aguspurnomosite.blogspot.com

aguspurnomosite.blogspot.com
Berpikir Luas Membuka Cakrawala Kehidupan! Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuk Masa Depan! Katakan "Go Go Go SEMANGAT" !!!

Selasa, 12 Februari 2013

Misteri Pemindahan Singgasana Ratu Bilqis

“Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.” Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni’mat-Nya).” (QS. An Naml (27): 38-40) 

Bagi para pemikir Islam modern, apa yang telah dikisahkan dalam Al-Qur’an surat An Naml ayat 38 – 40 tersebut di atas, adalah merupakan suatu petunjuk nyata akan kecanggihan teknologi yang telah dimiliki oleh Nabi Sulaiman a.s. dan umatnya, dimana dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi, umat Nabi Sulaiman mampu menciptakan teknologi teleportasi, yaitu teknologi memindahkan suatu obyek dari jarak jauh hanya dalam waktu sekejap, yang mampu mengalahkan atau mengungguli kemampuan bangsa jin yang hanya mengandalkan pada kekuatan dan kecepatan fisiknya saja.

Teknologi teleportasi ini mungkin masih sulit untuk dipahami oleh sebagian besar umat Islam, terutama bagi mereka yang masih berpikiran awam. Bahkan pada zaman modern sekarang ini, teknologi teleportasi tersebut pun belum ditemukan, dan oleh sebagian orang, teknologi ini masih dianggap sebagai khayalan dunia sains fiksi belaka, sehingga sulit dipercaya apabila pada zaman dulu, di zaman Nabi Sulaiman yang hidup kurang lebih 3.000 tahun yang lalu, teknologi ini telah berhasil dicapai dan dipergunakan secara sempurna.

Namun begitu, sebagian besar umat Islam ternyata masih banyak yang belum menyadari akan kebenaran dari fakta ini, dan sebagian lainnya, terutama mereka yang beraliran konservatif, masih saja menganggap dan berkeyakinan bahwa peristiwa ini terjadi secara ghaib bin ajaib, sehingga mereka tidak kepikiran untuk menggali lebih lanjut isyarat ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi yang tersirat dalam ayat-ayat tersebut di atas.

Seperti yang terdapat dalam tafsir Ibnu Katsir yang menjelaskan bahwa proses pemindahan singgasana Ratu Bilqis tersebut terjadi berkat doa salah seorang pengikut Nabi Sulaiman. Menurut hadist riwayat Ibnu ‘Abbas, orang ini bernama Ashaf bin Barkhiya. Ia adalah sahabat sekaligus sekretaris pribadi Nabi Sulaiman yang sangat terpercaya dan menguasai ilmu pengetahuan yang bersumber dari al-Kitab. Dikatakan di dalam tafsir tersebut, sama sekali tidak ada tindakan apa-apa dari pengikut Nabi Sulaiman bernama Ashaf tersebut, selain berwudhu lalu berdoa kepada Allah, dan kemudian secara ghaib dan tiba-tiba Allah pun mengabulkannya dan memindahkan singgasana Ratu Bilqis tersebut dalam waktu sekejap mata. Ini adalah penafsiran yang sangat ganjil dan mengandung sejumlah kejanggalan jika tidak dapat dibilang keliru dan menyesatkan. Penulis sendiri melihat penafsiran ini begitu sarat dengan muatan tipu daya dan kebohongan khas kaum Yahudi yang menginginkan agar umat Islam tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, dan ini yang mungkin sama sekali tidak disadari oleh Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya.

Secara logika saja penafsiran ini sudah dapat dibantah dengan telak. Sekarang coba mari kita berpikir, berapa lama waktu yang dibutuhkan antara seorang bernama Ashaf ini mulai berdoa hingga dikabulkan oleh Allah? Apakah bisa ia melakukannya dalam waktu kurang dari sekedipan mata? Jangan-jangan belum lagi Ashaf ini mulai berdoa, jin ’Ifrit sudah membawa singgasana Ratu Bilqis di hadapan Nabi Sulaiman. Dalam penafsiran tersebut, terkesan bahwa Allah SWT telah diposisikan sama seperti jin botol yang selalu siap untuk mengabulkan dan memenuhi apa pun yang diminta oleh manusia. Selain itu, kejanggalan lainnya dalam penafsiran ini adalah:  


Pertama, jika yang dikerjakan oleh seorang bernama Ashaf ini hanya berdoa memohon kepada Allah, apakah pantas ia berkata atau memberi jaminan kepada Nabi Sulaiman bahwa; ia akan membawa singgasana itu kepada Nabi Sulaiman sebelum mata Nabi Sulaiman berkedip? Seolah ia dengan begitu yakinnya telah mengetahui bahwa Allah SWT akan mengabulkan doanya persis seperti apa yang ia janjikan atau jaminkan kepada Nabi Sulaiman. Ini tidak masuk akal, mengingat Nabi Muhammad SAW saja tidak pernah sepercaya diri itu dalam menjanjikan sesuatu kepada orang lain, terlebih bila hal tersebut sepenuhnya sangat tergantung kepada kehendak dan kekuasaan Allah SWT.

Kedua, jika memang benar upaya yang dilakukan oleh orang bernama Ashaf ini hanya berdoa memohon kepada Allah untuk memindahkan singgasana Ratu Bilqis dalam waktu sekejap mata, siapakah sebenarnya yang lebih dekat dan lebih mulia di sisi Allah di antara mereka? Bukankah yang paling mulia dan paling dekat dengan Allah SWT di antara mereka tentunya adalah Nabi Sulaiman sendiri? Jika upaya yang dilakukan hanya sekedar berdoa saja, tentunya Nabi Sulaiman bisa melakukannya sendiri, karena justru beliaulah orang yang paling berhak untuk melakukannya dan paling makbul doanya untuk didengar dan dikabulkan oleh Allah. Lalu mengapa Nabi Sulaiman harus menggantungkannya kepada orang lain? Sekali lagi, penafsiran ini tidaklah masuk akal.

Dalam kajian ini, bukannya penulis tidak mempercayai sesuatu yang bersifat ghaib atau supranatural, seperti mukjizat atau keajaiban, terlebih apabila hal tersebut berasal dari Allah. Juga bukan pula karena mau sok ilmiah, namun perlu untuk kita cermati bahwa peristiwa pemindahan singgasana Ratu Bilqis dalam waktu sekejap mata tersebut bukanlah suatu peristiwa yang sederhana yang bisa dijelaskan begitu saja secara dangkal, dimana dengan doa semuanya selesai atau semuanya beres. Lalu untuk apa orang bernama Ashaf ini dikatakan dalam Al-Qur’an mempunyai ilmu dari al-Kitab kalau yang dilakukannya hanya sekedar berwudhu dan berdoa dimana semua orang bisa melakukannya?

Fakta yang telah disyaratkan Al-Qur’an adalah ’Ifrit dari golongan jin mampu memindahkan singgasana itu karena mengandalkan kekuatannya, sementara manusia yang jauh lebih lemah ternyata mampu memindahkannya dengan cara yang jauh lebih cepat lagi, yaitu hanya dalam waktu sekejap mata. Dengan cara apakah manusia atau seorang bernama Ashaf ini mampu memindahkannya? Jawabannya tentu saja dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya karena bukankah telah diisyaratkan di dalam Al-Qur’an bahwa kemampuan Ashaf ini diperoleh karena ia memiliki ilmu dari al-Kitab. Menurut sebagian penafsir, bahwa al-Kitab yang dimaksud adalah kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud. Namun penulis menduga bahwa yang dimaksud al-Kitab tersebut adalah manuskrip ilmu pengetahuan yang diwariskan oleh kedua nabi tersebut. Mengingat Nabi Musa sendiri diketahui adalah orang yang paling cerdas dan berilmu di zamannya. Selama tinggal di istana Fir’aun, dari kecil hingga dewasa, Nabi Musa banyak mempelajari manuskrip-manuskrip kuno milik bangsa Mesir kuno yang berisi catatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi yang telah berhasil dicapai oleh umat manusia di masa lampau, seperti mungkin teknologi pembangunan piramid dan juga teknologi kelistrikan yang konon kabarnya telah berhasil dicapai oleh bangsa Mesir kuno. Begitu pula dengan Nabi Daud. Ia juga adalah seorang yang sangat cerdas dan mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi, terutama dalam bidang metalurgi atau pengolahan logam.

Kita memang tidak tahu dengan pasti al-Kitab macam apakah yang dikuasai oleh pengikut Nabi Sulaiman bernama Ashaf bin Barkhiya ini, yang jelas Al-Qur’an telah mengisyaratkan bahwa kelebihan orang ini dibandingkan yang lainnya adalah ia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dapat langsung diaplikasikan atau dibuktikan, dimana sebelum Ashaf menjanjikan kepada Nabi Sulaiman, tentunya ia telah menguji coba atau melakukan serangkaian eksperimen terlebih dahulu dan berlangsung sukses, sehingga dengan yakinnya ia kemudian bisa menjanjikan kepada Nabi Sulaiman, pemindahan singgasana Ratu Bilqis tersebut dapat berlangsung hanya dalam waktu sekejap mata. Peristiwa pemindahan singgasana dengan teknologi yang sangat fantastis ini membuktikan bahwa peradaban bangsa Bani Israel di zaman Nabi Sulaiman telah demikian sangat maju dan canggihnya, sekaligus bukti bahwa Allah melebihkan derajat orang-orang yang mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mengapa penulis cenderung lebih beranggapan bahwa peristiwa pemindahan singgasana Ratu Bilqis dalam waktu sekejap mata adalah masalah ilmu pengetahuan dan teknologi? Karena secara konsep ilmu fisika, pemindahan materi dari jarak jauh dalam waktu sekejap adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi. Hal tersebut adalah sesuatu yang masuk akal dan memang bisa direalisasikan jika kita memang benar-benar mengetahui dan menguasai ilmunya atau rahasianya. Sejumlah penelitian dan eksperimen ke arah sana telah mulai dilakukan oleh para ilmuwan di sejumlah negara maju, dan mereka telah memperoleh sedikit kemajuan, meskipun kemajuan tersebut baru dalam tahap awal yang masih sangat mendasar sifatnya.

Pada prinsipnya, teleportasi sendiri adalah mentransfer materi dari satu titik ke titik lainnya. Selama ini istilah teleportasi hanya dikenal dalam cerita sains fiksi, sementara dalam ilmu fisika kemungkinan itu masih dalam sebatas teori. Ide umum dari teleportasi ini adalah obyek yang akan dipindahkan lebih dulu di-scanning untuk mengekstrak seluruh informasi atom-atom penyusunnya sebelum dilakukan proses dematerialisasi atau penguraian, dan kemudian informasi detil dari konfigurasi atom yang telah diekstrak ini ditransmisikan atau dikirimkan ke lokasi yang berbeda dalam bentuk gelombang untuk direkonstruksi kembali. Dengan cara seperti ini, maka jarak dan waktu tidak lagi mempengaruhi perjalanan atau perpindahan obyek tersebut, atau dengan kata lain proses ini tidak membutuhkan waktu tempuh dan tidak dipengaruhi oleh berapa pun jauhnya jarak antara kedua tempat tersebut. Karena pada saat proses dematerialisasi terjadi di suatu titik, maka secara bersamaan di titik tujuannya tengah terjadi proses rekonstruksi kembali. Jadi proses dematerialisasi dan rekonstruksi itu terjadi secara bersamaan. Tapi saat disusun kembali, materi yang digunakan mungkin bukan berasal dari yang aslinya, melainkan replikanya yang berasal dari atom-atom yang memiliki sifat serupa, yang secara sama persis menyusun kembali sesuai dengan bentuk aslinya.

Sebelumnya, para ilmuwan fisika masih menganggap teleportasi adalah suatu hal yang mustahil, namun pada tahun 1993, ide teleportasi mulai berpindah dari dunia sains fiksi ke dalam dunia fisika teoritis dan eksperimen. Pada tahun itu, seorang ahli fisika bernama Charles H. Bennet bersama sebuah tim peneliti yang berasal dari IBM, mengkonfirmasikan bahwa quantum teleportation secara prinsip dapat dilakukan, tapi dengan konsekuensi hanya jika obyek aslinya yang akan diteleportasikan musnah. Pernyataan ini pertama kali diungkapkan oleh Bennet dalam sebuah pertemuan di American Physical Society pada bulan Maret 1993, yang lalu diikuti oleh sebuah laporan hasil eksperimen pada tanggal 29 Maret 1993 dalam Physical Review Letters, yang membuktikan eksperimen teleportasi terhadap photon berhasil dilakukan. Sejak saat itu, sejumlah eksperimen dengan menggunakan photon pun makin membuktikan bahwa quantum teleportationadalah sebuah fakta yang mungkin terjadi.

Di tahun 1998, sekelompok fisikawan dari California Institute of Technology (Caltech), bersama dua kelompok ilmuwan Eropa, mencoba kembali mewujudkan ide pihak IBM dengan kembali sukses menteleportasikan sebuah photon (photon adalah sebuah partikel energi cahaya). Para ilmuwan Caltech ini berhasil membaca struktur “atomik” dari sebuah photon, lalu mengirimkan informasi tersebut melintasi kabel koaksial sepanjang 1 meter dan membuat replika dari photon tersebut di tempat yang baru. Seperti yang diprediksi, photon aslinya lenyap tepat pada saat replikanya dibuat. Dengan kata lain, teleportasi adalah sebuah paket analisis struktur atom dari sebuah obyek yang akan dipindahkan dari ruang transporter awal ke lokasi lain atau ke ruang transporter lain, dimana replikanya akan disusun kembali. Pada saat mesin teleportasi menyusun kembali kopian atau replika obyek aslinya di tempat yang baru, maka pada saat yang sama mesin tersebut juga akan melakukanscanning terhadap obyek aslinya sambil mengurai dan memusnahkannya.

Eksperimen teleportasi berikutnya terjadi di tahun 2002, ketika para peneliti di Australian National University berhasil menteleportasikan seberkas sinar laser. Tetapi eksperimen teleportasi terbaru yang paling sukses terjadi pada tanggal 4 Oktober 2006 di Niels Bohr Institute, Copenhagen, Denmark. Dr. Eugene Polzik dan timnya telah berhasil menteleportasikan paket informasi dalam seberkas sinar laser ke dalam sebuah awan atom. Menurut Polzik, eksperimen ini adalah satu langkah maju karena untuk pertama kalinya eksperimen teleportasi melibatkan antara cahaya dan materi, dua obyek yang berbeda. Satu membawa informasi dan satunya lagi sebagai medium perantara. Informasi ini berhasil diteleportasikan sejauh sekitar setengah meter.

Apa yang telah dicapai oleh para ilmuwan tersebut memang masih sangat jauh dari pengembangan teknologi teleportasi yang telah berhasil dicapai oleh umat Nabi Sulaiman sekitar 3.000 tahun yang lalu. Namun setidaknya, eksperimen-eksperimen tersebut menunjukkan kepada kita bahwa peristiwa teleportasi adalah suatu hal yang sangat mungkin terjadi dari segi ilmiah dan bukan hanya merupakan khayalan belaka. Eksperimen-eksperimen tersebut juga secara tidak langsung merupakan langkah awal untuk membuktikan kebenaran ilmiah Al-Qur’an dan untuk menyadarkan kita agar membuang jauh-jauh penafsiran yang cenderung bersifat tahayul atau khurafat yang hanya membuat pemahaman dan pemikiran umat Islam menjadi dangkal sehingga “tumpul” dan tidak lagi peka dalam membaca isyarat-isyarat ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Saat ini memang eksperimen-eksperimen teleportasi baru bisa dilakukan atau diujicobakan terhadap photon, dan belum bisa dilakukan terhadap materi atau obyek yang lebih tinggi atau lebih komplek tingkatannya dari photon, sehingga kemampuan untuk memindahkan suatu obyek dari satu tempat ke tampat yang lain dengan cara teleportasi belum bisa dilakukan. Sebabnya adalah karena para ilmuwan masih belum mampu atau belum mengetahui cara untuk mengidentifikasi secara tepat posisi atom-atom yang menyusun suatu obyek pada saat berlangsungnya proses scanning. Padahal mengetahui secara tepat posisi atom-atom penyusun suatu obyek adalah syarat utama dalam prosesscanning agar tidak terjadi kesalahan penempatan dalam penyusunan atau proses rekonstruksi kembali di tempat tujuan.

Pemetaan posisi atom-atom secara tepat memang belum bisa dilakukan karena bertentangan dengan Hukum Ketidakpastian Heisenberg (Heisenberg Uncertainty Principle) dalam mekanika quantum, yang menghalangi segala bentuk pengukuran atau proses scanning terhadap semua informasi yang diekstraksi dari sebuah atom atau obyek. Berdasarkan prinsip-prinsip yang diformulasikan pada tahun 1927 oleh fisikawan Jerman bernama Werner Heisenberg tersebut adalah tidak mungkin untuk menetapkan secara bersamaan posisi dan momentum sebuah partikel, seperti sebuah elektron misalnya, secara persis. Sehingga semakin akurat penentuan sebuah partikel maka akan semakin menghasilkan suatu ketidakpersisan dalam pengukurannya. Jadi makin akurat sebuah obyek di-scanning, semakin ia “terganggu” oleh proses scanning tersebut. Jadi makin kita ingin mengetahui secara persis posisi yang sebenarnya dari lokasi sebuah atom, maka semakin “terganggu” dan tidak pasti dimana atom tersebut berada, sehingga akhirnya kita tidak dapat mengekstrak cukup informasi penyusun dari suatu obyek untuk dibuat replikanya. Berdasarkan prinsip tersebut maka untuk membuat replika yang sama persis dari suatu obyek yang pertikel terkecilnya telah diuraikan tak akan pernah bisa disusun kembali.

Namun begitu, kita harus optimis bahwa suatu saat nanti kendala teknologi tersebut dapat ditemukan solusinya, sehingga teknologi teleportasi akan dapat dicapai dan diwujudkan oleh umat manusia, terlebih bila pencapaian itu berhasil dilakukan oleh umat Islam sendiri. Teknologi teleportasi bukanlah khayalan atau suatu hal yang mustahil bagi manusia karena teknologi tersebut telah jelas-jelas diisyaratkan dalam kitab suci Al-Qur’an lewat peristiwa pemindahan singgasana Ratu Bilqis di zaman Nabi Sulaiman yang dilakukan oleh seorang manusia yang mempunyai ilmu dari al-Kitab alias menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa teknologi teleportasi sesungguhnya dapat dicapai dan dikuasai oleh umat manusia, dimana teknologi ini jauh lebih baik dari kemampuan yang dimiliki oleh bangsa jin. Pencapaian teknologi teleportasi juga merupakan salah satu bukti keunggulan manusia yang berilmu dibandingkan dengan bangsa jin, meskipun itu dari golongan jin yang paling cerdik sekalipun.

Misteri Eksperimen Philadelphia 

Kisah Eksperimen Philadelphia sebenarnya masuk ke dalam ranah topik teori konspirasi. Subyek ini telah lama menjadi kontroversi dan bahan perdebatan. Fakta sebenarnya di balik eksperimen ini memang tidak pernah diketahui publik. Banyak informasi aneh yang beredar sehubungan dengan eksperimen misterius ini. Sebagian orang ada yang menganggap kisah eksperimen ini adalah hoax alias kebohongan atau rumor yang memang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu. Ada pula yang menganggapnya sebagai mitos dari kebudayaan modern, seperti halnya mitos tentang “Area 51”. Namun bagi penganut teori konspirasi, eksperimen ini adalah suatu fakta sejarah yang menunjukkan bahwa semasa Perang Dunia II, pihak Amerika diam-diam telah berhasil melakukan eksperimen rahasia mengenai invisibility atau teleportasi.

Terlepas dari benar-tidaknya, saya sendiri menganggap bahwa eksperimen ini memang tidak dapat dijadikan sebagai fakta pendukung ataupun bukti kuat bahwa teknologi teleportasi telah berhasil dicapai atau ditemukan kembali oleh pemerintah Amerika, karena terlalu banyak versi dan juga narasumber yang mengisahkan tentang peristiwa Eksperimen Philadelphia ini, dimana masing-masing versi tersebut saling bertentangan satu sama lain dan tak didukung oleh bukti-bukti yang kuat selain hanya berdasarkan cerita-cerita atau kesaksian yang mungkin bisa dikarang-karang sendiri. Namun apabila benar, kisah ini setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita atau memperkaya kesimpulan kita seputar masalah teleportasi, mengingat pencapaian ini bukanlah suatu hal yang mustahil.

Secara umum dikisahkan bahwa Eksperimen Philadelphia yang dipimpin dan dikerjakan oleh Dr. Franklin Reno alias “Dr. Rinehart” ini didasari atas salah satu aspek dari Teori Penyatuan Medan atauUnified Field Theory yang dicetuskan oleh Albert Einstein pada era tahun 1920-an. Teori Penyatuan Medan dalam ilmu fisika adalah suatu konsep teoritis atau theoretical framework yang memungkinkan untuk menggabungkan atau menghubungkan semua interaksi gaya atau kekuatan yang ada di alam ke dalam satu bentuk rumus persamaan.

Penggabungan semua gaya atau kekuatan yang berjumlah empat itu disebut sebagai interaksi-interaksi (interactions) yang menghubungkan antara gaya gravitasi, elektromagnet, gaya nuklir kuat (strong nuclear force) yang mengikat inti atom agar tetap menyatu, dan gaya nuklir lemah (weak nuclear force) yang bertanggung jawab dalam proses peluruhan radioaktif, yang kesemuanya dideskripsikan ke dalam bentuk satu rumus persamaan. Keempat gaya atau kekuatan ini adalah yang menentukan atau menguasai interaksi semua materi di alam semesta. Rumus persamaan dari teori ini, jika berhasil ditemukan, akan memungkinkan untuk menjelaskan semua hubungan atau seluruh interaksi antar hukum-hukum fisika yang ada di alam semesta.

Namun begitu, selama puluhan tahun para ilmuwan berusaha keras, belum ada seorang pun, termasuk Einstein sendiri, yang berhasil merumuskan rumus persamaan bagi Teori Penyatuan Medan ini. Einstein sendiri selama 30 tahun terakhir hidupnya yang hanya berusaha untuk menemukan dan merumuskan hubungan antara dua gaya saja, yaitu gaya gravitasi dan elektromagnetik, tak pernah berhasil. Rumus persamaan yang baru berhasil ditemukan saat ini adalah interaksi antara gaya elektromagnetik dengan gaya nuklir lemah (weak nuclear force) yang kemudian disebut electroweak theory. Rumus ini ditemukan antara tahun 1967-68 oleh fisikawan Amerika, Steven Weinberg, dan fisikawan Pakistan, Abdus Salam, dengan menggunakan suatu teknik matematika yang disebut dengan gauge symmetry.

Padahal jika kita berhasil menemukan rumus persamaan bagi Teori Penyatuan Medan ini, maka akan diperoleh banyak aplikasi atau pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi yang dapat diwujudkan oleh umat manusia. Aplikasi dari teori ini akan memungkinkan kita untuk bisa melakukan banyak hal yang mustahil, antara lain seperti menolak gaya gravitasi (anti-gravity), menjadi tidak terlihat oleh mata (invisibility), berpindah tempat dalam waktu sekejap (teleportation), mengubah logam biasa menjadi emas (transmutation), berjalan menembus dinding seperti hantu, atau bahkan mungkin pergi ke masa depan atau pergi ke masa lalu (time travel), dan banyak lagi hal mustahil lainnya.

Sementara salah satu aspek dari Teori Penyatuan Medan yang diujicobakan oleh pihak AL Amerika dalam Eksperimen Philadelphia ini adalah aplikasi hubungan antara gaya elektromagnetik dan gravitasi untuk menciptakan efek invisibility pada kapal perang mereka agar tidak terlihat oleh musuh. Jika benar, hal ini menunjukkan bahwa pihak AL Amerika tampaknya secara diam-diam telah berhasil menemukan hubungan antara interaksi gaya elektromagnetik dengan gravitasi. Dalam eksperimen tersebut, pihak AL Amerika menggunakan generator listrik yang memiliki daya yang sangat besar yang dialirkan lewat kabel-kabel yang dililitkan ke seluruh badan kapal agar kapal tersebut mendapatkan efek medan elektromagnet yang akan membuatnya menjadi tidak terlihat alias menghilang dari pandangan (invisible).

Fakta yang telah diketahui, pihak AL Amerika memang pernah melakukan sejumlah eksperimen semasa Perang Dunia II. Banyak dari eksperimen tersebut yang dirahasiakan. Sebagian dari eksperimen tersebut bertujuan untuk aplikasi di bidang militer yang didasari atas penemuan-penemuan atau teori-teori terbaru dalam bidang ilmu fisika, termasuk di antaranya adalah Teori Penyatuan Medan dimana Einstein sendiri pernah terlibat di dalamnya. Fakta inilah yang tampaknya menjadi asal-mula dugaan dan kecurigaan bahwa AL Amerika telah melakukan eksperimen invisibilitypada tahun 1943. Versi berbeda dari aplikasi hubungan antara gaya elektromagnetik dan gravitasi konon juga pernah dilakukan oleh pihak Nazi Jerman pada akhir Perang Dunia II, dengan melakukan eksperimen rahasia untuk menciptakan mesin terbang anti-gravitasi.

Dalam Eksperimen Philadelphia ini, AL Amerika menggunakan sebuah kapal perusak (destroyer) bernama USS Eldridge (DE-173) sebagai obyek eksperimennya. Eksperimen ini dilakukan di galangan kapal AL Amerika yang berada di Philadelphia (Philadelphia Naval Shipyard). Persiapan hingga uji coba telah dimulai sejak awal musim panas tahun 1943. Pada uji coba yang pertama, kapal USS Eldridge berhasil dibuat menghilang dalam arti sebenarnya, bukan hilang dalam arti tidak terdeteksi oleh radar. Sejumlah saksi mata melaporkan adanya “kabut kehijauan” yang muncul di sekitar lokasi kejadian menyelimuti kapal perusak tersebut. Pada saat kapal USS Eldridgemenghilang dari pandangan, permukaan air tempat kapal tersebut berlabuh terlihat ada legokan yang berbentuk dan seukuran lambung kapal USS Eldridge yang menandakan bahwa kapal perusak tersebut sebenarnya masih berada di tempatnya, namun tidak terlihat. Persis seperti dalam film sains fiksi “Predator” (1987).

Setelah melakukan sejumlah evaluasi dan penyetelan ulang terhadap peralatan yang digunakan, AL Amerika kembali mengulangi eksperimen tersebut. Namun kali ini dengan melibatkan awak kapal USS Eldridge sendiri, meskipun para awak kapal tersebut tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi terhadap diri mereka. Dalam uji coba kali ini, saat generator dinyalakan dan tombol dihidupkan, kapal USS Eldridge tidak hanya kembali berhasil dibuat tidak terlihat, namun secara fisik berhasil dibuat menghilang dari tempatnya semula dalam sebuah kilatan cahaya berwarna biru, dan diteleportasikan ke pelabuhan Norfolk, di Virginia, yang berjarak lebih dari 200 mil jauhnya. Kemunculan kapal USSEldridge di tempatnya yang baru itu konon sempat disaksikan oleh sejumlah kapal dagang Inggris yang saat itu tengah berlabuh. Setelah menghilang dan berpindah tempat selama sekitar 10 detik, kapal perusak ini pun lalu muncul kembali di tempatnya semula, di pelabuhan Philadelphia.

 
Kapal USS Eldridge tak hanya berhasil dibuat menghilang dari pandangan,
tetapi juga berhasil diteleportasikan ke pelabuhan Norfolk, di Virginia. 

Banyak versi yang kemudian menceritakan tentang efek yang dialami oleh awak kapal perusak USSEldridge pasca eksperimen misterius itu. Sejumlah awaknya ditemukan tengah terbakar. Sebagian lainnya terlihat berubah menjadi orang gila dan menderita kelainan mental atau kelainan saraf.Semuanya tampak sakit. Sebagian ada yang terkena serangan jantung. Sebagian lainnya tergeletak mati atau pingsan. Tetapi yang paling aneh, sebagian dari mereka yang tengah berada di dalam kapal ditemukan tubuhnya telah menyatu secara fisik dengan struktur badan kapal, seperti terbenam separuh badan di atas lantai dek atau menyatu sebagian tubuhnya dengan dinding besi kapal. Sejumlah laporan bahkan mengatakan bahwa ada beberapa awak kapal yang tidak kelihatan atau benar-benar menghilang dan tidak pernah terlihat lagi.

Mereka semua, para awak kapal USS Eldridge, kemudian dibawa ke rumah sakit AL Bethesda, tanpa boleh diketahui ataupun berkomunikasi dengan siapa pun. Sebagian dari mereka kemudian didakwa sakit mental dan diberhentikan dari dinas AL. Sebagian yang lainnya meninggal dunia secara misterius. Mereka yang bertahan hidup menderita sejumlah kelainan yang tidak pernah dapat disembuhkan kembali. Menurut keterangan sejumlah saksi mata yang melihat kondisi awak kapal perusak USS Eldridge pasca eksperimen, diketahui ada awak yang menjadi kembar. Ada yang tidak terlihat tapi keberadaannya bisa dirasakan, seperti dalam film “Hollow Man”. Ada yang terlihat seperti orang mabuk karena berdiri dan berjalan sempoyongan. Ada yang tubuhnya terbakar oleh api aneh selama beberapa hari. Ada yang bisa melayang di udara. Ada yang mampu berjalan menembus tembok, bahkan ada yang menghilang atau tidak terlihat secara temporary atau permanen. Tetapi ada pula yang menganggap bahwa seluruh awak kapal USS Eldridge sebenarnya telah dicuciotaknya oleh pihak pemerintah Amerika dengan tujuan untuk merahasiakan atau menutup-nutupi kisah sebenarnya di balik eksperimen misterius tersebut.

Sedikitnya ada tiga kesimpulan yang dapat kita ambil dan pelajari dari kisah tentang Eksperimen Philadelphia ini bila seandainya kisah tersebut memang benar-benar pernah terjadi dan merupakan sebuah fakta sejarah. Pertama adalah teknologi teleportasi hanya dapat digunakan untuk memindahkan obyek benda mati dan tidak dapat digunakan untuk memindahkan obyek mahluk hidup, baik berupa manusia atau hewan. Tidak dapat digunakan bukan karena tidak bisa dilakukan, melainkan karena efek yang diakibatkannya, seperti yang dialami oleh para awak kapal USS Eldridgepasca eksperimen. Hal ini mungkin disebabkan karena molekul-molekul dari tubuh manusia atau mahluk hidup senantiasa bergerak, seperti misalnya darah yang selalu beredar dan jantung yang selalu berdetak tanpa bisa dihentikan, sehingga menyulitkan dalam proses scanning dan penyusunan kembali atom-atomnya. Adanya awak kapal yang ditemukan dalam keadaan tubuhnya menyatu secara fisik dengan dinding atau lantai dek kapal mungkin disebabkan karena pada saat tengah berlangsungnya proses teleportasi, awak kapal tersebut sedang bergerak dan bukannya dalam keadaan diam, sehingga pada saat proses scanning, pemecahan dan penyusunan kembali atom-atom kapal beserta isinya, informasi dari atom penyusun tubuh kapal dan awaknya menjadi saling tumpang-tindih. Hal ini berbeda dengan benda mati yang selalu berada dalam keadaan relatif diam atau tetap pada tempatnya.

Ini pula sebabnya mengapa kemungkinan untuk menteleportasikan manusia atau hewan tidak dicontohkan atau tidak diisyaratkan dalam Al-Qur’an. Sementara peristiwa teleportasi yang terjadi di zaman Nabi Sulaiman adalah merupakan kejadian pemindahan obyek yang berupa benda mati, yaitu singgasana Ratu Bilqis, dan tidak ada mahluk hidup yang turut dipindahkan dalam peristiwa tersebut. Selain itu, dapat dibayangkan sendiri betapa sulit dan rumitnya proses teleportasi terhadap manusia, mengingat mesin teleportasi tersebut harus mampu menyusun kembali secara persis dan tepat dengan menganalisis seluruh atom (1028 atom) penyusun tubuh manusia. Selain organ-organ dan molekul-molekul yang ada di dalam tubuh manusia itu selalu bergerak aktif, saat mereplikasi setiap molekul penyusun tubuh manusia tidak boleh ada yang meleset 1 milimeter pun, karena jika tidak, maka resikonya manusia yang diteleportasikan, setelah disusun kembali akan mengalami sejumlah kelainan sistem saraf (neurologik) atau masalah psikologis seperti yang dialami oleh para awak kapal USS Eldridge.

Apabila kita mau mencermati secara lebih teliti kisah pemindahan singgasana Ratu Bilqis yang terdapat dalam Al-Qur’an, proses teleportasi yang dilakukan oleh Ashaf bin Barkhiya sendiri ternyata juga tidak berlangsung secara sempurna pada saat penyusunan atau rekonstruksi kembali atom-atom singgasana Ratu Bilqis. Isyarat ini terbaca dari perkataan Nabi Sulaiman dalam surat An Naml ayat 41 - 42.

“Dia berkata: “Robahlah baginya singgasananya, maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya). Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku....” (QS. An Naml (27): 41-42). 

Nabi Sulaiman ternyata memerintahkan untuk mengubah atau sedikit memodifikasi singgasana Ratu Bilqis setelah beliau menyaksikan sendiri bagaimana singgasana itu berhasil dipindahkan dalam waktu hanya sekejap mata lewat proses teleportasi. Saya katakan “sedikit” dimodifikasi dan bukannya dirubah total adalah karena pada ayat berikutnya, Ratu Bilqis ternyata masih “sedikit” mengenali singgasananya.

Jika Nabi Sulaiman memang bertujuan ingin memberikan semacam “surprise” kepada Ratu Bilqis, seharusnya ia tidak memodifikasi singgasana Ratu Bilqis, karena dengan begitu Ratu Bilqis akan langsung mengenalinya dan semakin takjub dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai oleh Nabi Sulaiman dan umatnya yang mampu memindahkan suatu benda dari jarak jauh dalam waktu sekejap mata. Tetapi ternyata Nabi Sulaiman memerintahkan untuk sedikit mengubahnya, kenapa? Jawabannya karena proses teleportasi yang dilakukan oleh Ashaf meskipun berhasil memindahkan singgasana Ratu Bilqis dalam waktu sekejap mata, namun teknologi tersebut ternyata tidak berhasil secara sempurna menyusun kembali atom-atom singgasana Ratu Bilqis secara persis pada tempatnya semula, sehingga perlu adanya sedikit modifikasi untuk menutupi ketidaksempurnaan proses tersebut. Dari kejadian ini dapat kita ketahui bahwa tampaknya Prinsip Ketidakpastian Heisenberg masih belum bisa diatasi secara sempurna oleh Ashaf bin Barkhiya.

Kedua, ini semacam alternatif teori yang agak sedikit berbeda dari penjelasan mengenai proses teleportasi yang sudah dijelaskan sebelumnya, dan sepertinya tidak bertentangan dengan Hukum Ketidakpastian Heisenberg. Jadi, proses teleportasi itu mungkin sebenarnya bukanlah dengan cara di-scan untuk memetakan posisi atom-atom suatu obyek, lalu dipecah (dematerialisasi), ditransfer ke lokasi berbeda dalam bentuk gelombang, dan kemudian disusun kembali replikanya di tempat yang baru, melainkan adalah dengan cara mengkondisikan suatu obyek yang akan dipindahkan sehingga terbebas dari pengaruh efek ruang (dimensi) – ini mungkin bisa dijelaskan lewat Teori Penyatuan Medan atau Teori Relativitas – misalnya dengan melingkupi obyek tersebut dengan medan elektromagnetik yang sangat kuat sehingga obyek tersebut dapat menembus ruang antar dimensi, lalu dengan menentukan semacam titik perpotongan atau menyatukan antara koordinat lokasi obyek semula dengan lokasi yang baru menjadi satu titik – hal ini bisa dilakukan dengan cara “melengkungkan” dimensi ruang, maka obyek tersebut pun bisa dipindahkan tanpa harus memecah dan menyusun kembali atom-atomnya. Prinsip kerjanya sama seperti mesin waktu, hanya saja jika mesin waktu bekerja dengan mempengaruhi ruang-waktu, maka teleportasi hanya ruang saja. Namun ini hanyalah baru sebatas pemikiran atau dugaan yang perlu dikaji lebih lanjut kemungkinannya.

Ketiga, fakta tentang peristiwa pemindahan singgasana Ratu Bilqis lewat cara teleportasi secara tidak langsung menunjukkan bahwa umat di zaman Nabi Sulaiman telah mengenal atau bahkan mungkin telah berhasil memecahkan rumus persamaan Teori Penyatuan Medan, dan berhasil mengaplikasikan teori tersebut ke dalam bentuk teknologi tepat guna. Tidak heran apabila kejayaan kerajaan Nabi Sulaiman tidak ada yang bisa mengalahkan atau menandinginya hingga akhir zaman nanti, salah satunya adalah karena Nabi Sulaiman dan umatnya telah menguasai Teori Penyatuan Medan. Penguasaan akan pengetahuan mengenai Teori Penyatuan Medan ini akan membuat seseorang yang memilikinya tidak hanya mampu menaklukkan alam semesta dengan memanipulasi hukum-hukum fisika, tetapi juga mampu menguasai dan memperbudak bangsa jin yang berada di alam dimensi lain.

Wajar bila di tengah puncak kejayaannya, Nabi Sulaiman berdoa memohon kepada Allah agar kemampuan atau penguasaan ilmu pengetahuan yang dimilikinya itu tidak diberikan kepada siapa pun juga sepeninggalnya.

“Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shaad (38): 35) 

Tentu bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila teknologi dan pengetahuan tingkat tinggi tersebut sampai jatuh ke tangan seseorang yang berwatak jahat, seperti misalnya Dajjal al-Masih di akhir zaman nanti. Saya sendiri berkeyakinan bahwa saat ini orang-orang Zionis Yahudi bersama Dajjal al-Masih di tempat persembunyiannya tengah berupaya untuk dapat menemukan dan menguasai kembali ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi yang pernah dimiliki oleh Nabi Sulaiman tersebut untuk mewujudkan cita-cita besar mereka, yaitu menguasai dunia. Wallahua’lam. 

Daftar Pustaka :

  • Roach, John. 2003. Physicists Teleport Quantum Bits Over Long Distance. National Geographic News. http://news.nationalgeographic.com  
  • Ventura, Tim. 2005. Einstein’s Antigravity. http://www.americanantigravity.com

PENEMUAN HARTA KARUN RATU BALQIS

Cerita raja cantik Ratu Balqis atau juga Ratu Sheba sangat menarik untuk di ikuti, banyak film yang mengangkat tentang kecantikan ratu Balqis, selain kecantikannya yang sangat tersohor ratu ini memiliki harta yang sangat banyak, dan masih menjadi misteri dimanakah kekayaanya di simpan, seperti halnya kekayaannya Raja Sulaeman.

Arkeolog dari Inggris mengklaim telah menemukan tambang harta karun milik Ratu Sheba, yang juga sohor dengan sebutan Ratu Bilqis dari Kisah Nabi Sulaiman yang tertera dalam sejarah Habeshan, Injil, dan Al Quran.

Ia diyakini pemimpin kerajaan kuno Sheba. Wilayah kekuasaannya meliputi Ethiopia dan Yaman di era modern.Seperti dimuat situs sains, Discovery.com, 15 Februari 2012, tambang emas Sang Ratu ditemukan tersembunyi di sebuah bukit di dataran Gheralta, utara Ethiopia. Sebuah lokasi tambang yang belum pernah di eksplorasi sebelumnya, di teritorial kerajaan Sheba yang pernah berkuasa selama 3.000 tahun.

"Salah satu yang saya sukai dari arkeologi adalah, kemampuannya berhubungan dengan legenda dan mitologi. Fakta bahwa kami mungkin menemukan tambang Ratu Bilqis sangat luar biasa," kata Louise Schofield, arkeolog sekaligus kurator museum Inggris, kepada The Observer.

Berdasarkan Perjanjian Lama, Ratu Sheba menempuh perjalanan panjang dari kerajaannya yang misterius untuk menemui Raja Sulaiman di Yerusalem. Ratu itu membekali diri dengan para pengiring, unta yang membawa muatan sarat rempah, emas, dan batuan berharga.

Bertemu dengan Sulaiman, Ratu Sheba terpukau dengan kebijaksanaan Sang Nabi, juga kemegahan kerajaannya. Sebelum pergi, ia memberi hadiah 120 talen emas, atau setara dengan 4,5 ton!

Legenda menyebut, ia melahirkan anak Sulaiman. Keturunannya, Menelik, menjadi raja-raja Abyssinia.

Schofield menemukan tambang kuno tersembunyi di balik batu 20 kaki yang diukir dengan gambar matahari dan bulan sabit. "Simbol dari negeri Sheba," kata dia.
"Saya merangkak di bawah batu, waspada dengan ular kobra yang disebut tinggal di sini, dan berjumpa dengan sebuah prasasti Bahasa Sheba, bahasa yang dipakai Sang Ratu."

Terkubur sekitar empat meter di bawah permukaan bukit dikelilingi oleh burung bangkai, terowongan menampilkan simbol tengkorak kuno di pintu  masuknya. Menurut Schofield, itu adalah pahatan Sheba. Ia menambahkan, keberadaan struktur tambang kuno itu tak disadari, meski faktanya, penduduk setempat mendulang emas di sungai yang ada di dekatnya.

Tak jauh dari lokasi tambang, arkeolog menemukan sisa-sisa kolom dan batu halus berukir yang mungkin adalah bagian dari sebuah kuil terkubur, yang diyakini didedikasikan untuk Dewa Bulan Sheba. Situs dari medan peperangan, lengkap dengan tulang kuno, juga ditemukan di dekatnya.

Ukuran yang tepat dari tambang, yang pintu masuk terhalang oleh batu besar, belum ditentukan. Namun, uji yang dilakukan oleh seorang pencari emas mengarah ke dugaan, ada ruang luas di bawah tanah, dengan terowongan yang cukup besar untuk dilalui dengan berjalan kaki.

Penggalian situs besar-besaran akan dilakukan setelah Schofield mendapatkan sumber pendanaan yang diperlukan.

The Observer.

Para Ahli Genetika Temukan Jejak Ratu Balqis

Para ilmuwan yang berhasil membongkar DNA orang-orang Ethiopia modern menemukanberbagai petunjuk yang mengarah pada kebenaran legenda Ratu Sheba,yang dalam tradisi Islam juga dikenal dengan Ratu Balqis.

Dalam hikayat disebutkan bahwa Ratu Sheba mengunjungi Jerusalemdan memiliki anak, Menelik, dengan Raja Sulaiman dari Israel, sekitar 3.000tahun yang lalu.

Para peneliti genetika dari Inggris dan Ethiopia mengatakan genomorang-orang Ethiopia sangat mirip dengan orang-orang Israel dan Suriah danpercampuran genetika diketahui dimulai kira-kira 3.000 tahun lalu. Profesor Chris Tyler-Smith, pakar dari Inggris yang melakukan penelitianmengatakan, genetika bisa menjadi petunjuk kejadian sejarah.

"Dengan menganalisis genetika orang-orang Ethiopia dan beberapaorang dari kawasan Afrika lain, kita bisa mengetahui bahwa gen masuk keEthiopia sekitar 3.000 tahun lalu dan ini sesuai dengan hikayat RatuSheba," papar Tyler-Smith.

Sejarah Migrasi Manusia

Luca Pagani, pakar dari Universitas Cambridge yang juga terlibat dalampenelirian ini menambahkan, "Bukti genetika yang kami temukan jelasmendukung kebenaran legenda Ratu Sheba."

Mengomentari temuan ini, Dr Sarah Tishcoff dari Jurusan Biologi danGenetika Univeristas Pennsylvania, Amerika Serikat, mengatakan, Ethiopia akanmenjadi kawasan penting untuk diteliti di masa depan. 


"Penelitian ini mengungkap sejarah Ethiopia, baik di masa sekarangmaupun di masa lalu. Kawasan Ethiopia memainkan perang penting dalam sejarahmigrasi manusia," kata Tishcoff.

Legenda Ratu Sheba dan Raja Sulaiman tercantum dalam buku Ethiopia, KebraNagast atau Kejayaan Raja-Raja, yang ditulis pada abad ke-13. Nama Ratu Sheba atau Ratu Balqis juga disebut di Injil dan Quran.

BEDA JIN, SETAN DAN IBLIS

Alam jin adalah alam yang berdiri sendiri, ia terpisah dan berbeda dengan alam manusia namun keduanya hidup dalam dunia yang sama, kadang tinggal dalam rumah yang dibangun atau di diami manusia. Keduanya pun mempunyai kesamaan yakni berkewajiban untuk beribadah kepada Allah: “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanyalah untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz-Dzariyat 51:56).

Menurut Ibnu Aqil sebagaimana dikutip asy-Syibli dalam bukunyaAkam al-Marjan fi Ahkam al- Jann, mengatakan bahwa makhluk ini disebut dengan jin karena secara bahasa jin artinya yang tersembunyi, terhalang, tertutup. Disebut jin, karena makhluk ini terhalang (tidak dapat dilihat) dengan kasat mata manusia. Oleh karena itu, bayi yang masih berada di dalam perut ibu, disebut janin (kata janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yakni jann) karena ia tidak dapat dilihat dengan mata. Demikian juga orang gila dalam bahasa Arab disebut dengan majnun (dari kata jann juga) karena akal sehatnya sudah tertutup dan terhalang.

Sedangkan kata syaithan, dalam bahasa Arab berasal dari katasyathona yang berarti ba’uda (jauh, yakni yang selalu menjauhkan manusia dari kebenaran). Kemudian kata syaithan ini digunakan untuk setiap mahluk berakal yang durhaka dan membangkang (kullu ‘aat wa mutamarrid). Pada awalnya istilah setan (syaitan) ini diberikan kepada salah satu golongan jin (Iblis) yang beribadah kepada Allah dan tinggal bersama dengan malaikat di dalam surga. Akan tetapi ketika mereka menolak untuk sujud kepada Adam karena membangkang kepada perintah Allah, maka diusirnya dari surga dan sejak itu ia menjadi makhluk yang terkutuk sampai hari kiamat kelak.

Tidak semua jin adalah Setan (syaitan). Karena, jin juga ada yang shaleh, ada yang mukmin. Jadi setan hanyalah ditujukkan untuk jin yang membangkang (kafir, munafik, musyrik dst). Demikian juga tidak semua setan adalah jin. Karena dalam surat an-Nasditegaskan, bahwa setan juga ada dari golongan manusia. Setiap manusia yang membangkang, durhaka dan selalu menjauhkan manusia lainnya dari petunjuk Allah, mereka dinamakan syaithan.

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shaleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.(al-Jin 72:11)

Dilihat dari struktur kalimat, atau dalam tinjauan kaidah sharfiyah,setan (syaitan) merupakan bentuk kalimat isim ‘alam (nama sesuatu) dia adalah laqab (gelar) yang diberikan Allah kepada setiap mahluk yang berakal (jin dan manusia) yang membangkang terhadap perintah Allah. Oleh karenanya penyebutan syaitan (setan) dapat dikenakan kepada jin dan manusia sebagaimana tersurat dalam ayat-ayat diatas.

Merujuk kepada kisah Adam dan Iblis dari ayat 12-20 surat al-‘Araf, gelar setan diberikan Allah untuk pertama kalinya kepada Iblis tatkala dia menyatakan alasan penolakan untuk sujud kepada Adam. Dan pada surat Thaha 20:117 , Allah memberi peringatan kepada Adam bahwa mahluk yang terkutuk itu akan menjadi musuh Adam dan Istrinya. Dan pada surat Yasin 36:60 , Allah menegaskan kembali gelar setan diberikan kepada musuh Adam tersebut dan dijadikan peringatan bagi anak cucu Adam. Berikut runtut ayat-ayat dimaksud yang artinya;

1. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya”. (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang dzalim”. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. (Al-‘Araf 7:12-20)

2. Maka kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.(Thaha 20:117)

3. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”, (Yasin 36: 60)
Adapun Iblis terambil dari kata al-balas yang berarti orang yang tidak mempunyai kebaikan sedikitpun (man la khaira ‘indah), atau terambil dari kata ablasa yang berarti putus asa dan bingung (yaisa wa tahayyara). Disebut iblis (putus asa) karena mereka merasa putus asa dengan rahmat Allah, juga disebut iblis lantaran mereka tidak pernah berbuat kebaikan sedikitpun. Menurut satu riwayat, dahulunya iblis ini bernama Naail, akan tetapi sejak ia membangkang dan menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam, ia dirubah nama menjadi Syaithan.

Minggu, 10 Februari 2013

Serial Eset Smart Security

Update 10 February 2013

Username dan password untuk Eset Smart Security 4, 5 dan 6

ESS Username: EAV-79976894
Password: bmbup8upmf
Expiry Date: 24.02.2013

ESS Username: EAV-80321371
Password: afkj4uv32n
Expiry Date: 28.02.2013

ESS Username: EAV-80321385
Password: njfp68fb3k
Expiry Date: 28.02.2013

ESS Username: EAV-80321408
Password: 6h2sc5jpe2
Expiry Date: 28.02.2013

ESS Username: EAV-80895347
Password: s5jaxamfpd
Expiry Date: 06.03.2013

ESS Username: EAV-80895358
Password: vuv7njd4dp
Expiry Date: 06.03.2013

ESS Username: EAV-80895371
Password: u2aaj2t248
Expiry Date: 06.03.2013

ESS Username: EAV-80895378
Password: vs3e4nvn8a
Expiry Date: 06.03.2013

ESS Username: EAV-80895399
Password: 7cpahaevmx
Expiry Date: 06.03.2013

Username dan password untuk Eset Antivirus 4, 5 dan 6

EAV Username: EAV-80389983
Password: 4raaftufrr
Expiry Date: 28.02.2013

EAV Username: EAV-80389999
Password: ph6bd2rftj
Expiry Date: 28.02.2013

EAV Username: EAV-80390018
Password: dxeexe8aet
Expiry Date: 28.02.2013

EAV Username: EAV-80390025
Password: ut5pkftant
Expiry Date: 28.02.2013

EAV Username: EAV-80390055
Password: 4curetkauc
Expiry Date: 28.02.2013

EAV Username: EAV-80947747
Password: sn4cetu2ab
Expiry Date: 06.03.2013

EAV Username: EAV-80947748
Password: x7bmjsjf2v
Expiry Date: 06.03.2013

EAV Username: EAV-80947761
Password: j5ehfe27v2
Expiry Date: 06.03.2013

EAV Username: EAV-80947783
Password: tn5cv3hdbn
Expiry Date: 06.03.2013

EAV Username: EAV-80947796
Password: rsfdsfxb27
Expiry Date: 06.03.2013

TAKUTLAH AKAN DAHSYATNYA API NERAKA!


Inilah sebagai gambaran tentang neraka berdasarkan Quran dan Hadist nabi. Semoga kita semua terhindar dari bencana akhirat yang begitu pedih ini. Semoga apa yang tersaji dibawah ini dapat menjadi Ibrah bagi kita semua. Amin!  

- Dahsyatnya api neraka!:

Neraka disiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syari’at-Nya, dan mendustakan Rasul-Nya. Bagi mereka adzab yang pedih, dan penjara bagi orang-orang yang gemar berbuat kefasiqan. Itulah kehinaan dan kerugian yang paling besar.

Allah -Subhanahu wa ta’ala- berfirman: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, & tak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolongpun.” (QS Ali ‘Imran: 192).

Demikian pula firman Allah Ta’ala: “Katakanlah: ‘Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.’ Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata!”. (QS Az Zumar: 15).

Itulah seburuk-buruk tempat kembali. “Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS Furqan: 66).   

- Kedalaman api neraka!:

Dari Abu Hurairah -Radhiyallaahu ‘anhu-: “Kami bersama Rasulullah -Shallallaahu ‘alaihi wa sallam-, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Maka Nabi Muhammad -Shallallaahu alaihi wa sallam- bertanya: ‘Tahukah kalian apakah itu?’ Kami pun menjawab: ‘Allah & RasulNya lebih mengetahui’. Rasulullah bersabda: ‘Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak tujuh puluh tahun lalu. Batu itu jatuh ke dalam neraka, hingga baru mencapai dasarnya tadi!’”. (Hadits shahih riwayat Abu Hurairah).

- Bahan bakar api neraka!: 

Allah Ta’ala berfirman: “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir!”. (QS Al-Baqarah : 24).

Batu yang dimaksud dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Abbas and sebagian besar pakar tafsir dengan belerang, dikarenakan sifatnya yang mudah menyala lagi busuk baunya. Sebagian pakar tafsir juga berpendapat bahwa yang dimaksud batu di sini, ialah berhala-berhala yang disembah, sebagaimana Allah berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya!”. (QS Al-Anbiya’: 98).

- Panasnya api neraka!:

Dari Abu Hurairah -Radhiyallaahu ‘anhu-, beliau berkata: Rasulullah -Shallallaahu ‘alaihi wa salam-bersabda: “Api kalian, yang dinyalakan oleh anak Adam, hanyalah satu dari 70 bagian nyala api Jahannam”. Para shahabat kemudian mengatakan: “Demi Allah, jika sepanas ini saja niscaya sudah cukup, wahai Rasulullah!”. Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya masih ada 69 bagian lagi, masing-masingnya semisal dengan nyala api ini”.(Hadits shahih riwayat Abu Hurayrah).

- Makanan penghuni neraka!:

Allah Ta’ala telah berfirman: “Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tak menggemukkan dan tak pula menghilangkan lapar”. (QS Al-Ghasiyah: 6-7).

Ibnu Katsir -Rahimahullah- membawakan perkataan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas: “Itu adalah pohon dari neraka”. Sa’id bin Jubair berkata, “Itu adalah Az-Zaqum (pepohonan berduri bagi makanan penghuni neraka)!”. Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud ialah batu.

- Minuman penghuni neraka!

Allah Ta’ala berfirman: “Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya-lah air nanah itu dan hampir dia tak bisa menelannya!”. (QS Ibrahim: 16-17). Yaitu mereka diberi air yang amatlah busuk baunya lagi kental, maka merekapun merasa jijik dan tak mampu menelannya.

“Diberi minuman dengan hamiim (air yang mendidih) sehingga memotong ususnya”. (QS Muhammad: 47).

Hamiim ialah air yang mendidih oleh panasnya api Jahannam, yang mampu melelehkan isi perut dan menceraiberaikan kulit mereka yang meminumnya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dengan air itu dihancurluluhkan segala apa yang ada di dalam perut mereka dan juga kulit (mereka)”. (QS Al-Hajj: 20).

Salam Itu Indah

Ibnu Abdul Barr serta yang lainnya mengutip ijma’ kaum muslimin bahwa hukum mengucapkan salam adalah sunah dan menjawabnya adalah wajib.

Imam Qurthubi berkata, “para ulama sepakat mengucapkan salam adalah sunah yang sangat dianjurkan, sedangkan hukum menjawabnya adalah wajib, sesuai dengan firman Allah SWT,  


“Apabila engkau dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah SWT memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An Nisa; 86) 

Menurut Imam Nawawi, Jika salam diucapkan oleh seorang kepada banyak orang maka hukumnya fardu kifayah (seperti Hukum menyolatkan jenazah), artinya jika hanya ada satu orang dalam jumlah banyak tersebut, yang menjawab salam dari seorang tadi maka gugurah kewajiban tersebut bagi yang lainnya. Tapi jika tak ada yang menjawab seorang pun maka orang-orang yang sedang berkumpul tersebut berdosa semua. Dan bila semuanya menjawab salam tersebut naka itulah puncak kesempurnaan dan keutamaan. 


Hikmah dari mengucapkan dan menjawab salam sesama Muslim akan menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta di antara muslim. Diantara etika salam yang dapat mewariskan rasa cinta dan menambah kelembutan kasih sayang adalah berjabat tangan ketika berjumpa disertai dengan senyuman, keramahan dan dipenuhi dengan wajah yang berseri-seri.

Rosululloh Saw bersabda, “Siapa saja dari dua orang muslim yang bertemu lantas saling berjabat tangan, maka Allah SWT akan mengampuni dosa keduanya seblum mereka berpiah.” HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad.

Tentu dalam hal ini berjabat tangan yang sesuai dengan syariat Islam, yaitu laki-laki dengan laki-laki, wanita dengan wanita, atau laki-laki dengan wanita (muhrimnya)

Salam adalah simbol kasih sayang dan keselamatan. Salam juga merupakan risalah seorang muslim dalam mengekspresikan rasa cintanya kepada orang yang diberi salam. 


Rosululloh Saw bersabda, “Demi dzat yang menguasai diriku, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan belum sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian.” HR. Muslim 

Yang dimaksud menyebarkan salam adalah menebarkan dan mengucapkannya kepada seluruh muslim, baik itu anak kecil, ataupun orang tua, jauh atau dekat, orang yang dikenal ataupun tidak. 

Mendikbud: Pemain Utama Pendidikan Siap Jalankan Kurikulum 2013

Pergantian kurikulum 2013 yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai protes dari DPR. Meski demikian, Mendikbud M Nuh memastikan pemeran utama yaitu guru harus menanggapinya dengan positif dan siap.

Tidak hanya guru, menurut M Nuh, penyelenggara sekolah dan pemerintah sudah siap dengan terselenggaranya Kurikulum Nasional 2013. Hal itu diyakini dari hasil sosialisasi yang sudah dilakukan di beberapa tempat sebelumnya.

"Pemain utamanya yaitu guru, penyelenggara sekolah, dan pemerintah saja enjoy. Modalnya perubahan itu enjoy. Dilihat dari sisi keinginan gurunya, sudah semangat. Di Yogyakarta kemarin ada 4.000 guru lho," kata M Nuh usai melakukan sosialisasi Kurikulum Nasional 2013 di Kampus Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara, Jawa Timur, Minggu (3/2/2013).

"Kawan-kawan politik tidak melihat itu. Pemain utamanya saja enggak apa-apa kok," imbuhnya.

Ia menambahkan meski selalu ada kontra, pihaknya akan tetap melaksanakan kurikulum 2013 dengan cara bertahap yaitu tahun ajaran 2013/2014 untuk kelas 1 SD, kelas 4 SD, kelas 7 (1 SMP) dan kelas 10 (1 SMA).

"Pada pertengahan semester tahun ajaran sudah harus kita lakukan evaluasi," tandasnya.

Dalam kurikulum 2013 disebutkan bahwa guru tidak harus membuat silabus saat mengajar. Hal itu pun disambut positif oleh para guru walaupun nantinya mereka akan mengikuti pelatihan untuk mengembangkan skill lainnya termasuk kreativitas mengajar dari buku yang disiapkan oleh pemerintah.

"Guru tidak lagi dibebani menyusun silabus. Tapi harus bisa lebih menggunakan waktu belajar mengajarnya lebih efektif," ujar M Nuh.

Salah satu kepala sekolah dari MA Matoliun Ulum, Banjir Agung, Jepara, Ali Murtadlo mengatakan dari sisi guru, pihaknya siap melaksanakan Kurikulum 2013. Ia menambahkan dengan tidak lagi menyusun silabus, guru akan memiliki tugas lain yaitu mengembangkan inovasi dan kreativitas.

"Dengan tidak ada silabus, tetap meringankan beban guru tapi tetap ada tugas lain yang harus dikembangkan yaitu kreatifitas dan inovasi yang tidak ada matinya," kata Ali.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan pernah mengatakan agar pemerintahan tidak menjadikan pelajar Indonesia kelinci sistem pendidikan yang berubah-ubah.

"Saya hanya mengharapkan Kemendikbud seharusnya jangan menjadikan sistem pendidikan di Indonesia ini sebagai kelinci percobaan. Seperti kurikulum pendidikan anak SD itu masih kontroversi," kata Taufik 8 Januari lalu.
Sumber

Sabtu, 09 Februari 2013

KISAH : RASULULLAH TIDAK MAKAN 4 HARI


Anas ibn Malik ra. bercerita:
Suatu hari Nabi Muhammad saw. berkunjung ke rumah Siti Fatimah ra. lalu, Fatimah mengadu kepada beliau bahwa ia sekeluarga belum makan sejak tiga hari. Nabi pun memperlihatkan perutnya yang diganjal batu. Beliau bersabda: Fatimah, kalau kalian belum makan sejak tiga hari, Ayahmu sudah empat hari belum mencicipi makanan sama sekali. Lalu Rasulullah saw. meninggalkan rumah Fatimah sambil bergumam, “Kasihan Hasan dan Husain yang sedang kelaparan!”. Beliau terus menyusuri jalan-jalan sekitar Madinah hingga melewati Pasar.

Di sana beliau bertemu dengan seorang a’rabi (pedalaman) yang sedang menimba air dari sumur. Beliau berhenti di dekat orang itu. Dia tidak tahu bahwa yang berhenti di dekatnya adalah Nabi Muhammad saw. Beliau bertanya padanya, wahai a’rabi apa kau membutuhkan seseorang untuk disewa jasanya? Ia menjawab, ya. Apa tugasnya? Menimba air dari sumur ini. Lalu si a’rabi memberikan timba kepada Nabi. Beliau mulai menimba air. Satu timba air diberi upah tiga kurma. Beliau makan tiga kurma tersebut. Beliau menimba lagi sebanyak delapan (8) timba air. Ketika mau menimba yang ke-sembilan, talinya putus hingga timbanya jatuh ke dalam sumur. Nabi jadi bingung. Lalu si a’rabi itu menghampiri beliau dengan wajah murka dan menampar wajah Rasulullah saw. Ia memberikan upah 24 kurma kepada beliau. Beliau menerima upah tersebut. Lalu beliau mengambil timba dari sumur tadi (tentu sangat dalam) dengan tangannya dan melemparkannya ke hadapan si a’rabi. Beliau meninggalkan si a’rabi. Ia tertegun sejenak dan berkata: Ini bukan orang sembarangan. Ini pasti seorang Nabi! Ia mengambil pisau besar dan memotong tangan kanannya yang telah menampar Nabi tadi. Iapun pingsan.

Lalu ada satu rombongan menemukan a’rabi yang pingsan tadi. Mereka memercikkan air padanya sampai ia sadar. Apa yang menimpamu? Kata mereka. Aku telah menampar wajah seseorang yang menurutku dia adalah Nabi Muhammad saw. Aku takut terkena siksa dan kualat. Makanya, kupotong tangan yang telah lancang menampar Nabi tadi. Kemudian ia bergegas menuju masjid sambil membawa tangan kanan yang terpotong. Ia berteriak: Wahai para sahabat Muhammad, mana Nabi Muhammad? Abu Bakar, Umar dan Utsman sedang duduk di masjid tersebut. Mereka bertanya, mengapa kau mencari Nabi Muhammad? Aku ada kepentingan dengannya. Lalu Salman al-Farisi mengantarkan orang a’rabi itu ke rumah Fatimah ra.

Setelah mendapatkan upah kurma, Rasulullah saw. bergegas ke rumah puterinya (Fatimah). Beliau memangku Hasan di paha kanan dan Husain di paha kiri sambil menyuapi mereka berdua dengan kurma. Lalu si a’rabi berteriak, wahai Muhammad! Beliau menyuruh Fatimah untuk melihat siapa yang datang. Fatimah keluar dan melihat ada seorang a’rabi yang sedang memegang tangan kanannya yang terpotong dan berlumuran darah. Fatimah masuk ke rumahnya untuk memberi tahu kepada Ayahnya apa yang ia lihat. Nabi berdiri menghampiri si a’rabi. Saat melihat Nabi, si a’rabi berkata: Wahai Nabi Muhammad, maafkan diriku. Sungguh tadi aku tidak mengenalmu. Nabi bertanya, mengapa kau potong tanganmu? Ia jawab, Aku tidak sudi membiarkan tangan yang telah kugunakan untuk menampar wajahmu. Nabi bersabda, Masuklah pada agama Islam, kau akan selamat! Ia berkata, wahai Muhammad! Kalau kau memang seorang Nabi, sambungkan lagi tanganku yang terpotong ini. Nabi mengambil tangan kanan a’rabi tersebut dan meletakkan di tempat semula, disambungkannya dan diusap dengan tangan beliau, serta dibacakan asma Allah dan diludahi. Subhanallah, dengan izin Allah tangan tersebut sembuh seperti semula. Kemudian, si a’rabi tadi masuk Islam. Alhamdulillah…
Sumber :

Rabu, 06 Februari 2013

Rahasia Menjadi Guru Idola

Kisah yang begitu menarik ini, saya ambil dari Kompasiana yang ditulis oleh Ibu Budiyanti, semoga bermamfaat dan dapat menjadi renungan bagi kita semua, orang-orang membaktikan diri dalam Pendidikan. Simaklah ...

“Menjadi Guru Idola…..”

Apakah Anda sudah termasuk menjadi Guru Idola?

Menjadi Guru idola adalah dambaan setiap guru. Sudahkah kita diidolakan oleh anak didik kita? Jawabnya tentu ada di hati kita masing-masing. Saya yakin para guru ingin mendapatkan predikat itu. Sebuah dambaan yang mulia. Bagaimana caranya agaranak didik kita senang saat kita hadir di kelas dan sedih saat kita tak menampakkan diri. Sebelum kita tahu rahasia menjadi guru idola mari simak cerita di bawah ini.

Suasana di sekolahku….

Bel tanda istirahat berbunyi, sorak-sorai anak-anak mewarnai kelas saat itu. Aku pun langsung mengakhiri pelajaran dan keluar menuju ruang guru. Sejenak aku melangkahkan kaki keluar kelas, samar-samar saya mendengar siswa memanggilku.

” Bu Yanti… Bu Yanti…!!!” aku menoleh, dua gadis centil siswa kelas 9c, berlari kecil-kecil dari arah barat.

“Ada apa.. kok lari-lari?’ tanyaku setelah kedua siswa sudah berada di depanku.

“ Eh… anu Bu…!”

“ Anu.. gimana sih?” tanyaku penasaran

“Kami berdua ingin curhat Bu.. , boleh kan ?” suara Ani manja

“ Curhat apa?

“ Tapi jangan di sini Bu,”

Saya selaku wali kelas kedua siswa ini langsung mengajaknya ke ruang BK yang agak sepi.

“ Bu… kami berdua pengen pindah kelas!” Ani mengawali bicara

“ Pindah kelas? kan kamu berada di kelas 9C sudah hampir dua bulan, kamu berantem ya …dengan temanmu, atau kamu milih di kelas yang ada cowokmu? Kataku lirih

“ Ah… enggak kok Bu,… kami ingin pindah di kelas 9 A karena kami ingin diajar guru matematikanya Pak Agung bukan Bu Ina.”

“ Lho kalau Bu Ina kenapa?”

“ Gini Bu.. kami tuh kalau dijelasin sama Bu Ina gak jelas, lagian super galak, habis, kalau gak bisa mengerjakan tugas di kelas, kami dimarahi, lalu kami juga pernah dikatakan sebagai otak udang, kan .. gak terima to, Bu? Padahal kami emang gak jelas beneran kok Bu…” kata si Sita penuh semangat. Sita adalah murid yang pintar dan selalu mendapat peringkat satu.

“ Em…. gitu, lantas apa lagi,” kataku ingin mengorek lebih dalam curhat siswaku, sambil aku berpikir apa yang harus kukatakan pada kedua anak ini, sekaligus sebagai wali kelas saya ingin menampung keluhan anak didikku.

“ Ya… itu saja Bu, kalau kami dapat pindah di kelas 9 A kami akan senang, Bu.. kan yang ngajar Pak Agung, enak, gak pernah marah dan selalu senyum, kalau kami gak bisa ya diulang-ulang gitu, Bu.”

“ Hem…gitu ya?” kataku sambil berpikir bahwa seorang siswa membutuhkan sosok guru yang dapat menjadikan siswa jelas dengan materiyang diajarkan.

“Ya gini saja, saya terima keluhanmu, nanti Ibu carikan jalan keluar terbaik bagimu, dan kalian harus yakin bahwa setiap persoalan pasti ada penyelesainnya, sekarang kalian masuk kelas dan tetap belajar dengan baik!”

Selepas kedua muridku pergi, aku jadi berpikir bahwa menjadi guru yang bisa disenangi siswa belum semua tercermin pada setiap guru. Gelar apapun belum menjamin guru tersebut disenangi siswa. Kini aku dihadapkan masalah itu, apa yang harus kulakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Jika aku menuruti kedua muridku, apa jadinya kalau nanti siswa lain menginginkan hal yang sama. Sambil memikirkan jalan keluar aku pergi kantin tuk mengisi perut karena belum sempat sarapan dan kebetulan jam keempat tidak mengajar.

Sesampai di kantin kulihat masih ada beberapa anak sedang makan dengan tenangnya padahal sudah bel masuk.

“Lho .. kok masih jajan, kan sudah bel, sana segera masuk!”kataku pada beberapa anak yang masih memegang makanan.

“ Bentar, Bu… lagian pasti Bu Umi belum datang, ” sahut salah satu siswa.

“Benar, Bu.. saya yakin Bu Umi terlambat masuk kelas, dan kami selalu disuruh mencatat di papan tulis. Nanti fotocopi saja dengan teman kan beres Bu…” timpal teman satunya

“Ah jangan gitu, jangan berprasangka seperti itu!”

“Benar Bu.. sweeer gak bohong, tiap hari tu kami disuruh mencatat melulu.. wah bosen kan.. .Bu.?” kilah Ade, temannya.

“Ya… tapi ini jam pelajaran, kamu harus tetap mengikuti, ayo.. masuk!!” kataku sambil memegang tangannya agar beranjak dari tempat duduknya. Akhirnya mereka segera menghabiskan makanan dan menuju ke kelas.

Waduh… belum juga saya bisa menyelesaikan satu masalah sekarang secara tidak langsung aku mendengar keluhan seperti itu. Aku pun segera masuk kelas . Pas di depan ruang kelas 9a, kudengar dua anak sedang berbincang-bincang serius dengan Pak Ali guru PKn.

“Pak Ali… kenapa sih jamnya Pak Ali kosong terus, wah.. rugi dong kalau Pak Ali gak masuk” kata anton

“ Iya Pak.. kami kangen lho kalau Pak Ali gak masuk lagi, nanti gak kosong lagi kan Pak?”

“Iya… kemaren kan Bapak sedang dapat tugas ke Semarang, jadi maaf ya,” kata Pak Ali dengan lembut. Pak Ali adalah guru Pkn yang memang sangat digandrungi banyak siswa apalagi yang cewek-cewek. Selain mengajarnya enak, penampilannya rapi dan wibawa. Itulah yang membuat siswa sangat senang.

Nah .. itulah kisahku…

Dari kisah-kisah di atas, kita sebagai guru, masuk yang kategori mana,? Apakah kita seperti pada cerita pertama, anak kurang jelas dengan penjelasan kita sampai anak kita mau pindah kelas, apakah kita juga kadang terlambat ke kelas dan selalu memberi catatan seperti pada cerita kedua.

Ataukah kita sudah seperti Pak Ali atau Pak Agung yang selalu ditunggu kehadirannya dan dikangeni saat tidak hadir di hadapannya?

Nah… saudaraku sesama guru, apa sebenarnya rahasia agar anak didik kita merasa senang, enjoy dan nyaman serta mudah menerima materi pelajaran yang kita berikan, bagaimana caranya agar anak tidak bosan atau jenuh dan merasa krasan saat pembelajaran berlangsung.

Ingin tahu…?

Nah… saya di sini ingin berbagi pengalaman dengan Bapak Ibu Guru agar kehadiran kita di kelas benar benar dinantikan dan diidolakan oleh anak didik kita.

Berdasarkan kisahku di atas dapat kita petik bahwa kita harus melakukan perubahan agar anak didik kita merasa senang, dan jelas dengan materi yang kita ajarkan. Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan selaku pendidik.

Pertama, disiplin waktu, kita harus bisa menunjukkan pada siswa bahwa kedispilan kunci kesuksesan, tunjukkan pada siswa bahwa kita memasuki kelas tepat waktu, jangan sampai kita terlambat, selain itu kita masuk kelas sudah membawa seperangkat alat mengajar, jangan sampai baru saja masuk kelas kita sudah keluar, ambil buku nilai, ambil alat tulis dan lain sebagainya. Dan kalau sudah selesai waktu pelajaran, kita jangan sampai mengulur- ulur waktu, anak merasa tidak senang kalau kita terlalu berlama-lama di kelas padahal sudah waktunya ganti pelajaran.

Kedua, perfomance, penampilan, kelihatannya hal ini sepele, namun penting juga . kita harus berpakaian yang rapi, menggunakan seragam sesuai aturan yang ada. Anak didik akan kritis jika kita menegur siswa, mereka akan balik berkilah “Lha Bu Guru juga gak seragam, lha Pak guru juga gak rapi.” Kalau penampilan kita rapi siswa tentu akan terkesan.

Nah kalau kita sudah tepat waktu , berpenampilan memikat baru langkah yang ketiga ini, apersepsi yang memukau, buat suasana kelas senang pada awal jumpa, caranya, kita luangkan waktu kira –kira lima menit agar suasana tidak tegang.

Berbagai cara dapat kita lakukan, misal, kita bisa melakukan tebak-tebakan atau kuis dengan menyangkut pelajaran lalu. Siswa yang bisa menjawab, kita beri reward dengan tepuk tangan atau sediakan hadiah kecil.

Selain itu ajak anak bernyanyi dengan lagu yang sedang ngetren dan syairnya kita ubah dengan kata-kata yang mendidik

Misal lagu.. CACA MARICA.. kita gubah jadi begini…

Caca marica… hallo sedang apa
Ini pelajaran bahasa Indonesia
Belajar bahasa kita harus berani
Berani bicara berani berpendapat
Caca marica hee.. caca mari heeee

Selain kuis dan lagu, kita bisa ajak siswa untuk senam lima menit, hal ini bisa dilakukan saat pelajaran siang hari. Ya.. kalau siang, siswa biasanya ngantuk, lelah. Nah dengan senam sederhana, anak kembali segar.

Setelah anak merasa senang, kita baru masuk pada pelajaran, persiapkan materi dengan matang. Sebagai guru kita harus mempersiapkan meteri bahan ajar dengan matang. Selain kita wajib membuat RPP kita harus mempersiapkan materi dengan baik. Jangan sampai kita masuk kelas lantas kita bertanya pada anak. Sampai di mana anak anak materi kita hari ini? Aneh kan, kalau kita bertanya pada anak? Kita lah harus memberitahukan materi ini.

Keempat, komunikatif, kita jalin pembelajaran yang komunikatif dua arah, jangan hanya guru saja yang berbicara, beri kesempatan anak menyampaikan permasalahan, dan kita layani setiap pertanyaan anak dengan jawaban yang memuaskan.

Kelima, pembelajaran inovatif, di era globalisasi ini kita harus bisa menyesuaikan diri dengan zaman. Kita harus menyajikan pembelajaran yang dikemas denga gagasan baru. Kita harus melakukan langkah langkah belajar sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Hal ini telah kita dapatkan saat ada pelatihan-pelatihan. Kita bisa menerapkan metode-metode baru pembelajaran yang merangsang anak untuk berpikir kritis, berwawasan luas dan mau bekerja sama untuk menciptakan pembejaran inovatif.

Salah satu hal yang perlu kita lakukan dalam pembelajan yang inovatif, kita harus mau belajar, jangan sampai anak didik kita hanya dijejali dengan ceramah melulu.. gak zaman deh…

Banyak metode- metode yang dapat kita kembangkan sendiri sesuai dengan bahan ajar yang akan kita ajarkan. Kita tinggal sesuaikan. Ada metode jigsaw , kontekstual, mapping dll. Dan mudah kok kita terapkan.

Selain beberapa hal di atas kita bisa juga menggunakan media atau alat peraga yang sesuai agar anak tidak jenuh. Gunakan media yang ada, buat power point atau alat peraga yang menunjang sehingga anak lebih jelas menangakap materi.

Itulah rahasia yang kini Anda ketahui, gampang kan kalau kita mau melaksanakannya…

Nah… mari kita bersama-sama mewujudkan” Menjadi Guru Idola”

Pembubaran RSBI-SBI

Terkait dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi hari Selasa, 8 Januari 2013 yang membatalkan pasal 50 ayat 3 UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, karena bertentangan UUD 1945. 

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan pasal ini dan mengabulkan seluruh permohonan judicial review dari para penggugat adalah:

  • Biaya yang mahal mengakibatkan adanya diskriminasi pendidikan.
  • Pembedaan antara RSBI-SBI dengan non RSBI-SBI menimbulkan adanya Kastanisasi Pendidikan.
  • Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam tiap mata pelajaran dalam sekolahRSBI-SBI dianggap dapat mengikis jati diri bangsa dan melunturkan kebanggaan generasi muda terhadap penggunaan dan pelestarian bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. (Sumber diolah dari: Kompas.com) 
Untuk lebih jelasnya, berikut ini saya kutipkan bunyi pasal 50 ayat 3 UU No.20 Tahun 2003 yang digugat dan kini dinyatakan tidak berlaku lagi:

“Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.”

Pasal inilah yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk “memaksakan diri” membuka Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional – Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI-SBI) di beberapa kabupaten/kota, yang jumlahnya mencapai sekitar 1300-an. (Di masyarakat, istilah RSBI-SBI sering diplesetkan menjadi Rintihan Sekolah Bertarif Internasional- Sekolah Bertarif Internasional)

Perlu diketahui, pengujian pasal 50 ayat 3 UU No.20 Tahun 2003 ini diajukan oleh sejumlah orang tua murid dan aktivis pendidikan. Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orang tua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo, Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan). Mereka menilai pasal yang mengatur penyelenggaraan satuan pendidikan bertaraf internasional itu diskriminatif. Keberadaan pasal itu menimbulkan praktek perlakuan yang berbeda antara sekolah umum dan RSBI-SBI. (Sumber: republika.co.id).

Dengan adanya keputusan MK ini, sekolah yang menyandang label RSBI-SBI kembali menjadi sekolah biasa, dalam arti tidak lagi menggunakan label internasional. Saya pikir,lebih baik menyandang status sekolah biasa tetapi prestasinya internasional, daripada menyandang status internasional tetapi prestasinya hanya biasa-biasa saja.

Dengan dibubarkannya sekolah-sekolah RSBI-SBI, peluang pemerintah untuk lebih fokus mengejar pencapaian Standar Nasional Pendidikan semakin menjadi lebih terbuka. Segala dana dan tenaga yang selama ini terserap untuk kepentingan pengembangan RSBI-SBI, bisa diproyeksikan untuk kepentingan Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, yang menurut saya jauh lebih penting dibandingkan mengejar standar internasional tetapi justru menimbulkan inefisiensi dan distorsi di lapangan.

Bagaimana menurut Anda tentang Pembubaran RSBI-SBI ini ?