aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Jumat, 23 November 2012

PEWARISAN SIFAT

 Standar Kompetensi : Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup.
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan proses pewarisan sifat dan penerapannya

 
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudiandari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.”  

PEWARISAN SIFAT

Dalam Kehidupan kita menjumpai makhluk hidup yang beraneka ragam, bahkan tidak ada satupun dari makhluk hidup itu yang sama persis satu dengan lainnya. Anak yang dilahirkan dalam keadaan kembarpun ternyata masih dijumpai banyak perbedaan. Perbedaan ini muncul disebabkan oleh adanya perpaduan sifat-sifat yang diturunkan oleh induk.

  • lmu yang mempelajari cara-cara perwarisan sifat disebut Genetika
  • Gregor Mendel (1822-1884) dikenal sebagai Bapak Genetika
  • Ilmuwan pertama yang menyelidiki perkawinan silang dan menganalisa hasilnya dengan menggunakan beberapa jenis kacang ercis (Pisum sativum) 
Dalam Ilmu Genetika (penurunan sifat) sifat induk yang diturunkan terdapat dalam gen yang dibawa oleh gamet/ sel kelamin. Nah bagaimana proses terjadinya penurunan sifat dari induk kepada keturunannya? Untuk lebih jelasnya mari kita pelajari bahasan persilangan dihibrid berdasarkan prinsip-prinsip Hukum Mendel 

 


Gen dan Kromosom 

Gen ialah : suatu substansi yang bertanggung jawab terhadap pewarisan sifat organisme.
Istilah gen pertama kali dikemukakan oleh W. Johansen.
Fungsi gen :
  1. Mengatur perkembangan dan metabolisme individu.
  2. Menyampaikan informasi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya.
  3. Sebagai zarah tersendiri dalam kromosom.
  4. Gen berperan untuk menentukan pewarisan sifat seperti rasa, warna, dan bentuk. 

Gen terdapat di dalam kromosom, dan menempati lokus-lokus

Kromosom : adalah benang-benang halus yang berfungsi sebagai pembawa informasi kepada keturunannya.
  • Kromosom mengandung struktur berupa benang-benang tipis yang melingkar- lingkar disebut kromatin yaitu tempat gen terletak secara teratur
  • Sejumlah gen yang berderet pada kromosom masing-masing memiliki tugas khusus. Contohpengatur bunga, rasa buah, bentuk hidung, bentuk rambut, warna kulit, golongan darah dsb
  • Jumlah serta ukuran kromosom setiap sel organisme berbeda pada organisme yang berbeda jenis.


PERSILANGAN


Karena tanaman merupakan individu diploid, maka simbol tanaman ditulis dengan huruf dobel, contoh :
TT : simbol untuk tanaman berbatang tinggi
tt : simbol untuk tanaman berbatang kerdil

PERSILANGAN MONOHIBRID  

• Adalah Persilangan sifat Dominan >< sifat Resesif dengan satu
sifat beda Menghasilkan Rasio Fenotif Filial 1 adalah 100 % Ungu



PERSILANGAN DIHIBRID   

 

Ciri-Ciri Persilangan Dihibrid


Berbeda dengan persilangan monohibrid yang hanya memperhatikan satu sifat beda, maka persilangan dihibrid adalah persilangan antara dua individu sejenis dengan dua sifat beda.Pada persilangan ini dinyatakan oleh Mendel bahwa gen-gen dari kedua induk akan mengelompok secara bebas. Pernyataan ini disebut dengan Hukum Mendel II (Independent Assortment/asortasi bebas/berpasangan secara bebas).Mendel melakukan percobaan dengan menyilangkan tanaman ercis (Pisum sativum) dengan memperhatikan dua sifat beda yaitu tanaman ercis berbiji bulat berwarna kuning dan tanaman ercis berbiji kerut berwarna hijau.

Ciri-ciri persilangan Dihibrid:   
  • Persilangan dengan memperhatikan dua sifat beda 
  • Jumlah Gamet yang terbentuk pada setiap individu adalah 4 (2n)
  • Fenotip individu ditentukan oleh 2 macan sifat genetik
  • Dijumpai maksimal 16 variasi genotip pada F2

7 sifat kontras yang dimiliki ercis (Pisum sativum)







Menentukan Jumlah Gamet 

Jumlah gamet yang dihasilkan pada suatu genotip dapat ditentukan dengan rumus 2n, n: jumlah sifat beda 



Contoh:

1. Jumlah gamet dari genotip BbKk (biji bentuk bulat – biji warna Kuning), memiliki 2 sifat beda/dihibrid
jadi n=2 –> 2n = 22 = 4, yaitu: BK, Bk, bK, dan bk

2. Jumlah gamet dari genotip LLHh (rambut lurus –warna hitam), memiliki 2 sifat beda/dihibrid, 
jadi n= 2 –> 2n = 22 = 4, yaitu: LH, Lh, LH, dan Lh meskipun macam gametnya hanya 2 yaitu LH dan Lh

3. Jumlah gamet dari genotip BbKkTt (berbiji bulat- warna kuning-batang tinggi), memiliki 3 sifat beda/trihibrid, 
jadi n=3 –> 2n = 23 = 8 yaitu: BKT, BKt, BkT, Bkt, bKT, bKt, bkT, dan bkt


Proses dan Hasil Persilangan Dihibrid

Saat Mendel melakukan persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat warna kuning (BBKK) dengan tanaman ercis berbiji kerut warna hijau (bbkk), ternyata semua keturunannya (F1) adalah tanaman ercis berbiji bulat warna kuning (BbKk). Ketika Mendel melanjutkan percobaanya dengan menyilangkan tanaman F1 dengan sesamanya diperoleh perbandingan fenotip sebagai berikut: 9/16 bulat kuning : 3/16 bulat hijau : 3/16 kerut kuning : 1/16 kerut    hijau.

F2


Dari hasil Persilangan sesama F1 (bulat kuning heterozigotik/BbKk) pada tanaman ercis F2 diperoleh 16 variasi genotip. Perbandingan Fenotip: 
  • 9 bulat kuning : 3 bulat hijau : 3 kerut kuning : 1 kerut hijau  
Sumber : intan.disdikporabna.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar