aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Selasa, 30 April 2013

Keutamaan Menuntut Ilmu

Keutamaan Menuntut Ilmu
Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidaklah mewariskan uang dinar ataupun dirham. Akan tetapi yang mereka wariskan adalah ilmu.
Dari Katsir bin Qais, beliau berkata:
Dahulu aku pernah duduk bersamaAbud Darda’ di masjid Damaskus. Lalu datanglah seorang lelaki menemuinya. Lelaki itu berkata, “Wahai Abud Darda’, sesungguhnya aku datang kepadamu dari kota Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengetahui suatu hadits yang sampai kepadaku bahwasanya kamu menuturkannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku tidak datang untuk keperluan lain.” Maka beliau pun menjawab: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan membimbingnya ke dalam salah satu jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya seorang ahli ilmu akan dimintakan ampunan oleh segala yang di langit dan segala yang di bumi, bahkan ikan yang berada di lautan sekalipun. Keutamaan seorang ahli ilmu di atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan di malam purnama di atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidaklah mewariskan uang dinar ataupun dirham. Akan tetapi yang mereka wariskan adalah ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya sesungguhnya dia telah mendapatkan jatah [warisan] yang sangat banyak.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-’Ilmi [3641])
Faidah Hadits
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan ilmu dari berbagai sisi:
  1. Allah akan memudahkan jalan penuntut ilmu untuk menuju surga
  2. Para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka karena ridha dengan perbuatan penuntut ilmu
  3. Orang yang berilmu akan dimintakan ampunan oleh segala makhluk di langit dan di bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang ada di lautan
  4. Keutamaan ahli ilmu dibandingkan ahli ibadah adalah laksana bulan purnama dengan bintang-bintang di langit
  5. Para ulama adalah pewaris para nabi 

Hadits-Hadits Lain Keutamaan Menuntut Ilmu
Dari Mu’awiyah radhiyallahu’anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka akan dipahamkan dalam hal agama.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menimba ilmu (agama) maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
Apabila anak Adam meninggal maka akan terputuslah amalnya kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak salih yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)
Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
Sebagian di antara tanda dekatnya hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, kebodohan merajalela, khamr ditenggak, dan perzinaan merebak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah bin Amr al-Ash radhiyallahu’anhuma Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu itu secara tiba-tiba -dari dada manusia- akan tetapi Allah mencabut ilmu itu dengan cara mewafatkan para ulama. Sampai-sampai apabila tidak tersisa lagi orang alim maka orang-orang pun mengangkat pemimpin-pemimpin dari kalangan orang yang bodoh (baca: tidak berilmu). Mereka pun ditanya dan berfatwa tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Perkataan Ulama Tentang Ilmu
Imam Bukhari rahimahullah membuat bab dalam Shahihnya di dalam Kitab al-’Ilmu sebuah bab dengan judul ‘Ilmu sebelum berkata dan beramal, berdasarkan firman Allah ta’ala (yang artinya), “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan -yang benar- selain Allah.” (QS. Muhammad: 19).’ Lalu beliau berkata, “Allah memulai dengan ilmu.” (lihat Fath al-Bari [1/194])
Imam al-’Aini rahimahullah berkata,
Artinya: Ini adalah bab yang akan menerangkan bahwasanya ilmu didahulukan sebelum perkataan dan perbuatan. Beliau bermaksud untuk menjelaskan bahwa sesuatu itu hendaknya diilmui terlebih dahulu, baru kemudian diucapkan dan diamalkan. Sehingga ilmu lebih dikedepankan daripada keduanya secara hakikatnya. Demikian pula ilmu lebih diutamakan di atas keduanya dari sisi kemuliaan. Sebab ilmu adalah amalan hati, sementara hati adalah anggota badan yang paling mulia.” (lihat ‘Umdat al-Qari [2/58])
Ibnul Munayyir rahimahullah berkata,
Beliau bermaksud untuk menjelaskan bahwa ilmu merupakan syarat benarnya ucapan dan amalan. Sehingga keduanya tidaklah dianggap tanpanya. Maka ilmu itu lebih didahulukan daripada keduanya, sebab ilmu menjadi faktor yang akan meluruskan niat, sedangkan lurusnya niat itulah yang menjadi pelurus amalan. Penulis ingin menggarisbawahi hal itu supaya tidak muncul anggapan dari perkataan sebagian orang bahwa ‘ilmu tidak ada gunanya tanpa amalan’ yang menimbulkan sikap meremehkan ilmu dan bermudah-mudahan dalam mempelajarinya.” (lihat Fath al-Bari[1/195])
Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,
Sesungguhnya seluruh sifat yang menyebabkan hamba dipuji oleh Allah di dalam al-Qur’an maka itu semua merupakan buah dan hasil dari ilmu. Dan seluruh celaan yang disebutkan oleh-Nya maka itu semua bersumber dari kebodohan dan akibat darinya…” (lihat al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 128).
Beliau juga menegaskan,
Dan tidaklah diragukan bahwasanya kebodohan adalah pokok seluruh kerusakan. Dan semua bahaya yang menimpa manusia di dunia dan di akhirat maka itu adalah akibat dari kebodohan…” (lihat al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 101).
Imam al-Auza’i rahimahullah berkata,
Ilmu yang sebenarnya adalah apa yang datang dari para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka ilmu apapun yang tidak berada di atas jalan itu maka pada hakikatnya itu bukanlah ilmu.” (lihatDa’a'im Minhaj an-Nubuwwah, hal. 390-391)
Masruq berkata,
Sekadar dengan kualitas ilmu yang dimiliki seseorang maka sekadar itulah rasa takutnya kepada Allah. Dan sekadar dengan tingkat kebodohannya maka sekadar itulah hilang rasa takutnya kepada Allah.” (lihat Syarh Shahih al-Bukhari karya Ibnu Baththal, 1/136)
Wallahu a’lam. Source 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar