kuat.” (HR. Ath-Thabarani dan dihasankan Asy-Syaikh Albani dalam Ash-Shahihah no. 998)

2. Orang yang saling mencintai karena Allah l akan mendapatkan naungan.
Rasulullahmenyatakan:
“Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah : pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah l, seorang yang hatinya senantiasa terkait dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, bersatu dan berpisah di atasnya, seseorang yang diajak berzina oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan namun pemuda tersebut berkata: ‘Aku takut kepada Allah, seorang yang bershadaqah dan ia menyembunyikan shadaqahnya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta seorang yang berdzikir kepada Allah l sendirian hingga meneteskan air mata.” (HR. Al-Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031)

3. Allah mencintai orang-orang yang saling mencintai di jalan-Nya
Dari Abu Hurairah, Nabiberkata:
Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di negeri yang lain. Maka Allah mengutus malaikat di belakangnya. Ketika malaikat ini sampai ke orang tersebut, malaikat bertanya, “Engkau akan berangkat kemana?” Orang tersebut menjawab, “Aku ingin mengunjungi saudaraku di jalan Allah.” Malaikat berkata, “Apakah dia memiliki kenikmatan/harta yang engkau kerjakan untuknya?” Dia menjawab, “Tidak. Hanya saja aku mencintainya karena Allah.” Malaikat berkata, “Aku adalah utusan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu di jalan-Nya.” (HR. Muslim no. 2567)

4. Cinta karena Allah sebab merasakan manisnya iman
Dari Abu Hurairah, Rasulullah n bersabda:
“Barangsiapa yang ingin merasakan nikmatnya iman hendaknya tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah.” (HR. Ahmad. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6164)

5. Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya
Dari Abu Musa Al-Asy’ari : Datang seseorang kepada Nabi dan berkata, “Wahai Rasulullah, seseorang mencintai satu kaum namun tidak bisa menyamai amalan mereka?” Rasulullah n berkata:
“Seseorang akan bersama orang yang dicintainya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Cinta di jalan Allah termasuk keimanan dan menyebarkan salam adalah sebab untuk mendapatkannya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullahbersabda:
“Kalian tidak akan masuk surga hingga beriman dan tidak sempurna iman kalian hingga saling mencintai. Maukah aku kabarkan satu amalan jika kalian amalkan kalian akan saling mencintai? (Yakni) Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Al-Imam An-Nawawi t berkata, “Makna sabda beliau: Tidak sempurna iman kalian hingga saling mencintai, adalah ‘Tidak sempurna iman kalian dan tidak bagus iman kalian kecuali dengan saling mencintai’.” (Lihat Ni’matul Ukhuwah hal. 5-13) 

Wahai hamba Allah, marilah kita jaga persaudaraan (persahabatan) di jalan Allah l, karena ini merupakan bentuk syukur kita kepada Allah. Allahberfirman:
Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7) 

Mudah-mudahan Allah menambah erat persaudaraan dan kerukunan kita di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus shalih.

Tsa’labah Jaman Sekarang

Seorang sahabat Nabi yang amat miskin datang pada Nabi sambil mengadukan tekanan ekonomi yg dialaminya. Tsa’labah, nama sahabat tersebut, memohon Nabi untuk berdo’a supaya Allah memberikan rezeki yang banyak kepadanya.

Semula Nabi menolak permintaan tersebut sambil menasehati Tsa’labah agar meniru kehidupan Nabi saja. Namun Tsa’labah terus mendesak. Kali ini dia mengemukakan argumen yang sampai kini masih sering kita dengar, “Ya Rasul, bukankah kalauAllah memberikan kekayaan kepadaku, maka aku dapat memberikan kepada setiap orang haknya."

Nabi kemudian mendo’akan Tsa’labah. Tsa’labah mulai membeli ternak. Ternaknya berkembang pesat sehingga ia harus membangun pertenakakan agak jauh dari Madinah. Seperti bisa diduga, setiap hari ia sibuk mengurus ternaknya. Ia tidak dapat lagi menghadiri shalat jama’ah bersama Rasul di siang hari.

Hari-hari selanjutnya, ternaknya semakin banyak; sehingga semakin sibuk pula Tsa’labah mengurusnya. Kini, ia tidak dapat lagi berjama’ah bersama Rasul. Bahkan menghadiri shalat jum’at dan shalat jenazah pun tak bisa dilakukan lagi.

Ketika turun perintah zakat, Nabi menugaskan dua orang sahabat untuk menarik zakat dari Tsa’labah. Sayang, Tsa’labah menolak mentah-mentah utusan Nabi itu. Ketika utusan Nabi datang hendak melaporkan kasus Tsa’labah ini, Nabi menyambut utusan itu dengan ucapan beliau, “Celakalah Tsa’labah!”

Nabi murka, dan Allah pun murka!

Saat itu turunlah Qs at-Taubah: 75-78 :

“Dan diantara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah, “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.”

“Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).

“Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta”.

“Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui yang ghaib?”


Tsa’labah mendengar ada ayat turun mengecam dirinya, ia mulai ketakutan. Segera ia temui Nabi sambil menyerahkan zakatnya. Akan tetapi Nabi menolaknya, “Allah melarang aku menerimanya”. Tsa’labah menangis tersedu-sedu.

Setelah Nabi wafat, Tsa’labah menyerahkan zakatnya kepada Abu Bakar, kemudian Umar. tetapi kedua Khalifah itu menolaknya. Tsa’labah meninggal pada masa Utsman.

Dimanakah Ts’alabah sekarang? Jangan-jangan kitalah Tsa’labah-Tsa’labah baru yang dengan linangan air mata memohon agar rezeki Allah turun kepada kita, dan ketika rezeki itu turun, dengan sombongnya kita lupakan ayat-ayat Allah.

Bukankah kita dengan alasan sibuk berbisnis tak lagi sempat sholat lima waktu. Bukankah dengan alasan ada “meeting penting” kita lupakan perintah untuk sholat Jum’at. Bukankah ketika ada yang meminta sedekah dan zakat kita ceramahi mereka dengan cerita bahwa harta yang kita miliki ini hasil kerja keras, siang-malam membanting tulang; bukan turun begitu saja dari langit, lalu mengapa kok orang-orang mau enaknya saja minta sedekah tanpa harus kerja keras.

Kitalah Tsa’labah….Tsa’labah ternyata masih hidup dan “mazhab”-nya masih kita ikuti…

Konon, ada riwayat yang memuat saran Nabi Muhammad saw (dan belakangan digubah menjadi puisi oleh Taufik ismail),“Bersedekahlah, dan jangan tunggu satu hari nanti di saat engkau ingin bersedekah tetapi orang miskin menolaknya dan mengatakan, “kami tak butuh uangmu, yang kami butuhkan adalah darahmu!”

Dahulu Tsa’labah menangis di depan Nabi yang tak mau menerima zakatnya. Sekarang ditengah kesenjangan sosial di negeri kita,jangan-jangan kita bukan hanya akan menangis namun berlumuran darah ketika orang miskin menolak sedekah dan zakat
kita!

Na’udzubillah… 

KAYA ITU TIDAK SALAH, YANG SALAH ADALAH KETIKA KEKAYAAN ITU DIGUNAKAN DI JALAN YANG SALAH!
 Reff

Mensyukuri Nikmat Allah

Bersyukur adalah ungkapan yang berisikan pujian kepada Allah SWT. Syukur berarti mengakui segala kebaikan dan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, hamba-hamba-Nya.

Banyak cara untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah kita terima. Mulai dari sekadar mengucapkan alhamdulillahi rabbil alamin sampai mengeluarkan sebagian harta untuk disedekahkan atau dizakatkan. Yang pasti, tidak ada sebuah ungkapan syukur yang direalisasikan dengan keburukan-keburukan akhlak dan perilaku. Baik keburukan yang dilakukan secara individu, apalagi yang dilakukan secara kolektif.

Telah banyak contoh yang diberikan oleh Allah atas pribadi-pribadi dan kaum-kaum, serta bangsa-bangsa yang sebelumnya diberi kenikmatan, namun karena masyarakatnya tidak bersyukur, maka Allah memberikan azab yang tidak terbayangkan.

Sesungguhnya, hakikat bersyukur itu akan kembali kepada kita sendiri. Allah SWT berfirman, ”Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri.” (QS An Naml [27]: 40).

Tidaklah Allah SWT akan berkurang kemuliaan-Nya hanya karena penduduk bumi ini tidak bersyukur kepada-Nya. Tidak pula akan bertambah tinggi kemuliaan-Nya karena seluruh penduduk bumi ini bersyukur kepada-Nya. Kemuliaan Allah SWT tidak bergantung kepada kita hamba-Nya yang lemah.

Begitu banyak nikmat yang telah kita terima dari Allah SWT. Negara ini telah mendapatkan nikmat lahan yang subur, kandungan sumber daya alam melimpah, dan masyarakat Muslim yang sangat banyak. Diri-diri kita telah mendapatkan nikmat hidup berkecukupan, anak-anak yang sehat dan cerdas, pasangan hidup yang beriman. Bukan itu saja, masih banyak nikmat-nikmat yang lain, yang jika kita mencoba menghitungnya, niscaya tidak akan mampu. Allah SWT berfirman, ”Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An Nahl [16]: 18).

Hisablah diri-diri kita dan perilaku masyarakat bangsa Indonesia tercinta ini. Apakah kita telah berperilaku layaknya orang-orang yang bersyukur? Apakah masyarakat bangsa ini telah berperilaku layaknya masyarakat yang bersyukur atas segala nikmat-nikmat Allah terhadap bangsanya? Jangan-jangan terlalu banyak keburukan yang kita lakukan secara individu maupun kolektif dan justru terlalu sedikit ungkapan syukur yang kita panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang banyak ini.
Sumber : muallaf.com 

Mensyukuri Nikmat Mata, Berapa Megapiksel kah Mata kita?

Kamera digital terbaik semisal DSLR Canon EOS 450D memiliki resolusi efektif sekitar 12.2 Mega Pixel, maksudnya di dalam kamera Canon EOS 450D terdapat 12.2 juta sensor peka cahaya yang berfungsi menangkap cahaya yang berada di depan kamera,. Cahaya ini selanjutnya diolah kamera dan dijadikan file gambar dengan format tertentu, misalnya JPG, TIF atau format lainnya. Dengan berat body sekitar 475 gram, Canon EOS 450D tergolong salah satu kamera tercanggih yang ada di muka bumi ini

Tapi ternyata, dalam tubuh kita, tanpa kita sadari ternyata terdapat peralatan optik yang kapasitasnya melebihi peralatan optik terbaik di dunia. Mata kita ternyata memiliki resolusi yang sangat tinggi, sekitar 130 Mega Pixels per satu mata (untuk mata normal), dengan berat hanya sekitar 7 gram saja dan diameter sekitar 24 milimeter.

Pada kamera digital sensor penangkap cahaya biasanya terbuat dari bahan CMOS, sejenis semikonduktor yang tersusun dalam bentuk segi empat. Pada retina mata manusia terdapat sel penangkap cahaya yang jumlahnya sekita 130 juta sel yang disebut sel fotoreseptor. Fotoreseptor merupakan satu-satunya jenis sel di dalam tubuh manusia yang mampu mengubah cahaya yang masuk ke retina mata menjadi sinyal listrik yang akan dikirim ke otak.

Sel fotoreseptor ternyata bentuknya tidak seragam, ada yang berbentuk kerucut dan ada yang berbentuk batang. Anehnya sel batang memiliki jumlah yang luar biasa, sekitar 125 juta sel. Sel batang sangat sensitif terhadap perubahan cahaya namun anehnya tidak mampu membedakan warna yang diterima. Sisanya sekitar 6 juta sel merupakan sel kerucut, sangat sensitif terhadap warna dan mampu membedakan warna dengan sangat baik. Masing-masing bentuk sel dengan perbedaan jumlah yang mencolok tentulah memiliki tujuan tertentu. Begitulah, mata kita dengan resolusi 130 Mega Pixelnya merupakan sebagian kecil organ tubuh kita yang sangat luar biasa.

Maka dari itu, kita harus bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna.