Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Senin, 04 Februari 2013

Ayat Akuntansi Dalam Al Quran

Akuntansi merupakan cabang ilmu Ekonomi yang mengalami perkembangan yang pesatdisemua sektor baik swasta maupun pemerintah. Yang namanya perusahaan modern pasti menerapkan dan memakai standar akuntansi dalam pelaporan keuangannnya. Yang membedakan system akuntansi dengan system ekonomi klasik yaitu system akuntansi memakai system yang dikenal dengan nama double entry atau lazim dikenal Debet dan Kredit. Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. 

Jauh sebelum Luca Pacioli (abad 15 M) menulis buku “Summa de Arithmatica Geometria et Propotionalita” dengan memuat satu bab mengenai “Double Entry Accounting System”, Al Quran yang agung di abad 7 M sudah berbicara tentang Akuntansi melalui surah Al Baqarah:282 yang berbunyi : 
 “ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur…” 

Luar biasa karena ayat Akuntansi ini merupakan ayat terpanjang dalam Quran, sepertinya Allah sudah memberikan isyarat bahwa cabang ilmu yang satu ini menempati tempat yang khusus.

Bangsa Mesir kuno sudah lama mempraktekkan prinsip pencatatan keuangan, namun masih sangat sederhana. Bangsa Mesir belum mengenal dengan baik sisitem bilangan. Sistem bilangan baru berkembang setelah angka NOL di temukan oleh ilmuwan muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Ditemukannnya angka NOL seperti membuka tabir ilmu Matematika dan sejurus kemudian mempengaruhi perkembangan Ilmu Akuntansi. Perlu diketahui Bangsa Romawi sangat kesulitan dalam penjumlahan sebelum angka NOL ditemukan. Sebenarnya klaim Luca Pacioli sebagai Bapak Akuntansi kurang pas, berhubung Khalifah Islam dan para pedagang muslim lebih dahulu menerapkan double entry dalam pencatatan mereka. Angka 0 sampai 9 yang kita kenal sekarang merupakan peninggalan dari peradaban Islam.

Nabi Muhammad pada masa hidupnya juga telah mendidik para sahabat untuk menangani profesi Akuntan dengan sebutan “Hafazhatul amwal” atau pengawas keuangan.

Dalam surah terpanjang di atas, Quran berbicara tentang perdagangan dengan cara kredit. Ini sangat menarik pada abad ke-7 ketika hampir semua transaksi penjualan tunai, Quran justru bicara panjang lebar tentang penjualan kredit. Fenomena penjualan kredit hal yang lumrah dalam perdagangan modern sekarang, di dunia kurang lebih 80% transaksi penjualan dalam bentuk pembayaran kredit, belum lagi fenomena menjamurnya kartu kredit.

Prinsip kejujuran dan akuntabilitas sangat ditekan dalam pembuatan laporan keuangan. Pembuatan laporan keuangan baik Laporan Neraca dan Laporan laba rugi sangat dipengaruhi pada sifat kejujuran seoarng akuntan. Informasi dari laporan keuangan bisa sangat menyesatkan bila dibuat tidak sesuai kondisi riil yg ada. Di Indonesia praktek kecurangan akuntansi terjadi di 90% perusahaan. Kecurangan paling banyak timbul pada pembuatan laporan keuangan untuk Perpajakan selain untuk kepentingan di pasar modal. Praktek kecurangan ini kemudian dimanfaatkan para mafia perpajakan yang merugikan negara.

Kasus laporan keuangan Bank summa tahun 90an dulu merupakan salah satu contoh perbuatan yang bertentangan dengan ayat Quran di atas, laporan audit wajar tanpa pengecualian hanya kebohongan. Dan kebohongan dibayar mahal dengan likuidasi Bank Summa. Begitu pula dengan praktek manipulasi laporan akuntansi Pertamina yang hampir merugikan Negara sebanyak 14 trilyun rupiah. Di Amerika serikat sebuah perusahaan besar bernama Enron Corp harus bubar karena kecurangan laporan keuangan, dan berbuntut pula pada pembubaran kantor akuntan public ternama Arthur Andersen. KAP Artur Andersen sengaja membuat laporan audit palsu, bubarnya kedua perusahaan ini menyisakan puluhan ribu pengangguran. Bahkan di Negara barat nilai-nilai kejujuran (fairness) sangat dijunjung tinggi.

Prinsip kejujuran laporan keuangan juga terdapat dalam surah Asy-Syu’ara ayat 181-184: ”Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.”

Kebenaran dan keadilan dalam mengukur (menakar) tersebut, menurut Dr. Umer Chapra juga menyangkut pengukuran kekayaan, utang, modal pendapatan, biaya, dan laba perusahaan, sehingga seorang Akuntan wajib mengukur kekayaan secara benar dan adil. Agar pengukuran tersebut dilakukan dengan benar, maka perlu adanya fungsi auditing.

Satu hal yang menarik dalam surah Al Baqarah 282 (yang membahas tentang akuntansi )adalah ayatnya 282? Seolah-olah angka 8 diapit oleh angka 2 yang bisa dilihat sebagai prinsip keseimbangan kiri dan kanan… mungkinkah yang dimaksud dalam ayat ini bahwa manusia di dunia selalu diawasi oleh akuntan pribadinya yang setia mencatat amal kebaikan dan keburukan, akuntan itu tidak lain bernama Ratib dan Atib. Dan 2 yang lain adalah kelak di akhirat nanti amal ibadah kita di audit oleh Auditor Allah yang bernama Munkar dan Nakir..wallahualam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar