aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Jumat, 15 Februari 2013

Lamunanku Tentang Guru, Profesi yang Kujalani

Tak terasa, sudah 22 tahun perjalanan hidup sebagai seorang Guru telah kujalani. Ada suka duka memang, tetapi selalu kuhadapi dengan penuh semangat, seolah saya laksana pemuda berumur 18 tahun yang selalu bergairah dengan energi tanpa batas. Ada beberapaha yang ingin saya share kepada kalian, agar kalian mengetahui apa yang saya rasakan disini, didalam dada yang hanya saya sendiri mampu menyelami dan merasakan. 

  • Jika melihat pekerja lain, Pedagang, Politikus, Bisnisman yang memakai baju mewah, mobil mewah, rumah mewah, selalu kukatakan dalam hatiku "Mereka bisa miliki gedung mewah, uang berlimpah, jabatan prestisius, rumah mewah, dan semuanya .... tetapi "SAYA MEMPUNYAI KALIAN, SISWA-SISWAKU, DAN NILAI KALIAN TAK TERTANDINGI OLEH SEMUA ITU." Kalian bisa tersenyum, tertawa, memahami, berinteraksi dengan KETULUSAN tanpa kebencian. 
  • Guru, jabatan yang disukai anak-anak perempuan kecil yang masih polos hatinya, yang kerap menirukan tingkah polah sang guru, betapa terharunya saya, namun jabatan yang tidak diimpikan dan tidak menjadi gengsi bagi anak muda jaman sekarang. Sungguh ironi yang menyesakkan dadaku melihat kenyataan ini.
  • Guru, sosok yang ditakuti orangtua murid, karena nasib dan masa depan anaknya ada di tangan sang guru, terkadang malah lebih takut pada guru yang lembut daripada Satpam berkumis di pagar sekolah. Sungguh amanah yang tiada terkira, sehingga selalu melahirkan ketakutanku jika nantinya mereka semua menuntutku di Pengadilan Akhirat tentang pengajaran yang kuberikan, sementara hanya sekujur tubuh saya yang menjadi saksi. 
  • Guru, harus mengajar lebih dari sekedar kemampuannya, tak hanya mengejar nilai tinggi, namun juga mendidik akhlaknya, memecahkan masalah anak didiknya, ikut sedih dalam perceraian orangtuanya, ikut berduka dengan kematian kucingnya. Ya, guru selalu menghayati problema sang anak didik. Saya harus menjalankan peran sebagai Guru, Pendidik, Orang Tua, Kawan, Sahabat, Aktor, Pelawak, Pemimpin, Hakim, Model, dan sebagainya, begitu pelik, tetapi semuanya begitu mengesankan. 
Sekarang saya harus bekerja melayani murid-murid selama 24 jam penuh, dikelas, diluar kelas, dengan kemajuan teknologi semua bisa terwujud. Begitu berat, menghabiskan waktu disisa umurku yang semakin sempit, namun saya akan selalu ikhlas menjalani taqdirku. Inilah realita yang kujalani.
Akhirnya, saya hanya mampu berharap ya Rabb, kalau ini memang jalan kehidupanku, ijinkan semua nantinya sebagai Amal Shaleh dan Pahala yang menyertaiku untuk menghadapMu. Amin!  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar