aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Rabu, 17 Juli 2013

Srikandi-Srikandi dalam Sejarah Islam

Mereka adalah perempuan-perempuan yang memiliki peranan penting dalam menegakkan Agama Allah swt. Perjuangan dan kegigihannya dalam menyebarkan kalimat tauhid tidak pernah luntur oleh berbagai macam cobaan dan rintangan. Bahkan nyawapun dipertaruhkan demi mempertahankan kemurnian ajaran Allah swt. dari kesyirikan dan penyesatan orang-orang munafik.

(1) Khodijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Izz bin Qushoy bin Kilab, orang yang pertama kali mengimani Nabi Muhammad ketika belum ada orang yang beriman. Dengan kecerdasan pengetahuan yang dimiliknya, ia meyakinkan Muhammad bahwa makhluk yang mendatanginya adalah malaikat Jibril. Dengan kasih sayang dan kelembutanya, ia menyelimuti Nabi ketika gemetar dan menggigil lantaran menerima wahyu pertama. Dengan kesabarannya selalu menemani Rasulullah diawal masa-masa sulit perjalanan dakwah dan menjadi teman setia disetiap kesulitan yang dihadapi Rasulullah. Tak heran ia mempunyai tempat istimewa di hati Rasulullah, “Demi Allah SWT, tak seorang wanita pun lebih baik darinya. Ia beriman saat semua orang kufur, ia membenarkanku saat manusia mendustaiku, ia melindungiku saat manusia kejam menganiayaku, Allah swt. menganugerahkan anak kepadaku darinya,”.

(2) Fatimah binti Muhammad, Ia seorang putri dari pasangan terbaik (Muhammad dan Khodijah). Seorang wanita yang sangat zuhud dengan kenikmatan duniawi. Sejak kecil ia telah merasakan beratnya dakwah Rasulullah. Tangan kecilnya rela membersihkan kotoran unta dari punggung Rasulullah. Fatimah muda juga merasakan kesulitan yang dialami kaum muslimin lain pada saat pemboikotan kaum kafir, kekurangan makanan sehingga membuatnya sakit. Ketika perang Uhud, ia membersihkan darah yang mengucur dari kepala Rasulullah. Pun kehidupannya setelah menikah dengan Ali, pemuda yang disebut Rasulullah “engkau bagian dariku, dan aku bagian darimu”. Terbiasa bekerja sendiri, menggiling tepung sampai berbekas pada tangannya, memanggul air sampai berbekas di punggungnya, seringnya membersihkan rumah hingga pakaiannya penuh debu dan seringnya menyalakan tungku membuat pakaiannya penuh arang.

(3) Maryam binti Imran, nama dan kisahnya diabadikan dalam Al-Qur`an. wanita suci yang selalu menjaga dirinya dan senantiasa beribadah kepada Allah.. Hingga pada akhirnya malaikat Jibril datang sebagai utusan Allah untuk menganugerahi Maryam seorang anak laki-laki. “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina”, jawab Maryam. Memiliki anak yang seharusnya menjadi kebahagiaan justru menjadi ujian bagi seorang Maryam. Ia mengandung tanpa seorang suami. Ia pergi mengasingkan diri di tempat yang jauh. Hingga Allah menunjukkan kekuasaannya. Isa, bayi kecil Maryam dapat berbicara. “Dia (Isa) berkata: ‘Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberi kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi”

(4) Asiyah binti Muzahimah. Sabar dan teguh pendirian menghadapi suaminya sendiri sombong dan zalim, raja Firaun yang menyebut dirinya adalah tuhan. ketika istrinya sendiri ternyata beriman dan menyembah Allah, Firaun mengancam akan menyiksanya namun hal itu tidak menggetarkan keimanan Asiyah. Maka dengan murka Firaun memulai menimpakan siksaan pada Asiyah. Fir’aun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut, kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan Firaun. Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar. Pada siksaan ini apakah Asiyah menyerah? Tidak. Wanita mulia ini tetap dengan keteguhan imannya kemudian berdoa pada Allah.

Terlepas dari perdebatan para ulama’ mengenai sosok perempuan untuk ikut serta berkancah dalam ruang puplik, Nabi Muhammad sendiri mengakui dan sumbangsih dan peranan yang mereka berikan, bahkan Nabi melabelkan gelar dengan julukan “wanita-wanita terbaik dijagad raya”. Nabi bersabda:

“Ada empat perempuan terbaik dijagad raya ini; Maryam binti Imron, Khodijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, dan Asiyah istrinya Fir`aun” (HR. Ahmad, Atthobari dan Ibu Jarir)

Bukan hanya itu, nabi juga menjanjikan tiket surga kepada 4 srikandi tersebut pun dengan kelas“VIP” sebagi penduduk ahli surga.

“ dari Ibnu Abbas ra : “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, pernah membuat empat garis diatas tanah dan bertanya Tahukah kalian apakah garis ini? Mereka berkata Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Wanita-wanita penduduk surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwalid, Fatimah Binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiah binti Muzahim istri Fir’aun ”.
Pada masa nabi, juga banyak perempuan yang berjuang membela nabi Muhammad, bahkan ikut mengibaskan pedangnya melawan orang-orang kafir di medan pertempuran. Semisal Nusaibah si Jago Pedang, Khaulah binti Azur sang Ksatria Berkuda Hitam, dan Nailah si Cantik yang Pemberani. Well, jangan pernah memandang sebelah mata pada sosok perempuan.
Reff

Internet Sehat dan Aman Untuk Keluarga

Kehadiran internet sebagai hasil kecanggihan teknologi kini kian menjadi kebutuhan. Internet bisa dimanfaatkan setiap waktu. Dimana saja, oleh siapa saja dan dapat digunakan untuk menunjang beragam aktivitas.

Menurut kementrian Kominfo, tahun 2011 Indonesia menempati posisi ke-3 sebagai pengguna internet terbanyak di dunia. Yaitu 55 juta orang setelah Amerika Serikat dan India. Namun sayangnya, masih banyak pengguna internet yang belum optimal dalam memanfaatkan media digital ini.

Sebagian masih menggunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Semisal mengakses situs yang berbau pornografi. Selain itu ada juga yang melakukan kejahatan di dunia maya, seperti cyber bulliying. Yaitu tindakan pelecehan dan intimidasi melalui media internet. Ada juga para sexual predator yang mengincar anak-anak dan remaja. Mereka umumnya orang dewasa yang memanipulasi foto dan data pribadi, menyesuaikan dengan calon korbannya.

Oleh karena itu penting bagi orang tua mengingatkan putra-putrinya untuk berhati-hati ketika mereka berkenalan di dunia maya. Apalagi bila teman baru tersebut mengajak bertemu langsung di suatu tempat. Sudah banyak kasus menghilangnya seorang anak setelah bertemu dengan teman mayanya.

Internet memang merupakan penyaji informasi yang sangat luas. Namun tidak berarti semua informasi yang disajikan benar dan bermanfaat. Demikianlah, kecanggihan teknologi memang tidak melulu bernilai positif. Tetapi bisa juga berdampak buruk.

Oleh karena itu sebagai orang tua kita harus waspada dan berperan aktif dalam mengawasi aktivitas berinternet anggota keluarga. Utamanya tentu saja anak dan remaja kita yang saat ini memang sudah akrab dengan aktivitas di dunia maya. Selain memanfaatkan internet untuk menunjang kegiatan belajarnya, mereka juga kebanyakan pengguna sosial media seperti facebook dan twitter.

Idealnya orang tualah yang memperkenalkan internet kepada anak. Menerangkan sisi baik dan buruknya sesuai usia anak. Begitu pula dalam berinteraksi di dunia maya. Sopan santun dan etika di dunia nyata harus tetap diberlakukan dalam dunia maya. Jangan sampai terprovokasi untuk saling membulli dan menghindari menulis status atau komentar yang menyangkut sara atau bernada rasis.

Orang tua juga harus mengingatkan anak untuk tidak memberikan informasi atau data pribadi secara mendetail. Hindari mencantumkan nomor ponsel dan data pribadi orang tua. Ingatkan juga agar anak tidak sembarangan mengunggah foto atau video pribadi maupun orang lain yang melanggar etika atau norma kesusilaan.

Sebagai orang tua kita juga harus tanggap melihat perubahan prilaku anak dan remaja yang ditimbulkan akibat penyalah gunaan internet. Jangan sampai kita terlambat mengetahui bila misalnya mereka menjadi korban atau pelaku bulliying, kecanduan game on line atau menyimpan video yang tidak layak dikonsumsi oleh anak dan remaja.

Membatasi penggunaan internet di rumah dengan menyimpan pasword dan memblokir situs-situs dewasa bisa saja dilakukan. Tetapi yang lebih penting adalah membentengi anggota keluarga dengan nilai-nilai agama sebagai bekal atau tameng dalam menghadapi godaan atau kejahatan yang mengintai di dunia maya.

Beri pengertian pada anggota keluarga, bahwa teknologi dibuat untuk memudahkan hidup manusia. Tetapi ingatlah bahwa agama yang akan menyelamatkan hidup kita. Karena setiap aktivitas di dunia maya tidak akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat maya, melainkan tetap diakhirat yang sesungguhnya..

Dengan demikian, walaupun kita tidak bisa selalu mendampingi anak dalam berinternet, diharapkan mereka sudah memiliki rambu-rambu ketika berselancar di dunia maya. Sehingga dimanapun anak mengakses internet, mereka sudah memiliki pengetahuan bagaimana berinternet dengan sehat dan aman. Sehingga mereka tidak tergoda berkeliaran membuka situs-situs dewasa.

Namun, tidak semua orang tua melek teknologi dan informasi. Masih banyak diantara kita para orang tua yang gagap teknologi. Tetapi hal tersebut jangan sampai membuat kita tak acuh dan tidak perduli pada aktivitas berinternet anak.

Oleh karena itu diperlukan sosialisasi berinternet yang tidak saja sehat tetapi juga aman oleh pihak-pihak terkait. Dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan anak dan remaja lebih berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya. Materi tentang berinternet yang sehat dan aman juga tentunya dibutuhkan oleh para guru dan kami orang tua.

Sedangkan bagi anak dan remaja diharapkan mereka yang umumnya berstatus siswa atau pelajar ini akan lebih optimal dalam memanfaatkan fungsi internet. Selain menambah pengetahuan dan wawasan mereka juga dapat menyalurkan hobby atau minatnya dalam hal tulis menulis. Mereka bisa belajar dan berlatih menulis pada blog pribadi atau memanfaatkan fasilitas “notes” pada facebook. Untuk anggota keluarga yang sudah berstatus mahasiswa bisa mengirim artikel ke situs berita on line, sosial blog, atau ke surat kabar. Untuk yang mempunyai bisnis juga bisa berjualan on line dan kegiatan lainnya yang bermanfaat dan mempunyai nilai tambah.

Pada dasarnya sebuah teknologi dibuat untuk memberi manfaat pada manusia. Namun jangan sampai kehadirannya justru menjauhkan hubungan antar sesama anggota keluarga, karena selalu fokus berinternet melaui gadget masing-masing. Belum lagi dampaknya bagi mata, bila terlalu lama berasyik ria dihadapan layar gadget. Terlebih bagi anak-anak. Tak heran bila hari ini banyak anak usia sekolah dasar yang sudah harus berkaca mata akibat terlalu lama beraktivitas di depan layar komputer, laptop atau handphone.

Oleh karena itu batasilah penggunaan internet atau aktivitas di depan komputer atau laptop dengan melakukan kegiatan outdoor. Misalnya bermain bola, bersepeda, membaca, melukis dan sebagainya. Sesekali luangkan waktu tanpa berinternet agar dapat bercengkrama antar anggota keluarga. Jika tidak bisa, boleh-boleh saja berinteraksi secara intens di dunia maya melalui media internet. Tetapi tetap jangan lupakan kehidupan nyata dan orang-orang dekat disekeliling kita.

Demikianlah semoga menjadi kepedulian kita semua dan selamat berinternet sehat dan aman.
Sumber:

Paradigma Pendidikan Indonesia Abad Ke-21

Dari jaman ke jaman, pendidikan muncul dalam berbagai bentuk dan paham. Dilihat dari sejarahnya, Pendidikan Indonesia dapat dibagi secara urutan waktu kurang lebih sebagai berikut: (a) jaman pra-kolonial: masa prasejarah dan masa sejarah, (b) jaman kolonial ketika sistem pendidikan ‘modern’ dari Eropa diperkenalkan, dan (c) jaman kemerdekaan RI yang berlangsung hingga sekarang. Masing-masing jaman memiliki corak dan bentuk tersendiri.

Memasuki abad ke-21 sekarang ini, Pendidikan Indonesia dihadapkan dengan sejumlah tantangan dan peluang, yang tentunya berbeda dengan jaman-jaman sebelumnya. Guna mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dan dinamika perubahan yang sedang dan akan terus berlangsung di Abad ke-21 ini, Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP), pada tahun 2010 telah berupaya mengkonsepsikan pendidikan Indonesia untuk abad ke-21, yang dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul “PARADIGMA PENDIDIKAN NASIONAL ABAD XXI”. Buku ini disusun oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu.

Salah satu topik yang dibahas dalam buku ini adalah tentang perubahan paradigma pembelajaran pada Abad ke-21 sebagaimana tampak dalam tabel berikut ini:

1.  Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa
Jika dahulu biasanya yang terjadi adalah guru berbicara dan siswa mendengar, menyimak, dan menulis – maka saat ini guru harus lebih banyak mendengarkan siswanya saling berinteraksi, berargumen, berdebat, dan berkolaborasi. Fungsi guru dari pengajar berubah dengan sendirinya menjadi fasilitator bagi siswa-siswanya.

2. Dari satu arah menuju interaktif
Jika dahulu mekanisme pembelajaran yang terjadi adalah satu arah dari guru ke siswa, maka saat ini harus terdapat interaksi yang cukup antara guru dan siswa dalam berbagai bentuk komunikasinya. Guru berusaha membuat kelas semenarik mungkin melalui berbagai pendekatan interaksi yang dipersiapkan dan dikelola.

3. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring
Jika dahulu siswa hanya dapat bertanya pada guru dan berguru pada buku yang ada di dalam kelas semata, maka sekarang ini yang bersangkutan dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh via internet.

4. Dari pasif menuju aktif-menyelidiki
Jika dahulu siswa diminta untuk pasif saja mendengarkan dan menyimak baik-baik apa yang disampaikan gurunya agar mengerti, maka sekarang disarankan agar siswa harus lebih aktif dengan cara memberikan berbagai pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya.

5. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata
Jika dahulu contoh-contoh yang diberikan guru kepada siswanya kebanyakan bersifat artifisial, maka saat ini sang guru harus dapat memberikan contoh-contoh yang sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari dan relevan dengan bahan yang diajarkan.

6. Dari pribadi menuju pembelajaran berbasis tim
Jika dahulu proses pembelajaran lebih bersifat personal atau berbasiskan masing-masing individu, maka yang harus dikembangkan saat ini adalah model pembelajaran yang mengedepankan kerjasama antar individu.

7. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan
Jika dahulu ilmu atau materi yang diajarkan lebih bersifat umum (semua materi yang dianggap perlu diberikan), maka saat ini harus dipilih benar-benar ilmu atau materi yang benar-benar relevan untuk ditekuni dan diperdalam secara sungguh-sungguh (hanya materi yang relevan bagi kehidupan sang siswa yang diberikan).

8. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru
Jika dahulu siswa hanya menggunakan sebagian panca inderanya dalam menangkap materi yang diajarkan guru (mata dan telinga), maka saat ini seluruh panca indera dan komponen jasmani-rohani harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran (kognitif, afektif, dan psikomotorik).

9. Dari alat tunggal menuju alat multimedia
Jika dahulu ilmu guru hanya mengandalkan papan tulis untuk mengajar, maka saat ini diharapkan guru dapat menggunakan beranekaragam peralatan dan teknologi pendidikan yang tersedia – baik yang bersifat konvensional maupun moderen.

10. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif
Jika dahulu siswa harus selalu setuju dengan pendapat guru dan tidak boleh sama sekali menentangnya, maka saat ini harus ada dialog antar guru dan siswa untuk mencapai kesepakatan bersama.

11. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan
Jika dahulu seluruh siswa tanpa kecuali memperoleh bahan atau konten materi yang sama, maka sekarang ini setiap siswa berhak untuk mendapatkan konten sesuai dengan ketertarikan atau keunikan potensi yang dimilikinya.

12. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak
Jika dahulu siswa harus secara seragam mengikuti sebuah cara dalam berproses maka yang harus ditonjolkan saat ini justru adanya keberagaman inisiatif yang timbul dari masing-masing individu.

13. Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak
Jika dahulu siswa hanya mempelajari sebuah materi atau fenomena dari satu sisi pandang ilmu, maka saat ini konteks pemahaman akan jauh lebih baik dimengerti melalui pendekatan pengetahuan multi disiplin.

14. Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan
Jika dahulu seluruh kontrol dan kendali kelas ada pada sang guru, maka sekarang ini siswa diberi kepercayaan untuk bertanggung jawab atas pekerjaan dan aktivitasnyamasing-masing.

15. Dari pemikiran faktual menuju kritis
Jika dahulu hal-hal yang dibahas di dalam kelas lebih bersifat faktual, maka sekarang ini harus dikembangkan pembahasan terhadap berbagai hal yang membutuhkan pemikiran kreatif dan kritis untuk menyelesaikannya.

16. Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan
Jika dahulu yang terjadi di dalam kelas adalah “pemindahan” ilmu dari guru ke siswa, maka dalam abad moderen ini yang terjadi di kelas adalah pertukaran pengetahuan antara guru dan siswa maupun antara siswa dengan sesamanya.

Buku ini tampaknya menjadi referensi wajib bagi setiap insan Indonesia yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan dengan dunia pendidikan kita. Bagi Anda yang belum memiliki buku tersebut silahkan download melalui tautan di bawah ini:

PARADIGMA PENDIDIKAN NASIONAL ABAD XXI

Refleksi: Menurut Anda, perubahan apa yang paling penting dan mendasar dalam pendidikan kita guna menghadapi abad ke-21?
Sumber : http://akhmadsudrajat.wordpress.com

Laut Mati, Tempat Kaum Sodom menuai Azab

Laut mati, terkenal juga dengan sebutan Laut Asin. Laut ini mengandung kadar garam dan mineral yang sangat tinggi. Maka dari itu, laut ini juga dikenal sebagai tempat penyembuhan.

Seperti yang kami kutip dari merdeka.com, laut yang terletak di Timur Tengah ini selalu ramai pengunjung tiap tahun. Kehebatan lainnya adalah Anda bisa melakukan spa, bermacam terapi dan relaksasi alami di sana. Jika pun berenang, Anda tidak akan pernah tenggelam.

Dengan ketinggian 400 meter di bawah permukaan laut, Laut Mati adalah permukaan terendah di bumi. Sebenarnya, lebih tepat disebut sebagai danau daripada laut karena airnya berasal dari Sungai Yordania.

Kadar garam dalam danau ini tujuh kali lebih asin daripada kadar garam di laut manapun di bumi. tidak ada kehidupan yang dapat hidup di airnya.

Menurut literatur Islam dan Alkitab, Laut Mati dulunya adalah situs dari kota kuno bernama Sodom, rumah dari Nabi Luth AS. Alquran menggambarkan orang-orang Sodom sebagai orang yang licik, keji, dan kejam yang tidak menerima ajaran Allah. Mereka adalah para pembunuh, perampok, dan juga melakukan hubungan badan sesama jenis. Nabi Luth berdiri di jalan Allah, namun istrinya pun tidak percaya akan Allah.

Melihat hal itu, Allah menghukum orang Sodom akan kezaliman mereka. Dalam Alquran Surat Hud ayat 82-83 dijelaskan:

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang di atas ke bawah (dibalikkan) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.”

Situs akan hukuman Allah SWT pada Kaum Nabi Luth kini adalah Laut Mati, berdiri sebagai simbol kehancuran.

Ketika Anda mengunjungi Laut Mati, sangat dianjurkan untuk mengenang Nabi Luth atas keberaniannya menegakkan ajaran Allah SWT di tengah-tengah warga yang zalim. Seperti yang dijelaskan di Alquran Surat Al Anbiya ayat 74-75:

“Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik. Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang yang saleh.”

Kartini Tak Ada Apa-apanya Dibanding Tokoh Pejuang Wanita Islam

Kartini. Namanya demikian terkenal, sampai-sampai tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini. Padahal jika dibandingkan dengan sejumlah tokoh wanita Islam lainnya, seperti Rahmah el Yunusiah, Cut Nyak Dien, HR Rasuna Said, dan Dewi Sartika, kontribusi Kartini untuk perjuangan wanita, terutama wanita Islam, tidaklah seberapa.

Semasa hidupnya, Kartini hanya melakukan surat-menyurat (korespondensi) yang kental dengan wacana pluralisme, kebatinan dan sejenisnya. Sebenarnya, tidak ada nilai lebih yang bisa dibangakan dari seorang Kartini selain opini yang dikembangkan bahwa ia ingin mengangkat harkat dan derajat wanita di jamannya.

Tokoh Kartini ini pulalah yang kini dijadikan sebagai penyemangat perjuangan kesetaraan gender. Kalangan Liberal menjadikannya sebagai ikon. Padalah semasa hidupnya, Kartini justru melakukan apa yang sangat ditentang oleh kalangan liberal. Kartini mau ddijadikan istri ketiga oleh Bupati Rembang.

Bagimana sebenarnya sosok Kartini dan mengapa ia sedemikian dijadikan sebagai ikon perjuangan perempuan?. Reporter Suara Islam Online, Mesyah Achreini, mewawancarai seorang jurnalis muslim sekaligus penulis produktif yang menggeluti dunia Freemasonry, Artawijaya. Berikut petikannya:

Kenapa Kartini bisa menjadi sebagai ikon pahlawan perempuan padahal Kartini tidak berjuang apa-apa ?

Kartini hanya sekedar berwacana, surat-menyurat yang kental dengan pluralisme kebatinan dll. Ini berbeda jauh dengan tokoh-tokoh pejuang kita seperti Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika,yang benar-benar berkontribusi terhadap perjuangan Islam.

Kartini tidak pernah mendirikan sekolah, sementara Rahmah El Yunusiah mendirikan sekolah, Rohana Kudus juga mendirikan sekolah perempuan. Dibanding mereka Kartini tidak ada apa-apanya. Ini hanya digunakan oleh kaum kolonialis sebagai ikon wanita Indonesia.

Adakah surat-surat Kartini yang memojokkan Islam?. Seperti kata bapak, Kartini tidak anti Islam tetapi juga tidak membela Islam?

Dalam buku saya yaitu Jaringan Yahudi Nusantara, saya tidak mengatakan ia anti Islam, tetapi pemikiran-pemikiran dia sangat bersebreangan jauh dengan aqidah Islam. Seperti mengatakan semua agama sama, agama yang sesungguhnya adalah agama kebatinan, ini sangat bertentangan dengan aqidah Islam. Surat-menyurat ini resmi ada dalam dokumen-dokumen sejarah, bukan karangan atau diada-adakan tapi memang pemikirannya sangat pluralisme.

Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” itu memang isinya curahan isi hati Kartini atau buku itu memang didisain untuk menghancurkan Indonesia di kemudian hari ?

Kita tahu ruh dari surat-surat Kartini itu. Artinya surat-surat Kartini itu sebenarnya Kartini berkoresponden kepada sahabat-sahabatnya yang semuanya Yahudi. Tadi kan ada wacana jangan-jangan buku itu bukan isi dari Kartini tetapi orang-orang kolonial yang membuat. Tapi fakta sejarah menunjukkan tulisan-tulisan itulah yang ada. Apakah itu buatan orang selain Kartini kita memang tidak punya bukti. Yang kita tahu surat-surat itu yang bikin dia.

Adakah hubungannya ikon Kartini dengan RUU KKG yang sekarang sedang diperdebatkan ?

Kartini kan dijadikan ikon sebagai perjuangan perempuan Indonesia. ini. Seperti kenapa laki-laki bisa sekolah kenapa perempuan nggak, gitu ya sebagai hegemoni saja. Jika RUU KKG ini digulirkan, seolah-olah dia semangat perjuangan Kartini.

Ada sekelompok liberal mengatakan saya tidak setuju jika dalam buku pelajaran kita berbunyi “ibu sedang memasak, ayah membaca koran" seolah-olah laki-laki itu santai perempuan bekerja. Spirit Kartini adalah semangat emansipasi sekuler. Suara Islam perlu mengangkat. Dibanding Kartini lebih banyak pejuang-pejuang wanita Islam di Indonesia yang perjuangannya nyata konkrit seperti Rohana Kudus, Rahma El Yunusiah dia buat sekolah khusus Diniyah Putri. Memang ada dulu Kartini School, ini dulu yang bikin orang Belanda, dan dibuat setelah Kartini meninggal. 
Reff

Rohana Kudus dan Siti Aisyah We Tenriolle Pahlawan Perjuangan Wanita

Selalu ada nuansa lain di bulan April. Berbagai sekolahan, instansi pemerintah, swasta, ataupun organisasi kemasyarakatan berlomba-lomba mengadakan berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Kartini. Sebagai puncaknya di tanggal 21, kaum Hawa mengenakan kain kebaya dan sanggul secara serempak.

Fenomena ini sudah menjadi tradisi bertahun-tahun lamanya. Tak ada yang tak mengenal Kartini. Hampir seluruh anak bangsa menjadikan Kartini sebagai satu-satunya pahlawan tokoh pergerakan perempuan Indonesia. Sosoknya menjadi fenomenal, menjadi ikon kemajuan perempuan Indonesia. Padahal kalau kita mau melihat sejarah secara jujur , sebenarnya banyak sekali perempuan Indonesia yang hebat, setara ataupun bahkan melebihi Kartini.

Jika Kartini dielu-elukan karena pemikirinnya untuk mendirikan sekolah khusus perempuan. Maka Rohana Kudus dari Sumatera Barat sudah selangkah lebih maju. Dia tak hanya sebatas wacana seperti Kartini. Tapi sudah mewujudkan wacana tersebut dalam bentuk konkret berupa Sekolah Kerajinan Amal Setia di tahun 1911. Suatu sekolah khusus untuk kaum perempuan.

Sekolah Kartini berhasil didirikan tahun 1915, 11 tahun setelah wafatnya. Kartini belum berhasil mewujudkan mimpinya semasa hidupnya. Kedua adiknyalah yaitu Kardinah & Rukmini dibantu oleh TH Van Deventer serta JH.Abendanon yang mewujudkan mimpi-mimpinya melalui Yayasan Kartini. Berbeda dengan Rohanna Kudus. Ia berhasil mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia di tahun 1911 ketika berusia 27 tahun. Sebuah prestasi yang sangat fenomenal.

Rohanna Kudus adalah seorang jurnalis perempuan. Ia hidup sezaman dengan Kartini, usianya lebih muda lima tahun. Ketika Kartini mencetuskan ide-ide perjuangannya melalui korespondensi surat dengan para sahabat Belandanya, maka Rohanna mengeluarkan ide-ide perjuangannya melalui koran Soenting Melajoe yang dipimpinnya. Rohanna juga tercatat pernah memimpin surat kabar Perempuan Bergerak dan Cahaya Sumatra. Dialah jurnalis perempuan pertama di Indonesia.

Jika di Bukit Tinggi ada Rohanna Kudus, maka di Bandung ada Dewi sartika. Ia berhasil mewujudkan cita-citanya memajukan pendidikan kaum perempuan dengan mendirikan Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan) di tahun 1904 di kota Bandung. Sekolah ini merupakan Sekolah Perempuan pertama di tanah Jawa, bahkan Sekolah Perempuan pertama se-Hindia Belanda. Sekolah ini bediri di tahun wafatnya Kartini. Sedangkan Sekolah Kartini yang dikelola oleh Yayasan Kartini berdiri tahun 1915.

Di Sulawesi Selatan tercatat nama Siti Aisyah We Tenriolle, seorang Ratu dari Kerajaan Tanette. Dialah Ratu perempuan terlama di Indonesia (1855-1910). Siti Aisyah We Tenriolle adalah seorang ratu yang cerdas. Tak hanya cakap di bidang pemerintahan, Ia juga berhasil menyelamatkan sastra warisan dunia I La Galigo. Suatu epos terpanjang di dunia. I La Galigo adalah suatu sajak maha besar, mencakup lebih dari 6.000 halaman folio. Setiap halaman naskah tersebut terdiri dari 10-15 suku kata. Artinya cerita I La Galigo ditulis dalam sekitar 300.000 baris panjangnya. Satu setengah kali lebih panjang dari epos terbesar Anak Benua India, Mahabharata yang hanya terdiri dari 160.000-200.000 baris. 




Tidak hanya cerdas di bidang kesusateraan, Siti Aisyah We Tenriolle juga cerdas di bidang pemerintahan dan pendidikan. Aisyah berhasil mendirikan sekolah bagi rakyatnya. Sekolah tersebut tidak hanya diperuntukan bagi laki-laki, tetapi juga perempuan. Meski kurikulumnya masih sangat sederhana, hanya membaca, menulis dan berhitung tapi pada masa itu tergolong sudah sangat hebat. Karena pada masa itu anak perempuan tidak bersekolah. Aisyah lah tokoh yang pertama kali mendirikan sekolah yang menerima murid putra dan putri dalam satu kelas. Dia berhasil mewujudkan kesetaraan hak pendidikan bagi laki-laki dan perempuan jauh sebelum Kartini dilahirkan. Aisyah menginginkan rakyatnya melek pendidikan, tidak terkecuali perempuan.

Di Aceh terdapat banyak sekali perempuan-perempuan hebat nan heroik dalam melawan penjajah Portugis maupun Belanda. Mereka terjun langsung dalam pertempuran sengit bahkan menjabat sebagai panglimanya. Di kala perempuan-perempuan Indonesia kebanyakan hanya aktif di sektor domestik, maka perempuan Aceh telah melenggang ke ranah publik

Sebut saja Malahayati yang tercatat sebagai Laksamana Perempuan Pertama di dunia. Dialah yang memimpin armada perang Kesultanan Aceh menggempur armada-armada Portugis dan Belanda di Selat Malaka. Armadanya terdiri dari 100 buah kapal. Tiap kapal terdiri dari 400-500 pasukan. Nama Malahayati sangat ditakuti oleh Armada-armada Portugis, Belanda dan Inggris. Karena Malahayati lah yang berhasil membunuh Cornelis De Houtman di tahun 1599. Cornelis De Houtman adalah orang Belanda yang pertama kali menancapkan kuku imperialisme di Indonesia. Sungguh sangat sulit mencari perempuan segagah Malahayati di zaman sebelumnya atau sesudahnya.

Tak ada yang mengingkari bahwa Aceh adalah gudangnya pahlawan perempuan. Tercatat nama-nama agung mujahidah dari Aceh seperti Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meutia, Teungku Fakinah, Pocut Meurah Intan, Pocut Baren dan Cutpo Fathimah. Mereka mendedikasikan seluruh hidupnya dalam perjuangan fie sabilillah mengusir kaum penjajah.

Sungguh Indonesia memiliki banyak sekali tokoh pergerakan perempuan. Kebanyakan mereka adalah para muslimah taat. Perjuangan mereka didasari keyakinan relijius, berjihad fie sabilillah dalam rangka mengusir kaum penjajah. Tetapi sayang, sejarah tidak mencatat mereka dengan tinta emas. Nama mereka tidak se abadi nama Kartini. Nama mereka tidak pernah tercantum dalam buku-buku sejarah di bangku sekolah. Akan lebih adil rasanya jika peringatan Hari Kartini diganti dengan Hari Perempuan Indonesia.

101 Wanita Teladan di Masa Rasulullah

Dalam buku "101 Wanita Teladan di Masa Rasulullah" karya Hepi Andi Bastoni dan diterbitkan oleh Robbani Press, mengisahkan wanita-wanita dengan segala kelebihannya sehingga patut dijadikan tauladan sepanjang massa oleh Wanita Muslim yang mendambakan Ridlo Allah SWT. Saya sendiri belum mempunyai buku tersebut karena harganya masih begitu mahal. Paling tidak semoga dapat menjadi semangat dan Ibrah bagi yang kebetulan punya rezeki berlebih untuk dapat memilikinya.

Inilah 101 Wanita Teladan di Masa Rasulullah :

  1. A'isyah binti Abu Bakar Menjadi Istri di Dunia dan Akhirat
  2. Al-Khansa' binti Amr Ibu Para Syuhada 
  3. Amah binti Khalid Terlahir di Negeri Rantau 
  4. Arwa' binti Abdul Muththalib Membela Rasulullah dengan Lisannya shallallahu ‘alaihi wa sallam
  5. Asma' binti Umais Istri Si Burung Surga 
  6. Asma' binti Yazid bin Sakan al-Anshariyah Orator Para Wanita 
  7. Asma' binti Abu Bakar Yang Memiliki Dua Ikat Pinggang 
  8. Atikah binti Zaid Janda Para Sahabat 
  9. Azdah binti Harits Ikut Perang dan Menang 
  10. Barirah Budak yang Ingin Bebas 
  11. Dhuba'ah binti Zubair Istri Pelopor Barisan Berkuda
  12. Durrah binti Abu Lahab Yang Bebas dari Dosa Ayahnya 
  13. Fari'ah binti Abi Shalt Saudaranya Seorang Penyair
  14. Fariah binti Abu Sufyan Ipar dan Istri Ipar Rasulullah 
  15. Fathimah binti Asad Pengganti Khadijah dan Abu Thalib 
  16. Fathimah binti Muhammad Seorang Putri yang Sederhana 
  17. Fathimah binti Qais Istri Usamah bin Zaid
  18. Fathimah binti Utbah Islam Mengubah Segalanya 
  19. Fathimah binti KhathTHab Mengislamkan Saudaranya 
  20. Fathimah binti Walid Memahami Arti Sebuah Persaudaraan
  21. Fathimah binti Yaman Putri Sahabat dan Saudara Para Sahabat 
  22. Furai‘ah binti Malik Di Pelataran Orang-Orang Beruntung 
  23. Hafshah binti Umar bin Khaththab Dibela Jibril karena Tekun Beribadah
  24. Halimah as-Sa‘diyah Ibu Susu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
  25. Hamnah binti Jahsy al-Asadiyah Istri Duta Pertama Islam
  26. Hamnah binti Sufyan Ibu Sa‘ad bin Abi Waqqash
  27. Hawa binti Yazid Dihormati Suaminya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
  28. Hindun binti Amr bin Haram Yang Tabah Ditinggal Keluarga 
  29. Hindun binti Utbah Pemakan Jantung yang Masuk Islam 
  30. Juwairiyah binti al-Harits Putri Musuh Islam yang Memiliki Berkah
  31. Kabsyah binti Rafi‘ bin Abid Mengantar Putranya Sampai ke Liang Kubur 
  32. Khadijah binti Khuwailid Istri yang Paling Dicintai
  33. Khansa' binti KhadzDZam Yang Bebas Memilih Suami
  34. Khaulah binti Malik Perkataannya Didengar Allah dari Langit Ketujuh 
  35. Khaulah binti Hakim Suaminya Muhajirin Pertama Wafat di Madinah 
  36. Laila binti Abi Hatsmah Berjanji kepada Anaknya 
  37. Laila binti Khathim Ditolak oleh Nabi 
  38. Lubabah binti Harits, UmmuL Fadhl Ibu Abdullah bin Abbas 
  39. Maimunah binti Harits Ummul Mukminin yang Sering Bersilaturrahim
  40. Mariyah al-Qibthiyah Ibu dari Putra Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
  41. Nailah binti Farafishah Istri Utsman bin Affan 
  42. Nusaibah binti Ka‘ab Peserta Bai‘atul Aqabah Kedua
  43. Qatilah binti Nadhr Penyair dari Abdu Dar 
  44. Raihanah binti syam‘un Tawanan dari Bani Quraizhah 
  45. Raithah binti Munabbih bin al-Hajjaj Belajar Islam dari Anaknya 
  46. Raithah binti Harits bin Jubailah Meninggal di Perjalanan 
  47. Ramlah binti Abi Sufyan Menikah di Negeri Rantau 
  48. Raqiqah binti Abu Shaifi Bermimpi tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
  49. Rubayya‘ binti Mua‘wwidz Selalu Mendampingi Perjuangan Rasulullah
  50. Rufaidah al-Anshariyah Teladan bagi para Perawat 
  51. Ruqayyah binti Muhammad Yang Hijrah Dua Kali 
  52. Safanah binti Hatim Fasih Bertutur dan Sopan Beretika 
  53. Sahlah binti Suhail Memilih Islam daripada Keluarga
  54. Salafah binti Sa‘ad al-Anshariyah Pemegang Kunci Ka‘bah
  55. Salmah Ummul Mundzir binti Qais Bibi yang Mulia 
  56. Saudah binti Zam‘ah Yang Sabar dan Ikhlas 
  57. Shafiyyah binti Abdil Muththalib Mujahidah Pertama Pembunuh Musyrik 
  58. Shafiyyah binti Huyay Tawanan yang Menjadi Istri 
  59. Shafiyyah binti Sya ibah Berumur Panjang 
  60. Sumayyah binti Khubath Syahidah Pertama dalam Islam
  61. Syaima' binti Harits as-Sa‘diyah Terdampar di antara Tawanan Perang Hunain
  62. Syifa' binti Abdullah Yang Cerdas dan Mulia 
  63. Umaimah binti Shubaih Didoakan Rasulullah 
  64. Umaimah binti Abdul Muththalib Bibi dan Mertua Rasulullah
  65. Umainah binti Khalaf Peserta Hijrah ke Habasyah 
  66. Umamah binti Hamzah Putri Singa Allah 
  67. Umayyah binti Qais Dimandikan dengan Air Garam
  68. Umayyah binti Raqiqah Datang untuk Berbaiat
  69. Ummu Abdi binti Abdi Wud Ibu Si Penggembala Kambing
  70. Ummu Aiman Barakah binti Tsa'labah Pengasuh yang Baik 
  71. Ummu al-Qamah Ridhanya Menyelamatkan Sang Anak dari Neraka
  72. Ummu Anas (Ibu Imran bin Abi Anas) Yang Berani Bertanya
  73. Ummu Dzar al-Ghifariyah Setia Mendampingi Suami 
  74. Ummu Habib binti Ash al-Qursyiyah Menyalakan Semangat Tentara Islam
  75. Ummu Hakim binti Harits Istri Ikrimah bin Abu Jahal 
  76. Ummu Hamid Ingin Shalat Berjamaah Bersama Rasulullah
  77. Ummu Hani', Fakhitah binti Abi Thalib Yang Menyayangi Anak-anaknya 
  78. Ummu Haram binti Milhan Memiliki Martabat yang Tinggi 
  79. Ummu Hisyam binti Haritsah Bertetangga dengan Rasulullah
  80. Ummu Khair binti Shakhr Ibu Abu Bakar ash-Shiddiq 
  81. Ummu Kultsum binti Muhammad Menggantikan Posisi Kakaknya
  82. Ummu Kultsum binti Suhail Turut ke Habasyah 
  83. Ummu Kultsum binti Uqbah Beriman Sebelum Keluarganya 
  84. Ummu Ma‘bad al-Khuzai‘ah Menjamu Rasulullah 
  85. Ummu Ri‘lah al-Qusyairiyah Wanita yang Sangat Diplomatis
  86. Ummu Ruman binti Amir Ibu Mertua yang Mulia 
  87. Ummu Salamah (Ummul Mukminin) Mendampingi Rasulullah di Hudaibiyah
  88. Ummu Sinan Pejuang Wanita Sejati 
  89. Ummu Sulaim binti Malhan Teladan Memilih Pendamping
  90. Ummu Syuraih Ghaziyah binti Jabir al-Qurasyiah Seorang Da‘iyah
  91. Ummu Waraqah binti Naufal Imam para Wanita di Zamannya
  92. Ummu Ziyad Turut Berjuang di Jalan Allah 
  93. Ummul Hakam binti AbU Sufyan Yang Kembali ke Fitrahnya 
  94. Urwah binti Harits Fasih Bicaranya 
  95. Zainab Istri Abdullah bin Mas‘ud 
  96. Zainab binti Abi Salamah Yang Paling Faqih pada Masanya
  97. Zainab binti Ali bin AbU Thalib Cucu Rasulullah yang Tabah 
  98. Zainab binti Jahsy Dinikahkan Allah dengan Rasul-Nya 
  99. Zainab binti Khuzaimah Ibu Orang-Orang Miskin 
  100. Zainab binti Rasulullah Mencintai Islam daripada Suami 
  101. Zunairah Ketabahan Menyembuhkan Butanya