aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Minggu, 13 Januari 2013

Karakteristik Sekolah Efektif

 
Disini saya menggunakan istilah Sekolah Efektif, bukan Sekolah Unggul. Sebutan sekolah unggulan itu sendiri kurang tepat. Kata “unggul” menyiratkan adanya superioritas dibanding dengan yang lain. Kata ini menunjukkan adanya “kesombongan” intelektual yang sengaja ditanamkan di lingkungan sekolah. Di negara-negara maju, untuk menunjukkan sekolah yang baik tidak menggunakan kata unggul (excellent) melainkan effective, develop, accelerate, dan essential.

Terkait dengan pemahaman sekolah unggul (effective) berbagai pendapat teori dari ahli pedidikan menegaskan beberapa indikatornya sebagai berikut : 

David A. Squires,(1983) ciri-ciri sekolah efektif yaitu : 
  1. Adanya standar disiplin yang berlaku bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan di sekolah
  2. Memiliki suatu keteraturan dalam rutinitas kegiatan di kelas;
  3. Mempunyai standar prestasi sekolah yang sangat tinggi;
  4. Siswa diharapkan mampu mencapai tujuan yang telah direncanakan;
  5. Siswa diharapkan lulus dengan menguasai pengetahuan akademik;
  6. Adanya penghargaan bagi siswa yang berprestasi;
  7. Siswa berpendapat kerja keras lebih penting dari pada faktor keberuntungan dalam meraih prestasi;
  8. Para siswa diharapkan mempunyai tanggungjawab yang diakui secara umum;
  9. Kepala Sekolah mempunyai program inservice, pengawasan, supervisi, serta menyediakan waktu untuk membuat rencana bersama-sama dengan para guru dan memungkinkan adanya umpan balik demi keberhasilan prestasi akademiknya.
Jaap Scheerens (1992) sekolah yang efektif mempunyai lima ciri penting yaitu : 
  1. Kepemimpinan yang kuat; 
  2. Penekanan pada pencapaian kemampuan dasar;
  3. Adanya lingkungan yang nyaman;
  4. Harapan yang tinggi pada prestasi siswa;
  5. Penilaian secara rutin mengenai program yang dibuat siswa. 
Mackenzie (1983) mengidentifikasikan tiga dimensi pendidikan efektif yaitu kepemimpinan, keefektifan dan efisiensi serta unsur pokok dan penunjang masing-masing dimensi tersebut.

Edmons (1979) lima karakteristik sekolah efektif yaitu : 
  1. Kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran,
  2. Pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran,
  3. Iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran,
  4. Harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu, dan
  5. Penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa.
Townsend (1994). mengidentifikasikan sekolah yang efektif adalah : 
  1. Penggunaan standar tes,
  2. Pendekatan reputasi, dan
  3. Penggunaan evaluasi sekolah serta pengembangan berbagai aktifitas.
Pengetahuan lain mengenai sekolah efektif adalah sebagai berikut : 
  1. Mampu mendemontrasikan kebolehannya mengenai seperangkat kriteria ;
  2. Menetapkan sasaran yang jelas dan upaya untuk mencapainya;
  3. Adanya kepemimpinan yang kuat ;
  4. Adanya hubungan yang baik antara sekolah dengan orangtua siswa; dan
  5. Pengembangan staf dan iklim sekolah yang kondusif untuk belajar  
Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan sejumlah kriteria yang harus dimiliki Sekolah "Unggul" baca Efektif. Meliputi : 
  1. Masukan (input) yaitu siswa diseleksi secara ketat dengan menggunakan kriteria tertentu dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Kriteria yang dimaksud adalah : (1) Prestasi belajar superior dengan indicator angka rapor, Nilai Ebtanas Murni (NEM), dan hasil tes prestasi akademik, (2) Skor psikotes yang meliputi intelgensi dan kreativitas, (3) Tes fisik, jika diperlukan.
  2. Sarana dan prasarana yang menunajang unutk memenuhi kebutuhan belajar siswa serta menyalurkan minat dan bakatnya, baik dalam kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler.
  3. Lingkungan belajar yang kondusif untuk berkembangnya potensi keunggulan menjadi keunggulan yang nyata baik lingkung fisik maupun social-psikologis.
  4. Guru dan tenaga kependidikan yang menangani harus unggul baik dari segi penguasaan materi pelajaran, metode mengajar, maupun komitmen dalam melaksanakan tugas.Untuk itu perlu diadakan insentif tambahan guru berupa uang maupun fasilitas lainnya seperti perumahan.
  5. Kurikulum dipercaya dengan pengembangan dan improvisasi secara maksimal sesuai dengan tuntutan belajar peserta didik yang memiliki kecepatan belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa seusianya.
  6. Kurun waktu belajar lebih lama dibandingkan sekolah lain. Karena itu perlu ada asrama untuk memaksimalkan pembinaan dan menampung para siswa dari berbagai lokasi. Di kompleksasrama perlu adanya sarana yang bisa menyalurkan minat danbakat siswa seperti perpustakaan, alat-alat olah raga,kesenian dan lain yang diperlukan.
  7. Proses belajar mengajar harus berkulitas dan hasilnya dapat diertanggungjawabkan (accountable) baik kepada siswa, lembaga maupun masyarakat.
  8. Sekolah unggul tidak hanya memberikan manfaat kepada peserta didikdi sekolah tersebut, tetapi harus memiliki resonansi social kepada lingkungan sekitarnya.
  9. Nilai lebih sekolah unggul terletak pada perlakuan tamban di luar kurikulum nasional melalui pengembangan kurikulum, program pengayaan dan perluasan, pengajaran remedial, pelayanan bimbingn dan konseling yang berkualitas, pembinaan kreatifitas dan disiplin.
Menurut Usman, memiliki 13 karakteristik, sebagai berikut :
  1. Kinerja (performa); berkaitan dengan aspek fungsional sekolah.
  2. Waktu ajar (time liness): selesai dengan waktu yang wajar.
  3. Handal (reliability); usia pelayanan prima bertahan lama.
  4. Daya tahan (durability): tahan banting
  5. Indah (asetetics)
  6. Hubungan manusiawi (personal interface): menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan profesionalisme.
  7. Mudah penggunaannya (easy of use) sarana dan prasarana dipakai.
  8. Bentuk khusus (feature) keunggulan tertentu.
  9. Standar tertentu (conformance to specification) memenuhi standar tertentu.
  10. Konsistensi (consistency) keajegan, konstan, atau stabil
  11. Seragam (uniformity): tanpa variasi, tidak tercampur.
  12. Mampu melayani (serviceability): mampu memberikan pelayanan prima.
  13. Ketepatan (acruracy) ketepatan dalam pelayanan.
Reff : muhfathurrohman.wordpress.com

Profesionalisme Pendidik dalam Islam

 
Dari hasil analisis terhadap sejumlah literatur, secara umum syarat Profesionalisme Guru
sebagai Pendidik menurut Islam adalah :  


1. Bertaqwa
Dalam kamus Munjid (1986: 915), kata Taqwa berasal dari kata”Waqo-Yaqy-Wiqoyah”
yang berarti menjaga, menghindari, menjauhi, takut, dan berhati-hati. Dengan demikian, Taqwa bukan hanya sekedar takut, akan tetapi juga merupakan kekuatan untuk taat kepada perintah Allah SWT. Dengan kesedaran ini, membuat kita menyadari dan meyakini dalam hidup ini bahwa tidak ada jalan menghindar dari Allah, sehingga mendorong kita untuk selalu berada dalam garis-garis yang yang telah Allah tentukan.   

2. Berilmu Pengetahuan Luas
Islam mewajibkan kepada ummatnya untuk menuntut ilmu, Allah sangat senang kepada
orang yang suka mencari ilmu. Oleh karena itu seorang guru harus menambah perbendaharaan keilmuannya. Karerna dengan ilmu orang akan bertambah keimanan dan derajatnya di hadapan Allah.

“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
(QS. Al-mujadilah 11)  


3. Berlaku Adil
Secara harfiah, adil berarti lurus dan tegak, bergerak dari posisi yang salah menuju posisi
yang diinginkan, adil juga berarti seimbang (balance)dan setimbang (equilibrium), sedangkan menurut Aminudin (Muhammad Nurdin, 2004: 173) adil adalah meletakan sesuatu pada tempatnya. Maksudnya tidak termasuk memihak antara yang satu dengan yang lain. Dengan kata lain, bertindak atas dasar kebenaran, bukan mengikuti nafsunya.

4. Berwibawa

Guru yang berwibawa dilukiskan oleh Allah dalam Al-Qur’an, surat Al-Furqon ayat 63 dan 64 :

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan”.

“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka” 


5. Ikhlas
Ikhlas artinya bersih, murni, dan tidak bercampur dengan yang lain. Sedangkan ikhlas
menurut istilah adalah ketulusan hati dalam melaksanakan suatu amal yang baik, yang semata-mata karena Allah. 

Ikhlas dengan sangat indah digambarkan oleh dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 162 :
“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”.  

6. Mempunyai Tujuan yang Rabbani
Hendaknya guru mempunyai tujuan yang rabbani, di mana segala sesuatunya bersandar
kepada Allah dan selalu mentaati-Nya, mengabdi kepada-Nya, mengikuti syari’at-Nya, dan mengenal sifat-sifta-Nya. Jika guru telah mempunyai sifat rabbani, maka dalam segala kegiatan pendidikan muridnya akan menjadi Rabbani juga, yaitu orang-orang yang hatinya selalu bergetar ketika disebut nama Allah dan merasakan keagungan-Nya pada setiap rentetan peristiwa sejarah peristiwa melintas dihadapannya.

“Sesungguhnya orang-orang yang berimanialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al-Anfaal ayat 2)  


7. Mampu Merencanakan dan Melaksanakan Evaluasi Pendidikan
Perencanaan adalah suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran, imajinasi dan
kesanggupan melihat ke depan. Dengan demikian seorang guru harus mampu merencanakan proses belajar mengajar dengan baik. Guru yang dapat membuat perencanaan adalah sama pentingnya dengan orang yang melaksanakan rencana tersebut. Oleh karena sebuah perencanaan yang matang dalam sebuah proses belajar mengajar membutuhkan suatu pemikiran dan kesanggupan dalam melihat masa depan, yang akan berhasil manakala rencana tersebut dilaksanakan dengan baik. 

Istiah evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “Evalution”. Evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Evaluasi diartikan juga segala sesuatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan. 

Tujuan evaluasi adalah mengetahui kadar pemahaman murid terhadap mata pelajaran, untuk melatih keberanian dan mengajak murid untuk mengingat kembali pelajaran tertentu yang telah diberikan. Jenis-jenis evaluasi yang dapat dierapkan oleh seorang guru dalam pendidikan Islam yaitu “Evaluasi forrmatif, Evaluasi sumatif, Evaluasi penempatan, dan Evaluasi diagnostic”. Syarat-syarat yang dapat dieprgunakan dalam evaluasi pendidikan Islam adalah : “Validity, Reliable, dan Efisien”. Jenis-jenis evaluasi yang biasanya diterapkan adalah ters tertulis (written test), tes lisan (oral test), tes perbuatan (Performance test)  

8. Menguasai Bidang yang Ditekuni

Guru harus cakap dalam mengajarkan ilmunya, karena seorang guru hidup dengan
ilmunya. Guru tanpa ilmu yang dikuasasinya bukanlah guru lagi. Oleh karena itu kewajiban seorang guru adalah selalu menekuni dan menambah ilmu pengetahuannya. Yang dimaksud dengan menguasai bidang yang ditekuni adalah seorang guru yang ahli dalam mata pelajaran tertentu. Tidak menutup kemungkinan seorang guru mampu mengajar muridnya sampai dua mata pelajaran, yang penting dia professional dan menguasai keilmuannya.
Reff : yoesalazhar.blogspot.com

Profesi Pengemis

 
Begitu banyak saat ini yang menjadikan mengemis sebagai profesi, kadang disadari maupun tanpa disadari. Padahal ia masih muda dan bisa memikul beras, sehat dan dapat bekerja dengan tenaganya, bahkan kadang orang yang sudah mapanpun, tanpa disadari berperilaku sebagai pengemis. Tetapi karena dasar pemalas, jadinya mengemis dijadikan jalan mudah. Karena menengadahkan tangan, maka secarik kertas rupiah didapat. Padahal profesi pengemis adalah profesi yang tercela, begitu hina di dunia apalagi diakhirat.

Bekerja Keraslah

Islam sendiri memerintahkan pada kita untuk bekerja keras dan meminta-minta alias pengemis adalah suatu pekerjaan yang hina.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Lebih baik seseorang bekerja dengan mengumpulkan seikat kayu bakar di punggungnya dibanding dengan seseorang yang meminta-minta (mengemis) lantas ada yang memberi atau enggan memberi sesuatu padanya.” (HR. Bukhari no. 2074)

Bekerja keras dengan menggunakan tangan, itu adalah salah satu pekerjaan terbaik bahkan inilah cara kerja para nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam. Dari Al Miqdam, dari Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Tidak ada seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan hasil kerja keras tangannya sendiri. Dan Nabi Daud ‘alaihis salam makan dari hasil kerja keras tangannya.” (HR. Bukhari no. 2072)

Ancaman Bagi Pengemis

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.” (HR. Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040)

Dari Hubsyi bin Junadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api.” (HR. Ahmad 4/165. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)

Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Meminta-minta adalah seperti seseorang mencakar wajahnya sendiri kecuali jika ia meminta-minta pada penguasa atau pada perkara yang benar-benar ia butuh.” (HR. An Nasai no. 2600, At Tirmidzi no. 681, dan Ahmad 5/19. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hanya tiga orang yang diperkenankan boleh meminta-minta sebagaimana disebutkan dalam hadits Qobishoh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai Qobishoh, sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal kecuali untuk tiga orang: 
  1. Seseorang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya, 
  2. Seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan 
  3. Seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata, ‘Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraan’, maka boleh baginya meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup. 
Meminta-minta selain ketiga hal itu, wahai Qobishoh adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan harta yang haram.” (HR. Muslim no. 1044)

Jangan Manjakan Pengemis

Kami hanya nasehatkan jangan manjakan pengemis apalagi pengemis yang malas bekerja seperti yang berada di pinggiran jalan. Kebanyakan mereka malah tidak jelas agamanya, shalat juga tidak, begitu pula hanya sedikit yang puasa. Carilah orang yang sholeh yang lebih berhak untuk diberi, yaitu orang yang miskin yang sudah berusaha bekerja namun tidak mendapatkan penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarganya. Dari Abu Hurairah, ia berkata,
“Namanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia pun malu atau tidak meminta dengan cara mendesak.” (HR. Bukhari no. 1476)

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Semoga Allah senantiasa memberikan kita rizki yang halal dan semangat untuk bekerja keras.
Reff : Muslim.Or.Id

Berdetak 31.104.000 kali

 
Konon, …
Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”
“Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?”
“Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.
“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?”
“Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam, “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”
“Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.
Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti.
Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali

Renungan :
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita teryata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata “tidak” sebelum Anda pernah mencobanya 

Kata Bijak :
Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun, yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata. Tetapi ukuran sejati adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini.

Air dan Besi

 
Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya, "Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak." Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.

Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana . Aturannya, "Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang." Besi dan air pun mulai berlomba. Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya, batu-batuan itu mulai runtuh dan besi pun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.

Air melakukan tugasnya, ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.

Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini. Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi menggunakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar, memang celah itu semakin hancur, tetapi ia pun juga semakin terluka.

Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat di dasar gua. Score air dan besi 2 : 0

Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua. Besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air, "Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini!"

Air pun segera menggenang. Sebenarnya, ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini,tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya ke sebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan. Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0.

PESAN MORAL :

Jadikanlah hidupmu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan. Karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras. Ingat, hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih, bukan dengan paksaan dan kekerasan.Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.

Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia. Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap. 

Semoga Kisahh dapat memberikan Pesan Moral yang mampu membuat kita sadar akan Sifat-sifat kita sebagai manusia.

Ciri-ciri Anak Soleh dan Solehah Kepada Orang Tua

 
Anak Soleh dan Soleha adalah dambaan bagi semua orang terutama buat orang tua. Anak Soleh dan Soleha tak sembarang anak sekarang bisa mempunyai sifat siafat seperti itu malah kebanyakan anak jaman sekarang banyak sekali kasus -kasus tentang kedurhakaan Seorang anak kepada orang tua ataupun Sebaliknya. Jadi kita sebagai seorang muslim yang patut menjunjung tinggi dan menghormati kedua orang tua kita ... setidaknya janganlah mengecewakan mereka. Saya sendiripun sedang berlatih untuk itu setidaknya dapat 2 dari 12 Ciri-ciri Anak Soleh dan Solehah di bawah sini. 

Berikut adalah Ciri-ciri Anak Soleh dan Solehah Kepada Orang Tua : 
  1. Anak Sholeh Itu Sangat Taat Kepada ALLAH & Orang Tuannya. 
  2. Selalu Berdoa Untuknya.
  3. Bicara Dengan Baik Tidak Menatapnya (QS 17:23-24).
  4. Tidak Mengeluhkannya Kekurangaanya.
  5. Tidak Berhitung (Kebaikan/Harta).
  6. Selalu Mudah Memaafkan Kesalahannya "Inggat ! Kesalahannya tidak menutupi jasa besarnya dalam hidup kita".
  7. Sampai Berbeda Agama Sekalipun Tetap Berbhakti Padanya Tanpa Harus Mengikuti Agamanya (QS 31:15).
  8. Merawatnya Diusia Senja,
  9. Kalau Ada Nasehat Untuk Orang Tuanya, Ia Sampaikan Dengan Pelan-pelan Lemah-lembut.
  10. Kalau Ternyata Orang Tua Selalu Menyakiti, Ia Balas Dengan Sabar, Doa, Tetap Sayang, Baik sangka & Tawakkal.
  11. Senang Memberi Hadiah Untuknya.
  12. Selalu Membuatnya Senyum. 
"Ya Rabbana ampunilah semua dosa kami, dosa kedua orang tua kami, rahmatilah/sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana keduanya menyayangi kami sewaktu kecil, wafatkan keduanya husnul khotimah & jadikan kuburan keduanya Taman diantara Taman taman SyurgaMu ya Allah...aamiin".  
Demikian apa yang bisa saya sampaikan bila ada tutur kata yang kurang pas saya Mohon Maaf yang sebesar besarnya. Semoga bermamfaat.

LEO WATTIMENA PILOT JENIUS SEKALIGUS "EDAN"

  
Dari 60 kader yang dikirim pemerintah Indonesia untuk mengikuti pendidikan penerbang Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TOLOA), beberapa diantaranya memiliki karier yang menonjol di kemudian hari. Salah satunya adalah Leo Wattimena. Dia menyandang segudang gelar yang melekat pada dirinya. Mulai dari "orang gila", pemberani, good pilot, penerbang yang cerdik, jenius, orang yang sangat memahami pesawat terbang, sampai julukan "G maniac" yang diberikan oleh penerbang-penerbang pesawat tempur India, karena kagumnya kepada Leo. 

Bakatnya Sudah Terlihat Sejak Tamat SMA
Bakat terbang Leo, anak ke empat pasangan keluarga protestan HL Wattimena dan UR Wattimena yang lahir di Jakata, 3 Juli 1927 sudah terlhat bakatnya sejak tamat SMA di Jakarta tahun 1950. Le, panggilan akrabnya, kemudian mencalonkan diri menjadi penerbang saat Markas Besar AURI membuka kesempatan pada tahun itu. Bersama kadet lainnya, bulan November 1950 Leo di berangkatkan ke California untuk mengikuti pendidikan di Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TALOA). 

Dalam pendidikan di California itu, Leo telah menunjukan bakatnya sebagai penerbang unggul. Dia merupakan lulusan terbaik dari 45 kadet yang menjadi penerbang, dan selebihnya menjadi navigator. Predikat lulus terbaik mempunyai arti bagi dirinya. Bersama 18 koleganya, Leo diharuskan melanjutkan pendidikan instruktur selama tujuh bulan di TALOA. Sekembalinya, Leo bertugas di Skadron 3 LanudHalim Perdanakusuma sebagai pilot tempur merangkap instruktur pesawat P-51 Mustang. 

Pilot Asing pun "Angkat Topi" dengan Leo
Tiga tahun kemudian, Leo bersama Rusdin Nurjadin dikirim ke Inggris untuk mengikuti pendidikan instruktur lanjutan di Royal Air Force dan lulus dengan predikat satu. Indonesia saat itu sedang memesan delapan jet tempur de Havilland DH-115 Vampire, pesawat jet pertama AURI. Leo Wattimena dan Rusmin Nurjadin diarahkan untuk menjadi pilot-pilot pertama dengan pesawat tersebut.

Mungkin karena memang sangat berbakat dan bersemangat menerbangkan pesawat terbang, begitu diberi kesempatan mencoba Vampire, Leo sudah mengundang decak kagum pilot tempur Inggris dengan manuver-manuver yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah mengumpulkan ribuan jam terbang. Padahal jam terbang Leo dengan pesawat tempur buatan Inggris itu baru "seumur jagung". Tak heran jika dengan bakatnya Leo bisa mendapatkan multi ranting. Mulai dari L-4J Piper Club, P-51 Mustang, DH-115 Vampire sampai Mig-17 dan jet tempur supersonik MiG-21 Fishbed. 

"Tak heran jika dengan bakatnya Leo bisa mendapatkan multi ranting. Mulai dari L-4J Piper Club, P-51 Mustang, DH-115 Vampire sampai Mig-17 dan jet tempur supersonik MiG-21 Fishbed" 

Bakat luar biasa yang ditunjukan saat menerbangkan DH-115 Vampire untuk pertama kalinya itu, mengantarkan Leo untuk kemudian dipercaya memimpin armada Vampire Skadron 11 Lanud Kemayoran (1 Juni 1957). Tercatat bahwa waktu itu Indonesia sudah memiliki 16 jet tempur buatan Inggris ini. 


   
P-51 Mustang adalah pesawat petarung jarak jauh buatan Amerika Serikat
Predikat "sangat paham pesawat terbang" memang bukan omong kosong bagi Leo. Dia tunjukan ketika Sumarsono, penerbang MiG-21 Fishbed Skadron Udara 12 jatuh di Kemayoran. Keesokan harinya, Leo bersama Rusmin segera turun tangan untuk menyelidiki penyebab Sumarsono gugur. Leo lalu menerbangkan pesawat buatan Uni Soviet itu, tapi baru sekali take off and landing. Leo sudah turun. Leo pun langsung berkomentar : "Ini pesawat jelek". Meskipun begitu, dia tetap menerbangkan pesawat supersonik delta tersebut. Saat itu, supersonik delta merupakan pesawat unggulan Uni Soviet.

Di luar negeri Beruang Merah (UNI Soviet), hanya Indonesia yang punya hingga dan sanggup membuat tetangga down-under Australia ketar-ketir. Ditambah lagi AURI diperkuat dengan pesawat Tupolev Tu-16 Badger (bomber). Konon Katanya karena pesawat itu unggulan Uni Soviet, Amerika ingin memilikiya untuk mempelajari kelemahan pesawat tersebut. Karena politik Indonesia yang berubah dan di embargo oleh Uni Soviet, pesawat ini pun sempat berpindah tangan beberapa unit ke Amerika dengan persyaratan pembelian pesawat dan akan "diganti" pesawat F-86 Sabre. 

Terbang di Bawah Kolong Jembatan Ampera
Kemahiran menerbangkan pesawat ditunjukan Leo dalam suatu kesempatan dengan MiG-17. Dia terbang di kolong jembatan Ampera Sungai Musi, Palembang. Saat itu Leo terbang dengan wingman-nya, Marsda (Pur) Sudjatio Adi. Dibawanya pesawat seperti menukik mau menghujam dasar sungai Musi, lalu pull up sebelum mencapai permukaan air dan terbang menyambar dibawah Jembatan Ampera. Tak hanya itu "terbang gila" penuh bahaya yang Leo lakukan. Dia juga pernah terbang menyalip diantara tower dan tiang bendera lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Bila Leo terbang straight and level, pasti menabrak. Jadi untuk dapat lolos, ujung sayap yang satu ditarik Leo ke bawah. Alhasil, pesawat dengan indahnya menyalip terbang diantara dua penghalang tersebut. 

Bisa anda lihat betapa "sempitnya" kolong jembatan Ampera 

Mereka yang se-jaman dengan penerbang ulung ini, mengatakan, "Leo itu identik dengan Mustang", kenang Marsma (Pur) Agustinus Andy Andoko tentang rekannya. Sampai-sampai berangkat kerja dari Bandung ke Jakarta, Leo menggunakan Mustang. Begitu sayangnya dia dengan Mustang ini, seorang sopir truk pernah dihajar telak wajahnya hanya gara-gara truknya melintas dekat landasan sehingga debu berterbangan mengotori P-51 Mustang Leo.


"Salah sedikit, pukul. Meja kotor, pukul. Tidak disiplin, pukul. Tapi Leo tidak akan menghajar orang skadronnya, esprit de corps-nya tinggi." kisah (alm) Marsekal (Pur) Ashadi Tjahyadi kepada Angkasa. 

Jabatan dan Misi Tempur Leo
Sebagai fighter pilot, Leo kenyang asam garam perang udara. Dia pernah memimpin serangan di Indonesia Timur melawan Permesta (14 Mei 1958) menggunakan Mustang serta empat pembom B-25 Mitchell. Dia juga dipercaya menjabat Wakil II Panglima Komando Mandala merangkap Panglima AU Mandala pada masa Trikora.

Dalam operasi tempur perebutan Irian Barat tahun 1962, Leo menjadi Jenderal pertama yang menginjakkan kakinya di bumi Irian Barat. Dia dikenal rekan-rekannya sangat tekun dan serius dalam mengemban tanggung jawab. "Kalau perlu dia tidak tidur sampai tiga hari," kenang Kolonel (Pur) Suparno, mantan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara yang pernah melayani Leo. Sebagai penerbang ada yang mengatakan, dia sangat menyatu dengan udara. Kalau dia terbang, semua untuk dia. Leo terbang tidak lagi dengan raganya, tapi dengan jiwanya.

Sebelum mengundurkan diri dari dinas militer tanggal 15 Agustus 1971 sebagai Marsekal berbintang dua, Leo yang ditangan kanannya suka memakai gelang akar bahar, pernah menjadi Panglima Komando Operasi AURI (1963), Panglima Komando Pertahanan Udara (1966), anggota MPRS (1966), dan Deputi Operasi/ Panglima AU serta Duta Besar RI untuk Italia (1969). 

Sang Petarung pun Tiada
Kesehatan Leo kemudian terus menurun. Diperparah lagi dengan gangguan asma yang akhirnya menghentikan perjalanan penuh seorang fighter pilot. Tepat tanggal 18 April 1976, Marsda (Pur) Leonardus Willem Johanes Wattimena, yang akrab di panggil Le, menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumahnya di kawasan Pasar Minggu. Leo Wattimena dimakamkan bersebelahan denganIgnatius Dewanto di taman makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Sumber : www.artileri.org

ISWAHYUDI - MENGENAL LEBIH DEKAT PILOT-PILOT TERBAIK INDONESIA


Lahir di Surabaya tanggal 15 Juli 1918, Iswahyudi merupakan kadet pertama sekolah penerbang Adisutjipto. Hanya membutuhkan waktu tiga minggu, Iswahyudi sudah mampu menerbangkan pesawat di Panasan, Solo. Lalu pada tanggal 23 April 1946, bersama penerbang lainnya terbang cross country dari Maguwo - Jakarta - Gorda - Teluk Betung - Branti. Penerbangan heroik ini dilakukan menggunakan pesawat Cukiu. Lantas pada tanggal 10 Juli 1946, bersama Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, Husein Sastranegara, dan Imam Suwongso Wirjosaputro, melakukan terbang formasi lima pesawat Cureng dari Maguwo ke Tasikmalaya.

Ketika untuk pertama kali pesawat Dakota VT-CLA mendarat di Maguwo (1947), Iswahyudi dan Adisutjipto menjadi orang pertama yang memperoleh kesempatan menerbangkan pesawat tersebut. Hanya butuh waktu tiga hari, putra pasangan Wirjomihardjo dan Issumirah sudah mampu menerbangkan pesawat tersebut dengan baik.

Karena dedikasinya yang tinggi, anak kedua dari sembilan bersaudara ini ditunjuk sebagai Komandan Lanud Maospati, Madiun. Tentu Iswahyudi tidak ragu mengemban jabatan, karena dia dikelilingi orang-orang yang tak kalah hebat pengabdiannya: Wiweko Soepono dan Nurtanio. Masih di tahun 1947, sekali lagi Suryadarma mempercayakan jabatan komandan lanud kepada Iswahyudi. Kali ini lebih jauh, Dan Lanud Gadut Bukittinggi.

Bakatnya besar sebagai penerbang. Sebelum masuk Kalijati, peniup saksofon dan pribadi yang dikenal ramah ini sempat mengikuti perkuliahan calon dokter di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), Surabaya. Bahkan menurut buku "Mengenang Pahlawan Angkasa" (1967), Iswahyudi sudah mencapai tingkat IV ketika menjadi kadet Vrijwillige Vliegers Corps (VVC), Korps Penerbang Sukarela, Kalijati.

Iswahyudi yang dikenal Soejono di Tanjung Priok waktu akan diungsikan ke Australia, saat Jepang menduduki Hindia Belanda sudah mengantongi brevet penerbang dari Kalijati lapangan terbang yang dibeli pemerintah Hindia Belanda dari NV Pamanukan en Ciasem lander seharga satu gulden pada tahun 1915. Selama pelarian di Australia, kemampuan terbangnya diasahnya di pendidikan lanjutan Sekolah Penerbang Australia. Namun menurut Suharnoko Harbani, selama pendudukan Jepang, pernah Iswahyudi disusupkan ke Jawa sebagai mata-mata Sekutu.

Soal yang terakhir diduga Soejono, benar. Karena sebelum mereka diungsikan ke Amerika, intelijen Sekutu menanyai pelarian asal Indonesia untuk diminta jadi mata-mata. "Makanya dalam perjalanan dari Melbourne ke San Fransisco, ketika singgah di Perancis, saya nggak lihat Iswahyudi," tutur Soejono. Wajar kalau kemudian, Iswahyudi pura-pura tidak pernah bertemu Soejono ketika Wiryosaputro memperkenalkan Soejono yang berdiri di hadapannya. Sambil tertawa Soejono menceritakan peristiwa di hotel Tugu Yogjakarta itu, dimana semenit kemudian Iswahyudi berbisik di telinganya, "Jangan bilang-bilang dong, nanti Suryadarma tahu."

Dilihat kemampuan terbangnya, tak salah kala Adisutjipto dipercaya membuka sekolah penerbang di Maguwo, Iswahyudi juga Wirjosaputro, lulusan Kalijati ditunjuk menjadi instruktur. "Pak Iswahyudi dan Pak Wiryo yang mengajar kita. Mas Cip, kan kepala sekolah, jadi biasanya hanya cek terakhir saja," jelas Sudarjono yang menjadi satu dari 28 kadet pertama sekolah penerbang Adisutjipto.

Gugurnya Iswahyudi di Tanjong Hantu, benar-benar pukulan berat bagi Suryadarma. Karena di saat membutuhkan orang-orang berkemampuan tinggi, justru Tuhan berkehendak lain. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, nama almarhum diabadikan di Lanud Iswahyudi, Madiun, dimana dulu Iswahyudi sendiri menjadi komandannya (Lanud Maospati). Pengukuhan itu dilakukan bertepatan Hari Pahlawan ke 15, 10 Nopember 1960.

Lanud Iswahyudi-skuadron 14

Sumber : www.artileri.org

ABDULRACHMAN SALEH - MENGENAL LEBIH DEKAT PIKOT-PILOT TERBAIK INDONESIA

  
Diantara sahabatnya, Abdulrachman Saleh terbilang paling tua. Namun kelahiran 1 Juli 1909 di kampung Ketapang Jakarta ini, dikenal punya banyak keahlian. "Dia serba bisa dan jujur," kata Soejono. Soal kejujuran, dikisahkan Soejono ketika Maman (nama kecil Abdulrachman), berkunjung ke rumahnya di tahun 1940-an. Gara-gara ucapan Soejono "atur saja, mungkin satu gayung cukup untuk mandi", Maman benar-benar melakukannya. Jadi, diambilnya segayung air, lalu dengan sebuah gelas kecil diguyurkannya sedikit demi sedikit ke badannya. "Jujur sekali orang ini," aku Soejono.

Sebagai dokter, Mohammad Saleh yang dianugerahi sebelas putra, tidak pernah memaksakan putra kesayangannya ini menjadi dokter. Walau begitu, keahlian ini diambilnya juga. "Karena tidak ada sekolah lain saja," tutur Marsda (Pur) Abubakar Saleh (76), adik Abdulrachman. "Kalau bisa jadi insinyur, dia pasti jadi insinyur," tambah Abubakar. Pendidikannya sangat memadai, HIS, MULO, STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), AMS, dan GHS.

Perkenalan Abdulrachman yang karena keahliannya dalam ilmu faal dianugerahi civitas akademika Universitas Indonesia Bapak Ilmu Faal Indonesia pada tanggal 5 Desember 1958 dengan penerbangan, bermula dari keikutsertaannya dalam aeroclub di Jakarta. Menyusul kekalahan Jepang atas Sekutu, Abdulrachman bergabung pada kantor Radio di lapangan Gambir. Abdulrachman terlibat dalam penyiapan pemancar-pemancar ilegal, seperti di Salemba. Dinding kamarnya, aku Abubakar, dipenuhi tempelan kartu pos untuk membuktikan orang-orang yang berhasil dihubunginya lewat radio.

Setelah dirasanya siaran radio berjalan lancar, Abdulrachman mengundurkan diri dan bergabung dengan TRI untuk membentuk AURI. Sifatnya yang dinamis, periang, didukung kemampuan teknis dan intelektual yang baik, membuat Suryadarma terpukau dengan profil Abdulrachman. "Pak Abdulrachman itu punya wawasan lebih luas (dari yang lain-Red). Beliau selalu memberi pengarahan untuk look beyond the horizon," kenang Suharnoko. "Beda dengan Adi, Halim, atau Iswahyudi, Pak Abdulrachman lebih banyak berurusan dengan masalah organisasi dan teknik pemeliharaan pesawat," tambah Suharnoko.

Di AURI, Abdulrachman bertemu dengan bekas muridnya semasa di sekolah kedokteran, Adisutjipto, yang sekarang justru jadi instruktur sekaligus komandannya di sekolah penerbang. Yang menarik, tak jarang sebelum terbang Abdulrachman memperbaiki dulu pesawatnya. Adisutjipto sendiri yang mengajarkannya menerbangkan Cureng.

Ketika menerbangkan Hayabusha sebagai test pilot di Malang, Abdulrachman yang dipanggil Karbol Krullebul, bahasa Belanda yang berarti di rambut ikal pernah hampir celaka. Ceritanya, pesawat yang diterbangkan tidak mau mengudara, tapi dipaksanya terus. Sambil menyebut nama anak-anak dan istrinya, "Good bye Panji, Triawan, Tuti", Karbol menarik throtlle kuat-kuat. Akhirnya pesawat naik, hanya beberapa sentimeter dari pucuk pohon jati.

Walau sudah menjadi instruktur penerbang AURI, dunia edukasi belum bisa ditinggalkannya. Status pengajar di sekolah kedokteran tingkat I dan II di Klaten, tetap dilakoninya. Di sini uniknya. Kalau mau mengajar, dia berangkat dengan menerbangkan Hayabusha. Namun sebelum mendarat, "Biasanya dia nyambar kampusnya dulu, baru landing, dan naik sepeda motor ke kampus," jelas Abubakar. Ditambahkan Abubakar, Abdulrachman juga menggemari dunia otomotif. Dalam sebuah perlombaan di Jawa Barat, Abdulrachman mengantongi juara pertama dan memperoleh hadiah sebuah jam tangan bertuliskan FIAT.

Pergaulannya luas. Tidak hanya dikenal di kalangan penerbangan, radio, dan kedokteran, Bung Karnopun termasuk sohibnya. Pernah tanpa bisa menolak, Bung Karno naik sepeda motor BMW berdua Abdulrachman untuk makan sate di alun-alun kota Malang. Peristiwa unik berbarengan rapat Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), itu diceritakan Karbol ke Abubakar. "Mulanya Soekarno menolak, karena takut dikenali. Tapi saya kasih dia kacamata hitam dan topinya saya buka," cerita Karbol seperti ditirukan Abubakar. Hingga saat Abdulrachman gugur bersama Adisutjipto di Yogyakarta, Bung Karno tidak bisa menahan air matanya.

Sejak 17 Agustus 1952, nama penggemar fotografi yang karena hobinya membuat direktur asramanya pernah berkirim surat ke ayahnya untuk mengetahui apakah sang ayah sadar betapa besar uang dikeluarkan Abdulrachman untuk fotografi, diabadikan menggantikan nama Lanud Bugis, Malang. Pangkat putra kedua sebenarnya ketiga karena kakaknya meninggal dari sebelas bersaudara ini, dinaikkan menjadi marsekal muda.


Putra pertamanya Panji, mengikuti jejak sang ayah. Namun Tuhan bicara lain. Letkol (Pnb) Panji, penerbang MiG-21, gugur di depan mata keluarganya sendiri ketika sebuah pesawat ringan yang ditumpanginya, jatuh di Lanud Hussein Sastranegara, Bandung. Sementara anak keduanya diberi nama Triawan (Tri dari Tentara Republik Indonesia, TRI, dan awan), putra yang pernah dibawanya dari Madiun ke Malang karena harus pindah dinas. Caranya hebat. Triawan ditidurkannya di sebuah koper, lalu diterbangkannya dengan Cureng.
Sumber : www.artileri.org

AGUSTINUS ADISUTJIPTO - MENGENAL LEBIH DEKAT PILOT-PILOT TERBAIK INDONESIA


Marsekal Muda (Pur) Agustinus Adisutjipto akrab dipanggil Cip namun kemudian rekan-rekannya memanggilnya Pak Adi merupakan putra pertama dari lima bersaudara buah perkawinan Roewidodarmo dan Latifatun.

Sebagai sulung dari empat bersaudara yang semuanya laki-laki, Adisutjipto adalah kakak yang baik. "Saya tidak pernah melihatnya marah, dia pendiam dan tenang," kenang Sudarjono, adik ketiga Pak Cip. Jika berangkat sekolah, Sudarjono selalu diboncengi dengan sepeda oleh Adisutjipto. "Dia ngemong sekali," aku Sudarjono.

Adisutjipto, kelahiran Salatiga 3 Juli 1916, sangat gemar bermain sepakbola, naik gunung, tenis dan catur. Intelektualitasnya terasah lewat hobinya membaca buku-buku kemiliteran dan filsafat. Pribadinya dikenal pendiam, namun sangat reaktif bila harga dirinya terinjak.

Pernah dalam satu pertandingan sepakbola, terjadi insiden kecil menjurus tawuran massal. Cip kecil malah menghindar. Dipilihnya hari yang tepat, ditantangnya jagoan lawan duel ala koboi di sebuah lokasi yang ditentukan. Tidak jelas siapa yang kalah atau menang. Konon, sejak "duel maut" itu, mereka akrab.

Lulus dari Hollands Inlandsche School (HIS, 1929), Adisutjipto melanjutkan ke MULO Institut Saint Louis di Ambarawa (1933). Virus airmanship mulai menggerogotinya. Keinginan menjadi penerbang, mulai kerap mengganggu tidurnya. Hingga satu hari, dicurahkannya isi hatinya kepada ayahnya untuk masuk Militaire Luchtvaart Opleidings School (MLOS), Sekolah Pendidikan Penerbang Militer Hindia Belanda di Kalijati. Ayahnya yang mantan penilik sekolah, rupanya tidak bisa memahami keinginan Cip menjadi penerbang. Sang ayah merasa lebih tenang bila anaknya menjadi dokter. Karena desakan ayahnya, Cip masuk AMS (Algemene Middelbare School) di Semarang. Dasar pintar, Cip lulus dengan predikat baik sekali (1936). Lagi, Cip memohon kepada ayahnya. Kali ini dia desak ayahnya agar diijinkan melanjutkan ke Koninklijke Militaire Academi di Breda, Belanda. Sayang, darahnya "merah", bukan "biru" satu hal yang tidak mungkin kala kecuali bangsawan. "Jadilah dokter. Berilah contoh yang baik kepada adik-adikmu," tutur sang ayah.

Apa boleh buat, Cip terpaksa sekolah di Geneeskundige Hooge School (GHS), Sekolah Tinggi Kedokteran, Jakarta (1939). Cita-cita jadi penerbang yang sudah diubun-ubun kepalanya, membuat Cip sedikit nekad. Disela-sela perkuliahan inilah, Cip mendaftarkan diri ke MLOS. Tapi, pikirnya dalam hati, bagaimana jika orang tuanya mengetahui. Akal punya akal, dibantu teman-teman kampusnya, dikirimnya surat kepada residen Semarang, asisten residen Salatiga, serta patih Salatiga. Isinya, mohon bantuan membujuk ayahnya agar mengijinkannya masuk MLOS. 

Agustinus Adisutjipto bersama HMSoedjono

Begitulah. Adisutjipto menjadi kadet MLOS, hingga diwisuda sebagai calon penerbang (vaandrig pilot) tahun 1941 dengan kualifikasi groot militaire brevet (GMB) atau penerbang kelas satu dari sepuluh penerbang, hanya dua orang mengantongi GMB, satunya Sambudjo Hurip yang kemudian gugur bersama pesawat B-10 Glenn Martin ketika terjebak perang udara dengan Jepang di Semenanjung Malaya, 19 Januari 1942. Di tempat yang sama pula Adisutjipto berkenalan dengan Suryadi Suryadarma, seorang perwira lulusan Breda yang tengah mengikuti pendidikan ML.

Ketika Jepang mendarat Maret 1942, peta penerbangan Hindia Belanda berubah. Adisutjipto yang ketika PD II pecah ditempatkan di skadron intai di Jawa beserta rekan-rekannya seperti Sujono, Sulistyo, dan Husein Sastranegara, tidak pernah lagi terbang. Semua yang berbau Belanda dimusnahkan. Untuk mengisi kekosongan, Cip bekerja di perusahaan angkutan bus milik Jepang.

Sejak pekik kemerdekaan berkumandang 17 Agustus 1945, satu demi satu muncul berbagai tuntutan. Termasuk penerbangan militer. Suryadarma bertindak cepat. Para eks penerbang AU Hindia Belanda, seperti Adisutjipto, dipanggilnya. Berbagai langkah konsolidasi, mulai dari mengumpulkan ratusan pesawat sampai mengupayakan perbaikan pesawat-pesawat peninggalan Jepang, diambil.

Usaha Suryadarma langsung berbuah. Buktinya, Adisutjipto berhasil menerbangkan pesawat Nishikoren dari Cibereum ke Maguwo, 10 Oktober 1945. Peristiwa ini tercatat sebagai penerbangan pertama di wilayah RI merdeka oleh awak Indonesia. Tujuhbelas hari kemudian, kembali Adisutjipto membakar semangat perjuangan dengan menerbangkan pesawat Cureng bertanda merah putih. Peristiwa ini mengukir lagi catatan sejarah, sebagai penerbangan berbendera merah putih pertama di tanah air.

Banyak sortie diikuti Adisutjipto dalam penerbangan ujicoba ke berbagai tempat. Di saat bersamaan, kebutuhan penerbang mulai terasa. Untuk itulah, 1 Desember 1945, Suryadarma memerintahkan membentuk sekolah penerbang di Maguwo, Yogjakarta. Adisutjipto ditunjuk sebagai kepala sekolah. Sementara Iswahyudi dan Imam Suwongso Wirjosaputro, dipercaya sebagai instruktur.

Sembilan April 1946, AURI diresmikan sebagai angkatan yang mandiri. Pimpinan dipercayakan kepada Komodor Suryadi Suryadarma. Wakil I dipegang Komodor Sukarnen Martokusumo, sementara Komodor Adisutjipto dipercaya sebagai wakil II.

Belanda belum puas. Perang kembali pecah (Agresi I). Berbarengan, Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh diperintahkan ke India mengambil bantuan obat-obatan dari palang merah internasional, termasuk mencari instruktur sekolah penerbangnya. Keberangkatan pesawat Dakota ini, mendapat publikasi luas dari media massa dalam dan luar negeri. Penerobosan blokade udara Belanda menuju India dan Pakistan berhasil dilakukan tapi pada tanggal 29 Juli 1947, ketika pesawat berencana kembali ke Yogyakarta, harian "Malayan Times" memberitakan bahwa penerbangan Dakota VT-CLA sudah mengantongi ijin pemerintah Inggris dan Belanda. Suryadarma-KSAU AU kala itu-pun diberitahu.

Senja itu, Suryadarma baru saja tiba dengan mobil jip-nya di Maguwo bersama putranya Erlangga. Di ujung cakrawala, terlihat pesawat Dakota VT-CLA melakukan approach. Para penumpangnya, Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, AN Constantine (pilot), R Hazelhurst (ko-pilot), Adisumarmo Wiryokusumo (engineer), Bhida Ram, Nyonya Constantine, Zainal Arifin (wakil dagang RI), dan Gani Handonocokro, tentu bahagia karena sesaat lagi akan mendarat. Begitu juga Sudarjono yang lagi piket, akan bertemu dengan kakaknya.

Sekonyong-konyong, muncul dua pesawat P-40 Kitty Hawk Belanda dari arah utara yang langsung memberondong Dakota, pesawat sipil yang jelas-jelas membawa bantuan. Pesawat kehilangan ketinggian, melayang kencang dan menyambar sebatang pohon hingga badannya patah menjadi dua bagian. Begitu pesawat terhempas ke tanah, langsung terbakar. Suryadarma dan semua orang penunggu, berlarian ke arah pesawat naas.

Tak terbayangkan terpukulnya Suryadarma. Di depan matanya, terjadi pembunuhan terhadap anak buahnya. Sudarjono mencoba menembus kerumunan. "Saya hanya menemukan tas milik Mas Cip," tuturnya. Masih menurutnya, keadaan jenazah Adisutjipto utuh dan gampang dikenali. "Hanya pergelangan kakinya yang patah, sepertinya bagian dalamnya yang kena," jelas Sudarjono, purnawirawan mayor penerbang AURI.

Bnagkai Dakota

Peristiwa heroik ini, diperingati TNI AU sebagai hari Bakti TNI AU sejak tahun 1962. Almarhum dimakamkan di pemakaman Katolik Kuncen Yogyakarta. Karena jasa-jasanya, pangkatnya dinaikkan menjadi marsekal muda. Dan sejak 17 Agustus 1952, namanya diabadikan menjadi Lanud Adisutjipto (menggantikan Lanud Maguwo). Dari pernikahannya dengan Rahayu, Adisutjipto dianugerahi seorang putra.

Namanya pun diabadikan 
Sumber : www.artileri.org

IGNATIUS DEWANTO - MENGENAL LEBIH DEKAT PILOT-PILOT TERBAIK INDONESIA

 
Ignatius Dewanto (lahir di Yogyakarta, Indonesia, 9 Agustus 1929 — 1970) adalah seorang tokoh militer Indonesia. Ignatius Dewanto lahir dari pasangan penganut Katolik yang taat, M. Marjahardjana dan Theresia Sutijem di Kalasan, Yogyakarta. Ignatius Dewanto adalah pilot TNI AU yang berhasil menembak jatuh pesawat B-26 Invader AUREV (Angkatan Udara Revolusioner/PERMESTA).

Karier militer Dewanto dimulai saat ia bergabung dengan Tentara Pelajar (TP). Dewanto tergabung ke dalam kesatuan Slamet Riyadi. Kariernya cukup gemilang hingga dipercaya sebagai kepala regu (1950). Sebelumnya (1948) pernah menjadi kepala pabrik granat di TP. Dikenal sebagai seorang yang pemberani, bahkan tidak jarang Dewanto menerbangkan pesawat P-51 Mustang-nya sangat rendah. Sehingga tidak heran jika selesai terbang ada kabel listrik/telpon yang nyangkut di pesawatnya. Alumni Royal Air Force Staff College (1961) of England ini telah mencegah pertempuran antara TNI AU dengan RPKAD pimpinan Sarwo Edhie Wibowo.

Usai gencatan senjata (1948), Dewanto ditempatkan di Semarang khusus bagi TP yang mampu berbahasa Belanda untuk dijadikan counterpart antara polisi militer Belanda dengan tentara Indonesia. Tanggal 25 Juli 1950, lewat pengumuman Kementerian Pertahanan RI, dinyatakan bahwa Staf Angkatan Udara membutuhkan penerbang. Dewanto lantas mendaftar.

Dewanto sempat dikirim ke Trans Ocean Airlines Oakland Airport (TALOA), California, November 1950 untuk jadi penerbang. Setelah lulus, pada tahun 1954 Dewanto masuk Skadron Udara 3 tempat bercokolnya P-51 Mustang sebagai instruktur.

Apron Liang, 18 Mei 1958. Kapten Udara Ignatius Dewanto tengah bersiap di kokpit P-51 Mustang. Pagi itu, dia ditugaskan menyerang pangkalan udara Aurev (Angkatan Udara Revolusioner, AU Permesta) di Sulawesi Utara. Saat itulah, hanya beberapa saat sebelum Dewanto take off menuju Manado, sebuah berita memaksanya membatalkan serangan ke Manado dan harus mengarahkan pesawat ke Ambon karena kota tersebut dibom oleh B-26 Invader Aurev.

Ketika di udara, Dewanto mendapatkan Ambon mengepulkan asap di mana-mana. Puing-puing berserakan, menandakan baru saja mendapat serangan udara. Berputar sejenak, B-26 tak kunjung terlihat. Pesawat kemudian diarahkannya ke barat. Ferry tank dilepas untuk menambah kelincahan pesawat. Dewanto terbang rendah. Berbarengan saat pandangannya tertumbuk ke konvoi kapal ALRI, sekelebat dilihatnya pesawat B-26.

Pesawat tersebut ternyata tengah melaju ke arah konvoi kapal. Dewanto terbang mengejar dan beruntung bisa menempatkan diri persis berada di belakang B-26. Walau sempat ragu karena posisi musuh tepat antara kapal dan dia, Dewanto langsung melontarkan roketnya dan tembakan senapan mesin 12,7 mm pesawatnya. Saat bersamaan, KRI Sawega, salah satu kapal dalam konvoi kapal ALRI, juga menembakkan senjatanya: Bofors, Oerlikon 12,7 mm, Water Mantle 7.62mm. Alhasil, B-26 yang diterbangkan seorang serdadu bayaran bernama Allen Lawrence Pope beserta juru radio Hary Rantung (bekas AURI), terbakar dan tercebur ke laut.

Bagi Dewanto, ketegangan belum berakhir. Saat dalam perjalanan pulang, Dewanto berpapasan dengan B-26 lainnya. Head on attack perang udara berhadap-hadapan tak terelakkan. Dengan beraninya Dewanto menghujani B-26 yang diterbangkan Connie Seigrist, penerbang berkulit putih, dengan senapan mesinnya. Tidak ada pesawat yang jatuh dalam pertempuran udara kali ini, tapi kedua-duanya mengalami kerusakan pesawat yang cukup signifikan akibatnya.

Ignatius Dewanto

Dewanto sempat menjabat Deputi Menteri/Pangau Urusan Operasi (diangkat 1 Juli 1965) menggantikan Marsekal Muda Udara Sri Mulyono Herlambang yang dipromosikan sebagai Menteri Negara diperbantukan Presiden. Seperti banyak nama lainnya, Dewanto sempat diamankan usai Gerakan September 1965. Dewanto ditahan beberapa bulan di kantor Pertahanan Udara Halim. Sementara Sri Mulyono di Nirbaya. Dewanto sempat menjadi Atase Udara di Moskow (1966). Hanya setahun, dia kembali ke Indonesia dan akhirnya diberhentikan dengan hormat dari dinas tentara terhitung 31 Maret 1967. Selepas dari AURI, untuk bertahan hidup Dewanto sempat menjadi sopir truk dengan rute jakarta-banten. Hingga kemudian beliau bekerja sebagai pilot sipil di Sabang Merauke Raya Air Charter (SMAC).

Dewanto meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat terbang PA-23 Aztec milik Sabang Merauke Raya AC pada tahun 1970. Jenazahnya baru ditemukan delapan tahun kemudian. Atas izin Soeharto (waktu itu presiden), jenazah pahlawan AURI yang namanya diabadikan di gedung serbaguna "Dewanto" di Lanud Iswahyudi, Madiun, dan pemegang 16 tanda kehormatan ini dikebumikan di TMP Kalibata setelah disemayamkan di Mabes TNI AU Pancoran.
Sumber : www.artileri.org

HALIM PERDANAKUSUMA - MENGENAL LEBIH DEKAT PILOT-PILOT TERBAIK INDONESIA


Abdul Halim Perdanakusuma lahir 22 Nopember 1922, dari Putra Haji Abdul Gani Wongsotaruno, patih Sumenep, Madura. Menyelesaikan pendidikan sekolah Pangreh Praja (MOSVIA) 1938. Selepas dari MOSVIA, Halim mengikuti wajib militer Belanda.

Halim mendapat pendidikan opsir torpedo di Surabaya. Tapi begitu Jepang menduduki Jawa (1942), Belanda dipukul telak. Sisa-sisa armadanya mundur ke Australia. Sialnya, kapal yang ditumpanginya kepergok pesawat Jepang di perairan Cilacap dan langsung dibombardir. Namanya belum ajal, Halim yang terapung-apung di laut lepas diselamatkan oleh sebuah kapal Inggris. Untuk selanjutnya dibawa ke Australia dan terakhir di India.

Di India ini nasib Halim ditentukan. Tanpa sengaja, Panglima Armada Inggris di India Laksamana Mounbatten, melihat lukisan dirinya di kamar Halim. "Siapa yang melukis," tanya Mounbatten. "Saya," jawab Halim yang memang piawai melukis. Saking respeknya kepada Halim hingga suatu hari Mounbatten menawarkan pendidikan militer di Inggris. Dengan cerdik Halim menawar. "Bagaimana kalau bagian udara."

Atas rekomendasi Mounbatten, Halim diterbangkan ke Gibraltar, selanjutnya ke Inggris. Halim kemudian dikirim ke sekolah AU Kanada (RCAF). Di negeri "asing" itulah, Halim memulai karirnya sebagai navigator sejak 1943.

Ketika kembali ke induk pasukannya MLD dengan pangkat RAF Flight Lieutenant (Kapten Udara) dan terlibat dalam puluhan misi, Halim dianggap juru selamat yang digelari The Black Mascot, jimat hitam. Kenapa? Karena dari setiap misi yang diikutinya, selalu kembali selamat dengan hasil gemilang. Anak Madura ini sangat disegani sebagai navigator. Halim aktif dalam 44 serangan udara terhadap Perancis dan Jerman sampai Perang Dunia II usai.

Menjelang akhir 1945, tentara Sekutu mendarat di Jakarta. Disinilah, seorang perwira AU Inggris berkulit sawo matang terlihat di antara tentara Inggris. Namanya Halim Perdanakusuma. Kedatangannya menyita perhatian tentara republik. Berkulit gelap, tapi tentara Inggris. Perihal kecurigaan itulah, esoknya Halim ditahan tentara republik di Kediri. (ternyata Halim disersi begitu tiba di Jakarta dan, sepertinya, dalam perjalanan ke Kediri tertangkap TRI), namun dilepas melalui surat sakti Menteri Pertahanan Amir Syarifudin.

Suryadarma -Kepala Staf TNI Angkatan Udara dari 1946 hingga 1962- yang mengetahui keberadaan Halim di Sumenep setelah dibebaskan, segera memerintahkan ajudannya Kapten Udara Arifin Marzuki mencaritahu keberadaan Halim seraya menyampaikan maksud Suryadarma agar Halim bersedia membantu Angkatan Perang RI yang masih "bayi".

Halim mulai aktif menyiapkan perubahan TRI Jawatan Penerbangan menjadi Angkatan Udara RI. Beberapa penerbangan ujicoba diikutinya. Sebutlah pada 23 April 1946, tiga pesawat Cureng mendarat di Kemayoran. Kemudian ke Sumenep dan Malang, yang dilakukan secara formasi bersama Perwira Udara I Sujono dari tanggal 21 - 26 Mei.

Pengalamannya sebagai mantan perwira RAF, dimanfaatkan betul oleh Suryadarma, terutama dibidang operasi. Juga dalam perundingan-perundingan dengan AU Inggris, Komodor Halim selalu terlihat mendampingi Suryadarna. Panglima Besar Jenderal Sudirman dengan yakin, selalu menanyakan perkembangan AURI kepada Halim.

Gugurnya Adisujipto, tak pelak membuat Suryadarma kehilangan besar. Jabatan yang lowong harus diisi oleh seorang perwira berpengalaman, dedicated, seperti Adisutjipto. Pada bagian inilah puncak karir Halim, ketika dipercaya menjadi Wakil KSAU II menggantikan Adisutjipto.

24 Agustus 1947 Halim diperintah menjabat Komandemen AURI Sumatera dengan tugas menyiapkan angkatan udara di Sumatera bersama Opsir Udara I Iswahyudi. Penyiapan ini diambil sebagai emergency plan jika Jawa lumpuh akibat agresi Belanda. Basis didirikan di Bukittinggi. Lapangan terbang Gadut dihidupkan, dengan Iswahyudi sebagai komandan.

Halim Perdana Kusuma gugur ketika pesawat Avro Anson Mk 19 Series 1 yang di kemudikan oleh Iswahyudi dan dinavigatori-nya jatuh di pantai Lumut, Tanjong Hantu, Malaysia tanggal 14 Desember 1947. Tidak diketahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut, namun diduga karena cuaca buruk atau ditembak. Ketika itu ia ditugaskan untuk membawa senjata dari Thailand. Bangkai pesawat ditemukan, hanya jasad Halim yang ditemukan tapi jasad Iswahyudi dan senjata-senjata yang dibeli dari Thailand tidak pernah ditemukan.

Jenazahnya dimakamkan di Teluk Murok, Malaysia. Masyarakat setempat yang sudah menganggapnya sebagai pahlawan, sempat keberatan ketika jenazahnya di pindahkan ke TMP Kalibata, 10 November 1975. Halim Perdana Kusuma gugur dalam usia yang masih sangat muda yaitu 25 tahun.

Seperti inilah namanya diabadikan

Sebagai pribadi, Halim simpatik. "Orangnya periang, gagah, dan teman yang bisa diandalkan," jelas Marsdya (Pur) Hasan Muhammad Soejono. Tak heran ketika kembali ke induk pasukannya MLD dengan pangkat RAF Flight Lieutenant (Kapten Udara) dan terlibat dalam puluhan misi, Halim dianggap juru selamat yang digelari The Black Mascot, jimat hitam. Kenapa? Karena dari setiap misi yang diikutinya, selalu kembali selamat dengan hasil gemilang. Anak Madura ini sangat disegani sebagai navigator. Halim aktif dalam 44 serangan udara terhadap Perancis dan Jerman sampai Perang Dunia II usai.
Reff : www.artileri.org

Keberhasilan Kurikulum 2013

 
Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke­berhasilan Kurikulum 2013.
  • Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks.
  • Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.     
                                                                                                                       

Berkait dengan faktor perta­ma, Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan guru se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang mel­ibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya­swara, guru inti, pengawas, ke­­pala sekolah; guru uta­ma me­liputi guru inti, penga­was, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.


Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus di­beri perhatian khusus dalam rencana implementasi dan ke­terlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogik; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan.

Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan.

Kesiapan guru lebih penting­ daripada pengembangan kuri­kulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,­ dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.

  

Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Disinilah guru berperan be­sar di dalam mengimplementa­sikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cer­das tapi juga adaptip terhadap perubahan.
Sumber : kemdikbud.go.id

Peran Master Teacher dalam Perubahan Kurikulum 2013

 
Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan akan mengadakan pelatihan 300 ribu Guru Master di 33 Provinsi dalam rangka mempercepat pelaksanaan kurikulum 2013. Master Teacher (
(MT) adalah guru-guru yang dianggap memunyai prestasi atau skill lebih tinggi dibanding rekan-rekannya yang nantinya diharapkan dapat membantu atau mensosialisasikan penerapan Kurikulum 2013 kepada rekan-rekannya.  

Guru-guru yang akan dipilih untuk mengikuti pelatihan menjadi Master Teacher tidak hanya berasal dari kota besar, tetapi juga dari tingkat kabupaten. “Kita ingin membangun atmosfer supaya guru berlomba untuk berprestasi. Karirnya tidak hanya berupa tunjangan profesi, pangkat, tapi ada status yang lain, yaitu master teacher,” tutur Menteri Nuh.

Pelatihan guru akan dilakukan secara paralel dengan pelatihan master teacher, yaitu berupa angkatan. “Begitu angkatan satu master teacher selesai dan dinyatakan qualified, dia langsung terjun ke lapangan, training guru-guru di mana-mana,” terang Mendikbud. Sementara angkatan master teacher yang pertama melakukan pelatihan untuk guru-guru, pelatihan angkatan kedua untuk master teacher terus dilakukan, dan seterusnya. Dalam menjalankan pelatihan guru tersebut, Kemdikbud akan terus menjamin quality control para guru yang menjadi peserta pelatihan.
  1. Oleh karena itu Master Teacher (MT ) dituntut mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan batasan ruang lingkup yang kompleks dalam penjabaran materi pelajaran. Mengingat dalam Kerangka kerja Kurikulum 2013 telah ditetapkan sebagai Integrator sistem nilai ,pengetahuan dan keterampilan.
  2. MT ,dalam sosialisasi harus dapat mengenali etnography dan antropologi budaya daerah setempat guna membangun keterampilan berpikir kritis guru dalam mengaitkan relevansi dengan kompetensi yang dibutuhkan.
  3. MT semestinya dapat membangkitkan daya analisa dan naluri mendidik dari kalangan guru untuk mengenali setiap kompetensi dan daya serap siswa agar dalam memilih materi dapat disesuaikan berbasis kebutuhan belajar siswa termasuk bagi anak yang membutuhkan pendidikan berkebutuhan khusus.
  4. MT semestinya dapat memberikan keterampilan kepada guru agar dapat memiliki kemampuan dalam membangun peningkatan kompetensi yang didapat siswa sehingga pembelajaran menjadi terintegrasi dan tidak tumpang tindih.
  5. MT dapat membangun keterampilan pada guru untuk cakap dalam menyusun skala prioritas sesuai kompetensi siswa secara bertahap dengan demikian penelitian kelas dan data perilaku belajar siswa menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pembelajaran .
  6. Mengingat bahwa perubahan kurikulum 2013 adalah membangun mutu lulusan yang memiliki karakter dan kompetensi ,maka proses pembelajaran harus disusun secara berkesinambungan dan berkelanjutan dalam setiap jenjang satuan pendidikan,termasuk kepastian dalam buku pelajaran. Peran MT sebagai media komunikasi antara kesulitan yang dihadapi guru dan target yang diharapkan.
  7. MT harus dapat menyusun sebuah sistem data yang akurat guna mengevaluasi keberhasilan proses kegiatan pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013 secara menyeluruh terhadap guru –guru yang menjadi binaannya.
  8. MT harus dapat menterjemahkan tantangan masa depan anak saat setelah lulus sekolah menjadi pedoman pembelajaran yang telah ditentukan kurikulum 2013 ,sehingga hard skill dan soft skill dapat dipergunakan anak sesuai masa belajarnya disekolah .
  9. Keterampilan MT dalam penggunaan ICT bukan hanya keterampilan teknis penggunaan operasional komputer atau media teknologi lainnya melainkan ICT dapat dijadikan media dan sumber belajar guna meningkatkan motivasi belajar siswa .
  10. Master Teacher harus dapat meyakinkan para guru selaku pelaksana bahwa kurikulum 2013 dapat dilaksanakan secara optimal